Fimelacom, Jakarta Bumi Manusia adalah salah satu novel fenomenal yang sangat sukses diterima para pembaca karena jalan ceritanya yang penuh makna dan mengesankan. Novel ini merupakan pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang pertama kali diterbitkan oleh Hasta Mitra pada tahun 1980.
Setelah diterbitkan, Bumi Manusia sempat mengalami pelarangan untuk diedarkan dan dibaca atas perintah Jaksa Agung. Sebelum dilarang, buku ini sukses dengan 10 kali cetak ulang dalam setahun pada 1980-1981. Sampai pada tahun 2005, buku ini telah diterbitkan dalam 33 bahasa. Pada September 2005, buku ini diterbitkan kembali di Indonesia oleh Lentera Dipantara.
Buku novel yang satu ini berisi substansi politik dan kejadian sejarah yang terjadi antara tahun 1898 hingga tahun 1918. Meskipun substansinya cukup berat, tetapi novel ini memiliki sejumlah kutipan-kutipan menarik. Berikut Fimela.com akan mengulas 15 kutipan terbaik novel bumi manusia yang penuh makna dan menginspirasi. Dilansir dari
goodreads.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Bumi Manusia merupakan karya roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Novel yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer berhasil diterjemahkan lebih dari 42 bahasa. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.
Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.
Secara sederhana, nove ini juga bercerita tentang zaman dimana Indonesia masih diduduki oleh Belanda. Sebagai penulis yang mahir dalam membahasakan kata, Pramoedya membawa alur cerita sangat kental dengan budaya Jawa pada zaman dahulu dan bercampur dengan budaya Belanda. Tak heran jika novel Bumi Manusia ini juga sangat terkenal di negeri kincir angin itu. Sebagai buku pertama, novel tersebut berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dunia.
JAKARTA - Bumi manusia adalah salah satu novel yang memberikan kritik terhadap kondisi sosial di Indonesia dengan latar waktu di akhir abad 19 hingga abad 20, yaitu pada masa penjajahan kolonial Belanda.Tidak hanya itu, novel ini juga menceritakan tentang kisah percintaan seorang pribumi dengan seorang gadis Indonesia yang merupakan keturunan Belanda.Minke adalah seorang priyayi keturunan pribumi dengan sosok yang berpemikiran revolusioner dan mengagumi peradaban Eropa. Di dalam tubuhnya mengalir darah para raja di Pulau Jawa, namun dirinya hampir tidak dikenali lagi sebagai orang Jawa.BACA JUGA: Resensi Buku: Pernah Tenggelam, Sebuah Perjalanan Hijrah Seorang FanboyWalaupun demikian ia tetap dianggap rendah oleh teman-teman di sekolahnya, karena dia hanyalah seorang pribumi.Sebagai siswa HBS (HogereBurgerschool) yang berprestasi, Minke juga sosok pemuda cerdas yang juga mencintai sastra. Karena kecintaannya terhadap sastra ia kerap kali menulis artikel untuk koran dan berani melawan pemerintah sebagai penulis berita, dengan menggunakan nama penanya yaitu, Max Tollenaar. Hal tersebut dilakukan demi keamanannya sendiri.Pertemuan Minke dengan gadis bernama Annelies yang merupakan putri dari Nyai Ontosoroh banyak menimbulkan masalah baru. Perasaan yang timbul di antara keduanya menimbulkan banyak pihak melarangnya, termasuk ayah dan Kakak Minke.BACA JUGA:Resensi Buku: Sistem Pendidikan Finlandia Catatan dan Pengalaman Seorang IbuJuga kedekatan Minke dengan Nyai Ontosoroh membuat ayah Minke tak setuju karena dia hanyalah seorang Nyai yang dianggap menjijikan oleh masyarakat dan sama rendahnya dengan binatang peliharaan. googletag.cmd.push(function() googletag.display("div-gpt-ad-1510661249458-0"); );Follow Berita Okezone di Google News
Konflik dan permasalahan mulai bermunculan ketika Minke berhubungan dengan keluarga Nyai Ontosoroh, mulai dari ayah Minke yang tak setuju, hilangnya hak asuh Nyai Ontosoroh atas Annelies, pernikahan yang tidak sah, hingga tuduhan atas pembunuhan Tuan Mallema, suami Nyai Ontosoroh. Hal tersebut membuat kebahagiaan Minke dan Annelies harus direnggut oleh hukum bangsa kolonial.
Namun, kemajuan pemikiran dan perjuangan Nyai membuat Minke semakin mengaguminya. Minke terkagum-kagum pada sosok Nyai Ontosoroh karena seorang Nyai ini dapat berjuang dan berhasil sukses tanpa tuannya serta memiliki wawasan yang luas, beliau juga mampu mengurus perusahaannya walaupun dicampakan oleh suaminya.
Nyai Ontosoroh memiliki perusahaan Boerderij Boeitenzorg yang berarti istana tanpa kecemasan. Nyai juga memiliki pengawal yang tampak menyeramkan, bernama Darsam. Peran Darsam boleh dibilang penting bagi keluarga Herman Mellema dengan Nyai Ontosoroh sebagai istri dan dua anaknya. Peran Darsam begitu besar. Ia bukan "pembantu" biasa.
Kesetiaan Darsam tidak diragukan, ketika Nyai Ontorosoh dikecam warga di pengadilan, Darsam lah yang membela dan melindunginya. Begitupun dalam mengawal Minke agar aman dari pembunuh bayaran yang mengincarnya.
Kehadiran novel Bumi Manusia seolah-olah membawa semua orang ke masa di mana pemerintah Hindia Belanda menjajah negeri ini. Pembaca dapat menyaksikan peristiwa yang terjadi pada masa itu dan bagaimana kegigihan pribumi dalam memperjuangkan keadilan.
Karena kepopuleran novel ini, sutradara Hanung Bramantyo mengadaptasikan novel ini menjadi sebuah film. Dengan memilih aktor yang popularitasnya cukup tinggi. Yaitu Iqbal Ramadhan yang berperan sebagai tokoh utama, yaitu Minke.
Film yang berdurasi kurang lebih tiga jam ini sangat menarik untuk ditonton karena banyak memberikan nilai-nilai sejarah. Penggambaran alur cerita pun cukup ringan dibandingkan dengan bukunya yang menggunakan bahasa cukup tinggi sehingga pembaca harus berpikir keras dalam memahami alur ceritanya.
Seperti perdebatan antara Minke dengan Sarah dan Miriam de la Croix, kisah Nyai Ontosoroh dan Maiko yang tidak dikuak secara mendalam, hingga diskusi antara Minke dengan guru favoritnya yang mengajar bahasa dan sastra di HBS (HogereBurgerschool). Magda Peters hanya mendapat porsi sedikit di film ini.
Walaupun begitu, kehadiran novel dan film ini banyak memberikan pesan dan tentunya menambah wawasan, film ini juga menarik untuk ditonton oleh kalangan remaja karena menceritakan sejarah yang dibalur oleh kisah cinta Annelies dengan Minke.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa manusia memang dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan segala perubahan yang ada. Tapi kebudayaan sendiri jangan sampai tergantikan atau hilang karena itu adalah jati diri atau identitas sebuah bangsa.
Siapa yang sudah tidak familier lagi dengan Novel Bumi Manusia? Atau film Bumi Manusia yang diperankan oleh aktor terkenal Indonesia Iqbaal Ramadhan sebagai Minke? Hal ini tidak dapat dipungkiri bukan, bahwa Bumi Manusia dalam versi novel maupun film adalah karya sastra terbaik yang patut diakui dari bangsa ini. Setidaknya seperti itu pandangan penulis.
Bumi Manusia ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer yang dikenal sebagai salah satu sastrawan besar Indonesia. Karya-karya yang selalu mellibatkan isu perjuangan, kritik sosial, dan refleksi sejarah membuat orang-orang semakin mengagumi karyanya. Novel Bumi Manusia sendiri adalah bagian pertama dari novel Tetralogi Buru. Buku ini ditulis Pram saat ia di asingkan di Pulau Buru, Kepulauan Maluku pada masa rezim Orde Baru tahun 1965. Kemudian pada tahun 1981 novel ini pernah ditarik dari peredaran oleh Kejaksaan Agung karena dinilai sebagai buku propaganda komunisme.
Novel dengan tebal 534 halaman ini bergenre Roman Sejarah dengan berlatar tahun 1890-1899 yang saat itu Indonesia masih bernama Hindia-Belanda. Tokoh utama di novel ini bernama Minke seorang priyayi (sebutan dalam kebudayaan Jawa yang memiliki kedudukan terhormat) yang bersekolah di HBS Surabaya (Hoogere Burgerschool-sekolah menengah Kolonial Belanda) yang masa itu hanya orang tertentu bisa mengakses pendidikan.
Minke tumbuh dalam lingkungan yang diwarnai oleh perbedaan kelas, etnis, dan kolonialisme. Sebagai seseorang yang berpendidikan Minke digambarkan sebagai seseorang yang memiliki pemikiran progresif dan mengejar kemandirian serta kebebasan sebagai hal yang sangat berharga dalam hidupnya;
Hal Ini sejalan dengan karakter Minke yang ternyata terinspirasi dari sosok Tirto Adi Soerjo yang merupakan Bapak Pers Nasional. Seperti Tirto yang berusaha dengan bebas menyuarakan kebenaran melalui media massa, Minke juga dihadapkan pada perjuangan untuk mengejar kebebasan pribadi dan pemikiran di tengah dinamika masyarakat Kolonial Belanda pada masanya. Keduanya mewakili semangat untuk memberikan suara kepada rakyat.
Dengan kekayaan alur cerita, narasi sastra, karakter-karakter yang kuat, dan pesan yang mendalam Bumi Manusia menghadirkan pengalaman membaca yang memikat. Novel ini tidak hanya memberikan gambaran hidup pada masa penjajahan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenung tentang kompleksitas manusia dan perjuangan menuju kebebasan.
Bumi Manusia juga dapat diartikan sebagai upaya untuk menggambarkan perjalanan manusia dalam menghadapi ketidakadilan, menemukan identitasnya, dan memperjuangkan hak-haknya di bumi tempat ia tinggal. Pram menggunakan judul ini untuk menyelipkan makna filosofis yang mendalam mengajak pembaca untuk merenung tentang eksistensi manusia di tengah-tengah perubahan sosial dan politik.
Paling tidak buku ini wajib dibaca sekali seumur hidup apalagi teruntuk penggemar sastra dan fiksi Sejarah. Dalam hal narasi tidak perlu diragukan lagi. Pram mampu menggambarkan alur cerita secara terstruktur dan mengalir dengan ritme yang beragam. Kejutan demi kejutan hadir dalam setiap halaman, di mana momen romantis dapat berubah menjadi ketegangan dalam hitungan detik. Perlu digarisbawahi bahwa dalam novel ini memuat kosakata Belanda dan istilah-istilah lama. Seperti Harmal=hari malam, Mevrouw=Nyonya, sassus=desas desus, compagnie=sekutu dan masih banyak lagi.
3a8082e126