Netflix Premium Untuk Berapa Orang

0 views
Skip to first unread message

Yair Nixon

unread,
Aug 3, 2024, 4:37:11 PM8/3/24
to risamerlust

Artikel ini disusun oleh tim penyunting terlatih dan peneliti yang memastikan keakuratan dan kelengkapannya.

Tim Manajemen Konten wikiHow memantau hasil penyuntingan staf kami secara saksama untuk menjamin artikel yang berkualitas tinggi.

Artikel ini telah dilihat 61.855 kali.

Jika memakai aplikasi Netflix pada ponsel atau tablet, Anda dapat membagikan tautan film dan serial televisi favorit dengan cepat menggunakan hampir semua jenis aplikasi pengirim pesan. Artikel wikiHow ini akan menunjukkan cara membagikan konten favorit dari Netflix, serta cara membagikan akses akun Netflix dengan orang lain.

Satu akun Netflix maksimal memiliki lima profil di dalamnya. Tiap profil itu bisa memiliki setting-an yang berbeda, termasuk rekomendasi film yang dipersonalisasi, history atau riwayat tontonan, My List, hingga saved games.

"Orang-orang bergerak. Keluarga berkembang. Hubungan berakhir. Namun sepanjang perubahan hidup ini, pengalaman Netflix Anda harus tetap sama. Hari ini, kami meluncurkan Transfer Profil," tutur perusahaan.

Fitur Transfer Profil diluncurkan pada Oktober 2022, yang mendorong anggota untuk membuat akun baru dan memindahkan data pribadi mereka seperti rekomendasi tontonan, riwayat menonton, daftar favorit dan lainnya.

Fitur ini, Dikutip dari TechCrunch, merupakan pendahulu dari tindakan tegas berbagi password Netflix. Pengguna diharuskan membayar US$7,99 (Rp120 ribu) per bulan untuk keanggotaan tambahan jika mereka tidak tinggal serumah dengan pemegang akun.

KOMPAS.com - Pengguna Netflix yang kerap "nebeng" akun agaknya harus waspada. Pasalnya, penyedia on-demand video streaming itu pekan ini dilaporkan mulai mencokok mereka biasa memakai satu akun beramai-ramai.

"Jika Anda tidak tinggal dengan pemilik akun, Anda perlu memiliki akun Anda sendiri untuk terus menonton," bunyi pesan dalam notifikasi tersebut, sambil menawarkan opsi langganan gratis selama 30 hari dengan membuat akun sendiri.

Menurut ketentuan penggunaan Netflix, satu akun sebenarnya bisa dipakai oleh beberapa orang, tapi hanya yang serumah saja. Sementara, selama ini orang yang berbagi akun tak selalu serumah, apalagi pembeli akses akun ilegal yang dijual lebih murah dari harga resmi.

Tak dijelaskan bagaimana Netflix memastikan pengguna yang berbagi akun memang serumah, apakah lewat pelacakan alamat IP atau cara lain. Belum jelas juga apakah pembatasan ini nantinya berlaku untuk semua paket atau paket tertentu saja.

Jika kamu tinggal sendirian (atau justru bersama keluarga besar sehingga jarang berkesempatan memilih tontonan), juga senang menonton serial dan film seorang diri--di rumah maupun di perjalanan dan smartphone adalah duniamu--maka Paket Ponsel senilai Rp 54.000 per bulan adalah pilihan yang tepat.

Dengan paket ini kamu dapat menjelajah Netflix di satu ponsel atau tablet per pemutaran dan menikmati berbagai fitur menarik seperti Smart Download yang memungkinkan kamu menonton tayangan favorit secara offline.

Paket ini memungkinkan kamu menikmati tayangan Netflix di satu perangkat (ponsel, tablet, TV, laptop, atau komputer) per pemutaran sehingga kamu dapat memulai hari dengan menonton tayangan favorit di ponsel sambil menikmati sarapan, kemudian melanjutkannya di laptop atau televisi saat istirahat atau selepas kerja.

Paket ini menawarkan fitur video HD untuk meningkatkan pengalaman menonton di TV maupun ponsel berkualitas HD, serta memungkinkan kamu menikmati tayangan Netflix di dua perangkat sekaligus (ponsel, tablet, TV, laptop, atau komputer).

Netflix adalah layanan aliran video sesuai permintaan berbasis langganan yang berasal dari Amerika Serikat. Layanan ini menawarkan beragam film dan acara televisi, termasuk produksi orisinal dan yang diperoleh dari pihak lain, yang mencakup berbagai genre dan tersedia dalam banyak bahasa secara internasional.[4]

Diluncurkan pada 16 Januari 2007, hampir sepuluh tahun setelah Netflix, Inc. memulai bisnis penyewaan film melalui DVD, Netflix telah berkembang menjadi layanan aliran video atas permintaan dengan jumlah pelanggan terbesar. Per 2022, layanan ini memiliki 238,39 juta keanggotaan berbayar di lebih dari 190 negara.[5] Pada tahun yang sama, produksi "Netflix Original" menyumbang separuh dari koleksi filmnya di Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan ini juga telah memperluas bisnisnya ke kategori lain, termasuk penerbitan permainan video piranti bergerak. Pada Oktober 2023, Netflix menempati peringkat ke-24 sebagai situs web paling banyak dikunjungi di dunia, dengan 23,66% lalu lintasnya berasal dari Amerika Serikat, diikuti oleh Britania Raya (5,84%) dan Brasil (5,64%).[6][7]

Netflix didirikan oleh Marc Randolph dan Reed Hastings pada tanggal 29 Agustus 1997 di Scotts Valley, California. Hastings, seorang ilmuwan komputer dan matematikawan, merupakan salah satu pendiri Pure Software, yang diakuisisi oleh Rational Software pada tahun yang sama dengan nilai $750 juta. Akuisisi ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Silicon Valley saat itu.[8] Randolph, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur pemasaran untuk Pure Software setelah Pure Atria mengakuisisi perusahaan tempat ia bekerja, ia juga turut mendirikan MicroWarehouse, sebuah perusahaan penjualan komputer melalui pos, dan pernah menjadi wakil presiden pemasaran di Borland.[9][10] Hastings and Randolph Ide Netflix muncul saat Hastings dan Randolph sering melakukan kegiatan berbagi tumpangan dari Santa Cruz, California, ke kantor pusat Pure Atria di Sunnyvale.[11] Patty McCord, yang kemudian menjadi kepala Sumber Daya Manusia juga merupakan bagian dari kelompok berbagi tumpangan ini.[12] Randolph, yang terinspirasi oleh Amazon, ingin mencari kategori produk besar yang bisa dijual secara daring dengan model yang serupa. Mereka sempat mempertimbangkan dan menolak VHS karena biaya penyimpanan dan kesulitan pengiriman yang tinggi.[9] Ketika DVD diperkenalkan di Amerika Serikat pada awal tahun 1998, mereka menguji ide menjual atau menyewakan DVD melalui pos dengan mengirimkan sebuah cakram padat ke rumah Hastings di Santa Cruz.[9] Setelah cakram tersebut tiba dengan selamat, mereka memutuskan untuk memasuki industri penjualan dan penyewaan video rumahan yang kala itu bernilai $16 miliar.[9][11] Hastings sering menyebut bahwa ide mendirikan Netflix terinspirasi oleh pengalamannya dikenai denda $40 oleh toko Blockbuster karena terlambat mengembalikan salinan film Apollo 13.[11] Hastings menginvestasikan $2,5 juta ke dalam Netflix dari hasil penjualan Pure Atria.[13][11] Netflix diluncurkan sebagai situs web penyewaan dan penjualan DVD pertama dengan 30 karyawan dan 925 judul yang tersedia, yang merupakan hampir semua DVD yang saat itu diterbitkan.[11][14][15] Randolph dan Hastings sempat bertemu dengan Jeff Bezos, saat itu Amazon menawarkan untuk mengakuisisi Netflix dengan harga antara $14 dan $16 juta. Meski Randolph sempat mempertimbangkan tawaran tersebut, Hastings, yang memegang 70% saham perusahaan menolaknya.[16][17]

Netflix awalnya mengadopsi model penyewaan per-DVD, tetapi kemudian memperkenalkan konsep langganan bulanan pada bulan September 1999.[18] Model penyewaan per-DVD dihentikan pada awal tahun 2000, memungkinkan perusahaan untuk fokus pada model bisnis penyewaan dengan biaya tetap tanpa batas waktu, tanpa biaya keterlambatan, pengiriman, penanganan, atau biaya per-judul.[19] Pada September 2000, selama masa gelembung dot-com dan ketika Netflix mengalami kerugian, Hastings dan Randolph menawarkan untuk menjual perusahaan ke Blockbuster seharga $50 juta. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh CEO Blockbuster, John Antioco, yang menganggapnya sebagai lelucon, dengan mengatakan, "Histeria dot-com benar-benar berlebihan."[20][21] Meski mengalami pertumbuhan pesat pada awal tahun 2001, dampak berkelanjutan dari runtuhnya gelembung dot-com dan serangan 11 September membuat perusahaan menunda rencana penawaran saham perdana (IPO) dan memutuskan untuk memberhentikan sepertiga dari 120 karyawannya.[22]

Pada akhir tahun 2001, pemutar DVD menjadi hadiah populer selama musim liburan. Hal ini menyebabkan peningkatan permintaan terhadap layanan berlangganan DVD dari Netflix, sebagaimana diungkapkan oleh Patty McCord.[23] Netflix melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) pada tanggal 29 Mei 2002, dengan menjual 5,5 juta lembar saham biasa seharga $15.00 per lembar.[24] Pada tahun 2003, Netflix memperoleh hak paten dari Kantor Paten dan Merek Dagang AS yang melindungi model layanan penyewaan langganannya, termasuk beberapa ekstensi layanan tersebut.[25] Pada tahun itu, Netflix mencatat laba pertamanya sebesar $6,5 juta dari total pendapatan $272 juta. Pada tahun 2004, laba meningkat menjadi $49 juta dengan pendapatan yang melampaui $500 juta.[26] Tahun 2005 Netflix memiliki koleksi 35.000 judul film berbeda dan mengirimkan 1 juta DVD setiap hari.[27]

Di tahun 2004, Blockbuster memperkenalkan layanan penyewaan DVD serupa, memungkinkan pelanggan untuk memilih film melalui situs web dan mengembalikannya di toko fisik.[28] Pada tahun 2006, layanan Blockbuster mencapai dua juta pelanggan, menarik sebagian bisnis dari Netflix, meskipun jumlah pelanggan Netflix masih lebih banyak. Netflix menurunkan biayanya pada tahun 2007.[26] Meskipun sering diklaim bahwa Netflix "membunuh" Blockbuster di pasar penyewaan DVD, kenyataannya, beban utang dan perselisihan internal menjadi faktor utama yang merugikan Blockbuster.[28]

Pada 4 April 2006, Netflix mengajukan gugatan pelanggaran paten terhadap Blockbuster di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California. Netflix mengklaim bahwa layanan langganan penyewaan DVD daring Blockbuster melanggar dua paten yang dimiliki oleh Netflix. Penyebab utama tuntutan hukum tersebut adalah tuduhan bahwa Blockbuster melakukan pelanggaran dengan meniru "antrian dinamis" DVD Netflix, yang tersedia untuk setiap pelanggan. Ini termasuk metode Netflix dalam memanfaatkan preferensi peringkat dalam antrian untuk mengirim DVD kepada pelanggan, serta metode yang memungkinkan antrian untuk diperbarui dan disusun ulang.[29] Penyebab kedua dari tindakan hukum tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran terhadap model layanan penyewaan berlangganan Netflix, serta metode komunikasi dan pengiriman yang mereka gunakan.[30] Kedua perusahaan akhirnya menyelesaikan perselisihan mereka pada 25 Juni 2007, namun detail kesepakatan dirahasiakan.[31][32][33][34]

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages