ada apa dengan website sumbarprov.go.id

93 views
Skip to first unread message

Ephi Lintau

unread,
Jul 24, 2008, 12:06:51 PM7/24/08
to Rant...@googlegroups.com
assalamualaikum wr wb.
mungkin ini pertanyaan yg sudah basi, namun kembali saya bertanya untuk sekedar mengingatkan kita lagi, mungkin ada yang punya informasi terbaru : ada apa dengan website sumbarprov.go.id ? kok s.d sekarang gak bisa diakses!  , mohon bagi yg tahu...di iinformasikan disini...terima kasih.

salam
ephi
www.sumbar.ws

--
[ Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau }}
www.ephi.web.id | http://blog.ephi.web.id

Nofiardi

unread,
Jul 25, 2008, 12:18:00 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com

Emangnya enak jadi tersangka, korupsi mah enak!

Ya, nggak brur??

 

Inilah Daftar 55 Tersangka Kasus Korupsi yang Ditahan Kejaksaan

 

PadangKini.com | Kamis, 24/7/2008, 12:25 WIB

 

PADANG--Saat ini Kejaksaan Tinggi dan sejumlah Kejaksaan Negeri, serta Cabang Kejaksaan Negeri di Sumatera Barat menahan 55 tersangka dan terdakwa dalam kasus korupsi dana pemerintah.

Berikut nama-nama mereka dan kasusnya seperti dirilis Kejaksaan Tinggi Sumbar baru-baru ini.
 

Kejaksaan Tinggi:

  1. Suhil Noer (Pengembangan tanaman kakao APBD 2005 di Dinas Perkebunan Provinsi Sumbar).
  2. Fahron Rosyidi (Pengembangan tanaman kakao APBD 2005 di Dinas Perkebunan Provinsi Sumbar).
  3. Yasril Syukur (Pengembangan tanaman kakao APBD 2005 di Dinas Perkebunan Provinsi Sumbar).
  4. Fuadi (Penyiapan Pemukiman Transmigrasi 2006 di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi).
  5. Achyarman (Penyiapan Pemukiman Transmigrasi 2006 di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi).
  6. Maryulis (Pengadaan Barang dan Jasa PT Tuah Sakato Grafika Padang).
  7. Dento Nian Gani (Pengadaan Barang dan Jasa PT Tuah Sakato Grafika Padang).
  8. Zambri (Proses pengadaan proyek bantuan bencana alam 2004 di Kabupaten Pasaman Barat).
  9. Mirwan Pulungan (Proses pengadaan proyek bantuan bencana alam 2004 di Kabupaten Pasaman Barat).


Kejaksaan Negeri Payakumbuh:

  1. Sulaiman (Penyaluran bantuan bencana alam Dinas Tanaman Pangan Kabupaten 50 Kota).
  2. Azwar Chan (Dana GN-RHL 2008 di Payakumbuh).
  3. Asmaryani (Dana GN-RHL 2008 di Payakumbuh).
  4. Amril (Dana GN-RHL 2008 di Payakumbuh).


Kejaksaan Negeri Painan:

  1. Devi Ersil (Pengadaan Komputer Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan).
  2. Dirwirizal (Pengadaan Komputer Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan).
  3. Andi Wersil (Dana Kegiatan Pemerintah Nagari APBD 2006).


Kejaksaan Negeri Sawahlunto:

  1. Fauzan Ramon (Dana proyek pembangunan jembatan di Desa Rantih, Kec. Talawi Kota Sawahlunto 2006).
  2. Efdi Suwena (Dana proyek pembangunan jembatan di Desa Rantih, Kec. Talawi Kota Sawahlunto 2006).
  3. Syafaruddin (Dana proyek pembangunan jembatan di Desa Rantih, Kec. Talawi Kota Sawahlunto 2006).


Kejaksaan Negeri Sijunjung:

  1. Amparis DT. Payung Sakaki (Penyaluran Dana Bantuan Sosial Tugas Pembantuan Penanaman Bibit Karet 2006 Dinas Perkebunan SWL/SJJ).
  2. Dagusman (Penyaluran Dana Bantuan Sosial Tugas Pembantuan Penanaman Bibit Karet 2006 Dinas Perkebunan SWL/SJJ).
  3. Sumiatun (Penyaluran Dana Bantuan Sosial Tugas Pembantuan Penanaman Bibit Karet 2006 Dinas Perkebunan SWL/SJJ).
  4. Syafnal (Penyaluran Dana Bantuan Sosial Tugas Pembantuan Penanaman Bibit Karet 2006 Dinas Perkebunan SWL/SJJ).
  5. Nazwir (Berkas tilang dijembatan  Oto (JTO) Sungai Langsek Kec. Kamang Baru Kab. SWL/SJJ).
  6. Asril Boechari (Berkas tilang dijembatan  Oto (JTO) Sungai Langsek Kec. Kamang Baru Kab. SWL/SJJ).


Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping:

1.       Sri Warni (Anggaran DPRD dan Sekretariat DPRD Kabupaten Pasaman Barat).
2.       Ramli (Anggaran DPRD dan Sekretariat DPRD Kab. Pasaman Barat sejak Mei 2005-April 2006).
3.       Ezmita Arbi (Pelaksanaan Konstruksi Percetakan Sawah di Nagari Binjai Kec. Pasaman 2006).
4.       Syafriadi Chandra (Dana APBD kegiatan pengadaan pembelian 250 unit komputer dan printer untuk Dinas Pendidikan dan Pengajaran).
5.       Asrul Yamin (Dana APBD kegiatan pengadaan pembelian 250 unit komputer dan printer untuk Dinas Pendidikan dan Pengajaran).
 

Kejaksaan Negeri Solok:
1.     Gusmandri (Perbaikan dan Pembuatan Rumah Layak Huni untuk Keluarga kurang mampu oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Solok).
2.       Widya Burman (Dana Perusda Solinda).
3.       Firdaus Kahar (Dana PKPS BBM IP).
 

Kejaksaan Negeri Tuapejat:

  1. Ali Arifin (Sisa Anggaran TA 2005 pada Dinas Kimpraswil Kab. Kep. Mentawai).
  2. Rinaldi (Sisa Anggaran TA 2005 pada Dinas Kimpraswil Kab. Kep. Mentawai).
  3. Afner Ambarita (Sisa Anggaran TA 2005 pada Dinas Kimpraswil Kab. Kep. Mentawai).
  4. Manatap Ambarita (mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan terhadap tersangka Afner Ambarita).
  5. Yendri Kasrizal (Kegiatan Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah di Kabupaten Kepulauan Mentawai 2004).
  6. Zulkarlin (Sisa Anggaran Perjalanan Dinas Anggaran 2007 pada dinas Pariwisata , Seni dan Budaza Kabupaten Kepulauan Mentawai).


Kejaksaan Negeri Pariaman:
1.       Rizaldi (pengadaan Water Meter PDAM Kab.Padang Pariaman 2006).
2.       Samsurizal (penarikan uang milik BPR Kab. Padang Pariaman 2004-2005).
3.       Yuni Helmi Sampono Dirajo (penyimpangan tarhadap Dana DAUN).
 

Kejaksaan Negeri Lubuk Basung:
1. Gempita (Dana PKPS BBM-IP 2005 di Nagari Tiku V Jorong Kec. Tanjung, Agam.
2. M. Kalif Indra (Pekerjaan Jalan Perumnas Talago, COR BETON 1500 M, dan Jalan Silayang Hilia Parik Ampu, COR BETON 1500 M, di Kabupaten Agam). 
 

Kejaksaan Negeri Bukittinggi:
1.       Anderman (pengadaan Tanah Pembangunan Daerah Kota Bukittinggi 9 lokasi tanah dengan Rp9 Miliiar bersumber dari APBD 2007).
2.       Wasdinata (pengadaan Tanah Pembangunan Daerah Kota Bukittinggi 9 lokasi tanah dengan Rp9 Miliiar bersumber dari APBD 2007).
3.       Asmah Hadi (pengadaan Tanah Pembangunan Daerah Kota Bukittinggi 9 lokasi tanah dengan Rp9 Miliiar bersumber dari APBD 2007).
4.       Unggul (pengadaan Tanah Pembangunan Daerah Kota Bukittinggi 9 lokasi tanah dengan Rp9 Miliiar bersumber dari APBD 2007).
5.       Erwansyah (pengadaan Tanah Pembangunan Daerah Kota Bukittinggi 9 lokasi tanah dengan Rp9 Miliiar bersumber dari APBD 2007).
6.       Dharma Putra (pengadaan Tanah Pembangunan Daerah Kota Bukittinggi 9 lokasi tanah dengan Rp9 Miliiar bersumber dari APBD 2007).
7.       Yasmen (pengadaan Tanah Pembangunan Daerah Kota Bukittinggi 9 lokasi tanah dengan Rp9 Miliar bersumber dari APBD 2007).
 

Cabang Kejaksaan Negeri Solok di Alahan Panjang:
1. Amriyetno (Dana Operasional Sekolah dan tidak membayarkan rapel menaikan pangkat).

2. Nilzam (Kegiatan perbaikan irigasi Bandar Ubo, Bandar Halim, dan Batang Lembang (kawasan Ubo) Kec. Lembang Jaya Kabupaten Solok).

 
Cabang Kejaksaan Negeri Solok di Muaro Labuah:
1. Indriati Yanimar (Dana BOS Tahun 2005-2006).
 

Cabang Kejaksaan Negeri Painan di Balai Selasa:
1. Doni Chandra (proyek pembangunan Gerbang dan Pagar TPI Kambang di Kecamatan Lengayang Kab. Pesisir Selatan 2007). (syof)

 

Copyright © 2008 www.padangkini.com All Rights Reserved

The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.

Nofiardi

unread,
Jul 25, 2008, 12:23:50 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com

 

Ikan Bilih dan Dakak-Dakak Diminati Perantau Sumbar

Kamis, 24/07/2008 16:20 WIB


padangmedia.com - TANAH DATAR- Dari hasil pameran Kerajinan Nasional yang diselenggarakan Dewan
Kerajinan Nasional (Dekranas) di Departemen Perindustrian dan Perdagangan, beberapa waktu lalu, Ikan Bilih Danau Singkarak dan Kerupuk Dakak-dakak asal Kecamatan Pariangan kabupaten Tanah Datar banyak diminati perantau Sumatera Barat di Jakarta.

" Pada acara Pameran Hasil Kerajinan Sumtera Barat (Sumbar) lalu, Ikan Bilih dan Kerupuk Dakak-dakak termasuk makanan yang paling banyak ditanyakan para perantau kepada stand yang dimiliki Kabupaten Tanah Datar," sebut Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Kabupaten Tanah Datar, Zulfahmi Dt. Putih yang didampingi Kapala Seksi (Kasi) Iklim Usaha Sub Dinas Perindustrian, Wirmas kepada padangmedia.com, Kamis (24/7).

Zulfahmi menyadari sekali permintaan yang disampaikan para perantau itu. Katanya, sebagai satu-satunya spesies ikan yang hanya ada di danau singkarak, ikan bilih memang memiliki cita rasa yang berbeda dengan ikan-ikan lain. Dalam hal ini, umumnya orang menikmati ikan bilih sebagai sebuah makanan pendamping yang akan terasa lezat jika digoreng kering.

" Meskipun ikan bilih itu bisa di sajikan kedalam gulai atau kerupuk, namun, ikan bilih akan semakin lezat jika dihidangkan secara kering. Dengan sedikit "samba lado" ikan bilih akan terasa lebih gurih. Jadi wajar, jika ikan bilih menjadi komoditi yang sangat dirindukan oleh para perantau Sumatera Barat (Sumbar) yang ada di Jakarta," paparnya.

Tidak itu saja, Zulfahmi juga mengungkapkan besarnya tingkat permintaan para perantau juga tertuju kepada kerupuk dakak-dakak. Makanan khas kecamatan Pariangan yang terbuat dari adonan tepung beras itu juga merupakan makanan yang jarang ditemui di perantauan. Kalaupun ada, kerupuk dakak-dakak akan dijual dengan harga yang sangat mahal sekali.

" Sayangnya, pada acara pameran hasil kerajinan Sumbar itu, kabupaten Tanah Datar tidak sempat menyertakan kedua makanan itu dalam daftar makanan yang dipamerkan,"sebutnya.(rio)

 

© 2007 PADANGMEDIA.COM - TERBETIK TERBERITA - UP TO DATE

Nofiardi

unread,
Jul 25, 2008, 12:26:21 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com

ODHA Paling Banyak di Bukittinggi

Kamis, 24/07/2008 19:12 WIB


padangmedia.com - PADANG– Kasubdin Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sumbar, Esti Pratiwi menyatakan, ODHA (orang dengan HIV/AIDS) paling banyak berada di Bukittinggi. Jumlahnya mencapai 30 persen dari ODHA yang ada. Ini berarti, lebih dari 100 orang penduduk Bukittinggi menderita HIV/AIDS.

“Paling banyak di Bukittinggi, yakni sekitar 30 persen. Tapi kita tidak dapat data yang jelas karena mereka cenderung tidak terbuka,” tutur Esti kepada padangmedia.com, Kamis (24/7).

Dikatakan Estie, mengenai jumlah ODHA sendiri tidak meningkat. Kini pihaknya giat memberikan dukungan berupa keterampilan-keterampilan kepada pada ODHA. Malah, dulu para ODHA yang sering bertanya kapan akan mati, sekarang tidak lagi.

“Sebaliknya, mereka malah bertanya apa yang akan dikerjakan besok. Tahun sebelumnya kita latih mereka menyablon dan repasari HP,” tambah Esti.

Karena penderita HIV/AIDS banyak yang tidak terbuka, Dinsos melakukan pendekatan dengan merangkul mereka. (Iggoy)

 

© 2007 PADANGMEDIA.COM - TERBETIK TERBERITA - UP TO DATE

The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.

Nofiardi

unread,
Jul 25, 2008, 2:39:21 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com

Karapuak dakak2?!, makanan a pulo tu?

Mungkin katiko dimakan sarupa bunyi dakak2??

Salam

Nofiardi

 


ryan airland

unread,
Jul 25, 2008, 12:37:29 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
siapa lagi yang mau ikut...?
 
 
Ryan Erlangga
25 tahun 2 bulan
Palembang

Riri Chaidir

unread,
Jul 25, 2008, 3:51:30 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Dari tapuang bareh, disariang jadi bantuak mie tapi dengan diameter 3-5 mm, sudah tu diguluang2 kusuik jadi sarupo karupuak palembang. Sudah tu digoreng, kalau lah digoreng tu ukurannyo sekitar 3-5 cm, tabanyo sekitar 3 cm ...

Wuaaaah .... susah ambo manarangkannyo he he

Tapi nan jaleh, rasonyo lamak

Riri


2008/7/25 Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com>:

hambociek

unread,
Jul 25, 2008, 4:38:49 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Takana lo pantun anak-anak maso ketek sisuak:

Cubadak badakak-dakak,
Antimun batali-tali.
Abak den pai malagak,
Uwaik den barusuah hati ...

....

Ikan bilih?
Baa mangko banamo Ikan Bilih?
Adokoh hubuangannyo jo Ubilih?
Aa badannyo Ikan Teri, Maco Bulek, jo Ikan Bilih?

-- Nyit Sungut

--- In Rant...@yahoogroups.com, "Riri Chaidir" <riri.chaidir@...>
wrote:


>
> Dari tapuang bareh, disariang jadi bantuak mie tapi dengan
diameter 3-5 mm,
> sudah tu diguluang2 kusuik jadi sarupo karupuak palembang. Sudah tu
> digoreng, kalau lah digoreng tu ukurannyo sekitar 3-5 cm, tabanyo
sekitar 3
> cm ...
>
> Wuaaaah .... susah ambo manarangkannyo he he
>
> Tapi nan jaleh, rasonyo lamak
>
> Riri
>
>

> 2008/7/25 Nofiardi <Nofiardi@...>:

hambociek

unread,
Jul 25, 2008, 4:42:56 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com

Takana lo pantun anak-anak maso ketek sisuak:

Cubadak badakak-dakak,
Antimun batali-tali.
Abak den pai malagak,
Uwaik den barusuah hati ...

....

Ikan Bilih?


Baa mangko banamo Ikan Bilih?
Adokoh hubuangannyo jo Ubilih?

Aa bedanyo Ikan Teri, Maco Bulek, jo Ikan Bilih?

-- Nyit Sungut

--- In Rant...@yahoogroups.com, "Riri Chaidir" <riri.chaidir@...>
wrote:
>

> Dari tapuang bareh, disariang jadi bantuak mie tapi dengan
diameter 3-5 mm,
> sudah tu diguluang2 kusuik jadi sarupo karupuak palembang. Sudah tu
> digoreng, kalau lah digoreng tu ukurannyo sekitar 3-5 cm, tabanyo
sekitar 3
> cm ...
>
> Wuaaaah .... susah ambo manarangkannyo he he
>
> Tapi nan jaleh, rasonyo lamak
>
> Riri
>

> 2008/7/25 Nofiardi <Nofiardi@...>:

auliah azza

unread,
Jul 25, 2008, 6:21:46 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
sekalian tanya juga ...kali aja ada admin website sawahlunto ....

pertanyaannya adalah : saya sudah 2 atau 3 kali kirim email ke website sawahlunto, sampai sekarang belum dibales juga ......... memang sesibuk apa ya adminnya :(

Padahal saya ngasih tahu banyak biro perjalanan di jakarta menanyakan soal paket wisata ke sawahlunto ...


2008/7/24 Ephi Lintau <ephi....@gmail.com>:

Riri Chaidir

unread,
Jul 25, 2008, 8:26:42 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Mak Ngah,

Kalau ambo baco di  http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_bilih , Bilih (Mystacoleuseus Padangensis) "milik" danau Singkarak, walaupun ado bilih lain ditemukan di danau Maninjau dan Sungai Amazon.

Bilih agak2 mirip bada/ teri (di salah satu posting, mak Ngah manyabuiknyo sbg "maco bulek"), tapi indak samo do.

Walaupun samo2 bilih, caro pemasaran bilih dari SIngkarak beda jo nan dari Maninjau. Kalau nan dari Singkarak biasonyo diabuih, disusun di ateh karisiak (jadi harus capek tajua); sedangkan nan dari Maninjau disanga jadi warnanyo sampai kecoklatan.

Bilih ko, nampaknyo lai pulo jadi perhatian ilmuwan, di Universitas Bung Hatta ado "Profesor Bilih" ( http://www.bung-hatta.info/berita_366.ubh ).

Tentang hubungan namo "bilih" jo "ubilih", he he, memang disabuik juo di wikipedia, tapi kalau ambo agak ragu, mak Ngah. Sebab, sapangana ambo, di Padangpanjang ndak mengenal kato "ubilih" ko do, ambo tau istilah "ubilih" cuma dari nenek ambo nan aslinyo dari Sungai Balantiak (dakek Batuampa, 50 kota).

He he, kok ado dunsanak nan taragak jo goreng bilih, foto bilih nan lah jadi samba ado di http://andalas-comunity.blogspot.com/2008/06/ikan-bilih.html (tabik salero ambo mancaliak gambar tu, mak Ngah).

RIri
L 46, Bekasi




2008/7/25 hambociek <hamb...@yahoo.com>:

Riri Chaidir

unread,
Jul 25, 2008, 8:41:25 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Sanak Ephi,

Kalau buliah usul (walaupun ambo yakin sanak Ephi alah manyiapkan pertanyaanko untuak survei tu), paralu juo di cek mengenai bara banyak urang nan maurus website satiok daerah tu. Ambo curiga, jan-jan cuma surang baduo nan maurus, dan itupun bukan urang full-time.

Salain iko mungkin bisa menjawab pertanyaan sanak Auliahazza, banyak saketek nyo urang nan maurus (tepatnya dedicated time mereka) bapangaruah banyak ka content. Sapinteh nampak di ambo, pada waktu2 tertentu banyak berita, tapi pada waktu lain bisa lamo ndak di update,

Kadang2 - mungkin karano kesibukan tugas lain, bukan karano alsan lain - ado berita nan manuruik urang awam bantuak ambo ko penting, justru ndak ado di website resmi. Contohnyo waktu peresmian (?) radio nan diusahokan da Nofrins, pak Saaf cs, itu justru ndak muncul di website resmi Padangpanjang.


Riri
L 46 Bekasi





2008/7/25 auliah azza <aulia...@gmail.com>:

hambociek

unread,
Jul 25, 2008, 8:54:01 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih Angku Riri. Lah ambo caliak gambar-gambar Ikan Bilih
di Blog Sumatra tu. Turun naiak pulo jakun macaliaknyo. Tapi dalam
camapuran-campuran palama ladonyo, ado nan lupo, urang nanidank tahu
nan lamak barangkali, Patai!

Patang, dek Ulah Rang Lapau maotaan Ajo Lontong jo gajeboh sagalo
macam, bangih lo ati maagaki, bagoreng lo di awak ikan kariang jo
patai. Bahantam jo sayua matah. Ondeh Cap-cap-cap, mangucap
kalamakan.

Sudah tu, sabantako sudah sumbayang tahajjud babuek lo lontong
ciptaan sandiri. Tadi malam sabalun lalok, bamasuakkan bareh jo aia
ka dalam plastik nan bisa diabuih atau di microwaved. Jadi sabanta
ko dimasuakkan ka dalam Microwave, sudah tu ditolong lo jo
maabuihnyo karano kariang di dalam microwave tu kalua aianyo. Eeh,
manjadi lontong dalam plastik! Lah santiang pulo awak; bisa pulo
dijua ideano ka Lapau. Cubolah kok ndak picayo. Tapi kok indak ado
plastik nan dapek diabuih tu, dapek juo dibuek jo karung kain ketek
saroman Urang Malaysia sari.

Ruponyo nan ikan bilih Maninjau tu samo jo ikan salai di awak di
pasa ateh yo? Lamak daruaknyo jo samba lado patai. Rancak tu. Dibuek
Nasi Bungkuih elok-elok, dibawo piknik ka puncak bukik antaro Suayan
jo Taratak Kubang.... Dilapehan pamandangan ka Ranah Limo Puluah ...

Kan indak jauah dari Sungai Balantiak tu doh. Jalan ambo sisuak tu
malinteh dari Kamang ka Pek Mudiak, dari Mudiak Liki ka Batuhampa.
apo kini lah dapek jalan oto dari Suayan ka Ikan Banyaka jo Pandam
Gadang malalui Mudiak Liki?

Tarimo kasih katarangan Ikan Bilih.

Salam,
--MakNgah

--- In Rant...@yahoogroups.com, "Riri Chaidir" <riri.chaidir@...>
wrote:
>
> 2008/7/25 hambociek <hambociek@...>:

Riri Chaidir

unread,
Jul 25, 2008, 9:35:26 AM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Ha ha, iyo mak Ngah. Ladonyo harusnyo pakai patai. Tentang patai ko, ambo ndak tau apo cuma lidah ambo nan salah atau ba'a. Rasonyo patai di Jakarta ko agak paik rasonyo, ndak salamak nan di nagari awak. Patai awak - kalau di ambo - bisa dimakan langsuang, tapi nan di Jakarta ko paik dan kareh.
 
Tentang Sungai Balantiak ... nah, ambo mungkin tamasuak urang nan "lupo jo kampuang". Sabananyo ambo urang Sungai Balantiak, Mama ambo pun masih lahia di situ. Walaupun sakola di Bukiktinggi, tapi waktu menikah di Sungai Balantiak. 
Ambo ndak tau sebabnyo - kalau "pulang kampuang" kami ndak dibaok ka Sungai Balantiak do, tapi karumah Datuak (adiak Nenek) ambo di Labuah Basilang, Payokumbuah. Partamo kali ambo ka Sungaibalantiak justru setelah ambo bakarajo di Padang. 
 
Dek karano nan ambo tau persis tu Padangpanjang, ambo selalu "mengaku" urang Padangpanjang,
 
EH, baliak carito ka bilih tadi, mak Ngah. Kalau di Padangpanjang dulu nan labiah "ngetop" sabananyo bukan bilih goreng, tapi di pangek. Biasonyo nan lamak nan dijua di hari pakan (Senin dan Jumat), nan manjua urang Sumpu, jadi kami manyabuiknyo Pangek Sumpu.
 
Riri
 
 
 


 
2008/7/25 hambociek <hamb...@yahoo.com>:

hambociek

unread,
Jul 25, 2008, 4:20:08 PM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Iyo, kalau patai tu lah tuo di pasa, agak kareh, dan kadang-kadang
agak kakuniang-kuniangan di antaro kulik jo inceknyo, harus hati-
hati mangarajokannyo.Kadang-kadang kuliknyo lah masik, tpaso
dibuang, pakai incek sajo.

Tapi, kalau fresh, ai yaiyai, apo lai kalau baru diambiak baruak
dari batangnyo, MakNgah lantuang matah-matah, kalau paralau jo lado
kutu ... :)

Kalau baitu Carito Sungai Balantiak, jaleh diambo manarangkan. Itu
jalan kaki ambo sisuak. Sungai Balantiak tu kalau awak ka
Payokumbuah dari Bukittinggi, simpangnyo di Batuhampa babelok ka
kida. Basuo nagari-nagari Sungai Sariak, Sungai Balantiak, Suayan,
Pauah Sangik, Siamang Bunyi. Sudah tu jalan tapak ka Taratak Liki,
Mudiak Liki sampai awak basuo jo jalan Suliki - Kototinggi.

Babelok kaarah kida kaarah Kototinggi basuo awak jo Pandam Gadang
jo Ikan Banyak kampuang Baliau Tan Malaka. Ambo indak pasti nan maa
bana garan Kampuang Baliau, Pandam Gadang atau Ikan Banyak, alun
panah mancaliak rumah kel;ahiran baliau lai. Dimaa pun nagari tu
harus masuak Peta Sejarah. Rumah Tan Malaka harus jadi Museum Objek
Sejarah nan paralu diziarahi oleh turis-turis nan haus Sejarah. Nah
kalau Kototinggi Objek Sejarah Maso PRRI lah saarah sajalan tu para
peminat Sejarah dari Payokumbuah ka Pandam Gadang ka Suliki.

Salah satu Objek Sejarah di Limopuluah Koto nan harus diingekkan ka
Pemda Sumbar, apo lai ka Pemda Payokumbuah, adolah Situjuah,
tempat "Peristiwa Situjuah" nan historis tragis di Maso PDRI
(Pemerintah Darurat Republik Indonesia) Agressi kaduo 1948. Ambo
manyarankan supayo Pamarentah Kabupaten atau Sumatera Barat
mamparhatikan "Kincia" dan Sekitarnyo di Situjuah tamasuak Peristiwa
Berdarah nan dialami para Syuhada Pejuang Revolusi kito. Mudah-
mudahan ado nan mandanga. dibuek pulo Museum dan perpusatkaan di
situ nan paralu dirawat elok-elok. Kok iyo Limopuluah Kota ka
manjadi aktivitas Pariwisata, mangko Dewan Pariwisata harus
diingekkan tantang itu. Sudah tu Halaban Alang Laweh jan dilupokan
pulo.

Salam,
--Makngah

--- In Rant...@yahoogroups.com, "Riri Chaidir" <riri.chaidir@...>
wrote:
>

> Ha ha, iyo mak Ngah. Ladonyo harusnyo pakai patai. Tentang patai
ko, ambo
> ndak tau apo cuma lidah ambo nan salah atau ba'a. Rasonyo patai di
Jakarta
> ko agak paik rasonyo, ndak salamak nan di nagari awak. Patai awak -
kalau di
> ambo - bisa dimakan langsuang, tapi nan di Jakarta ko paik dan
kareh.
>
> Tentang Sungai Balantiak ... nah, ambo mungkin tamasuak urang
nan "lupo jo
> kampuang". Sabananyo ambo urang Sungai Balantiak, Mama ambo pun
masih lahia
> di situ. Walaupun sakola di Bukiktinggi, tapi waktu menikah di
Sungai
> Balantiak.

> *Ambo* *ndak tau sebabnyo* - kalau "pulang kampuang" kami ndak

Nofiardi

unread,
Jul 25, 2008, 9:05:02 PM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com

Yo lah Da/ Uwan Riri, mokasih infonyo.

Kalo itu barang e lah ado ambo mangicok, kalo ndak salah dulu taun 89 di Kotolaweh-Singgalang.

Jadi iko oleh2 asli/ khas Padang Panjang.

Salam

Nofiardi 41

 


The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.

Nofiardi

unread,
Jul 25, 2008, 9:12:45 PM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Prihatin, apo lai nan bisa disabuik?
Nofiardi
..............
HEADLINE NEWS
Sabtu, 26 Juli 2008
Lima Bulan Ditahan
Amir Sampuraga Dijenguk


Amir Sampuraga (pakai peci) dikunjungi Agus Taher (kanan) di LP Kelas II
B Pasir Pangaraian, Kabupaten Rohul, Riau, Kamis (24/7). Selain berjuang
pedihnya hukuman di penjara, Amir juga harus berjuang menghadapi
penyakit gula yang dideritanya. [ilham safutra/padek]

Rokan Hulu, Padek-- Pencipta dan penyanyi Minang kondang era 1970-an,
Amir Sampuraga (60) yang kini ditahan di LP Kelas II B Pasir Pangaraian,
Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, Kamis (24/7), dikunjungi
rekan-rekannya.

Yakni, pencipta lagu Minang Agus Taher, penyanyi Minang An Roys juga
didampingi Pemimpin Redaksi Padang TV (grup Padang Ekspres) Firdaus.
"Ditahannya Bang Amir membuat kalangan seniman musik Minang sedih.
Rekan-rekan yang lain sebetulnya banyak ingin melihat kondisi Bang Amir.

Tapi mereka memiliki kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Saat
ini, saya berdua An Roys saja dahulu mengunjunginya," kata rekan Amir,
Agus Taher didampingi An Roys. Dalam kunjungan kemarin, Agus Taher
berpesan agar Amir tegar menjalani hukuman tersebut. "Kita dari kalangan
seniman Sumbar akan berjuang mencarikan upaya hukum untuk kebebasan
Amir," ungkapnya.

Diceritakan Amir, dirinya ditangkap jajaran Polres Rohul, Senin (11/2)
lalu. Saat itu, Amir menjadi bintang tamu hiburan KIM (pantun dan lagu,
red) pada acara launching Kafe Bunglon di Kecamatan Ujung Batu Rohul.
Saat itu, Kafe Bunglon yang punya gawe acara, belum mengantongi surat
izin keramaian. Akibatnya pemilik kafe Yosephendri (28) serta Amir dan
tiga orang temannya digiring ke Mapolres Rohul.

Amir dalam hal ini dimintai keterangannya sebagai saksi oleh pihak
kepolisian. Namun setelah 15 hari ditahan di sel Polres Rohul, Amir Cs
ikut menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Rohul. Hingga akhirnya,
ia mendapat hukuman selama satu tahun. Kini, hukuman tersebut telah
dijalani selama lima bulan.

"Saya bersama teman-teman tidak mendapat advokasi saat penyelesaian
kasus itu. Sebelum pementasan, pemilik kafe Bunglon Yosephendri
mengatakan sudah mengantongi surat izin keramaian. Tapi pada hari ke-11
aktivitas kami dihentikan akibat ketiadaan surat penting tersebut,"
tutur Amir.

Selama mendekam di LP Pasir Pangaraian, selain berjuang pedihnya hukuman
penjara, Amir pun harus berjuang menghadapi penyakit gula dan
diabetesnya meningkat. "Kadar gula saya naik," akunya dengan mata
berkaca-kaca. Amir pun mendapat perawatan beberapa kali di RSUD Rohul.
Kini ia pun berada di ruangan tahanan khusus penghuni yang sedang sakit
keras. Selama di ruangan itu, ayah lima orang anak ini mendapat
perhatian.

Selama lima bulan mendekam di LP, Amir berhasil menciptakan dua lagu
berjudul "Air Mata Penjara" dan "Hancur'. "Terus berkarya, bang Amir.
Dulu Buya Hamka dalam penjara berhasil menciptakan Tafsir Al Azhar. Kini
bang Amir mesti bisa menciptakan puluhan lagu minang ataupun berbahasa
Indonesia. Seni tidak pernah terhukum," pesan Agus Taher.

Hal senada juga dikatakan Kasubssi Perawatan LP Kisman Daulay mengatakan
Amir selama dalam sel mendapat penyakit diabetes dan gula. "Diabetes itu
sebetulnya telah diidapnya. Hanya saja faktor stres, penyakit itu
semakin kambuh," terang Kisman.

Ditambahkannya, Amir selama dalam sel menunjukan sikap dan tingkah laku
yang baik. "Ia memberikan hiburan dan spirit pada penghuni LP lainnya
agar tegar menjalani hukuman," pungkasnya. (mg7)

(c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar

jupardi andi

unread,
Jul 25, 2008, 10:25:49 PM7/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Iyo ibo hati mandanga carito Bang Amir S ko tatahan di LP
seniman lagu minang awak, hanyo gara2 yo buliah dikatokan indak talalu prinsip bana
hanya masalah ijin keramaian atau menghadiri keramaian sajo.

Samantaro urang nan korup piti rakyak miliaran rupiah bebas sajo malenggang
mairuik udaro bebas...kadang2 awak bapikia dima keadilan hukum nagari ko

ambo mungkin bisa memaklumi jiko Bang Amir awak ko..misal terlibat Narkoba
dikeramaian tu..tu tatangkok, tapi iko hanyo karano hanyo sebagai penghibur, seharusnyo kan Pihak atau pemilik kafe tu nan harus batangguang jawab (iko manuruik berita nan ambo baco).

Semoga Tim Kesenian nan manjanguak tu..bisa meupayakan kebebasan Bang Amir ko
menginat beliau menderita Sakit Gula dan Diabetes, mungkin iko bisa jadi pertimbangan

JP

--- On Sat, 7/26/08, Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com> wrote:
From: Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com>
Subject: [R@ntau-Net] Lima Bulan Ditahan Amir Sampuraga Dijenguk (Pencipta dan penyanyi Minang kondang era 1970-an, Amir Sampuraga (60))
To: Rant...@googlegroups.com
Date: Saturday, July 26, 2008, 2:12 AM

Prihatin, apo lai nan bisa disabuik?
Nofiardi
..............
-~------~--~---

hanifah daman

unread,
Jul 25, 2008, 10:32:58 PM7/25/08
to jupar...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
Kesedihan bagi seniman bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Semoga saja ada hikmah dibalik kejadian ini hendaknya. Amin. Salam. Hanifah

adyan

unread,
Jul 25, 2008, 10:48:16 PM7/25/08
to RantauNet
Namonyo "kareh-kareh" dan iko memang makana khas produksi Koto Laweh.

Ado loh pantunnyo snek, "Induak koretaapi, den rameh kareh-kareh
hancua mah!"

-adyan

Riri Chaidir

unread,
Jul 26, 2008, 12:06:53 AM7/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Iyo, kalau nan dari Koto Laweh ko "kareh2", dibueknyo dari tapuang bareh plus saka, jadi rasonyo manih. Perbedaan antaro kareh2 dan dakak2 lainnyo adalah: kalau kareh2 tu labiah haluih, an sarupo lempengan nan dilipek ampek
 
Persamaannyo:  lamak ...
 
He he, pokoknyo kalau di ambo, makanan awak sadonyo lamak ...
 
Riri

 

Z Chaniago

unread,
Jul 26, 2008, 12:56:05 AM7/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww

Da Riri... sabananyo indak pulo exclusif bana pulo bilih itu do....,
di berbagai daerah ikan nan morfologi-nyo samo banyak....
ikan seluang, ikan nipe, dll....
 
nan sabananyo sacaro ilmiahnyo ikan-ikan sarupo bilih itu adolah ikan purba nan perkembangannyo terhambat...
 
Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak

Pada 25 Juli 2008 19:26, Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org> menulis:
Mak Ngah,

Kalau ambo baco di  http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_bilih , Bilih (Mystacoleuseus Padangensis) "milik" danau Singkarak, walaupun ado bilih lain ditemukan di danau Maninjau dan Sungai Amazon.

Bilih agak2 mirip bada/ teri (di salah satu posting, mak Ngah manyabuiknyo sbg "maco bulek"), tapi indak samo do.

Walaupun samo2 bilih, --
Z Chaniago - Palai Rinuak

Sukseskan Peringatan Enam Dasawarsa SMPN 1 Maninjau Ikut Membangun Pendidikan di Indonesia (1948 - 2008), 3- 5 Oktober 2008
" Pertama SMPN di Kecamatan di Indonesia "

hambociek

unread,
Jul 26, 2008, 1:41:10 AM7/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Tapi kareh-kareh nan hancua dirameh tu kan "Kareh-kareh" khusus
dijua urang di Solok.

Nasihat Urang Tuo-tuo sisuak, "Kok pai ka Solok jan dirameh kareh-
kareh, hancuanyo!

Rasio kalimat tu nan ka hancua kan "kareh-karek" tu, bukan Solok.

Salam,
--MakNgah

--- In Rant...@yahoogroups.com, "Riri Chaidir" <riri.chaidir@...>
wrote:
>

> Iyo, kalau nan dari Koto Laweh ko "kareh2", dibueknyo dari tapuang
bareh
> plus saka, jadi rasonyo manih. Perbedaan antaro kareh2 dan dakak2
lainnyo
> adalah: kalau kareh2 tu labiah haluih, an sarupo lempengan nan
dilipek ampek
>
> Persamaannyo: lamak ...
>
> He he, pokoknyo kalau di ambo, makanan awak sadonyo lamak ...
>
> Riri
>
>
> On 26/07/2008, adyan <adyan.anwar@...> wrote:
> >
> >
> > Namonyo "kareh-kareh" dan iko memang makana khas produksi Koto
Laweh.
> >
> > Ado loh pantunnyo snek, "Induak koretaapi, den rameh kareh-kareh
> > hancua mah!"
> >
> > -adyan
> >

Adyan

unread,
Jul 26, 2008, 2:41:57 AM7/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Apo namonyo jenis permainan kato-kato ko Mak Ngah...

Ado pulo cieklai nan saireh ...

"Ulando mati tumbuah japan di puseknyo,
Urang Cino mati tumbuha karambie di matonya." Ngeri.....!


--
salam,
-adyan

http://www.tenunpusako.com

Adyan

unread,
Jul 26, 2008, 2:42:01 AM7/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Apo namonyo jenis permainan kato-kato ko Mak Ngah...

Ado pulo cieklai nan saireh ...

"Ulando mati tumbuah japan di puseknyo,

Urang Cino mati tumbuh karambie di matonya." Ngeri.....!

On 7/26/08, hambociek <hamb...@yahoo.com> wrote:
>

Madahar (madahar)

unread,
Jul 26, 2008, 2:44:40 AM7/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Mak Ngah, untuak tambahan pangatauan sajo mak; nan kareh-kareh iko ado 2
roman nan ciek kareh-kareh io sabana kareh (indak talok di gigik jo gigi
do mak tapi dipacahan jo garaman) nan bantuanyo bantuak apam tapi dalam
ukuran leba lingkaran 5 cm dan tabanyo/jari-jari 2 cm nan bahannyo dari
tapuang bareh nan asia akhianyo bantuak karupuak singguluang/katam nan
dicampua jo saka. Ado ciek lai kareh-kareh juo tapi iko nan mirip jo mi
saroman carito da Riri dibawah.
Kalo nan dimukasuik jo Dakak-dakak (di kampuang awak di Batagak)
tabueknyo dari tapuang bareh juo nan bantuaknyo bulek gadang saketek
dari Sala Lauak Piaman tapi indak manganduang Minyak. Nan dulu ukatu
awak ketek-ketek gadangnyo io sagadang jo sakareh dakak-dakak nan dari
karah nan diagiah tali mamainannyo.

Wassalam
Batuduang Ameh (40)
"4 Rancak 5 Lamak Bana"


-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of hambociek
Sent: Saturday, July 26, 2008 12:41 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Ikan Bilih dan Dakak-Dakak Diminati Perantau
Sumbar

hambociek

unread,
Jul 26, 2008, 8:37:07 AM7/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Aha, ruponyo bavariasi juo kalimat-kalimat garah tu.
Nan ambo danga, dan acok ambo katokan adolah:
"Cino mati, Japan tumbuah diikuanyo."

Kalimat ko adolah silek-silek kato, bahelah-helah. Kato "Cino"
dan "Japan" dalam hal iko cuma permainan kato, palamak takok-taki,
bukan dimukasuik jo "Urang Cino" atau "Urang Japang". Nan dimukasuik
jo "Japan" disiko dan manjadi titiak paratian kunci kalimat adolah
adolah "Buah Japan" dalam Caro Awaknyo, tanaman manjala nan kadang-
kadang disabuik juo "Labu Siam."

Ambo tahu bana bantuak "Buah Japan" ko karano wakatu ketek-keek maso
Japang tu, tanaman japan ko banyak tumbuah kuliliang paga di rumah
amak di Kampuang. Banyak urang bakandak mambali untuak dibuek sayua.
Jadi ambo nan acok manolong maambiaknyo mamiliah ciek-ciek nan maa
nan lah gadang sadang elok untuak dijua, untuak digulai.

Kalau diparatikan buahnyo nan tuo nan alah elok ka bijo untuak
ditanam baliak, memang tuneh atau kacambah buah japan ko tumbuahnyo
dari bagian bawah, atau di bagian ikuanyo. Kok "Buah Japan" tu
ditanam, mangko memang tanaman baru ko mancumbok kalua dari ikuanyo.
Jadi, karano perkembangan tumbuahnyo "Buah Japan" saroman itu mangko
dikecekan urang, "Japan tumbuah di ikuanyo".

Nah,wakatu "Maso Japang" (1942-45) tu Japang bakuaso, awak indak
buliah manyabuikan "Buah Japan" tu doh karano takuik ka dibangihi
Urang Japang. Mangko maso itu, sacaro resmi disuruah
manyabuikan "Buah Japan" ko sabagai "Buah Labu Siam". Namun, kami
tatap manyabuiknyo "Japan" bahkan labiah-labiah jadi pamenan kato
sambia galak-galak dalam kalimat "Cino mati, Japan Tumbuah di
Ikuanyo." :)

Kaduo kalimat nan angku Adyan agiahkan dalam contoh tu dapek juo
ditarangkan dengan caro nan samo. Titiak paratian nan dimukasuik
adolah "caro buah karambia" atau "caro buah japan" tumbuah
mangkacambah, bukan "caro matinyo Urang Ulando atau Urang Cino doh."

Kan lai takana ciek lai tanyo nan tadanganyo simple dan indak
mangasan nan panah ditanyokan urang: "Kok iyo lah acok Ang ka Pasa,
dima Ikua Pasa Kapalo Pasa di Ang?" Mangko jawabnyo dapek babeleng-
beleng kapalo mancari dimaa bana Ikua Pasa Kapalo Pasa tu. :)

Sakitulah sakadar helah-helah contoh fenomena "Budaya Lisan"
atau "Oral Culture" dalam Masyarakat Awak.

Salam,
--MakNgah

--- In Rant...@yahoogroups.com, Adyan <adyan.anwar@...> wrote:
>
> Apo namonyo jenis permainan kato-kato ko Mak Ngah...
>
> Ado pulo cieklai nan saireh ...
>
> "Ulando mati tumbuah japan di puseknyo,
> Urang Cino mati tumbuha karambie di matonya." Ngeri.....!
>

> On 7/26/08, hambociek <hambociek@...> wrote:
> >
> > Tapi kareh-kareh nan hancua dirameh tu kan "Kareh-kareh" khusus
> > dijua urang di Solok.
> >
> > Nasihat Urang Tuo-tuo sisuak, "Kok pai ka Solok jan dirameh
kareh-
> > kareh, hancuanyo!
> >
> > Rasio kalimat tu nan ka hancua kan "kareh-karek" tu, bukan Solok.
> >
> > Salam,
> > --MakNgah
> >
> > --- In Rant...@yahoogroups.com, "Riri Chaidir" <riri.chaidir@>

> salam,
> -adyan
>
> http://www.tenunpusako.com
>
>

Adyan

unread,
Jul 26, 2008, 11:06:32 AM7/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Makasih mak..

tambahnyo cieklai, katiko lai takana...

* Kapatabang randah tabangnyo, ampiang balago jo karambia...

* Kapatabang sangaik randah, tampak urang moncogok di pintunyo...

hambociek

unread,
Jul 26, 2008, 7:46:13 PM7/26/08
to Rant...@googlegroups.com
Nah, tampaknyo di ambo ikopun saarah batuka bunyi jo nan tadi dengan
permainan kato nan mngkin mampunyoi labiah dari satu arati. Misanyo
dalam conto sabalun ko "Japan" sabagai "Urang Japang" dan "Japan"
sabagai "sayua" nan ado buahnyo nan disabuik juo "labu Siam" tadi.

Dalam hal iko dalam pengertian Language and Mind, contoh saroman iko
namonyo "ambiguity" katiko ado pamainan kato nan mungkin aratinyo
labiah dari satu.

Dalam hal iko "ampiang" saindak-indaknyo ado duo aratinyo; "ampia",
dakek, dan "ampiang" makanan dari sipuluik mudo dirandang dan
ditumbuak picak-picak, nan biaso atau populer dimakan "ampiang jo
dadiah".

Sudah tu "karambia", apo nan dimukasuik, batngno, buahnyo, atau
karambia nan lah diparuik. Dengan mampamainkan kato kapatabang "randah
tabangnyo" nan tabayang batang karambia nan mungkin ka ka kanai dek
kapatabang tu, balago jo kapatabang tu.

Jadi manuruik ambo frase "kapatabang tabang randah" tu untuak
mambinguangkan, maragukan, sabagai ambigious meaning untuak frase nan
kaduo "ampiang balago jo karambia". ampiang nan dikinco, atau
dilagokan jo karambia ko lamak dimakan. Jadi mukasuiknyo untuak
manyatokan lamaknyo ampiang dikinco jo karambia nan alah diparuik,
bukan jo batang karambia.

Baitu juo dalam kalimat nan kaduo, ambiguity di siko adolah "pintu"
nan maa nan dimukasuik, "pintu rumah urang" nan tampak urangnyo di
pintu tu, atau "pintu kapatabang" nanrandaah tabangnyo itu.

Jadi dalam kaduo kalimat tu bagian "kapatabang" dalam frase partamu
cuma untuak pamainan pambelokan pambimbangkan arati di frase nan kaduo.


Sakitu pulo sakadar panyalasaian jawab takok taki tu dari MakNgah,
sabagai interpretasi dari ambiguity itu.

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, Adyan <adyan.anwar@...> wrote:
>
>

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages