7 Iblis Dosa Besar

0 views
Skip to first unread message

Recaredo Latreche

unread,
Aug 5, 2024, 12:47:48 PM8/5/24
to reralbuyxi
MenurutKBBI, dosa adalah perbuatan yang melanggar hukum Tuhan maupun agama. Dosa juga dapat dimaknai sebagai perbuatan salah, baik itu terhadap orang tua, adat, hingga negara. Sementara itu, dikatakan dalam buku 'Ngegemesin Tapi Jerumusin' karya Insan Nurrohiem, dosa merupakan istilah yang berasal dari bahasa Sansekerta.

Istilah tersebut merujuk pada konteks keagamaan yang digunakan untuk menjelaskan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum agama. Bukan hanya itu, dosa juga disebut sebagai perilaku yang bertentangan dengan prinsip-prinsip moral.


Dosa menjadi salah satu hal yang diajarkan kepada berbagai umat agama. Salah satunya mengenai 7 deadly sins atau disebut juga sebagai tujuh dosa besar. Lantas seperti apa wujud dari dosa-dosa besar yang bernama 7 deadly sins ini? Agar mengetahuinya secara lebih jelas, detikJogja telah merangkum informasinya. Simak penjelasannya berikut ini.


Sebelum mengetahui penjelasan dosa-dosa besar pada 7 deadly sins, tidak ada salahnya bagi detikers untuk memahami terlebih dahulu apa itu 7 deadly sins. Secara umum, 7 deadly sins merupakan rangkaian dosa mematikan atau dosa besar. Terkait hal tersebut diyakini berasal dari zaman Yunani.


Ini sejalan dengan apa yang disampaikan dalam laman Psychology Today, 7 deadly sins atau tujuh dosa mematikan kemungkinan sudah ada sejak zaman Yunani bahkan sebelum Helenistik. Rangkaian dosa ini kerap dikaitkan dengan tujuh planet hingga tujuh iblis yang menghuninya.


Rangkaian dosa mematikan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu pada zaman itu. Namun, dikatakan daftar tujuh dosa mematikan atau 7 deadly sins versi modern telah ada sejak abad keenam. Hal ini berkaitan dengan tulisan Evagrius Ponticus yang ditambahkan oleh St. Thomas Aquinas.


Kemudian, alasan rangkaian dosa dalam 7 deadly sins dianggap mematikan karena berakar dalam agama Kristen. Dosa-dosa tersebut dianggap mematikan karena memiliki kekuatan yang dapat membunuh roh ilahi yang ada di dalam diri manusia, baik itu pria maupun wanita.


Meskipun disebut sebagai dosa, tetapi ternyata 7 deadly sins bersifat arketipe. Sebagai informasi, arketipe merupakan model atau pola yang mula-mula, berdasarkan pola asal ini dibentuk atau dikembangkan hal yang baru.


Tujuh dosa mematikan ini tidak disebutkan di dalam alkitab. Sebaliknya, rangkaian dosa ini justru diadaptasi ke dalam berbagai karya. Baik itu puisi, sastra, film, hingga drama. Meskipun diadaptasi menjadi sejumlah karya, tujuh dosa mematikan yang disebutkan sebagian besar tidak melibatkan konteks agama tertentu.


Lantas apa sajakah 7 deadly sins sebagai rangkaian dosa mematikan? Mengutip dari buku 'The Seven Deadly Sins: A Companion' karya Ronnie S. Landau dan laman Britannica, 7 deadly sins terdiri dari tujuh dosa mematikan. Sederet dosa tersebut adalah pride atau kesombongan, greed atau keserakahan, lust atau hawa nafsu, envy atau iri hati, gluttony atau kerakusan, wrath atau murka, hingga sloth atau kemalasan. Berikut rangkuman mengenai tiap-tiap dosa:


Rasa bangga memang diperlukan di dalam diri setiap orang, tetapi saat hal tersebut berubah menjadi kesombongan justru tergolong sebagai dosa mematikan. Hal ini dikarenakan seseorang yang memiliki kesombongan cenderung mengunggulkan dirinya sendiri secara berlebihan. Tidak jarang sikap sombong juga membuat manusia lupa akan anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan bagi diri mereka. Inilah yang membuat kesombongan termasuk dalam 7 deadly sins.


Selanjutnya ada greed atau keserakahan yang juga tergolong sebagai 7 deadly sins. Sifat ini dapat diartikan sebagai rasa cinta atau keinginan yang mendalam secara berlebihan yang berkaitan dengan kekayaan dan harta yang terdapat di dunia ini. Keserakahan dianggap sebagai salah satu dosa mematikan karena memicu seseorang untuk mengambil hak milik orang lain. Bahkan tidak jarang bisa membuat kesusahan bagi orang lain.


Rangkaian 7 deadly sins selanjutnya adalah lust atau hawa nafsu. Hawa nafsu yang dimaksudkan bukan hanya berkaitan dengan aktivitas seksual semata. Lebih dari itu, nafsu yang disoroti adalah keinginan atau ambisi besar manusia terhadap sesuatu. Baik itu kekuasaan, benda-benda materi, hingga hal-hal yang dapat memberikan keuntungan bagi mereka. Dosa mematikan berupa hawa nafsu bisa memicu dosa berat lainnya karena seseorang melakukannya dengan kesadaran penuh.


Dalam hidup ini tidak jarang seseorang akan merasa iri terhadap pencapaian maupun hal-hal yang dimiliki oleh lain. Namun, siapa sangka kalau ternyata sifat ini adalah salah satu 7 deadly sins atau tujuh dosa mematikan. Mengapa demikian? Alasannya karena iri hati memang berawal dari kesedihan maupun rasa tidak suka terhadap nasib baik yang diraih oleh orang lain. Akan tetapi sifat ini dapat berkembang menjadi keinginan untuk menghancurkan nasib baik dari orang tersebut. Inilah yang membuat iri hati tergolong sebagai 7 deadly sins.


Sebagai dosa mematikan, kerakusan juga tidak jarang dilakukan dalam keseharian umat manusia. Kerakusan yang dimaksudkan di sini adalah makan dan minum secara berlebihan. Salah satu yang disoroti pada dosa kerakusan adalah kebiasaan mengkonsumsi minuman yang dapat memabukkan dalam hal ini adalah alkohol. Dosa kerakusan dianggap dapat memicu dosa-dosa lain serta perilaku merugikan yang lain.


Kemudian ada wrath atau murka yang juga termasuk dalam 7 deadly sins. Perilaku murka adalah perasaan benci maupun dendam yang kuat. Tidak jarang, murka diiringi dengan keinginan untuk melakukan pembalasan dendam. Berbeda dengan amarah yang masih melibatkan akal, lain halnya dengan murka. Murka termasuk dalam tujuh dosa mematikan karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Bahkan murka juga bisa memicu dosa-dosa yang lain.


Rangkaian 7 deadly sins terakhir adalah sloth atau kemalasan. Berdasarkan Katekismus Gereja Katolik yang telah dikeluarkan oleh Vatikan di tahun 1992 lalu, sloth atau kemalasan dapat diartikan sebagai kurangnya upaya dalam hal fisik maupun spiritual. Melalui perilaku ini manusia dapat mengalami kelemahan yang cenderung mengarah pada sikap putus asa hingga tergoda. Dosa kemalasan adalah perilaku yang disengaja dan mampu memberikan kerugian tersendiri bagi siapa saja yang melakukannya.


Sebenarnya, Alkitab tidak secara langsung menyebutkan tentang 7 dosa besar, akan tetapi konsep ini sudah dikenal sejak lama. Berawal dari abad keempat, ketika Evagrius Ponticus seorang biarawan Kristen menuliskan gagasan Delapan Pikiran Jahat yang terdiri dari kesombongan, nafsu, kemarahan, keserakahan, kesedihan, kemalasan, kerakusan dan kebanggaan.


Ponticus menulis gagasan tersebut hanya untuk para biarawan lain dan tidak untuk khalayak umum. Dalam tulisannya, dia menjelaskan bagaimana kedelapan pemikiran tersebut dapat mengganggu latihan spiritual mereka.


Pada abad keenam, gagasan Ponticus diatur kembali oleh St. Gregorius Agung yang nantinya menjadi Paus Gregorius I. Dalam prosesnya, gagasan tersebut diubah dengan menghilangkan sifat kemalasan dan menambahkan iri hati.


Akhirnya, lahirlah konsep tujuh dosa besar yang kita kenal sekarang ini yang terdiri dari Kesombongan, Ketamakan, Kemarahan atau Kemurkaan, Iri hati atau Kedengkian, Hawa Nafsu atau Percabulan, Kerakusan dan Kemalasan atau Kelambanan.


Misalnya begini, ketika Grameds dikuasai oleh ketamakan kamu bisa melakukan apa saja untuk memuaskan nafsu tersebut. Seperti mencuri bahkan membunuh demi mendapatkan apa yang kamu inginkan. Jadi ketamakan adalah penyebab utama kamu melakukan kejahatan lainnya.


Seperti yang sudah diuraikan di atas, kesombongan atau pride adalah puncak dari tujuh dosa besar, dosa yang paling utama dan paling berbahaya. Kesombongan adalah sifat yang membuat manusia memiliki keyakinan berlebihan pada kemampuannya sendiri, sehingga tidak menyadari adanya anugerah dari yang Maha Kuasa.


Manusia yang dikuasai oleh kesombongan akan merasa dirinya paling benar diantara yang lain. Sifat ini juga bisa membuat manusia sangat mencintai dirinya sendiri dan akan melakukan apapun untuk menjaga harga dirinya.


Tuhan memang menganugerahkan keyakinan kepada manusia dan pada titik yang masih wajar keyakinan adalah hal yang positif. Namun, jika terlalu berlebihan dapat membuat manusia terjebak dalam kesombongan yang menghancurkan dirinya.


Sayangnya, terkadang kita masih sulit untuk membedakan apakah kita sedang merasa percaya diri atau justru sedang terjebak dalam kesombongan. Namun, jika direnungkan lagi, kesombongan biasanya lahir saat kita memposisikan diri sebagai orang yang lebih unggul dibanding orang lain.


Untuk menghadapi kesombongan kita bisa mulai dengan membangun kesadaran bahwa semua yang kita dapatkan adalah pemberian dari Tuhan, perbanyak bersyukur atas anugerah Tuhan, hindari membicarakan kebaikan diri sendiri, dan banyak memuji Allah.


Bahkan orang yang tamak rela menjual apapun untuk mendapatkan kekayaan, padahal sebenarnya kekayaan sendiri sifatnya hanya sementara. Selain kekayaan, ketamakan juga dapat membuat manusia berambisi memenuhi kepentingan pribadinya dengan cara apapun, termasuk melakukan pengkhianatan.


Bagi orang tamak, mencuri, merampok, dan menipu dianggap sebagai usaha untuk memperoleh kekayaan atau sesuatu yang dia inginkan. Lalu, yang lebih parah lagi, dia tidak mau membagikan apapun yang dimilikinya untuk menolong sesama manusia yang membutuhkan.


Cara untuk mengatasi ketamakan yang paling mudah adalah dengan mengingat bahwa kekayaan, jabatan, status sosial sifatnya hanya sementara saja. Selain itu, mengingat bahwa kita akan selalu membutuhkan orang lain juga bisa membantu mengurangi rasa kikir. Jangan lupa juga untuk menghargai usaha yang telah dilakukan oleh orang lain.


Iri hati adalah perasaan tidak puas atau tidak senang saat melihat kelebihan orang lain. Kelebihan ini bermacam-macam jenisnya, bisa jadi kekuasaan, harta, prestasi, jabatan, hingga kebahagiaan. Misalnya merasa tidak senang ketika ada teman yang memperoleh nilai lebih baik.


Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi rasa iri hati ini? Pertama, kita harus menyadari bahwa iri hati adalah dosa yang besar. Lalu, hindari perkataan serta perbuatan yang meremehkan orang lain dan selalu bersyukur kepada Tuhan atas apa yang kita miliki.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages