Yahudiyo Ki Kitab

0 views
Skip to first unread message

Bartlett Vallee

unread,
Aug 3, 2024, 6:16:57 PM8/3/24
to reperlionam

Miturut tnisitas, tembung iki teges katurunan Eber (Purwaning Dumadi 10:21) utawa Yakub, anak Ishak, anak Abraham (Ibrahim) lan Sarah. Etnik Yahudi uga kalebu Yahudi kang ora nganut agama Yahudi nanging duw idhntitas Yahudi saka segi tradhisi.

Dhfinisi iki diwajibak dning Talmud, sumber Hukum-Hukum ora tinulis kang nerangak Tort, kitab suci asal hukum-hukum Yahudi (lima kitab pisanan kitab Tanakh/Perjanjian Lawas). Miturut Talmud, dhfinisi iki dianggo wiwit pawwh Sepuluh Perintah Allah ing Gunung Sinai kira-kira 3.500 taun kapungkur marang nabi Musa. Sejarawan Yahudi non-Ortodoks yakin yn dhfinisi iki ora dianut sangga ora suw lumakun, nanging ngakoni yn dhfinisi iki digunakak saora-oran 2.000 taun nganti saiki.

Sajeroning ma-abad-abad wong Yahudi akh didiskriminaskak dning wong Kristen ing ropa lan uga dning style="border-bottom:2px solid #D8E9FC" width="100%" } ing Wtan Tengah sanadyan dianggep 'ahli kitab' dning Muslim. Diskriminasi marang wong Yahudi iki kanthi mirunggan karan antisemitisme. Puncak diskriminasi iki kadadan jaman Perang Donya II, ya iku nalika punjul enem yuta wong Yahudi dipatni ing ropa dning kaum Nazi Jerman.

Beberapa kutipan yang diangkat dari Kitab Tamud dalam uraian berikut ini merupakan dokumen aseli yang tidak-terbantahkan, dengan harapan dapat memberikan pencerahan kepada segenap ummat manusia, termasuk kaum Yahudi, tentang kesesatan dan rasisme dari ajaran Talmud yang penuh dengan kebencian, yang menjadi kitab suci baik bagi kaum Yahudi Orthodoks maupun Hasidiyah di seluruh dunia.

Gittin 69b, Untuk menyembuhkan penyakit kelumpuhan campur kotoran seekor anjing berbulu putih dan campur dengan balsem; tetapi bila memungkinkan untuk menghindar dari penyakit itu, tidak perlu memakan kotoran anjing itu, karena hal itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas .

Pesahim 11a, Sungguh terlarang bagi anjing, perempuan, atau pohon kurma, berdiri di antara dua orang laki-laki. Karena musibah khusus akan datang jika seorang perempuan sedang haid atau duduk-duduk di perempatan jalan .

Di dalam Talmud, ayat Gittin 57b ada dikisahkan tentang dibantainya 4 juta orang Yahudi oleh orang Romawi di kota Bethar. Gittin 58a, mengklaim bahwa 16 juta anak-anak Yahudi dibungkus ke dalam satu gulungan dan dibakar hidup-hidup oleh orang Romawi.
Demografi tentang zaman kuno menyatakan orang Yahudi di seluruh dunia pada masa penjajahan oleh Romawi tidak sampai berjumlah 16 juta, bahkan 4 juta pun tidak ada).

Talmud secara spesifik menetapkan orang non-Yahudi termasuk golongan binatang, bukan-manusia, dan secara khusus menyatakan bahwa mereka bukan dari keturunan Nabi Adam a.s. Ayat-ayat yang berkaitan itu ditemukan bertebaran di dalam Kitab Talmud, antara lain sebagai berikut :

Hukum Talmud menerangkan bahwa seorang Yahudi yang menyentuh bangkai manusia tau kuburan (Yahudi) menyebabkan ia ternajisi. Tetapi hukum Talmud mengajarkan, sebaliknya, jika seorang Yahudi menyentuh kuburan orang goyyim, hal itu membuat ia tetap suci, karena orang goyyim tidak termasuk golongan manusia (Adam).

Begawan yang sangat dihormati, Moses Maimonides, mengajarkan tanpa tedeng aling-aling, bahwa kaum Kristen wajib dihabisi. Tokoh yang memberikan fatwa seperti itu memiliki kedudukan tertinggi dalam hirarki agama Yahudi.

Para rabbi orthodoks menggunakan kutukan, mantra, imej, dan sebagainya, yang mereka anggap lebih besar kuasanya dari kuasa Tuhan. Kesesatan itu mereka ambil dari ajaran Sefer Yezriah, (sebuah buku tentang ilmu sihir kaurn Qabalis). Kaum non-Yahudi dapat menyaksikan ulangan perilaku paganisme Babilonia kuno setiap kali mereka mengamati ritual para rabbi agama Yudaisme.18

Dengan mengetahui ajaran Talmud yang menjadi dasar konstitusi prinsip, dan arah kebijakan negara dan pemerintah Israel, mudah dipahami mengapa negara Israel sangat arogan dengan kebuasan yang melebihi Nazi Jerman.

Abstrak: Agama Yahudi merupakan salah satu daripada agama tertua dunia yang berasal dari lembah Kanaan, iaitu suatu kawasan yang terletak di negara Palestin sekarang. Kewujudannya iaitu sekitar tahun 1500 SM adalah lebih awal berbanding kelahiran agama Kristian dan juga agama Islam. Menurut pengikut Yahudi, agama ini dikatakan bermula apabila nabi mereka iaitu Moses menerima kitab Torah di gunung Sinai lebih kurang 3500 tahun dahulu. Orang Yahudi percaya bahawa kitab Torah yang kini dalam pegangan mereka adalah kitab suci yang sama yang telah diturunkan kepada Moses tanpa mengalami apa-apa perubahan. Dalam kitab Torah ini, terdapat undang-undang peraturan pemakanan agama Yahudi yang dikenali sebagai Kashrut. Undang-undang Kashrut antara lain mengandungi perintah makanan yang boleh dimakan golongan Yahudi iaitu digelar Kosher dan makanan yang dilarang makan bagi mereka iaitu dipanggil Therif. Orang Yahudi percaya Kosher dikuatkuasakan kepada mereka oleh Tuhan tanpa perlunya sebarang penerangan atau justifikasi atas sebab pengharaman makanan-makanan tersebut. Artikel ini akan cuba mengupas senarai makanan haram atau Therif bagi agama Yahudi seperti yang telah ditetapkan dalam kitab Torah mereka. Kajian dilaksanakan secara kualitatif melalui kaedah analisis kandungan kitab Torah serta pengaplikasian metod deduktif dan induktif. Hasil kajian mendapati pengharaman makanan dalam agama Yahudi melibatkan tiga isu teras utama iaitu (1) haiwan yang diharamkan, (2) pengharaman darah dan (3) pengharaman campuran daging dan susu, serta dua isu tambahan iaitu larangan makan pohon/buah tertentu dan status arak bukan buatan Yahudi.

Istilah "Kab" mulanya digunakan dalam teks-teks Talmud, di antara Geonim (para rabi abad pertengahan awal) dan oleh Rishonim (rabai-rabai abad pertengahan yang kebelakangan) sebagai rujukan kepada kumpulan tradisi lisan yang lengkap dari ajaran Yahudi, yang tersedia untuk umum. Bahkan karya-karya para nabi dirujuk sebagai Kabbalah, sebelum mereka dikanonkan sebagai bagian dari tradisi lisan. Dalam pengertian ini Kabbalah digunakan dalam merujuk semua hukum lisan Judaisme. Setelah beberapa lama, hukum lisan ini dicatat, tetapi ajaran-ajaran esoteriknya tetap tinggal sebagai suatu tradisi lisan. Dengan demikian, ajaran-ajaran esoterik tetap merupakan tradisi lisan. Jadi, istilah ini kemudian terkait dengan doktrin-doktrin pengetahuan esoterik mengenai Tuhan, ciptaan alam semesta Tuhan dan hukum-hukum alam, alasan-alasan untuk perintah-perintah di dalam Torah dan cara-cara Tuhan mengatur keberadaan alam semesta. Kini bahkan ajaran-ajaran esoterik Torah dicatat, tetapi tetap dikenal sebagai Kabbalah.

Menurut tradisi Yahudi Kabbalah berasal sejak Adam, meskipun para rabai liberal yang modern memperhitungkan asal-usulnya pada abad ke-13. Pengetahuan ini diturunkan sebagai sebuah wahyu untuk memilih orang-orang suci dari masa lampau yang jauh, dan sebagian besar, dilestarikan hanya oleh segelintir orang yang beruntung. Protokol yang tepat untuk mengajarkan hikmat ini, serta banyak dari konsepnya, dicatat di dalam Talmud (bab kedua dari traktat Haggiga). Ia dianggap sebagai bagian dari hukum lisan Yahudi oleh sebahgian besar orang Yahudi yang saleh di masa moden, meskipun hal ini tidak disetujui oleh banyak rabai liberal moden dan sebagian kecil dari rabai-rabai Ortodoks.

Menurut para penganut Kabala, asal-usul Kabbalah bermula dengan rahsia-rahsia yang didedahkan Tuhan kepada Adam. Menurut sebuah Midrash rabinik Tuhan menciptakan alam semesta melalui sepuluh sefirot. Apabila dibaca oleh generasi-generasi Kabbalah yang kebelakangan ini, gambaran Torah tentang penciptaan dalam Kitab Kejadian menyingkapkan rahsia-rahsia tentang Tuhan, hakikat sejati Adam dan Hawa, Taman Eden, Pohon Pengetahuan tentang Hal yang Baik dan Jahat dan Pohon Kehidupan, serta interaksi dari makhluk-makhluk ghaib ini dengan si Ular yang menyebabkan bencana ketika mereka memakan buah terlarang, seperti yang dirakamkan dalam Kejadian 2[1].

Alkitab memberikan banyak bahan tambahan untuk spekulasi mitos dan mistik. Penglihatan nabi Ezekiel khususnya mengundang banyak spekulasi mistik, seperti halnya pula penglihatan Isaiah di Baitulmaqdis (Ps. 6). Penglihatan Yaakub tentang tangga yang menuju ke syurga adalah sebuah teks lain yang memberikan contoh tentang pengalaman mistik. Pengalaman Moses dengan semak yang terbakar dan perjumpaannya dengan Tuhan di Gunung Sinai, semuanya adalah bukti tentang kejadian-kejadian misteri di dalam Tanakh, dan bentuk asal-usul kepercayaan mistik Yahudi.

72 nama Tuhan yang digunakan dalam mistisisme Yahudi berasal dari ungkapan Ibrani yang diungkapkan oleh Moses untuk membelah Laut Teberau untuk melarikan diri dari musuh yang kian menghampiri, dengan bantuan malaikat. Ini adalah mukjizat terbesar dalam kisah pembebasan orang-orang Ibrani yang kemudian diikuti dengan penerimaan Dekalog dan penerimaan Torah di Gunung Sinai yang menciptakan bangsa Yahudi pertama kira-kira 300 tahun sebelum Raja Saul.

Menurut para sejarawan, pihak berkuasa berasaskan pada suatu hujah tentang pihak berkuasa berdasarkan zaman purba kala. Akibatnya, praktikal semua karya mendakwa secara pseudopigrafik atau yang dianggap dikarang oleh seseorang dari masa purba kala. Misalnya, Sefer Raziel HaMalach, sebuah teks astro-magis yang sebahagian berasaskan pada amalan sihir dari zaman kuno akhir, Sefer ha-Razim, menurut para Kabalis, diturunkan kepada Adam (setelah dia diusir keluar dari Taman Eden) oleh malaikat Raziel. Sebuah karya lain yang terkenal, Sefer Yetzirah, diakui berasal dari salah seorang leluhur, Abraham. Kecenderungan ke arah pseudopigraf ini mempunyai akarnya pada kesusasteraan Apokaliptik, yang mendakwa pengetahuan esoterik, seperti magi, ramalan, dan astrologi, diturunkan kepada manusia pada masa lalu yang mitos oleh dua malaikat, iaitu Aza dan Azaz'el (di tempat-tempat lain disebut, Azaz'el dan Uzaz'el) yang 'jatuh' dari surga (lihat Kejadian 6:4).

Dakwaan bahawa Kabbalah berasal dari zaman purba juga telah membentuk teori-teori moden yang berpengaruh dalam merekonstruksikan sejarah mistik Yahudi. Muncul teori bahawa versi-versi tertua mistisisme Yahudi berasal dari teologi dan mistisisme Asyur. Dr. Simo Parpola, profesor Asiriologi di Universiti Helsinki, menunjuk pada kesamaan umum antara Sefirot Kabbalah dengan Pohon Kehidupan di Asyur. Dia merekonstruksikan bagaimana kira-kira rupa Sefirot di masa Asyur.[2] Dia memadankan ciri-ciri En Sof pada nod dari Sefirot dengan dewa-dewa Asyur. Dalam pandangannya, ada selari antara dewa-dewa Asyur ini dengan ciri-ciri Tuhan dalam Kabbalah. Bangsa Asyur menetapkan jumlah tertentu pada dewa-dewa mereka, seperti halnya Sefirot menetapkan jumlah nod. Namun demikian, bangsa Asyur menggunakan sistem angka seksagesimal, sementara Sefirot desimal. Dengan angka-angka Asyur, lapisan-lapisan tambahan makna dan perkaitan mistik muncul dalam Sefirot. Biasanya, dewa Assur melayang-layang di atas Pohon Kehidupan Asyur, dan hal ini sesuai dengan En Sof, yang, melalui serangkaian perubahan, juga diambil dari perkataan Assur dalam Bahasa Asyur.

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages