Desi Anwar: Mengapa KPU Meloloskan Megalomania-Delusional Prabowo Ikut Pilpres?

232 views
Skip to first unread message

Dedi Suryadi

unread,
Aug 7, 2014, 8:46:15 PM8/7/14
to Rantaunet

Assalamualaikum...

Kl ambo indak salah, Desy Anwar ko urang awak.
Prihatin ambo jo bahasonyo..
********

Mendorong Perubahan

Desi Anwar: Mengapa KPU Meloloskan Megalomania-Delusional Prabowo Ikut Pilpres?
| Rabu, 06 Agustus 2014 - 08:09 WIB | 598343 Views

Saya tidak tahu apa dosa Indonesia dengan mendapatkan karmanya memiliki seorang kandidat presiden yang pecundang yang tidak mau menerima kekalahan

JAKARTA, Baranews.co - Saya tidak tahu apa dosa Indonesia dengan mendapatkan karmanya memiliki seorang kandidat presiden yang pecundang yang tidak mau menerima kekalahannya dengan lapang dada, melanjutkan saja hidupnya, dan membiarkan negeri ini kembali menjalankan urusan sehari-hari.

Alih-alih, selama lebih dari dua minggu sejak kita menjalankan kewajiban memilih, lewat pemilu yang demokratis, damai, dan transparan, kita masih saja harus menenggang pidato-pidato retorikanya tentang hasil-hasil pemilu yang menurut versinya sendiri, ia semestinya dialah yang menang, pidato tentang Komisi Pemilihan Umum yang curang dan tidak demokratis, tentang seluruh proses pemilihan umum yang tidak sah karena didasarkan pada upaya penipuan yang masif dan sistematis. Semua itu hanya karena dia tidak sedang beruntung. Semua karena dia kalah.

Sebab hasilnya— sejak hasil perhitungan cepat (quick count) ditayangkan, sampai ketika hitungan resmi oleh KPU di bawah pengawasan ketat di seluruh negeri demi memastikan tidak ada ketidakwajaran yang terluputkan— secara konsisten dia berada di kubu yang kalah.

Padahal, selama berbulan-bulan kubunya telah dengan gigih dan tiada henti melancarkan upaya kampanye garang secara besar-besaran, efektif dan sistematis di setiap basis media yang sebenarnya sudah berhasil mendongkel kenaikan suara daripada yang semestinya ia dapatkan. Kendati telah mengerahkan upaya-upaya humas yang taktis dan besar-besaran untuk mengangkatnya menjadi tokoh penyelamat negeri ini ditambah lagi dengan berbagai aktivitas, baik yang secara terang-terangan maupun yang secara sembunyi-sembunyi, untuk mempengaruhi para pemilih agar memilihnya. Belum lagi entah berapa banyak uang, waktu, dan ahli strategi kampanye profesional, energi dan kenaikan tensi darah demi memenuhi ambisi seumur hidupnya: menjadi presiden di negeri ini.

Namun, dalam kenyataan, pemenangnya hanya boleh ada satu. Dan pemangnya sudah terpilih, dan bukan dia. Kendati apapun yang dicemoohkan kubu seberang, kendati ia telah mengumumkan ke seluruh dunia bahwa dialah sang pemenangnya, kendati seberapa banyak pun amarah dan ngamuk, fakta itu tidak bisa diubah. Kenyataan adalah banyak sekali kandidat presiden yang kalah di dunia ini ujung-ujungnya toh harus menerima kekalahan, seberapa pahitpun, tanpa harus jadi ngamuk-ngamuk yang membuat iba. Toh semua ini hanya dunia politik, bukan taman bermain di Taman Kanak-Kanak.

Alih-alih mundur dengan tenang dan anggun— yang merupakan tindakan terhormat, terutama bagi seorang yang perkasa dan patriot seperti pengakuannya tentang dirinya selama ini— dia telah mencuri terlalu banyak perhatian media yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memberi ucapan selamat kepada presiden terpilih yang baru, malah harus difokuskan bagi rasa sakit hatinya, rasa frustrasinya, dan perasaan terkhianati tiada terhingga.

Kan dialah simbol heroisme dan keberanian? Kan dialah seorang pendekar demokrasi? Kan dialah kastria berseragam berkilau para yang telah ditakdirkan untuk mengangkat rakyat Indonesia dari kebodohan, mentalitas-budak, dan dari penindasan pihak-pihak asing yang arogan itu?

Tidakkah jelas bahwa dialah sang pemenang pemilu yang sebenarnya dan yang sah, bukan lelaki kerempeng pembuat mebel yang tak jelas asal usulnya yang tidak pernah menunggang kuda, tak pernah menyandang senjata atau tak pernah membela negara dalam peperangan? Seorang yang tak punya nyali untuk berhadapan dengan seorang yang terlahir dari keluarga berada dan dengan keturunan yang dapat dilacak selama berabad-abad?

Pastilah ada kekeliruan. Ada kejahilan yang keji. Atau semacam konspirasi sistematis dan masif yang direkayasa oleh para pendukung Kekuatan Jahat untuk merampas tahta yang sepenuhnya telah menjadi miliknya sejak ia dilahirkan. Mereka yang berada di atas itu tidak pernah salah. Maka yang salah adalah seluruh proses pemilu ini. Dan adalah kewajibannya untuk meluruskan kesalahan itu, apapun yang terjadi, karena kalau tidak maka bahaya mengancam bila ketidakadilan tidak ditegakkan.

Tak masalah bahwa seluruh negeri menjadi tersandera oleh murkanya. Tak masalah bahwa ia memperlakukan lembaga-lembaga terhormat dengan cara hina macam seorang tiran penindas yang memuakkan dan agresif, dan ini ketika dia bahkan belum jadi presiden. (Hanya Tuhan yang tahu apa jadinya bila dia yang menjadi presiden).

Karena itu, saya sepenuhnya menyalahkan KPU karena dari awal telah membiarkan seorang megalomania delusional mengikuti pemilihan presiden. ***

Tulisan asli dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh Rani Rachmani Moediarta.

(Nugie Stine/Facebook)

Sumber: http://www.thejakartaglobe.com/opinion/desi-anwar-take-delusional-prabowo/

* Catatan Redaksi:

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

- Megalomania adalah kelainan jiwa yang ditandai khayalan tentang kekuasaan dan kebesaran diri

- Delusi adalah pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal
© 2013 baranews.co

Wassalam dan terimakasih
dedi suryadi

Bunda Nismah

unread,
Aug 7, 2014, 9:29:13 PM8/7/14
to rant...@googlegroups.com
Desi memang orang Minang dan dia bebas memberikan pendapatnya tak perlu dia menurut anda yang sudah mengkultuskan seseorang capres.

@Hayatun Nismah Rumzy#

Aprinal Saldi

unread,
Aug 7, 2014, 10:06:45 PM8/7/14
to rant...@googlegroups.com
Kadang heran kita..
Dikala ada yg kontra (pendukung lawan) ikut menanggapi, memposting yg tidak sepaham dengan kita lansung di cap membabi buta, mendewakan/menabikan calon, padahal kata2 itu selalu keluar dari komen2 lawan, bukan pendukung nomor 2, namun tidak sadarnya kita bahwa kita mempertontonkan apa yg kita2 tuduhkan itu.

bahkan mengamini apa2 yg tidak masuk akal yg sampe sekarang ini masih saja di pertonton kan di berbagai media seperti halnya susahnya mengumpulkan bukti ibarat Roro Jonggrang Membuat Tangkuban Parahu http://nasional.kompas.com/read/2014/08/06/16524491/Sebut.Roro.Jonggrang.Membuat.Tangkuban.Parahu.Sekjen.PKS.Jadi.Olok-olok.di.Media.Sosial

Mochtar Ngabalin yang mendesak Allah SWT Supaya Berpihak ke Prabowo-Hatta http://m.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/08/07/mochtar-ngabalin-kita-desak-allah-swt-supaya-berpihak-ke-prabowo-hatta

dan banyak lagi??

tapi entahlah, ini namanya yg mengkultuskan tapi tidak sadarkan diri, bahkan menudur orang lain.


--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

ajoduta

unread,
Aug 7, 2014, 10:55:40 PM8/7/14
to Rantau
Kanda Niz, ambo favor Desi Anwar. Tapi sebagai pembawa acara TV indak pantas inyo mangecek cando tu. Inyo malecehkan dokter RSPAD nan manyatokan PS sehat jasmani rohani.
Jaleh inyo mangutip ucapan Hendopriyono nan manyabuik PS sakik jiwa....Sangat indak nice sebagai anchor tv nasional...

Bunda Nismah

unread,
Aug 8, 2014, 12:31:55 AM8/8/14
to rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Dari mulai pilpres sebetulnya saya tak ingin RantauNet ini dijadikan ajang kampanye 
permusuhan atau pemujaan yang berlebihan untuk seorang calon. Kita disini beragam jadi yang tidak setuju dengan pendapat seseorang jangan dianggap salah. Kasihan orang2 yang punya pendapat berbeda dianggap salah. Buya Syafii Maarif, buya Mas'ud punya pendapat yang berbeda dan pendapat mereka yang berbeda tsb. marilah dihormati atau stop saja memperbincangkan pendapat berbeda tsb. 
Kapalo samo babulu pandapek balain2.
Bundo Nismah (75++++)

@Hayatun Nismah Rumzy#

Dedi Suryadi

unread,
Aug 8, 2014, 3:05:17 AM8/8/14
to Rantaunet

Bunda Nismah yang baik,

Saya tidak paham Bunda nenilai sy dari sudut pandang mana, sehingga Bunda mengatakan sy mengkultuskan seorang capres. Dlm postingan ini sy hany menyayangkan bahasa seorang Desy Anwar, yg org minang, dan seorang jurnalis nasional yg sdh punya nama besar.

Kenapa ?

Desy Anwar adalah seorang jurnalis. Bukan pengamat politik, bukan juru bicara salah satu kandidat capres. Seharusnya, sbg jurnalis nasional yg punya nama besar, dia hrs bisa menjaga independensi dan kredibilitasnya.

Kemudian dari tulisan ini, sy lihat justru seorang Desy Anwar telah memperlihatkan dirinya seorang yg bodoh dan tdk mengerti konstitusi negara ini.
Dia mengatakan Prabowo harusnya menerima kekalahan dan pilpres sdh selesai. Artinya dia tidak mengerti bahwa meneruskan sengketa pilpres ke MK adalah hak konstitusional dan berarti dia dia tdk menganggap keberadaan MK sbg lembaga hukum di negara ini.

Dia menyalahkan KPU meloloskan Prabowo sbg capres, yg dia anggap Megalomania. Artinya dia tdk paham UU yg mengatakan setiap waga negara punya hak yg sama untuk dipilih dan memilih dlm pemilu pres, asal menenuhi syarat. Prabowo sdh melalui semua test untuk bisa dipilih sbg capres. Sdh diperiksa secara pisik dan psikis, dan dokter menyatakan Prabowo layak jd presiden. Berarti dia merasa lbh hebat drpd team dokter yg telah memeriksa capres.

Knp dia tdk bilang seperti ini sblm pilpres dimulai, atau pd pilpres2 sebelumnya, bahkan saat Megawati mengajaknya koalisi di pilpres yg lalu ? Dia menganggap dirinya lebih pintar dari KPU, dan KPU hanyalah kumpulan org2 bodoh.

Dia bilang Prabowo megalomania. Gila dan sbgnya. 70% lebih org minang dan 60 juta lbh orang Indonesia memilih Prabowo sbg presiden. Prabowo menang telak di Sumbar. Berarti dia menganggap 70% lebih org minang dan 60 juta lebih org Indonesia adalah org bodoh, krn telah memilih seorang megalomania, seorang gila sbg presiden.

Atau apa bukan sebaliknya, Bunda Nismah yg telah mengkultuskan salah satu kandidat capres, sehingga tak bisa memahami dgn baik tulusan Desy Anwar tsb..?

Wassalam dan terimakasih
dedi suryadi

--

Syafruddin Syaiyar

unread,
Aug 8, 2014, 4:56:49 AM8/8/14
to rant...@googlegroups.com
Akur sanak Dedi, Desi Anwar lupa diri saking semangatnya lupa bahwa
ngak semua orang sependapat dengannya.. Dapat jadi bahan pelajaran,
seorang Desi Anwar yang adiknya Dewi Fortuna Anwar seorang intelektual
muslim terperangkap pada keberpihakan yang membuat pertimbangannya
kabur dan bias..

Wass,
Sfd
>> Sebab hasilnya-- sejak hasil perhitungan cepat (quick count) ditayangkan,
>> sampai ketika hitungan resmi oleh KPU di bawah pengawasan ketat di
>> seluruh
>> negeri demi memastikan tidak ada ketidakwajaran yang terluputkan-- secara
>> konsisten dia berada di kubu yang kalah.
>>
>> Padahal, selama berbulan-bulan kubunya telah dengan gigih dan tiada henti
>> melancarkan upaya kampanye garang secara besar-besaran, efektif dan
>> sistematis di setiap basis media yang sebenarnya sudah berhasil
>> mendongkel
>> kenaikan suara daripada yang semestinya ia dapatkan. Kendati telah
>> mengerahkan upaya-upaya humas yang taktis dan besar-besaran untuk
>> mengangkatnya menjadi tokoh penyelamat negeri ini ditambah lagi dengan
>> berbagai aktivitas, baik yang secara terang-terangan maupun yang secara
>> sembunyi-sembunyi, untuk mempengaruhi para pemilih agar memilihnya. Belum
>> lagi entah berapa banyak uang, waktu, dan ahli strategi kampanye
>> profesional, energi dan kenaikan tensi darah demi memenuhi ambisi seumur
>> hidupnya: menjadi presiden di negeri ini.
>>
>> Namun, dalam kenyataan, pemenangnya hanya boleh ada satu. Dan pemangnya
>> sudah terpilih, dan bukan dia. Kendati apapun yang dicemoohkan kubu
>> seberang, kendati ia telah mengumumkan ke seluruh dunia bahwa dialah sang
>> pemenangnya, kendati seberapa banyak pun amarah dan ngamuk, fakta itu
>> tidak
>> bisa diubah. Kenyataan adalah banyak sekali kandidat presiden yang kalah
>> di
>> dunia ini ujung-ujungnya toh harus menerima kekalahan, seberapa pahitpun,
>> tanpa harus jadi ngamuk-ngamuk yang membuat iba. Toh semua ini hanya
>> dunia
>> politik, bukan taman bermain di Taman Kanak-Kanak.
>>
>> Alih-alih mundur dengan tenang dan anggun-- yang merupakan tindakan
>> terhormat, terutama bagi seorang yang perkasa dan patriot seperti
>> pengakuannya tentang dirinya selama ini-- dia telah mencuri terlalu
>> (c) 2013 baranews.co
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

Julnardi G

unread,
Aug 8, 2014, 5:21:31 AM8/8/14
to rant...@googlegroups.com
Sanak Dedi,

Bunda Nismah orang tuo kito yang ndak usah angku ajak badebat panjang, ndak ba pamatang sawah dek angku lai.

Inti nan disampaikan dek Bundo adolah angku manjadikan RN ko sabagai ajang kampanye. Kiniko alah salasai Pilpres, angku ndak baranti2 juo mamforward barito2 nan bakaitan jo Capres nan angku dukuang.

Sudah lah, samo jo capres angku, ajak nyo Legowo, bisiakan ka talingo nyo : '.Let it go Wo'..

Ciek lai takaik posting Desi Anwar, sasuai pangalamannyo, inyo berhak pulo manulis satantang CAPRES nan alah mulai mambuek resah sebagian masyarakat ko. 


wassalam,
JG,37th, Jkt
MInal Aidin wal faidzin

--
Wassalam,
JG
37th, Jkt

asmun sjueib

unread,
Aug 8, 2014, 7:04:44 AM8/8/14
to rant...@googlegroups.com
Wuah Ddn. Sur tambah pulo ciek laie, urang nan harus dibuek waras dan sehat caro bapikie. Lapau wak pakai basamo sajolah, kok ado nan ba promosi silahkan, kalau ado rang nan andak bacaruik2 silahkn, tapi nan jaleih siapopun nan manjadi anggota Lapau RN seyogyanyo lah tahun tata tertib dan kurenah nan sasuai jo harkat martabat masing2.baa gak ati. As long as masih dalam kerangka tata tertib, tata krama dan sopan santun jo keimanan ABS SBK lanjuik sajolah.
Wass.
Haasma Depok

asmun sjueib

unread,
Aug 8, 2014, 7:05:47 AM8/8/14
to rant...@googlegroups.com
Mantab Ddn. Sur. Suduik pndang nan waras dan masih sehat. Haasma Depok. 

Darwin Chalidi

unread,
Aug 8, 2014, 8:11:24 AM8/8/14
to Rantau Net

Ambo usul.
Kito kawal sajo sidang MK. Seluruh caci maki mengenai Capres2. Atakkan dulu dibawah lapiak. Kalau alah jaleh jantan batinonyo. Kito sapukan sajo ka tong sampah.

Jan sampai silaturahim awak dibulan syawalko disapu copras capres.

Iko ambo kutipkan khotbah jumat tadi.

Taqwa, Idl Fitri, & Silaturahim adalah hakikat kegiatan dibulan Syawal.

1. Taqwa harus ditingkatkan sesudah Romadhon. Kalau tdk bertaqwa maka bisa2 pahala romadhon habis dibln syawal. Contoh: habis sholat bisa korupsi. Kolusi. atau berzina karena Taqwanya dilupakan. Maka tugas kita perlu meningkat kualitas Taqwa kita pd Allah SWT terutama sesudah romadhon.

2. Iedl Fitr kembali ke fitrah ada apa? karena selma bln romadhon umat menunjukkan ketaatan mereka mentaati Allah SWT tdk kalah sama setan. Maka kondisi mereka yg mematuhi Allah SWT dengan gigih mencapai puncak kegiatan romadhon spt puasa, qiamullail, tilawah qur'an, dan ittikaf sudah kembali keasal penciptaan manusia. Itulah makna Iedl Fitr.
Tambahan puasa 6 hari dibln syawal untuk melengkapi makna puasa selama setahun.

3. Silaturahim selesai romadhon saling membersihkan diri masing2. Maka silaturahim itu adalah kesempatan membersihkan dosa sosial. Allah tdk menghapuskan dosa sosial umatnya maka kesempatan silaturahim adalah kesempatan memohon maaf dan memaafkan jgn basa basi.

Disampaikan Oleh Ust. Amir Faisol Fath khotib Jumaat MRBJ 8 Agustus 2014.

Darwin Chalidi. Tangsel

syaf...@gmail.com

unread,
Aug 8, 2014, 9:20:51 AM8/8/14
to rant...@googlegroups.com
Sanak Dedy nah,

Ambo hanyo manambahkan bahwa Desy Anwar kini berada dibawah bendera Surya Paloh dan sama2 pendukung Jokowi dengan James T Ryadi pemilik JakartaGlob. Jadi, tamasuak kudo palajang bukik juo wee mah.

Nan paralu awak sadari, apo pun yang dikatakan orang yg diposisikan kalah, tetap tak seenak orang yang merasa menang.

Salam

Syaf AL, Bogor


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: "'asmun sjueib' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Date: Fri, 8 Aug 2014 18:37:19 +0800
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Desi Anwar: Mengapa KPU Meloloskan Megalomania-Delusional Prabowo Ikut Pilpres?

ZulTan

unread,
Aug 8, 2014, 9:45:38 AM8/8/14
to Rant...@googlegroups.com

There are two types of people:
Those who try to win and those who try to win arguments.
There are never the same.

You can't win unless you learn how to lose.

When you WIN say NOTHING.
When you LOSE say LESS.

Win or lose, do it fairly.


 
Salam,
ZulTan, L

jga...@gmail.com

unread,
Aug 8, 2014, 1:52:12 PM8/8/14
to rant...@googlegroups.com

Kanda Zultan,

Kalau nan Lose to 'mada' apo baso inggirih nyo tu kanda?

kalah di quick qount? Kecek no quick couint ndak batua

Kalah di real count? Kecek no real count to salah

Kalah di KPU? Kecek no KPU basakongkol

Ntah apo pulo bisuak tuduhan ka MK kalau kalah pulo di MK

Ambo setuju kecek Desi Anwar, si Megalomania Delusional Probowo alah mulai menyebar pangaruah negatifnyo ka pandukuang2nyo...indak bisa manarimo kenyataan

Awak sangko lai sabana Jendral nan satria ikuik Nyapres, kirono Jendral Kancil - nan suko menghayal. Khayalan nyo katinggian ndak nan harus jadi presiden RI pulo..

Wassalam,
JG,37th.Jkt

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "'ZulTan' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Date: Fri, 8 Aug 2014 06:45:33 -0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Desi Anwar: Mengapa KPU Meloloskan Megalomania-Delusional Prabowo Ikut Pilpres?

jga...@gmail.com

unread,
Aug 8, 2014, 1:52:12 PM8/8/14
to rant...@googlegroups.com
Mamak Haasma n.a.h,

Kok lah baitu kecekk mamak tantu kandak lai balaku, kato bajawek jo info pasti ka ditanggapi, untuak parintang2 hari jo pa isi wakatu..dek karanao ndak pangaruah juo ka kaputusan MK diskusi dipalanta ko

Ambo sangko satalah tgl 9 kapatang alah abih copras capres dimilis ko, kirono masih hangek juo kapalo..kok baitu marilah kito mulai pulo diskusi babak pasca pilpres ko

Wassalam,
JG,37th,Jkt

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "'asmun sjueib' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Date: Fri, 8 Aug 2014 18:37:19 +0800
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Desi Anwar: Mengapa KPU Meloloskan Megalomania-Delusional Prabowo Ikut Pilpres?

Zaid Dunil

unread,
Aug 8, 2014, 5:51:08 PM8/8/14
to Rantaunet
Sanak Sapalanta RN n a h
Ass ww

"Saya tidak tahu apa dosa Indonesia dengan mendapatkan karmanya.......dst"
Itulah kalimat pembuka dalam surat Desi Anwar tersebut diatas,
Mungkin ambo kurang manangkok apo makna kalimat pembuka dari surat
Desi Anwar itu. Setahu ambo karma itu kepercayaan Hindu, antara lain
kalau leluhur kita berbuat dosa, maka kita keturunannya akan mendapat
balasan atau hukuman atas perbuatan leluhur kita itu. Desi sepertinya
percaya akan 'karma' itu. Sebagai seorang muslim, selama ini saya
tidak percaya kepada 'karma' seperti itu. Kalau saya berbuat dosa,
maka sayalah yang akan menanggung dosa saya, bukan anak dan cucu saya
yang akan menaggungnya. Mungkin pemahaman agama saya kurang mendalam
, barang kali buya dan ustadz di palanta ko bisa memberikan pencerahan
bagaimana sebenarnya status "Hukum Karma" itu dalam Islam.
Wass

ZulTan

unread,
Aug 8, 2014, 7:37:26 PM8/8/14
to Rant...@googlegroups.com

Jul kecek Stuart Chase:

"For those who believe no proof is necessary.  For those who don't no proof is possible." 
Antah kok indak?

"Sometimes by losing a battle you find a new way to win the war," pasan Angku Donald Trump.

A man may lose many times, but isn't a loser until he begins to blame somebody else.

"Second place is just the first place loser," kato Dale Earnhardt. Keep trying!  You're never a loser until you quit. 

Salam
ZulTan, L

Dedi Suryadi

unread,
Aug 9, 2014, 1:31:11 AM8/9/14
to Rantaunet
Sanak JG,

Sabananyo di email ko ambo indak membahas pilpresnyo lai..
Nan ambo bahas adolah seorang "Desy Anwar"
Karano inyo jurnalis besar urang Minang, dan iko milis minang, makonyo ambo raso sah sah sajo kito bahas ttg inyo.
Nan ambo sayangkan adolah bahasa jurnalisnyo, nan indak patuik untuk seorang jurnalis besar semacam inyo, nan justru mancaliakkan pengkultusan inyo ka seorang capres, sahinggo indak tau ma nan sah sacaro hukum, ma nan indak..

Istilahnyo, indak levelnyo mangecek mode tu doh.. Apolai inyo urang minang, dan nan di"cukianyo"nyo adolah pilihan 70% labiah urang minang, disitu kanainyo....
Seharusnyo inyo bisa memilih kato-kato nan lebih bijak, nan bisa ditarimo sado pihak...
Kalau baitu tulisannyo, inyo lah malukoi perasaan hati 70% labiah pemilih urang minang..
Sanak JG kan nan tamasuak nan kurang dari 30% pamiliah urang minang, wajar mandukuang tulisannyo...

Kalau seorang sanak JG nan mambuek tulisan mode itu di media manopun, tamasuak media barat sakalipun, mungkin indak manjadi heboh doh.. 

Tapi kok banyak nan alergi di milisko dek tamimpi-mimpi dukungannyo lah manang sadangkan proses masih bajalan, dan indak ingin "digaduah" mimpinyo ko, harusnyo ado nan bakompeten mambuek aturan disiko.

Salamoko, ambo caliak ndak ado aturan nan jaleh malarang posting ttg pilpres di milis ko, atau ambo nan tak tau..?
Jiko alun, bueklah gadang-gadang, dek pihak nan bakompeten tu :

" DILARANG MAMBUEK POSTINGAN TENTANG PILPRES DAN SAGALO MACAM NAN BABAUN PILPRES DI MILIS RANTAU NET KO .."

Dan tiok aturan, pasti ado sanksinyo. sakalian tuliskan sanksinyo...

Sahinggo apopun nanti nan tajadi jo pilpresko, antah nan ka manang di MK bisuak adolah nan No.1 ataupun No.2, atau apopun nan tajadi dek impilikasi / efek keputusan sidang MK ko bisuak, antah kok rusuah bagai, antah ado nan dipanjaro bagai, ndak adoh surangpun nan posting manyingguang masalah seputar pilpres tu. Walaupun iko adolah isu nasional paling hangat saat kini..

Bialah kito di milisko tutuik mato jo tutuik talingo ttg pilpres ko...
Urang kini sadang menggalakkan "melek politik" kito disiko akan menggalakan "buta politik" hehe..

Baa kiro-kiro...

 




----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. Karena Disitulah Hati, Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan -----

Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi

_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak Dan   *****
      *****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
         "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."


2014-08-09 0:15 GMT+07:00 <jga...@gmail.com>:

Zorion Anas

unread,
Aug 9, 2014, 3:21:18 AM8/9/14
to rant...@googlegroups.com

Ambo suko jo komentar cewek payakumbuah nan vocal ko.

--

Bunda Nismah

unread,
Aug 9, 2014, 4:11:28 AM8/9/14
to rant...@googlegroups.com
Kok dietong2 iyo 60% urang Minangkabau murka ka kamanakan nyo nan bergelimang dibagian penyiaran dan seorang putri terbaik urang kampung Bundo Payokumbuah hanya karano inyo mangaluakan pan dapek pribadi nyo? Jadi putra2 terbaik Minangkabau nan berseberangan dengan "penulis di RN" akan dimurkai seperti Indra Jaya Piliang dan Andrinov Caniago?
Beberapa anggota2 RN yang lamo2 nan lah membuat sebuah milis yang berumur 20 Tahun labiah iko mengusulkan kepada Bundo untuk membuat komunitas RN yang baru dimana kita bisa berdiskusi secara ber dunsanak dengan tidak memaksakan pendapatnya sendiri. Bundo masih bertahan dan menyayangkan milis bersejarah ini ditinggalkan. Terima kasih Bundo kepada  add Zubir Amin, pak Saaf, dan lain2nya semua yang pernah hadir di rumah Bundo HBH 2 Tahun yang lalu marilah kita lanjutkan silaturrahmi kita yang pernah terjalin demikian indahnya. Kemana perginya sahabat2ku yang selalu mengisi Rantau Net dengan untaian kata yang seperti sitawa sidingin untuk para pendengarnya. Sekali lagi milis ini bukan milis pribadi dan bukan untuk meremehkan sesama kita.
Wassalam bil maaf

@Hayatun Nismah Rumzy@
from iPad

ajoduta

unread,
Aug 9, 2014, 6:46:47 AM8/9/14
to Rantau
Kanda Niz nan ambo sayangi,
Basilang kato dari dulu alah biaso dimilis RN ko. Disitulah dinamika awak. Kalau luruih2 baamin sajo alah ilang dinamika si Minangko. Perbedaan tidak harus memutuskan persaudaraan awak. Silaturahmi harus terus berlanjut ditengah perbedaan itu. Tidak mesti kemudian awak mambuek milis baru. Dan itu alun tantu manjamin akan indak ado perbedaan.

Perbedaan adolah fitrah dan keniscayaan. Nan penting jan sampai perbedaan itu disampaikan secara tidak beradab. Iko nan penting.

Nan tuo tetap dihormati dan nan mudo tetap disayangi. Maju terus RN!


-------- Original message --------
From: Bunda Nismah
Date:08/09/2014 4:11 AM (GMT-05:00)
To: rant...@googlegroups.com

ajoduta

unread,
Aug 9, 2014, 6:57:33 AM8/9/14
to Rantau, Rant...@googlegroups.com
Sanaks,
Kebiasaan memberi gelar buruk thd seseorang sangat dimurkai oleh Rasul SAW. Kalau awak umat Muhammad, tinggalkan itu.

Antah kok indak!


-------- Original message --------
From: 'ZulTan' via RantauNet
Date:08/08/2014 7:37 PM (GMT-05:00)
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Desi Anwar: Mengapa KPU Meloloskan Megalomania-Delusional Prabowo Ikut Pilpres?


Jul kecek Stuart Chase:

"For those who believe no proof is necessary.  For those who don't no proof is possible." 
Antah kok indak?

"Sometimes by losing a battle you find a new way to win the war," pasan Angku Donald Trump.

A man may lose many times, but isn't a loser until he begins to blame somebody else.

"Second place is just the first place loser," kato Dale Earnhardt. Keep trying!  You're never a loser until you quit. 

Salam
ZulTan, L


Pada Sabtu, 9 Agustus 2014 0:52, "jga...@gmail.com" <jga...@gmail.com> menulis:



Kanda Zultan,

Kalau nan Lose to 'mada' apo baso inggirih nyo tu kanda?

kalah di quick qount? Kecek no quick couint ndak batua

Kalah di real count? Kecek no real count to salah

Kalah di KPU? Kecek no KPU basakongkol

Ntah apo pulo bisuak tuduhan ka MK kalau kalah pulo di MK

Ambo setuju kecek Desi Anwar, si Megalomania Delusional Probowo alah mulai menyebar pangaruah negatifnyo ka pandukuang2nyo...indak bisa manarimo kenyataan

Awak sangko lai sabana Jendral nan satria ikuik Nyapres, kirono Jendral Kancil - nan suko menghayal. Khayalan nyo katinggian ndak nan harus jadi presiden RI pulo..

Wassalam,
JG,37th.Jkt


Dedi Suryadi

unread,
Aug 9, 2014, 10:20:38 AM8/9/14
to Rantaunet

Assalamualaikum wr wb,

Dengan iko, ambo minta maaf ka sado mamak2, bundo, kakak, adiak, sarato sanak sakalian dipalanta rantau net ko.

Mungkin isu pilpres dan sarato sagalo nan manyangkuik pilpres ko terlalu sensitif untuk dibicarakan dimilisko.

Ambo maminta maaf, dek mungkin nan paliang mada mamposting masalah isu seputar pilpres ko di milisko, walaupun sado media sadang membahas masalah iko. Mulai dari media elektronik, media cetak, sosial media, dll.

Mungkin dek karano kito urang minang pacah suaro dan indak bulek ciek kato, dan kito tidak siap untuk menerima perbedaan iko. Bahkan ambo lah di jantiak dek rang dapua melalui japri, dek karano rang dapua indak ciek suaro pulo jo ambo.

Dengan iko, ambo maminta maaf, dan manutuik thread email nan ambo buekko, mudah2an indak ado nan manyambuang baliak, dan ambo pun InsyaALLAH indak ka mambuek postingan nan babaun pilpres ko di kudian hari.

Mudah2an kito sepakat basamo. Dan mudah2an ambo diberikan maaf. Untuak samantaro, ambo duduak ditapi se lah dulu.

Wassalam dan terimakasih
dedi suryadi

Asmardi Arbi

unread,
Aug 14, 2014, 6:47:32 AM8/14/14
to rant...@googlegroups.com

And. Dedi Suryadi, tanggapannyo cukup bagus, santun dan argumentatif. Harap dimaklumi sajo, Bundo sadang ber'right or wrong is my country'. Komentarnya mantap dan tidak perlu lagi diperpanjang.
Wassalam,
AA
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages