Dunsanak Palanta RN n.a.h.
Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a. adalah salah seorang muslim dengan tingkat kecerdasan yang sangat tinggi, sehingga dengan kecerdasan itu beliau menegakkan keadilan, yang awalnya luput terlihat oleh orang lain, hingga bisa diterima semua pihak.
Kisah di bawah ko ambo ambiak dari "Tarikh Al Khulafa" karya Imam As Suyuthi (terjemahan bahasa Indonesia, hal. 204-25) yang mengambil dari kitab "Al Ausath" karya Imam Tabrani.
-----
Alkisah ada dua orang duduk sambil makan siang. Yang satu memegang lima potong roti dan yang lain memegang tiga potong roti. Ketika mereka mulai makan, tiba-tiba ada seorang laki-laki mengucapkan salam. Kedua orang itu berkata, "Duduk dan makan sianglah bersama kami." Orang tersebut duduk dan makan bersama kedua orang tersebut. Ketiganya makan delapan potong roti dengan porsi yang sama. Orang yang ikut makan itu berdiri dan memberikan kepada keduanya uang sebanyak delapan dirham. Dia berkata, "Ambillah uang itu sebagai ganti makanan yang kumakan tadi." Kedua orang tersebut mulai bertengkar. Pemilik lima roti berkata, "Aku mendapat bagian lima dirham, sedangkan kau mendapat tiga." Sementara itu pemilik tiga potong roti berkata, "Aku tidak rela dengan cara pembagian ini, seharusnya dibagi dua." Lalu, keduanya mengajukan masalah ini kepada Imam Ali.
Mereka menceritakan kisah tersebut. Imam Ali berkata, "Temanmu yang memiliki lima potong roti telah memberimu penawaran. Dia memiliki lima potong roti dan itu lebih banyak daripada milikmu. Jadi, hendaknya kau terima bagian tiga dirham itu." Namun orang itu berkata, "Aku tidak rela, kecuali dengan pembagian yang sesuai, hak, benar, dan jujur." Imam Ali berkata, "Sebenarnya bagian yang adil untukmu hanya satu dirham, sedangkan dia mendapat tujuh dirham." Orang itu berkata, "Subhanallah! Jika memang demikian maka perlihatkanlah kepadaku cara pembagian yang benar dan aku akan menerimanya dengan senang hati."
Ali berkata, "Bukankah delapan potong roti itu sama dengan 24/3. Jumlah kalian tiga orang. Tidak ada di antara kalian yang makan lebih banyak atau lebih sedikit. Semuanya mendapat bagian yang sama. Kau makan 8/3, sedangkan milikmu hanya 9/3. Kawanmu juga makan 8/3, sedangkan miliknya 15/3. Berarti pemilik dirham itu memakan tujuh bagian milik temanmu dan satu bagian milikmu. Dengan demikian, sepantasnya kau mendapat satu dirham, sedangkan temanmu mendapat tujuh dirham."
Orang itu pun berkata, "Aku rela sekarang."
-------
Semoga bermanfaat.
Wassalam,
ANB
45, Cibubur