Fwd: [R@ntau-Net] Intisari untuk rantaunet@googlegroups.com - 25 Pesan pada 6 Topik

20 views
Skip to first unread message

Zaid Dunil

unread,
Jun 5, 2013, 9:29:06 AM6/5/13
to rant...@googlegroups.com


Sanak nan sapalanta

Keterbukaan.

Assalamualaikum WW.

(1). Ado berita positif ,  Taksi Blue Bird akan masuk Sumbar , melayani keperluan taksi di Bandara Minangkabau. Ala samo maklum kito baso taksi yang ado kini yang melayani penumpang bandara samo sekali sopirnyo indak  professional, malayani penumpang salamak inyo se. Kito sebagai penumpang mamakai taksi tu kadang dek karano tapaso, indak ada caro lain nan labieh nyaman dan labieh sasuai jo kaparaluan. Kini taksi bandara nan salamoko mangkal disitu , alah bulieh baraja ka taksi blue bird baa caro malayani panumpang nan sasuai jo pelayanan yang seharusnyo ditarimo dek panumpang. Taksi blue bird itu nanti sopirnya pasti urang awak juo. Cuma alah dilatiah dan ditrainning sahinggo mereka melayani penumpang sesuai standard pelayanan yang wajib diberikan  kepada penumpang. Dari segi persaingan usaho  , masuknya taksi blue bird tantu  mambao efek positif kepado taksi lain. Taksi nan masih malayani panumpang salamak paruik supirnya , kurang sopan, pamaleh, pamberang, pamakuak (tariff bak kato inyo), pasti indak laku, karano saingannyo (blue bird) indak sarupo itu.  Lamo lamo mereka sadar dan tantu akan mamperbaiki pelayanannyo pulo. Jadi masuaknyo blue bird suatu hal positif bagi Sumbar.

(2). Ado kejutan berita di Harian Singgalang , mengenai penjelasan James Riady nan menanggapi ribuik ribuik soal rencana investasi Grup Lippo . Intinyo , Inyo  masuk Sumbar karano diajak masuak. Inyo  barani masuak , walaupun beberapa pihak mengindikasikan masuak Sumbar tidak gampang. Dijalehkannyo bahwa , dia investasi , membangun rumah sakit , hotel , mall dan sebagainya murni sebagai bisnis.Tujuannyo untuak memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat sumbar. Itu sudah dilakukannya di daerah lain dan tidak ada masalah. Dia menegaskan rumah sakit yag akan dibangunnya bukan sebagai sarana untuk menyebarkan agama Kristen (Kristenisasi). Sebanyak 95 sampai 99 % pegawai untuk usahanya di Sumbar adalah adalah orang Minang. Dia menyadari orang Minang sebagai penganut agama Islam yang taat dan sebagai orang Kristen penganut sekte tertentu dia tidak setuju dengan kristenisasi. Dia akan menampung tenaga kerja dalam investasinya sekitar 3000 tenaga kerja, suatu jumlah yang cukup signifikan  dalam rangka mengurangi pengangguran terbuka yang masih amat tinggi di Sumbar (146 ribu pada tahun 2012.)Mantan wakil ketua DPRD Sumbar , Masful berkomentar di tempat terpisah. “ Jika James Riady sudah menjelaskan, maka urang nan dipacik janjinyo, kabau nan di pacik talinyo , maka mari kita saling menghormati, jangan curiga lagi. Musuh , bukan investor”.Ditempat terpisah lainnya ,Katua DPD RI , Irman Gusman menyatakan , superblock terpadu yang terdiri dari hotel , rumah sakit dan pusat perdagangan modern di Padang yang akan dibangun Lippo merupakan peluang bagus bagi investasi  dan peluang kerja.

(3). Ambo iyo sapandapek jo baliau nan baduo tu. Sumbar harus menganut paham terbuka bagi perkembangan ekonomi Sumbar sendiri , siapapaun yang masuk Sumbar , sepanjang membawa kebaikan , kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat dan anak negeri patut dilayani dan diterima dengan baik. Aspek negatif yang mungkin ikut masuk mari kita tangkal dengan memperkuat agama dan budaya kita. Mudah mudahan ABS-SBK semakin rinci petunjuk  pengamalannya sehingga mampu menjalankan perannya sebagai ‘pengawas/pengendali/penjaga anak negeri dari anasir luar  yang tidak kita inginkan.

 

Talabiah dan takurang mohon dimaafkan.

 

Wassalam.

 

Dunil Zaid , 70, Kampuang Ujuang Pandan Parak Karambia, Taplau , Padang.

Tinggal di Jakarta,


---------- Forwarded message ----------
From: <rant...@googlegroups.com>
Date: 2013/6/5
Subject: [R@ntau-Net] Intisari untuk rant...@googlegroups.com - 25 Pesan pada 6 Topik
To: Penerima Intisari <rant...@googlegroups.com>


Grup: http://groups.google.com/group/rantaunet/topics

    syaf...@gmail.com Jun 05 07:18AM  

    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    "Asmi Yakob Yahoo" <asmi...@yahoo.co.id> Jun 05 03:45PM +0700  

    Maaf indak bisa dibaco do lampirannyo, bisa diketik ulang ndak sanak agar
    bisa kami baco apo isinyo Singgalang tu,
     
    Terimo kasih banyak
     
     
    Asmi Yakob
     
    Jkt 63-L
    ----- Original Message -----
    From: <syaf...@gmail.com>
    To: <rant...@googlegroups.com>
    Sent: Wednesday, June 05, 2013 2:18 PM
    Subject: [R@ntau-Net] Harian Singgalang Hari Ini
     
     
     
    Sent from my BlackBerryŽ smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
    Teruuusss...!
     
    --
    .
    * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
    wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
    * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
    ===========================================================
    UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
    - DILARANG:
    1. E-mail besar dari 200KB;
    2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
    3. One Liner.
    - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
    http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
    - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
    - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
    - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
    mengganti subjeknya.
    ===========================================================
    Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
    http://groups.google.com/group/RantauNet/
    ---
    Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
    Google.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
    email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
    Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

     

    "ZulTan" <zul...@yahoo.com> Jun 05 09:40AM  

    Pak Asmi YY,
     
    Cobo baco lansuang dari versi online-nyo Pak.
     
     
     
    Salam,
    ZulTan, L, 52, Bogor
     
    -----Original Message-----
    From: "Asmi Yakob Yahoo" <asmi...@yahoo.co.id>
    Sender: rant...@googlegroups.com
    Date: Wed, 5 Jun 2013 15:45:44
    To: <rant...@googlegroups.com>
    Reply-To: rant...@googlegroups.com
    Subject: Re: [R@ntau-Net] Harian Singgalang Hari Ini
     
    Maaf indak bisa dibaco do lampirannyo, bisa diketik ulang ndak sanak agar
    bisa kami baco apo isinyo Singgalang tu,
     
    Terimo kasih banyak
     
     
    Asmi Yakob
     
    Jkt 63-L
    ----- Original Message -----
    From: <syaf...@gmail.com>
    To: <rant...@googlegroups.com>
    Sent: Wednesday, June 05, 2013 2:18 PM
    Subject: [R@ntau-Net] Harian Singgalang Hari Ini
     
     
     
    Sent from my BlackBerryŽ smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
    Teruuusss...!
     
    --
    .
    * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
    wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
    * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
    ===========================================================
    UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
    - DILARANG:
    1. E-mail besar dari 200KB;
    2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
    3. One Liner.
    - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
    http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
    - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
    - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
    - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
    mengganti subjeknya.
    ===========================================================
    Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
    http://groups.google.com/group/RantauNet/
    ---
    Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
    Google.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
    email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
    Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
     
     
     
    --
    .
    * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
    * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
    ===========================================================
    UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
    - DILARANG:
    1. E-mail besar dari 200KB;
    2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
    3. One Liner.
    - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
    - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
    - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
    - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
    ===========================================================
    Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
    ---
    Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
    Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

     

    "Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org> Jun 05 04:53PM +0700  

    Dijamin tak Ada
    Kristenisasi<http://hariansinggalang.co.id/dijamin-tak-ada-kristenisasi/>
     
    Tanggal 05 June 2013
     
    WAWANCARA DENGAN CEO LIPPO GRUP, JAMES T RIADY
     
    *PADANG – Singgalang* CEO Lippo Grup, James T Riady menyatakan, tidak ada
    niat dan upaya menjadikan RS Siloam Padang sebagai tempat kristenisasi.
    Jika tidak 99 persen, 95 persen karyawannya orang Minang dan pasti beragama
    Islam. <http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2013/06/lippo.jpg>
     
    “Kami punya hati dan Lippo merupakan perusahaan terbuka (Tbk), kami
    menghormati sensitivitas soal adat dan agama,” kata James Riady kepada
    Singgalang dalam sebuah wawancara khusus, Selasa (4/6). Menurut dia, Lippo
    menghormati sepenuhnya kebiasaan, adat dan agama, seperti yang diajarkan
    para pendiri bangsa.
    Karena itu, kata dia, anggapan akan ada kristenisasi lewat Rumah Sakit
    Siloam, salah besar, tidak akurat dan bukan atas fakta yang ada.
    “Lihatlah rumah sakit kami di Makassar yang Islamnya kuat dan di Palembang,
    tidak ada masalah dan tidak ada agenda terselubung. Ini murni bisnis dan
    untuk memberi pelayanan terbaik bagi anak bangsa,” kata dia.
    “Saya memang Kristen tapi di dalam agama saya banyak aliran dan kebetulan
    aliran yang saya anut, tidak mempercayai kristenisasi,” katanya.
    Ia yakin dan tahu agama tidaklah sama, tapi agama bukan untuk menimbulkan
    konflik, melainkan sebagai kekayaan dan konfigurasi membangun bangsa.
    “Semua usaha yang kami jalankan, sama sekali bersih dari misi agama. Ini
    murni bisnis dan pegang kata-kata saya itu,” kata dia lagi.
    Untuk RS Siloam di Khatib Sulaiman Padang, pihaknya akan mempekerjakan 95
    persen orang Minang, mereka bagian
     
    dari 40 ribu muslim yang bekerja di 15 rumah sakit Siloam di Indonesia.
    “Nanti di semua unit usaha akan bekerja 3.000 orang dan 99 persen orang
    Minang,” kata dia.
    Tertinggal
    James minta maaf karena data dan fakta yang ada menunjukkan, Sumbar
    tertinggal jauh dibanding provinsi lain. “Ritel enggan masuk ke Sumbar
    karena mereka tidak mau ribet,” kata dia.
    Investor menghindari provinsi ini karena kabar yang bertiup di tingkat
    nasional, untuk masuk ke Sumbar sulit. Elit nasional juga tidak
    memperhatikan provinsi ini.
    “Anda tahu kan MP3I seperti menghindar dari Sumbar, jalan tol masih di atas
    kertas, kasihan kita generasi muda. Saya masuk karena diundang, diminta
    membangun daerah Anda dan saya satu-satunya yang masuk,” katanya.
    Menurut dia, kesejahteraan akan muncul jika tiap warga negara punya
    pekerjaan. Karena itu kesempatan kerja harus dibuka selebar-selebarnya.
    Menurut dia, pembangunan fisik gampang, yang sulit membangun sumber daya
    manusia. Di antara aspek SDM itu adalah pendidikan dan kesehatan.
    Pernyataan James itu, merupakan jawaban atas kegundahan sejumlah pihak pada
    dugaan kristenisasi yang bakal terjadi di RS Siloam Padang, yang saat ini
    baru mulai dibangun.
    “Bagi saya kecurigaan itu perlu, itu untuk meningkatkan kewaspadaan kita,
    tapi jangan membabi-buta. Kita punya aparat, pejabat, kita punya guru
    agama, punya buya, tuangku, pada mereka kita belajar keimanan dan belajar
    menghargai agama lain,” kata tokoh masyarakat dan mantan wakil ketua DPRD
    Sumbar, Masful di tempat terpisah.
    Menurut dia, jika James Riady sudah menjelaskan, maka urang nan dipacik
    janjinyo, kabau dipacik talinyo, maka mari kita saling menghormati, jangan
    curiga lagi,” kata Masful pula.
    Musuh bukan investor
    Di tempat terpisah Ketua DPD RI, Irman Gusman menyatakan, superblock
    terpadu yang terdiri dari hotel, rumah sakit dan pusat perdagangan modern
    di Padang yang akan dibangun Lippo, merupakan peluang bagus bagi investasi
    dan peluang kerja.
    Peletakan batu pertama (ground breaking) proyek investasi bernilai
    triliunan rupiah tersebut dilaksanakan pada 10 Mei dinilainya patut
    disambut baik.
    “Tingginya angka pencari kerja ini terbukti ketika PT Semen Padang,
    satu-satunya BUMN besar di daerah kita, sangat mengkhawatirkan. Dibuka
    lowongan untuk 330 karyawan yang mendaftar tercatat 43.000 lebih alias 120
    kali kebutuhan. Betapa memprihatinkannya.”
    Menurut Irman, ia merespon ketika awal Mei lalu datang Walikota Padang
    Fauzi Bahar melaporkan sekaligus mengundang saya untuk menghadiri peletakan
    batu pertama superblock terpadu itu.
    “Bagaimana pun sempitnya waktu, saya usahakan hadir dalam acara tersebut,
    karena dalam rencananya Lippo akan menyerap 3.000 tenaga kerja. Lagi pula,
    selama proses pembangunan, akan banyak pula terbuka lapangan usaha dan
    lapangan kerja bagi pengusaha lokal dan rakyat kita.”
    Respon yang sama juga, kata dia, juga diberikan kepada pengusaha daerah
    sendiri, seperti ketika Basrizal Koto akan membangun superblock di
    Pekanbaru tahun lalu.
    “Saya lebih gembira lagi ketika beberapa waktu lalu Basrizal juga
    memberitahu segera akan memulai pembangunan Padang Green City di atas lahan
    seluas 5 hektar di kawasan By Pass Padang,” kata Irman.
    Irman prihatin ketika berbagai usaha menarik investor ditanggapi dengan
    berbagai prasangka yang tidak perlu. Minang tak pernah keberatan dengan
    keberadaan usaha atau kegiatan masyarakat yang berbeda kepercayaan dengan
    mereka.
    “Salah satu fakor yang membuat suku bangsa Minangkabau lebih dulu maju
    dibanding suku bangsa lain di Indonesia adalah karena budaya mereka.
    Menurut Rudolf Mrazek, penulis biografi Sutan Sjahrir (salah satu tokoh
    besar asal Minang), ciri dan kekuatan budaya Minang terletak pada sikap
    mereka yang kosmopolitan, terbuka dan antiparokialisme, ditandai dengan
    budaya merantau,” sebut Irman pula.
    “Jadi, musuh umat Islam dan orang Minang bukan investor. Nabi SAW pun
    ketika memimpin pemerintahan di Madinah membolehkan umat Islam bermu’amalah
    dengan orang Yahudi dan Nasrani,” kata dia. (003)
     
    http://hariansinggalang.co.id/dijamin-tak-ada-kristenisasi/
     
     
     
    > Salam,
    > ZulTan, L, 52, Bogor
     
    > *
    *
    *Wassalam
     
    *
    *Nofend St. Mudo
    36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
    Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
    *

     

    Aslim Nurhasan ST SATI <as...@rantaunet.org> Jun 05 01:21PM +0700  

    alhamdulillah
    tks Sanak Nofend
    insyaALLAH
     
     
    2013/6/5 Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org>
     
     
    > Semoga sukses nanti, rami acara dan RN sato baliak mambukak lapak cando
    > taun kapatang.
     
    > Salam
     
    --
     
    *****
    *MINANGKABAU*
    *| Surau | Dangau | Lapau | Rantau*
    *| Moral knowing | Moral feeling | Moral action*
    *| Learning to know | Learning to be | Learning to do | Learning to live
    together*
    *| World's Heritage and Noble Indonesian Culture | World's Paradise*
    *| Ranah Surgawi
    *
     
    Salam Ta'zim
    ---------------------------------------
    *Aslim Nurhasan ST SATI*
    *|* http://www.haragreen.co.id/ | as...@haragreen.com<aslim.n...@yahoo.com>
     
    | +62811918886 @aslimnurhasan 22BC124D | ®

     

    Aslim Nurhasan ST SATI <as...@rantaunet.org> Jun 05 01:23PM +0700  

    tks Sanak Akmal;
    so pasti bisa jo, hari/tanggal dan jam bara nan katuju?
    bia nak capek ambo masuakan, sabalun rancangan agenda acara ambo lewakan

     

    Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org> Jun 05 01:33PM +0700  

    Tarimo kasih kanda Sutan Sati,
    untuak jam, hari dan tangga acara, dek karano iko "hibah waktu" dari
    Panitia SBE 2013, insya Allah tim Antologi Ranah akan manarimo sajo waktu
    yang diberikan panitia. Tapi kalau bisa "prime time" indak baa juo :)
     
    Kalau waktu alah confirm, akan ambo informasikan seluruh penulis
    antologi "Ranah", semakin cepat semakin baik. Mudah-mudahan bisa
    hadir komplet sadonyo, tamasuak wakil dari penerbit (Gramedia Pustaka
    Utama).
     
    Sakali lai, tarimo kasih banyak kanda Aslim dan panitia SBE 2013.
     
    Wassalam,
     
    ANB
     
    Pada Rabu, 05 Juni 2013, Aslim Nurhasan ST SATI menulis:
     

     

    Aslim Nurhasan ST SATI <as...@rantaunet.org> Jun 05 02:04PM +0700  

    Sanak Akmal;
     
    baru sajo salasai Rancangan Agenda Acara tu, langsuang Ambo kirim japri;
    mohon berkenan konfirmasi
    koq Ambo nan mamiliahan, takuik salah piliah
    heu9x...............
     
     
     
    2013/6/5 Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
     
     
    > Sakali lai, tarimo kasih banyak kanda Aslim dan panitia SBE 2013.
     
    > Wassalam,
     
    > ANB
     
    *****
    *MINANGKABAU*
    *| Surau | Dangau | Lapau | Rantau*
    *| Moral knowing | Moral feeling | Moral action*
    *| Learning to know | Learning to be | Learning to do | Learning to live
    together*
    *| World's Heritage and Noble Indonesian Culture | World's Paradise*
    *| Ranah Surgawi
    *
     
    Salam Ta'zim
    ---------------------------------------
    *Aslim Nurhasan ST SATI*
    *|* http://www.haragreen.co.id/ | as...@haragreen.com<aslim.n...@yahoo.com>
     
    | +62811918886 @aslimnurhasan 22BC124D | ®

     

    Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org> Jun 05 02:10PM +0700  

    Tarimo kasih kanda Aslim,
    Kalau buliah mamiliah, baa kalau Sabtu, 16 Nov, ba'da Ashar-Maghrib
    (15.30-17.20) di PU nan tampaknyo masih kosong tu?
     
    Wassalam,
     
    ANB
     
     
     
    Pada Rabu, 05 Juni 2013, Aslim Nurhasan ST SATI menulis:
     

     

    Aslim Nurhasan ST SATI <as...@rantaunet.org> Jun 05 02:26PM +0700  

    *done!*
    alah ambo masuakan, Sanak Akmal
    cataik lah di rancangan agenda nan alah Ambo kirim tu
     
     
    2013/6/5 Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
     
     
    --
     
    *****
    *MINANGKABAU*
    *| Surau | Dangau | Lapau | Rantau*
    *| Moral knowing | Moral feeling | Moral action*
    *| Learning to know | Learning to be | Learning to do | Learning to live
    together*
    *| World's Heritage and Noble Indonesian Culture | World's Paradise*
    *| Ranah Surgawi
    *
     
    Salam Ta'zim
    ---------------------------------------
    *Aslim Nurhasan ST SATI*
    *|* http://www.haragreen.co.id/ | as...@haragreen.com<aslim.n...@yahoo.com>
     
    | +62811918886 @aslimnurhasan 22BC124D | ®

     

    Z Chaniago <z.cha...@gmail.com> Jun 05 02:26PM +0700  

    Assalamu'alaikum Ww..
     
    Manolah Mamakda St Sati, dek iko masih relatif lamo.... nan rancaknyo ado
    juo kemajuan dari nan taralah....
     
    Pertanyaan pertamo ambo adolah : Sia bana target pengunjung dari Sumbar
    Expo ko ? Dan dalam konteks apo ?
     
    Misalnyo target utamo adolah perantau minang, dan ekspektasinyo adolah
    balanjo barang2 nostalgia , tantu akan babeda sangaik pendekatannyo jikok
    dibandiang jo...target utamonyo adolah calon investor dan
    ekspektasinyo berinvestasi di Sumbar .
     
    Saketek sajo dari ambo...., kok ka parami-ramikan alek....
    hhhmmmm............... lah kaji manurun sajo tu nyo...
     
    Wassalam
    Z Chaniago - Palai Rinuak

     

    Reflusmen Ramli <reflus...@yahoo.com> Jun 05 02:34PM +0700  

    Akmal dan Sanak Aslim
     
    Mantabbbbbssss
     
    Reflus.
     
     
    Sent from my iPad
     

     

    Aslim Nurhasan ST SATI <as...@rantaunet.org> Jun 05 02:36PM +0700  

    tks Sanak Z
     
    dalam brief nan Ambo dapek, inti acarako adolah "majua Sumatera Barat"
     
    ambo lah usulkan dan Alhamdulillah lah ditarimo dek Panitia Penyelenggara
    (Kantua Penghubung SUMBAR) sarato EOnyo (PT Tigawarna Promosindo)
     
    1-Perantau Minangkabau nan potensial untuak bakarajosamo bisnis dan/atau
    kegiatan sosial jo potensi nan mereka minati di Ranah Minangkabau (Sumatera
    Barat)
    2-Pebisnis dan Pilantropis Indonesia lainnya
    3-institusi lua nagari nan ado di Indonesia
    4-ekspatriat
     
    takah tu samantaro Sanak Z
     
    dari sisi programming, Ambopun alah disetujui untuak maadokan acara khusus
    untuak ekspatriat, lembaga bisnis jo lembaga sosial lua nagari nan ado di
    Indonesia
     
    mdh2an manjawek tanyo.........
     
     
     
    2013/6/5 Z Chaniago <z.cha...@gmail.com>
     
     
    --
     
    *****
    *MINANGKABAU*
    *| Surau | Dangau | Lapau | Rantau*
    *| Moral knowing | Moral feeling | Moral action*
    *| Learning to know | Learning to be | Learning to do | Learning to live
    together*
    *| World's Heritage and Noble Indonesian Culture | World's Paradise*
    *| Ranah Surgawi
    *
     
    Salam Ta'zim
    ---------------------------------------
    *Aslim Nurhasan ST SATI*
    *|* http://www.haragreen.co.id/ | as...@haragreen.com<aslim.n...@yahoo.com>
     
    | +62811918886 @aslimnurhasan 22BC124D | ®

     

    "Zubir Amin" <zubir...@rantaunet.org> Jun 05 09:19AM  

    'Ananda' ANB nn cekatan n sanak Aslim Nurhasan sarato sanak Palanta nn berbahagia.
    Baa,kalau usul ANB Hari Sabtu tgl 16 Nop,ba'da Ashar-Maghri(15.30-17.20) kpd sdr Aslim,di majukan ukatunyo sasudah Lohor(Luhua) jam 14.00 sampai ukatu Ashar shg nn hadir masih bisa mancaliak caliak stand nn diparagakan disitu.Iko cuma usul.
    JB,DtRJ,di Bonjer,Jakbar.
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
    Sender: rant...@googlegroups.com
    Date: Wed, 5 Jun 2013 14:10:57
    To: rant...@googlegroups.com<rant...@googlegroups.com>
    Reply-To: rant...@googlegroups.com
    Subject: Re: [R@ntau-Net] Sumatera Barat Expo 2013
     
    Tarimo kasih kanda Aslim,
    Kalau buliah mamiliah, baa kalau Sabtu, 16 Nov, ba'da Ashar-Maghrib
    (15.30-17.20) di PU nan tampaknyo masih kosong tu?
     
    Wassalam,
     
    ANB
     
     
     
    Pada Rabu, 05 Juni 2013, Aslim Nurhasan ST SATI menulis:
     
    > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
    > kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com<javascript:_e({}, 'cvml', 'berlan...@googlegroups.com');>.
    > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
     
    --
    .
    * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
    * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
    ===========================================================
    UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
    - DILARANG:
    1. E-mail besar dari 200KB;
    2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
    3. One Liner.
    - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
    - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
    - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
    - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
    ===========================================================
    Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
    ---
    Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
    Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

     

    Reflusmen Ramli <reflus...@yahoo.com> Jun 05 12:23PM +0700  

    Ibu, Bapak, Mamak, Uda, Uni dan Dunsanak di Palanta NAH.
     
    Pengalaman pribadi naik Angkot. Ambo mencoba melihat dari sisi si Sopir.
    Mudah2an ada manfaatnya.
    Anda mungkin pernah jengkel, menggerutu dalam hati, marah kepada sopir angkot yang ngetem sembarangan. Memperlambat jalannya saat lampu berwarna hijau. Berhenti di mulut jalan, pertigaan, perempatan menunggu penumpang. Akibatnya membuat jalan jadi macet. Sang sopir menoleh ke tempat lain dan merasa tidak berbuat salah.
    Kelakuan sopir angkot seperti itu, dapat dimaklumi berdasarkan pengalaman kami naik angkot P. 02 warna Orange dari Bekasi ke Pondok Gede. Kami duduk di samping sopir sambil ngobrol ngalor ngidul sepanjang jalan. Begini ceritanya.
    Sang sopir kesal melihat pengendara sepeda motor yang berjalan seenaknya. Dulu, bawa ongkot bisa meliuk-liuk dijalanan karena sepi. Penumpang banyak. Sekarang harus ekstra hati-hati. Kalau motor kesenggol, kita bisa dikeroyok oleh pengendara sepeda motor lainnya. Mereka sangat kompak. Padahal motor yang salah. Kata si sopir membuka pembicaraan.
    Melihat wajah sopir yang ramah, kami beranikan diri membuka pembiracaan.
    Bang. Angkot P.02 ini berapa banyak ?
    “Lebih kurang 800 unit. Angkot terbanyak di Jawa Barat” . Jawabnya.
    Apa Abang pernah hitung jarak dari Pondok Gede ke Bekasi ?. “Kurang lebih 34 KM satu putaran.
    “Bawa angkot sekarang, tidak seperti dulu Pak. Dulu penumpang banyak. Sekarang, sejak uang muka beli motor ringan, penumpang angkot beralih ke Motor”. Kata si Abang.
    Oooooo, gitu yaaaa..
    Dari jalan Ir. Juanda melewati Terminal Bekasi sampai perempatan jalan Cut Mutia, hanya kami sendiri penumpangnya. Banyak angkot P.02 yang berhenti di pinggir jalan dan saling menyusul.
    Sudah lama bawa angkot ?. Saya lihat Abang bawahnya santai aja. “Saya sopir tembak. Dari pada nganggur saya bawa satu rit selama 3 (tiga) jam”.
    Kalau nembak, hitungannya bagaimana ?.
    “Satu rit bayar kepada sopir yang punya batangan sebesar Rp 50.000,-. Lebihnya buat beli rokok. Sekarang sudah dapat Rp 60.000,00. Ada lebihan Rp. 10.000,00″. Kata Bang Sopir sambil menghitung uang recehan.
    Bisa jadi, untuk mengejar uang setoran ini kelakuan sopir yang kami tulis diawal tulisan ini penyebabnya. Kalau tekor, harus bayar sendiri atau besoknya tak bisa nembak lagi karena sang sopir batangan (sopir utama penanggung jawab angkot) tidak percaya lagi.
    Kerjaan utamanya apa Bang ?.
    “Saya sopir truck Expedisi yang mengantar barang dari Jakarta ke seluruh kota di Pulau Jawa dan Bali. Pernah juga saya antar barang ke Samarinda, Kalimantan Timur”.
    Kalau bawa Truck bagaimana hitungannya ?.
    “Untuk tujuan ke Sidoarjo, kita dapat uang jalan sebesar Rp 4 juta. Termasuk didalaminya uang BBM Rp 2 juta. Sisa Rp 2 juta pandai-pandai kita mengolahnya. Kalau hemat banyak yang bisa dibawah pulang”.
    Biasanya berapa yang tersisa ?.” Kurang lebih Rp 1 juta”.
    Saya pernah lihat, di jalan Truck di setop Polisi. Kenapa di setop ?.
    “Bapak seperti nggak tahu aja”.
    Kalau ada pengeluaran di jalan seperti, bayar polisi cepek, tukang parkir dan bayar keamanan. Apakah bisa ditagihkan ke perusahaan ?.
    “Nggak bisa Pak, untuk bayar - bayar yang begituan sebenarnya uang pribadi kita”.
    Ooooo….begitu yaaaa….. Kasian Pak Sopir.
    Kalau bawa Truck, ada Keneknya ?.
    ” Kalau jalan di Jawa saya nggak pakai Kenek karena gaji Kenek kita yang bayar. Kalau luar Jawa seperti ke Kalimantan saya pakai kenek untuk ngobrol di jalan karena uang jalannya lumayan.
    Kapan lagi bawa Truck ?. ” Hari Kamis depan ke Sidoarjo. Sudah ada jadwalnya setiap bulan.”
    Berapa lama sekali jalan ?. Perjalanan pulang pergi selama satu Minggu. Waktu ke Samarinda 17 hari “.
    Lama juga ya!.
    ” Kita naik kapal dari Surabaya ke Banjarmasin. Terus perjalanan melalui Balikpapan. Di Kalimantan ada dua kali penyeberangan seperti kita nyeberang di Ketapang - Gilimanuk kalau ke Bali”
    Abang ini gendut, hatinya selalu senang. Saya memuji.
    ” Apa sih yang harus dipikirkan” Kata sopir yang membuat saya tersentak. Saya yang relatif lebih baik banyak mengeluh. Ini kurang, itu kurang he he he.
    Sang sopir tembak yang mengaku berasal dari Garut turun di Warung sebelum perempatan Komsen dan diganti oleh sopir batangan (sopir utama).
    Bang. Saya belum bayar sambil mengeluarkan uang. ” Bapak bayar sama Pak Jono”.
    Sopir tembak menyerahkan uang kepada Pak Jono dan memberitahu bahwa saya satu-satunya penumpang yang naik dari Bekasi.
    Setelah berganti sopir, kami mulai lagi membuka pembicaraan dengan sopir utama yang sudah cukup berumur. Kami taksir umurnya tak kurang dari 50 tahun.
    Pak !. Sopir tadi namanya siapa ?. “Asep (nama samaran, nama asli untuk konsumsi saya aja) urang Garut. Kata Pak Sopir.
    Bapak namanya siapa ?
    “Nama saya Jono, saya bukan orang Jawa, tapi berasal dari Tasikmalaya “.
    Si Bapak memberikan penjelasan sambil tersenyum.
    Pak Jono. Berapa Kang Asep bayar kepada Bapak dan ada berapa orang sopir tembak ?
    “Bayarnya Rp. 50.000 satu rit. Minyak dari kita. Sopir tembak hanya si Asep. Saya tidak mau kasi yang lain karena tanggung jawab ada pada saya. Kalau si Asep saya sudah percaya, bawa mobilnya tidak ugal-ugalan”.
    Uang setoran satu hari berapa ?. ” Rp. 170.000 diluar BBM sebesar Rp 80.000 per hari”.
    Bisa berapa rit per hari ?. ” Rata-rata 6 rit per hari, bisa juga 5 rit dan bisa 7 rit kalau jalanan lancar. Saya bawa mobil ini dari jam 11 siang sampai jam 11 malam”.
    Pak !. Pinggir yaa….
    Kami turun sebelum pasar Pondok Gede setelah menempuh perjalanan sepanjang 10 KM dengan waktu tempuh selama 1,5 jam. Selama dalam perjalanan, penumpang yang turun naik kurang dari 10 orang.
    Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan Sopir angkot tadi, kami coba menghitung-hitung Untung Rugi menjadi sopir.
    Masing-masing sopir harus mendapatkan uang minimal Rp 250.000 yaitu Rp 170.000 uang setoran ditambah Rp 80.000 BBM.
    Dari 800 unit Angkot P.02, jumlah uang minimal yang harus didapat setiap hari adalah 800 X Rp 250.000 = Rp. 200.000.000,-
    Tarif Angkot per penumpang Rp. 4.000, sehingga jumlah penumpang paling sedikit untuk trayek P. 02 adalah Rp. 200.000.000/Rp. 4.000 = 50.000 penumpang.
    Jumlah penumpang per satu unit Angkot per hari adalah 50.000/800 = 52 orang (pembuatan).
    Kapasitas Angkot sebanyak 10 penumpang. Perjalanan 5 Rit atau 10 kali pulang pergi sehingga jumlah penumpang sekali jalan sebanyak 5 - 6 orang.
    Dengan perhitungan di atas, Sopir Angkot hanya bisa membayar uang setoran dan BBM. Belum ada uang yang bisa dibawah pulang untuk keluarga.
    Agar sopir mendapat penghasilan sama dengan UMR sebesar Rp. 2,2 juta per bulan atau satu hari Rp 70.000,-, maka tambahan penumpang yang harus di dapat adalah Rp 70.000/Rp 4.000 = 18 orang (Pembuatan).
    Total jumlah penumpang per hari adalah 52 + 18 = 70 orang.
    Agar semua sopir angkot P.02 dapat penghasilan setara UMR, jumlah penumpang per hari untuk trayek P.02 adalah sebanyak 800 X 70 = 56.000 orang.
    Yang menjadi pertanyaan. Apakah ada penumpang sebanyak 56.000 orang ?. Ingat, pada jalur tersebut, terdapat juga beberapa Nomor Angkot dengan kata lain trayeknya tumpang tindih
    Dari data dan perhitungan sederhana tersebut, untuk memberikan kehidupan yang layak kepada Sopir Angkot dan supaya mengendarai Angkotnya dengan tertib.
    Beberapa solusi yang mungkin bisa diterapkan adalah :
    Satu : Lakukan survey yang lebih teliti untuk menghitung ratio jumlah angkot dengan jumlah penumpang yang tersedia. Jalur trayek saat ini yang tumpang tindih termasuk juga bagian yang harus disurvey. Survey dilakukan oleh Lembaga Independent dan hasilnya disampaikan kepada Dinas Perhubungan dan instansi terkait sebagai rekomendasi untuk mengambil kebijakan.
    Dua : Rencana pemerintah menerapkan dua harga BBM yang lebih murah untuk angkutan umum perlu ditinjau ulang. Harga yang lebih murah tersebut dapat membuat sopir angkot bolak balik mengisi BBM untuk dijual kepada pemilik mobil pribadi.
    Tiga : Keberpihakan pemerintah kepada sopir dan pemilik angkot ) dilakukan dengan cara memberikan bantuan langsung. Sopir angkot mendapatkan bantuan tunai setiap bulan yang ditransfer ke rekeningnya. Setiap priode, umpamanya sekali dalam tiga bulan daftar sopir yang mendapat bantuan tunai diperbahaui (di update) oleh instansi terkait (Dinas Perhubungan dan atau Polisi Lalu Lintas) untuk menghindari penyalahgunaan. Kepada pemilik angkot diberikan bantuan pembiayaan ringan seperti kredit likuiditas oleh Bank Indonesia yang pernah diterapkan zaman Orde Baru. Perbaikan atau maintenance angkot secara gratisdilakukan oleh bengkel yang bekerjasama dengan pemerintah.
    Sepertinya, cara-cara tersebut di atas dapat meminimalisir penyalahgunaan.
    Angkot akan menjadi sarana angkutan umum : Nyaman, Murah dan Aman.
     
    Salam
     
    Reflus/55 tahun.
    Tanjuang Barulak, Batusangkar
    Sent from my iPad

     

    "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com> Jun 05 06:02AM  

    Bagus ceritanya. Tetapi MakNgah perlu pula tanya istilah "rit"; apa artinya?
     
    Padang Gantiang Tanjuang Barulak
    Katigo jo Saruaso
    Bakato aia dalam luhak
    Kok indak ka mambali maago sajo ...
     
    Salam,
    -- MakNgah
    Sjamsir Sjarif
     

     

    fashno...@yahoo.co.id Jun 05 07:16AM  

    Mak Ngah jo sanak2 sa palanta yth.
     
    'Istilah "rit"; apa artinya?' - rit=trayek - istilah supir angkot utk satu trayek, dari terminal asal ke terminal tujuan (ngga tau apakah sekali jalan atau pp)
    Salam
    Fashridjal M. Noor Sidin
    L65Bdg
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com>
    Sender: rant...@googlegroups.com
    Date: Wed, 05 Jun 2013 06:02:54
    To: <rant...@googlegroups.com>
    Reply-To: rant...@googlegroups.com
    Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT : Angkot dan Sopir Tembak.
     
    Bagus ceritanya. Tetapi MakNgah perlu pula tanya istilah "rit"; apa artinya?
     
    Padang Gantiang Tanjuang Barulak
    Katigo jo Saruaso
    Bakato aia dalam luhak
    Kok indak ka mambali maago sajo ...
     
    Salam,
    -- MakNgah
    Sjamsir Sjarif
     
     
    > Salam
     
    > Reflus/55 tahun.
    > Tanjuang Barulak, Batusangkar
     
     
     
     
    --
    .
    * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
    * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
    ===========================================================
    UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
    - DILARANG:
    1. E-mail besar dari 200KB;
    2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
    3. One Liner.
    - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
    - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
    - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
    - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
    ===========================================================
    Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
    ---
    Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
    Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

     

    Reflusmen Ramli <reflus...@yahoo.com> Jun 05 02:21PM +0700  

    MakNgah NAH.
     
    "rit" bisa juga disebut "trip".
     
    Anak Urang Tanjuang Barulak
    Barulak Barulai Pulo
    Den Eting Langsek Nan Masak.
    Nan Busuak Tingga Dek Ambo
     
    Salam
     
    Reflus.
     
     
    Sent from my iPad
     

     

    amir...@yahoo.com Jun 05 08:31AM  

    Uda reflus,,& sanak palanta,
    Ambo pernah bbrp kali naiak angkot K-02 ko. Sayang uda ndak dapek sopir urang awak yo, banyak pulo urang awak pilot angkot ko.
     
    Ado kenangan ambo belasan tahun lalu, naiak dari Bekasi ka daerah Kodau, carito punyo carito inyo urang Solok. Dek karano perjalanan lumayan jauh plus macet, kami maota lamak. Pas ka turun diagiah ongkoih, keceknya: perai se kini da, ndak lamak ambo manarimonyo,". Ondeh, walau alah bapaso, tetap inyo tolak. ​
     
    Indak disangko, masih banyak urang pinggiran nan bamurah hati di Jakarta ko,,, apolai inyo urang awak"̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮. Mudah2an banyak rasakinyo!
     
    Mak Ngah: Rit ko, duo kali jalan PP,, misalnyo, Pdg-Bkt lalu baliak lai ka padang,, itu namonyo satu rit Mak...
     
    Amir Hamzah, 40 Bks
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Reflusmen Ramli <reflus...@yahoo.com>
    Sender: rant...@googlegroups.com
    Date: Wed, 5 Jun 2013 14:21:10
    To: rant...@googlegroups.com<rant...@googlegroups.com>
    Reply-To: rant...@googlegroups.com
    Cc: rant...@googlegroups.com<rant...@googlegroups.com>
    Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT : Angkot dan Sopir Tembak.
     
    MakNgah NAH.
     
    "rit" bisa juga disebut "trip".
     
    Anak Urang Tanjuang Barulak
    Barulak Barulai Pulo
    Den Eting Langsek Nan Masak.
    Nan Busuak Tingga Dek Ambo
     
    Salam
     
    Reflus.
     
     
    Sent from my iPad
     
    > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
    > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
    > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
     
    --
    .
    * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
    * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
    ===========================================================
    UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
    - DILARANG:
    1. E-mail besar dari 200KB;
    2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
    3. One Liner.
    - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
    - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
    - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
    - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
    ===========================================================
    Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
    ---
    Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
    Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

     

    "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com> Jun 05 05:44AM  

    Tarimo kasih Rina, patuiklah baru sakali ko MakNgah tahu kato "tetelan" tu.
     
    Sasudah mambaco postiang Rina nan partamu tadi, MakNgah kaluakan dagiang dari kulkas. Waktu mandefrozenyo tanyato duo bungkuih untuak dendeng(duo lapek plastik) nan kalua sabab tadinyo lengket. Aa aka? nan ciek digoreng untuak dendeng, nan ciek lai digulai jo cubadak. Duo-duo sakali tembak.
     
    Salasai, dinner, lamak, badala agak-agak. Dari HP MakNgah smskan gambar gulai angek cubadak tu. Mungkin lai sampai.
     
    Kini Alhamdulillah lah lapeh salero, ka sumbayang Isa lai.
     
    Salam,
    -- MakNgah
    Sjamsir Sjarif
     

     

    "Rina Permadi" <ri...@rantaunet.org> Jun 05 02:33PM +0700  

    Mak Ngah di Santa nan kuruih,
     
    Tarakhir sms Mak Ngah masuak tgl 8 nov 2012 jam 16.30 WIB
    Sudah tu alun ado masuak sms Mak Ngah laih.
     
    Salam dari Papa, santako liau baru manalepon lo. Mangabaan dapek sms dari
    abang nan baru tibo di Madinah cako pagi.
     
    Ndak usah Mak Ngah baleh lo email ko, takok rina Mak Ngah kini sadang
    barasian mah hehe...
     
    Wassalam
    Rina, batam
     
     
     
     
    -----Original Message-----
    From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On
    Behalf Of sjamsir_sjarif
    Sent: Wednesday, June 05, 2013 12:44 PM
    To: rant...@googlegroups.com
    Subject: [R@ntau-Net] Re: Carito Gulai Cubadak
     
    Tarimo kasih Rina, patuiklah baru sakali ko MakNgah tahu kato "tetelan" tu.
     
    Sasudah mambaco postiang Rina nan partamu tadi, MakNgah kaluakan dagiang
    dari kulkas. Waktu mandefrozenyo tanyato duo bungkuih untuak dendeng(duo
    lapek plastik) nan kalua sabab tadinyo lengket. Aa aka? nan ciek digoreng
    untuak dendeng, nan ciek lai digulai jo cubadak. Duo-duo sakali tembak.
     
    Salasai, dinner, lamak, badala agak-agak. Dari HP MakNgah smskan gambar
    gulai angek cubadak tu. Mungkin lai sampai.
     
    Kini Alhamdulillah lah lapeh salero, ka sumbayang Isa lai.
     
    Salam,
    -- MakNgah
    Sjamsir Sjarif

     

    Andiko <andi....@gmail.com> Jun 05 01:01AM -0700  

    Ondeh mandeh....
     
    Kini dikampuang ambo, di bulan rajab ko, kami ado acara ba do'a. Biasonyo
    ado syukuran kecil yang ado kue spesifik yaitu kue apam. Kue ko dibuek dari
    tapuang bareh dengan saosnyo gulo saka nan diencerin. Itu makanan penutup
    setelah jamba utama nan terdiri dari gulai cubadak jo ayam langkok jo
    randang. Urang rami ba do'a dari rumah ka rumah. Di tiok rumah biasonyo
    diagiah hadiah korek api saribu satu nan didalamnyo dilipekkan pitih
    sekedarnyo. Kami nan anak-anak ko yo sanang kalau alah ado acara ba do'a
    apam ko. Sanang bana karena bakalan makan kanyang jo dapek hadiah. Karena
    banyaknyo korek api nan kami dapek, kemudian korek api ko kami jadikan
    badia-badia nan bunyinyo badantuang-dantuang.
     
    Salam dari belantara kemacetan Jakarta
     
    Andiko Sutan Mancayo
     
    Pada Rabu, 05 Juni 2013 9:56:23 UTC+7, Rina Permadi menulis:

     

    Andiko <andi....@gmail.com> Jun 05 12:54AM -0700  

    Badai Belum Berakhir, Putusan MK Picu Konflik
    Implikasi Setelah Hutan Ulayat Diakui Negara
    Padang Ekspres • Rabu, 05/06/2013 12:37 WIB • Nashrian Bahzein • 48 klik
     
     
    ”Kami menangis seminggu setelah Republik ini merdeka. Apa pun peraturan
    yang dibuat negara, selalu saja ada masyarakat nagari kami yang tergusur.”

    Begitu suara hati Pak Datuk, yang gelisah, gerah dan geram menyaksikan
    sengketa tanah tak bertepi, antara masya­rakat adat dan negara. Air mata
    Pak Datuk itu mengalir sampai jauh, hingga setelah 68 tahun negeri ini
    merdeka.

    Pak Datuk tidak habis pikir, negara yang sedianya menguasai bumi, air dan
    kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat, malah berhadap-hadapan dengan
    masya­rakat demi melindungi kepentingan investor. Wajar saja, Pak Datuk
    merasa lebih bagus zaman Hindia Belanda ketimbang pemerintah Indonesia,
    dalam pengelolaan tanah ulayat.

    ”Zaman Hindia Belanda dulu masih diserahkan pengelolaan tanah kepada ninik
    mamak. Kalau sekarang? Semuanya diambil negara. Yang punya ninik mamak pun
    diambil,” tutur Syamsiri Malin Mulie, Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat
    Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar.

    Kegelisahan Pak Datuk itu disam­paikan dalam diskusi terbatas (FGD)
    Perkumpulan Qbar dan Koalisi Masya­ra­kat Sipil Sumbar di Kantor Qbar,
    Sawahan, Padang, kemarin. Diskusi ini membahas implikasi putusan Mahkamah
    Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi UU No 41 Tahun 1999 tentang
    Kehutanan, yang mengakui keberadaan hutan adat pada Kamis (16/5) lalu.

    Perjuangan panjang aktivis pember­dayaan masyarakat masyarakat adat,
    berlabuh di MK, salah satu lembaga negara yang paling dipercaya rakyat
    Indonesia setelah KPK, karena mampu memenuhi rasa keadilan publik. Uji
    materi itu diajukan Aliansi Masyarakat Adat Nusan­tara (AMAN), Kesatuan
    Masyarakat Hukum Adat Kenegerian Kuntu di Kam­par, Riau, Kesatuan
    Masyarakat Adat Kesepuhan Cisitu, Banten.

    Masyarakat Minangkabau sangat berkepentingan dengan putusan MK ini,
    sebagai daerah yang tertinggi potensi konflik tanahnya di Indonesia.
    Lantas, selesaikah sengketa hutan ulayat versus hutan negara pasca-putusan
    MK ini? Bisakah serta merta masyarakat adat dan nagari di Ranah Minang ini
    menguasai tanah ulayatnya kembali?

    Pakar hukum agraria, Kurnia Warman, menilai, putusan MK belum
    menyele­saikan persoalan sengketa hutan ulayat versus hutan negara. Sebab,
    amar putusan MK dinilai belum memberikan pengakuan terhadap hutan adat
    secara eksplisit.

    Pada Pasal 5 Ayat 1 UU No 41/1999, putusan MK hanya menyebut hutan adat
    bagian dari hutan hak. ”Seharusnya, putusan MK harus dengan tegas meng­ubah
    status hutan menjadi tiga. Yakni, hutan negara, hutan adat dan hutan hak.
    Putusan MK tetap menyebut status hutan hanya dua; hutan negara dan hutan
    hak,” ulas Kurnia Warman.

    Dari perspektif Kurnia Warman, status hutan hak sedianya bisa bersumber
    dari hutan negara dan hutan adat. ”Artinya, hutan hak yang meliputi hak
    guna usaha, hak pakai dan hak milik, itu bisa berasal dari hak yang
    diberikan oleh negara dan adat sebagai pemilik hutan. Sebaliknya, ji­ka
    hutan adat include dalam hutan hak, se­perti apa mekanismenya?” ujar
    Pem­bantu Dekan III Fakultas Hukum Unand ini.

    Kurnia Warman juga mengkritisi alasan putusan MK yang mengedepankan status
    hutan daripada fungsi hutan. Menurutnya, apa pun status hutan, seja­tinya
    mengacu pada tiga fungsi hutan; hutan lindung, konservatif dan produktif.

    ”Apa gunanya status hutan itu diakui milik nagari atau adat sekali pun,
    tapi dalam praktiknya justru mengabaikan tiga fungsi hutan tersebut. Jangan
    sampai pengalihan status hutan dari negara ke ulayat, juga diikuti
    pengalihan masalah pengrusakan hutan dari negara ke ma­syarakat adat,” ujar
    Kurnia Warman.

    Bila fungsi hutan dikedepankan, kata Kurnia Warman, maka substansi dalam
    hutan ulayat itu harus memiliki fungsi hutan lindung, konservatif dan
    produktif. ”Nah, persoalannya kita selama ini, masyarakat kita cenderung
    menafsirkan hutan ulayat adalah hak milik. Mestinya, yang diakui sebagai
    hak milik dalam hutan ulayat adalah pusako tinggi. Di luar itu, hutan
    ulayat harus dijaga sebagai hutan lindung dan konservatif,” ulas Kurnia
    Warman.

    Kabid Planalogi Dinas Kehutanan Sumbar, Ruswin Rustam tidak menampik bahwa
    putusan MK berimplikasi pada implementasi di tengah masyarakat. Bagaimana
    tidak, sejauh ini belum ada batas yang jelas antara hutan negara dengan
    hutan ulayat, dan antara hutan ulayat antarkaum.

    ”Ini bisa memicu konflik baru di tengah masyarakat. negara dan masyarakat
    adat, dan antarmasyarakat adat bisa saling klaim,” kata Rachmadi, aktivis
    pember­dayaan masyarakat dan lingkungan.

    Karena itu, mantan Direktur Walhi Sumbar ini mendesak BPN dan Dinas
    Ke­hutanan segera meregistrasi dan pengu­kuran batas tanah ulayat di
    Sumbar. ”Di Kaliman­tan, teman-teman AMAN sedang bekerja sama dengan BPN
    dan Dishut setempat me­registrasi hutan adat, sebagai tindak lanjut dari
    putusan MK,” tambah Rachmadi.

    Namun demikian, Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar yang terdiri dari aktivis
    Qbar, KKI Warsi, Walhi, LBH, YCMM, LAM&PK Unand mengapresiasi putusan MK
    telah mengakui hutan adat. Karena itu, para aktivis pemberdayaan masyarakat
    adat bersama Dinas Kehutanan Sumbar, beren­cana membuat model yang bisa
    diajukan secara nasional tentang kualifikasi dan pemanfaatan hutan adat.

    Rainal Daus dari KKI Warsi menu­turkan, sejak keluarnya putusan MK,
    masyarakat adat mulai mematok-matok kawasan hutan di daerahnya yang diklaim
    sebagai hutan ulayat.

    Pengalaman serupa dialami Yonefis, Kabid Rehabilitasi Hutan dan Lahan
    Dishut Sumbar, yang mengaku bingung dengan putusan MK tersebut. ”Di
    lapa­ngan, masyarakat mengira putusan MK itu sudah serta merta bisa mematok
    hutan-hutan di daerahnya,” kata Yonefis.

    Terlepas dari itu, aktivis pember­dayaan masyarakat lokal dan Dishut Sumbar
    menilai, putusan MK kian me­nguat­kan program pemberdayaan hutan berbasis
    masyarakat yang kini dilakukan Dishut bersama aktivis LSM di Sumbar.

    Bagi masyarakat sipil, putusan MK merupakan wujud perlawanan rakyat
    terhadap kesewenang-wenangan negara me­ngobral kawasan hutan untuk
    kepen­ti­ngan kapitalis. ”Ini warning bagi negara, yang selama ini
    seenaknya mengkapling-ka­pling kawasan hutan untuk pengusaha per­ke­bunan
    dan pertambangan,” ujar Rachmadi.

    Pengelolaan hutan secara seram­pangan itu, diakui Riche Rahma Dewita, tak
    jarang sering dimuluskan para datuk yang bermain mata dengan pemerintah dan
    pengusaha. ”Pengalaman saya selama mendampingi masyarakat adat, tidak
    sedikit datuk-datuk yang menjadi tukang stempel pengusaha dan penguasa,
    tapi ada juga yang tetap komitmen menjaga keles­tarian hutan ulayatnya.
    Datuk yang perta­ma inilah sering menjual hutan ulayat untuk pengusaha,”
    kata Riche.

    Syamsir Malin Mulie mengakui hal itu. ”Ya, gara-gara uang, kini banyak
    datuk-datuk menggadaikan nagarinya,” aku Pak Datuk. (****)
    [ Red/Administrator ]

     

    zuhrizul <zuhr...@yahoo.com> Jun 05 02:35PM +0700  

    Hahahaha... Tagalak ambo mambaco pangalaman Uda. Memang urang awak harus ado nan competitornyo baru nyo sadar dan Amuah berubah, kok indak yo bakato inyo se nagari ko. Bia nyo caliak ba a urang melayani tamu, dan tamu Amuah sajo mambaia maha untuak itu. Untuang-untuang berubah karakter sopir yo pengusaha taxi awak.
     
    Sangenek dari ambo
    Wassalamualaikum
    Zuhrizul
    Padang/chaniago
    41 tahun
     
     
    Dikirim dari iPhone saya
     

     

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan Grup Google rantaunet.
Anda dapat mengeposkan melalui email.
Untuk berhenti berlangganan grup ini, kirim pesan kosong.
Untuk opsi lainnya, kunjungi grup ini.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

rahyu...@rantaunet.org

unread,
Jun 5, 2013, 10:10:24 AM6/5/13
to rant...@googlegroups.com
Dari angle yang babeda saya ingin pula bersuara.
Ibarat rumah gadang yang sudah reot, maka untuk mengatasi masalah berkumpullah keluarga besar rumah gadang itu. 

Sehingga yang satu kelompok mengusulkan si James memperbaiki rumah itu dengan segala konsekwensinya. Inilah cara orang pandang ekonomi liberal.

Dilain kelompok sebagian anggota keluarga besar ini berpikir.... yuk kita kerja bareng, nan adoh kepeang manyumbang kepeang, nan adoh tanago hayuk bakarajo, nan adoh batang karambia sumbang batang karambia...ini mungkin kelompok ekonomi rakyat nan manjadi mimpinya Bung Hatta...Dengan leadership yang kuat seharusnya FB menggerakkan ekonomi rakyat dan segala potensinya melnghancurkan kemiskinan dan pengangguran....go to narako segala investasimu james...

Saya tidak tau kenapa untuk kasus kemiskinan, pengangguran di Padang harus diselesaikan dengam memanggil orang luar.

Tolonglah Pak Zaid Dunil analisis caro pandang nan maa nan labiah untuang untuak anak cucu apak...




Sent from my BlackBerry 10 smartphone.

sjamsir_sjarif

unread,
Jun 5, 2013, 11:21:12 AM6/5/13
to rant...@googlegroups.com
Bagi awak namonyo "permurtadan", bagi mereka namonyo "pemudridan". Iko sakadar catatan dari Willy Amrul nan lah murtad manjadi pendeta dan lah lamo aktif diam-diam manggaleh babelok di Sumatera Barat.

"Tahun 1997 saya dan Vera menjalankan kegiatan seperti biasa di Indonesia, yaitu meneruskan latihan pemuridan, peperangan rohani maupun pelepasan ... Dalam tahun ini pula kelihatan perkembangan rohani bagi orang-orangMinang yang percaya." Diilustrasikannyo gambarnyo maagiah "Pengajaran yang paling efektif, pemuridan, di Pantai Lubuk alung, 1977." (Dari Pagi SehinggaMalam,Wadud amrullah, p.189-190). Mungkin apo nan disabuiknyo Pantai Lubuak Aluang tu, di tapi pantai nan indak jauah dari Sunua dakek-dakek Kuburan Syekh Burhanudddin Ulakan...

-- Nyit Sungut


Lies Suryadi

unread,
Jun 5, 2013, 7:04:52 PM6/5/13
to rant...@googlegroups.com
Di otobiografi Willy tu tampak gambar iyo sadang melakukan 'PEMURIDAN' di tapi lauik, Mak Ngah. Banyak anak2 gadih jo bujang nan berhasil dikumpuakannyo. Anak2 sia lah tu.
 

Balada Seorang Anak Surau Bertukar Kiblat

Published By niadilova under Resensi Buku    
b347ca743e888934ffd7c5d556f2fb38_dari-subuh-hingga-malamJudul buku : Dari Subuh hingga Malam: Perjalanan Seorang Putra Minang Mencari Jalan Kebenaran
Pengarang : Abdul Wadud Karim Amrullah
Penerbit : PT. BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2011
Tebal : xi + 269 hlm.
ISBN : 978-979-687985-4
Peresensi : Suryadi
Buku ini adalah otobiografi Abdul Wadud Karim Amrullah (AWKA), seorang Minangkabau yang menjadi pendeta di Gereja Pekabaran Injil Indonesia (GPII) di Los Angeles, California, Amerika Serikat.
AWKA lahir di Kampung Kubu, Sungai Batang, Maninjau, tgl. 7 Juni 1927. Ayahnya adalah Dr. Haji Abdul Karim Amrullah yang terkenal dengan sebutan Haji Rasul (suku Jambak). Ibunya, Siti Hindun (suku Melayu), adalah istri kedua dari ayahnya yang tidak pernah diceraikannya. AWKA adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara seayah. Ia adalah adik seayah Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), ulama terkenal asal Minangkabau. AWKA juga mengaku punya kakak yang bernama Abdul Bari yang meninggal dalam tahanan Belanda di penjara Padang tahun 1939 karena mengarang buku Suluh yang Gilang Gemilang (hlm. 213).
AWKA menceritakan bahwa ia menghabiskan masa kecilnya di Maninjau. Sebagaimana anak-anak Minangkabau lainnya, waktu kecil ia pergi ke surau di kampungnya dan pergi sekolah agama di Padang Panjang yang dikelola oleh murid-murid ayahnya.
AWKA meninggalkan Minangkabau pada 8 Agustus 1941 bersama ayah dan ibu tirinya, Dariyah, menuju tempat pembuangan ayahnya di Sukabumi (hlm. 22). Ayahnya dibuang Belanda ke Jawa (semula akan didigulkan) karena dianggap membahayakan Pemerintah Kolonial. Tampaknya waktu di Sukabumi itulah ia mulai mengenal pengikut agama Katolik sebab di seberang rumahnya di Tjikirai 8 ada sebuah sekolah Katolik. Sembilan bulan kemudian ia ikut ayahnya pindah ke Jakarta menyusul takluknya penjajah Belanda ke tangan penjajah baru: Fasis Jepang. Di Jakarta AWKA mengenal lagi agama Katolik karena di dekat tempat tinggalnya di bilangan Senen ada gereja yang selalu membuat dia ingin tahu mengenai aktifitas di dalam rumah ibadah orang Katolik itu (hlm. 30). Namun, pengakuan ini terkesan artifisial mengingat lama sesudah itu ketika AWKA sudah bermukim di Amerika Serikat, belum ada tanda-tanda bahwa ia tertarik kepada agama Katolik. Ia malah aktif dalam perkumpulan Islam internasional di San Francisco dengan membeli sebuah gereja tua dan mengubahnya menjadi mesjid (hlm. 95). Sebagaimana akan dijelaskan di bawah, AWKA mengalami goncangan iman justru setelah berada di Pulau Bali ketika istrinya yang berdarah campuran memintanya keluar dari agama Islam.
 
 
Salam,
Syd
Dari: sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Rabu, 5 Juni 2013 17:21
Judul: Re: [R@ntau-Net] Intisari untuk rant...@googlegroups.com - 25 Pesan pada 6 Topik

Bagi awak namonyo "permurtadan", bagi mereka namonyo "pemudridan". Iko sakadar catatan dari Willy Amrul nan lah murtad manjadi pendeta dan lah lamo aktif diam-diam manggaleh babelok di Sumatera Barat.

"Tahun 1997 saya dan Vera menjalankan kegiatan seperti biasa di Indonesia, yaitu meneruskan latihan pemuridan, peperangan rohani maupun pelepasan ... Dalam tahun ini pula kelihatan perkembangan rohani bagi orang-orangMinang yang percaya." Diilustrasikannyo gambarnyo maagiah "Pengajaran yang paling efektif, pemuridan, di Pantai Lubuk alung, 1977." (Dari Pagi SehinggaMalam,Wadud amrullah, p.189-190). Mungkin apo nan disabuiknyo Pantai Lubuak Aluang tu, di tapi pantai nan indak jauah dari Sunua dakek-dakek Kuburan Syekh Burhanudddin Ulakan...

-- Nyit Sungut


sjamsir_sjarif

unread,
Jun 5, 2013, 7:48:37 PM6/5/13
to rant...@googlegroups.com
Kok dapek JoSur scan foto rancak (p. 190) di tapi Pantai Tiram (?) tu kan rancak juo tu. Lah dokek balancik-lancikan tampek pemuridan/ kuliah/ katubahnyo jo Sunua Kampuang Josur nan indak jauah napak tilas beda kayakinan jo katubah-katubah Syekh Burhanuddin nan dimuloi di sinan juo ... Ambo raso foto di sinan tu bukan kabatulan, pilihan terencana sistematis, sabana pandainyo mamiliah arah Arus Sejarah ...

Sia tahu site tampak pamuridan di tapi pantai tu nanti di maso datang jadi tampek ziarah kiramat dari katurunan murid-murid tu sabagai kaunterpart dari Tampek Ziarah di Ulakan. Mungkin..., kini sacaro diam-diam alah dijadikan untuak "tampek piknik" untuak reuni dek para murid...

Sairiang batuka jalan, saiyo batuka sabuik antaro Pandeta Willy Amrullah Anak Haji Rasul Sungai Batang tu jo Syekh Burhanuddin Ulakan ...

Salam,
-- Nyit Sungut

--- In Rant...@yahoogroups.com, Lies Suryadi <niadilova@...> wrote:
>
> Di otobiografi Willy tu tampak gambar iyo sadang melakukan 'PEMURIDAN' di tapi lauik, Mak Ngah. Banyak anak2 gadih jo bujang nan berhasil dikumpuakannyo. Anak2 sia lah tu.
>  Balada Seorang Anak Surau Bertukar Kiblat
> Published By niadilova under Resensi Buku    
> Judul buku : Dari Subuh hingga Malam: Perjalanan Seorang Putra Minang Mencari Jalan Kebenaran
> Pengarang : Abdul Wadud Karim Amrullah
> Penerbit : PT. BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2011
> Tebal : xi + 269 hlm.
> ISBN : 978-979-687985-4
> Peresensi : Suryadi
> Buku ini adalah otobiografi Abdul Wadud Karim Amrullah (AWKA), seorang Minangkabau yang menjadi pendeta di Gereja Pekabaran Injil Indonesia (GPII) di Los Angeles, California, Amerika Serikat.
> AWKA lahir di Kampung Kubu, Sungai Batang, Maninjau, tgl. 7 Juni 1927. Ayahnya adalah Dr. Haji Abdul Karim Amrullah yang terkenal dengan sebutan Haji Rasul (suku Jambak). Ibunya, SitiHindun (suku Melayu), adalah istri kedua dari ayahnya yang tidak pernah diceraikannya. AWKA adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara seayah. Ia adalah adik seayah Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), ulama terkenal asal Minangkabau. AWKA juga mengaku punya kakak yang bernama Abdul Bari yang meninggal dalam tahanan Belanda di penjara Padang tahun 1939 karena mengarang buku Suluh yang Gilang Gemilang (hlm. 213).
> AWKA menceritakan bahwa ia menghabiskan masa kecilnya di Maninjau. Sebagaimana anak-anak Minangkabau lainnya, waktu kecil ia pergi ke surau di kampungnya dan pergi sekolah agama di Padang Panjang yang dikelola oleh murid-murid ayahnya.
> AWKA meninggalkan Minangkabau pada 8 Agustus 1941 bersama ayah dan ibu tirinya, Dariyah, menuju tempat pembuangan ayahnya di Sukabumi (hlm. 22). Ayahnya dibuang Belanda ke Jawa (semula akan didigulkan) karena dianggap membahayakan Pemerintah Kolonial. Tampaknya waktu di Sukabumi itulah ia mulai mengenal pengikut agama Katolik sebab di seberang rumahnya di Tjikirai 8 ada sebuah sekolah Katolik. Sembilan bulan kemudian ia ikut ayahnya pindah ke Jakarta menyusul takluknya penjajah Belanda ke tangan penjajah baru: Fasis Jepang. Di Jakarta AWKA mengenal lagi agama Katolik karena di dekat tempat tinggalnya di bilangan Senen ada gereja yang selalu membuat dia ingin tahu mengenai aktifitas di dalam rumah ibadah orang Katolik itu (hlm. 30). Namun, pengakuan ini terkesan artifisial mengingat lama sesudah itu ketika AWKA sudah bermukim di Amerika Serikat, belum ada tanda-tanda bahwa ia tertarik kepada agama Katolik. Ia malah aktif dalam perkumpulan Islam
> internasional di San Francisco dengan membeli sebuah gereja tua dan mengubahnya menjadi mesjid (hlm. 95). Sebagaimana akan dijelaskan di bawah, AWKA mengalami goncangan iman justru setelah berada di Pulau Bali ketika istrinya yang berdarah campuran memintanya keluar dari agama Islam.
>  
> http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1010
>  
> Salam,
> Syd
>
> ________________________________
> Dari: sjamsir_sjarif <hambociek@...>
> Kepada: rant...@googlegroups.com
> Dikirim: Rabu, 5 Juni 2013 17:21
> Judul: Re: [R@ntau-Net] Intisari untuk rant...@googlegroups.com - 25 Pesan pada 6 Topik
>
>
> Bagi awak namonyo "pemurtadan", bagi mereka namonyo "pemudridan". Iko sakadar catatan dari Willy Amrul nan lah murtad manjadi pendeta dan lah lamo aktif diam-diam manggaleh babelok di Sumatera Barat.
>
> "Tahun 1997 saya dan Vera menjalankan kegiatan seperti biasa di Indonesia, yaitu meneruskan latihan pemuridan, peperangan rohani maupun pelepasan ... Dalam tahun ini pula kelihatan perkembangan rohani bagi orang-orangMinang yang percaya." Diilustrasikannyo gambarnyo maagiah "Pengajaran yang paling efektif, pemuridan, di Pantai Lubuk Alung, 1997." (Dari Pagi Sehingga Malam, Wadud Amrullah, p.189-190). Mungkin apo nan disabuiknyo Pantai Lubuak Aluang tu, di tapi pantai nan indak jauah dari Sunua dakek-dakek Kuburan Syekh Burhanudddin Ulakan...
>
> -- Nyit Sungut


taufiq...@rantaunet.org

unread,
Jun 6, 2013, 2:23:13 AM6/6/13
to rant...@googlegroups.com

Pantai Lubuk Alung ?
Sabananyo dakek BIM nan lah masuak kawasan Pariaman, banyak juo urang Nieh. Mereka pun buek gereja juo disitu
Kehidupan mereka melaut dan bertani

Apakah mereka itu yang dimaksud ?

Atau memang ada yang betul2 asli urang Minang

--TR
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Wed, 05 Jun 2013 23:48:37
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages