Sanak di Palanta nah.
Ini baru berita..
Seorang bayi telah dilahirkan di Israel (Palestina) yang mukanya mirip seperti dajjal, Allah (s.w.t) telah berkata di dalam al-Qur’an bahwa seorang bayi yang kelihatan seperti dajjal akan dilahirkan di Israel dan itu adalah petanda hari perhitungan (kiamat). Telah dinyatakan juga di dalam al-Qur’an bahwa tanda ini adalah sebahagian daripada tanda-tanda sebelum berlakunya hari pembalasan. Oleh karena itu, para muslimin dan muslimat seharusnya sudah mulai berubah dan menunaikan solat. Kamu tidak akan pernah tahu bila hari kiamat itu akan tiba. Pendudukan Palestina dan hancurnya Israel adalah salah satu dekatnya. Tanda-tanda Kiamat al :
-Homoseksual merajalela seperti umat Nabi Luth, kawin sejenis..
-Manusia memburuk-burukkan keturunan (kakek nenek) orang lain.
-Pakaian yang memamerkan hampir seluruh anggota badan
-Tiada lagi bintang di langit
-Manusia hilang
-Bangunan tinggi
-Kemunculan Imam Mahdi
-banyak nya pasar
-termegah-megah dgn masjid
-kemunculan Dajjal (dajjal bermata satu)
-Turunnya Nabi Isa (A.S)…
-Kemunculan Ya'jud dan Ma'juj..
-Terbitnya matahari dari barat; dimana pintu keampunan akan ditutup
-Dab’bat al-Ard akan muncul dari tanah dan akan memberi tanda kepada Muslim yang sebenarnya.
-Kabut selama 40 hari.. yang akan membunuh orang yg benar2 percaya pada Allah agar mereka tidak lagi perlu menyaksikan tanda-tanda lain. -Sebuah kebakaran yang besar (dahsyat)…akan menyebabkan kehancuran (kucar kacir)
-Kehancuran/kerusakkan Kaabah
-Hilangnya tulisan di dalam al-Qur’an.
-Sangkakala ditiup buat kali pertama; semua hewan dan orang kafir akan mati dan semua gunung dan bangunan akan musnah.
-Sangkakala ditiup buat kali kedua; semua ciptaan Allah akan mati dan akan dihimpunkan di padang Arafat untuk dihisab.
-Matahari akan menghampiri bumi…
Sebarkan..Iii
ZS dari Fb
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
<10574908_839854812705737_1608579323_n.mp4>
Mengenal Dajjal dari al-Qur’an dan Hadits Nabi Saw.
Dalam bahasa Arab, istilah dajjal lazim digunakan untuk menyebut “nabi palsu”. Namun, istilah ad-Dajjal, yang dimaksudkan di sini merujuk pada sosok “pembohong” yang muncul menjelang dunia berakhir atau kiamat. Sosok itu juga disebut sebagai al-Masih ad-Dajjal; yang dimaksudkan di sini adalah “Al-Masih Palsu”. Menurut beberapa sumber, istilah ini berasal dari istilah Syria, yakni Meshiha Deghala yang telah menjadi kosakata umum di Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum al-Qur’an diturunkan.
Dalam kamus Lisân al-‘Arab, dikemukakan bahwa Dajjal berasal dari kata dajala, artinya menutupi. Mengapa dikatakan menutupi? Karena ia adalah pembohong yang akan menutupi segala kebenaran dengan kebohongan dan kepalsuannya. Dikatakan “menutupi” karena Dajjal kelak akan menutupi bumi dengan jumlah pengikutnya yang sangat banyak. Ada juga yang berpendapat bahwa Dajjal kelak akan menutupi manusia dengan kekafiran atau ingkar terhadap kebenaran yang datangnya dari Allah Swt.
Menurut Al-Qur’an
Lalu, siapakah sesungguhnya Dajjal menurut rujukan utama dan pertama kita dalam menggali berbagai informasi, utamanya berkaitan dengan agama, yakni al-Qur’an al-Karim? Sayangnya, kata Dajjal ini tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an. Namun, sumber kedua kita, yakni hadits Nabi Muhammad Saw. banyak menginformasikan tentang Dajjal ini.
Mengapa Dajjal tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an? Pertanyaan ini perlu kita jawab terlebih dahulu sebelum menelusuri informasi tentang Dajjal dari hadits Nabi Saw. Jawaban yang sesungguhnya, sudah barang tentu, hanya Allah Swt. Yang Maha Mengetahui. Namun, para ulama memberikan pendapat mengenai hal ini.
Penyebutan Dajjal di dalam al-Qur’an sudah termasuk dalam kandungan ayat sebagai berikut:
“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu (pula).” (QS al-An’âm [6]: 158).
Dalam surat al-An’âm ayat 158 di atas disebutkan “tanda-tanda atau ayat Tuhanmu”, yang dimaksudkan adalah tanda-tanda kiamat, dalam hal ini adalah munculnya Dajjal. Sebab, disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Tiga hal apabila telah muncul (terjadi) maka tiada bermanfaat lagi sebuah keimanan bagi seorang yang belum beriman (sebelumnya): Dajjal, dâbbah, dan terbitnya matahari dari arah barat.”
Ada yang berpendapat bahwa tidak disebutkannya Dajjal secara langsung di dalam al-Qur’an adalah sebagai bentuk penghinaan kepada Dajjal yang di akhir zaman mengakui diri sebagai Tuhan. Hal ini berbeda dengan disebutkannya Fir’aun di dalam al-Qur’an, meski dia telah mengakui diri sebagai Tuhan, karena Fir’aun telah habis atau selesai masanya sehingga hal ini dapat sebagai peringatan atau pelajaran bagi umat manusia setelahnya. Namun, Dajjal akan hidup di akhir zaman dan akan menjadi ujian bagi umat manusia.
Demikianlah di antara jawaban dari para ulama tentang tidak disebutkannya Dajjal secara langsung di dalam al-Qur’an.
Menurut Hadits
Sedangkan di dalam hadits, melalui pandangan ruhani Nabi Muhammad Saw. yang tajam dan jauh ke depan, beliau banyak menyampaikan kepada para sahabat tentang sosok terkutuk Dajjal ini. Sungguh, informasi tentang Dajjal ini sangat perlu untuk diketahui oleh umat Islam di akhir zaman agar tidak terjebak oleh rayuan dan tipu muslihat Dajjal. Di antara informasi yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. tentang Dajjal adalah sebagai berikut:
Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, Rasulullah Saw. telah bersabda: “Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata, dan di antara kedua matanya tertulis kaaf, faa, raa.” (HR. Muslim).
Dari Hudzaifah r.a., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda: “Dajjal itu buta mata kirinya, berambut lebat, ia membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda: “Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya.” (HR. Muslim).
Berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw. sebagaimana tersebut, kita mengetahui bahwa Dajjal adalah sosok yang buta mata sebelah kirinya; membawa sesuatu yang dikatakan sebagai surga dan neraka; dan di antara kedua matanya tertulis kaaf, faa, raa.
Itulah ciri utama sosok menyeramkan yang disebut sebagai Dajjal. Sosok itulah yang kelak sebelum kiamat di akhir zaman yang akan muncul. Di kalangan ulama ahli hadits bersepakat bahwa hadits-hadits Nabi Saw. yang menginformasikan tentang Dajjal sebagaimana tersebut adalah sahih. Ini artinya, Dajjal diyakini akan muncul di akhir zaman.
Namun, sosok Dajjal sebagaimana yang disebutkan Nabi Saw., haruskah dipahami apa adanya sebagaimana zhahir hadits; ataukah bisa dipahami dengan pemaknaan yang lain? Di sinilah terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama. Semoga di pertemuan mendatang di blog sederhana ini dapat dilanjutkan pembahasan mengenainya.(http://amazzet.com)
Benarkah Bayi bermata Satu Yang Lahir Di Dunia itu Dajal?
Kembali dunia maya dihebohkan oleh adanya kemunculan foto bayi baru lahir bermata satu. Dalam berita yang berasal dari negara antah barantah itu, konon bayi tersebut lahir di Israel. Sayangnya sumber berita tersebut akurasinya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Demikian pula hasil gambaran fotonya juga masih menyimpan berbagai kejanggalan. Banyak pihak menuding bahwa rekayasa canggihpun tampaknya mudah saja dibuat oleh siapa saja yang punya kemampuan dan punya maksud tertentu. Sebaliknya banyak juga yang meyakini berita itu benar adanya.
Meski berita dan gambar tersebut masih banyak mengandung keraguan, namun tak pelak lagi berbagai komentar dan gunjingan dan spekulasi bermunculan. Isu pertama yang dihembuskan adalah telah lahir seorang Dajal di Israel. Benarkah Dajal ?
Dajal
Dalam ajaran Islam, Dajal (b. Arab: الدّجّال al-dajjāl “pembohong, penyamar”) ialah suatu makhluk jahat yang akan muncul sebelum Hari Kiamat. Dalam ajaran Kristian, Dajal dikenali sebagai Antichrist. “Dajal” adalah kata Arab lazim, digunakan dalam kata “nabi palsu”. Tetapi “Al-Dajal”, dengan rencana pasti, merujuk kepada “Si Penyamar”, satu pembohong spesifik akhir-masa. Ia adalah layak untuk nota yakni istilah Al-Masih Ad-Dajal (Bahasa Arab untuk “Si Masih Palsu”) adalah terjemahan berkait dari istilah Suryani “Meshiha Deghala”, dimana telah menjadi kosa kata lazim dari Timur Tengah selama lebih 400 tahun sebelum penurunan al-Quran, melalui Peshitta (dimana menggunakan istilah ini sebalik dari Greek “antichristos”).
Babagai foto "dajjal" nan alah lahia di RS Antah Barantah, hasia kapandaian Si Udin Kuriak mamainkan photo-shop :


