Artikelilmiah yang dipublikasi adalah artikel dalam bidang biologi (biodiversitas, biosistematika, ekologi, fisiologi, genetika dan bioteknologi, biokimia) yang meliputi semua bentuk mahluk hidup mulai dari mikroba, fungi, tumbuhan, hewan, manusia dan virus.
Darah adalah jaringan berbentuk cair yang terdiri dari dua bagian, yaitu plasma darah dan korpuskuli. Korpuskuli terdiri dari eritrosit, leukosit dan trombosit. Eritrosit atau sel darah merah mengandung haemoglobin yaitu protein yang mengandung besi, berperan dalam transport oksigen dan karbondioksida didalam tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar eritrosit dan haemoglobin mahasiswa biologi dengan olahraga Universitas Negeri Padang. Metode penelitian yaitu analisis deskriptif, melakukan pengambilan sampel darah dan diperiksa dengan Hematology analyzer, selanjutnya dilakukan analisis dengan uji-t. Hasil pemeriksaan hemoglobin diperoleh p
Obesitas sentral/abdominal dapat diketahui melalui indikator rasio lingkar pinggangdan panggul (RLPP). Obesitas sentral sangat erat hubungannya dengan terjadinyasindroma metabolik yang salah satu tandanya adalah peningkatan kolesterol darah total.Masalah Penelitian adalah bagaimana hubungan obesitas sentral dengan kadar kolesteroldarah total pada wanita usia 45 - 54 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahuihubungan obesitas sentral dengan kadar kolesterol darah total pada wanita usia 45 -54 tahun. Metode penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah 276 wanita di Kelurahan Plalangan KecamatanGunungpati Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratifi edrandom sampling, dengan jumlah sampel 81. Teknik analisis data yang digunakan adalahuji Chi-Square dengan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,7% sampelmengalami obesitas sentral dan 16% sampel mempunyai kadar kolesteol darah totaltermasuk hiperkolesterolemia. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan antaraobesitas sentral dengan kadar kolesterol darah total (p=0,001). Simpulan penelitian, adahubungan antara obesitas sentral dengan kadar kolesterol darah total.
Central obesity/abdominal can be seen in the ratio of waist and hip circumference (RLPP).Central obesity is closely related to the occurrence of metabolic syndrome, one sign is anincrease in total blood cholesterol. Research problem was how the relationship of centralobesity with total blood cholesterol levels in women aged 45-54 years. Research purpose todetermine the relationship of central obesity with total blood cholesterol levels in women aged45-54 years. Explanatory research methods with cross sectional approach. Th e populationin this study were 276 women in Plalangan village, Gunungpati District of Semarang, usedstratifi ed random sampling, amounts 81. Th e data analysis technique used Chi-Square testwith α = 0.05 . Th e results showed that 61.7% of samples had central obesity and 16% ofsamples having total blood kolesteol levels including hypercholesterolemia. Th e results ofdata analysis showed no association between central obesity with total blood cholesterollevels (p=0.001). Th e conclusions, there was no association between central obesity withtotal blood cholesterol levels.
Septina, T. dkk. 2010. Studi Validitas Indeks masa Tubuh dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) Terhadap Profi l Lipid pada Pasien Rawat Jalan di Poli Jantung RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 7 (1): 34-40.
Latar Belakang : Penyakit diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang sering terjadi akibat pola makan dan aktivitas fisik yang kurang baik. Banyak faktor mempengaruhi pola makan dan aktivitas fisik yang perlu diketahui untuk membantu pasien dalam mempertahankan kadar gula darahnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Manggis I.
Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 109 responden yang direkrut menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner FFQ, kuesioner PAL, rekam medis serta data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik korelasi Spearman Rho.
Anggraeni Irna. Alfarisi Ringgo. (2018). Hubungan aktifitas fisik dengan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe II di rumah sakit umum daerah Dr. H. Abdul Moeloek. Jurnal Dunia Kesmas. 7(3). Retrieved from
Dafriani Putri. (2017). Hubungan pola makan dan aktifitas fisik terhadap kejadian diabetes melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD dr. Rasidin Padang. Jurnal Keperawatan. 13(2). 70-77. Retrieved from
Gresty, Mulyadi. (2017). Hubungan pola aktivitas fisik dan pola makan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe ii di poli penyakit dalam rumah sakit pancaran kasih gmim manado. E-journal Keperawatan. 5(1). Retrieved from -pola-aktivitas-fisik-dan-pola-makan-dengan-kadar-gula-darah-pada-pasien
Shoufika Fara. (2018). Hubungan faktor perilaku pengendalian diabetes melitus tipe 2 dengan kadar gula darah lansia di Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Patihan (Skripsi). Retrieved from -
bhm.ac.id/324/
Latar Belakang: Pemeriksaan gula darah sewaktu digunakan sebagai pemeriksaan penyaring (screening) dan memantau (follow up) pada pasien Diabetes Mellitus. Bahan pemeriksaan kadar glukosa darah dapat menggunakan spesimen darah utuh, serum, dan plasma dengan antikoagulan heparin, EDTA, oksalat, dan fluoride. Perbedaan antara plasma dan serum terjadi karena pada serum tidak terbentuk fibrinogen dan beberapa faktor koagulasi lainnya, sedangkan plasma masih mengandung semua protein dan partikel antikoagulan yang dapat mempengaruhi pemeriksaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah sewaktu menggunakan serum dan plasma EDTA.
Metode: Jenis penelitian ini observasional analitik, desain potong lintang dan dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 33 sampel,, jumlah sampel ditentukan dengan rumus Lemeshow. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling secara accidental sampling, hingga memenuhi kuota sampel penelitian.
Kesimpulan: Nilai rata-rata hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan spesimen serum adalah 91,8 mg/dL sedangkan rata-rata spesimen plasma EDTA adalah 97,2 mg/dL. Hasil uji statistik menyimpulkan ada perbedaan terhadap kadar glukosa menggunakan serum dan plasma EDTA.
Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan permanen dan kematian secara mendadak akibat penyakit ikutannya seperti stroke, gagal ginjal dan lainnya. Berdasarkan dari dokumentasi buku laporan kesehatan 10 penyakit terbanyak pada satu tahun terakhir di pustu Benjala menunjukkan kasus hipertensi menjadi urutan pertama. Pengukuran time series dalam 3 bulan terakhir yaitu pada bulan November 2017 sampai bulan januari 2018 penderita hipertensi . penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi Pengaruh Rendam Kaki dengan Air Hangat terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Diwilayah Kerja Pustu Kelurahan Benjala Tahun . Penelitian ini menggunakan desain penelitian True-Eksperimen dengan rancangan penelitian Pre and post test control group design.. Sampel penelitian ini sebanyak 34 responden kelompok eksperimen yang diambil dengan metode simple random sampling. Kelompok eksperimen mendapatkan terapi rendam kaki dengan air hangat selama 5 kali perlakuan dengan durasi 15 menit . Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik uji Wilcoxon.Hasil analisis menggunakan uji statistik wilcoxon dengan tingkat kepercayaan (α = 0,05). Berdasarkan hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa ada penurunan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan setelah dengan nilai p-Value = Hiperglikemia merupakan ciri khas diabetes melitus (DM) yang diakibatkan oleh gangguan kerja insulin yang berhubungan dengan gangguan metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Daun kelor memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-diabetes karena mengandung flavonoid. Dengan meningkatkan antioksidan, flavonoid yang ditemukan dalam daun kelor dapat mengurangi hiperglikemia dengan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh ROS. Mengetahui pengaruh kadar glukosa darah puasa pada mencit (Mus Musculus) hiperglikemia setelah pemberian pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera). Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design pada mencit (Mus Musculus) Pemberian ekstrak daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa sebesar 58.89% menjadi 112.8929.779 yang sedikit lebih baik dari metformin yang memiliki penurunan sebesar 57.67% menjadi 108.3321.449. Ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus Musculus) betina lebih baik daripada metformin.
Ketersediaan darah di Kota Padang mengalami krisis, namun kebutuhan darah setiap harinya meningkat. Hal ini dikarenakan jumlah pendonor berkurang, dimana rendahnya minat untuk donor darah terutama dikalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa Universitas Andalas tentang donor darah. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Partisipan dipilih menggunakan purposive sampling dengan mendatangi tempat perkumpulan mahasiswa dan sekitaran kampus didapatkan sebanyak 7 orang mahasiswa Universitas Andalas yang pernah atau belum pernah donor darah. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik 7 langkah Colaizzi. Hasil dari penelitian ini didapatkan 6 tema yaitu pengetahuan terkait donor darah, persepsi ambivalen terkait donor darah, niat terkait donor darah, respon fisik dan psikologi terkait donor darah, hambatan internal dan eksternal terkait donor darah, dan upaya untuk melakukan donor darah. Saran agar Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang melakukan penyuluhan tentang persepsi, respon dan hambatan partisipan terkait donor darah.
3a8082e126