Jurnal Mikrobiologi Dasar Pdf

0 views
Skip to first unread message

Muriel Trettin

unread,
Aug 5, 2024, 4:28:47 AM8/5/24
to reisametzless
Mikrobiologidiartikan sebagai ilmu yang mempelajari mikroba atau mikroorganisme yang merupakan salah satu cabang ilmu dari biologi dengan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimia yang isinya menyajikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mikroba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umum, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang lingkungan dan pertanian. Objek kajiannya ialah semua makhluk hidup yang perlu dilihat dengan mikroskop, khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik, protozoa, dan Archaea. Seluruh kajian yang disajikan oleh mikrobiologi ini tersaji dalam buku ini, sehingga buku ini patut dimiliki oleh para pelajar maupun dosen sebagai sumber rujukan materi pembelajaran atau sebagai bahan tugas. Maka dari itu buku ini hadir kehadapan sidang pembaca sebagai bagian dari upaya diskusi sekaligus dalam rangka melengkapi khazanah keilmuan dibidang sains, sehingga buku ini sangat cocok untuk dijadikan bahan acuan bagi kalangan intelektual dilingkungan perguruan tinggi ataupun praktisi yang berkecimpung langsung dibidang sains.

Kapur sirih dibuat dari pengolahan batu kapur hasil pembakaran yang direndam dalam air dalam waktu satu sampai dua minggu sampai hancur dan berbentuk seperti pasta. Kapur sirih ini pada zaman dahulu digunakan oleh para orang tua sebgai campuran ramuan untuk merawat gigi.sedangkan pada pengobatan-pengobatan tradisional juga digunakan sebagai obat mengatasi gusi bengkak,bisul,masalah haid serta penyakit kulit seperti menghilangkan jerawat, menghilangkan bau badan serta memutihkan ketiak. Atas dasar itulah penelitian ini menggunakan bahan dasar kapur sirih agar bisa digunakan sebagai alternatif pemanfaatan kapur sirih. Pembuatan scrub di buat dengan bahan dasar kapur sirih dicampur dengan bahan lain seperti beras, minyak zaitun, minyak lavender,metil paraben,dan air jeruk nipis. Scrub dibuat dengan variasi penambahan kapur sirih. Dari formulasi yang dibuat kemudian diamati yang paling bagus berdasarkan pengamatan organoleptik dan dilakukan beberapa uji. Uji mikrobiologi sampel menunjukkan bahwa hasil dari Uji Angka Lempeng Total sebesar 5,0 x 105 Cfu/g dan Angka Kapang Khamir sebesar 1,6 x 104 Cfu/g tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPOM. Sedangkan cemaran bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans serta cemaran logam berat Pb dan Hg adalah negatif.


Lime betel made from the processing of limestone combustion results are immersed in water within one to two weeks until destroyed and shaped like a paste. This Lime betel is used in the past by the parents sebgai mix of ingredients to treat teeth. While on traditional treatments are also used as a remedy to overcome swollen gums, boils, menstrual problems and skin diseases such as eliminating acne, eliminate body odor and whiten armpits. On that basis this research using the basic ingredients of Lime betel to be used as an alternative utilization of Lime betel . Preparation of scrubs made with basic ingredients of lime betel mixed with other ingredients such as rice, olive oil, lavender oil, methyl paraben, and lime juice. Scrub made with variations of addition of Lime betel . From the formulation made then the best observed based on organoleptic observation and conducted several tests. The sample microbiological test showed that the results from the Total Plate Numbers Test of 5.0 x 105 Cfu / g and the Kapang Khamir Figures of 1.6 x 104 Cfu / g did not meet the requirements set by BPOM. While bacterial contamination Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans and heavy metal contamination Pb and Hg is negative.


Andirisnanti. 2012. Uji manfaat ekstrak kolagen kasar dari teripang Stichopus hermanni sebagai bahan pelembab kulit. Tesis: Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam Program Magister Herbal. Universitas Indonesia, Jakarta.


Hendry, John A., Jeansonne, Billie G., Dummett, Clifton O., dan Burrell, William. 2005. Comparison of Calcium Hydroxide and Zinc Oxide and Eugenol Pulpectomies in Primary Teeth of Dogs. Oral Patology Vol 54.


Cita rasa yang terdapat pada daging ikan dapat dikembangkan menjadi olahan seperti bumbu penyedap rasa. Ikan Kembung (Rastrelliger sp) dan Ikan Layang (Decapterus sp) merupakan salah satu bahan pangan yang mempunyai rasa yang kuat dan menambah nilai gizi pangan seperti protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar mutu protein dan mutu mikrobiologi dari daging ikan yang berbeda. Prosedur pada penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu pembuatan pembuatan penyedap rasa alami dari daging ikan kembung dan ikan layang, analisa kadar protein dan analisis total mikroba. Hasil penelitian menunjukan bahwa bumbu bubuk penyedap rasa terbaik terdapat pada sampel berbahan dasar daging ikan layang dengan kadar protein sebesar 58,26 %, Angka Lempeng Total (ALT) sebesar 7,3 x 103 koloni/gr dan Coliform Rahmi, A.D., H. A. Dien dan J.T. Kaparang. 2018. Mutu Mikrobiologi dan Kimia dari Produk Pasta (Intermediet Product) Penyedap Rasa Alami Yang Disimpan Pada Suhu Ruang dan Suhu Dingin. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. Vol 6 (2) : 42-47.


Rizaldi dan Zelpina. 2020. Penetapan Jumlah Total Mikroba dan Coliform pada Daging Ayam di Pasar Tradisional Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner Virtual. Halaman 703-710.


Tahir, M.M., N. Abdullah dan R. Rahmadani. 2014. Formulasi Bumbu Penyedap Berbahan Dasar Ikan Teri (Stolephorusspp.) dan Daging Buah Picung (Pangium edule) dengan Penambahan Rempah-Rempah. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI. Riau.


Yuarni, D, Kadirman dan Jamaluddin. 2015. Laju Perubahan Kadar Air, Kadar Protein dan Uj Organoleptik Ikan Lele Asin Menggunakan Alat Pengering Kabinet (Cabinet Dryer) Dengan Suhu Terkontrol. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. Vol 1 (1) : 12-21.


The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) and Physics Education Programs of UNU Cirebon as publisher of the journal.


Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc. , will be allowed only with a written permission from Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) and UNU Cirebon.

Authors are permitted to disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at the journal. Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from the journal with an acknowledgment of initial publication to this journal.

Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) and UNU Cirebon and the Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in the Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) are sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.


Abstrak. Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalan usaha peternakan dalam menentukan kemampuan ternak dalam mengekspresikan potensi genetiknya Sumber bahan dasar pakan ternak ruminansia pada umumnya terdiri dari hijauan, biji-bijian dan limbah pertanian. Limbah hasil olahan produk pertanian selama ini kerap terbuang begitu saja, padahal sangat berpotensi sebagai pakan ternak ruminansia. Namun kandungan nutrisi yang terdapat pada ampas sagu sangat rendah dengan kandungan serat kasar ampas sagu mencapai 28,30% dan kandungan protein kasar hanya berkisar 1,36% (Sutama dan Budiarsana, 2009). Penelitian tentang uji mikrobiologi pakan lengkap fermentasi berbahan dasar ampas sagu dengan teknik fermentasi berbeda telah dilaksanakan di Laborotarium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh mulai tanggal 12 Januari sampai dengan 17 Maret 2016. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 (tanpa fermentasi), P2 (ampas sagu difermentasi terlebih dahulu lalu baru dicampur ke dalam bahan penyusun pakan lengkap lainnya dan difermentasi lanjutan, P3 (ampas sagu bersama bahan penyusun pakan lengkap dicampur dan baru dilakukan fermentasi. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah populasi Bakteri Asam Laktat (BAL), Bakteri Total (BT) dan Kapang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pakan lengkap fermentasi dengan teknik fermentasi berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap populasi BAL dan Bakteri Total, namun berpengaruh nyata (P


Abstract. Feed is one of the most important factors in the livestock business in determining the ability of livestock to express its genetic potential Source of feed ingredients of ruminant livestock feed generally consists of forage, grain and agricultural waste. Waste from processed agricultural products has been wasted so often, when it is very potential as ruminants feed. Research on microbiological test of complete feed of fermented sago-based fermentation with different fermentation technique has been conducted in Laboratory of Nutrition Science and Feed Technology of Syiah Kuala University of Darussalam Banda Aceh from 12 January to 17 March 2016. The design used in this research is Completely Randomized Design (RAL) with 3 treatments and each treatment consisted of 5 replications. The treatments in this study were P1 (without fermentation), P2 (fermented sago pulp first and then mixed into other complete feed compounds and further fermented, P3 (the sago pulp with the complete feed ingredient mixed and newly fermented. in this research is population of Lactic Acid Bacteria (BAL), Total Bacteria (BT) and Kapang. This research indicate that complete fermentation feed with different fermentation technique has no significant effect (P> 0,05) to BAL population and Total Bacteria, (P

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages