Sinopsis Film MERANTAU

491 views
Skip to first unread message

mul...@pusri.co.id

unread,
Aug 9, 2009, 5:27:51 AM8/9/09
to rant...@googlegroups.com, suli...@yahoogroups.com, so...@yahoogroups.com, rgm...@yahoogroups.com
Di Minangkabau, Sumatra Barat, Merantau adalah tradisi yang harus dijalankan setiap anak laki-laki. Yuda (Iko Uwais), pesilat Harimau handal, dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan dan keindahan kampung halamannya, dan membuat nama untuk dirinya di keserabutan kota Jakarta.

Nasib mempertemukan Yuda dengan yatim piatu Adit (Yusuf Aulia) dan kakaknya, Astri (Sisca Jessica), yang akan menjadi korban organisasi ilegal human trafficking

Organinsasi yang memperlakukan manusia seperti barang ini dipimpin seorang Eropa berhati batu, Ratger (Mads Koudal) dan tangan kanannya Luc (Laurent Buson). Ketika terluka dalam perkelahian antara Johni (Alex Abbad), para tukang pukulnya dan Yuda, Ratger bersikeras mencari Astri, atau “barangnya”, yang berhasil di selamatkan dan ingin pembalasan berdarah setimpal

Perkenalan Yuda dengan kota serabutan ini seperti api yang menyulut ketika situasi memaksanya untuk melarikan diri bersama Astri dan Adit dari kejaran mucikari dan preman-preman yang menguasai malam, menggerayangi setiap jalanan, dan mengejar setiap langkah mereka

Dengan kebebasan hampir di tangan mereka, Yuda tidak mempunyai pilihan selain melawan orang-orang yang menyerangnya dengan adrenalin tinggi dalam runtunan action yang belum pernah dipersembahkan sebelumnya di layar lebar Indonesia.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Bot S Piliang

unread,
Aug 9, 2009, 9:44:46 PM8/9/09
to rant...@googlegroups.com, Rant...@googlegroups.com
Tadi malam akhirnya saya berkesempatan menonton film laga Martial Art pertama di Indonesia setelah era kebangkitan film Indonesia, MERANTAU. dua acungan jempol ;pantas untuk keberanoan sustradara sekaligus produser film ini, Gareth Evan (maaf kalo namanya salah), yang telah berani mengangkat suatu tema genre yang berbeda dan tidak populis dalam pasar film indonesia.
BEebrapa catatan kecil saya:
1. Detail-detail urgent yang paling penting dalam laga film, seperti: darah buatan masih terlihat artifiial.
2. Eksotisme seetting bukittinggi kurang teraqngkat karena ilustawsi musik lokal minang hampir tidak ada, kecuali instrumen biola pada pada scene akan berangkat merantau. Mungkin kalau ditambah instrumen minang tentu eksotisme film ini akan semakin mengemuka.
Tapi ide dan laga serta koreografi Silek Harimau yang di bawakan Iko Uwais sangat-sangat-sangat memukau.
Dio akhir film, seluruh penonton di Bioskop 21 Pondok Indah saat itu memberikan standing applaus untuk film ini.
Ini mungkin film Indonesia pertama yang saya tonton dimana penonton secara sadar dan serentak memberikan tepuk tangan di akhir film.

Jadi ga sabar nih menunggu film-film berlatar belakang Minangkabau yang lain.

PS: Kabarnya akan ada lagi film yang lebih kental Minangnya, dalam waktu dekat, tapi judulnya masih dirahasiakan. Ini menurut salah seorang teman saya yang juga aktif di film.


Salam
Bot SP

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

--- On Sun, 8/9/09, mul...@pusri.co.id <mul...@pusri.co.id> wrote:

Augi Jusri Djalaluddin

unread,
Aug 9, 2009, 11:26:09 PM8/9/09
to Rant...@googlegroups.com
Asslm.Wr.Wb.

Saat menyaksikan Film Merantau, aksi silatnya sangat piawai, seperti
superman dalam satu hari dapat melumpuhkan lebih dari 3 lusin tukang
pukul, stamina yang luar biasa.

Saya memperhatikan telepon SLJJ dari telepon umum. Sepengetahuan saya
SLJJ dari Jakarta dan Sumbar menggunakan Warung Telekomunikasi,
Wartel. Belum bisa menggunakan koin untuk jarak jauh seperti di USA
dan UK.

Akan lebih mudah beladiri secara komunitas, harga satu nyawa senilai
30 unta. Bila sengaja melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian
suatu nyawa, harus ditebus dengan nyawa sang pembunuh, atau denda
senilai 30 unta (konversi 60 Sapi ?), kecuali dimaafkan keluarga.

Sehingga berita pembunuhan dan kriminal di Koran Poskota, DKI Jakarta
tidak terjadi hampir tiap hari.

Wass.Wr.Wb.
AUGI JD
augispot.blogspot.com

Datuak Arifz

unread,
Aug 10, 2009, 12:24:01 AM8/10/09
to RantauNet
Assallamualaikum,

..Setelah membaca berbagai ulasan dan nonton potongan iklan film
Merantau..akhirnya saya tergerak juga untuk ikut nonton di XXI
balikpapan...ini adalah saat saya 'nonton' lagi setelah 20 tahun yang
lalu terakhir 'nonton' di bioskop Gloria Bukittinggi....ini disebabkan
oleh banyaknya produksi film film 'hantu' yang tidak mendidik nan
bergentayangan di bioskop sampai saat ini..

Kesan saya untuk Film Merantau:
..Dari awal sampai 45 menit pemutaran film...mengharukan..kisah masa
kecil Yuda belajar silek Harimau, baparak tomat..dan sempat 'bakijok
an' dengan gadis di parak sabalah...
..Pesan Nyiak Guru Tuo silek..begitu jelas dan lugas..untuk bekal pai
marantau...mengharukan...sampai Yuda berangkat dan bertemu 'kawan' di
atas bus menuju Jakarta(Jawa)...

...dari 45 menit terakhir...Cerita film mulai 'hambar' lazimnya
seperti cerita Film silat Hongkong... karena tujuan Yudha merantau
'tidak tercapai' dirantau dia lalok di kolong polongan aia dan bertemu
bramocorah..pencopet,dll,..terasa ganjil ceritanya seakan 'dipaksakan'
untuk memasukkan judi adu jotos ala Thai Boxing yang tidak lazim di
Ranah maupun di Jawa..dan manggaleh padusi (traficking)...endingnya
kurang mantap karena lakon Yuda dimatikan.....

Kita tunggu Film berikutnya tentunya lebih mengedepankan unsur musik
Minang, Panorama alam dan cara hidup Minang yang 'sukses'
Marantau....ada baiknya dalam bentuk 'Film Dokumenter' .

Wassallam,
AZDtRA

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Aug 10, 2009, 1:08:21 AM8/10/09
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam ww Datuak,

Setuju dengan kesimpulan Datuak, sebaiknya produser dan sutradara film melanjutkan seri merantau ini dengan seri dua, dimana si Ibu menyuruh Yayan -- kakaknya Yuda - juga pergi merantau, kan dia juga jago silat harimau. Cuma kali ini, ya perlihatkan dia start dari kaki lima di Tanah Abang, sesekali berantem melawan preman, lalu meningkat punya kios, buka industri jeans di Cipulir, lalu jadi toke besar. Saya kenal beberapa perantau Minang jenis ini karena dulu saya pernah jadi ketua umum koperasi industri dan kerajinan jeans ini, walau saya gagal, he he. Hanya perantau yang berhasil ini banyak dari Pariaman. Catatan: nenek moyang saya dari fihak ibu kan dari Pariaman, cueeeeeee, he he.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(L, masuk 72 th, Jakarta)

--- On Mon, 8/10/09, Datuak Arifz <arif...@yahoo.com> wrote:

Afrinaldi Zulhen

unread,
Aug 10, 2009, 1:26:35 AM8/10/09
to Rant...@googlegroups.com
Film iko terinspirasi jo Ong Bak (film Thailand). Intinyo samo, yang penting silek awak alah dikenal jo urang lua

Salam Hormat,

Afrinaldi Zulhen (Aldi)
Associate Completion WOWS Engineer
PT Medco E&P Indonesia


-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Datuak Arifz
Sent: Monday, August 10, 2009 11:24 AM
To: RantauNet
Subject: [R@ntau-Net] Re: Sinopsis Film MERANTAU==> AWESOME


Keep it on screen - think before you print

This e-mail and any information contained are confidential and legally privileged. It is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this e-mail is strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this e-mail in error, please notify us immediately by responding to this e-mail or by telephone MedcoEnergi IS Division Helpdesk on +62 21 83991234 then delete this email including any attachment(s) from your system. MedcoEnergi does not accept liability for damage caused by any of the foregoing. This e-mail is from PT MedcoEnergi Internasional Tbk and Subsidiaries, having Registered Address at The Energy 52nd floor, SCBD Lot 11A, Jakarta 12190, Indonesia.

Riri Chaidir

unread,
Aug 10, 2009, 2:52:59 AM8/10/09
to Rant...@googlegroups.com
Sanak Aldi,

Sedih juga yah ...

Tadi ambo nge-googling dengan key words "merantau" dan "ong bak". Ternyata
memang sudah banyak komentar "di luar sana, misalnya: ".they even dressed
him like Tony Jaa in Ong Bak- hand bag and all..a clear swagger-jack..."
(http://twitchfilm.net/site/view/nearly-three-minutes-of-extreme-ass-whupper
y-the-trailer-for-merantau-arriv/) atau "hmmmm...jadi sedih...apa saking ga
punya ide sampe kayak begitu >.<"
(http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2075625),

Ada review yang agak lengkap membandingkan kedua film ini, katanya "...Yang
berbeda dari MERANTAU dengan dua film Thailand diatas adalah endingnya..."
http://jokosupriyono.blogspot.com/2009/08/antara-merantau-ong-bak-dan-tom-yu
m.html


Riri
Bekasi, l, 47


-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of Afrinaldi Zulhen
Sent: Monday, August 10, 2009 12:27 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Sinopsis Film MERANTAU==> AWESOME

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages