Akusudah lama tidak membuka-buka dokumen di dalam laptopku dan ternyata masih ada sejumlah naskah yang tersimpan, baik yang sudah rampung maupun yang baru separuh dikerjakan. Sebagian besar berupa cerpen, dan sebagian sisanya adalah naskah drama yang dulu kubuat untuk keperluan sekolah.
Act 1
Narrator : Once upon a time, in a place deep inside the forest, there were a green giant named Buto Ijo and two sacred hermits. They were best friends. One day, the hermit came to the grotto to see his best friends.
Act 4
Narrator : Years passed by and Timun Mas grew into a lovely girl. Her parents were very proud of her but their hearts hurt so badly when they remembered their promise to Buto Ijo. The couple then remembered that there was a sacred hermit living inside the forest. So they went there for the help.
Narrator: The couple told the hermit about their wish and how Buto Ijo fulfilled it. And also the promise they made with the Giant. The hermit listened to them carefully as him nodded for the umpteenth time, until the couple finished their story.
Act 6
Narrator : After that, the giant chased Timun Mas and he was getting closer and closer. Timun Mas then took a handful of salt from the bundle. She spread out the salt and magically a wide sea appeared between them.
Narrator : And then she took the chili seeds and threw them at the giant. Suddenly the seeds grew into some trees and trapped him. The next thing he knew, the trees grew some thorns as sharp as a knife.
Narrator : Finally, the good hermit helped Buto Ijo, his best friend. As soon as the giant got out of the swamp, it was disappear. Then the giant apologized to Timun Mas as well as to the hermits.
Fortunately they forgave him. From then on, Buto Ijo lived as a good giant and always helped the peasants with their fields. As for Timun Mas, she lived happily with her parents with no fear anymore.
Pernahkah kamu menonton drama saat di sekolah atau sebuah acara? Atau justru kamu pernah bermain drama? Dalam drama, setiap tokoh memiliki dialog sesuai naskah yang sudah dibuat sebelumnya. Dialog ini membuat tokoh saling berinteraksi dan membuat penonton paham akan jalan cerita yang ingin disampaikan. Seperti apa, sih naskah drama itu? Yuk, simak contoh naskah drama dengan beragam tema berikut!
Sebelum masuk ke contohnya, kita ingat-ingat lagi pengertian drama. Istilah drama berasal dari bahasa Yunani yaitu draomai yang artinya berbuat atau bertindak. Menurut KBBI, drama adalah kisah atau cerita yang melibatkan konflik atau emosi, dan disusun khusus untuk pertunjukan teater. Drama sudah ada sejak 335 masehi, sejak zaman Aristoteles, lho. Tapi, sampai hari ini, drama masih menjadi karya seni yang diminati banyak orang.
Drama diperankan oleh seseorang yang biasa kita sebut aktor atau aktris. Tokoh atau pemeran ini akan melakukan tindakan sesuai dialog atau naskah drama. Contoh drama tradisional di Indonesia adalah lenong, ketoprak, wayang orang, ludruk, randai, dan lainnya.
Ari sudah memasuki kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan melanjutkan kuliah. Suatu sore, Ari berbincang-bincang dengan ayah, ibu, dan neneknya di ruang tamu. Mereka menanyakan keputusan Ari untuk memilih jurusan kuliah. Baik sang ayah dan ibu Ari ternyata memiliki pilihan jurusan masing-masing dan tak mau memperhatikan keinginan Ari pribadi.
Ruangan kelas terasa sangat dingin dan tegang, karena bertepatan dengan momen ujian semester sekolah. Andi dan Bani duduk sebangku, kemudian ada Siti dan Dina duduk sebangku di depannya, sedangkan Bidu duduk sendiri di samping Bani.
Saat itu, matematika adalah mata pelajaran yang sedang diujikan. Semua murid pun tampak kebingungan dan kewalahan saat melihat soalnya. Sehingga, terjadilah percakapan antara para sekawan, Andi, Bani, Bidu, Siti dan Dina.
Di sebuah desa kecil yang dihiasi oleh sawah hijau dan senja yang indah, hiduplah seorang pemuda bersemangat bernama Rizal. Dari kecil, Rizal bercita-cita menjadi seorang insinyur, meskipun ia tumbuh dalam keterbatasan ekonomi.
Cerita Rizal bukan hanya tentang meraih cita-cita pribadi, tetapi juga memberikan inspirasi kepada seluruh desa untuk bermimpi dan bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Dengan tekad dan semangat, Rizal membuktikan bahwa tak ada impian yang terlalu besar untuk dikejar.
Malin Kundang adalah seorang anak yang telah lama merantau meninggalkan tanah kelahirannya. Ia mengembara mengadu nasib demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ia meninggalkan Mande, ibu kandungnya seorang diri di tanah kelahirannya. Singkat cerita, akhirnya Malin Kundang berhasil menikah dengan seorang putri saudagar kaya raya. Ia pun kembali ke tanah kelahirannya bersama sang putri.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, petir datang menggelegar. Badai besar tiba-tiba datang dan kapal Malin Kundang terbalik. Seketika kilat menyambar tubuh Malin dan istrinya. Anehnya, mereka berdua kemudian berubah menjadi batu. Itulah kekuatan doa seorang ibu. Jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tua.
Di pagi hari, Shinti dan Adi mengunjungi lokasi perkampungan kumuh. Mereka membawa buku dan alat-alat untuk mengajar anak-anak kampung di sana. Tujuannya, agar mereka bisa membaca dan menulis sesuai dengan program Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mereka. Ketika sampai di sana, Shinti pun bergegas untuk mendekati kerumunan ibu-ibu yang sedang mencuci di pinggir sungai.
Suatu hari lima sekawan sedang bermain bola di lapangan desa tempat mereka tinggal. Mereka memang sering bermain bola sore hari di lapangan tersebut. Dan saat ini mereka sedang beristirahat di pinggir lapangan.
Alisa, seorang siswi SMA, menjadi korban bullying oleh Ramzi, teman sekelasnya. Bullying yang dilakukan Ramzi membuat Alisa merasa takut dan tertekan. Azizah, teman Alisa, berusaha membantu Alisa untuk melawan Ramzi. Guru Sarah juga turut membantu Alisa dan Ramzi untuk menyelesaikan masalah mereka.
Setelah mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan jam menunjukkan pukul empat sore, Dina, Dita, dan Didi segera berangkat menuju balai desa. Hanya Danu yang tidak berangkat karena sepulang sekolah ia tertidur pulas dan lupa jika sudah sepakat mengerjakan tugas.
Mereka berempat mengerjakan tugas bersama terlebih dahulu sembari menunggu kedatangan Danu. Setelah jam tangan Dadang menunjukkan angka pukul 5:30 sore, terlihat dari jauh anak laki-laki terengah-engah berlari membawa tas.
Kemudian siswa hening dan sibuk mengerjakan ulangan. Sedangkan pak guru sibuk memeriksa tugas karya tulis yang tadi dikumpulkan. Pak guru menemukan keanehan pada tugas karya tulis milik Rara dimana isinya sama persis dengan karya tulis milik Rina. Setelah 20 menit berlalu, kemudian kertas ulangan dikumpulkan.
Seru-seru, ya cerita dari contoh teks drama di atas. Semoga bisa menjadi referensi untuk menulis naskah drama atau pertunjukan, ya. Kamu bisa belajar lebih lanjut tentang materi ini di Brain Academy, bisa belajar kapan saja dimana saja dengan guru terbaik. Yuk, coba sekarang!
Liputan6.com, Jakarta - Naskah drama telah menjadi bagian integral dalam dunia seni pertunjukan, menghidupkan kisah-kisah yang tak terlupakan. Kata 'drama' sendiri memiliki asal-usulnya dari bahasa Yunani, draomai, dan pada masa kolonialisme Belanda, drama juga dikenal sebagai tonil yang kemudian berubah menjadi sandiwara. Ini mencerminkan sejarah panjang teks drama dalam budaya kita.
Dalam jurnal Pembelajaran Menulis Naskah Drama yang diterbitkan oleh Universitas Pendidikan Indonesia, naskah drama dijelaskan sebagai sebuah teks yang mengandung dialog-dialog bermakna dengan beragam tema. Ini menunjukkan bahwa naskah drama memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan yang mendalam melalui interaksi antar karakternya.
Teks drama dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu teks drama panjang dan teks drama singkat. Dalam buku berjudul The Art of Short Drama karya Arthur L. Zapel, menjelaskan bahwa drama singkat memiliki daya tarik unik karena mampu menyampaikan pesan yang kuat dalam waktu yang singkat. Ini menggambarkan kemampuan teks drama untuk merangkum esensi cerita dalam waktu terbatas.
Perlu diingat bahwa teks naskah drama berbeda dengan naskah cerita lain seperti cerpen atau novel. Fokus utama naskah drama adalah dialog antar tokoh. Penonton memahami alur cerita drama melalui interaksi karakter yang hidup dalam teater. Jadi, naskah drama adalah teks yang memainkan peran penting dalam mendeskripsikan sebuah pertunjukan drama yang sesungguhnya.
Teks drama memiliki struktur dan elemen yang beragam, yang menciptakan kekayaan cerita dalam satu pertunjukan. Wiyanto (2002) menjelaskan beberapa istilah yang erat kaitannya dengan lakon drama sebagaimana dikutip dari jurnal yang diterbitkan Univeristas Negeri Yogyakarta.
Selain itu, dalam pertunjukan sebenarnya, ada tanda batas yang memisahkan setiap babak, seperti pemadaman lampu panggung atau perubahan latar belakang layar. Ini membantu penonton untuk memahami perpindahan antara babak-babak tersebut.
Adegan adalah komponen yang lebih kecil dalam babak. Ini adalah bagian dari cerita yang menggambarkan latar waktu dan suasana tertentu dalam babak drama tersebut. Adegan membantu merinci perjalanan karakter dan plot dalam setiap bagian drama.
Prolog merupakan pendahuluan atau pengantar dalam drama. Biasanya, prolog berisi sinopsis cerita, perkenalan tokoh dan pemerannya, serta konflik yang akan terjadi dalam pertunjukan. Prolog memiliki peran penting dalam mempersiapkan pikiran penonton untuk mengikuti cerita drama dengan baik, sehingga harus dirancang dengan menarik.
Drama adalah bentuk seni yang utamanya disampaikan melalui dialog antar tokoh atau pemain. Dialog dalam teks drama sering menggunakan kosakata percakapan sehari-hari. Misalnya, kata-kata seperti "aduh," "sih," "dong," "oh," dan lainnya sering digunakan. Cara karakter berbicara dan berinteraksi melalui dialog sangat memengaruhi alur cerita drama dan membawa karakter ke dalam kehidupan.
3a8082e126