Email dari Reni ttg Perempuan Minang saat PRRI

85 views
Skip to first unread message

Abraham Ilyas

unread,
Oct 23, 2008, 10:38:06 PM10/23/08
to Rant...@googlegroups.com
---------- Forwarded message ----------
From: Reni Nuryanti <reik...@yahoo.co.id>
Date: Oct 22, 2008 5:54 PM
Subject: Salam Kenal
To: abraha...@gmail.com

Assalamu'alaikum Pak Abraham Ilyas..

Salam kenal, saya Reni Nuryanti yang menulis PEREMPUAN MINANGKABAU MASA PRRI. Saya membaca email bapak ke Pak Jacky, yang terkirim ke saya.Betul, apa yang bapak tulis, bahwa kekerasan terhadap perempuan memang ada yang dilakukan oleh OPR. Tetapi, demikian juga oleh pihak APRI. Ini saya temukan di Solok, dimana APRI menempati rumah2 istri tentara PRRI. Lain dengan apa yang terjadi di Sumpurkudus. Disana mulai muncul istilah ganja batu dan ganja kayu yang demikian santer, setelah PRRI. Para perempuan itu tidak dinikahi APRI tetapi orang PRRI sendiri yang sudah berkeluarga. Mereka banyak ditinggal begitu saja setelah PRRI. Beda dengan di Bukit Batuah di Agam, salah seorang perempuan mengaku pernah stress karena disekpa bermalam2 oleh OPR. Nah, dalam hal ini, saya melihat bahwa tindak kekerasan ataupun memori kesedihan bagi perempuan di Minangkabau, bukan hanya diakibat OPR, tetapi juga APRI dan APRI.Dalam hal ini, agar lebih bijak, saya akan melihatnya
dalam sudut pandang sosial, militer, biologis serta psikologis. Oya pak, ada yang cukup mengagetkan bagi saya. Ada seorang perempuan di dusun terpencil di Solok, namanya Rakana. Dialah satu2nya perempuan yang menjadi tentara pelajar yang ikut berperang melawan APRI. Dia bersama 10 orang kawan laki2nya selama 3 tahun di hutan.Tampangnya khas, dengan rokok yang hampir tak pernah berhenti mengepul.Mungkin ini dulu dari saya Pak, saya sedang menulis bab tentang perempuan, InsyaAllah kalau udah jadi, saya kirim.

Salam hangat,
Reni Nur









     ___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Rainal Rais

unread,
Oct 23, 2008, 10:42:22 PM10/23/08
to Rant...@googlegroups.com
Dusanak Reni...sangat menarik kisahnya...kami tunggu..! salam kenal dari saya..wass Rainal Rais (jkt,65th-3hr)

--- On Fri, 24/10/08, Abraham Ilyas <abraha...@gmail.com> wrote:


Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

hambociek

unread,
Oct 23, 2008, 11:35:53 PM10/23/08
to Rant...@googlegroups.com

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nah, apakah buku Reni Nuryanti PEREMPUAN MINANGKABAU MASA PRRI itu sudah diterbitkan atau masih sedang ditulis? Kalau sudah, ini akan merupakan buku pertama dalam topik itu ditulis mengenai Perempuan Minangkabau, istimewa lagi oleh Seorang Wanita Minangkabu sendiri.  Kita sambut buku itu dengan penuh rasahati terbuka. Tolong beri info tentang penerbitannya. Saya ingin melihat akan ada buku-buku pengalaman seperti itu yang mengiringinya nanti. ..

Angku Abraham Ilyas, karano Rangkayo Reni Nuryanti tampaknyo alun Anggota Lapau kito, tolong porowaikkan email ko ka baliau.  Lahy lamo ambo manunggu-nunggu Carito dari Kaum Ibu kito mangnai Pengalaman Sejarah ko. Ambo ingin tahu juo kiro-kiro saangkatan sia baliau, (taruih tarang umua bara baliau) di maa Kampuang baliau, di daerah maa baliau mangalami pergolakan, sebagian atau seluruh waktu, dll.  Kok barek manayorakkannyo di Lapau, bialah labiah elok kok dapek kami bahubuangan jo jalua paribadi. Tolong barikan alamat email ambo sarato  Salam ambo untuak baliau. Tarimo kasih.

Salam,

--MakNgah

www.usindo.net/hambo

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 24, 2008, 7:13:33 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Inyiak Sunguik,
Ado koreksi saketek. Reni urang Banyumas, samo jo pak Jacky. Tapi ambo satuju kito angkek baliau-baliau ko jadi urang Minang honoris causa. Baa gak ati ?
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: saaf...@gmail.com;




From: hambociek <hamb...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Friday, October 24, 2008 10:35:53 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Email dari Reni ttg Perempuan Minang saat PRRI

zubaidah djohar

unread,
Oct 24, 2008, 8:41:41 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalam Wr.Wb.,
 
Tulisan yang luar biasa...!
Terimakasih Bapak Abraham Ilyas... sudah membagi info penting ini di milis ini.
 
Wah.. saya akan menjadi orang yang paling merugi bila melewati tulisan seperti ini.
Sebagai padusi Minang, tantu ambo harok bana mandanga kisah-kisah heroik dan padiah iduik kaum perempuan di maso parang terdahulu... apolai iko dikunyah2 melalui sebuah riset... luar biaso! Ambo malah terdampar mangunyah2 riset di nagari urang... :)
Dengan imel ko ingin pulo ambo berkenalan dan badiskusi jo Ibu Reni Nurhayanti ko.

Salam parantauan,
ZDj
(nan masih tamangut2 jo hasil riset dunsanak Reni)
2008/10/24 Abraham Ilyas <abraha...@gmail.com>

auliah azza

unread,
Oct 24, 2008, 8:55:38 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
ibu saya sering cerita soal PRRI.

Beliau bilang, waktu zaman itu perempuan di kampung saya sangat ketakutan baik yang sudah menikah atau belum. Tentara suka memperkosa.

Jadi kalau ada tentara datang pada ngumpet ... atau dikirim ke Jawa.

Kalau lihat perang di televisi, pasti ingat PRRI dan kata-katanya menyiratkan trauma. Saat PRRI, ibu saya masih kecil.


aa.35.f.dj

Lies Suryadi

unread,
Oct 24, 2008, 8:59:28 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Sanak Reni,
Mambaco email Sanak Reni, takana dek ambo referensi yang mungkin menarik dan relevan dg topik keterlibatan perempuan dalam perang gerilya dimana Reni juga menemukan dalam kasus PRRI. Kebetulan topik tu menjadi isu utama dalam IIAS NEWSLETTER nomor teranyar (silakan lihat versi onlinenya di internet; cari di google). Beberapa artikel dalam nomor tu membahas women rebbels in South and Southeast Asia (Filipina, Sri Lanka, India, Malaysia,dll).
Semoga bermanfaat.
 
Salam,
Suryadi

zubaidah djohar <bedj...@gmail.com> wrote:

Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

hambociek

unread,
Oct 24, 2008, 9:07:10 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Ambo lah mambaco hard copy IIAS NEWSLETTER (balangganan perai nan
amboanjurkanka dunsanak diLapau dahulu). Mengenai Pejuang Perempuan
waktu PRRI ambokenal saurang lai dari Situjuah. Pulang pulo sesudah
saat terakhir PRRI. tibo di Kampuang baliau sato baliak mambangun
kampuang, pai kasawah, manjaja saroman karajo urang laki-laki.

Salam,
--MakNgah


--- In Rant...@yahoogroups.com, Lies Suryadi <niadilova@...> wrote:
>
> Sanak Reni,
> Mambaco email Sanak Reni, takana dek ambo referensi yang mungkin
menarik dan relevan dg topik keterlibatan perempuan dalam perang
gerilya dimana Reni juga menemukan dalam kasus PRRI. Kebetulan topik
tu menjadi isu utama dalam IIAS NEWSLETTER nomor teranyar (silakan
lihat versi onlinenya di internet; cari di google). Beberapa artikel
dalam nomor tu membahas women rebbels in South and Southeast Asia
(Filipina, Sri Lanka, India, Malaysia,dll).
> Semoga bermanfaat.
>
> Salam,
> Suryadi
>

> zubaidah djohar <bedjohar@...> wrote:
> Wa'alaikumsalam Wr.Wb.,
>
> Tulisan yang luar biasa...!
> Terimakasih Bapak Abraham Ilyas... sudah membagi info penting
ini di milis ini.
>
> Wah.. saya akan menjadi orang yang paling merugi bila melewati
tulisan seperti ini.
> Sebagai padusi Minang, tantu ambo harok bana mandanga kisah-
kisah heroik dan padiah iduik kaum perempuan di maso parang
terdahulu... apolai iko dikunyah2 melalui sebuah riset... luar
biaso! Ambo malah terdampar mangunyah2 riset di nagari urang... :)
> Dengan imel ko ingin pulo ambo berkenalan dan badiskusi jo Ibu
Reni Nurhayanti ko.
>
> Salam parantauan,
> ZDj
> (nan masih tamangut2 jo hasil riset dunsanak Reni)
>

> 2008/10/24 Abraham Ilyas <abrahamilyas@...>

Lies Suryadi

unread,
Oct 24, 2008, 9:11:02 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Ibu saya bilang waktu PRRI rumah nenek saya sering menjadi tempat mangkal PRRI. Entah,,,,,,,mungkin ibu saya pernah naksir kepada salah seorang tentara PRRI. Yang jelas setelah lahir saya diberi nama Jawa. Untung saya lahir tahun 1965. Kalau tidak...................akan banyak spekulasi, he he.
Saya dengar ada yg disebut syndrom PRRI. Kabarnya setelah PRRI banyak nama orang Minang seperti nama orang Jawa. Apakah hal ini juga menjadi perhatian dalam penelitian Sanak Reni? Kalau kita melihat sejarah dari perspektif collective memory, fenomena ini mungkin menarik dikaji lebih jauh.
 
Salam,
Suryadi

auliah azza <aulia...@gmail.com> wrote:

Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

zubaidah djohar

unread,
Oct 24, 2008, 9:18:05 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Menarik bana nan Mak Ngah sampaikan...
Nampak kekuatan kaum padusi dalam kisah singkat ko.
Iduik memang kareh! sejarah memang padiah baliau-baliau lalui! Tapi itu tarnyato ndak mambuek kaum ibu2 tu patah arang.. malah justru tau caro bangkik dan manaruihkan kehidupan...
Kisah2 sejati dan sejarah panjang kaum padusi kito nan cando iko memang patuik diangkek sabanyak2nyo dan dipublikasikan...
 
 
Salam,
ZDj (35 th, Banda Aceh... nan ingin pulang...)

2008/10/24 hambociek <hamb...@yahoo.com>

zubaidah djohar

unread,
Oct 24, 2008, 9:26:16 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Mauh malenceang saketek... Kalau dikait2kan bisa betul juga sejarah nama itu....
Uda sepupu saya namanya dua-duanya bernuansakan Jawa tapi untung tidak bernama Jawa... hehee (Mauh Bagarah).
Suryanto.. Suryama.. Kalau tipak di uni sepupu ambo banamo Zulharti... nan laia kalau tidak salah di tahun 50-an...
 
Sepakat dengan Kanda Lies Suryadi (maaf, pr atau lk?)... bahwa fenomena canda ika patuik diangkek dan dikaji labiah dareh!
 
Salam,
ZDj (nan tangah samangaik 45 mangunyah2 sejarah iduik padusi kito..)

2008/10/24 Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>

Lies Suryadi

unread,
Oct 24, 2008, 9:35:37 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Tapi timbul pertanyaan: Apakah ada konflik bersenjata yang tidak menimbukan efek negatif kepada perempuan? Di Uganda, di Kolombia, di Timor Leste, di Kepualauan Bougenville, di Kamboja, juga di Sumatera Barat...............
 
Salam,
Suryadi


zubaidah djohar <bedj...@gmail.com> wrote:

Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.

zubaidah djohar

unread,
Oct 24, 2008, 10:22:46 AM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Menarik pertanyaannya...
Sepanjang konflik yang saya tahu dan yang saya baca, juga yang pernah saya teliti (khusus di Aceh), konflik selalu memberikan dampak negatif terhadap perempuan.
 
Dalam riset ambo tahun 2003 lalu jo yang tangah ambo lakukan kini.. kondisi perempuan lebih tragis dari sebuah dampak konflik. dijadikan alat intimidasi dan teror. Betul bahwa laki-laki juga mengalami penyiksaan, tetapi kalau perempuan selain disika juga diperkosa. Perempuanlah yang pertama kali "berdiri di depan" untuk melindungi lelaki terkasih (bapak, suami, abang) dari kejaran musuh. Bahkan, ketika satu pihak yang bertikai tengah mencari musuhnya sering yang dijadikan alat intimidasi itu perempuan. Dalam situasi ini sering (kalau tidak ingin kita sebut selalu) mereka mengalami pelecehan dan perkosaan. Dalam laporan The Straits TIme 98 ditemukan sebanyak 600 perempuan Aceh diperkosa sepanjang konflik dalam masa 7 th sebelum pencabutan DOM.
 
Dampak negatif itu tidak berhenti hanya sampai disitu, perempuan juga yang menjadi tulang punggung keluarga, membesarkan sendiri anak2 ketika suami tengah bersembunyi dan melarikan diri akibat kejaran musuh... dan itu dilakukan dalam situasi konflik yang hebat yang penuh ancaman dan ketakutan, bahkan menjadi lurah, camat di dalam situasi genting tersebut karena semua orang pada takut dan memilih melarikan diri (karena seorang pemimpin di kampung atau di kecamatan akan selalu menjadi bulan2an para pihak yang bertikai, malah nyawa pun taruhannya). Namun, ketika konflik berlalu, kondisi mereka hari ini terbiar dan seperti hilang dari prioritas... bahkan mereka yang tadinya bertarung menjadi lurah dan camat kini tersingkir dan banyak yang diberhentikan karena semua orang tengah berlomba mengejar posisi itu (diskusi saya dengan beberapa mantan lurah/sekdes/camat dalam sebuah training di Aceh).
 
BIla melirik ke negara lain, kondisi yang hampir sama juga terjadi. Dalam temuan tim pencari fakta Masyarakat Eropa (European Community Fact Finding Team): lebih dari 20.000 perempuan di Bosnia telah diperkosa sejak peperangan berlangsung April 1992.
 
Dalam laporan World's Children 1996 juga ditemukan: bahwa gadis-gadis remaja dijadikan target khusus di Bosnia Herzegovina dan Croatia. Mereka menjadi korban dari strategi perang yang dinamakan memelihara anak musuh (bear the enemy's child). Kejadian yang sama terjadi pula di Rwanda, saat pertikaian berlangsung, remaja-remaja yang awalnya selamat dari serangan musuh diketahui terpaksa harus menyimpan janin hasil perkosaan. kebanyakan dari mereka yang telah hamil harus menghadapi kenyataan diasingkan oleh keluarga dan masyarakat, sebagian menggagalkan kandungannya secara paksa, dan sebagian lainnya harus menempuh pilihan bunuh diri akibat tak kuasa menahan penderitaan itu.
 
 Ini baru dari beberapa negara, terutama di bagian daerah Indonesia salah satunya. Mungkin ada Bapanda/Ibunda/Kakanda/Adinda/Temenda yang akan turut berbagi di Palanta Raya ini...
 
 
Salam Perdamaian,
ZDj (yang biasa disapa Ibed)
2008/10/24 Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>

hanifah daman

unread,
Oct 24, 2008, 5:07:00 PM10/24/08
to hamb...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
Dan salah seorang pelaku kejahatan thdp perempuan tsb adalah anggota RN ini. Salam. Hanifah

Ade Zur

unread,
Oct 24, 2008, 9:51:09 PM10/24/08
to rant...@googlegroups.com
Ooohh luar biasa tindak kekerasan saat PRRI, saya dan keluargfa saya mengalaminya.... Rumah gadang kami nan baukie itu, mereka jadikan asrama, bayangkan sepatu2 baduri itu naik kaateh rumah nan umuonya lah tuo itu...  ndak lamo satelah PRRI rumah gadang kami mulai rusak, didiang2nya alah dipretelin.... Rumah gadang kami tuh dimukonyo ado balai2.... Kami di Kecamatan Talawi (kampuongnyo Mr Moh Yamin), waktu terjadi pengungsian besar2an dari kabupaten Sawahlunto/Sijunjung larinya ka Talawi, ibu saya dan organisasinya (Seksi G) yang menampung orang2 segitu banyaknya ... terutama makan, saya masih terbayang ibu saya itu masak terus... yang dibantu ibu2 lainnya. Setelah makan... umumnya mereka melanjutkan perjalanan ke pedalaman termasuk bapak saya.... tinggalah ibu2nya... saya masih ingat ibu bupati tinggal dirumah saya (bukan dirumah gadang)... tapi ibu bupati gak sanggup mengalami tekanan2, karena sudah tua, akhirnya ibu itu kembali ke Sawahlunto bersama anaknya dengan membawa persediaan beras beberapa sumpik, mungkin akhirnya disusul bapak bupati. Siapa yang tahan setelah pengungsian itu... tinggalah ibu2 .... diteror terus oleh Tentara kami menyebutnya Tentara pusek/ tentara sukarno... tiap malam mereka menembakkan senjatanya sehingga kami menggigil dibuatnya .... bayangkan saja dekat rumah mereka memuntahkan pelurunya puluhan kali (mitralyur.. apa tuh namanya). Disamping itu setiap hari mereka berjalan sekitar runah kami, mengintimidasi, mengintai2, bertanya terus..dan beberapa kali menggeledah rumah kami, cari bapak dengan gaya mengancam dan kasar... Akhirnya kami tidak tahan pula terpaksa saya dengan ibu dan saudara2 saya (2 kakak+2 adik), semua perempuan, gelap2 kami berjalan kaki, ada pedati yang membawa barang2 kami seperlunya meninggalkan rumah, tapi kami ke pedalaman, kami berjalan berdua2 agar tidak kentara oleh masyarakat lainnya.... kami khawatir kalau msyarakt tau kami mengungsi... mereka juga ikut mengungsi secara rame2...... ternyata ditempat pengungsianpun kami tidak aman, karena sdh diketahui T.pusek. Sekalai2 bapak datang, besoknya pasti banyak tentara disekitar rumah pengungsian kami, sampai suatu ketika .... pagi2 bapak saya dibangunkan banwa T.pusek alah  masuok... karuan saja bapak saya lari ke belakang rumah dan keseberang sungai ... eee ternyata mereka sudah menunggu disitu..... Padahal kami siang hari selalu masuok rimbo, mancari kayu... alah sanjo baru pulang.... Karano Bapak alah tatangkok dek T.Pusek, kami babaliek pulang karumah.... dimulailah kekerasan "jilid duo" setelah mengungsi, lebih rumit lagi. Tiap hari mereka datang mencari barang2 kantor yang dulu dititipkan dirumah kami..... Untunglah ibu saya orang yang arif bijaksana (bundo kanduong) di Talawi....bisa mengahdapinya, mereka datang gentak2, marah2, geledah rumah.... ibu saya dengan tenang dan lemah lembut bisa mengadapinya. Semua barang2 itu dikembalikan ibu saya, dengan alasan itu kan barang negara, ya harus dikembalikan ke negara...Tapi saya tidak sudi ibu2 saya digentak mereka, saya lawan mereka, saya gentak pula... Tapi saya tak gentar, saya lawan lagi, akhisrnya saya diancam mau diseret .. untunglah inu saya bisa menenangkan kembali dengan lemah lembut bilang: "jangan pak.. maklumlah anak2..anak saya itu takut" mereka bialh lagi "kok takut kenapa melawan" .... macam2 tindak kekerasan dan intimidasi yang dihadapi perempuan saat itu...... terus berlanjut selama T.pusek menduduki wilayah PRRI. Bapak saya itu ketangkapa sama tentara pusek, dibawa ke Sawahlunto terus ke Padang, selama beberapa bulan... sudah tidak ada beritanya sampai sekarang .... kalo mati tidak tau kuburannyo, kalau hanyuik indak tahu muaronyo ...... Perang sdr memang kejam... tindak kekerasan luara biasa tidak saja sama perempuan tapi juga sama laki2..... Waktu di Jaman Belanda bapak saya pernah ketangkap dan sudah ditodong pistol oleh Belanda.... Bapak saya sudah pasrah kepa Allah SWT, akan tetapi sewaktu Bapak saya digeledah dan mereka  menemukan tanda bahwa Bapak saya seorang tokoh adat... penghulu suku Caniago .... eee malah dibebaskan. Belanda menghargai tokoh adat/ masyarakat adat.... tapi waktu pendudukuan Tpusek di PRRI.... justru mereka kalau bisa di habisi.... termasuk tokoh agama. Begitulah........ sekelumit cerita tindak kekerasan perang sdr.
 
 
Zoer'aini Djamal




Date: Fri, 24 Oct 2008 09:38:06 +0700
From: abraha...@gmail.com
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Email dari Reni ttg Perempuan Minang saat PRRI

Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer

Syofiardi BachyulJb

unread,
Oct 24, 2008, 11:24:43 PM10/24/08
to Rant...@googlegroups.com
Di daerah konflik perempuan salalu jadi korban, indak di Minang di maso PRRI, tapi juo di daerah lain di maso nan lain.
 
Nan paralu awak hati-hati adolah indak mambuek para korban ko manjadi korban barikuiknyo dari sabuah barito, buku, dan jenis informasi lain, meski basumber dari penelitian. Apolagi di maso dima kurban, suami, atau anak, atau cucu dan kaluarganyo nan lain masih ado.
 
Hasil penelitian bantuak iko bisa mangarah ka hal negatif nantinyo, seandainyo mamuek sumber-sumber jo data korban (mudah-mudahan indak), tamasuak kampuang ketek bisa jadi data.
 
Apokah kisah atau temuan bantuak iko ka manaiakan marwah Urang Minang ke depan atau manurunkan? Apokah penelitinyo akan dipuji atau sebaliknya nanti, tagantuang hasil temuanyo.
 
Perempuan nan diperkosa dari sebuah peristiwa gadang bantuak PRRI akan menjadi 'santapan pers', mudah-mudahan awak sapalanta bisa menyadarinyo dari awal. Dan mudah-mudahan hasil penelitian iko bisa mambawo hal nan positif dek awak basamo Urang Minang ko.
 
Wassalam,
Syof (38+/Padang)
 
 
 


--- On Sat, 25/10/08, hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:


New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

Nofiardi

unread,
Oct 25, 2008, 12:09:35 AM10/25/08
to Rant...@googlegroups.com

Panitia Kerja Pembentukan Agam Tuo Dipertanyakan, Ketua DPRD Agam Tolak PP 84/99

 

Sabtu, 25 Oktober 2008

Agam, Padek—Wali nagari, Badan Musyawarah (Bamus) dan Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kabupaten Agam agian timur Senin (20/10, mengadakan pertemuan. Cuma saja, pertemuan yang berlangsung cukup alot itu tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Pertemuan berdasarkan undangan Panitia Pembentukan Kabupaten Agam Tuo itu ditandatangani H Asbir Dt R Mangkuto (Ketua) dan H Elsir Saidi Bandaro (Sekretaris).

 

Dengan agenda pokok, membahas tindak lanjut upaya pemekaran Agam wilayah timur sebagai Kabupaten Agam Tuo. Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk mencari opsi lainnya, dalam hal peningkatan pelayanan pemerintah terhadap berbagai kepentingan masyarakat di Agam Timur.

 

Dari uraian dan pemaparan yang disampaikan Panitia Kerja Pembentukan Kabupaten Agam Tuo, tersirat bahwa untuk melakukan pemekaran suatu wilayah merupakan hal yang sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Pertemuan itu dihadiri Bupati Agam, Ketua DPRD Agam Yandril dan unsur Muspida.

 

Dari penjelasan Panitia Keja Pembentukan Agam Tuo, terkesan ada kendala untuk melakukan pemekaran wilayah Agam ini. Dan tersirat pula bahwa PP 84/1999 tentang perubahan batas wilayah Bukittinggi dan Agam, dari pemerintah pusat harus dilaksanakan melalui surat keputusan yang disampaikan kepada Gubernur Sumbar. Bahkan dalam waktu dekat ini, pemerintah pusat akan turun langsung mensosialisasikannya.

 

Sontak saja hal ini tidak bisa diterima oleh peserta rapat yang terdiri dari wali nagari, Bamus dan KAN se-Agam bagian timur. Beberapa wali nagari pun mempertanyakan, kapan dibentuknya Panitia Kerja Pembentukan Kabupaten Agam Tuo ini. Mengapa pula sebut sejumlah wali nagari, tidak mengetahui keberadaan panitia kerja tersebut.

 

Wali nagari dan Ketua DPRD Agam jelas-jelas menolak diberlakukannya PP 84 ini. Berbeda dengan Bupati Agam Aristo Munandar, yang tidak bisa menentukan sikap. Karena menurutnya, Pemkab Agam tidak dapat menolak maupun menerima pelaksanaan PP 84 ini.

 

Karena sebutnya, itu merupakan peraturan pemerintah dari pusat, dan pemerintah pusat tentu pula mesti menjaga wibawa dengan peraturan yang telah dibuat. Bupati Agam kemudian mengembalikan permasalahan ini kepada masyarakat melalui Bamus yang ada di setiap nagari untuk bermusyawarah guna mencari solusi pemekaran Agam timur ini.

 

”Saya selaku putra Agam, merasa kurang pas kalau Pak Bupati menyerahkan permasalahan ini kepada Bamus. Kita ketahui sendiri, masyarakat saat ini hanya menginginkan bagaimana mereka bisa hidup tenang dan dapat menjalankan roda kehidupan ini tanpa ada gangguan. Kalaulah ditanya kepada masyarakat, sebagian masyarakat ada yang tidak tahu dengan PP 84 dan pemekaran tersebut,” kata Yonnaldi SS, salah seorang tokoh masyakat Agam Timur.

 

Karena menurut masyarakat, katanya, ada atau tidak adanya PP 84 dan pemekaran, hidup kami akan begini-begini juga. Itu hanya perdebatan di tingkat atas. Hal yang seperti ini akan dapat menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan masyarakat.

 

”Kalau saja Bamus diminta untuk menentukan sikap. Saya berpendapat, Pemkab Agam dan Pemko Bukittinggi dapat duduk semeja dalam mencarikan solusi terbaik, agar satu sama lain tidak ada yang merasa dirugikan. Kita dapat mencontoh bagaimana Kota Jakarta dapat bersinergi dengan kota-kota yang ada di sekitar Jakarta tersebut,” ujarnya.

 

Seperti terangnya, Kota Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, yang lebih dikenal dengan ”Jabodetabek”. Tentu juga sebut dia, hal ini memerlukan pemikiran dan kerjasama yang jelas dan nyata, dengan prinsip dan tujuan semata-semata untuk mensejahterakan masyarakat.

 

”Dan, saya selaku generasi muda juga mengimbau dan mengharapkan kepada semua lapisan masyarakat dalam kita menyampaikan aspirasi dan pendapat. Marilah kita menjaga nilai-nilai kesopanan dan santun dalam bermusyawarah,” harapnya.  (nasrul tanjung)

 

 http://www.padangekspres.co.id/content/view/21299/106/

 

 

The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.

ajo duta

unread,
Oct 25, 2008, 1:33:38 AM10/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum sanak ambo di palanta RN,
 
Memang PRRI dan semua ikutannya adalah sejarah kelam Minangkabau
yang meninggalkan luka yang dalam. Namun dengan membuka kembali
mengorek ngorek bekas luka itu, apakah perlu saat ini?
 
Saya berfikir masa lalu, biarlah milik masa lalu. Sekarang bagaimana kita
bisa menapak masa depan dengan baik, sehingga kita bisa duduk sama rendah
berdiri sama tinggi dengan etnik dan bangsa lain didunia.
 
Banyak betul kerja rumah yang harus diselesaikan, ketimbang mengorek ngorek
luka lama. Maaf kalau kurang berkenan. Soalnya setiap membaca petaka PRRI
tagak burangsang ambo, mambuek indak jaelh a nan ka dikakok.
 
Kalau bisa maminta ambo indak usahlah dilanjutkan topikko. Mari kito pindah
ka topik nan lebih konstruktif.

2008/10/24 Ade Zur <zur...@hotmail.com>
Ooohh luar biasa tindak kekerasan saat PRRI, saya dan keluargfa saya mengalaminya.... Rumah gadang kami nan baukie itu, mereka jadikan asrama, bayangkan sepatu2 baduri itu naik kaateh rumah nan umuonya lah tuo itu...  ndak lamo satelah PRRI rumah gadang kami mulai rusak, didiang2nya alah dipretelin.... -------------dikuduang--
 

Wassalaamu'alaikum
ajoduta/61/usa

Rainal Rais

unread,
Oct 25, 2008, 2:47:08 AM10/25/08
to Rant...@googlegroups.com, bej...@gmail.com
Dusanak Zubaidah...Akibat PRRI sangat menyakitkan sekali..Dirantau banyak yg tidak mau mengaku berasal dari Minang..Tidak sedikit anak anak yang lahir diberi nama Jawa atau nama asing...oleh karena itu pada tahun 70an kami dari Sulit Air dengan SASnya beserta nagari lainnya bekerja keras membangun Nagari masing2 dengan maksud untuk kembali membuat kita "Bangga menjadi orang Minang"..Mudah2an pengalaman pahit tsb tidak dialami lagi oleh anak cucu kita dan wajar mereka harus diingatkan ..wass, Rainal Rais ( Jkt 65th-2hr ).

--- On Fri, 24/10/08, zubaidah djohar <bedj...@gmail.com> wrote:
From: zubaidah djohar <bedj...@gmail.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Balasan: [R@ntau-Net] Re: Email dari Reni ttg Perempuan Minang saat PRRI
To: Rant...@googlegroups.com


New Email names for you!

Syofiardi BachyulJb

unread,
Oct 25, 2008, 4:45:44 AM10/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Ambo satuju bana Mak Ajoduta,
Urang Minang alah sukses maju dengan 'melupakan' PRRI, sehinggo ambo nan lahia tahun 1970 indak tahu 'rasonyo PRRI'. Soal ado namo urang awak nan maniru namo Jawa, bantuak Pak Asmin Kusumadjaya (dulu di Migas, mungkin ado nan kenal), urang Piaman, itu awak jadikan sebagai bantuak kelit Urang Minang untuk sukses pasca PRRI. Ternyato mereka berhasil, tapi namo nan bantuak itu indak mangubah jatidirinyo sebagai Urang Minang, sarupo banyak urang minang kini nan banamo bantuak urang barat. Iko kan kelit pulo supayo terkesan modern.
 
Manutuik era PRRI pado bagian nan indak paralu, tetapi mambuek awak ribuik indak bakatantuan sahinggo lupo karajo utamo (memajukan Sumatera Barat jo Urang Minang), manuruik ambo caro bijak di era kini (meski kisah tu menarik bagi siapo sajo, tamasuak ambo).
 
Syof (38+/Padang)
 
 
 
 
 
 

--- On Sat, 25/10/08, ajo duta <ajo...@gmail.com> wrote:

ajo duta

unread,
Oct 25, 2008, 6:01:16 AM10/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Selamaik Ulang Tahun Bang Rainal Rais nan ka 65
Semoga terus memberi manfaat pada umat.
 
Soal namo ambopun indak ketinggalan maagiah namo babaun Jawa
ka anak ambo yaitu Gasanto. Tapi singkatan kampuang ambo Gasan
dan kampuang bini Toboh, kaduonyo di Piaman.
 
Ado pulo sanak ambo Litoto, Limo Koto Toboh.
 
ajoduta/61+/usa

2008/10/25 Rainal Rais <raina...@yahoo.com>
Dusanak Zubaidah...Akibat PRRI sangat menyakitkan sekali..Dirantau banyak yg tidak mau mengaku berasal dari Minang..Tidak sedikit anak anak yang lahir diberi nama Jawa atau nama asing...oleh karena itu pada tahun 70an kami dari Sulit Air dengan SASnya beserta nagari lainnya bekerja keras membangun Nagari masing2 dengan maksud untuk kembali membuat kita "Bangga menjadi orang Minang"..Mudah2an pengalaman pahit tsb tidak dialami lagi oleh anak cucu kita dan wajar mereka harus diingatkan ..wass, Rainal Rais ( Jkt 65th-2hr ).

--- Abraham Ilyas... sudah membagi info penting ini di milis ini.
 
kudung--------------------kuduang-----------------ingek Mak Sati------------------------------



Muhammad Gifari

unread,
Oct 26, 2008, 12:44:55 AM10/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Cerita Mamak Zur sungguh mengharukan, ambo sungguh bersimpati.
Ambo lahir di zaman orde baru, dan tidak mengalami peristiwa PRRI. Namun ayah ambo yang mengalami PRRI selalu menceritakan kisah KEKEJAMAN tentara Sukarno di kampung nya.
Terdapat benang merah dari cerita ayah ambo dan mamak Zur, bahwa rezim Sukarno memang kejam (kontras dengan slogan yang mengagung-agungkan Sukarno : Bapak pemersatu Indonesia, penyambung lidah rakyat, dll)
Nan ambo heran, banyak orang kini mengelu-elukan Sukarno. Mereka tidak memahami sejarah perang saudara, dan tidak tahu bagaimana peran Sukarno pada babak kelam tanah Minang.

Wassalam
M. Gifari (L, 27 @tokyo)





--- On Sat, 10/25/08, Ade Zur <zur...@hotmail.com> wrote:

Muljadi Ali Basjah

unread,
Oct 26, 2008, 4:43:09 AM10/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Ass.Wr.Wb. P'Ajo Duta, P'Rainal Rais, jo saluruh ummaik sPalanta.
Salamaik Ualngtahun P'Rainal Rais, smoga panjang umua, banyak rzaki.
Namo ambo biasanyo dipakai diJawaTimur, dakek ka Pabatasan Jawatangah.
Tapi saluruah dunsanak ambo, ambo surang nan Banamo Jawado.
Dek Kawan apak ambo, Urang asa Jawa, sasudah maangkek ambo jadi anak angkeknyo (tapi ambo tatap dipaliharo/tingga dirumah ranggaek kanduang ambo) bagiah ambo namo baliau Muljadi.
Indak lamo sasudah itu manganduang bini apak angkek ambo iko.
Bisa baitu, pandapek ambo dek kabatulan sajo.

wassalam, Muljadi.

Tapi, banamo jawa itu ado pulo hikmahnyo, dek ado bakarik jo suku etnik presiden,
Di kantua2 urusan kenegaraan, agak capek integrasinyo, misalnyo di Kedutaan,
apolai pandai bahasonyo..

-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sat, 25 Oct 2008 06:01:16 -0400
> Von: "ajo duta" <ajo...@gmail.com>
> An: Rant...@googlegroups.com
> Betreff: [R@ntau-Net] Re: Balasan: [R@ntau-Net] Re: Email dari Reni ttg Perempuan Minang saat PRRI

> > ------------------------------


> > New Email names for you!
> >

> <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>

--
"Feel free" - 5 GB Mailbox, 50 FreeSMS/Monat ...
Jetzt GMX ProMail testen: http://www.gmx.net/de/go/promail

muhammad syahreza

unread,
Oct 26, 2008, 4:45:11 AM10/26/08
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum wr.wb.

Setiap manusia ada kekurangan dan kelebihannya. Apalagi pemimpin
bangsa, mungkin Bung Karno tidak ada memerintahkan untuk berlaku kejam
pada masyarakat Minang atau Sumbar waktu PRRI. Sarupo kebencian rakyat
Aceh pado Suharto. Tapi komando di lapangan bisa saja menyimpang,
karena dalam operasi militer hanyo dikenal 2 istilah, membunuh atau
dibunuh.
Ambo pun bukan pendukung paham bung Karno yang kini diagung-agungkan
oleh anak-anaknyo dan simpatisannyo. Cuma ambo labiah respect ka Bung
Karno daripado Suharto.
Terlepas dari itu Bung Karno dan Pak Harto pernah jadi Pemimpin RI
yang sangat disegani kawan atau pun lawan.

Sudah saatnyo kito lupokan yang alah lalu. Jan sarupo umat muslim
kini, sibuk dengan perbedaan-perbedaan yang sepele. Samantaro umat non
muslim makin maju dalam teknologi, sahinggo bisa bapacu untuak
manguasoi sagalo sumber daya alam yang ado di negara mayoritas umat
muslim.

Cubo pikia dari sagalo yang ado di rumah yang kito gunokan, kitok
onsumsi, kito pakai dan kito butuhkan sahari-hari, bara persen bana
itu merupakan hasil karya cipta rakyat Indonesia?
Akan kah kito salamo nyo akan tergantung dengan barang-barang tersebut??
Bilo kito bisa manggantikan produk-produk yang sudah jadi kebutuhan
primer, sekunder dan tersier tu dengan produk lokal hasil karya cipta
anak bangsa Indonesia?


Hormat saya

Muhammad Syahreza

HP : 0811 193 646 / 0817 169 015

E-mail : muhammad...@gmail.com

Blog bisnis : http://ohiofreshyoghurt.multiply.com
Yoghurt segar rasa buah serasa es krim

Blog pribadi : http://muhammadsyahreza.wordpress.com

Setiap warga negara memiliki hak & kewajiban utk bela negara, jangan
tanya apa yg Indonesia sdh berikan pd kita, tapi tanya apa yg kita sdh
lakukan utk membuat Indonesia lebih baik?

Setiap pengusaha
sekecil apapun kita
semuda apapun kita
dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik!

Mulailah dari diri kita sendiri, jika setiap kita menjadi lebih baik,
maka Indonesia pasti menjadi lebih baik!

Kunjungi Sumbar online di :

www.west-sumatra.com
www.mentawaiislands.com
www.newsikuaiisland.com
www.visitminangkabau.com
www.aloitaresort.com/diving
www.cimbuak.net

Muljadi Ali Basjah

unread,
Oct 26, 2008, 7:03:46 AM10/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Ass.Wr.Wb.
Memang sedih cerita Perang.
Ambo mandanga carito sajonyo.
Mamak ambo hilang baitu sajo, baliau wakatu itu Guru sakola, mandapek beasiswa ka bakirin ka Bulando, tapi kami indak tau dima kini baliau, indak ado kabanyo do.
Mande baliau, wakatu baliau masih hiduik juo, mangecek ka ambao;" Lai waang cari mamak waang di Bulando itu Di (namo ambo dirumah)? Ambo jawek sajo;" Lah panek mananyo2 indak absuo do Nek"
Ibo ambo ka Nenek tu, trauma, dek anak baliau nan suluang jo bungsu alias tungga babeleng, ilang indak tau rimbonyo. Kawan/murik ambo itu adao nan lah mantan Walkot Medan, jo Wagub sumbar.
Bonusnyo ado pulo dapek di Enk ambo, yakni mauruih uang PENSIUN baliau, banyak abih pitihny untuak mauruih Pansiun. Pitih abih, wakatu abih, pansiun indak dapek, PENGALAMAN lai dapek, banyakkkkkk.....
Kalau diGerman iko, sasudah PD II, lah panek, basusah2 diperkosa, dsb
Sudah itu babangun dek mayoritas padusi2 cako, lah mulaiu makmur,
Basuruah padusi2 itu kadapua baliak, dgn pomeo2 macam2.
Kini ado himbauan feministin, tapi unsuanyo, bukan profemina, melainkan
padusi patuah, gaji labiah murah, karajo labia jimek.
(Ibo awak mancaliak kaum padusi, sasudah itu, dirumahtanggo jadi sekertaris pribadi pulo dek lakinyo.)
Sayangi lah kaum padusi itu, iburumah tangga itu, karajo nan paling barek, gaji nan paliang murah, untuang sajo kalau anak2nyo mambaleh guno isuaknyo.
Wassalam,
Muljadi , German
-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sat, 25 Oct 2008 08:51:09 +0700
> Von: Ade Zur <zur...@hotmail.com>
> An: rant...@googlegroups.com
> Betreff: [R@ntau-Net] Perempuan Minang saat PRRI, dan tindak kekerasan ....

> Date: Fri, 24 Oct 2008 09:38:06 +0700From: abraha...@gmail.comTo:

> Rant...@googlegroups.comSubject: [R@ntau-Net] Email dari Reni ttg Perempuan
> Minang saat PRRI---------- Forwarded message ----------From: Reni Nuryanti


> <reik...@yahoo.co.id>Date: Oct 22, 2008 5:54 PMSubject: Salam KenalTo:

> abraha...@gmail.comAssalamu'alaikum Pak Abraham Ilyas..Salam kenal, saya


> Reni Nuryanti yang menulis PEREMPUAN MINANGKABAU MASA PRRI. Saya membaca email
> bapak ke Pak Jacky, yang terkirim ke saya.Betul, apa yang bapak tulis,
> bahwa kekerasan terhadap perempuan memang ada yang dilakukan oleh OPR. Tetapi,
> demikian juga oleh pihak APRI. Ini saya temukan di Solok, dimana APRI
> menempati rumah2 istri tentara PRRI. Lain dengan apa yang terjadi di
> Sumpurkudus. Disana mulai muncul istilah ganja batu dan ganja kayu yang demikian
> santer, setelah PRRI. Para perempuan itu tidak dinikahi APRI tetapi orang PRRI
> sendiri yang sudah berkeluarga. Mereka banyak ditinggal begitu saja setelah
> PRRI. Beda dengan di Bukit Batuah di Agam, salah seorang perempuan mengaku
> pernah stress karena disekpa bermalam2 oleh OPR. Nah, dalam hal ini, saya
> melihat bahwa tindak kekerasan ataupun memori kesedihan bagi perempuan di
> Minangkabau, bukan hanya diakibat OPR, tetapi juga APRI dan APRI.Dalam hal

> ini, agar lebih bijak, saya akan melihatnyadalam sudut pandang sosial,


> militer, biologis serta psikologis. Oya pak, ada yang cukup mengagetkan bagi
> saya. Ada seorang perempuan di dusun terpencil di Solok, namanya Rakana.
> Dialah satu2nya perempuan yang menjadi tentara pelajar yang ikut berperang
> melawan APRI. Dia bersama 10 orang kawan laki2nya selama 3 tahun di
> hutan.Tampangnya khas, dengan rokok yang hampir tak pernah berhenti mengepul.Mungkin
> ini dulu dari saya Pak, saya sedang menulis bab tentang perempuan, InsyaAllah
> kalau udah jadi, saya kirim.Salam hangat,Reni Nur

--
Psssst! Schon vom neuen GMX MultiMessenger gehört? Der kann`s mit allen: http://www.gmx.net/de/go/multimessenger

jamaludin mohyiddin

unread,
Oct 26, 2008, 8:07:12 AM10/26/08
to Rant...@googlegroups.com, reik...@yahoo.co.id
Assalamu alaikum warahmatulLahi wabarokatuh,

Berterima kasih saya kepada Pak Rainal Rais dengan mem-posting-kan  catatan dari Saudari Reni Nuryanti yang membicarakan tentang Perempuan Minang Saat PRRI.
 
Saya memang tertarik dengan penyelidikan yang di lakukan oleh Sdri. Reni ini. Penyelidikan secara ilmiyyah yang bertanggung jawab/responsible academics tentang women in time of war or conflict zone sangat sangat membantu memperkukuhkan the academics of peace/conflict resolution studies in Indonesia. Kini, Indonesia sangat sangat memerlukan dan sepatutnya memerlukan sumbangan ilimiyyah dalam membetul atau memperbaiki penulisan sejarah semasa/contemporary Indonesia. Sometimes, histiographical revisionism membantu memahami perjalan sejarah, apatah lagi perjalanan sejarah Indonesia semasa.
 
Salah satu usaha memperbaiki fahaman dan mencari tafsiran sebenar tentang pensejarahan PRRI ini, within the Minang or national context, ialah melalui penulisan hasil kajian atau penyelidan saperti yang diusahakan oleh Sdri. reni ini. Sekiranya dasar kajian dan kaji selidik dengan pendekatan peace/conflict resolution studies yang sehubung dengan pensejarahan PRRI ini masih belum wujud, maka penulisan dan kajnian Reni akan membantu meletakkan batu asas kaedah ilmiyyah/ academic methodology of research tentang war/conflict torn resolution studies di Indonesia. Kita harapkan juga hasil kajian ini akan memberi ma'na baru pentafsiran dan pentakrifan (semula) contemporary Indonesian security studies. Di harapkan nanti Indonesian will appreciate the academic contribution from such studies and this discipline would make a better and stable Indonesia. Insya' Allah.    
 
Sefaham saya pendekatan pengajian science of Hadiths or the methodology of Hadiths banyak membantu dalam membina academic legitimacy bidang kajian war/conflict torn resolution studies. Usaha usaha ilmiyyah berdasarkan kekuatan akhlaq/moral excellence telah membina keilmiyyahan ilmu Hadiths. Kaedah kaedah yang mantap dan dapat memenuhi ciri ciri keilmuan (Islam) telah meletakkan dasar keyakinan kellmiyyah Ilmu Hadiths. Perjalanan meletakkan dasar ilmu pengetahuan contemporary Indonesian peace/war torn/conflict resolution studies, mungkin, memerlukan pendekatan yang telah di lakukan oleh Ipara sarjana Ilmu Hadiths.    

--- On Thu, 10/23/08, Rainal Rais <raina...@yahoo.com> wrote:
From: Rainal Rais <raina...@yahoo.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Email dari Reni ttg Perempuan Minang saat PRRI
To: Rant...@googlegroups.com
Date: Thursday, October 23, 2008, 10:42 PM

 

desni silvia

unread,
Feb 12, 2015, 5:28:47 AM2/12/15
to rant...@googlegroups.com, Rant...@googlegroups.com, reik...@yahoo.co.id, jmohy...@yahoo.com
Asslamu'alaikum saya Silvia Mahasiswa UNP Jurusan Sejarah, setelah membaca buku Perempuan Berselimut Konflik oleh Kak Reni Nuryanti saya juga tertarik mengkaji keberadaan perempuan minang pada masa pergolakan PRRI, dalam buku ini saya menemukan istilah ganja batu dan ganja kayu, apakah memang begitu, sebegitukah penderitaan perempuan minang pada masa itu, selain perbedaan gender yang bisa saja sebagai alasan perempuan adalah mahkluk yang lemah, apakah tidak ada sisi moral yang di kedepankan pada masa itu, namun lain dari pada itu,pada tahun 1950-an sudah mulai berdiri organisasi perempaun sebagai wadah penyaluran potensi perempuan sebagai mahkluk yang berjuang dalam menegakkan keadilan dan ilmu pengetahuan, organisasi perempuan tersebut mempunyai basis dan tujuan yang berbeda-beda seperti organisasai Gerwani dan Organisasi Aisyiyah, nah dalam perkembangan sumatra barat pada tahun 1950-an sebagai daerah yang bergolak, dengan berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan masyarakat terutama masalah ganja batu dan ganja kayu yang memberikan efek trauma fisik dan psikis, untuk itu Apakah ada keterlibatan Organisasi dalam masa pergolakan, terutama organisasai perempuan islam Aisyiyah, seperti apa bentuk dari gerakan organisasi, dalam menghadapi kehidupan perempuan yang memprihatinkan pada masa itu,

Abraham Ilyas

unread,
Feb 14, 2015, 8:53:36 AM2/14/15
to rant...@googlegroups.com
Pertanyaan:
Apakah ada keterlibatan Organisasi dalam masa pergolakan, terutama
organisasai perempuan islam Aisyiyah, seperti apa bentuk dari gerakan
organisasi, dalam menghadapi kehidupan perempuan yang memprihatinkan
pada masa itu,

Jawab:

Kalau peranan perempuan saat bergolak di pihak PRRI sangat
besar,...ini contohnya !
dari nagari : Tanjuang Sungayang (nagari Tanah Data) dicopas
http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=117

Ini bukan cerita bohong
Perang dibiayai bergotong royong
Setiap orang ikut menyokong
Walau sumbangan ubi sepotong

GMW atau Gerakan Massa Wanita
Organisasi PEREMPUAN ikut serta
Meminta masyarakat berinfak harta
Demi perjuangan membela negara

Upiak Sayang dan ande Mokah
Tiada jemu, tanpa lelah
Menyuruh petugas ke rumah rumah
Mengumpulkan iuran ataupun sedekah

Iuran perang anak nagari
Sebagai bukti kesadaran diri
Ketika menjaga ibu pertiwi
Saat negara mengalami revolusi

---------------------

di nagari Kinari (kab. Solok) http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=125

Dapur Umum

Hasil musyawarah dengan kesepakatan
Tiada seorang yang berkeberatan
Setiap rumah menyumbang makanan
Waktunya diatur secara giliran

Bukan pengemis peminta-minta
Tegak menunggu di depan tangga
Para PEREMPUAN tenaga sukarela
Mereka bertugas lillahi ta-ala

Ibarat bunga kembang sekuntum
Para perempuan di DAPUR UMUM
Ikhlas bekerja dengan senyum
Mengatur jatah pembagian ransum

Nasi bungkus pagi dan sore
Untuk pasukan anggota T.P.
Berisi lauk seiris tempe
Terkadang disertai sepotong kue

Walau menu selalu berganti
Tempe goreng sangat disenangi
Sumbernya mudah bisa dicari
Banyak dijual di pasar Kinari

..... silakan nanda tanyakan pada orang tua tua usia > 70 tahun dari
nagari lainnya pasti banyak yang bisa ditulis untuk bahan skripsi !

Salam

Abraham Ilyas < 70 tahun

Abraham Ilyas

unread,
Feb 14, 2015, 7:13:07 PM2/14/15
to rant...@googlegroups.com
Kmda. Desni Silvia

Iko satu lagi kisah seorang perempuan MinangKabau yang ikut berperan
langsung (dari nagari Manggopoh kab. Agam).
Informasi di bawah ini dicopas dari http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=114

Almarhumah semasa hidupnya menjadi komandan REGU militer (organisasi
paling rendah/langsung berhadapan dengan musuh,..... di dalam hirargi
militer bersenjata) yang membawahi anggota sebanyak 10 orang laki
laki.

Tidak peduli laki perempuan
Semua penduduk ingin berkorban
Karena terpanggil oleh keyakinan
Rasa senagari dalam persatuan

Patut dicatat dalam sejarah
Ibu muda bernama SAWIYAH
Ikut bertempur tanpa diupah
Menyandang bedil terlihat gagah

Mekipun penduduk desa terpencil
Sawiyah berperang menggunakan bedil
Meninggalkan bayi yang masih kecil
Karena nagari telah memanggil

Nb.
Kmda. Desni Silvia dapat membaca kisahnya dalam buku syair yang
berjudul: "Kalah di Ujung Bedil, menang dengan Silat" .
Buku tsb. bersama dengan buku "45 Kisah PRRI di Ranah Bunda, Tuah
Sekata, Celaka Bersilang edisi ke 2" dalam jumlah terbatas juga
tersedia di Pusat Studi Kebudayaan dan Ekonomi Universitas Negeri
Padang atau dipesan langsung kepada admin www.nagari.or.id (untuk
dicetakkan sesuai dengan jumlah yang dipesan !)

Salamat

L'histoire se repete, kata orang Prancis

Historia vero testis temporum = sejarah adalah saksi zaman
Lux veritatis = sinar kebenaran
Vita memoriae = kenangan hidup
Magistra vitae = guru kehidupan
Nuntia vetustatis = pesan dari masa silam

Marcus Tullius Cicero (106 – 43 SM)

Pada tanggal 14/02/15, Abraham Ilyas <abraha...@gmail.com> menulis:

desni silvia

unread,
Mar 4, 2015, 9:13:18 AM3/4/15
to rant...@googlegroups.com
iya terima kasih, bisakah dijabarkan sediki tentang kronologi ganja batu dan ganja kayu di minang kabau pada masa pergolakan  ,  dan bagaimana bentuk gerakan organisasi wanita dalam membrantas ganja batu dan ganja kayu sebagai suatu istilah yang mengisyaratkan bahwa perempuan sebagai makhluk yang lemah.
(cinp...@gmail.com)

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan topik di grup "RantauNet" Google Groups.
Untuk berhenti berlangganan topik ini, kunjungi https://groups.google.com/d/topic/rantaunet/uiQgBLinH6I/unsubscribe.
Untuk berhenti berlangganan grup ini dan semua topiknya, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages