MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH

371 views
Skip to first unread message

Irwan Setiawan

unread,
Nov 19, 2013, 8:10:08 PM11/19/13
to rantaunet

OLEH IRWAN SETIAWAN, S.Pd

            Sejarah Perang Kamang, adalah sebuah kata-kata ringan yang mudah disampaikan oleh siapapun, mulai dari orang kampung sampai ke kota, orang terpelajar hingga buta aksara, tokoh terkenal sampai orang takpaham apa-apa. Ketika masyarakat Kamang sendiri mulai terpelapas dari rasa menghargai Perang Kamang itu pernah ada, terkadang kita disentakkkan oleh berbagai informasi yang rancu dan aneh tentang Perang Kamang. Sebagai penyegar ingatan kita tentang Perang Kamang maka ada baiknya kita kembali membaca, memahami dan menilai sendiri tentang keberadaan dan nilai-nilai patriotisme dari perang belasting tersebut. Karena ketika kita mulai lupa dengan sejarah, maka ada kemungkinan “jalan di anjak urang lalu, cupak di tuka urang manggaleh”

            Kamang kalau dilihat secara kesatuan administrative pada pada tahun 1890-an bisa dilihat dari dua sudut : Kamang sebagai Kelarasan, yang meliputi 4 (empat) nagari yaitu : KAMANG,   BANSA-PAUH  (yang disebut juga Nagari Bukik),  SUAYAN dan SUNGAI BALANTIAK. Namun kalau kita kaji ke perode Perang Paderi, khusus untuk kelarasan Kamang ini ternyata telah disusun dan di strukturisasi oleh Tuanku Nan Renceh dan menempatkan pusat kelarasan Kamang di Bagari Kamang Bukik (Bansa-Pauh) bahkan beliau membentuk kesatuan dalam ikatan benteng Kamang yang membentang dari Kamang Mudiak sampai ke Salo. Dan ini merupakan salah satu benteng kuat pertahanan Paderi sebelum pindah ke Bonjol. 

            Perang Kamang 1908 adalah perang terbuka yang meledak pada 15 Juni 1908 dan merupakan salah satu puncak dari kemelut suasana anti penjajahan rakyat Sumatera Barat dalam menentang penjajahan Belanda. Di sini akan terlihat gambaran nyata dari bentuk semangat dan pengorbanan rakyat Kamang, baik kalangan adat, agama, cerdik pandai, pemuda/pemudi, bahkan kaum ibu dalam melawan serta berusaha mengusir Belanda, yang dari segi politis dapat dikatakan sebagai bukti sumbangan yang pernah mereka tunjukkan kepada Bangsa Indonesia.

            Kesadaran anti ter­hadap penjajahan yang diyakini Bung Hatta-pun diper­caya berawal dari peristiwa Perang Kamang tersebut, hal itu dapat kita rujuk ketika sang proklamator melihat “urang rantai” yang digiring Belanda lewat di de­pan rumah beliau, dan Inyiak beliau ber­kata: “Tu urang Kamang nan malawan Bu­lando” (Memoir Muhammad Hatta, 1979). Paman dari Bung Hatta pun pernah menceritakan kejadian Perang Kamang kepada beliau sehingga di depan rumah beliau di Bukittinggi sering terlihat penjagaan dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang masuk dan keluar kota Bukittinggi.

            Penyebab dari munculnya perlawanan masyarakat Kamang ialah pelanggaran Belanda terhadap perjanjian Plakat Panjang yang dikeluarkannya pada masa Perang Paderi, dimana salah satu isinya ialah “Pemerintah tidak akan mengadakan pungutan-pungutan berupa pajak, hanya kepada rakyat dianjurkan menanam kopi”. Sejak keluarnya Plakat Panjang masyarakat tidak lagi dipungut pajak, namun di awal tahun 1908 masyarakat diminta menanam kopi dan diperetengahan tahun tersebar kabar bahwa dari penanaman kopi itu akan di pungut pajak (belasting).

            Akhirnya muncullah perlawanan dari rakyat, berbagai ketidak senangan ditunjukkan. Khusus di Kamang para pemimpin mulai menyusun kekuatan untuk melawan kehendak Belanda yang ingin menghisap darah rakyatnya.  Rujukan utama dari masyarakat Kamang Mudiak mengenai Perang Kamang ialah “Syair Perang Kamang” yang dikarang oleh Haji Ahmad Marzuki putra dari Haji Abdul Manan. Kekuatan yang dihimpun saat itu dalam artian kekuatan yang sangat sederhana dan sangat tradisional.

                Pergolakan perang Kamang di gerakkan oleh H. Abdul Manan dimana beliau dikenal sebagai tokoh agama yang disegani, beliau adalah guru agama yang didatangi dan di kunjungi oleh masyarakat sebagai tempat bertanya dan belajar tentang agama baik dari kamang Mudik sekarang, Kamang Hilir sekarang, Tilatang, Magek, Palupuh bahkan sampai dari Pasaman. Beliau sama-sama pulang dari Mekkah tahun 1877 dengan H. Jabang (Syekh Janggut) dari Pauah. Tokoh-tokoh penting yang belajar agama kepada H. Abdul Manan diantaranya : Dt. Rajo Penghulu (Kamang Hilir sekarang), Dt. Parpatiah (Magek), Datuak Rajo Kaluang (Tilatang). Mereka inilah yang menjadi tokoh-tokoh sentral dalam perang Kamang. Sehingga bisa dikatakan bahwa dalam perang Kamang yang terlibat adalah Alim Ulama / Tuanku, Niniak Mamak, Cadiak Pandai-ahli strategi, bahkan melibatkan generasi muda-pemuda dan para bundo kanduang.

            Westenenk juga menceritakan keadaannya di Kamang pada tanggal 15 sampai 16 juni 1908 ;

Dalam nota kilat saya tanggal 14 bulan ini saya melaporkan bahwa keadaan di   Kamang dan di Magek sangat serius, tidak menguntungkan dan diharap segera tindakan diambli. Dan saya mengusulkan menangkap para pengacau itu dengan bantuan tiga patrol tentara. Kemudian setelah diadakan penangkapan-penangkapan di tangah (Kampung Tangah-rumah H. Abdul Manan) kita tunggu saja apa yang akan dikerjakan penduduk. Ditetapkan untuk mengadakan penangkapan-penangkapan di malam hari dan berangkat ke sana Senin mala pukul 9.30. Hari senin tanggal 15, Kepala laras Tilatang mengatakan kepada saya bahwa H. Abdul manan dari Bangsa (Nagari Ilalang, Laras Kamang) mempunyai 30-50 murid yang bersedia mati (pasukan berani mati syahid). Mereka diberi jimat oleh haji tersebut. Selain itu dilaporkan juga bahwa banyak pandai besi dari Koto Baru (Laras Salo) mendapat banyak pesanan senjata tajam hingga tidak dapat memenuhi semuanya. Kepala Laras Kamang mengingatkan rakyatnya bahwa kompeni akan datang hari senin (dia mengerti bahwa kita segera akan bergerak). Sewaktu mau berangkat ke resepsi di rumah residen saya dengar pula bahwa Haji Abdul Manan dengan kawan-kawan dapat dianggap sebagai pusat pergerakan. Oleh karena itu saya merubah rencana semula. Yakni saya ikut dengan patrol Bangsa Ilalang (rombongan tengah), tidak jadi dengan yang ke Magek. Tapi saya ingin sekali mengurus tangah, jadi dengan demikian mengambil 2 tempat yang sulit jarena saya ingin berada sendiri di sana. Sumber : Nota Westenenk, ditulis di   Bukittinggi       tanggal 25 juni 1908 No. 1.1/28. Kutipan dari makalah Rusli Amran “Peristiwa Kamang”

Hari Senin pagi tanggal 15 Juni 1908, sebagai hari perlawanan paling hebat di Sumatera Barat dalam menentang sistem blasting makin nyata, kedaan di Kamang makin panas. Warga diminta oleh para pemimpin masyarakat Kamang untuk tidak membayar pajak. Hari itu juga, J.Westennenk menghubungi Gubernur Sumatera Barat Hecler untuk mohon petunjuk mengenai tindakan yang harus diambil. Setelah Hecler menerima perintah Gubernur General Van Heutez, maka diperintahkanlah untuk menyerbu Kamang. J.Westennenk lalu mengumpulkan 160 orang pasukan pilihan yang kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Menjelang sore mereka segera bergerak dari Bukittinggi menuju Kamang dari tiga jurusan:

1. Pasukan pertama yang terdiri dari 30 orang, masuk dari Gadut, Pincuran, Kaluang, Simpang Manduang terus menuju Pauh, dipimpin oleh Letnat Itzig, letnan Heine dan Cheiriek. Diperkirakan disana mereka mencari Syekh H. Jabang (pimpinan II perang dari Pauah) yang merupakan orang penting dalam perlawanan terhadap pajak.

2. Pasukan kedua, yang terdiri dari 80 orang serdadu dipimpin J.Westennenk (Kontrolir Agam Tua), Kontrolir Dahler bersama Kapten Lutsz, Letnan Leroux, Letnan Van Heulen, masuk melalui Guguk Bulek, Pakan kamih, Simpang 4 Suangai Tuak, berbelok di Kampung Jambu, Ladang Tibarau, Tapi dan terus ke Kampung Tangah. Untuk menyergap H. Abdul Manan (pimpinan I perang dari Kampuang Tangah). Pimpinan pasukan Belnada ini jam 23.00 wib (jam 11.00 malam mereka telah sampai di sekitar kampung tangah. Kedatangan mereka diketahui para petugas ronda malam, yang merupakan bagian dari pasukan H. Abdul Manan seperti Angku Rumah gadang, Angku Basa dan beberapa orang pembantunya. Mereka mencari-cari keberadaan H. Abdul Manan mulai dari kampung budi, terus ke kampung tangah namun tak menemukan H. Abdul Manan. Belanda meyakini bahwa beliaulah pemipin perlawanan rakyat Kamang tersebut.

3. Sedangkan pasukan ketiga yang berkekuatan 50 orang serdadu di bawah pimpinan Letnan Boldingh dan pembantu Letnan Schaap, masuk melewati daerah Tanjung Alam, Kapau, Bukik Kuliriak, Magek, Pintu Koto. Untuk menyergap para pimpinan dan tokoh penentang Blasting di daerah Kamang bagian hilir seperti Dt. Rajo Penghulu, Kari Mudo.

Menurut catatan Buchari Nurdin, akhirnya sekitar pukul 02.30 dinihari, tanah Kamang berubah menjadi front pertempuran hebat, antara pasukan Belanda dengan pasukan rakyat. Rakyat dipimpin oleh H Abdul Manan, yang sebelumnya, telah bersiap-siap menghadang kedatangan pasukan Belanda. Sejumlah tokoh pejuang lainnya, yang juga telah siap dengan pasukan mereka masing-masing. Seperti Haji Jabang dari Pauh, Pado Intan, Tuanku Parit, Tuanku Pincuran, Dt Marajo Tapi, Dt Marajo Kalung, Dt Perpatih Pauh, Sutan Bandaro Kaliru, pendekar wanita dari Bonjol Siti Maryam, Dt Rajo Penghulu bersama istrinya, Siti Aisiyah,. Begitu juga pasukan rakyat yang berada di Kamang Ilia. Dengan dipimpin Kari Mudo, Dt Perpatiah Magek, Dt Majo Indo di Koto Tangah, Dt Simajo Nan Gamuk berusaha bahu membahu melawan pasukan Belanda. Pertempuran sengit berakhir sudah. Pasukan Westenenk mundur menuju Pauh sembari membawa tawanan Dt Perpatih. Pasukan rakyat memperoleh kemenangan gemilang lantaran semangat dan koordinasi yang tinggi. Tentara Belanda berhasil dibuat kucar kacir. Tetapi J.Westennek sempat meloloskan diri dan minta bantuan ke Bukittinggi. Dan setelah mendapat bantuan dari Padang Panjang, datanglah kembali pasukan Belanda, dan perang kedua inilah yang membuat pasukan rakyat Kamang kalah dan banyak korban yang berjatuhan. Angka korban yang simpangsiur diantaranya dapat dilihat di Koran-koran yang terbit di Padang menyebut angka 250 orang rakyat Kamang tewas, Belanda sendiri menyebut sekitar 90 orang atau lebih. H. Abdul Manan juga syahid dalam pertempuran 15 Juni menjelang subuh 16 Juni itu. 

Sebagai wujud penghargaan dan penghormatan bagi pejuang perang Kamang, dan agar kita generasi muda tidak lupa dengan peritiwa bersejarah itu maka pemerintah melalui kunjungan Menko Keamanan dan Pertahanan Jendral A.H.Nasution  meresmikan Makam yang terletak di dusun Kampung Budi Jorong Pakan Sinayan, Nagari Kamang Mudik. diresmikan penggunaannya  sebagai Komplek makam pahlawan ini diberi nama "Komplek Makam Pahlawan Perang Kamang Haji Abdul manan" pada tanggal 15 Juni 1962. Didalamnya terdapat 21 pahlawan yang meninggal pada perang Kamang tahun 1908 M. Para pahlawan yang dimakamkan di kompleks ini diantaranya : H. Abdul Manan, Kari bagindo, Haji Musa (Kakak H.Abdul Manan), Kadir St. Bagindo, ML. Sinaro, LB. Mudo/LB Kampua, Dt. Batudung, Udin/Idi, Suid Tk Parit panjang, Datuk N. Tingap, Sanan PK. Basa, Dt. Nan Hijau, MI. Saulah, M. Pandeka Mudo, Datuk Pandeka Ade, Deman, Usman, St. Mantari, M. Intan Mudo, Lb. Sutan, Kadir Bagindo.

            Selain yang di makam pahlawan ini, para pejuang perang kamang lainnya ada juga yang di kebumikan oleh pihak keluarga di makam keluarga atau pandam pakuburan suku-masing masing, sesuai dengan adat minangkabau dan ada juga di makam pahlawan Kamang Hilir.

            Gambaran singkat ini tentu takkan bisa menggambarkan bagaimana pengorbanan pejuang Perang Kamang saat itu, tapi setidaknya ini bisa member pencerahan bagi masyarakat Sumatera Barat bahwa pernah ada perang yang begitu heroic di daerah Kamang dengan melibatkan berbagai tokoh, berbagai perang, dan beribu dampak yang dirasakan masyarakatnya. Sebagai penyimpul bahasan ini untuk konteks ke kini an adalah : Persatuan Alim Ulama, Niniak Mamak, dan Cadiak Pandai di sebuah nagari akan membuat kekuatan perjuangan dan pembangunan nagari akan maksimal. Setiap tindakan dan usaha harus didasari oleh niat karena Allah, karena itu akan menjadikan usaha kita tersebut sebagai sebagai amal ibadah. Jangan melupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk melaksanakan Ibadah dan amal baik. Karena itu lah menjadi dasar atau pondasi kita untuk menghadapi tantangan masa depan dan diramu dengan ilmu. Perjuangan menentang penjajahan, kezaliman, dan ketidak adilan adalah sebuah keharusan, jadi kita sebagai gerenasi muda harus memperlihatkan usaha dan tindakan untuk menentang kezaliman dan penjajahan bahkan bentuk penjajahan di era modern seperti sekarang. Sebagai penutup “Tiap nagari punya episode yang bisa dibanggakannya. Tapi episode Kamang menjadi kebangaan Ranah Minang”. Jangan cabut Perang Kamang dari akar sejarahnya, Karena itulah identitas kami orang Kamang”.

 

 

Maturidi Donsan

unread,
Nov 20, 2013, 3:00:11 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com

Maturidi ke RN

Irwan Setiawan dan sanak di palanta n.h.a

Tulisan Irwan setiawan sangat menarik, mungkin ada  atau malah banyak diantara  kita yang tidak tahu mengenai detail Perang Kamang.

 

Saya sendiri, mengenai cerita pernah  didapat dari tetua tapi yang  agak  terperinci seperti tulisan saudara kita Iwan Setiawan diatas, baru sekarang.

Kalau Irwan Setiawan, Spd-nya jurusan sejarah sudah sangat tepat sekali, sejarah perjuangan rakyat Sumatera Barat ini melawan penjajah baik sebelum maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan harus banyak kita tulis.


Mungkin selama ini perjuangan Rakyat Sumbar melawan penjajah  tidak begitu ditampilkan, mungki ada kesengajaan tak tahulah.

Yang jelas tidak masuk ke pelajaran sejarah local dimana anak-anak minang bisa mengenal heroik para pejuang daerahnya. Ini terlihat di era 45- 60 an waktu saya SR-SLTP-SLA tak pernah mendapatkan buku sejarah yang mengupas banyak  perjuangan rakyat minangkabau dalam melawan penjajah yang menjadi buku pelajaran disekolah di Sumbar. Di Majalah mungkin ada.


Kepada Irwan Setiawan, mungkin ada satu lagi berita  sejarah menyangku Kamang yang perlu ditulis yaitu “ Perang  Kamang pada periode 1945 – 1950 “. Ini santer sekali terdengar  di era 45-50 an ke daerah Solok, mungkin keseluruh Sumbar. Kalau ada bahannya bagus itu ditulis untuk episode ke dua atau… dari perjuangan rakyat Kamang mengusir penjajah.


Dalam tulisan saya berjudul “Para pemuda Talang dilepas menuju front Juang”di Nagari or.id http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=126

Ada saya sebut perang Kamang, Situjuah, Lubuk Batu Gajah di SolSel, karena menurut cerita dari mulut kemulut di era 45-50-an itu ada perlawanan sengit didaerah itu melawan serangan Belanda.


Anjura saya, kalau ada bahannya tulislah Perang Kamang era 45-50-an itu, mudah-mudahan semua bisa masuk kedalam sejarah untuk muatan local di seluruh SD dan SLTP Diknas Sumbar.

Wass,

Maturidi (75)

Asal Talang-Solok-Kutianyia

Duri Riau

 



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

arl...@yahoo.co.id

unread,
Nov 20, 2013, 8:12:32 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com
Ass. sado Dunsanak di Palata RN . Ambo dapek email dari rekan kito di Arab Saudi sbb, Arlen --
Saya menulis email ini dalam keadaan menggigil. Cuaca di Jeddah semakin buruk, dan sering hujan.

Kondisi TKI kita sudah darurat! Ribuan terlantar dan menggelandang tanpa atap dan makan yang jelas. Kami butuh bantuan Anda!

Berikut petisi yang kami buat.

*Untuk update langsung, silakan follow saya lewat Twitter di @thobibt.


Ribuan TKI kita semakin miris di Arab Saudi. Yang di dalam kamp terperangkap, yang diluar menggelandang. Pemerintah harus serius, SBY harus datang! Kami menunggu.
Paraf dan Sebar Petisi

Presiden @SBYudhoyono; ribuan TKI menunggu Anda di Saudi. #RibuanMenungguSBYDimulai oleh: thobibuddin, Jeddah

10.000 lebih warga Indonesia di Saudi Arabia berjejalan di Tarhil Sumaisyi, kamp imigrasi yang dulunya bekas penjara. Belum bisa pulang, dan tidak bisa keluar. Ribuan lainnya, gelandangan di jalanan, dengan cuaca yang dingin dan hujan.
Miris saya, melihat

wanitanya melahirkan tanpa perawatan memadai;

bayi sulit dapat susu, kalaupun ada dibuat dengan air yang tidak steril. Kemarin ini,

Didin Jainuddin, TKI asal Sukabumi, meninggal dalam keadaan yang menyedihkan. 

Mereka adalah TKI yang diusir majikannya sejak amnesti berakhir (masa pengampunan bagi TKI tidak berdokumen) 3 November lalu. Dari

101.067 TKI yang berupaya mendapatkan amnesti, hanya 17.306 yang berhasil mendapatkan, dan 6.700 mendapatkan exit permit untuk pulang ke Indonesia. Dan kini

baru 484 orang yang bisa dipulangkan ke Indonesia karena sulitnya birokrasi untuk mendapatkan exit permit.Puluhan ribu TKI lain yang tak dapat ditampung Tarhil Sumaisyi hanya bisa berkeliaran di jalan. Menunggu nasib yang tak pasti. Sebagian tidur di pinggir jalan di sepanjang Tarhil Matar Qadim di Jeddah Arab Saudi. KBRI dan KJRI di Saudi tak punya kapasitas untuk menampung mereka. 

Berlakunya sistem kaffala di Arab Saudi, menjerat TKI dalam perangkap perbudakan modern. Sistem Kaffala mengharuskan pekerja asing untuk menyerahkan paspor kepada majikannya dan saat akan keluar Arab harus mendapat ijin dari majikan untuk legalisasi

exit permit di imigrasi.

Saya membuat petisi ini karena TIDAK TAHAN melihat kondisi yang memilukan. 

Satu-satunya cara, adalah lobi tingkat tinggi! 

Pak SBY, ribuan pahlawan devisa Anda menggelandang di negeri orang! Mereka terlantar dan tidak diperlakukan manusiawi. Mereka butuh Anda turun tangan! Datanglah ke Arab Saudi. Percepat exit permit biar ribuan anak dan perempuan biar segera bisa pulang ke Indonesia. 

Keadaan semakin memprihatinkan, anak-anak mulai sakit,jangan biarkan mereka menderita terlalu lama. Yang terpaksa tinggal di pinggir jalan juga perlu perlindungan, apalagi cuaca sedang buruk di Arab, dingin dan mulai turun hujan.

Teman-teman di Indonesia, bantu saya menyampaikan ini pada Pak Presiden.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Maturidi Donsan <matur...@gmail.com>
Date: Wed, 20 Nov 2013 15:00:11 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH

ajo duta

unread,
Nov 20, 2013, 8:42:47 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com
MasaAllah! Apokah ado Presiden di NKRI?. Beda bana di rantau ambo. Surang warganyo kanai hukum cambuk di Singapore, langsuang manilpon PM Singapore, minta keringanan. Terlepas berhasil atau tidak. Nan penting inyo alah menunjukkan tanggungjawab sebagai kepala negara.



-----------------------------------------------------------------------------------------------
"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini" (Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/11/20 <arl...@yahoo.co.id>

fashrid...@gmail.com

unread,
Nov 20, 2013, 7:54:48 AM11/20/13
to Rantaunet
Presiden RI rangkap jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.....Jadi beliau sangat sibuk memikirkan urusan negara, sekaligus bagaimana caranya agar PD memenangkan pemilu 2014 dan iparnya memenangkan pilpres.
Juga lagi sebal karena ponselnya disadap Ostrali
Salam
FMNS
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: ajo duta <ajo...@gmail.com>
Date: Wed, 20 Nov 2013 20:42:47 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Email dari rekan kito di Arab Saudi ,mohon dilanjutkan ke yg Berkepentingan,semoga ada solusinya....

JePe

unread,
Nov 20, 2013, 8:54:24 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com
Lah saparah ko kondisi nan tajadi sesuai jo kemajuan jaman dengan TI nya, ambo masuak ka Detik..yo ndak ado berita ko dan di TV jo itu pulo atau ambo nan luput berita

Apo batua bantuak co iko bana kondisi TKI di Arab...jampang kok iyo baa ndak ado berita samo sakali di media online ?

Ambo pikia..secara negara yang berdaulat (NKRI) kalo co iko alah tamasuak tragedi kemanusian...terlalu naif bana jiko Presiden dan Menteri terkait indak tahu samo sekali

Wass-Jepe, L- 48 Thn, Rantau Balikpapan, Kutai Barat Kaltim,

Powered by Buah2an ,Sayur2an, Ikan2an, Kacang2an dan Beras Petani Bangsa Sendiri, Tahan Diri jangan konsumsi yang produk Import®

From: ajo duta <ajo...@gmail.com>
Date: Wed, 20 Nov 2013 20:42:47 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Email dari rekan kito di Arab Saudi ,mohon dilanjutkan ke yg Berkepentingan,semoga ada solusinya....

ZulTan

unread,
Nov 20, 2013, 9:01:20 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com

Setuju dengan Jepe. Kok capek bana awak mahujat SBY.

Barusan ambo cek adiak di salah satu kota di Saudi, suhu masih 21 derajat. Alun bara bana lai, dan memang acok hujan. Anaknya SD diliburkan saminggu dek cuaca.
Ciek lai apo ndak ado konsulat di sinan sampai email ko harus mangadu ka siko.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain..." (QS.49:12)

Salam,
ZulTan, L, 53, Bogor

From: "JePe" <andi...@rantaunet.org>
Date: Wed, 20 Nov 2013 13:54:24 +0000

JePe

unread,
Nov 20, 2013, 9:12:08 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com
Yo kanda Zultan

Nan mangirim email sadang manggigia pulo..manuruik aka sehat ambo..ndak masuak aka do

Ratusan ribu TKI nan menderita..iko alah masuak kategori tragedi kemanusian..indak ka mungkin rasonyo luput dari berita media online terutama sarupo Detik, sadangkan ado diindia urang memperkosa mahasiswa diateh oto bus..lai diberitakan Detik pernah ambo baco

Apolai kanda alah kontak pulo ka Arab tu jo Adiak



Wass-Jepe, L- 48 Thn, Rantau Balikpapan, Kutai Barat Kaltim,

Powered by Buah2an ,Sayur2an, Ikan2an, Kacang2an dan Beras Petani Bangsa Sendiri, Tahan Diri jangan konsumsi yang produk Import®

From: "ZulTan" <zul...@yahoo.com>
Date: Wed, 20 Nov 2013 14:01:20 +0000

fashrid...@gmail.com

unread,
Nov 20, 2013, 8:19:49 AM11/20/13
to Rantaunet
Mengherankan juga kalau TKI sampai melahirkan dan ada anak-anak segala.
Apakah semuanya masuk Saudi secara legal?

Seharusnya TKI itu baik laki2 maupun perempuan datang sendiri untuk jangka waktu tertentu (sesuai kontrak kerja) bukan?


Salam
FMNS
L65bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: "ZulTan" <zul...@yahoo.com>
Date: Wed, 20 Nov 2013 14:01:20 +0000

ZulTan

unread,
Nov 20, 2013, 9:18:31 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com

Sapandapek ambo Jo Jepe.

Ciek lai iko kan bantuak surek kaleng ndak jaleh pangirimnyo.

Masak konsulat perwakilan awak di sinan anok-anok sajo.
Kaji nan ndak kamungkin sajo.

Kapado Pak Arlen, tolong dipajaleh sia bana nan manulih tu. Tolong dikonfirmasi dulu. Satidaknyo ado tanyo jawab ga sekadar untuk cross check. Baru kaba ko dipalapeh ka "pasa".





Salam,
ZulTan, L, 53, Bogor

From: "JePe" <andi...@rantaunet.org>
Date: Wed, 20 Nov 2013 14:12:08 +0000

ibnuk...@gmail.com

unread,
Nov 20, 2013, 9:18:42 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com

Ambo baru tadi malam manjapuik anggota yang salamo ko ma urus jamaah umrah di Saudi ka bandara SoeTa. Carito dibawah ndak sado nyo bana. Kalau soal tarhil atau panjaro di sumaisyi panuah batua. Tapi pemulangan tetap jalan.

Ambo alah pernah maliek kehidupan panjaro di Makkah jo Madinah. Ndak samo jo panjaro dinagari kito. Labiah jauah manusiawi di Saudi ko.

Awak jauah dari pusat informasi dan acok dapek berita ndak jaleh. Akhia nyo terjebak jo wasangko nan ndak elok.

Salam,

Ibnu Kamang
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Wed, 20 Nov 2013 14:12:08 +0000

JePe

unread,
Nov 20, 2013, 9:20:36 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com
Jadi 21 derajat suhu disinan kanda...pacik bb nan mangirim berita ko di ruang terbuka...apo yo manggigia we e


Ko. Ambo di kamar surang AC setel 18 derajat ambo respon email ko..yo ndak saketek alahe ambo manggigia do :-)


Wass-Jepe, L- 48 Thn, Rantau Balikpapan, Kutai Barat Kaltim,

Powered by Buah2an ,Sayur2an, Ikan2an, Kacang2an dan Beras Petani Bangsa Sendiri, Tahan Diri jangan konsumsi yang produk Import®

From: "ZulTan" <zul...@yahoo.com>
Date: Wed, 20 Nov 2013 14:01:20 +0000

arl...@yahoo.co.id

unread,
Nov 20, 2013, 9:26:46 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com
Sesuai dengan info nan kito tarimo dari rekan kito ko bahaso Mereka adalah TKI yang diusir majikannya sejak amnesti berakhir (masa pengampunan bagi TKI tidak berdokumen) 3 November lalu. Dari

101.067 TKI yang berupaya mendapatkan amnesti, hanya 17.306 yang berhasil mendapatkan, dan 6.700 mendapatkan exit permit untuk pulang ke Indonesia. Dan kini
baru 484 orang (1 x penerbangan) yang bisa dipulangkan ke Indonesia karena sulitnya birokrasi untuk mendapatkan exit permit. Mungkin kalo diantaro dunsanak dipalanta RN n.a.h lai punyo link jo petugas yg bertanggungjawab tentang TKI / Cikeas, ambo raso adobaiaknyo info darurat ko kito sampaikan kapado beliau nan bakapantingan tu, mudah2an sado dunsanak kito nan sangat2 mambutuhkan bantuan ko bisa ditolong sacapeknyo, smoga.... Salam, AR. St.Mudo 56 Rang Kik Tinggi di pku
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "ZulTan" <zul...@yahoo.com>
Date: Wed, 20 Nov 2013 14:01:20 +0000

arl...@yahoo.co.id

unread,
Nov 20, 2013, 9:47:18 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com
Dinda JP,mungkin masih segar dlm ingatan kito bhw terjadinya kerusuhan dan kebakaran ditempat pengurusan surat izin tinggal yg bermasalah bagi 100 ribu lebih TKI di Arab Saudi beberapa bulan yg lalu, ini disebabkan oleh karena waktu pengurusan hanya tinggal seminggu lg sedangkan TKI yg antri masih puluhan ribu lg belum bisa mengurus dokumennya krn petugas yg bertugas sangat minim bila dibandiing dgn jumlah TKI sehingga banyak TKI yg panik saat itu. Krn waktu yg diberikan oleh pemerintah Arab sudah habis jd masih banyak TKI yg tidak bisa mengurus dokumennya, smoga saja Tuhan YME memberikan jalan terbaik untuk solusinya nanti, amiiiin... Mohon beribu maaf sebelumnya kalo ambo salah.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Wed, 20 Nov 2013 14:12:08 +0000

fashrid...@gmail.com

unread,
Nov 20, 2013, 8:58:15 AM11/20/13
to Rantaunet
Dikutip dari posting sanak AR. St Mudo:
"Dari
101.067 TKI yang berupaya mendapatkan amnesti, hanya 17.306 yang berhasil mendapatkannya, dan 6.700 mendapatkan exit permit untuk pulang ke Indonesia. Dan kini
baru 484 orang (1 x penerbangan) yang bisa dipulangkan ke Indonesia "...artinya ada 101.067 - 17.306=83.761 orang yg harus dipulangkan ke Indonesia. Dari jumlah itu hanya 6.700 yg dapat exit permit dan baru 484 orang yg sudah pulang ke Indonesia.

Di manakah 77.061 orang yg tidak dapat exit permit tinggal dan bagaimana jaminan hidup mereka se-hari2? Bagaimana dg sisa yg dapat exit permit sebanyak 6.216 orang?
Apakah mereka difasilitasi oleh kerajaan Saudi atau oleh Konsulat Jenderal RI ataukah dibiarkan berusaha sendiri-sendiri untuk bertahan hidup? Bagaimana caranya?

Proses amnesti tentunya sudah dikoordinasikan oleh kerajaan Saudi dg kedubes dan konjen Indonesia serta dipantau oleh Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar. Jadi mengherankan kalau Konjen Indonesia di Jeddah sampai hati berlepas tangan terhadap yg tidak mendapatkan amnesti.

Cara yg lebih tepat adalah menghubungi konjen Indonesia di Jeddah dan kemenaker di Jakarta.

Salam
FMNS
L65 bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Date: Wed, 20 Nov 2013 14:26:46 +0000

ajo duta

unread,
Nov 20, 2013, 11:48:30 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com
Sanak, ambo kirim juo berita ko ka milis Diaspora. Dimilis ko ado dubes berbagai negara termasuk Dubes Gatot Mansyur. Dibawah ko jawaban beliau nan indak membantah berita tu. Tantu pandangannyo sebagai pejabat nan babeda jo nan setiok hari ado di TKP sebagai penderita/pelaku.

------------------------------------------------------------
Asslm. Cuaca di Jeddah cukup bagus. Sore ini 29•C. Saya mendampingi Wkl Menlu RI  Bp Wardana kemarin ke Tarheel  (rumah karantina imigrasi) Sumaisi,keadaan wni di dalam kondusif. KjRI Jeddah membuka kantor di Tarhil Sumaisi 24 jam. Siang malam ditunggu. Di Tarhil tsb ada Rumah Sakit dan klinik. Kami melihat ke kamar2  wni dan berdiakusi dg mrk. Memang ada keluhan2 kecil2 sep makanan kurang cocok, kurang air minum dll. Tapi semuanya sdh dilaporkan ke penjaganya. KJRI juga selama ini memasok susu, pampes utk bayi juga utk ibunya. Tapi sekarang pihak tarhel menyatakan tidak usah dipasok lagi krn pihaknya sdh siap. Pokoknya yg di Tarheel situasi kondusif dan selalu dlm pengawasan  KjRI Jeddah. Kemarin juga saya ke Mathar qadim dg Wamenlu dan Konjen dan staf ahli Menlu. Memang kadaan kurang kondusif, banyak wn Afrika, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan. Tapi wni kita ditunggu oleh piket KJRI, kita pasok makanan, air, susu bayi, sambil nego agar mrk sgr dipindah ke Tarhel Sumaisi. Memang harus Petugas imigrasi yg bawa ke tarheel sumaisi. Jadi suasana dinamis tapi Masih bisa dikelola. Exit permit terus kita usahakan agar cpt diselsaikn, kita sdh memulngkan 990 wnio sg 2 pswt. Pemerimth Saudi sdh mempngkan sekitar 298 orang dg block seat. Dan terus kedua pemerintahan bekrjasama utk pulangkan wnio. Salam diaspora dari Dubes Gatot Abdullah Mansyur di Riyadh



-----------------------------------------------------------------------------------------------
"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini" (Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


ajo duta

unread,
Nov 20, 2013, 11:51:19 AM11/20/13
to rant...@googlegroups.com
Iko tambahan dari Dubes RI di KSA:

Masy jeddah ( Perwklan PDIP, PKS, GP Ansor, Formida dan akrifis migran) dirikan Tim Relawan BMMB (Bersama Membangun Martabat Bangsa), sepakat membuka baju identitas golongan, kel dan
Partai demi membantu wnio bekerjasama dg kjri. Tim BMMB sdh menghimpun donasi utk disampaikan bersama KJRI, alhamdulilla. Mhn doa restu kerjasama ini terus bekerja dg lancar. Salam Dubes Gatot A Mansyur, Riyadh


-----------------------------------------------------------------------------------------------
"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini" (Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/11/20 ajo duta <ajo...@gmail.com>

Zubir Amin

unread,
Nov 20, 2013, 12:56:22 PM11/20/13
to RantauNet Group
Dd Dut n sanak pemerhati TKI di RN.
Iko tambahan sajo bhw menurut berita Haluan,kemarin dulu,Pem KSA tdk begitu ngotot banget lagi utk memulangkan sisa TKI(lk) nn sdh terdaftar or nn bersembunyi,krn adanya protes n keberatan dari industri bangunan n pasar2 serta kantor2 Pem n swasta.Pihak2 ini mengalami kerugian nn cukup besar krn kekurangan tenaga2 kerja n buruh2 banngunan.
Sikap pem KSA ini disambut baik oleh Kemlu RI cq KJRI jeddah n KBRI Riyad.
Mudah2an dgn adanya kelonggaran dari pihak KSA ini dpt memecahkan n memperlancar penyelesaian TKI ini disana.
JB,DtRJ,74thn,sk Mandahili ang,IV Angkek Padusunan,Pia man Timur,kini di Bonjer,Jak bar11630.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: ajo duta <ajo...@gmail.com>
Date: Wed, 20 Nov 2013 23:51:19 +0700

Irwan Setiawan

unread,
Nov 21, 2013, 10:41:21 AM11/21/13
to rantaunet
Tarimo kasih banyak pak,,,tulisan ko adolah potongan dari draf tulisan yang sadang wak rancang,,mohon doa apak bia iko manjadi utuh..
Dalam rancangan nyo,, ado 3 episode.
1. Kamang Bukik Dalam Pusaran Konflik (Perang Paderi dan Tuanku Nan Renceh).
2. Kamang Bukik Dalam Pusaran Konflik (Perang Kamang dan H abdul Manan).
3. Kamang Bukik Dalam Pusaran Konflik (Kamang Dalam Perjuangan Kemerdekaan - PDRI - dan PRRI).
kini sadang buka buka info berbagai berita, buku-buku tuo pak,,,mohon doa dari apak untuak usaho ko,,wassalam ananda Irwan Setiawan

Maturidi Donsan

unread,
Nov 22, 2013, 3:37:06 AM11/22/13
to rant...@googlegroups.com

https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif


Maturidi ke RN

Nak Irwan S saya tolong jo doa, semoga sukses dalam menulis Perang Kamang untuk memperkaya sejarah heroik Minangkabau agar tidak terus menerus terhimpit oleh sejarah perjuangan daerah lain karena kurangnya bacaan autentik yang tersedia.

 

Sekali gus nak Irwan, kalau ada waktu luang saya ingin juga mendapat bahan bagaimana upacara:

1.     Adat kematian

2.     Adat batagak (mengangkat/menggant penghulu

Dikampung /desa Irwan S Sendiri.

 

Bahan ini mungkin  kita perlukan untuk mengetahui adat yang dilaksanakan dikampung kita masing-masing.

Kalau ABS SBK yang sudah di Deklarasikan 19 Mei 2013 yang lalu  dan diterima diranah, maka mau tak mau  jenis dan variasi  adat  yang berlaku/di-adatkan diranah mungkin perlu di-data, kalau tidak kita tak akan bisa bersuara dalam urusan ABS SBK.

 

Mengenai adat kematian :

Sudah saya tulis dimilis dibawah judul:

[R@ntau-Net] Ini momen yg tepat utk konsolidasi internal Minangkabau

Maturidi Donsan <matur...@gmail.com>

7 Nov

https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif


https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif

https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif

ke rantaunet

https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif

Untuk pengangkatan penghulu sebagian pada milis dalam judul yang samo: 15 Novmber

 

Sakitu dulu yo nak Irwan S

Wass,

 

Maturidi( L-75)

Asal Talang-Solok- Kutianyia

Duri Riau

 

..

 

 

 

 

Maturidi Donsan

unread,
Nov 22, 2013, 4:09:06 AM11/22/13
to rant...@googlegroups.com
Maturidi
Maaf nak Irwan tampaknyo ado nan salah dalam posting ambo, adolo nan lain ikuik, abiak sajolah mano nan paralu yo
 Maturidi (75)
Asal Talang -  Solok - Kutuanyia
Duri Riau

Irwan Setiawan

unread,
Nov 22, 2013, 9:04:43 PM11/22/13
to rantaunet
tarimokasih pak,,,kami di Kamang Mudiak lah ado pulo buku,, tentang adat salingka nagari,,didalam tu lah ado yang manulis tentang itu,,,

Maturidi Donsan

unread,
Nov 23, 2013, 8:27:37 AM11/23/13
to rant...@googlegroups.com
Dima bisa didapek bukutu nak Irwan, tolong toko buku/ penerbitnyo yo, tarimo kasih banyak.
Wass,

Maturidi (L-75)
Asal Talang-Solok-Kutianyia
Duri Riau

Irwan Setiawan

unread,
Nov 23, 2013, 8:37:31 AM11/23/13
to rant...@googlegroups.com
ooo kalau itu nampak nyo percetakan internal kamang mudiak sajo pak,,
sabok itu dalam kegiatan nagari se di rancang,, sasudah tu di sebar ka
perantau2 jo urang kampuang kamang mudiak sajo..
pak ado facebook apak??? kalau awak di fb : konoha irwan setiawan.

Pada tanggal 23/11/13, Maturidi Donsan <matur...@gmail.com> menulis:
> Dima bisa didapek bukutu nak Irwan, tolong toko buku/ penerbitnyo yo,
> tarimo kasih banyak.
> Wass,
>
> Maturidi (L-75)
> Asal Talang-Solok-Kutianyia
> Duri Riau
>
>
> Pada 23 November 2013 09.04, Irwan Setiawan
> <irwanse...@gmail.com>menulis:
>
>> tarimokasih pak,,,kami di Kamang Mudiak lah ado pulo buku,, tentang adat
>> salingka nagari,,didalam tu lah ado yang manulis tentang itu,,,
>>
>>
>> Pada 22 November 2013 16.09, Maturidi Donsan
>> <matur...@gmail.com>menulis:
>>
>>> Maturidi
>>> Maaf nak Irwan tampaknyo ado nan salah dalam posting ambo, adolo nan
>>> lain
>>> ikuik, abiak sajolah mano nan paralu yo
>>> Maturidi (75)
>>> Asal Talang - Solok - Kutuanyia
>>> Duri Riau
>>>
>>>
>>> Pada 22 November 2013 15.37, Maturidi Donsan
>>> <matur...@gmail.com>menulis:
>>>
>>> [image: https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif]
>>>>
>>>> *Maturidi ke RN*
>>>>
>>>> *Nak Irwan S saya tolong jo doa, semoga sukses dalam menulis Perang
>>>> Kamang untuk memperkaya sejarah heroik Minangkabau agar tidak terus
>>>> menerus
>>>> terhimpit oleh sejarah perjuangan daerah lain karena kurangnya bacaan
>>>> autentik yang tersedia.*
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> *Sekali gus nak Irwan, kalau ada waktu luang saya ingin juga mendapat
>>>> bahan bagaimana upacara: *
>>>>
>>>> *1. Adat kematian *
>>>>
>>>> *2. Adat batagak (mengangkat/menggant penghulu *
>>>>
>>>> *Dikampung /desa Irwan S Sendiri.*
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> *Bahan ini mungkin kita perlukan untuk mengetahui adat yang
>>>> dilaksanakan dikampung kita masing-masing.*
>>>>
>>>> *Kalau ABS SBK yang sudah di Deklarasikan 19 Mei 2013 yang lalu dan
>>>> diterima diranah, maka mau tak mau jenis dan variasi adat yang
>>>> berlaku/di-adatkan diranah mungkin perlu di-data, kalau tidak kita tak
>>>> akan
>>>> bisa bersuara dalam urusan ABS SBK.*
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> *Mengenai adat kematian :*
>>>>
>>>> *Sudah saya tulis dimilis dibawah judul: *
>>>>
>>>> *[R@ntau-Net] Ini momen yg tepat utk konsolidasi internal Minangkabau*
>>>>
>>>> *Maturidi Donsan <matur...@gmail.com <matur...@gmail.com>> *
>>>>
>>>> *7 Nov*
>>>>
>>>> *[image: https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif]*
>>>>
>>>> *[image: https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif]*
>>>>
>>>> *[image: https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif]*
>>>>
>>>> *ke rantaunet *
>>>>
>>>> *[image: https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif]*
>>>>
>>>> *Untuk pengangkatan penghulu sebagian pada milis dalam judul yang samo:
>>>> 15 Novmber*
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> *Sakitu dulu yo nak Irwan S *
>>>>
>>>> *Wass,*
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> *Maturidi( L-75)*
>>>>
>>>> *Asal Talang-Solok- Kutianyia*
>>>>
>>>> *Duri Riau*
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> *..*
>>>>>> Dalam tulisan saya berjudul “*Para pemuda Talang dilepas menuju front
>>>>>> Juang”di Nagari or.id <http://or.id> *
>>>>>>> dengan sejarah, maka ada kemungkinan *“jalan di anjak urang lalu,
>>>>>>> cupak di tuka urang manggaleh”*
>>>>>>> dapat kita rujuk ketika sang proklamator melihat *“urang rantai”*yang
>>>>>>> digiring Belanda lewat di de­pan rumah beliau, dan Inyiak beliau
>>>>>>> ber­kata: *“Tu urang* *Kamang nan malawan Bu­lando”* (*Memoir
>>>>>>> Muhammad Hatta, 1979*). Paman dari Bung Hatta pun pernah
>>>>>>> “*Dalam nota kilat saya tanggal 14 bulan ini saya melaporkan bahwa
>>>>>>> Bukittinggi tanggal 25 juni 1908 No. 1.1/28. *Kutipan dari
>>>>>>> diantaranya : H. Abdul Manan, Kari bagindo*, *Haji Musa (Kakak
>>>>>>> H.Abdul Manan), Kadir St. Bagindo*, *ML. Sinaro*, *LB. Mudo/LB
>>>>>>> Kampua*,
>>>>>>> *Dt. Batudung, Udin/Idi*, *Suid Tk Parit panjang*, *Datuk N. Tingap,
>>>>>>> Sanan PK. Basa*, *Dt. Nan Hijau*, *MI. Saulah*, *M. Pandeka Mudo*,
>>>>>>> *Datuk
>>>>>>> Pandeka Ade*, *Deman*, *Usman*, *St. Mantari*, *M. Intan Mudo*, *Lb.
>>>>>>> Sutan*, *Kadir Bagindo.

Maturidi Donsan

unread,
Nov 24, 2013, 12:08:06 AM11/24/13
to rant...@googlegroups.com
Mengenai adat kematian dan batagak penghulu di kampuang Irwan tu, kalau  lai tak ado halangan bisa di kirim melalui fb sajo lebih baik.
Yang dari ambo mengenai adat kematian dan batagak penghulu alah sampai ke Irwan?. Alah apak emailkan beberapa hari nan lalu.
Tarimo kasih sabalumnyo.
Wass,
Maturidi(l-75)
Asal Talang-Solok- Kutianyia
Duri Riau

Irwan Setiawan

unread,
Nov 25, 2013, 12:46:43 AM11/25/13
to rantaunet
soft copy nyo dak ado di awak pak..

Ahmad Ridha

unread,
Feb 3, 2014, 6:49:46 PM2/3/14
to RantauNet

Baru saja saya membaca status Ust. Abdullah Haidir di Facebook dan teringat thread lama ini:

---
Abdullah Haidir
18 jam yang lalu
Semalam berkesempatan mengadakan kunjungan dakwah kepada saudara2 kita TKI yg yang ada di penjara Hair, Riyadh.

Kondisi mereka boleh dibilang nyaman, menu setiap hari antara ayam, daging dan ikan, plus buah2an. Susu setiap pagi. Uang saku 150 real perbulan. Kamar nyaman, perlakuan baik2 saja, tdk ada kekerasan thd mereka. Bahkan ibadah pun, minimal shalat 5 waktu, menurut mereka kini semakin terjaga...

Namun demikian, tetap saja mreka ingin keluar dari tempat tsb. Itulah mahalnya kebebasan. Sudahkah kita yg bebas mensyukurinya dan memanfaatkannya...?
---

Wassalaam,
---
Ahmad Ridha

Maturidi Donsan

unread,
Feb 3, 2014, 7:51:16 PM2/3/14
to rant...@googlegroups.com
Iko carito alah lalu, bulan Nopember 2013, kok bisa lo tampil 3 Februari 2014 06:49.

Kalau tulisan Ahmad Ridha 3 Februari 2014 jam 06:49 nan terbaru, mungkin seharusno tulisan kawanko nan jadi Topic, kok malah pesan Arlesman 20/11/13 nan klua baliak sebagai topic.

Tacampuang pulo tulisan Ambo jo Irwan Setiawan mengenai Perang Kamang didalamnyo.

Baa go sanak nan tahu, tolong pancarahan

Ambo maraso kurang nyaman, tatkalo urang sadiang basadiah soal TKI, ambo malah manyarimpuang manganai Parang Kamang. Tampeknyo mungkin harusnyo indak sakamar jo carito TKI ko.

Maaf kapado sanak di palanta

Wass,

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau



--

Hirwan Saidi

unread,
May 27, 2014, 12:20:23 AM5/27/14
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum WW
Saya Hirwan, Putra Kamang. Terlebih dahulu minta maaf dan minta kerelaan Saudara untuk dapat menerima komentar saya ini. Sebelumnya kita telah banyak berdialog tentang Kamang dan Perang Kamang di dunia maya ini. Saya salut dengan Saudara yang begitu luar biasa gigih mempublikasikan sejarah Perang Kamang versi Saudara, yang ditulis dibeberapa blog, web resmi Pemda Kabupaten Agam, Fb dan twiter. Salah satu tulisan Saudara yang berjudul “Mendudukan Perang Kamang 1908 Dalam Rangka Berfikir Sejarah”. Pada mukadimah tulisan saudara tersebut (alinea1&2) bagi pembaca menimbulkan beberapa pertanyaan yang mendasar yaitu :
1.“Karena ketika kita mulai lupa dengan sejarah, maka ada kemungkinan jalan dianjak urang lalu cupak dituka rang panggaleh”. Jika ditelaah pernyataan saudara ini secara mendalam dan dihubungkan dengan kronologis perang kamang serta kita tempatkan Kamang sesuai dengan Kamang yang ada pada waktu itu. Kita buat pertanyaan dari hati sanubari dan kita jawab sendiri dengan hati nurani, Siapa sebenarnya orang lalu yang maanjak jalan?, dan siapa orang panggaleh yang manuka cupak?
2.“Kamang kalau dilihat secara kesatuan administrative pada pada tahun 1890-an bisa dilihat dari dua sudut : Kamang sebagai Kelarasan, yang meliputi 4 (empat) nagari yaitu : KAMANG, BANSA-PAUH (yang disebut juga Nagari Bukik), SUAYAN dan SUNGAI BALANTIAK. Yang satu lagi Kamang dari sudut/sebagai apa? Mengapa Saudara tidak menjelaskannya?


3.Saudara menyatakan kelarasan kamang disusun dan distrukturisasi oleh Tuangku Nan Renceh dan menempatkan pusat kelarasan Kamang di Nagari Kamang Bukik (Pauh-Bansa), bahkan beliau membentuk kesatuan dalam ikatan benteng Kamang yang membentang dari Kamang Mudiak sampai ke Salo. Sesuai dengan judul tulisan Saudara “Mendudukan Perang Kamang 1908 Dalam Rangka Berfikir Sejarah”. Kalau kita berfikir sejarah, tentu kita menempatkan sesuatu sesuai dengan kronologis sejarah tersebut. Sekarang timbul pertanyaan, sejak tahun berapa ada sistem kelarasan Kamang? Apa memang ada nagari Kamang Bukik (pauh-bansa)? Kok jauh tolong tunjuk-an, kok dakek tolong kakok-an. Secara logika kalau memang Tuangku Nan Renceh menyusun dan menstrukturisasi kelarasan kamang dengan pusatnya di Bansa (Nagari Bukik), nama kelarasannya tentu bernama LARAS BUKIK, bukan Laras Kamang; dan siapa Angku Larehnya? Kalau memang pusat laras kamang di bansa, tentu tidak logis beliau (Tuangku Nan Renceh) membentuk benteng dengan menanam aua dari perbatasan Salo sampai ke Parak Rajo (perbatasan Kamang dengan Bukik). Kalau beliau membuat benteng untuk pusat pemerintahan di Bansa, tentu beliau menanam aua berduri dari bukik limau kambiang sampai ke Aia Tabik. Untuk kita ketahui semua, jauh sebelum ada pergerakan kaum paderi di Minangkabau, bahkan belum masuk Belanda ke Minangkabau, Nagari Kamang telah dikelilingi oleh aur berduri (aur ini ditanam oleh ninik moyang orang Kamang sebagai batas nagari). Dan ini juga salah satu sebab mengapa Kamang dijadikan pusat pergerakan kaum paderi.


Sepanjang data sejarah yang ada dan sesuai dengan fakta di lapangan,. Nagari Kamang tidak pernah bergabung dengan Nagari Bukik. Hanya pada tahun 1949 Nagari Surau Koto Samiak yang sebelumnya bernama Bukik (Pauh-Bansa) berobah nama menjadi Kamang Mudiak. Penukaran nama NAGARI BUKIK (Pauh-Bansa) menjadi SURAU KOTO SAMIAK pada tahun 1913 oleh Belanda ada sebab dan dasarnya, begitu juga dengan penukaran KAMANG menjadi AUA PARUMAHAN.
Kembali kita kepada system kelarasan. Dari literature yang pernah saya baca, Sistem kelarasan dimulai setelah adanya Plakat Panjang. Salah satu isi dari Plakat Panjang adalah rakyat diwajibkan menanam kopi, kemudian menjualnya dengan harga tertentu kepada pemerintah. Sebagai tindak lanjut dari Plakat Panjang, pada tanggal 1 November 1847 Gubernur Michielis, Gubernur Pertama Gouvernement Sumatra Westkufs mengeluarkan peraturan “setiap keluarga yang tinggal didaerah yang tanahnya cocok untuk menanam kopi, wajib menanam dan merawat 150 batang kopi. Setiap kopi yang dihasilkan wajib pula dibawa (dijual) sendiri kegudang-gudang kopi yang telah disediakan”. Disamping untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap pelaksanaan tanaman paksa ini juga untuk menjembatani kepentingan Pemerintahan Hindia Belanda dengan Anak Nagari maka dibentuklah sistim pemerintahan namanya LAREH, yang dipimpin oleh Tuangku Lareh. (dalam perkembangan selanjutnya untuk pengawasan tanaman paksa kopi ini diadakan jabatan baru yaitu Mantri Kopi). Tuangku-tuangku Lareh ini berasal dari Penghulu (datuak) yang dipilih, diangkat dan digaji oleh Belanda. Ini adalah merupakan termasuk salah satu konsekwensi dari perjanjian antara Sutan Bagagar Syah dengan Pemerintah Kolonial Belanda pada tanggal 10 Februari 1821. Kelarasan ini dibentuk oleh Pemerintahan Belanda tidak secara serentak, melainkan berangsur-angsur sesuai dengan kepentingan Pemerintahan, bahkan kalau pemerintah tidak merasa penting maka kelarasan tersebut dibubarkan.

Sepanjang data sejarah yang diperoleh, Lareh Kamang yang kawasannya meliputi Nagari Kamang, Bukik (Bansa-Pauh=sekarang Kamang Mudiak), Suayan dan Sungai Balantiak dibentuk pada tahun 1870 dengan Tuangku Larehnya Dt Karando dari Suku Jambak, Kampung Pintu Koto, Nagari Kamang.
Berdasarkan uraian diatas, Saudara sebagai guru (bahkan S.Pd-nya sejarah) alangkah SANGAT IRRASIONAL rasanya Saudara menyebutkan Lareh Kamang disusun oleh Tuangku Nan Renceh dengan pusat kelarasan di Bansa. Entah itu kalau lareh-larehan (lareh bo-bo), ini sah-sah saja dengan Tuangku Larehnya I.S. Datuak Rajo Alua, S.Pd.

Selanjutnya, kalau Saudara memang ingin untuk mendudukan sejarah Perang Kamang. Kami menyarankan pada Saudara, janganlah didudukan didunia maya. Kalau dibahas dunia maya ini bajalan ndak amuah babateh balayia ndak amuah bapulau. Supaya berjalan sampai ke batas berlayar sampai ke pulau. Karena ini menyangkut masalah/sejarah nagari, bawalah hal ini ke dalam diskusi resmi antara kedua nagari. Yang pesertanya: Wali Nagari, Ketua Bamus, Ketua KAN, Ketua Parik Paga Nagari dan satu atau dua orang tokoh masyarakat dari masing-masing nagari; yang dihadiri oleh Muspika Kamang Magek, Ketua LKAAM Kecamatan Kamang Magek dan Ketua LKAAM Kabupaten Agam. Dalam diskusi tersebut nanti peserta berdebat dengan kepala dingin. Disana nanti semua permasalahan sejarah yang dirasa belum duduk bisa dudukan. “Dikali urek dikabuang batang, dibaco asa jo usua. Diindang ditampi tareh buliah basisiah atah jo bareh, buliah babeda Loyang jo Ameh, ma nan kaladi - ma nan taleh”. Keputusan diskusi nanti dijunjung tinggi dengan sportif, supaya tidak terjadi lagi polemik untuk masa yang akan datang. Mohon maaf kalau ada salah dan janggal. Terima kasih.


Hirwan Saidi

unread,
May 27, 2014, 12:32:27 AM5/27/14
to rant...@googlegroups.com

Irwan Setiawan

unread,
May 27, 2014, 4:09:12 AM5/27/14
to rantaunet

Waalaikusalam bapak.. bapak yg saya hormati, saya juga salut dengan bapak, yang selalu eksis mendebat saya. Saya ucapkan terimakasih. Di kompasiana, di web saya, di blog pribadi, di rantau ini juga. Tapi dengan kerendahan hati saya ingin menyampaikan ucapan terumaksih dan rasa ingin bertemu dengan bapak, dalam suasana diskusi dan jalan mencari kebenaran.
Di tingkat kecamatan telah pernah dibahas pak, untuk duduk basamo mambahas perang kamang. Kok apak ado sumber sahih, bisa di titip an ka urang kantua wali nagari. Atau kalau apak surang ingin mambao nyo, basobok kito bisuak ko. Awak punyo pulo bebrapa sumber. Dak usah wak debat dunia maya sampai wak bisa dudual basmo pak. Sagan wak di klrga rantau net. Digalak an beko,, untuak mancari konsep perang kamang se sesama urang kamang heboh,, kecek rantau net.. kalau awak sangatnmanunggu kaba apak,, bilo ka basobok duduak basamo.
Kok apak nio sumber dari koran bulando tahun 1908 bulan juli nyo ttg perang kamang bia wak kirim. Apo email apak?.

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "Hirwan Saidi" <hirwans...@gmail.com>
Tanggal: 27 Mei 2014 12:28
Subjek: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: <rant...@googlegroups.com>
Cc:

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

asmun sjueib

unread,
May 27, 2014, 5:00:25 AM5/27/14
to rant...@googlegroups.com, hirwans...@gmail.com, mesti...@yahoo.com, zulhasril nasir, M.C. Baridjambek
Aww. Dunsanak Palanta n.a.h.
aaa) Menarik hal pokok sejarah Perang Kamang dan ambo manyimak seketek ditapi galanggang. Dari ungkapan dan beberapa penjelasan yang ambo baco nampak jaleih bahwasanyo baluen ado suatu stratejik paper/penulisan sejarah Kamang secara ril dan utuh kalau dapeik ambo katokan sebagai samparuno ;
bbb) Alangkah elok dan baik sakironyo pihak2 nan takaiek tarutamo sejarahwan apolaie penduduk dikawasan Kamang untuk saling berkomunikasi dan dimano paralu duduk basamo-samo kopi dareik mangumpuakan  data, informasi, dokumen, dan lain2nyo dengan bimbingan ahli sejarah sabuik sajo Prof.Mestika Zed (Amsterdam University), Dr.Asvi Warman (LIPI), Prof.Dr. Zulhasril Nasir, M.Si (Fisip UI Depok), dan lainnyo.
ccc) Semoga pabilo ado diskusi "ateih langiek"  melalui Palanta nanko elok juo. Salamaiek berdiskusi.
Wass. Haasma Depok (Lk/69)


Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Irwan Setiawan

unread,
May 27, 2014, 5:13:34 AM5/27/14
to rantaunet

Taerimakasih pak asmun sjueib, alhamdulillah bapak dapat memahami dinamika ini, sekarang di tingkat kecamatan telah mengiri, surat ke kabupaten untuk mendatangkan ahli tsb

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "'asmun sjueib' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Tanggal: 27 Mei 2014 16:00
Subjek: Bls: Fwd: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>, "hirwans...@gmail.com" <hirwans...@gmail.com>, "mesti...@yahoo.com" <mesti...@yahoo.com>, "zulhasril nasir" <zule...@yahoo.com>, "M.C. Baridjambek" <bes...@rad.net.id>
Cc:

Maturidi Donsan

unread,
May 27, 2014, 6:09:55 AM5/27/14
to rant...@googlegroups.com

Sanak Haasma, nak Irwan dan sanak diplanata n. a h

 

Sejarah perjuangan urang minang melawan penjajah ko sangat penting bagi kito urang minang, sangat baik di tulis dari sekarang selagi beberapa saksi sejarah masih ada, setidaknya ada generasi penerusnya.

 

Kok dapek bapak –bapak yang  Haasma, sebutkan, bisa masuk ke RN atau sudah masuk hanya ambo nan kurang informasi.


Kalau Haasma ada akses ke beliau tu, cubolah rasok-rasok /undang , mudah-an beliau namuah,  tambah ciek lai pak Taufik Abdullah

 

Di RN ko nan alah ado nampaknyo dan pernah didengar dialog beliau, Irwan Setiawan Spd dan Dr Wannofri.

 

Kalau beliau masuk kita akan lebih banyak kemudahan mengenai sejarah terutama Minang. Kita bisa banyak bertanya dan mengklarifikasinya langsung kepada beliau.

 

Wass,

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

Irwan Setiawan

unread,
May 27, 2014, 11:24:35 AM5/27/14
to rantaunet

Tarimokasih pak maturidi,, s3cara pribadi awak memang ingin duduak basamo jo apak2 urang tuo nan tau sumber swjarah ko. Awak kiro pak hirwan tu banyak tahu, tapi lah beb2brapa kali wak ingin diskusi basobok,, baliau dak pernah mambaleh keinginan ambo tu
Kini pak camat jo kadis sosial agam lah ma usul untuak mendatangkan salah seorang ahli sejarah tu. Mohon doanya pak.

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "Maturidi Donsan" <matur...@gmail.com>
Tanggal: 27 Mei 2014 17:09
Subjek: Re: Bls: Fwd: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc:

asmun sjueib

unread,
May 27, 2014, 12:54:21 PM5/27/14
to rant...@googlegroups.com, M.C. Baridjambek, Maturidi Donsan, mesti...@yahoo.com, zulhasril nasir, hirwans...@gmail.com

Aww. Palanta n.a.h.
aaa) Tarimokasieh atas tanggapan dan saran tsbk. Memang lah sajak lamo ambo mangusulkan supayo di RN ado kelompok2 nan bakarajo sasuai dengan keahlian, keinginan, kehendak masing2 dimano ambo sabuiklah sebagai POKJA sejarah Minangkabau nan terdiri dari SC dan OC ;
bbb) Silahkan bakumpue diateih langiek melalui email dan dimano paralu melalui skype sarato pada wakatu nan sasuai dapeik kopi darek.
ccc) Ambo sacaro pribadi iyo laie indak punyo kemampuan labieh, namun satidak2nyo ambo dapeik manyumbangkan sekedar pemikiran2 kearah terwujudnyo keinginan wak basamo. Seperti contoh Angku Guru MCB alah hampie manyalasaikan sejarah Inyiek Djambek misalnya, mungkin banyak pulo nan lain seperti Sejarah Parang Kamang nanko.
ddd) Ambo sacaro pribadi sadang mancubo manyusun sejarah perjoangan rang gaek anggota PPKRI eks Digoelist saangkatan Bung Hatta, Djamaluddin Tamin, H.Asbiran Jacob, dll.
Semoga ado sejarawan Mudo rang Minang nan dapeik turun kagalanggang nanko.Amin.
Wass. Haasma (lk/69/Depok)

Irwan Setiawan

unread,
May 27, 2014, 1:06:02 PM5/27/14
to rantaunet

Tarimokasih banyak pak asmun sjueib,, secara pribadi awak pun sdg baraja pak,, mancari sumber nan ado. Secara konsep kecek pak mestika zed, perang kamang ko miskin sumber primer dr bangsa indonsia, ttapi tulisan nan sangat mandukuang ado ciek,, yaitu tulisan syair perang kamang,, kisah hiduik anak h.abdul manan, dimaso perang kamang sampai baliau tabuang ka makassar. Tapi koran bulando banyak manulis ttg perang nanko. Masalah nyo kini,, ttg sumber bulando ko wak pribadi dak lo jaleh tuak mantraletkan nyo.. kok ado lo ahli kito di bahaso ulando,,, wak sangat tunggu partisipasi mantraletkan sekirat setengaj halaman..
Sahinggo debat nan tajadi jaleh dasar, jaleh sumber,, dak asal sanggah...
Kalau wak rantang ttg duduak nyo lareh tu,,, dalam adat minang,, lareh nan panjang jo nan bunta tu yg di ubah oleh nyiak enceh dengan manduduak an tuanku jo kadi,, itu sabana mukasuik ambo ttg pengaturan lareh tu pak hirwan,, bukan aturan ulando..tu laras dan struktur buatan bulando tu.. tapi ko lareh adaik...
Bagi apak, ibuk dunsanak nan ado kemampuan mantranslet bahaso bulando sangat ambo tunggu

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "'asmun sjueib' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Tanggal: 27 Mei 2014 23:54
Subjek: Bls: Fwd: Re: Bls: Fwd: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "M.C. Baridjambek" <bes...@rad.net.id>, "Maturidi Donsan" <matur...@gmail.com>, "mesti...@yahoo.com" <mesti...@yahoo.com>, "zulhasril nasir" <zule...@yahoo.com>, "hirwans...@gmail.com" <hirwans...@gmail.com>

asmun sjueib

unread,
May 28, 2014, 12:32:45 PM5/28/14
to rant...@googlegroups.com
Tks. komentar dan informasi tsbk. Ambo kiro masih ado Ddn. Suryadi di Leiden Ulando, mudah2an liau dapeik maluangkan saketek wakatu untuk mancigok-cigok diberbagai arsip yang tersebar diberbagai perpustakaan nan ado di Ulando. Kalau dapeik ambo cubo pulo ka Datuk Harry Albert Poeze nan sadang manulieh sejarah biografi Datuk Tan Malaka, nan manuruik liau tahun muko akan tabiek jilid 6 nyo. Mohon bersabar jo Datuk nan surang ko walaupun beliau pernah jadi Direktur Penerbitan KITLV The Netherlands. Insya Allah wak cubo juolah.
Wass. H.Asmun

asmun sjueib

unread,
May 28, 2014, 12:50:43 PM5/28/14
to rant...@googlegroups.com, Harry Poeze, Harry Poeze, ibarsja...@gmail.com
Beste Harry dan all big family members di Belanda.
aaa) Semoga semuanya baik2 dan sehat2 disini Castricum.
bbb) Semoga penyelesaian buku jilid terakhir tentang Datuk Tan Malaka akan sukses termasuk perbaikan2 dan penyempurnaannya. Ameen.
ccc) Terkait dengan sejarah di Minangkabau khususnya Perang Kamang mohon bantuan Harry mendapatkan List of referencesnya, termasuk kalau ada tulisan lengkapnya termasuk archives Pemerintah Belanda untuk penulisan sejarah rakyat Minangkabau yang masih berserakan dimana-mana.
ddd) Bantuan dan perhatian Harry, saya mengucapkan terimakasih serta Salam hangat Hengky Novaron Arsil DTM, Ibarsyah sekel. dll.
Hartelijk Groet,
Haasma Depok.
Salam juga dengan Bonnie yang sedang mondok  di Belanda.

Irwan Setiawan

unread,
May 28, 2014, 7:47:41 PM5/28/14
to rantaunet

Tarimokasih banyak pak, atas bantuan dan permintaan bapak ka apak2 nan paham dan tau ttg sumber sejarah di bulando. Moga pak harry a , pak suryadi meluangkang sedikit waktu tuak maubek galau hati nan luko pak..
Tapi untuak bahan nan lah ado di ambo,, bahan koran bulando jo artikel bahaso inggirih kok ado apak, ibuk sanak nan bisa mantrasletkan sangat ambo tunggu,, kok paralu file nyo ambo kirim ka rantau net.
Untuak pak hirwan, ambo ,masih manunggu konfirmasi apak,, bilo wak ba diskusi,,bisa pribadi atau tingkek nagari atau di kecamatan. Wassalam ananda. Irwan setiawan. Pakan sinayan

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "'asmun sjueib' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Tanggal: 28 Mei 2014 23:50
Subjek: Bls: Fwd: Bls: Fwd: Re: Bls: Fwd: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>, "Harry Poeze" <po...@wanadoo.nl>, "Harry Poeze" <po...@kitlv.nl>, "ibarsja...@gmail.com" <ibarsja...@gmail.com>
Cc:

asmun sjueib

unread,
May 28, 2014, 9:16:33 PM5/28/14
to rant...@googlegroups.com
Aww. Pak Irwan kalau memang baitu sabalun  lupo, buekkan lah copy bahaso ulando tu kalau indak banyak bana di scan dan tolong di-email langsung ka Datuk Hary tu, nti ambo kecekkan bantuan liau. Insya Allah  copy email alah ambo tembuskan ka liau.
Wassalam, Haasma Depok

Haswin Darwis

unread,
May 29, 2014, 2:00:55 AM5/29/14
to RantauNet
salam adinda Irwan  dan Pak Asmun sarato dnsanak di RN

Ambo sangat terharu manbaco tulisan adinda Irwan dan ulasan dari pak Asmun untuk menegakkan kembali dan memperingati pejuang pejuang Minangkabau termasuk Tuangku Nan Renceh Perang Kamang salah satu sejarah pejuang Minangkabau harus dilalukan dan di buku kan agar generasi akan datang tahu sejarah pejuang minang  dan kami perantau dari Ranah subarang tentu juo ingin tahu sejarah minangkabau

Insya Allah kami ranah Subarang ingin  menpersembahkan  Teater  Pahlawan Nasional Tuangku Imam Bonjol akan di pentaskan di Malaysia dan kerja sama dengan berapa tokoh budaya Minangkabau dari Jakarta Mudah2an cita cita ini akan tercapai (rencana Akhir Tahun ini 2014 ini)

Untuk Maklumat sanak Irwan Anak kamang di Malaysia ko banyak nan hebat dan berhasil nanti buliah ambo manjabatani kapado parsatuan KOTAS nanti nyo

wasalam
Saiyo Sakato Kito Basamo
HD St Barbanso Piliang
Baso Agam
Kuala Lumpur

Irwan Setiawan

unread,
May 29, 2014, 6:01:55 AM5/29/14
to rantaunet

Tarimokasih banyak mamanda hiswan darwin di tanah subarang.,, untuang ado jalan nan di carian dek rang rantau kito disinen. Mamak caliak an juo tulisan kami ka rang rantau,  tu mak.. mano tau baliau2 tertarik mambanyak tuak buku2 bacaan dek adiak2 kito di kampuang kamang.
Ko aqak sdg cari jalan tuak di jadikan buku saku anak sekola di kampuang

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "'asmun sjueib' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Tanggal: 29 Mei 2014 08:16
Subjek: Bls: Fwd: Bls: Fwd: Bls: Fwd: Re: Bls: Fwd: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc:

Irwan Setiawan

unread,
May 29, 2014, 6:03:23 AM5/29/14
to rantaunet

Tarimokasih banyak mamanda asmun sjueib,, bahannyo lah wak kirim di rantau tu mak..kok ado email amak mantap bana. Wak kirim ka email amak sajo.. bahan koran ulando tu paliang 4 alinea mak. Tarimokasih mak

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "'asmun sjueib' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Tanggal: 29 Mei 2014 08:16
Subjek: Bls: Fwd: Bls: Fwd: Bls: Fwd: Re: Bls: Fwd: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc:

Irwan Setiawan

unread,
May 30, 2014, 11:49:39 AM5/30/14
to rantaunet

Asslkum mamak asmaun sjueib,,,, e.mail amak apo kolah alamat nyo..bia wak kirim file koran bulando tu.. tarimokasih mak

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "'asmun sjueib' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Tanggal: 27 Mei 2014 16:00
Subjek: Bls: Fwd: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>, "hirwans...@gmail.com" <hirwans...@gmail.com>, "mesti...@yahoo.com" <mesti...@yahoo.com>, "zulhasril nasir" <zule...@yahoo.com>, "M.C. Baridjambek" <bes...@rad.net.id>
Cc:

asmun sjueib

unread,
May 30, 2014, 2:13:26 PM5/30/14
to rant...@googlegroups.com, ibarsja...@gmail.com, zulhasril nasir, M.C. Baridjambek
Aww. Ddn. Irwan Setiawan n.a.h. Email ambo : kinn...@yahoo.co.id ; Datuk H.A.Poeze ( HAP) : alah ambo kirimkan kaliau di KITLV-Leiden Universiteit, The Netherlands. Semoga liau alah sampai. mungkin Ddn. Suryadi juo alah koordinasi ka HAP. Wak tunggu iyo. Maaf ambo copy kan juo ka Prof. ZN Fisip UI, MCB, HM Ibarsjah. (Kekerabatan Bungo Satangkai Suliki/Sumando kekerabatan Kaltim ). Wass. Haasma Depok.

Irwan Setiawan

unread,
May 30, 2014, 7:13:42 PM5/30/14
to rantaunet

Tarimokasih banyak mak,, tp file koran tu wak kirim juo ka mamak, di tingkek kecamatan memang lah dinbahas, lah dinusulkan ka kabupeten tuak pembahasan ttgn perangnkamang secara ilmiah dan oleh ahli profeaional, bia dak simpang siur, dan target akhir mangangkatnseluruh pimpinan yg memang di akui dalam sejarahnya sebagainpahlawan nasional. Insyaallah peringatan tahun kini pak gubernur ka siko, sbg inspektur.
Wassalam
Irwan setiawan.

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "'asmun sjueib' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Tanggal: 31 Mei 2014 01:13
Subjek: Bls: Fwd: Bls: Fwd: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "ibarsja...@gmail.com" <ibarsja...@gmail.com>, "zulhasril nasir" <zule...@yahoo.com>, "M.C. Baridjambek" <bes...@rad.net.id>

Irwan Setiawan

unread,
Jun 1, 2014, 3:11:32 AM6/1/14
to rantaunet

Salah satu sumber koran belanda tahun 1908 ttg perang kamang. Moga ada ahli bahasa belanda yg bisa mentranslet. Terimakasih sebelumnya

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "Irwan Setiawan" <irwanse...@gmail.com>
Tanggal: 31 Mei 2014 06:13
Subjek: Fwd: Bls: Fwd: Bls: Fwd: [R@ntau-Net] Re: MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rantaunet" <rant...@googlegroups.com>
Cc:
1401548108.jpg

asmun sjueib

unread,
Jun 1, 2014, 9:33:32 PM6/1/14
to rant...@googlegroups.com, Harry Poeze, Harry Poeze, Irwan Setiawan, ibarsja...@gmail.com, hengky...@ymail.com

Beste Harry A.Poeze beserta sekelbes di Castricum,
Sesuai dengan email terdahulu dan adanya permintaan dari kawan kita untuk hal terlampir, mohon bantuan Harry dapat menerjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan ucapan terima kasih.
Hartelijk groet,
H.Asmun
Catatan : Mohon bantuan juga pabila ada references lainnya dalam menyempurnakan tulisan sejarah Perang Kamang tsb.

Akmal Nasery Basral

unread,
Jun 1, 2014, 11:40:35 PM6/1/14
to rant...@googlegroups.com
Sanak Irwan Setiawan n.a.h.

sekadar masukan kecil dulu. Judul "Mendudukkan Perang Kamang 1908 Dalam Kerangka Berfikir Sejarah" kurang tepat karena sejarah di sini sebagai obyek dan tak bisa berpikir (dengan "p" bukan "f"). Yang bisa berpikir, antara lain, masyarakat Minang.

Alternatif judul yang bisa dipakai adalah:

1. Perang Kamang 1908 Dalam Kerangka Berpikir Masyarakat Minangkabau, atau
2. Mendudukkan Perang Kamang 1908 Dalam Sejarah Minangkabau.

Wassalam,

ANB
46, Cibubur



Pada 20 November 2013 08.10, Irwan Setiawan <irwanse...@gmail.com> menulis:

OLEH IRWAN SETIAWAN, S.Pd

            Sejarah Perang Kamang, adalah sebuah kata-kata ringan yang mudah disampaikan oleh siapapun, mulai dari orang kampung sampai ke kota, orang terpelajar hingga buta aksara, tokoh terkenal sampai orang takpaham apa-apa. Ketika masyarakat Kamang sendiri mulai terpelapas dari rasa menghargai Perang Kamang itu pernah ada, terkadang kita disentakkkan oleh berbagai informasi yang rancu dan aneh tentang Perang Kamang. Sebagai penyegar ingatan kita tentang Perang Kamang maka ada baiknya kita kembali membaca, memahami dan menilai sendiri tentang keberadaan dan nilai-nilai patriotisme dari perang belasting tersebut. Karena ketika kita mulai lupa dengan sejarah, maka ada kemungkinan “jalan di anjak urang lalu, cupak di tuka urang manggaleh”

            Kamang kalau dilihat secara kesatuan administrative pada pada tahun 1890-an bisa dilihat dari dua sudut : Kamang sebagai Kelarasan, yang meliputi 4 (empat) nagari yaitu : KAMANG,   BANSA-PAUH  (yang disebut juga Nagari Bukik),  SUAYAN dan SUNGAI BALANTIAK. Namun kalau kita kaji ke perode Perang Paderi, khusus untuk kelarasan Kamang ini ternyata telah disusun dan di strukturisasi oleh Tuanku Nan Renceh dan menempatkan pusat kelarasan Kamang di Bagari Kamang Bukik (Bansa-Pauh) bahkan beliau membentuk kesatuan dalam ikatan benteng Kamang yang membentang dari Kamang Mudiak sampai ke Salo. Dan ini merupakan salah satu benteng kuat pertahanan Paderi sebelum pindah ke Bonjol. 

            Perang Kamang 1908 adalah perang terbuka yang meledak pada 15 Juni 1908 dan merupakan salah satu puncak dari kemelut suasana anti penjajahan rakyat Sumatera Barat dalam menentang penjajahan Belanda. Di sini akan terlihat gambaran nyata dari bentuk semangat dan pengorbanan rakyat Kamang, baik kalangan adat, agama, cerdik pandai, pemuda/pemudi, bahkan kaum ibu dalam melawan serta berusaha mengusir Belanda, yang dari segi politis dapat dikatakan sebagai bukti sumbangan yang pernah mereka tunjukkan kepada Bangsa Indonesia.

            Kesadaran anti ter­hadap penjajahan yang diyakini Bung Hatta-pun diper­caya berawal dari peristiwa Perang Kamang tersebut, hal itu dapat kita rujuk ketika sang proklamator melihat “urang rantai” yang digiring Belanda lewat di de­pan rumah beliau, dan Inyiak beliau ber­kata: “Tu urang Kamang nan malawan Bu­lando” (Memoir Muhammad Hatta, 1979). Paman dari Bung Hatta pun pernah menceritakan kejadian Perang Kamang kepada beliau sehingga di depan rumah beliau di Bukittinggi sering terlihat penjagaan dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang masuk dan keluar kota Bukittinggi.

            Penyebab dari munculnya perlawanan masyarakat Kamang ialah pelanggaran Belanda terhadap perjanjian Plakat Panjang yang dikeluarkannya pada masa Perang Paderi, dimana salah satu isinya ialah “Pemerintah tidak akan mengadakan pungutan-pungutan berupa pajak, hanya kepada rakyat dianjurkan menanam kopi”. Sejak keluarnya Plakat Panjang masyarakat tidak lagi dipungut pajak, namun di awal tahun 1908 masyarakat diminta menanam kopi dan diperetengahan tahun tersebar kabar bahwa dari penanaman kopi itu akan di pungut pajak (belasting).

            Akhirnya muncullah perlawanan dari rakyat, berbagai ketidak senangan ditunjukkan. Khusus di Kamang para pemimpin mulai menyusun kekuatan untuk melawan kehendak Belanda yang ingin menghisap darah rakyatnya.  Rujukan utama dari masyarakat Kamang Mudiak mengenai Perang Kamang ialah “Syair Perang Kamang” yang dikarang oleh Haji Ahmad Marzuki putra dari Haji Abdul Manan. Kekuatan yang dihimpun saat itu dalam artian kekuatan yang sangat sederhana dan sangat tradisional.

                Pergolakan perang Kamang di gerakkan oleh H. Abdul Manan dimana beliau dikenal sebagai tokoh agama yang disegani, beliau adalah guru agama yang didatangi dan di kunjungi oleh masyarakat sebagai tempat bertanya dan belajar tentang agama baik dari kamang Mudik sekarang, Kamang Hilir sekarang, Tilatang, Magek, Palupuh bahkan sampai dari Pasaman. Beliau sama-sama pulang dari Mekkah tahun 1877 dengan H. Jabang (Syekh Janggut) dari Pauah. Tokoh-tokoh penting yang belajar agama kepada H. Abdul Manan diantaranya : Dt. Rajo Penghulu (Kamang Hilir sekarang), Dt. Parpatiah (Magek), Datuak Rajo Kaluang (Tilatang). Mereka inilah yang menjadi tokoh-tokoh sentral dalam perang Kamang. Sehingga bisa dikatakan bahwa dalam perang Kamang yang terlibat adalah Alim Ulama / Tuanku, Niniak Mamak, Cadiak Pandai-ahli strategi, bahkan melibatkan generasi muda-pemuda dan para bundo kanduang.

            Westenenk juga menceritakan keadaannya di Kamang pada tanggal 15 sampai 16 juni 1908 ;

Dalam nota kilat saya tanggal 14 bulan ini saya melaporkan bahwa keadaan di   Kamang dan di Magek sangat serius, tidak menguntungkan dan diharap segera tindakan diambli. Dan saya mengusulkan menangkap para pengacau itu dengan bantuan tiga patrol tentara. Kemudian setelah diadakan penangkapan-penangkapan di tangah (Kampung Tangah-rumah H. Abdul Manan) kita tunggu saja apa yang akan dikerjakan penduduk. Ditetapkan untuk mengadakan penangkapan-penangkapan di malam hari dan berangkat ke sana Senin mala pukul 9.30. Hari senin tanggal 15, Kepala laras Tilatang mengatakan kepada saya bahwa H. Abdul manan dari Bangsa (Nagari Ilalang, Laras Kamang) mempunyai 30-50 murid yang bersedia mati (pasukan berani mati syahid). Mereka diberi jimat oleh haji tersebut. Selain itu dilaporkan juga bahwa banyak pandai besi dari Koto Baru (Laras Salo) mendapat banyak pesanan senjata tajam hingga tidak dapat memenuhi semuanya. Kepala Laras Kamang mengingatkan rakyatnya bahwa kompeni akan datang hari senin (dia mengerti bahwa kita segera akan bergerak). Sewaktu mau berangkat ke resepsi di rumah residen saya dengar pula bahwa Haji Abdul Manan dengan kawan-kawan dapat dianggap sebagai pusat pergerakan. Oleh karena itu saya merubah rencana semula. Yakni saya ikut dengan patrol Bangsa Ilalang (rombongan tengah), tidak jadi dengan yang ke Magek. Tapi saya ingin sekali mengurus tangah, jadi dengan demikian mengambil 2 tempat yang sulit jarena saya ingin berada sendiri di sana. Sumber : Nota Westenenk, ditulis di   Bukittinggi       tanggal 25 juni 1908 No. 1.1/28. Kutipan dari makalah Rusli Amran “Peristiwa Kamang”

Hari Senin pagi tanggal 15 Juni 1908, sebagai hari perlawanan paling hebat di Sumatera Barat dalam menentang sistem blasting makin nyata, kedaan di Kamang makin panas. Warga diminta oleh para pemimpin masyarakat Kamang untuk tidak membayar pajak. Hari itu juga, J.Westennenk menghubungi Gubernur Sumatera Barat Hecler untuk mohon petunjuk mengenai tindakan yang harus diambil. Setelah Hecler menerima perintah Gubernur General Van Heutez, maka diperintahkanlah untuk menyerbu Kamang. J.Westennenk lalu mengumpulkan 160 orang pasukan pilihan yang kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Menjelang sore mereka segera bergerak dari Bukittinggi menuju Kamang dari tiga jurusan:

1. Pasukan pertama yang terdiri dari 30 orang, masuk dari Gadut, Pincuran, Kaluang, Simpang Manduang terus menuju Pauh, dipimpin oleh Letnat Itzig, letnan Heine dan Cheiriek. Diperkirakan disana mereka mencari Syekh H. Jabang (pimpinan II perang dari Pauah) yang merupakan orang penting dalam perlawanan terhadap pajak.

2. Pasukan kedua, yang terdiri dari 80 orang serdadu dipimpin J.Westennenk (Kontrolir Agam Tua), Kontrolir Dahler bersama Kapten Lutsz, Letnan Leroux, Letnan Van Heulen, masuk melalui Guguk Bulek, Pakan kamih, Simpang 4 Suangai Tuak, berbelok di Kampung Jambu, Ladang Tibarau, Tapi dan terus ke Kampung Tangah. Untuk menyergap H. Abdul Manan (pimpinan I perang dari Kampuang Tangah). Pimpinan pasukan Belnada ini jam 23.00 wib (jam 11.00 malam mereka telah sampai di sekitar kampung tangah. Kedatangan mereka diketahui para petugas ronda malam, yang merupakan bagian dari pasukan H. Abdul Manan seperti Angku Rumah gadang, Angku Basa dan beberapa orang pembantunya. Mereka mencari-cari keberadaan H. Abdul Manan mulai dari kampung budi, terus ke kampung tangah namun tak menemukan H. Abdul Manan. Belanda meyakini bahwa beliaulah pemipin perlawanan rakyat Kamang tersebut.

3. Sedangkan pasukan ketiga yang berkekuatan 50 orang serdadu di bawah pimpinan Letnan Boldingh dan pembantu Letnan Schaap, masuk melewati daerah Tanjung Alam, Kapau, Bukik Kuliriak, Magek, Pintu Koto. Untuk menyergap para pimpinan dan tokoh penentang Blasting di daerah Kamang bagian hilir seperti Dt. Rajo Penghulu, Kari Mudo.

Menurut catatan Buchari Nurdin, akhirnya sekitar pukul 02.30 dinihari, tanah Kamang berubah menjadi front pertempuran hebat, antara pasukan Belanda dengan pasukan rakyat. Rakyat dipimpin oleh H Abdul Manan, yang sebelumnya, telah bersiap-siap menghadang kedatangan pasukan Belanda. Sejumlah tokoh pejuang lainnya, yang juga telah siap dengan pasukan mereka masing-masing. Seperti Haji Jabang dari Pauh, Pado Intan, Tuanku Parit, Tuanku Pincuran, Dt Marajo Tapi, Dt Marajo Kalung, Dt Perpatih Pauh, Sutan Bandaro Kaliru, pendekar wanita dari Bonjol Siti Maryam, Dt Rajo Penghulu bersama istrinya, Siti Aisiyah,. Begitu juga pasukan rakyat yang berada di Kamang Ilia. Dengan dipimpin Kari Mudo, Dt Perpatiah Magek, Dt Majo Indo di Koto Tangah, Dt Simajo Nan Gamuk berusaha bahu membahu melawan pasukan Belanda. Pertempuran sengit berakhir sudah. Pasukan Westenenk mundur menuju Pauh sembari membawa tawanan Dt Perpatih. Pasukan rakyat memperoleh kemenangan gemilang lantaran semangat dan koordinasi yang tinggi. Tentara Belanda berhasil dibuat kucar kacir. Tetapi J.Westennek sempat meloloskan diri dan minta bantuan ke Bukittinggi. Dan setelah mendapat bantuan dari Padang Panjang, datanglah kembali pasukan Belanda, dan perang kedua inilah yang membuat pasukan rakyat Kamang kalah dan banyak korban yang berjatuhan. Angka korban yang simpangsiur diantaranya dapat dilihat di Koran-koran yang terbit di Padang menyebut angka 250 orang rakyat Kamang tewas, Belanda sendiri menyebut sekitar 90 orang atau lebih. H. Abdul Manan juga syahid dalam pertempuran 15 Juni menjelang subuh 16 Juni itu. 

Sebagai wujud penghargaan dan penghormatan bagi pejuang perang Kamang, dan agar kita generasi muda tidak lupa dengan peritiwa bersejarah itu maka pemerintah melalui kunjungan Menko Keamanan dan Pertahanan Jendral A.H.Nasution  meresmikan Makam yang terletak di dusun Kampung Budi Jorong Pakan Sinayan, Nagari Kamang Mudik. diresmikan penggunaannya  sebagai Komplek makam pahlawan ini diberi nama "Komplek Makam Pahlawan Perang Kamang Haji Abdul manan" pada tanggal 15 Juni 1962. Didalamnya terdapat 21 pahlawan yang meninggal pada perang Kamang tahun 1908 M. Para pahlawan yang dimakamkan di kompleks ini diantaranya : H. Abdul Manan, Kari bagindo, Haji Musa (Kakak H.Abdul Manan), Kadir St. Bagindo, ML. Sinaro, LB. Mudo/LB Kampua, Dt. Batudung, Udin/Idi, Suid Tk Parit panjang, Datuk N. Tingap, Sanan PK. Basa, Dt. Nan Hijau, MI. Saulah, M. Pandeka Mudo, Datuk Pandeka Ade, Deman, Usman, St. Mantari, M. Intan Mudo, Lb. Sutan, Kadir Bagindo.

            Selain yang di makam pahlawan ini, para pejuang perang kamang lainnya ada juga yang di kebumikan oleh pihak keluarga di makam keluarga atau pandam pakuburan suku-masing masing, sesuai dengan adat minangkabau dan ada juga di makam pahlawan Kamang Hilir.

            Gambaran singkat ini tentu takkan bisa menggambarkan bagaimana pengorbanan pejuang Perang Kamang saat itu, tapi setidaknya ini bisa member pencerahan bagi masyarakat Sumatera Barat bahwa pernah ada perang yang begitu heroic di daerah Kamang dengan melibatkan berbagai tokoh, berbagai perang, dan beribu dampak yang dirasakan masyarakatnya. Sebagai penyimpul bahasan ini untuk konteks ke kini an adalah : Persatuan Alim Ulama, Niniak Mamak, dan Cadiak Pandai di sebuah nagari akan membuat kekuatan perjuangan dan pembangunan nagari akan maksimal. Setiap tindakan dan usaha harus didasari oleh niat karena Allah, karena itu akan menjadikan usaha kita tersebut sebagai sebagai amal ibadah. Jangan melupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk melaksanakan Ibadah dan amal baik. Karena itu lah menjadi dasar atau pondasi kita untuk menghadapi tantangan masa depan dan diramu dengan ilmu. Perjuangan menentang penjajahan, kezaliman, dan ketidak adilan adalah sebuah keharusan, jadi kita sebagai gerenasi muda harus memperlihatkan usaha dan tindakan untuk menentang kezaliman dan penjajahan bahkan bentuk penjajahan di era modern seperti sekarang. Sebagai penutup “Tiap nagari punya episode yang bisa dibanggakannya. Tapi episode Kamang menjadi kebangaan Ranah Minang”. Jangan cabut Perang Kamang dari akar sejarahnya, Karena itulah identitas kami orang Kamang”.

 

 

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Irwan Setiawan

unread,
Jun 2, 2014, 4:06:53 AM6/2/14
to rantaunet

Tarimokasih pak ANB,, awak manjudulkan itu dek ado pihak2 nan bermain mata dengan sejarah perang kamang pak.
Tapi atas masukan apak ambo ucapkan tarimokasih

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "Akmal Nasery Basral" <ak...@rantaunet.org>
Tanggal: 2 Jun 2014 10:40
Subjek: Re: [R@ntau-Net] MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages