PerpustakaanInstitut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, selalu berbenah mengikuti perkembangan dunia pendidikan dan juga teknologi informasi untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
Pada saat ini perpustakaan IAHN Tampung Penyang Palangka Raya sudah memiliki OPAC (Online Public Access Katalog) dengan beberapa pilihan koleksi diantaranya : Koleksi buku-buku agama Hindu, Buku Umum, Hasil Penelitian
Dalam Upaya meningkatkan kualitas layanan akademik khususnya ketersediaan sumber-sumber informasi ilmiah yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sejak tahun 2013 UHO melalui UPT Perpustakaan telah menyediakan layanan e-journal dan e-book secara berlangganan. Layanan ini menyediakan beragam jurnal dan buku elektronik yang berada dalam database Proquest, Springer, ACSESS, dan SIAM.
Sobat Pustaka, UPT Perpustakaan UHO sebagai salah satu unit penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi, Perpustakaan mempunyai fungsi penting serta berperan sentral dalam penyediaan sumber-sumber informasi dan kegiatan akademik lainnya yang dibutuhkan sivitas akademika UHO. Perpustakaan UHO merupakan tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan, sekaligus sebagai fasilitas untuk membantu dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dalam kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi. Kami merasa bangga sebagai bagian dalam pengelolaan perpustakaan yang berperan sebagai jantung dari UHO.
Jumlah total jenis e-journal yang dilanggan melalui bendera Proquest mencakup 7113 Journal untuk berbagai disiplin ilmu. Journal-Journal ini dibagi dalam tiga database: 1) Proquest Research Library yang berisikan multi disiplin ilmu ; 2) Proquest Healt and Medical Complete; 3) ProQuest Sciences Journal. Sivitas Akademika UHO tidak saja dapat mengakses kedua e-resources yang dilanggan ini dari dalam lingkungan Kampus UHO, tetapi juga dapat diakses dari luar kampus. Intinya adalah UPT Perpustakaan memberikan layanan yang praktis, mudah, dan menyenangkan bagi seluruh sivitas akademika UHO. Kami berharap fasilitas e-resources yang tersedia ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemustaka, khususnya sebagai bahan ajar dan rujukan penelitian bagi dosen dan mahasiswa, dan pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas akademik di UHO.
Puji dan Syukur senantiasa kami memanjatkan kehadirat Allah SWT, dalam kesempatan ini kami bisa menyajikan perubahan konten e-library Perpustakaan UHO pada tahun 2022. Semoga memberikan kontribusi kebaikan kepada pemustaka yang mengakses seluruh layanan di Perpustakaan UHO.
Jika memiliki pertanyaan atau sesuatu mengenai UPT Perpustakaan Universitas Halu Oleo, silahkan mengisi form dibawah agar kami
tahu mengenai apa yang ingin kamu ketahui lebih dari kami. Atas perhatianmu kami ucapkan Terimakasih
UPT Perpustakaan Universitas Halu Oleo Menjadikan UPT perpustakaan uho sebagai unit pendukung akademik yang tanggap terhadap kebutuhan pusat informasi bagi pemustaka dalam upaya mewujudkan uho menjadi 250 perguruan tinggi terdepan di dunia untuk benua maritime dalam iptek, harmonisasi dan kesejahtraan yang berkelanjutan.
Perpustakaan Universitas Pertahanan RI merupakan unit pelaksana teknis di bidang perpustakaan yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor dan pembinaannya dilakukan oleh Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan. Perpustakaan Universitas Pertahanan RI memiliki visi menjadi sumber pusat ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu pertahanan dan nilai nilai kebangsaan untuk tercapainya Universitas Pertahanan RI sebagai universitas berstandar kelas dunia.
Perpustakaan Universitas Pertahanan RI berdiri sejak tahun 2011 hingga sekarang, memiliki jumlah koleksi lebih dari 10.000 judul buku atau 15.000 ekslemplar buku belum termasuk koleksi tesis (2.357 judul), majalah dan buku referensi (611 Judul) serta jurnal ilmiah 5.349 jurnal.
Sebagai pusat penyimpanan dan penyebar informasi ilmiah, Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon merupakan salah satu fasilitas pendukung yang berada di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Bersama dengan unit-unit lain yang berada di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, keberadaan perpustakaan dimaksudkan untuk menunjang pendidikan, penelitian mahasiswa, pengajar dan karyawan, serta pengabdian masyarakat di bidang informasi melalui jasa layanan yang tersedia.
Peringatan Hari Buku Nasional Buku merupakan sumber Ilmu bagi siapa saja yang membacanya. Dengan membaca buku kita bisa menambah wawasan terutama dalam dunia pendidikan. Seorang pelajar yang gemar membaca buku maka dirinya telah membuka wawasan sehingga mempunyai banyak pengalaman dan ilmu yang diperoleh dapat direalisasikan dalam hidupnya baik untuk bermasyarakat maupun dalam menunjang masa depannya.
Perpustakaan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) menjadi saksi dari dukungan yang luar biasa bagi kegiatan menulis yang produktif, tutur kepala perpustakaan Unipdu Ibu Wahyuning Ucik. S.Sos.Dengan kehadiran Bpk Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr.Mujianto Sholichin M.Pd.I, Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Dr.Dhikrul Hakim, M.Pd.I, Bpk.Arifin, M.Pd.I.dan Kepala Biro Kemahasiswaan Bakri Ilyas M.Pd. memberikan
Pojok statistik merupakan layanan kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan perguruan tinggi yang berfungsi sebagai media layanan dan promosi statistik di lingkungan universitas. Hadirnya pojok statistik di lingkungan universitas bertujuan untuk meningkatkan layanan dan promosi statistik di lingkungan universitas, meningkatkan literasi dan kesadaran akan data statistik. Pojok statistik Unipdu telah diresmikan pada tahun 2022
Sekarang banyak kegiatan yang bisa dilakukan di perpustakaan! Melalui kegiatan Pelibatan Masyarakat, perpustakaan secara aktif menyelenggarakan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di berbagai bidang. Selain itu, perpustakaan juga melakukan beragam kegiatan promosi agar semakin banyak orang yang merasakan manfaat dari hadirnya perpustakaan.
Perpustakaan Besar Iskandariah di Kota Iskandariah, Mesir merupakan salah satu perpustakaan terbesar dan terpenting pada zaman kuno. Perpustakaan ini merupakan bahagian dari sebuah lembaga penelitian yang lebih besar, Mouseion, yang dipersembahkan untuk para Musai (sembilan dewi yang melambangkan seni). Gagasan mengenai sebuah perpustakaan untuk segala bidang di Iskandariah mungkin diusulkan oleh Demetrios dari Phalerum (seorang negarawan asal Athens yang menjalani pengasingannya di Iskandariah) kepada Raja Ptolemaios I Soter pada zaman Helenistik. Rancangan untuk mendirikan perpustakaan ini mungkin sudah disusun pada masa raja tersebut, tetapi perpustakaan ini kemungkinan baru dibangun pada masa pemerintahan anaknya, iaitu Ptolemaios II Filadelfos. Berkat dukungan dari raja-raja Wangsa Ptolemaios, perpustakaan ini dengan segera memperoleh banyak sekali tatal papirus. Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah tatal papirus yang disimpan di perpustakaan ini, tetapi perkiraannya berkisar antara 40,000 hingga 400,000 tatal.
Salah satu sebab Iskandariah dianggap sebagai pusat keilmuan dan pembelajaran adalah keberadaan perpustakaan ini. Banyak cendekiawan terkenal yang bekerja di perpustakaan ini pada abad ketiga dan kedua SM, seperti Zenodotos dari Efesos yang berupaya membakukan naskah puisi-puisi Homeros, Kalimakos yang menulis Pinakes (kadang dianggap sebagai katalog perpustakaan pertama di dunia), Apolonios dari Rodos yang menyusun puisi wiracarita Argonautika, Eratostenes dari Kirene yang menghitung keliling Bumi dengan ketepatan yang hanya meleset sedikit, Aristofanes dari Bizantion yang menciptakan sistem diakritik Yunani dan adalah orang pertama yang membagi naskah-naskah puisi menjadi baris-baris, serta Aristarkos dari Samotrakia yang membuat naskah definitif puisi-puisi Homeros dan menulis ulasan-ulasan panjang untuk puisi-puisi tersebut. Pada masa pemerintahan Ptolemaios III Euergetes, sebuah cabang perpustakaan didirikan di Serapeion, yang merupakan sebuah kuil yang dipersembahkan untuk dewa Serapis dalam kepercayaan Yunani-Mesir.
Walaupun pada masa moden terdapat anggapan bahwa perpustakaan ini pernah "dibakar" dan dihancurkan, perpustakaan ini sebenarnya sudah mengalami kemunduran secara bertahap dalam kurun waktu beberapa abad. Kemunduran ini dimulai dari pengusiran pada cendekiawan dari Iskandariah pada tahun 145 SM atas perintah dari Ptolemaios VIII Fiskon, yang berujung pada keputusan Aristarkos dari Samotrakia yang menjabat sebagai kepala perpustakaan untuk mengundurkan diri dan kemudian mengasingkan diri ke Siprus. Banyak cendekiawan lain yang juga melarikan diri ke kota lain (seperti Dionysius Thrax dan Apollodoros dari Athens). Perpustakaan ini atau sebahagian dari koleksinya terbakar secara tidak sengaja oleh Yulius Maharaja selama peristiwa perang saudara pada tahun 48 SM, tetap tidak diketahui secara pasti seberapa banyak tatal yang hancur. Tampaknya perpustakaan ini masih dapat bertahan atau dibangun kembali tidak lama sesudahnya; pakar geografi kuno yang bernama Strabo menulis bahwa ia pernah mengunjungi Mouseion sekitar tahun 20 SM, sementara karya cendekiawan Didimos Kalkenteros di Iskandariah dari masa ini menunjukkan bahwa ia mungkin dapat mengakses paling tidak sebahagian dari koleksi di perpustakaan ini.
Perpustakaan ini mengalami kemerosotan pada zaman Rom akibat kekurangan dana. Ahli-ahli perpustakaan ini sepertinya sudah tidak ada lagi pada dasawarsa 260-an. Pada tahun 270 hingga 275, pencerobohan Tadmur meletus di Iskandariah, dan serangan Dimaharaja tampaknya menghancurkan sisa dari perpustakaan ini (kalaupun perpustakaan ini memang masih ada pada masa tersebut). Cabang perpustakaannya di Serapeion mungkin dapat bertahan lebih lama. Serapeion dirusak dan dihancurkan pada tahun 391 sesuai dengan maklumat Paus Teofilos dari Iskandariah, tetapi tampaknya perpustakaan ini sudah tidak menyimpan buku pada masa tersebut dan gedungnya dipakai sebagai tempat berkumpulnya para filsuf beraliran neoplatonisme yang mengikuti ajaran Iamblikos.
Perpustakaan Iskandariah bukanlah perpustakaan pertama di dunia.[3][10] Perpustakaan-perpustakaan lain sudah ada di Yunani dan kawasan Timur Dekat sejak lama.[3][11] Khutubkhanah tulisan pertama yang tercatat dalam sejarah terletak di Kota Uruk di peradaban Sumeria kuno sekitar tahun 3400 SM, ketika manusia baru saja mengembangkan tulisan.[12] Pengumpulan naskah-naskah oleh para ahli dimulai sekitar tahun 2500 SM.[12] Kerajaan dan keMaharajaan kuno di kawasan Timur Dekat juga memiliki tradisi pengumpulan buku.[13][3] Bangsa Het dan Asiria memiliki arsip raksasa yang berisikan catatan-catatan dalam berbagai bahasa.[13] Perpustakaan paling terkenal di kawasan Timur Dekat pada zaman kuno adalah Perpustakaan Asyurbanipal di Niniwe yang didirikan pada abad ke-7 SM oleh Raja Asiria Asyurbanipal (berkuasa 668 hingga sekitar tahun 627 SM).[12][3] Di Babilonia, sebuah perpustakaan besar juga pernah ada pada masa Nebukadnezar II (berkuasa sekitar tahun 605 hingga 562 SM).[13] Di Yunani, penguasa Athena Peisistratos konon pernah membuka perpustakaan umum besar pertama pada abad ke-6 SM.[14] Tradisi pengumpulan buku di Yunani dan Timur Dekat inilah yang melahirkan gagasan pendirian Perpustakaan Iskandariah.[15][3]
3a8082e126