Gubernur Sumbar Menolak KKM

Skip to first unread message

Marindo Palar

unread,
Sep 20, 2010, 12:23:54 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Wr Wb.
Salam ambo pasambahkan kapado Inyiak, NiniakMamak, CandiakPandai, AlimUlama, Bundo Kanduang sarato Nan Mudo yg ado di palanta....

Ambo mambaco di salah satu media : 

http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=63446

yang menyatakan, antara lain :

>Rapat antara utusan rantau dengan kalangan budayawan, LKAAM, MUI, pers Sumatera Barat Jumat siang di gubernuran akhirnya menghasilkan suara bulat: menolak dilaksanakannya Kongres Kebudayaan Minang (KKM) yang dibesut oleh Gebu Minang.

Rapat yang dimediasi oleh Wakil Gubernur (yang juga bertindak sebagai pengundang) Muslim Kasim berlangsung sangat dinamis dan agak tegang. Para budayawan seperti Wisran Hadi dengan tegas mengatakan bahwa kongres yang akan dilaksanakan itu tidak relevan dengan apa yang sesungguhnya dibutuhkan rakyat Sumatera Barat saat ini.

Acara yang dimoderatori oleh H.Shofwan Karim itu menelurkan rekomendasi bahwa sebaiknya Gebu MInang cukup melaksanakan Mubes internal yang berlangsung lima tahunan itu. “JIka memang diperlukan silahkan Mubes itu diisi dengan seminar membahas ABS-SBK lalu hasilnya disampaikan kepada Pemprov. Jika Pemprov memandang perlu dimasukkan ke dalam Musrenbang sebagai acuan pembangunan daerah, ya silahkan,” tambah Ketua Bundo Kanduang Raudha Thaib.<

Tapi kalau kito manilik postingan Mamak Saafroedin Bahar (Date: Sat, 18 Sep 2010 19:28:31 +0000) dgn  Subject: Re: [R@ntau-Net] Kongres atau Seminar, yang mnyatakan, antara lain :

"namun Pimpinan GM mamutuihkan untuak indak maninggakan bangkalai.Apolagi kan banyak juo sanak kito nan ingin mandapek kepastian dan kesepakatan ttg tema nan diusuang KKM iko, khususnyo ttg ABS SBK".

Komen ambo:
Dek karano pihak Gubernur (dalam hal ini diwakili oleh Wakil Gubernur) sebagai pengundang, berarti keputusan dan rekomendasi yg dihasilkan pado rapek tgl 03 September itu, dapek kito katokan sebagai sinyal kuat untuk pengurus Gebu Minang sebagai penggagas KKM, dari Pimpinan Formal Tertinggi di Sumbar, agar tidak melanjutkan rencana melaksanakan KKM.
Tapi kalau GM tetap basikareh melaksanakan KKM, ambo melihat, GM mengajak masyarakat untuk melecehkan atau menganggap angin lalu sinyal gubernur ini.

Iko 'kan indak baik bagi masyarakat kito di ranah.

Salam,
Marindo Palar



Marindo Palar

unread,
Sep 20, 2010, 2:59:52 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
Inyiak-Inyiak, NiniakMamak, CadiakPandai,AlimUlama, BundoKanduang dan Nan Mudo, yg ambo hormati....

Ambo dapek berita lebih lanjut mengenai Penolkan KKM, sebagai berikut :

WAKIL GUBERNUR Sumbar H. Muslim Kasim dalam acara halal bi halal Persatuan Keluarga Daerah Padangpariaman (PKDP) se-Dunia, Kamis, 16 September 2010, di Gedung Saiyo-Sakato Pariaman mengatakan, Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) yang disponsori Gebu Minang Jakarta diminta Pemda dan Gubernur Sumbar untuk dibatalkan, tidak dilanjutkan karena KKM telah ditolak berbagai lembaga dan masyarakat di ranah Minang. Sikap Pemda dan Gubernur Sumbar ditetapkan berdasarkan hasil rapat, Jumat, 3 September 2010, antara tim media (utusan Bakor organisasi keluarga dari lima kota/kabupaten dari Jakarta) dengan Ketua LKAAM Sumbar, MUI, DKSB, budayawan/seniman, wartawan yang menolak KKM diadakan di Bukittinggi. Wakil Gubernur H. Muslim Kasim menyampaikan sikap Pemda dan Gubernur Sumbar tentang tidak perlunya KKM diteruskan itu didengar langsung oleh Ketua Umum Gebu Minang, Asril Tanjung yang hadir dalam halal bi halal PKDP se-Dunia tersebut.

Kalau berita ini benar, alah jaleh bana penolakan tu kini. Kalau kapatang mungkin baru sinyal sajo, kini alah sabana jaleh nampaknyo.  Kalau iyo kito punya kearifan..., mako kinilah kearifan itu kito panggunokan untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan di ranah nan tacinto....


Salam,
Marindo Palar


--- Pada Sen, 20/9/10, Marindo Palar <emerd...@yahoo.com> menulis:
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Z Chaniago

unread,
Sep 20, 2010, 4:58:40 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
Izinkan ambo mamakai pemikiran sederhana :
a. Dalam konteks berpendapat : apakah ada bedanya pendapat saya , dengan pendapat pak Wisran Hadi misalnya ?
b. Ambo baco nan KKM iko diminta Pemda dan Gubernur Sumbar untuk dibatalkan, dek diminta....bisa diagiah bisa indak....jauah dari posisi maacuahkan atau tidak.., sahinggo sudahlah....penolakan KKM terlalu di dramatisir IMHO...
 
Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak

Pada 20 September 2010 13.59, Marindo Palar <emerd...@yahoo.com> menulis:
Inyiak-Inyiak, NiniakMamak, CadiakPandai,AlimUlama, BundoKanduang dan Nan Mudo, yg ambo hormati....

Ambo dapek berita lebih lanjut mengenai Penolkan KKM, sebagai berikut :

WAKIL GUBERNUR Sumbar H. Muslim Kasim dalam acara halal bi halal Persatuan Keluarga Daerah Padangpariaman (PKDP) se-Dunia, Kamis, 16 September 2010, di Gedung Saiyo-Sakato Pariaman mengatakan, Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) yang disponsori Gebu Minang Jakarta diminta Pemda dan Gubernur Sumbar untuk dibatalkan, tidak dilanjutkan karena KKM telah ditolak berbagai lembaga dan masyarakat di ranah Minang. Sikap Pemda dan Gubernur Sumbar ditetapkan berdasarkan hasil rapat, Jumat, 3 September 2010, antara tim media (utusan Bakor organisasi keluarga dari lima kota/kabupaten dari Jakarta) dengan Ketua LKAAM Sumbar, MUI, DKSB, budayawan/seniman, wartawan yang menolak KKM diadakan di Bukittinggi. Wakil Gubernur H. Muslim Kasim menyampaikan sikap Pemda dan Gubernur Sumbar tentang tidak perlunya KKM diteruskan itu didengar langsung oleh Ketua Umum Gebu Minang, Asril Tanjung yang hadir dalam halal bi halal PKDP se-Dunia tersebut.

Kalau berita ini benar, alah jaleh bana penolakan tu kini. Kalau kapatang mungkin baru sinyal sajo, kini alah sabana jaleh nampaknyo.  Kalau iyo kito punya kearifan..., mako kinilah kearifan itu kito panggunokan untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan di ranah nan tacinto....


Salam,
Marindo Palar


--- Pada Sen, 20/9/10, Marindo Palar <emerd...@yahoo.com> menulis:

, 2010, 11:23 AM
.








--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau  .

Sayangi Danau Maninjau -

Bot S Piliang

unread,
Sep 20, 2010, 5:18:41 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com

Aslkm Wr Wb
Mamak, Bundo, samo Dunsanak kasadonyo...untuak nan indak sempat pulang kampuang, berikut oleh-oleh perjalanan dari Pulau Cubadak samo Pantai Tanjuang Mutiara Tiku. Silahkan klik di link berikut:

1. Pulau Cubadak
2. Pantai Mutiara Tiku

Thx...
Wslkm

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300


Anzori

unread,
Sep 20, 2010, 6:16:27 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
beautiful places  indeed
 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com,
Cel./HP No. :081384611336, 0816857939
Country code +62



From: Bot S Piliang <bots...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, September 20, 2010 4:18:41 PM
Subject: [R@ntau-Net] Oleh-oleh Pulang Rayo...Lebaran Liburan

Masdar TGM

unread,
Sep 20, 2010, 9:24:55 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
Pada 20 September 2010 13.59, Marindo Palar <emerd...@yahoo.com> menulis:
Inyiak-Inyiak, NiniakMamak, CadiakPandai,AlimUlama, BundoKanduang dan Nan Mudo, yg ambo hormati....

Ambo dapek berita lebih lanjut mengenai Penolkan KKM, sebagai berikut :

WAKIL GUBERNUR Sumbar H. Muslim Kasim dalam acara halal bi halal Persatuan Keluarga Daerah Padangpariaman (PKDP) se-Dunia, Kamis, 16 September 2010, di Gedung Saiyo-Sakato Pariaman mengatakan, Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) yang disponsori Gebu Minang Jakarta diminta Pemda dan Gubernur Sumbar untuk dibatalkan, tidak dilanjutkan karena KKM telah ditolak berbagai lembaga dan masyarakat di ranah Minang. Sikap Pemda dan Gubernur Sumbar ditetapkan berdasarkan hasil rapat, Jumat, 3 September 2010, antara tim media (utusan Bakor organisasi keluarga dari lima kota/kabupaten dari Jakarta) dengan Ketua LKAAM Sumbar, MUI, DKSB, budayawan/seniman, wartawan yang menolak KKM diadakan di Bukittinggi. Wakil Gubernur H. Muslim Kasim menyampaikan sikap Pemda dan Gubernur Sumbar tentang tidak perlunya KKM diteruskan itu didengar langsung oleh Ketua Umum Gebu Minang, Asril Tanjung yang hadir dalam halal bi halal PKDP se-Dunia tersebut.

Kalau berita ini benar, alah jaleh bana penolakan tu kini. Kalau kapatang mungkin baru sinyal sajo, kini alah sabana jaleh nampaknyo.  Kalau iyo kito punya kearifan..., mako kinilah kearifan itu kito panggunokan untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan di ranah nan tacinto....


Salam,
Marindo Palar


============+++++++++++++++===========

Assalamu'alaikum WW.
Rang balerong kasadoalahe,
Tarimo kasih banyak pak Marindo,. Kalau berita nan dilewakan pak Marindo ko sahih, mako kinilah saatnyo kito semua pihak mambuek sejarah nan insya Allah ka dicatat nantik dek generasi sasudah kito, tamasuak para mahasiswa peminat sejarah budaya Minang. Ado pulo catatan pangiriangnyo, wakil gubernur maminta KKM dibatalkan ka alamat malenceng-lenceng...... bukan ka Gebu Minang.

Kapado mamanda Saaf dan kawan-kawan dari kepanitiaan KKM, ado babarapo hal nan jadi pamikiran TGM:
1. Bahan KKM nan digagas oleh Gebu MInang bukan idiologi terlarang, sahinggo indak ado alasan bagi para pengambil keputusan di ranah bundo untuak menghalangi apolagi malarang kegiatan ko.
2. Rasonyo Gebu Minang nan menggagas KKM sangat disegani di ranah bundo salamoko
3. Gebu Minang indak mintak pitih ka Pemda Sumbar untuak biaya pelaksanaan KKM
4. Pertanyaan TGM: Gebu Minang apo alah pernah dikontak untuak bertukar pikiran oleh Pemda Sumbar sabalun iko sabagaimano Pemda sudah duo kali (kalau indak salah) mangontak pak Profesor budayawan dan kawan-kawan nan manulak KKM tu, atau satidak-tidaknyo sabalun Wagub bapidato malenceng tu? Mungkin paralu mamanda Saaf manjawabnyo tarang bak ari.
5. Pado hakikatnyo KKM sudah dimuloi sajak Panitia KKM manyerakkan bahan kongres (draft) lewat internet. Pesertanyo adalah siapo sajo nan peduli dengan masa depan generasi dan budaya Minang di ranah bundo. Setiap individu dari peserta kongres alam maya ko berhak mengutak atik draft nan dipaparkan panitia. Aratinyo, KKM di darat nan akan dilaksanakan tu mungkin buliah dikatokan sebagai "baralek" sacaro formal.
6. Tampaknyo kini (mohon maaf kalau TGM salah), nan sadang berhadap-hadapan adolah mamanda Saaf yang notabene adolah The Founding Father LKAAM pada satu pihak menghadapi pihak pengurus LKAAM periode kini. TGM yakin, baraso pengurus LKAAM nan periode kini sangat tahu bahwa mamanda Saaf adalah satu dari beberapa orang pendiri LKAAM nan masih iduik. Baitu juo kini sadang berhadap-hadapan pak Profesor nan notabene anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Sumatera Barat menghadapi pak Profesor budayawan dan kawan-kawan dari Dewan Kesenian Sumatera Barat. Sakali lai, mohon maaf kalau TGM salah.

Kalau buliah pintak jo pinto, partamo, taruihkan sajo bangkalai panitia KKM tu hinggo tuntas. Iko kesempatan bagi semua pihak, baik Gebu Minang sebagai penggagas KKM maupun kelompok Gerakan Menentang KKM nan di Padang untuak mambuek sejarah. Ameh memang harus disapuah, sabaliaknyo bukanlah ameh namonyo kalau indak tahan sapuah. Profesor Dale Carnegie pernah manyampaikan: Jika engkau sudah menghitung bahaya pada perjalanan yang akan engkau tempuh, saya anjurkan jalanilah rute itu, maka engkau akan membuktikan sendiri bahwa tidak akan sampai seperdua dari jumlah bahaya yang engkau telah hitung tersebut terjadi. Kaduo, Capek-capeklah panitia mengurus izin ka kepolisian. Masih ado waktu sekitar sabulan mauruih izin. Ijan sampai kongres tu dibubarkan polisi gara-gara indak mengantungi izin dari polisi.

Kapado seluruh pihak, mohon maaf atas kesalahan dan kehilafan penyampaian surekko, dan kapado kawan-kawan nan manyatujui adonyo KKM ijan sampai menimbulkan kesan bahwa kito 'tiarap".

Wassalam,
TGM,Bkl,50

ajo duta

unread,
Sep 20, 2010, 9:33:52 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih dinda atas laporan perjalanannya.
Soal Tiku semoga Indra Catri terpilih jadi Bupati Agam.
Akan kita dorong beliau untuk memberi perhatian pada
Tiku. Disamping itu, perlu kita orang Tiku berinvest membuat
atau mengajak sanak awak disinan untuak membuat atau
menyediakan rumahnya sebagai homestay bagi wisatawan.
Tinggal menyiapkan sebuah kamar dengan toilet yang bersih.
Kita bisa menerima tamu setiap saat.

> --
> .
> Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di
> tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>


--
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta,
sekarang Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada
menjadi sebatang lidi"

Darwin

unread,
Sep 20, 2010, 9:37:55 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com

Alhamdulillah, pandapek nan sabana sajuak, luruih dan bijak


Wassalam, HDB-SBK (L, 67), Depok


--- In Rant...@yahoogroups.com, Masdar TGM <masdar.tgm@...> wrote:
>
> Pada 20 September 2010 13.59, Marindo Palar <emerdepalar@...> menulis:
>

.......

> Kapado mamanda Saaf dan kawan-kawan dari kepanitiaan KKM, ado babarapo hal
> nan jadi pamikiran TGM:
> 1. Bahan KKM nan digagas oleh Gebu MInang bukan idiologi terlarang, sahinggo
> indak ado alasan bagi para pengambil keputusan di ranah bundo untuak
> menghalangi apolagi malarang kegiatan ko.
> 2. Rasonyo Gebu Minang nan menggagas KKM sangat disegani di ranah bundo
> salamoko
> 3. Gebu Minang indak mintak pitih ka Pemda Sumbar untuak biaya pelaksanaan
> KKM

........

Bot S Piliang

unread,
Sep 20, 2010, 10:36:10 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
Samo-samo Mamak...
Ambo yo sapandapaik jo Mamak...
Rancak bana kok ado homestay di Tiku, cukuik2 jo operator tur pulau jo snorkling nyo. Tantulah rami pasa Tiku indak jo cik uniang jo cik ajo se doh, si mbak jo si mas, bahkan mister jo missis pasti sato pulo antri mancari katupek jo sala bulek disitu.



Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

--- On Mon, 9/20/10, ajo duta <ajo...@gmail.com> wrote:

Ryan Firdaus

unread,
Sep 21, 2010, 3:50:55 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
assalamualaikum wr.wb

adi dunsanak palanta RN nan di hormati...

naluri ke Islaman saya mengatakan : kalau betullah KKM ini sampai di batalkan...sayang seribu kali sayang.....apakan ini betul2 keputusan yg betul2 dari hati nurani Gubernur Sumbar???sedikit sebanyak kami mengenali kiprah beliau thn 90-an....atau ini menjadi salah satu sebab kenapa wakil gubernur yg berbicara tentang keputusan ini...

wallahu a'lam

wassalam, Ryan 43 Ipoh


From: Masdar TGM <masda...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, September 20, 2010 9:24:55 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM



Pada 20 September 2010 13.59, Marindo Palar <emerd...@yahoo.com> menulis:
Inyiak-Inyiak, NiniakMamak, CadiakPandai,AlimUlama, BundoKanduang dan Nan Mudo, yg ambo hormati....

Ambo dapek berita lebih lanjut mengenai Penolkan KKM, sebagai berikut :

WAKIL GUBERNUR Sumbar H. Muslim Kasim dalam acara halal bi halal Persatuan Keluarga Daerah Padangpariaman (PKDP) se-Dunia, Kamis, 16 September 2010, di Gedung Saiyo-Sakato Pariaman mengatakan, Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) yang disponsori Gebu Minang Jakarta diminta Pemda dan Gubernur Sumbar untuk dibatalkan, tidak dilanjutkan karena KKM telah ditolak berbagai lembaga dan masyarakat di ranah Minang. Sikap Pemda dan Gubernur Sumbar ditetapkan berdasarkan hasil rapat, Jumat, 3 September 2010, antara tim media (utusan Bakor organisasi keluarga dari lima kota/kabupaten dari Jakarta) dengan Ketua LKAAM Sumbar, MUI, DKSB, budayawan/seniman, wartawan yang menolak KKM diadakan di Bukittinggi. Wakil Gubernur H. Muslim Kasim menyampaikan sikap Pemda dan Gubernur Sumbar tentang tidak perlunya KKM diteruskan itu didengar langsung oleh Ketua Umum Gebu Minang, Asril Tanjung yang hadir dalam halal bi halal PKDP se-Dunia tersebut.

Kalau berita ini benar, alah jaleh bana penolakan tu kini. Kalau kapatang mungkin baru sinyal sajo, kini alah sabana jaleh nampaknyo.  Kalau iyo kito punya kearifan..., mako kinilah kearifan itu kito panggunokan untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan di ranah nan tacinto....


Salam,
Marindo Palar


============+++++++++++++++===========

Assalamu'alaikum WW.
Rang balerong kasadoalahe,
Tarimo kasih banyak pak Marindo,. Kalau berita nan dilewakan pak Marindo ko sahih, mako kinilah saatnyo kito semua pihak mambuek sejarah nan insya Allah ka dicatat nantik dek generasi sasudah kito, tamasuak para mahasiswa peminat sejarah budaya Minang. Ado pulo catatan pangiriangnyo, wakil gubernur maminta KKM dibatalkan ka alamat malenceng-lenceng...... bukan ka Gebu Minang.

Kapado mamanda Saaf dan kawan-kawan dari kepanitiaan KKM, ado babarapo hal nan jadi pamikiran TGM:
1. Bahan KKM nan digagas oleh Gebu MInang bukan idiologi terlarang, sahinggo indak ado alasan bagi para pengambil keputusan di ranah bundo untuak menghalangi apolagi malarang kegiatan ko.
2. Rasonyo Gebu Minang nan menggagas KKM sangat disegani di ranah bundo salamoko
3. Gebu Minang indak mintak pitih ka Pemda Sumbar untuak biaya pelaksanaan KKM
4. Pertanyaan TGM: Gebu Minang apo alah pernah dikontak untuak bertukar pikiran oleh Pemda Sumbar sabalun iko sabagaimano Pemda sudah duo kali (kalau indak salah) mangontak pak Profesor budayawan dan kawan-kawan nan manulak KKM tu, atau satidak-tidaknyo sabalun Wagub bapidato malenceng tu? Mungkin paralu mamanda Saaf manjawabnyo tarang bak ari.
5. Pado hakikatnyo KKM sudah dimuloi sajak Panitia KKM manyerakkan bahan kongres (draft) lewat internet. Pesertanyo adalah siapo sajo nan peduli dengan masa depan generasi dan budaya Minang di ranah bundo. Setiap individu dari peserta kongres alam maya ko berhak mengutak atik draft nan dipaparkan panitia. Aratinyo, KKM di darat nan akan dilaksanakan tu mungkin buliah dikatokan sebagai "baralek" sacaro formal.
6. Tampaknyo kini (mohon maaf kalau TGM salah), nan sadang berhadap-hadapan adolah mamanda Saaf yang notabene adolah The Founding Father LKAAM pada satu pihak menghadapi pihak pengurus LKAAM periode kini. TGM yakin, baraso pengurus LKAAM nan periode kini sangat tahu bahwa mamanda Saaf adalah satu dari beberapa orang pendiri LKAAM nan masih iduik. Baitu juo kini sadang berhadap-hadapan pak Profesor nan notabene anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Sumatera Barat menghadapi pak Profesor budayawan dan kawan-kawan dari Dewan Kesenian Sumatera Barat. Sakali lai, mohon maaf kalau TGM salah.

Kalau buliah pintak jo pinto, partamo, taruihkan sajo bangkalai panitia KKM tu hinggo tuntas. Iko kesempatan bagi semua pihak, baik Gebu Minang sebagai penggagas KKM maupun kelompok Gerakan Menentang KKM nan di Padang untuak mambuek sejarah. Ameh memang harus disapuah, sabaliaknyo bukanlah ameh namonyo kalau indak tahan sapuah. Profesor Dale Carnegie pernah manyampaikan: Jika engkau sudah menghitung bahaya pada perjalanan yang akan engkau tempuh, saya anjurkan jalanilah rute itu, maka engkau akan membuktikan sendiri bahwa tidak akan sampai seperdua dari jumlah bahaya yang engkau telah hitung tersebut terjadi. Kaduo, Capek-capeklah panitia mengurus izin ka kepolisian. Masih ado waktu sekitar sabulan mauruih izin. Ijan sampai kongres tu dibubarkan polisi gara-gara indak mengantungi izin dari polisi.

Kapado seluruh pihak, mohon maaf atas kesalahan dan kehilafan penyampaian surekko, dan kapado kawan-kawan nan manyatujui adonyo KKM ijan sampai menimbulkan kesan bahwa kito 'tiarap".

Wassalam,
TGM,Bkl,50

.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E

===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

--

Ahmad Ridha

unread,
Sep 21, 2010, 4:06:57 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com

2010/9/21 Ryan Firdaus <ryanfi...@yahoo.com>
assalamualaikum wr.wb

Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,
 
naluri ke Islaman saya mengatakan : kalau betullah KKM ini sampai di batalkan...sayang seribu kali sayang.....apakan ini betul2 keputusan yg betul2 dari hati nurani Gubernur Sumbar???sedikit sebanyak kami mengenali kiprah beliau thn 90-an....atau ini menjadi salah satu sebab kenapa wakil gubernur yg berbicara tentang keputusan ini...


Pak Ryan, saya berprasangka baik bahwa Pemda Sumbar menolak KKM bukan karena masalah materi yang akan dibahas dalam KKM.  Mungkin lebih ke pertimbangan stabilitas di sana, apalagi Kepala Daerah baru saja dilantik.

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 21, 2010, 4:07:08 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com

Saya justru mendukung, alasannya supaya kita tidak terpecah belah

Sebab kalau "indak lalu dandang diaia...didarek ditajakkan juo"

Rasanya manfaat yang akan dicapai tidak akan sebanding dengan pengorbanan kita bersama yang akan terjadi

--TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Ryan Firdaus <ryanfi...@yahoo.com>
Date: Tue, 21 Sep 2010 00:50:55 -0700 (PDT)

Dasriel Noeha

unread,
Sep 21, 2010, 4:57:40 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Iolah kalo kito tetap mendukung program Irwan, kito legowo sajolah. Carilah Seminar lain nan ka gantinyo. Asa lai ka ba manfaat buek kampuang why not??
 
DAN

--- Pada Sel, 21/9/10, taufiq...@rantaunet.org <taufiq...@rantaunet.org> menulis:

Armen Zulkarnain

unread,
Sep 21, 2010, 6:34:03 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Assalammualaikum wr wb

Saya kira ada baiknya Pemprov Sumbar memanggil seluruh jajaran SC KKM & Pengurus Gebu Minang. Seingat saya tanggal 3 Juli 2010 pak Mochtar Naim & saya sudah memasukan surat pada Pemprov Sumbar. Namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya, padahal sudah hampir 3 bulan surat tersebut diterima oleh Pemprov. Apabila Pemprov Sumbar mengundang SC KKM & Pengurus Gbu Minang, saya kira polemik KKM ini bisa diselesaikan dengan baik.

wasalam
AZ - 32 th
Padang


NB :
Surat Permohonan Mediasi KKM ke Pemrov Sumbar bisa dilihat pada link dibawah ini

Nomor : 333/Sekr-GM/VII-2010 Jakarta, 02 Juli 2010
Sifat : Penting
Lampiran : Satu Berkas
Perihal : PEMANTAPAN PERSIAPAN KKM 2010

KEPADA YANG TERHORMAT
GUBERNUR SUMATERA BARAT
(Bpk. Prof. Dr. H. MARLIS RAHMAN)
SELAKU PELINDUNG KONGRES KEBUDAYAAN MINANGKABAU 2010
Di Padang

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan hormat,
Menunjuk pembicaraan Bapak dengan pengurus Gebu Minang pada bulan Maret 2010 yang lalu, dan menunjuk surat kami Nomor : 330/Sekr-GM/VI-2010 tertanggal Jakarta, 22 Juni 2010 tentang Surat
Undangan kepada Presiden R.I untuk Membuka Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010, izinkanlah kami menyampaikan perkembangan persiapan Kongres Kebudayaan Minangkabau yang menurut rencana akan diselenggarakan di Bukit Tinggi tanggal 7-8 Agustus 2010, sebagai berikut.

1. Seluruh materi Kongres, yang terdiri dari Draft 17 Kesepakatan Bersama tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK); Ikrar Bersama; pokok-pokok pikiran tentang pembangunan nagari dan kesejahteraan petani; pendayagunaan potensi maritim serta kesejahteraan masyarakat pesisir; serta masalah kebencanaan – seperti terlampir -- telah disosialisasikan seluas-luasnya kepada masyarakat Minangkabau, baik di Ranah maupun di Rantau, dan pada umumnya mendapatkan tanggapan positif.

2. Dari segi historis, sesungguhnya Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010 ini bisa dipandang sebagai tindak lanjut dari kegiatan Panitia Perumus ABS SBK yang dibentuk oleh Gubernur Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2007 atas usulan pengurus Gebu Minang,

3. Dari LKAAM Sumatera Barat, yang tembusannya juga dikirimkan kepada Gubernur Sumbar, telah diterima masukan agar tidak dibentuk lembaga baru yang menangani adat Minangkabau, yang memang tidak ada rencana untuk itu. Yang akan dibentuk adalah sebuah forum /sekretariat bersama untuk melayani koordinasi dari tiga jenis kepemimpinan sosial Minangkabau, yaitu ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan juga Bundo Kanduang, serta Pemuda, yang selama ini masih berjalan sendiri-sendiri, dan hal ini sebelumnya telah disepakati bersama dalam pertemuan antara LKAAM Sumbar dengan Gebu Minang pada tanggal 24 Maret 2010 yang lalu.

4. Dari Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata telah diterima informasi bahwa Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010 ini merupakan kongres kebudayaan daerah yang pertama yang menangani tema yang demikian luas. Diperkirakan – jika berhasil -- Kongres ini diikuti oleh rangkaian kongres serupa oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia.

5. Melalui Ketua Dewan Perwakilan Daerah R.I. Bapak Irman Gusman, Dewan Eksekutif Gebu Minang telah mengupayakan mendapat kepastian kehadiran Bapak Presiden R.I untuk membuka Kongres secara resmi serta untuk memberikan amanat. Sampai saat surat ini ditulis, belum diperoleh konfirmasi mengenai kehadiran Bapak Presiden R.I. tersebut. Untuk informasi Bapak, belum lama berselang Gebu Minang berkerjasama dengan Arsip Nasional R.I telah menyelenggarakan Seminar Nasional Gerakan dan Perang Paderi 1803-1837, yang menjadi cikal bakal lahirnya ABS SBK. Sehubungan dengan perkembangan tersebut di atas, dan untuk memantapkan persiapan pelaksanaan Kongres Kebudayaan Minangkabau yang bersejarah ini, izinkanlah kami mengusulkan kepada Bapak Gubernur selaku Pelindung, agar dapat mengundang seluruh fihak terkait, untuk menampung saran, kritik, dan bentuk masukan lainnya yang masih ada, sehingga Kongres dapat berlangsung dengan lancar tidak kurang suatu apa.

Atas perhatian dan dukungan Bapak Gubernur kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

DEWAN EKSEKUTIF GEBU MINANG

Mayjen TNI AD (Purn) H. Asril H. Tanjung, SIP
Ketua Umum

Drs. Irwan Husein Dt. Gajah Tongga Pahlawan Gagah Koto Piliang
Sekretaris Jenderal

Panitia Penyelenggara Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010 Dan Musyawarah Besar V Gebu Minang 2010.

Ir. H. R. Ermansyah Jamin Dt Tanmaliputi
Ketua Umum



Dari: "taufiq...@rantaunet.org" <taufiq...@rantaunet.org>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sel, 21 September, 2010 15:07:08
Judul: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
.

Nochfrie Emir

unread,
Sep 21, 2010, 7:55:37 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Yang akan dibentuk adalah sebuah forum /sekretariat bersama untuk melayani koordinasi dari tiga jenis kepemimpinan sosial Minangkabau, yaitu ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan juga Bundo Kanduang, serta Pemuda,
____________________________________________

Batanyo ambo ciek angku...
kapado panitia KKM, minta tolong ambo untuak di jalehkan labiah detail saketek tantang komponen "Bundo kanduang dan Pemuda" dalam paragraph di ateh...??
mudah mudahan ambo bisa labiah paham..

Tarimokasih..

NFA
JKS - 29

2010/9/21 Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id>

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 21, 2010, 8:55:30 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com

Nan tau awak salamo iko cuma ado tungku tigo sajarangan. Tali tigo sapilin

Kalau komponennyo limo. Apo namonyo lai ?

Tapi yang paling utama. Apakah ini nantinya. Duduak samo randah, tagak samo tinggi ??

Apo indak hancau-kabirau ??


--TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Nochfrie Emir <nochfr...@gmail.com>
Date: Tue, 21 Sep 2010 18:55:37 +0700

Masdar TGM

unread,
Sep 21, 2010, 9:22:32 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum, warga sabalerong kasadoalahe,
Mambaco surek nan lah masuak ka gubernuran, ado duo nan bantuaknyo bisa diagiah tando:
1. Surektu ka gubernur nan lamo, namonyo di alamat surek babuek dalam tando kuruang, kito samo tahu baraso status baliau kini mantan gubernur. Bisa sajo judul surek Gebu Minang ko akan manjadi constrain sacaro psikologis bagi personal gubernur nan kini manggantikan baliau. Mudah-mudahan indak.
2. Status Gubernur tarnyato adolah Pelindung Kongres nan akan diadokan tu. Dari perkembangan nan ado, kini, malah sebaliknyo, Wakil Gubernur sepertinyo ingin mangatokan ka masyarakat banyak di ranah bundo baraso gubernur nan kini memang "beda". Mudah-mudahan indak baitu.
Untuak tu, TGM hanyo ingin mangomentari sacaro ringkas: "hebat"

Sebagai tambahan, barangkali ado juo eloknyo diulang-ulang untuk saling mengingatkan baraso balerong rantaunet ko bukan milik Gebu Minang sajo, tapi milik kito basamo-samo. Sahubungan dengan itu, ado eloknyo para aktivis GM KKM nan menginginkan KKM indak berlangsung tu, mari basamo-samo kito masuak bakumpua di balerong rantaunet ko. Dalam satu sisi barangkali para aktivis tu akan berhadapan dengan romatika basilang kayu dalam tungku nan indak sebatas pepatah petitih, tapi iyo bana realita. Walaupun baitu di pihak lain, mereka akan mandapekkan keuntungan kalau buah pikiran mereka patut ditauladani. Sebagai bagian dari masyarakat egalitarian, kito bangga dengan keberagaman potensi di rantaunet. Sebaliknyo, balerong rantaunet akan sangat menjengkelkan bagi siapo sajo nan indak punyo modal egaliter.
Wassalam,
TGM,Bkl,50
============+++++++++++++===========

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 21, 2010, 9:27:09 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com

He...he..sakaliko ambo langsuang manunjuak satuju jo TGM

Sabana mantap kalau baliau2 di Ranah itu turun gunung.
Maagiah pencerahan kapado kito nan basamo

Baa bana nan sabananyo..ayah lagu-e tuu..


--TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Masdar TGM <masda...@gmail.com>
Date: Tue, 21 Sep 2010 20:22:32 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

--
.

Nochfrie Emir

unread,
Sep 21, 2010, 10:27:10 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Nan ambo tau baitu pulo mamak TR...
tapi nan taraso aneh dek ambo bukan jumlah komponenyo.... jadi limo tungku sajarangan pun indak masalah lah kalau kategorinyo jaleh dan indak tumpang tindiah....

manuruik ambo dalam komponen Ulama lah ado pemuda, dek banyak ulama2 mudo nan handal di kampuang kito, cadiak pandai... "justru banyak dari komponen pemuda... Niniak mamak pun juo ado nan sangaik mudo (banyak penghulu dan datuak nan mudo - datuak ambo dulu bahkan marangkap ketua pemuda di nagari kami).
kalau bundo kanduang... ambo raso bisa sajo ado di komponen ulama dan cadiak pandai.... kan banyak ustadzah dan ilmuwan kito nan padusi...
artinyo tungku tigo sajarangan ambo raso alah mambagi labiah detail dan manyariang dari semua komponen nan ado di masyarakat, tamasuak kaduo komponen tersebut... Cadiak pandai dan ulama akan tasariang dari usaho si Object tampa membedakan lelaki perempuan tua dan muda, sadangkan niniak mamak akan tersaring dari seleksi publik di kaum masiang masiang... manuruaik ambo itu proses yang langka dan sangat luar biasa manarik...

nah... kalau ado pulo komponen Pemuda dan Bundo kanduang, itu kategori yang mano....?? apokah saluruah pemuda tampa pembedaan (Karang taruna sampai geng pengamen dan preman aua kuniang mungkin...??) dan saluruah kaum ibu nan ado di ranah tampa kecuali tamasuak ibu ibu PKK barangkali...??

kalau iyo baitu maksudnyo.... antahlah.... bararti Musyawarah mufakat yang jadi wadah tigo tungku sajarangan salamo ko akan barubah namo manjadi Musyawarah Akbar... atau mufakat akbar... jan kan rumah gadang, lapangan imam bonjol pun mungkin indak mampu manampuang peserta nyo....

Mohon labiah detail dari panitia KKM untuak mangklarifikasi... supayo jadi paham pulo kami kami nan bodoh nanko....


NFA
29 - JKS

Marindo Palar

unread,
Sep 21, 2010, 11:09:44 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Inyiak, NiniakMamak, CadiakPandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang sarato jo Nan Mudo, yg ado di palanta ko....,

Agak malenceng saketek, tapi masih berkaitan jo topik nan ambo sampaikan yaitu salah satu point yg menggelitik ambo pada permohonan mediasi dari Gebu Minang kepada Gubernur, yaitu :

Untuk informasi Bapak, belum lama berselang Gebu Minang berkerjasama dengan Arsip Nasional R.I telah menyelenggarakan Seminar Nasional Gerakan dan Perang Paderi 1803-1837, yang menjadi cikal bakal lahirnya ABS SBK.

Point yg ingin ambo angkek dipalanta ko adalah : Perang Padri yg menjadi cikal bakal lahirnya ABS-SBK (Adat Basandi Sarak - Sarak Basandi Kitabullah).

Pertanyaan nyo : Apo iyo bana ko, ABS-SBK lahir dari Perang Padri...?.

Dek karano ado pulo kaba nan ambo dapek : ABS-SBK lahir ratusan tahun sebelum Perang Padri tejadi, yaitu pada abad 14, oleh Inyiak kito, Dt. Perpatih nan Sabatang dan Bt. Katumanggungan. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan Tuanku Imam Bonjol, pemimpin Kaum Paderi.

Bagi Inyiak-Inyiak, CadiakPandai, NiniakMamak dan Alim Ulama yg mengetahui mengenai hal ini, mohon pencerahannya.

Salam dan Terimakasih
Marindo Palar


--- Pada Sel, 21/9/10, Nochfrie Emir <nochfr...@gmail.com> menulis:

Dari: Nochfrie Emir <nochfr...@gmail.com>
Judul: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

Sutan Sinaro

unread,
Sep 21, 2010, 1:27:01 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum. w.w.
 
Pak Mochtar, Pak Saaf,... jo dunsanak kasadonyo..
 
Ini benturan berikutnya dari Kayu bacupang nan indak dapek diantakkan,
(bukan tungku tigo sajarangan yang hanya slogan)
seperti yang saya prediksi dahulu katiko bagalintin pintin jo pak Mochtar.
Ini bukti Trialisme urang Minang (baca postingan 2 tahun dan setahun lalu).
Kadipangakan...
 
Wassalam
 
St. Sinaro


--- On Tue, 9/21/10, Dasriel Noeha <dasrie...@yahoo.com> wrote:

Syofiardi BachyulJb

unread,
Sep 21, 2010, 1:28:11 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Pak Marindo,
Perang Paderi dicetus oleh Kaum (Islam) Wahabi. Itu mirip FPI sekarang. Mereka melabrak kaum Islam tradisional (orang yang mengamalkan Islam dengan tidak meninggalkan sejumlah tradisi adat Minangkabau), termasuk keluarga Kerajaan Pagaruyung yang juga beragama Islam. Silakan cek nama-nama raja Pagaruyung waktu itu yang sudah berbau Arab.

Islam di Minangkabau ditenggarai tak berbeda waktu dengan masuknya Adityawarman ke Minangkabau. Simpulan terbaru arkeologi patung Arca Bhirawa di Padang Roco yang bertampang sangar itu kemungkinan diciptakan Adityawarman untuk menakut-nakuti pembawa ajaran Islam.

Sedangkan di pantai barat sekitar abad ke-17 Syech Burhanuddin menyebarkan agama Islam dengan kemudian membujuk raja Pagaruyung agar mengizinkan dia dengan pengikutnya untuk mengajar Islam dengan belajar di surau. Beliau mengajar Tarekat Syattariah. Waktu itu raja Pagaruyung juga sudah bernama Islam. Ada sumber menyebutkan ABS-SBK pertama kali ditawarkan Syech Burhanuddin dan pengikutnya. Syech Burhanuddin mencontoh ungkapan yang dipakai di Aceh oleh gurunya Syech Aburrauf Singkil di Kuala (Banda Aceh). Ungkapannya agak mirip.

Belanda telah memberikan ungkapan keliru (sangat keliru) dengan menyebut perang Paderi dengan perang KAUM ADAT dengan KAUM AGAMA. Padahal yang bentrok sama-sama orang Islam. Satu Islam Wahabi (ala FPI sekarang) yang gemar kekerasan dan main paksa, satu lagi Islam Tradisional yang menghormati adat.

Terkait dengan Gubernur Irwan Prayitno kelihatannya beliau sibuk mengurus yang paling penting: penanganan korban gempa.

Mohon maaf dengan postingan ini jika Ada yang menganggap mambangkik batang tarandam atau talambek mambangkik. Kebetulan saja teringat sesuatu yang perlu di-share.

Talabiah takurang mohon maaf.

Wassalam,
Syofiardi (40/Padang)




From: Marindo Palar <emerd...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, September 21, 2010 22:09:44

Fitr Tanjuang

unread,
Sep 21, 2010, 2:45:25 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Dan tradisi nan masiah dipertahankan itu adalah picayo ka takhyul, minum2 arak, maadu ayam jo bajudi nan mungkin bagian dari adat Minang Hindu/Budha....
 
Alhamdulillah adoh kaum Paderi nan namuah mangingekkan walaupun jo caro kareh....
 
Sudah tu kaum adat maminta tolong ka Balando untuak mamarangi kaum paderi.
 
Samolah jo si Karzai maminta Amerika mamarangi Taliban....
 
Wassalam
fitr tanjuang
lk/35/albany NY  

2010/9/21 Syofiardi BachyulJb <bac...@yahoo.com>

Asmardi Arbi

unread,
Sep 21, 2010, 7:45:09 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Sanak Syofiardi,
 
Apakah ungkapan yang mirip itu:  ADAT BAK POH TAMAREUHUM, HUKUM BAK SYIAH KUALA ?
 
 
Asmardi Arbi ( 69, Kampai, Tangsel )
Pernah batugeh di Aceh 6 tahun
 
 

Sent: Wednesday, September 22, 2010 12:28 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

Pak Marindo,
Perang Paderi dicetus oleh Kaum (Islam) Wahabi. Itu mirip FPI sekarang. Mereka melabrak kaum Islam tradisional (orang yang mengamalkan Islam dengan tidak meninggalkan sejumlah tradisi adat Minangkabau), termasuk keluarga Kerajaan Pagaruyung yang juga beragama Islam. Silakan cek nama-nama raja Pagaruyung waktu itu yang sudah berbau Arab.

Islam di Minangkabau ditenggarai tak berbeda waktu dengan masuknya Adityawarman ke Minangkabau. Simpulan terbaru arkeologi patung Arca Bhirawa di Padang Roco yang bertampang sangar itu kemungkinan diciptakan Adityawarman untuk menakut-nakuti pembawa ajaran Islam.

Sedangkan di pantai barat sekitar abad ke-17 Syech Burhanuddin menyebarkan agama Islam dengan kemudian membujuk raja Pagaruyung agar mengizinkan dia dengan pengikutnya untuk mengajar Islam dengan belajar di surau. Beliau mengajar Tarekat Syattariah. Waktu itu raja Pagaruyung juga sudah bernama Islam. Ada sumber menyebutkan ABS-SBK pertama kali ditawarkan Syech Burhanuddin dan pengikutnya. Syech Burhanuddin mencontoh ungkapan yang dipakai di Aceh oleh gurunya Syech Aburrauf Singkil di Kuala (Banda Aceh). Ungkapannya agak mirip.

.

 

 


From: Marindo Palar <emerd...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, September 21, 2010 22:09:44
Subject: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

Inyiak, NiniakMamak, CadiakPandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang sarato jo Nan Mudo, yg ado di palanta ko....,

Bagi Inyiak-Inyiak, CadiakPandai, NiniakMamak dan Alim Ulama yg mengetahui mengenai hal ini, mohon pencerahannya.

Salam dan Terimakasih
Marindo Palar


---
, 6:55 PM

 

 

 

 
1
 

2.
 
 
 

From: Masdar TGM <masda...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, September 20, 2010 9:24:55 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM



Pada 20 September 2010 13.59, Marindo Palar <emerd...@yahoo.com> menulis:
Inyiak-Inyiak, NiniakMamak, CadiakPandai,AlimUlama, BundoKanduang dan Nan Mudo, yg ambo hormati....

Ambo dapek berita lebih lanjut mengenai Penolkan KKM, sebagai berikut :

WAKIL GUBERNUR Sumbar H. Muslim Kasim dalam acara halal bi halal Persatuan Keluarga Daerah Padangpariaman (PKDP) se-Dunia, Kamis, 16 September 2010, di Gedung Saiyo-Sakato Pariaman mengatakan, Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) yang disponsori Gebu Minang Jakarta diminta Pemda dan Gubernur Sumbar untuk dibatalkan, tidak dilanjutkan karena KKM telah ditolak berbagai lembaga dan masyarakat di ranah Minang. Sikap Pemda dan Gubernur Sumbar ditetapkan berdasarkan hasil rapat, Jumat, 3 September 2010, antara tim media (utusan Bakor organisasi keluarga dari lima kota/kabupaten dari Jakarta) dengan Ketua LKAAM Sumbar, MUI, DKSB, budayawan/seniman, wartawan yang menolak KKM diadakan di Bukittinggi. Wakil Gubernur H. Muslim Kasim menyampaikan sikap Pemda dan Gubernur Sumbar tentang tidak perlunya KKM diteruskan itu didengar langsung oleh Ketua Umum Gebu Minang, Asril Tanjung yang hadir dalam halal bi halal PKDP se-Dunia tersebut.

Kalau berita ini benar, alah jaleh bana penolakan tu kini. Kalau kapatang mungkin baru sinyal sajo, kini alah sabana jaleh nampaknyo.  Kalau iyo kito punya kearifan..., mako kinilah kearifan itu kito panggunokan untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan di ranah nan tacinto....


Salam,
Marindo Palar


.

--
.
 
 

--
.
.

--
.
 
 

 
 

Syofiardi BachyulJb

unread,
Sep 21, 2010, 9:08:10 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Batua Pak Asmardi,
Lengkapnya "Adat bak po teumeureuhum, huköm bak syiahkuala" (adat kembali pada raja, Iskandar Muda, hukum agama pada Syiah Kuala). Kalau ado dunsanak nan memiliki referensi lengkap tentu bisa menambahi wawasan kita.

Wassalam,
Syofiardi (40/Padang)



From: Asmardi Arbi <asmard...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, September 22, 2010 6:45:09
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Ahmad Ridha

unread,
Sep 21, 2010, 10:09:33 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
2010/9/22 Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>:

> Dan tradisi nan masiah dipertahankan itu adalah picayo ka takhyul, minum2
> arak, maadu ayam jo bajudi nan mungkin bagian dari adat Minang
> Hindu/Budha....
>

Pak Fitr, saya jadi ingat pengalaman teman saya (Chinese) yang muslim
(sebelumnya Budhis). Ketika bapaknya meninggal dunia, dia diminta
untuk mengikuti adat Tionghoa dalam prosesi pemakaman yang di
antaranya adalah bersujud ke mayyit. Alhamdulillah dia menolak
walaupun dipaksa oleh ibunya. Tentu dapat dimaklumi sikap Ibu dan
keluarganya yang masih kafir. Yang aneh adalah ada tamu yang muslim
malah ikut-ikutan membujuk teman saya itu agar ikut saja, karena toh
itu hanya adat.

Allahul musta'aan.

Wassalaamu'alaykum,

Nofend St. Mudo

unread,
Sep 21, 2010, 10:37:10 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Sanak Fitr T.

Setelah ambo gili2 di googling, dan dari buku2 tentang minang nan ambo baco,
alun basuo diambo lai, adat minang (kini) yang ber ABS SBK
mengajarkan/bagian dari Adat Minang perihal beberapa tradisi dibawah.

Kalau ado petuah2 lamo nan indak tertulis seperti petatah petitih, mohon
dishare ka ambo sanak Fitr R, atau buku adat minang karang sia nan bisa ambo
baco2.

Sebagai umat nan baragamo, ambo selalu membedakan antaro "Agamo Islam" jo
"Urang Islam", baitu pulo jo "Adat Minang (kini)" jo "urang Minang"
Knapo ambo sampaikan demikian, salamo ambo tingga di NAD yang mano salah
satu Prov., yang mempunyai kekhususan dengan Hukum Syariah Islam dengan
Qanun2nya yg dilindungi UUPA, masih banyak tabaco atau tasuo tempat2 nan
baserak Botol2 Miras atau Kartu2 pejudian serta urang2 nan ditanggkok
Wilayatul Hisbah (WH).

Pertanyaan ambo, apakah dengan demikian ajaran syariahnyo memang seperti itu
atau orang2nya secara pribadi nan indak peduli??

Wassalam
Nofend

Nofend St. Mudo

unread,
Sep 21, 2010, 11:31:15 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com

Da Syof.

 

Tapeknyo “Adat bak Poteu Meureuhôm, hukôm bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phan, Reusam bak Béntara” Adat pada Raja Almarhum, Hukum pada (ulama) Syiah Kuala, Qanun pada Puteri Pahang, Resam pada Bentara (orang kaya)’.


Ambo masih tangiang ditalingo ambo, kata-kata seorang kawan yang juo pemerhati budaya Aceh ko sewaktu ngopi2 (kebiasaan warga aceh yang masih dilestarikan sampai kini) sama seperti halnya di Lapau Minangkabau tempoe doeloe, bahwa dia sangat respect dengan adat/budaya Minang dengan istilah “Adat Basandi Syara’ - Syara’ basandi Kitabullah yang katanya Adat Minang itu sangat sinkron dan menyesuaikan dengan ajaran Islam dengan Kitabullahnya, yang tentu yang dia maksud adalah (Agama/Islam/Al-Qur’an).

 

Salam.

Nofend.

 

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Syofiardi BachyulJb
Sent: Wednesday, September 22, 2010 8:08 AM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

 

Batua Pak Asmardi,

Marindo Palar

unread,
Sep 22, 2010, 12:28:47 AM9/22/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Inyiak, NiniakMamak, CadiakPandai, AlimUlama, BundoKanduang sarato Kawan2 Nan Mudo di Palanta.....

Ambo dapek salah satu artikel mengenai Sumpah Satie Marapalam yang memuat mengenai ABS SBK. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa TIDAK ADA tanggal yg pasti yg dapat dijadikan ketetapan kapan lahia nyo ABS-SBK tu.

http://www.pandaisikek.net/index.php/minang-kabau/sejarah-minang-kabau/239-piagam-sumpah-satie-bukik-marapalam

Kalau memang alun ado tgl pasti lahirnyo ABS-SBK, yang dapat dipertanggung jawabkan, janganlah sampai ado pihak-pihak yang mengklaim bahwa ABS-SBK lahir dizaman Perang Paderi, apalagi kemudian menghubungkannya dengan Tuanku Imam Bonjol sebagai peletak dasar falsafah hidup orang minang tersebut. Kecuali ada maksud-maksud tertentu dari pihak-pihak yang punya kepentingan untuk mengangkat Tuanku Imam Bonjol sebagai peletak dasar falsafah hidup urang Minangkabau tu.

Sehubungan dgn blm jelasnya masalah ini, ambo pun jadi bapikia, Jangan2 Gubernur indak mau menanggapi Surat Gebu Minang tersebut karena ada klaim Perang Padri sebagai cikal bakal lahirnya ABS-SBK.  Gubernur 'kan bukan orang bodoh, yang bisa dituntun se iduangnyo dek Gebu Minang, untuk mengakui hal yg alun jaleh tersebut. Jadi, kelihatannyo dek ambo, memang kearifan yg indak ado dek pambuek surek ka Gubernur tu.

Ambo mambaco pulo Draft-17 Kongres Kebudayaan Minangkabau, disitu jaleh2 disebutkan tanggal kelahiran ABS-SBK. Ini kutipannya :
>Setelah mengalami konflik berkepanjangan yang disusul oleh perang saudara yang dahsyat antara tahun 1803-1821, yang disusul oleh Perang Minangkabau antara tahun 1821- 1838 untuk menghadapi balatentara kolonial Hindia Belanda, pada tahun 1832 Tuanku Imam Bonjol memberikan fatwa ishlah yang menjadi dasar untuk pengembangan Ajaran Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai (ABS SBK) – yang kemudian dilengkapi dengan ‘Alam Takambang Jadi Guru -- sebagai nilai dasar dalam menata masyarakat Minangkabau. Fatwa Tuanku Imam Bonjol ini kemudian dikukuhkan dalam Sumpah Satie Bukit Marapalam pada tahun 1837 di Bukit Pato, Lintau, dekat Batu Sangkar.<

Kalau dibaco sepintas, lamak bunyi nyo, tapi sekali lagi, apa ada bukti sejarah yg valid yg dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, bahwa ABS-SBK lahir atas prakasa Tuanku Imam Bonjol dalam suasana Perang Paderi tsb ?. Kalau belum ada, ini pembodohan namonyo..., Barangkali itu pulo salah satu masalah yg menyebabkan Gubernur yg sekarang menolak KKM.
Note :
Ambo sadang mancari Sumpah Satie Bukik Marapalam, versi lain yg menyatakan tahun kejadian pada 1403. Kalau ado dunsanak yg punyo barangkali bisa dilewakan pulo di palanta ko....

Mohon ma'af kapado Inyiak-Inyiak, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang sarato Nan Mudo di palanta ko, kalau postingan ambo ko indak berkenan dihati...

Salam dan Terima Kasih,
Marindo Palar


--- Pada Sel, 21/9/10, Marindo Palar <emerd...@yahoo.com> menulis:

muchwardi muchtar

unread,
Sep 22, 2010, 1:56:49 AM9/22/10
to rant...@googlegroups.com
Batanyo ambo saketek. Maaf malalui media HP, jdi indak ado paragrap atau baris baru kalimaiknyo. Siakoh kiro2 Sanakmbo, ko? Di ma asa, kampuang, suku, agamo dan gala Sanak? Sabalun si m.m ko talalu jauah masuak, ambo raso paralu dicantumkn data itu ka palanta ko. Maklum namo Sanak, maingekan ambo ka kawan ambo nan barasa dari 'ranah' Minahasa (SulUt). Salam.....<mm, on the way>

>NFAJKS - 29


>
>
>2010/9/21 Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id>
>
>Assalammualaikum wr wb
>
>Saya kira ada baiknya Pemprov Sumbar memanggil seluruh jajaran SC KKM & Pengurus Gebu Minang. Seingat saya tanggal 3 Juli 2010 pak Mochtar Naim & saya sudah memasukan surat pada Pemprov Sumbar. Namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya, padahal sudah hampir 3 bulan surat tersebut diterima oleh Pemprov. Apabila Pemprov Sumbar mengundang SC KKM & Pengurus Gbu Minang, saya kira polemik KKM ini bisa diselesaikan dengan baik.
>
>wasalamAZ - 32 thPadang
>

>NB :Surat Permohonan Mediasi KKM ke Pemrov Sumbar bisa dilihat pada link dibawah inihttp://www.facebook.com/album.php?aid=19657&id=110166529028119

>Dari: "taufiq...@rantaunet.org" <taufiq...@rantaunet.org>
>
>Kepada: rant...@googlegroups.com
>Terkirim: Sel, 21 September, 2010 15:07:08
>
>Judul: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
>
>
>
>Saya justru mendukung, alasannya supaya kita tidak terpecah belah
>
>Sebab kalau "indak lalu dandang diaia...didarek ditajakkan juo"
>
>Rasanya manfaat yang akan dicapai tidak akan sebanding dengan pengorbanan kita bersama yang akan terjadi
>
>

>--TRSent from my BlackBerry®
>powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: Ryan Firdaus <ryanfi...@yahoo.com>
>Sender: rant...@googlegroups.com
>Date: Tue, 21 Sep 2010 00:50:55 -0700 (PDT)To: <rant...@googlegroups.com>ReplyTo: rant...@googlegroups.com


>Subject: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
>assalamualaikum wr.wb
>
>adi dunsanak palanta RN nan di hormati...
>naluri ke Islaman saya mengatakan : kalau betullah KKM ini sampai di batalkan...sayang seribu kali sayang.....apakan ini betul2 keputusan yg betul2 dari hati nurani Gubernur Sumbar???sedikit sebanyak kami mengenali kiprah beliau thn 90-an....atau ini menjadi salah satu sebab kenapa wakil gubernur yg berbicara tentang keputusan ini...
>
>wallahu a'lam
>wassalam, Ryan 43 Ipoh
>

>From: Masdar TGM
> <masda...@gmail.com>
>To: rant...@googlegroups.com
>
>Sent: Mon, September 20, 2010 9:24:55 PM
>Subject: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
>
>
>
>
>Pada 20 September 2010 13.59, Marindo Palar <emerd...@yahoo.com> menulis:
>
>
>
>
>Inyiak-Inyiak, NiniakMamak, CadiakPandai,AlimUlama, BundoKanduang dan Nan Mudo, yg ambo hormati....
>
>Ambo dapek berita lebih lanjut mengenai Penolkan KKM, sebagai berikut :
>WAKIL
> GUBERNUR Sumbar H. Muslim Kasim dalam acara halal bi halal Persatuan
>Keluarga Daerah Padangpariaman (PKDP) se-Dunia, Kamis, 16 September
>2010, di Gedung Saiyo-Sakato Pariaman mengatakan, Kongres Kebudayaan
>Minangkabau (KKM) yang disponsori Gebu Minang Jakarta diminta Pemda dan
>Gubernur Sumbar untuk dibatalkan, tidak
> dilanjutkan karena KKM telah ditolak berbagai lembaga dan masyarakat di
> ranah Minang. Sikap Pemda dan Gubernur Sumbar ditetapkan berdasarkan
>hasil rapat, Jumat, 3 September 2010, antara tim media (utusan Bakor
>organisasi keluarga dari lima kota/kabupaten dari Jakarta) dengan Ketua
>LKAAM Sumbar, MUI, DKSB, budayawan/seniman, wartawan yang menolak KKM
>diadakan di Bukittinggi. Wakil Gubernur H. Muslim Kasim menyampaikan
>sikap Pemda dan Gubernur Sumbar tentang tidak perlunya KKM diteruskan
>itu didengar langsung oleh Ketua Umum Gebu Minang, Asril Tanjung yang

>hadir dalam halal bi halal PKDP se-Dunia tersebut.Kalau berita ini benar, alah jaleh bana penolakan tu kini. Kalau kapatang mungkin baru sinyal sajo, kini alah sabana jaleh nampaknyo.  Kalau iyo kito punya kearifan..., mako kinilah kearifan itu kito panggunokan untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan di ranah nan tacinto....

>--
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;

> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;

> 3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
>===========================================================

Syofiardi BachyulJb

unread,
Sep 22, 2010, 6:08:18 AM9/22/10
to rant...@googlegroups.com
Terimo kasih koreksinya Sanak Nofend,
Yang menarik manuruik ambo ado perbedaan besar antara hubungan "adat" dan "agama" di Aceh dengan Minang. Adat Minang sangat spesifik, selain berakar pada budaya tradisional spesial (matrilinial) juga pengaruh Hindu-Budha lebih kental dalam berbagai segi kehidupan. Mungkin selain pengaruh kerajaan-kerajaan besar di masa lalu, juga karena letaknya lebih di pedalaman.

Karena itu ABS-SBK seperti berjalan bersisian antara "adat" dan "agama". Yang menonjol adalah "penyesuaian", bukan menghapus. Semangat menghapus adat muncul dalam Gerakan Paderi (wahabi) yang penuh kekerasan.

Bajudi, minum arak, manyabuang ayam, marokok, narkoba, korupsi manuruik pengetahuan ambo bukan adat.  Tantang iko niniak mamak kito nan ahli pernah manjalaihkan ttg ma nan adat ko. Menganggap iko adat mirip urang mangecekan sogokan itu "legal" dalam agamo (Indak ado doa panolak razaki).

Manuruik ambo ado ketidaksepahaman atau kesepakatan samantaro sajo tentang ABS-SBK zaman Paderi. Sebab Paderi bertujuan menghapus adat Minangkabau dan menerapkan Syariat Islam dengan pemaksaan, termasuk dengan kekerasan bersenjata. Kesepakatan ABS-SBK ini seperti menunda kekacauan akibat pemaksaan kehendak memakai kekerasan.

Sementara Syattariah yang dibawa Syech Burhanuddin dengan cara penyesuaian.

Wassalam,
Syofiardi (40/Padang)



From: Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, September 22, 2010 10:31:15
Subject: RE: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
--

Lies Suryadi

unread,
Sep 22, 2010, 7:06:45 AM9/22/10
to rant...@googlegroups.com
Takana dek ambo dendang Tukang Sijobang;
 
Ampun dipintak ka rang banyak,
Ambo mangambang 'kitab setan'
Indak basarak basumillah,
Antah badoso antah tido,
Badan mbo sorang manangguangkan.
 
Salam,
Suryadi

--- Pada Rab, 22/9/10, Syofiardi BachyulJb <bac...@yahoo.com> menulis:

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 22, 2010, 7:10:34 AM9/22/10
to rant...@googlegroups.com

Ado pulo pembukaan dalam bakaba juo :

Banda urang kami bandakan

Antah lai tarang atau lah buto

Kaba urang kami kabakan

Kok ado duto kami ndak sato.

--TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Wed, 22 Sep 2010 19:06:45 +0800 (SGT)

Anzori

unread,
Sep 22, 2010, 10:51:27 PM9/22/10
to rant...@googlegroups.com
Sumpah Marapalam atau Pelakat Panjang bisa dilihat di buku Sumatera Barat Hingga Plakat Panjang karangan Roesli Amran, Penerbit Sinar Harapan atau surf saja di google.
 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com,
Cel./HP No. :081384611336, 0816857939
Country code +62


Sent: Wed, September 22, 2010 11:28:47 AM
Subject: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

JKS - 29

2010/9/21 Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id>

--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================

Firson Maryutenli

unread,
Sep 24, 2010, 11:59:39 PM9/24/10
to rant...@googlegroups.com
Setahu ambo dari literatur belanda, islam juga sudah diadopsi sebagai agama resmi kerajaan minangkabau semenjak tahun 1600'an oleh Raja Alif. Berarti sudah ada pengakuan kitabullah sebagai dasar adat semenjak masa tersebut.

Perlu diingat bahwa urang awak basurau, jauh sebelum perang paderi.

FM. st. sampono

2010/9/22 Marindo Palar <emerd...@yahoo.com>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 25, 2010, 12:33:28 AM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
Untuak memperluas cakra wala kito rang Minang tentang ABS-SBK(Al-Quran),ado baik nyo pulo mambaco pandangan Inyiak Canduang nn dibuek thn 1964 tentang ABS-SBK(Al Quran).

Mungkin naskah ko masih ado di perpustakaan Inyiak di Canduang.

Jo Buyuang,71thn,Bonjer, Jakbar.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>
Date: Sat, 25 Sep 2010 10:59:39 +0700
Subject: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

Firson Maryutenli

unread,
Sep 25, 2010, 2:18:23 AM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
Mungkin perlu digaris bawahi, bahwanya kata kata "kitabullah" ini adalah pengakuan minangkabau terhadap Tuhan yang bernama Allah (Allahnya Ibrahim).
Sedangkan adat sudah lama disusun berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa, semenjak zaman Hindu, Budha (sriwijaya) serta juga Islam semenjak Sultan Alif.

Ragards,
FM st. sampono


2010/9/25 <zubir...@gmail.com>

Anzori

unread,
Sep 25, 2010, 2:27:52 AM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
Memang pralu seminar untuak memastikan ABSSBK ko, nanyak analisa nan indak pasti referensinyo

 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com,
Cel./HP No. :081384611336, 0816857939
Country code +62


From: Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Sat, September 25, 2010 1:18:23 PM
2010/9/25 <zubir...@gmail.com>
2010/9/22 Marindo Palar <emerd...@yahoo.com>
JKS - 29

2010/9/21 Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id>

--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E

Ichwan

unread,
Sep 25, 2010, 3:05:53 AM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
Mengenai asal-usul ABS-SBK ini saya punya teori yang agak berbeda, yaitu bahwa bisa jadi slogan ABS-SBK ini justru disodorkan oleh kaum adat.
Seperti kita tahu, gerakan padri pada zaman TIB dan kawan-kawan sempat meluas di Sumatera Barat dan gerakan ini sangat bertentangan dengan adat. Karena itu kaum adat menyodorkan slogan ABS-SBK ini antara lain dengan dua tujuan yaitu :
1. Untuk mengurangi pertentangan diametral dengan kaum padri
2. Sebagai pembentuk opini publik agar masyarakat tidak semakin banyak yang percaya bahwa adat itu bertentangan dengan Islam.

Sekali lagi, ini cuma teori yang masih perlu bukti pendukung dari sejarah.


Ichwan st. sinaro



--
************************************************************************
---  Dapatkan info harian saham layak beli/jual untuk jangka pendek di IDX INFO  ---

---  Have you try these application ?
http://apps.facebook.com/zodiac-you-and-celeb
http://apps.facebook.com/rahasia-terdalam

---  Sudahkah anda membaca info di www.avail.001webs.com ?  ---
************************************************************************

Firson Maryutenli

unread,
Sep 25, 2010, 10:38:10 AM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
Pepatah dan petitih minangkabau itu bersandar kepada filsafat 'alam takambang jadi guru', dan berdimensi 'tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan', yang artinya "kekal". Sesuatu yang kekal tentu harus disandarkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan masuknya islam ke minangkabau maka timbullah kata kata kitabullah (kitab Allah).
Sebutan Tuhan dengan nama Allah ini pertama kali dibawa oleh nabi Ibrahim.

FM st. sampono

2010/9/25 Ichwan <ichwa...@gmail.com>

Ahmad Ridha

unread,
Sep 25, 2010, 11:09:07 AM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
2010/9/25 Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>:

> Pepatah dan petitih minangkabau itu bersandar kepada filsafat 'alam
> takambang jadi guru', dan berdimensi 'tidak lekang oleh panas dan tidak
> lapuk oleh hujan', yang artinya "kekal". Sesuatu yang kekal tentu harus
> disandarkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan masuknya islam ke minangkabau
> maka timbullah kata kata kitabullah (kitab Allah).
> Sebutan Tuhan dengan nama Allah ini pertama kali dibawa oleh nabi Ibrahim.
>

Pak Firson, nama Allah telah dikenal sebelum Nabi Ibrahim 'alayhis
salaam (misalnya lihat surat al-Maa-idah 5.27). Kemudian, bahwa suatu
umat menyandarkan pada sesuatu sesembahan yang kekal atau Maha Kuasa,
bukan berarti sesembahan itu sama dengan Allah.

Firson Maryutenli

unread,
Sep 25, 2010, 10:25:56 PM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
Kalau kita sebut Tuhan Yang Maha Esa, tentunya satu...atau itu itu juga...

FM st. sampono

2010/9/25 Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>

Ahmad Ridha

unread,
Sep 25, 2010, 11:11:39 PM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
2010/9/26 Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>:

> Kalau kita sebut Tuhan Yang Maha Esa, tentunya satu...atau itu itu juga...
>

Pak Firson, itu karena kita alhamdulillah muslim. Akan tetapi, bagi
orang kafir, belum tentu. Contoh sederhana, dasar negara kita secara
eksplisit menyatakan Ketuhanan Yang Maha Esa, namun apakah dalam
implementasinya hanya Islam yang diakui?

Oleh karena itu, jika ada konsep Tuhan Yang Maha Esa di masyarakat
Minangkabau sebelum sampainya dakwah Islam, belum tentu dapat
disamakan dengan Allah.

Arman Bahar

unread,
Sep 25, 2010, 11:15:50 PM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww
Maaf ambo sato2 pulo ciek

Ambo kutip tulisan sanak dibawah:

"Semangat menghapus adat muncul dalam Gerakan Paderi (wahabi) yang penuh kekerasan"  dan   "Sebab Paderi bertujuan menghapus adat Minangkabau dan menerapkan Syariat Islam dengan pemaksaan, termasuk dengan kekerasan bersenjata"

Ehemmm... maaf yo ambo luruihkan sakaciak

Mungkin nan sanak mukasuik adolah bahwa Kaum Paderi hanya memerangi KAUM ADAT yang masih suka juga bajudi, minum tuak, adu ayam, adu kabau, minum tuak, maisok madat atau candu, kok itu iyo suai ambo tu, tamasuak juo masalah adat kebiasaan atau tradisi nan indak sesuai jo ajaran Islam apolagi masih berbau syirik atau mungkin sisa2 kebudayaan Hindu Budha atau animisme dinamisme, pado hal Islam alah masuak ka Pedalaman Minangkabau sajak tahun 1600 kutiko dida'wahkan dek Shekh Burhanuddin dari Ula'an Pariaman jadi alah labiah 200 tahun Islam disitu kok malah masih jahiliyah juo, kan baitu

Makonyo duo ratuih tahun kemudian adolah 3 Pemuda selaku Anak Bangsa Melayu Minangkabau yang sudah baraja agamo Islam DENGAN BENAR dari sumber2 yang BENAR dan Valid dipusat Islam Tanah Suci Makkah, bertekad hendak mengembalikan Islam secara Murni dan konsekwen sesuai hanya dan sekali lagi hanya berdasarkan tuntunan Alquran dan Sunah Rasul saja, tidak yang lain2 di RANAH BUNDO TACINTO

Alhamdulillah sabanyak nan suko sabanyak itu pulo nan indak suko, kelompok masyarakat nan suko disabuik urang Kaum Paderi nan indak suko kebanyakan dari lingkungan Kaum Adat (indak pulo sadono tu doh) disabuik urang sebagai kaum adat, tantu sajo dari situ menimbulkan friksi2, akhirnyo dek kalah kaum adat mintak tolong ka Bulando yang masih alun barani turun ka darek lai tapi basarang je dulu di Pulau Cingkuak

Dek ado nan datang mambaok stempel dan lambang Kerajaan Pagaruyuang tantu Bulando leluasa turun kapedalaman hinggo urang PADANG PAUAH 9 nan tasabuik HEROIK mencegah Bulando mandakek ka-daratan tapaso malongo sajo mancaliak Bulando malinteh dilaman rumah ditanah ulayaiknyo dek Bulando tu tadi balinduang dibawah simbol2 kerajaan nan misti dihormati tamasuak urang Padang Pauah Sambilan nan rakyat kecil tu juo

Contoh je lah awak2 nan lah biaso ba ampok manyabuang ayam atau main karatu ceki, bajina ma-impok bini tetangga kok disuruah urang baranti tantu naiak suga awak dek nyo

Ini hobi gue tauk, elu brani ngelarang2 gue berarti elu ngelanggar hak azasi gue, gue mau bejudi mau minum tuak atau ngisap candu made in Shang Hai kan pakek uang gue bukan uang moyang lu, maka jadilah cakak banyak alias tawuran antar geng taruih jadi parang antaro awak samo awak nan kaum hitam dan kaum putiah

Kok lai namuah2 sajo ditunjuakan KA NAN ELOK dulu tui, tantu indak ka tajadi parang tu doh mako tapaso kaum Paderi angkek sinjato dan bertindak represif dek caro elok bukan sajo indak ditarimo tapi malah kanai burangsang co burangsang harimau jago lalok

Ka nan elok di tunjuak an malah ngajak brantem, tu ka baa lai, mukasuik ati kan iyo akan melakukan adjustment (penyesuaian) kebiasaan istiadat dengan dakwah yang lemah lenbut tapi malah hariak jo berang nan dapek, itupun indak sakali duo gai doh, kini kan dek alah panek basaba, baa lai parang badunsanak molah awak demi menegakkan prinsip masing2  

Masyalah da'wah Satariyah, nanti aja kita bincangin yaa
wasalam
abp58 (cucu buyut Tuangku Palak Ubi - ulama Satariyah juo beliau tu)


Dari: Syofiardi BachyulJb <bac...@yahoo.com>
Judul: Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
Kepada: rant...@googlegroups.com
Tanggal: Rabu, 22 September, 2010, 5:08 PM

Firson Maryutenli

unread,
Sep 26, 2010, 2:32:15 AM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Konsep ketuhanan ini, bukan konsep yang "given", tapi berupa konsep "proses", berupa pencarian tentang kebenaran yang mutlak dan tak terbantahkan lagi.

Sebagai referensi saya copy and paste ulasan saya di FB :

Apa yang membedakan manusia dan binatang, bedanya hanya satu, manusia diberi kelebihan "akal & budi" sedangkan binatang tidak.

Manusia diberi kelebihan "akal & budi" tentu mempunyai maksud tertentu dan harus dipertanggung jawabkan.

Tugas "akal & budi" adalah untuk memahami "kebenaran mutlak", dan kelak setelah meninggal dari kehidupan dunia ini, tugas dari "akal & budi" ini harus dipertanggung jawabkan kepada pemilik "akal & budi" yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Binatang sibuk mencari kehidupan jasmani berupa makanan dari hari ke hari sampai ajalnya, tanpa perlu akal dan budi.

Kita manusia selian sibuk mencari makanan kebutuhan jasmani dari hari kehari sepanjang hidup kita, juga harus menggunakan "akal & budi" itu untuk mencari "kebenaran mutlak" sepanjang hidupnya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Coba kita lihat roda kehidupan sehari hari, apakah arah penggunaan akal & budi itu sudah kearah untuk mencari kebenaran mutlak tersebut. Saya banyak dari kita sudah bias dalam menjalani kehidupan sehari hari, terlalu pentingnya kebutuhan makanan jasmani sehingga lupa dengan tugas akan dan budi kita itu.

Misalnya kita sibuk dalam hal pemberantasan kemiskinan, mencari teori ekonomi yang tepat untuk kemiskinan. Tapi bilamana kita lihat si kaya, apakah sudah mempergunakan "akal & budi" untuk mencari kebenaran mutlak. Ternyata tidak juga, golongan kaya ternyata juga masih sibuk mencari kebutuhan jasmani yang berupa makanan fisik, sama saja dengan golongan miskin.

Apakah dengan mengerjakan perintah agama kita sudah berupaya memahami kebenaran mutlak. Saya kira belum, agama hanya berupa penyembahan kepada pemilik kebenaran mutlak, belum sampai kepada tahap untuk memahami kebenaran mutlak itu sendiri sebagaimana yang ditugaskan kepada akal & budi tersebut.

Regards,
FM st. sampono

2010/9/26 Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>

Ahmad Ridha

unread,
Sep 26, 2010, 3:23:10 AM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
2010/9/26 Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>:

> Konsep ketuhanan ini, bukan konsep yang "given", tapi berupa konsep
> "proses", berupa pencarian tentang kebenaran yang mutlak dan tak
> terbantahkan lagi.
>

Hmm, kalau begitu, apakah masyarakat Minangkabau sekarang masih
mencari konsep ketuhanan yang benar? Saya agak khawatir kalau arahnya
ke sana, Pak. Ataukah yang dimaksud adalah mencari pemahaman dan
pengamalan yang terbaik dalam rangka konsekuensi iman kepada Allah
Ta'ala? Kalau yang ini, masih dapat saya amini dengan batasan-batasan
tertentu.

Tentang konsep ketuhanan, setahu saya, keimanan kepada Allah Ta'ala
adalah sesuatu yang sudah tiap jiwa miliki di awal. Oleh karena itu,
dikatakan bahwa keadaan awal tiap orang adalah fithrah. Akan tetapi,
keimanan itu dapat bertambah atau berkurang sesuai dengan jalannya
kehidupan tiap orang, sehingga kita jumpai manusia yang bertaqwa,
fasiq, munafiq, atau kafir.

Tentang keadaan awal itu dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala (yang artinya):

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab:
"Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang
demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya
kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan
Tuhan)",

atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami
telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah
anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau
akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat
dahulu?"" (QS. al-A'raaf 7.172-173)

Allahu Ta'ala a'laam.

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 26, 2010, 5:33:14 AM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
"...dek kalah,kaum adat minta bantuan ka ulando di pulau cingkuak..."

Sanak ABP n sanak palanta nn dihormati.Kaum adat bukan sajo minta bantuan ka ulando, tapi nn indak habih pikia kok sampai pihak nn terakhir ini menyerahkan secara resmi n sebulat-bulatnyo nagari2 paga ruyuang,sungai tarab n saruaso SERTA nagari2 lainnya didalam Kerajaan Mi nangkabau kepadq Pemerinta han Belanda di Hindia Timur.

Serahterima ini terjadi di Pa dang ri Sabtu,tgl.10 Februri 1820 dihadapan residen Padang yg mewakili Pem.Ulan do n ikut disaksikan oleh Regen Padang Tuangkui Pang lima St.Rajo Mansyur Alam syah.Residen Padang tu namo nyo,James Dux Puy.
Dari pihak nn manyarahkan Minangkabau ka Ulando,manu ruik catatan Inyiak Syeh Sulei man Ar-Rasuly tdd pimpinan nagari2:pagaruyuang,saruaso,batipuah,singkarak,saningba ka,bungo tanjuang,pitalah,tan juang barulak,gunuang rajo, sumpu,malalo,IXKoto,simawang.
Baitulah sanak,Jo Buyuang ndak 100o/o lo mambanakan caro2 kaum putiah n sabaliak nyo indak sado'e kaum adat nn tabawo endong.Tapi ka baa muko kaduo belah pihak lah ta coreng dalam khazanah perja lanan sejarah emas Minangka bau.Antahlah,risau pikiran di bueknyo.

Jo Buyuang,71thn,Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,Bonjer,suku Malayu Mandailing(bukan Batak).

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: Arman Bahar <arman...@ymail.com>
Date: Sat, 25 Sep 2010 20:15:50 -0700 (PDT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 26, 2010, 5:52:04 AM9/26/10
to Rantau Net
Buliah ambo manyalo, Ajo ? Sebaiknyo masalah ko jan kito kambangkan, karano sangaik manyakikkan. Bialah masalah iko jadi bahan kajian ilmu sejarah di perguruan tinggi.
Nan paralu kito karajokan kini adolah mangusahokan persatuan urang awak berdasar ABS SBK di bawah Tungku Tigo Sajarangan.
Banyak masalah maso kini nan paralu kito tangani basamo, saparati narkoba, HIV/AIDS, kemiskinan, pelacuran, kurangnyo dai dan muballigh, kristenisasi/pemurtadan, tingkek kamatian ibu dan anak yg cukuik tinggi, sangketo tanah, pengangguran, dan jan lupo gampo dan longsor (mudah-mudahan jan sampai tajadi tsunami handaknyo).
Marilah kito mancaliak ka muko, tanpa malupokan maso lampau. Marilah kito duduak basamo, baiyo batido, karano nasib di tangan kito, taqdir nan di tangan Allah swt (Q: Ar Ra'ad ayat 11).
Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


Date: Sun, 26 Sep 2010 09:33:14 +0000
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 26, 2010, 11:25:12 AM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Memang manyakikan Da.Ta pi ambo ndak mau "keberada an agama Islam n kesucian ak dahnya" di Sumbar n palanta khususnyo sudah mengarah ke pada pelecehan penafsiran oleh sebagian sanak2 kito.
Walaupun Jo Buyuang alun baranang bakacimpuang dalam lautan luas pemahaman
Al-Quranul Karim n Hadis2 Ra sulullah,karano masih tagak di tapi pantai,tapi jo pemahaman Al-Quran nn saketek n Hadis2 Rasulullah tu,mambana Jo Bu yuang ka sanak nn cerdas or meraso cerdas nn menganut kebebasan mangaluakan pandapek,hati2lah membahas, mempostingkan keyakinan aga mo selain Islam di RN.

Selain itu "semacam ado ke cedrungan" di nn baciloteh di palanta kito ko,mempertetang kan baliak Agamo Islam deng an peranan kaum adaik.Malah berkembangnyo Islam di Minang diblow up melalui cara cara nn kurang beretika, sehingga dapat menimbulkan bias nn multi penafsiran-ujung ujung nya-menimbulkan kerau an dalam aqidah Islamiah inilah Da Syaf,latarbelakang posting Jo Buyuang tu.

JB.Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,71thn,Bon jer,sk Melayu Mandailing,Du rian Kambuik,Padusunan,Pia man.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: "Dr Saafroedin Bahar" <saafroed...@rantaunet.org>
Date: Sun, 26 Sep 2010 09:52:04 +0000
To: Rantau Net<rant...@googlegroups.com>

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 26, 2010, 4:42:37 PM9/26/10
to Rantau Net
Tarimo kasih, Ajo Buyuang.
Soal membela Islam samo pandapek kito.
Nan ambo mintak indak dikambangkan di Rantau Net iko - tantu kalau Ajo Buyuang setuju - adolah kisah peristiwa sejarah diserahkannyo Minangkabau ka Ulando dek sabagian tokoh Minang dari Darek.
Bialah iko jadi bahan kajian sejarah di perguruan tinggi. Kalau ditaruihkan juo, ado sanak kito nan akan tapijak kakinyo.Nan alah lalu kan indak bisa dipeloki lai.
Sabagai gantinyo, ambo maajak kito untuak mamandang ka maso datang, mangusahokan supaya kito urang Minang batua-batua bersatu menghayati dan mengamalkan hiduik basamo sesuai jo janji historis ABS SBK di bawah kepemimpinan kolektif Tungku Tigo Sajarangan.
Sasuai jo Sabda Allah swt dalam Q:Surah Ar Ra'ad ayat 11, nasib ado ditangan kito, taqdir nan di tangan Allah swt. Artinyo, nasib kito di maso datang berdasar ABS SBK tu bisa kito rencanakan dan kito laksanakan basamo.

Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


Date: Sun, 26 Sep 2010 15:25:12 +0000

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 26, 2010, 7:01:53 PM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Mokasih lo baliak Da.Tam paknyo hujan-2an rang palan ta soal eksistensi ABS-SBK(Al Quran) lah mulai ranai rintiak rintiak.Semoga niaik n usaho GB Minang kito ko untuak memberi n menjabarkan ABS-SBK(Al-Quran) manjadi bagian hiduik n kehidupan rang Minang,masa kini n akn datng.

Deklah mulai rintiak ranai tu lah mulai rado,ciek2 hujan nan turun nampaknyo,kok dia liah lo tampek tagak,namun ki suiknyo dipalanta ko juo.
Nan Jo Buyuang,mukasuik adolah salah satu PASAN nn lah marupokan -pisang taku bak- antah bilo mulonyo sampai kini masih dipakai, sia lo nn mancatuskan ndak dike tahui,yaitu bangkikkan batang tarandam.
Hampia samo jo adagium ABS-SBK(Al-Quran),nn jaleh bagalanggang matoari,sumpah sati itu dicetuskan di Bukik Marapalam,kan io sanak,tapi konsep sia ko n thn bara dice tuskan n baa bana pelaksana annyo dalam kehidupan n hidup rang Minang,kan masih debatebal.
Baitu pulo jo pasan,bang kikkan batang tarandam,sia ko lah n apo sikon nn melatarbe lakangi kalua pasan itu dulu.
Jo Buyuang lempakan masa lah iko dengan harapan genera si jo Buyuang n generasi muda Minang kini n nn akan datang semakin tercerahkan dengan asal muasal pasan n petatah petitih nan cemerlang nn ditinggakan oleh nenek muyang rang Minang nn mulo basumber dari kearifan Dt Katumanggungan n Dt Parpa tih Nan Sabatang n kemudian dikembabngkan oleh penghhu lu2 kemudian.
Jo Buyuang yakin,dikalangn kito rang palanta ko,tantu mempunyai bahan,pemahaman n teori n tambo2 nn manyang kuik pasan,bangkikkan batang tarandam.
JB,Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,71thn,Bon jer,sk Melayu Mandailing di Durian Kambuik,Padusunan, Piaman.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: "Dr Saafroedin Bahar" <saafroed...@rantaunet.org>
Date: Sun, 26 Sep 2010 20:42:37 +0000

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 26, 2010, 7:25:48 PM9/26/10
to Rantau Net
Kok baitu, sasuai ambo tumah, Ajo.
Wassalam,

Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

Date: Sun, 26 Sep 2010 23:01:53 +0000
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM"BANGKIK KAN BATANG TARANDAM

Firson Maryutenli

unread,
Sep 26, 2010, 9:54:15 PM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Gak akan ada habisnya kita bicara tentang konsep ketuhanan (tauhid).
Kembalikan saja ke pribadi masing masing.
Kalau Minangkabau sudah jelas (ABS - SBK)

FM. st. sampono

2010/9/26 Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>
2010/9/26 Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>:

Fitr Tanjuang

unread,
Sep 26, 2010, 10:20:22 PM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Iko tread nan lah lamo dan indak sempat tacaliak dek ambo.
Tapi dek namo disabuik,ambo komentari lah saketek.

Itulah beda syarak jo adat.
Syarak tagak di ateh dalil nan jaleh dan indak barubah bak kato zaman.
Khamar haram kato syarak, haram dalam tiok tampek jo zaman.
Jadi syarak indak mangikuk ka prilaku urang, tapi prilaku urang nan
harus ditimbang jo syarak.

Tapi kalau adat kan ikuik kebiasaan urang banyak, tarutamo adat istiadat.
Indak tagak dia ateh dalil nan jaleh.
Jadi adat bisa barubah dek prilaku urang banyak.

Makonyo paralu deklarasi ABS SBK.

Contoh lain, silek sebagai kebanggaan rang Minang sampai kini, masiah
banyak nan memakai mantra2 jo jampi2.
Alah ditimbang jo syarak saluruahnyo tu?

Wassalam
fitr tanjuang.


2010/9/21 Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org>:
> Sanak Fitr T.
>
> Setelah ambo gili2 di googling, dan dari buku2 tentang minang nan ambo baco,
> alun basuo diambo lai, adat minang (kini) yang ber ABS SBK
> mengajarkan/bagian dari Adat Minang perihal beberapa tradisi dibawah.
>
> Kalau ado petuah2 lamo nan indak tertulis seperti petatah petitih, mohon
> dishare ka ambo sanak Fitr R, atau buku adat minang karang sia nan bisa ambo
> baco2.
>
> Sebagai umat nan baragamo, ambo selalu membedakan antaro "Agamo Islam" jo
> "Urang Islam", baitu pulo jo "Adat Minang (kini)" jo "urang Minang"
> Knapo ambo sampaikan demikian, salamo ambo tingga di NAD yang mano salah
> satu Prov., yang mempunyai kekhususan dengan Hukum Syariah Islam dengan
> Qanun2nya yg dilindungi UUPA, masih banyak tabaco atau tasuo tempat2 nan
> baserak Botol2 Miras atau Kartu2 pejudian serta urang2 nan ditanggkok
> Wilayatul Hisbah (WH).
>
> Pertanyaan ambo, apakah dengan demikian ajaran syariahnyo memang seperti itu
> atau orang2nya secara pribadi nan indak peduli??
>
> Wassalam
> Nofend
>

Firson Maryutenli

unread,
Sep 26, 2010, 10:30:52 PM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Saya hanya menjelaskan bahwa adat disandarkan kepada konsep ketuhanan, bukan hanya dimasa islam.
Jauh sebelum islam adat juga sudah disandarkan kepada ketuhanan, sesuai dengan agama yang berlaku pada masa tersebut.

FM st. sampono

2010/9/27 Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 26, 2010, 11:01:24 PM9/26/10
to Rantau Net
Sanak Firson, topik ini layak kita kaji lebih dalam, dibimbing oleh para ahlinya.
Setahu saya, orang Minangkabau tidak mau menganut agama yg dibawa Adityawarman pd abad ke 14 Masehi, yaitu agama Buddha Tantrayana, yg ritualnya tidak dapat diterima masyarakat krn sangat mengerikan.
Saya sedang mencari-cari keterangan apakah 'agama' asli orang Minangkabau. Menurut Anas Nafis, orang Minangkabau asli menganut animisme dan dinamisme, yg percaya pd setan, jin, kuntilanak, sigulambai dan yg seperti itu.
Jika keterangan ini benar, mungkin Islamlah agama yg pertama dianut orang Minangkabau, walau proses internalisasinya tidak selalu berjalan mulus.
Mohon tambahan dari para sanak yg lebif faham ttg masalah ini.

Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

From: Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>
Date: Mon, 27 Sep 2010 09:30:52 +0700
Subject: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

Bot S Piliang

unread,
Sep 26, 2010, 11:12:54 PM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Buya Syaff...
Saya pernah membaca di saah satu buku (saya lupa), berdasarkan penelitian dari menhir yang ada di mahat dimana semua batu-batu tersebut melengkung can condong ke arah Gunung Marapi. Kalau dilihat dari karakter budayanya, kemungkinan dulunya, nenek moyang kita beragama Dinamisme, menyembah Gunung Merapi dan ritualnya mirip dengan ritual orang Bali. Perlu dicatat, ketika saya di bali, ternyata tidak semua ritual orang Bali tersebut merupakan ritual Hindu dari India, namun banyak merupakan pengaruh ritual agama pra Hindu, yang memuja Gunung Agung.
Buktinya, semua pura Hindu di Bali menghadap ke Gunung Agung.


Maaf, hipotesa dangkal saya saja..:)
Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300


--- On Sun, 9/26/10, Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org> wrote:

From: Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>

Dasriel Noeha

unread,
Sep 26, 2010, 11:39:44 PM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Saya ingin komentar juga.
 
Ini kesaksian saya sendiri, di kampung saya Kandang Ampek, Guguk, Kayutanam.
 
Dulu waktu saya kelas dua dan sampai kelas enam SR, Mak Ayang (kakak neneka saya), selalu mendo'a dan membuat makanan yang diantarkan kebawah pohon beringin di ulakan aie, kira-kira posisinya dikolam Padang Golf Anai sekarang, sekarang dipakai sebagai kolam pemandian dan amai kalau Hari Minggu.
Dulu sumber air sawah datangnya dari sana, karena ada Bukit Kecil dan sebuah pohon beringin besar. Ada mata air dibawah batu besar hitam. kebawah mengalir air itu dan menjadi Batang Tarok, dan Sungai/Banda gadang untuk sumber air peswahan penduduk Kandang Ampek.
 
Setiap musim kesawah, orang tua-tua melakukan mendo'a dan sembahan makanan disitu.
 
Mungkin ini, sisa dari nenek-nenek dulu yang masih Paganisme..
 
Kami dari anak-anak sebaya saya, sembunyi dulu di hutan. Setelah orang tua-tua pulang kami muncul, dan memakan habis, goreng ayam, talue, ajik, katan, nasi kuniang, dan lain-lain.
 
Inilah tradisi nenek kita dulunya..
 
wass

--- Pada Ming, 26/9/10, Bot S Piliang <bots...@yahoo.com> menulis:

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 27, 2010, 12:05:56 AM9/27/10
to Rantau Net
Kalau begitu betul juga dugaan pak Anas Nafis. Kita tunggulah pencerahan lebih lanjut dari para ahlinya.

Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


From: Bot S Piliang <bots...@yahoo.com>
Date: Sun, 26 Sep 2010 20:12:54 -0700 (PDT)

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 27, 2010, 12:13:30 AM9/27/10
to Rantau Net
Nah, ya kan ? Pengalaman saya sendiri waktu muda: nenek saya memberi jimat untuk 'pagar badan' dan utk ... menarik cinta perempuan, he he. Ini kan animisme atau dinamisme ?
Apa masih ada kebiasaan ini sekarang ?

Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


From: Dasriel Noeha <dasrie...@yahoo.com>
Date: Sun, 26 Sep 2010 20:39:44 -0700 (PDT)

Z Chaniago

unread,
Sep 27, 2010, 12:21:30 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
....baitu juo jikok ado anak nan baru lahia...diagiah PAMURO....dijaik jo kain hitam......, sacaro sederhana nan jaleh itu Syirik...
keadaan itu masih terpakai sampai sekarang...
 
Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak

Pada 27 September 2010 11.13, Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org> menulis:
Nah, ya kan ? Pengalaman saya sendiri waktu muda: nenek saya memberi jimat untuk 'pagar badan' dan utk ... menarik cinta perempuan, he he. Ini kan animisme atau dinamisme ?
Apa masih ada kebiasaan ini sekarang ?

Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

 



--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau  .

Sayangi Danau Maninjau -

Nofend St. Mudo

unread,
Sep 27, 2010, 1:02:06 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Ambo juo pernah nampak dulu anak balita nan pakai2 itu Mak Z, tapi lai sabanyak pulo nan indak.

Tamasuak keluarga besar kamipun dikampuang dulu lai indak ado nan pakai2 itu do, apoali mamak datuak kami kini lai manjadi Buya kampuang samanjaknyo bujang dulu.

 

Baitu juo partamo awal bajalan (marantau) lai juo indak ado tadanga nan mambisiak an pakai, jimat, pagar badan, ato lai sebagainyo, tapi memang itu ado juo nampak diambo dulu, rato2 nan ma anjuran (nan ma anggap) dukun/uwang pintar yang pasti, jauah dari masuak musajik/surau nampak diambo.

 

Apokah mak Z juo mengikuti itu?? Pasti indak do kan??

Nah dek kami dulu ndak mengikuti itu, apokah kami ndak sesuai jo adat Minang??

Dan atau, kalau itu salah dan tidak sesuai sementara mereka tau, tapi tetap melakukan, apo sangsi kiro nan bisa dikenakan?

 

Heheheh…

 

Mohon maaf dan Wassalam.

Nofend/34 M CKR

Nofend St. Mudo

unread,
Sep 27, 2010, 1:03:46 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Ambo juo pernah nampak dulu anak balita nan pakai2 itu Mak Z, tapi lai sabanyak pulo nan indak.

Tamasuak keluarga besar kamipun dikampuang dulu lai indak ado nan pakai2 itu do, apoali mamak datuak kami kini lai manjadi Buya kampuang samanjaknyo bujang dulu.

 

Baitu juo partamo awal bajalan (marantau) lai juo indak ado tadanga nan mambisiak an pakai, jimat, pagar badan, ato lai sebagainyo, tapi memang itu ado juo nampak diambo dulu, rato2 nan ma anjuran (nan ma anggap) dukun/uwang pintar yang pasti, jauah dari masuak musajik/surau nampak diambo.

 

Apokah mak Z juo mengikuti itu?? Pasti indak do kan??

Nah dek kami dulu ndak mengikuti itu, apokah kami ndak sesuai jo adat Minang??

Dan atau, kalau itu salah dan tidak sesuai sementara mereka tau, tapi tetap melakukan, apo sangsi kiro nan bisa dikenakan?

 

Heheheh…

 

Mohon maaf dan Wassalam.

Nofend/34 M CKR

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Z Chaniago
Sent: Monday, September 27, 2010 11:22 AM

Marindo Palar

unread,
Sep 27, 2010, 1:11:10 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Mohon ma'af kampado Mamak-Mamak dan Uda-Uda,  ambo ikuik pulo ciek dalam diskusi palanta ko,

Ambo pernah mandapekkan Daftar Rajo2 Pagarruyung sbb :

1.        Adityawarman (1339-1376)

2.        Ananggawarman (1376)

3.        Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam

4.        Yang Dipertuan Sultan Pasambahan

5.        Yang Dipertuan Sultan Alif gelar Khalifafullah

6.        Yang Dipertuan Sultan Barandangan

7.        Yang Dipertuan Sultan Patah (Sultan Muning II)

8.        Yang Dipertuan Sultan Muning III

9.        Yang Dipertuan Sultan Sembahwang

10.     Yang Dipertuan Sultan Bagagar Syah

11.     Yang Dipertuan Gadih Reni Sumpur 1912

12.     Yang Dipertuan Gadih Mudo (1912-1915)

13.     Sultan Ibrahim 1915-1943 gelar Tuanku Ketek

14.     Drs. Sultan Usman 1943 (Kepala Kaum Keluarga Raja Pagaruyung)


Dilihat dari Gelarnya yg sudah Sultan, dapat dikatakan bahwa Raja ke-3 Pagarruyung sudah memeluk Islam.

Bila Sultan Bakilap Alam memerintah tidak disebutkan oleh tambo tersebut, tetapi dapat diperkirakan sesudah tahun 1409, karena sampai 1409 pemerintahan Pagaruyung masih bersifat sentralisasi seperti sewaktu pemerintahan Adityawarman. Sesudah tahun tersebut pemerintahan Pagaruyung sudah desentralisasi dengan pengertian bahwa nagari-nagari sudah mempunyai otonom penuh dan pemerintahan di Pagaruyung sudah mulai melemah.

Selanjutnya dikatakan bahwa di atas pemerintahan nagari-nagari terlihat adanya dua tingkat pemerintahan yaitu Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai. Rajo Tigo Selo dimaksudkan adalah tiga orang raja yang sekaligus berkuasa di bidang masing-masing. Raja Alam berkedudukan di Pagaruyung sebagai pucuk pimpinan, Raja Adat berkedudukan di Buo yang melaksanakan tugas-tugas kerajaan dibidang adat. Raja Ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus dan melaksanakan urusan keagamaan kerajaan. Gambaran ini adalah lembaga pemerintahan di tingkat raja.

Sedangkan ditingkat Menteri dan Dewan Menteri yang dimaksud dengan Basa Ampek Balai terdiri dari:
1.
Bandaro (Titah) di Sungai Tarab sebagai Perdana Menteri
2. Tuan Kadi di Padang Ganting yang mengurus masalah Agama
3. Indomo di Saruaso mengurus masalah keuangan
4. Makhudum di Sumanik yang mengurus masalah pertahanan dan rantau

Masyarakat nagari dalam mengusut persoalannya berjenjang naik sampai ketingkat kerajaan. Dibidang adat dari nagari terus ke Bandaro dan kalau tidak putus juga diteruskan lagi kepada Raja Buo dan kalau tidak putus juga masalahnya diteruskan lagi kepada Raja Alam di Pagaruyung yang akan memberikan kata putus. Begitu juga dalam bidang agama. Dari nagari naik kepada tuan Kadi di Padang Ganting, terus kepada raja Ibadat di Sumpur Kudus, dan bula tidak selesai juga akhirnya sampai kepada raja Alam yang akan memberikan kata putusnya.


Cerita ini saya dapatkan di :
http://www.pandaisikek.net/sejarah-minang-kabau/

Salam,
Marindo Palar


--- Pada Sen, 27/9/10, Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org> menulis:

Dari: Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
Judul: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
Kepada: "Rantau Net" <rant...@googlegroups.com>
Tanggal: Senin, 27 September, 2010, 10:01 AM

Sanak Firson, topik ini layak kita kaji lebih dalam, dibimbing oleh para ahlinya.
Setahu saya, orang Minangkabau tidak mau menganut agama yg dibawa Adityawarman pd abad ke 14 Masehi, yaitu agama Buddha Tantrayana, yg ritualnya tidak dapat diterima masyarakat krn sangat mengerikan.
Saya sedang mencari-cari keterangan apakah 'agama' asli orang Minangkabau. Menurut Anas Nafis, orang Minangkabau asli menganut animisme dan dinamisme, yg percaya pd setan, jin, kuntilanak, sigulambai dan yg seperti itu.
Jika keterangan ini benar, mungkin Islamlah agama yg pertama dianut orang Minangkabau, walau proses internalisasinya tidak selalu berjalan mulus.
Mohon tambahan dari para sanak yg lebif faham ttg masalah ini.
Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

Armen Zulkarnain

unread,
Sep 27, 2010, 1:23:25 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum wr wb

Ketika pembangunan kembali Istano Basa Paguruyuang 8 Juli 2007 sewaktu pemasangan "tunggak tuo" (tiang utama) ditanamlah kepala kerbau yang dibungkus (dikafani) dengan kain putih. sempat terjadi insiden robohnya tiang utama tersebut.

*******
Batu Angkek-angkek terdapat Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Dari Kota Batusangkar, menempuh perjalanan sekitar 11 Km. Konon dipercaya masyarakat memiliki kekuatan gaib yang bisa meramal nasib seseorang.

Batu ini dimanfaatkan masyarakat untuk menguji keinginan atau cita-cita mereka terkabul atau tidak. Jika Batu Angkek-angkek bisa diangkat ke atas pangkuan, berarti keinginan atau cita-citanya bisa terkabul. Bila tidak, maka keinginan atau cita-citanya tidak akan terkabul. 

wasalam
 
AZ - 32 th
Padang


Dari: Z Chaniago <z.cha...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sen, 27 September, 2010 11:21:30

Judul: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
--


Lies Suryadi

unread,
Sep 27, 2010, 1:48:36 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
 
Sanak Bot dan Pak Saaf sarato dunsanak di lapau,
Saya kira tafsiran Sanak Bot perlu didiskusikan lebih lanjut. Saya sendiri pernah melihat menhir2 itu, dan semua memang menghadap ke gunung. 
 
Coba pikirkan mengapa SUMPAH SATIE BUKIT MARAPALAM itu diadakan di ATAS BUKIT, bukan di sebuah surau atau mesjid?
 
Di internet saya lihat akan ada sebuah semniar mengenai "religions and the mountains'di Nepal. Menarik untuk menulis makalah Sumpah Satie Bukik Marapalam dalam konteks tema seminar itu.
 
Mengenenai kepercayaan orang Padang darat terhadap sigulambai, harimau jadi2an (cindaku), begu, palasik, sijundai, dll. ada beberapa literatuur klasik, misalnya tulisan2 Van Der Toorn, Brouwer, Ewestenenk, dll. Sekarang saya sedang menulis satu pemngantar untuk novel PALASIK yang akan diterbitkan oleh Citra Budaya, Padang. Mudah2an nanti dapat saya lewakan di palantan.
 
Wassalam,
Suryadi  


--- Pada Sen, 27/9/10, Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org> menulis:

Dari: Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
Judul: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
Kepada: "Rantau Net" <rant...@googlegroups.com>
--
.

.

--
.
*
\
UNTUK DIPERHATIKAN,

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 27, 2010, 2:08:02 AM9/27/10
to Rantau Net
Terima kasih banyak, Sanak Suryadi. Mari kita kurangi porsi perkiraan subyektif dlm sejarah Minangkabau, dan kita perbanyak fakta dan analisis.

Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Mon, 27 Sep 2010 13:48:36 +0800 (SGT)

Z Chaniago

unread,
Sep 27, 2010, 2:25:24 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
tan Mudo...., kalau di ambo hal-hal sarupo itu masalah pilihan, silakan iyo silakan indak silakan piliah surang, dan silakan pakai argumentasi surang surang....., namun kalau diliek sacaro makro di adat alam minangkabau.....ujuang-ujuang babaliak ka ABSSBK juo.....ujuang-ujuang babaliak ka TTS juo.....
 
jadi baa nan rancak manuruik Tan Mudo ?   ....kok ka dipabiarin....antah ?  ...indak saliang manasehati dalam kebaikan dan kesabaran pulo awak beko... hehehehe...

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak
Pada 27 September 2010 12.02, Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org> menulis:

Ambo juo pernah nampak dulu anak balita nan pakai2 itu Mak Z, tapi lai sabanyak pulo nan indak.

Tamasuak keluarga besar kamipun dikampuang dulu lai indak ado nan pakai2 itu do, apoali mamak datuak kami kini lai manjadi Buya kampuang samanjaknyo bujang dulu.

 

Baitu juo partamo awal bajalan (marantau) lai juo indak ado tadanga nan mambisiak an pakai, jimat, pagar badan, ato lai sebagainyo, tapi memang itu ado juo nampak diambo dulu, rato2 nan ma anjuran (nan ma anggap) dukun/uwang pintar yang pasti, jauah dari masuak musajik/surau nampak diambo.

 

Apokah mak Z juo mengikuti itu?? Pasti indak do kan??

Nah dek kami dulu ndak mengikuti itu, apokah kami ndak sesuai jo adat Minang??

Dan atau, kalau itu salah dan tidak sesuai sementara mereka tau, tapi tetap melakukan, apo sangsi kiro nan bisa dikenakan?

 

Heheheh…

 

Mohon maaf dan Wassalam.

Nofend/34 M CKR

 

.



--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Nofend St. Mudo

unread,
Sep 27, 2010, 2:37:54 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Hehehe….

 

Kok nan rancak, (tantu bukan rancak diambo mak Z) rancak dikito basamo, sasuai jo apo nan kito pahami tentang ABSSBK tuh, tantu di agiah tahu dan di kikis habis nan seperti itu, tapi kok dulu di kuliah subuah (ceramah abis subuah, pengajian buya2 kampuang lai juo kadang sampai kasitu ambo danga), nahh… cuman masalahnyo ko aa… lai tau, tapi balakuan juo dek picayo atau antahlah… (barati ndak picayo selain ALLAH sajo mungkin).

 

Harapan ambo, semoga dalam nilai2 pelajaran BAM (kok lai masih ado kini) juo ditanamkan dan diajarkan hal-hal nan sarupo itu, tapi kok juo dilakukan dek sebagian sanak, a yo ndak tau diambo lai do mak Z.

Samo seperti halnyo jo (sebagian) urang Islam, alah jaleh itu haram, dilarang dll, tapi korupsi dari sagalo bidang, dari nan ketek sampai nan gadang sarato lainnyo kan tatap juo jalan.

 

Talabih takurang dek sato pulo saketek … mohon di maafkan kok ado kato nan indak pado tampeknyo.

 

Wassalam

Nofend/

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Z Chaniago
Sent: Monday, September 27, 2010 1:25 PM

 

Assalamu'alaikum Ww

Z Chaniago

unread,
Sep 27, 2010, 3:38:21 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww....
 
Babaliak ka judul.... adat nan ma ?  Diantaro nan ampek....yo agak susah materjemahkannyo...., kok dikatokan adat nan sabana adat....masuak juo..., dikatokan adat teradat...masuak juo...., dikatokan adat nan diadatkan....ado juo di dalam..., dalam adat istiadat apolai...., ka badebat panjang jikok di paparkan...
 
Nan jaleh hal tsb dalam terminologi islam manyimpang....
 
Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak
Pada 27 September 2010 13.37, Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org> menulis:

Hehehe….

 

Kok nan rancak, (tantu bukan rancak diambo mak Z) rancak dikito basamo, sasuai jo apo nan kito pahami tentang ABSSBK tuh, tantu di agiah tahu dan di kikis habis nan seperti itu, tapi kok dulu di kuliah subuah (ceramah abis subuah, pengajian buya2 kampuang lai juo kadang sampai kasitu ambo danga), nahh… cuman masalahnyo ko aa… lai tau, tapi balakuan juo dek picayo atau antahlah… (barati ndak picayo selain ALLAH sajo mungkin).

 

Harapan ambo, semoga dalam nilai2 pelajaran BAM (kok lai masih ado kini) juo ditanamkan dan diajarkan hal-hal nan sarupo itu, tapi kok juo dilakukan dek sebagian sanak, a yo ndak tau diambo lai do mak Z.

Samo seperti halnyo jo (sebagian) urang Islam, alah jaleh itu haram, dilarang dll, tapi korupsi dari sagalo bidang, dari nan ketek sampai nan gadang sarato lainnyo kan tatap juo jalan.

 

Talabih takurang dek sato pulo saketek … mohon di maafkan kok ado kato nan indak pado tampeknyo.

 

Wassalam

Nofend/

 

.



--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Anzori

unread,
Sep 27, 2010, 3:48:47 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Penduduk Solsel 144.236 Jiwa?

 (situs prov Sumbar)

Solok Selatan - Jumlah penduduk sementara Solok Selatan, Sumatera Barat, sesuai data agregat penduduk per kecamatan hasil dari sensus penduduk (SP) 2010 sebanyak 144.236 jiwa - laki-laki 72.614 jiwa dan perempuan 71.622 jiwa.

 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com,
Cel./HP No. :081384611336, 0816857939
Country code +62



From: Z Chaniago <z.cha...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, September 27, 2010 2:38:21 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tamasuak adat ma dari 4 macam Adat? RE: SUMPAH SATIE MARAPALAM

Anzori

unread,
Sep 27, 2010, 3:53:13 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Begitu sedikit?

Anzori

unread,
Sep 27, 2010, 4:00:07 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Are you a Diabetic?





Avandia now believed to have caused over 83,000 heart attacks from 1999 to 2007 alone. Were you prescribed Avandia?

File your report today!

http://20372545.enhancedoffer.net/c.php?aid=176&lid=1778
 
 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com,
Cel./HP No. :081384611336, 0816857939
Country code +62



From: Anzori <anz...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, September 27, 2010 2:53:13 PM
Subject: [R@ntau-Net] Penduduk Solsel 144.236 Jiwa ?

Ahmad Ridha

unread,
Sep 27, 2010, 4:04:38 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
2010/9/27 Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org>:

> Samo seperti halnyo jo (sebagian) urang Islam, alah jaleh itu haram,
> dilarang dll, tapi korupsi dari sagalo bidang, dari nan ketek sampai nan
> gadang sarato lainnyo kan tatap juo jalan.
>

Ada perbedaan penting antara korupsi dengan praktik-praktik sesajen
atau yang semacamnya. Yang pertama, semua orang
tahu bahwa korupsi itu haram, tetapi sebagian orang melakukannya
karena mengikuti hawa nafsu. Itulah kenapa orang tidak mau mengaku
terang-terangan bahwa dia melakukan korupsi. Di sisi lain, pelaku
sesajen itu belum tentu merasa bahwa yang dilakukannya adalah haram.
Bahkan mungkin ada yang meyakininya sebagai sesuatu yang baik, yang
perlu dilestarikan. Bahkan bukan tidak mungkin akan dengan bangga
diekspos misalnya untuk pariwisata. Saya yakin semua orang akan
setuju korupsi dihapuskan, tetapi tidak yakin bahwa semua orang akan
menolak praktik-praktik sesajen itu.

Perbedaan kedua adalah konsekuensinya dalam Islam. Pelaku korupsi
adalah orang fasiq dan perbuatannya itu tidak sampai mengeluarkannya
dari Islam selama dia tidak menghalalkannya. Perbuatan itu juga masih
dapat diampuni Allah Ta'ala. Praktik sesajen dan semacamnya itu sudah
masuk ke dalam kesyirikan yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam
jika dia meyakini bahwa ada sesuatu selain Allah yang dapat memberikan
kebaikan dan menjauhkannya dari bahaya. Tentunya jika keluar dari
Islam mestinya mengeluarkannya dari status Minang juga bukan?
Perbuatan syirik juga tidak diampuni oleh Allah Ta'ala jika dia tidak
bertaubat sebelum meninggal dunia.

Ahmad Ridha

unread,
Sep 27, 2010, 4:14:01 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/27/171028/71/14/BPOM-Tarik-Tiga-Obat-Diabetes-Produksi-GSK

BPOM Tarik Tiga Obat Diabetes Produksi GSK
Senin, 27 September 2010 08:40 WIB
Penulis : Cornelius Eko Susanto

JAKARTA--MI: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membekukan izin edar tiga obat diabetes produksi, GlaxosmithKline (GSK), Belgia. Produk tersebut terbukti mengandung rosiglitazone dalam bentuk tunggal ataupun kornbinasinya yang dapat menyebabkan efek samping berupa gangguan kardiorraskular fatal, seperti gagal jantung.

"Pembekuan dan penarikan izin edar ketiga produk tersebut terhitung aktif sejak 24 September 2010," sebut Kepala BPOM Kustantinah dalam surat elektroniknya yang diterima Media Indonesia, Senin (27/9).

Ketiga merek obat diabetes yang ditarik adalah Avandia jenis tablet dan kombinasinya, serta Avandamet dan Avandaryl tablet. Kepada pasien diabetes yang telah mengkonsumsi ketiga merek obat tersebut, Kustantinah mengimbau agar segera berkonsultasi ke dokter untuk menghindari efek negatif obat sejak dini.

Kustantinah menambahkan penarikan ini bermula dari informasi yang diterima BPOM dari dari European Medicine Agency (EMA) tentang penarikan obat diabetes milik GSK karena mengandung rosiglitazone. Tidak hanya di Eropa, terhitung sejak 23 September 2010, Food & Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengambil kebijakan pembatasan edar pada ketiga merek obat itu.

Kustantinah menambahkan, kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 421-32199000 atau email ul...@porn.go.id dan ulpkba...@yahoo.com atau Layanan Informasi Konsumen di seluruh Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. (Tlc/OL-04)

Nofend St. Mudo

unread,
Sep 27, 2010, 4:50:16 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Kalau di caliak dari data lamo (sayang data terbaru keseluruhan alun nampak lai) untuak kabupaten Solsel ko masih 2 kali lipek dari Kab. Kep. Mentawai penduduaknyo, tapi dibandiangkan jo kota-kota (bukan kab.) nan ado di sumbar, lai masih jauah diateh sebagian besar kota2 tersebut nampaknyo http://www.datastatistik-indonesia.com/component/option,com_tabel/task,show/Itemid,165/

Jadi lai bisa kito bayangkan banyak saketeknyo pertumbuhan/penambahan kini kiro2 sabarapo percent kiro2 rato2 untuak daerah di sumbar dengan Jumlah Penduduk sebanyak 4.845.998 Orang (BPS 2010 kini tu).

Solok selatan buliah dikecek an mulai rami samanjak pemekaran, kok sabalum itu solsel masih memang langang dan banyak terisolir, apolai kadaerah bagian timur solsel tsb yng kini banyak perkebunan2 besar disitu.

Jumlah Penduduk Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin (2010)

Provinsi

Laki-Laki

Perempuan

Laki-Laki + Perempuan

Sex Ratio

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

[11] Aceh

2 243 578

2 242 992

4 486 570

100

[12] Sumatera Utara

6 479 051

6 506 024

12 985 075

100

[13] Sumatera Barat

2 404 472

2 441 526

4 845 998

98

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Anzori
Sent: Monday, September 27, 2010 2:53 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Penduduk Solsel 144.236 Jiwa ?

 

Begitu sedikit?

Nofend St. Mudo

unread,
Sep 27, 2010, 4:56:00 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Padang, (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat sebanyak 4.845.998 jiwa jumlah penduduk Sumbar berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010.

 

Sebanyak 2.404.472 di antaranya merupakan laki-laki dan 2.441.526 lainnya berjenis kelamin perempuan.

 

"Dari hasil sensus penduduk tahun 2010 tersebut sebaran penduduk Sumbar 73,10 persen berada di daerah Kabupaten dan 26,90 persen berada di Kota," ujar Kepala BPS Sumbar, Muchsin Ayub Rabu 1/9.

 

Ia menyebutkan, tiga daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Sumbar nerada di Kota Padang (833.584 jiwa), Kabupaten Agam (455.484 jiwa) dan Kabupaten Pesisir Selatan (429.699 jiwa).

 

Sedangkan daerah dengan jumlah penduduk terkecil berada di Kota Padang Panjang sebanyak 47.008 jiwa.

 

Ia menambahkan, rata-rata tingkat kepadatan penduduk Sumbar adalah sebanya 115 orang per kilometer persegi.

 

"Hal ini dihitung dari perbandingan jumlah penduduk Sumbar saat ini (4.845.998 jiwa) dengan luas wilayah Sumbar sekitar 42.130,82 kilometer," ujarnya.

 

Kata dia, kota yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kota Bukittinggi yakni sebanyak 4.656 orang perkilometer persegi.

 

Sedangkan kepadatan penduduk yang terendah berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai yakni sebanyak 13 orang perkilometer persegi. (rud/ril)

 

http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/121880/bps-jumlah-penduduk-sumbar-4-845-998-jiwa.html

Rabu, 01/09/2010 14:34 WIB

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Anzori

Sent: Monday, September 27, 2010 2:53 PM

Anzori

unread,
Sep 27, 2010, 5:02:58 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Daerah begitu luas dgn sedikit penduduk, alangkah baiknya sebagian penduduk di Jawa dipindah ke Solsel
 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com,
Cel./HP No. :081384611336, 0816857939
Country code +62



From: Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, September 27, 2010 3:56:00 PM
Subject: BPS: Jumlah Penduduk Sumbar 4.845.998 Jiwa RE: [R@ntau-Net] Penduduk Solsel 144.236 Jiwa ?
--

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 27, 2010, 5:11:12 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Di Era otonomi iko, basarik nampaknyo daerah nan amuah manarimo Transmigran iko

Dek awak cukuiklah di Dharmasraya, Lunang-Pessel. Pasbar sajo

Di Pasir Pangiraian dan babarapo Kabupaten di Riau, jumlah transmigran/pendatang labiah banyak dari penduduk asli

Akibatnya mereka bisa membuat keputusan yang menguntungkan pendatang
---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Anzori <anz...@yahoo.com>
Date: Mon, 27 Sep 2010 02:02:58 -0700 (PDT)
Subject: Re: BPS: Jumlah Penduduk Sumbar 4.845.998 Jiwa RE: [R@ntau-Net] Penduduk Solsel 144.236 Jiwa ?

Anzori

unread,
Sep 27, 2010, 5:23:13 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Mengandalkan penduduk lokal, pertumbuhan daerah indak akan capek. Kalau penduduk di Jawa dipindah, akan ado asset yang pindah juo, minimal keahlian  individu. Paralu transformasi pembangunan daerah

 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com,
Cel./HP No. :081384611336, 0816857939
Country code +62



From: "taufiq...@rantaunet.org" <taufiq...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, September 27, 2010 4:11:12 PM

wannofri samry

unread,
Sep 27, 2010, 5:23:10 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Salam,

Saya pikir sudah banyak sejarah Minagkabau ditulis setelah MD Mansoer(1970), baik karya orang Barat maupun tulisan orang kita.  Saya pikir yang kurang tulisan sebelum abad ke 16, pada sat itu agama Islam mulai menyebar.  Ada literatur yang mengatakan bahwa sekitar abad ke 16 itu orang Islam di Minangkabau ya sekitar seratusan orang.  Walaupun Hamka menyatakan Islam mulai masuk abad ke -7 tetapi perkembangannya belum begitu siginifikan sampai aba ke 16. Kekuasaan acehlah kayaknya yang termasuk berjasa juga menyebarkan Islam di Minangkabau.


wassalam
WN

--- On Mon, 9/27/10, Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id> wrote:

Anzori

unread,
Sep 27, 2010, 5:55:26 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Paralu ado Sejarah Minangkabau versi baru

 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com,
Cel./HP No. :081384611336, 0816857939
Country code +62



From: wannofri samry <wann...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, September 27, 2010 4:23:10 PM
Subject: [R@ntau-Net] Sejarah Minangkabau sudah banyak

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 27, 2010, 6:26:57 AM9/27/10
to Rantau Net
Sanak Wannofri, kalau sejarah yg bersifat sektoral rasanya memang sudah banyak. Tapi kalau yg bersifat umum, rasanya baru bukunya M.D. Mansur, 1970.
Kalau ada yg lain, mohon saya dikhabari. Terlebih dahulu terima kasih.

Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


From: wannofri samry <wann...@yahoo.com>
Date: Mon, 27 Sep 2010 02:23:10 -0700 (PDT)
Subject: [R@ntau-Net] Sejarah Minangkabau sudah banyak

Datuk Endang

unread,
Sep 27, 2010, 6:53:26 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com, minan...@yahoogroups.com, suli...@yahoogroups.com
Apo nan alah dirujuk Inyiak Canduang iko sangat jaleh ditulih oleh M. Radjab (1954), Rusli Amran (1981), namun samar-samar oleh MD Mansoer dkk (1970).
Nan penting diperhatikan: wilayah daulat Pagaruyung maso itu (1820) nampakno sebagian nan dulu dibateh dan dipagar oleh Basa Ampek Balai. Atau kalau ambo ringkas dari perjanjian itu:
- Pagaruyung, dalam pengaruh 1 Yang Dipertuan
- Suruaso, dalam pengaruh 2 Yang Dipertuan
- Batipuh, dalam pengaruh 14 penghulu
- Singkarak, dalam pengaruh 8 penghulu
- Sanim Bakar, dalam pengaruh 10 penghulu
- Bunga Tanjung, dalam pengaruh 7 penghulu
- Pitalah, dalam pengaruh 6 penghulu
- Tanjung Barulak, dalam pengaruh 7 penghulu
- Gunung Raja, dalam pengaruh 5 penghulu
- Batu Sangkar, dalam pengaruh 5 penghulu
- Sumpur, dalam pengaruh 7 penghulu
- Melalo, dalam pengaruh 7 penghulu
- Sembilan Kota, dalam pengaruh 42 penghulu
- Simawang, dalam pengaruh 8 penghulu.
Bila dipetakan, kurang lebih mencakup sekitar 2.000 km2.
Pada maso itu kelihatannyo hubungan hirarkial Pagaruyung dengan "rantau" alah terputus. Namun sucaro kekerabatan ambo raso masiah balangsuang taruih.
 
Wassalam,
-datuk endang

--- On Sun, 9/26/10, zubir...@gmail.com <zubir...@gmail.com> wrote:
"...dek kalah,kaum adat minta bantuan ka ulando di pulau cingkuak..."

Sanak ABP n sanak palanta nn dihormati.Kaum adat bukan sajo minta bantuan ka ulando, tapi nn indak habih pikia kok sampai pihak nn terakhir ini menyerahkan secara resmi n sebulat-bulatnyo nagari2 paga ruyuang,sungai tarab n saruaso SERTA nagari2 lainnya didalam Kerajaan Mi nangkabau kepadq Pemerinta han Belanda di Hindia Timur.

Serahterima ini terjadi di Pa dang ri Sabtu,tgl.10 Februri 1820 dihadapan residen Padang yg mewakili Pem.Ulan do n ikut disaksikan oleh Regen Padang Tuangkui Pang lima St.Rajo Mansyur Alam syah.Residen Padang tu namo nyo,James Dux Puy.
Dari pihak nn manyarahkan Minangkabau ka Ulando,manu ruik catatan Inyiak Syeh Sulei man Ar-Rasuly tdd pimpinan nagari2:pagaruyuang,saruaso,batipuah,singkarak,saningba ka,bungo tanjuang,pitalah,tan juang barulak,gunuang rajo, sumpu,malalo,IXKoto,simawang.
Baitulah sanak,Jo Buyuang ndak 100o/o lo mambanakan caro2 kaum putiah n sabaliak nyo indak sado'e kaum adat nn tabawo endong.Tapi ka baa muko kaduo belah pihak lah ta coreng dalam khazanah perja lanan sejarah emas Minangka bau.Antahlah,risau pikiran di bueknyo.

Jo Buyuang,71thn,Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,Bonjer,suku Malayu Mandailing(bukan Batak).
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Datuk Endang

unread,
Sep 27, 2010, 7:54:43 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com, minan...@yahoogroups.com, suli...@yahoogroups.com
Nan paralu dicermati adolah apokoh dinasti Adityawarman memang berlanjut ka dinasti Pagaruyuang kini ko. Syak hati ambo iyo, namun pola sarato bantuak kenegaraan alah jauah babeda. Sabagai pembanding, di Banda Aceh kini dulu tagak kerajaan Aceh Darussalam (1512), namun jauah sabalunno alah ado kerajaan Indra Purba. Hal nan samo untuak lokasi sekitar Muntilan Jateng kini. Jadi kamungkinan ado dinasti baru walau mungkin masih katurunan dari dinasti sabalunno. Era Adityawarman (Melayu) adolah sajauh masih digunokan aksara Sansekerta; dan dimaa putuih disitu pulo era itu hilang. Era Islam (aksara Arab) di Pagaruyuang dari banyak catatan adolah maso Sultan Alif (16..)
Dengan ado penyerahan kedaulatan kapado Balando (1820) mako secaro de jure dinasti Pagaruyung alah berakhir, dan sucaro de facto kutiko terjadi pembakaran istano maso Paderi (1814?).
Basa Ampek Balai dimaksud sebagai batas wilayah, dapek disigi catatan ambo terdahulu.
 
Wassalam,
-datuk endang

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 27, 2010, 8:28:03 AM9/27/10
to Rantau Net, Herwandi WENDY
Datuak, iko kurun sejarah nan paralu disigi dek pakar-pakar sejarah kito, dan hasilnyo dimasuakkan ka buku Sejarah Minangkabau versi terbaru. Jan sampai ragu bakapanjangan juo kito.

Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


From: Datuk Endang <datuk_...@yahoo.com>
Date: Mon, 27 Sep 2010 04:54:43 -0700 (PDT)
Subject: [R@ntau-Net] Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM

Arman Bahar

unread,
Sep 27, 2010, 9:59:30 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Mamak 'n dusanak yang dirahmati Allah
Setuju ambo jo sanak Anzori

Kenapa tidak kita mulai sejak periode abad ke 5 dari wilayah Minangkabau Timur misalnya dari ekspedisi Dapuntha Hiyang sebelum mendirikan kerajaan Sriwijaya Jambi dibagian selatan pulau Perca ini dan jangan lupa pula pasti ada kait kelindan-nya dengan Candi Muara Takus di Tigo Baleh Koto Kampar Riau yang masih satu jejeran Bukit Barisan yang sudah sangat dekat betul ke Gunuang Marapi yang legendaris itu sebagaimana disebut2 nan tampak dari jauah "Sagadang Talua Itiak" tu ha

Nenek moyang kita itu dulunya sebelum menemukan lereng Merapi, tentu lebih masuk akal bila mereka melakukan perjalanan dari Tanah Basa Asia Muka menelusuri Pantai Timur Sumatera hingga menemukan muara2 sungai yang semua hulunya berada dipedalam pulau Perca, Sumatera Barat

Lima sungai besar yaitu Sungai Rokan, Siak, Kampar, Indragiri, Batang Hari yang bermuara dipantai timur Sumatera semuanya berhulu dipedalaman Sumatera Barat

Sungai Rokan hulu nya di kabupaten Pasaman, Sungai Siak dengan cabangnya sungai Tapung Kanan dan Tapung Kiri hulunya diperbatasan Riau Sumbar, Sungai Kampar hulunya di kabupaten Limo Puluah Kota, Sungai Indragiri yang hulunya Batang Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi Riau terus ke Batang Ombilin Danau Singkarak dan Sungai Batang Hari Jambi salah satu cabang hulunya di Solok Selatan Danau Kembar

Sebelum menemukan puncak Merapi yang indah itu tentulah mereka nenek moyang kita itu telah menelusuri sungai2 tersebut, dan tentu saja kita hari ini dengan melihat situs yang ada seperti Candi Mura Takus di hulu Sungai Kampar Riau dan Prasasti Dapuntha Hiyang yang menyebut Minanga Kamwar (Minanga Kampar, Minanga Kabwa, Minangkabau) sangat memungkinkan bahwa sungai Kampar ini menjadi saksi sejarah perjalanan panjang nenek moyang orang Minang sampai akhirnya memilih lereng Merapi yang indah itu sebagai post perjalanan terakhir dan membentuk koloni disana hingga berkembang biak dan menyebar seperti yang kita saksikan hari ini

Nah sebelum kita memasuki seminar sejarah Minangkabau versi mutakhir nan dicukia2 sanak Zorion Anas ini, tidak ada salah lho, kalau kita2 komunitas Rantaunet ini coba2 saja orat oret ke arah itu

Kan tidak ada yang mengharamkan kalau kita rintis2 saja dulu sejarah versi baru negeri kita, mudah2an awan gelap yang masih menyelubungi Minangkabau bisa dipindahkan oleh pawang dan pawang2 itu yaa kita2 ini bergandengan tangan dengan yang lain seperti Gebu Minang, Pemda, Perguruan Tinggi, LKAAM dan semua kita siapa saja yang ingin berpartisisapi tentunya

Jangan takut salah toh ada kita bersama yang akan mengkatam haluihkan-nya dan tentu saja "Bersama Kita Bisa" baa gak ati?

wasalam
abp58

Dari: Anzori <anz...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sen, 27 September, 2010 16:55:26
Judul: Re: [R@ntau-Net] Sejarah Minangkabau sudah banyak

Datuk Endang

unread,
Sep 27, 2010, 9:02:47 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Sasuai sajo Pak Saaf. Ado sebuah buku Peter Burke (1992) nan alah dialihaksarakan oleh Mestika Zed dan Zulfami (2003), berjudul "Sejarah dan Teori Sosial", Penerbit Obor; rancak jadi pidoman dalam penulisan sejarah. Dijalehkan model dan caro penulisan sejarah dari maso ka maso, mulai sejarah tentang penguaso (Ranke) hinggo dekonstruksi sejarah (Foucault). Nan aratinyo, sejarah kini alah dapek dibuek oleh siapo sajo, indak sajo untuak urang nan bakuaso, tapi juo tentang urang biaso.
Mudah-mudahan ado sumangek bagi sanak-sanak kito untuak manulih catatan-catatan sejarah dan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.
 
Wassalam,
-datuk endang

Marindo Palar

unread,
Sep 27, 2010, 10:17:24 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu;alaikum Nyiak, Mamak, Tuanku, Datuak....

Ambo dikirimkan dek sorang kawan naskah buku  'Kesulthanan Minangkabau Darul Qourar' karya A.L. Dt. Rajo Mangkuto (74 tahun, mantan Walinagari Simarasok, Baso, Agam). Buku ini dalam Proses Penerbitan. Sayangnya naskah tersebut dikirim dalam bentuk pdf ke email ambo, sehingga alun bisa ambo buek kan link internetnyo...maklum gatek....

Berikut ambo cuplik sebagian kecil dari naskah tersebut. 

Tahun 709, Raja Muaro Sabak Lokitawarman telah memeluk agama Islam. Tahun 715, Raja Pusat Pariangan Minangkabau, Indrawarman telah masuk Islam. Sejak itu Islam merembes secara diam-diam dan damai memasuki Luak nan Tigo.  Di abad ke-10 M berdiri kerajaan Islam Pulau Penyengat. Berbarengan dengan itu berdiri kerajaan Islam Fansur yang wilayahya meliputi Tapak Tuan dan Barus. Di abad ke-11 M, jauh di pedalaman di pinggir sungai Barumun  berdiri kerajaan Islam Aru Barumun. Di waktu bersamaan dengan kerajaan Barumun di pedalaman di tepi sungai Kampar berdiri  kerajaan Islam Kuntu. Di abad ke-11 di pantai barat Sumatra berdiri kerajaan Islam Inropuro dan kerajaan Manjuto. Dari pantai Air Bangis sampai Tarusan berada di bawah pengaruh Aceh yang telah Islam.

 

Dari kerajaan Islam itu para pedagang kampher, lada dan emas, memasuki pedalaman Minangkabau. Sambil  berdagang mereka mengajarkan agamanya. Di abad itu raja-raja Pariangan dan Bunga Setangkai serta masyarakatnya  telah menganut Agama Islam. Di abad ke-12 M Islam telah merata dianut rakyat Minangkabau. 

 

Di Nagari Minangkabau, dekat Pagaruyung orang Arab Islam mendapat izin mendirikan satu komplek pergudangan. Dalam kompleks itu didirikan beberapa bangunan gudang untuk menyimpan barang dagangan dan beberapa buah rumah tempat tinggal dan mushala. Untuk pengamanan kompleks itu dipagar kokoh. Pagar kompleks itu dimaksudkan agar dapat mempertahankan diri dari orang orang jahat. Kompleka itu dibinasakan oleh Adityawarman sewaktu dia menduduki Minangkabau ini.

 

Setelah Islam merata di Minangkabau, masyarakat Minangkabau merasakan banyak pertentangan hukum adat dengan sara’  agama Islam. Mereka ingin agar hukum Islam dapat ditegakkan sebagai pengatur hidup. Penguasa  Minangkabau  bertahan dengan cara lama atau yang ada sebelumnya. Mereka takut kekuasaannya akan berkurang dengan ditegakkannya hukum Islam. Terjadilah pertentangan antara pemuka adat dengan pemuka agama Islam. Pemuka agama Islam menyampaikan pendiriannya dengan mengemukakan beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadits agar hukum Allah itu ditegakkan secara utuh


Di waktu tuanya Ananggawarman anak Adityawarman, dia  menjadi seorang muslim yang ta’at. Anak Ananggawarman telah dilahirkan sebagai seorang muslim. Semenjak itu keturunan Adityawarman dilahirkan sebagai seorang muslim dan selanjutnya anak keturunannya.  

 

Upacara moksa menjadi kebiasaan tentara. Selain dari dianggap peribadatan, kebiasaan moksa itu sesuai dengan selera. Selain tentara, penguasa-penguasa kecil menjadi biasa pula dengan moksa ini.  Prihatin atas hal hal  yang demikian, atas inisiatif Pamuncak adat,  Dt Bandaro di Sungai Tarab bersama  Daulat Yang Dipertuan Tuangku Maharajo Sakti  Raja Alam di Pagaruyung yang baru kembali menamatkan pendidikan agamanya di Fansur Barus, pada bulan Sa’ban  tahun 803 H (jatuhnya lebih-kurang bulan Maret  tahun 1403 M) mengundang  seluruh pemuka masyarakat seluruh Minangkabau ke atas Bukit Marapalam. Di atas bukit itu diadakan musyawarah. Hasil musyawarah itu disebut kesepakatan Marapalam. Karena musyawarah itu ditutup dengan sumpah (bai’ah), kesepakatan itu lebih populair disebut  Bai’ah Marapalam atau sumpah Marapalam. Orang kemudian menamakannya  piagam Marapalam atau ‘Marapalam Treaty’. Itulah Anggaran Dasar (UUD) Republik Federasi Minangkabau.

 

Berdasarkan musyawarah SAAM tahun 1911, keputusan Dewan Perumus Anggaran Dasar MTKAAM tahun 1937 menyatakan Kesepakatan Marapalam itu terjadi  tahu 1403 M. Dituangkan dalam anggaran Dasar MTKAAM tersebut.

Pasal 30 AD/ART MTKAAM yang dirumuskan oleh 25 orang penghulu terkemuka Minangkabau, tanggal 25 Agustus 1937 menjelaskan; di Nagari ada kerapatan Niniak Mamak (yang statusnya sebagai asosiasi kepala kaum), bersama dengan Kerapatan Alim Ulama dan Kerapatan Cadiak Pandai merupakan Badan Musyawarah Nagari atau majelis Kerapatan Adat Nagari atau Kerapatan Nagari.

Sebagaimana telah diberlakukan lama, Minangkabau itu dibagi atas Minangkabau inti (al Biththah) dan Minangkabau rantau (Minangkabau az Zawahir). Minangkabau al Biththah meliputi wilayah dataran tiga gunung (tri arga), gunung Singgalang, gunung Merapi dan gunung Sago yang disebut Luak Nan Tigo, Luak Tanah Data, Luak Agam, Luak 50 Koto. Daerah di luar itu disebut Minangkabau rantau (az zawahir). Di Minangkabau inti (Luak Nan Tigo) raja-raja Minangkabau tidak memerintah langsung (tidak memungut pajak), tapi hanya mengatur dan menjaga tidak ada peperangan. Raja Minangkabau memerintah di rantau dengan mengirimkan perwakilan perwakilan.

 

Pemuka Agama Islam menawarkan pemerintahan daulat umat (demokrasi) sistem tigaisme (triumvirat). Minangkabau diperintah oleh tiga orang raja yang terhormat (Rajo Nan Tigo Selo), yaitu Rajo Alam di Pagaruyung, Rajo Ibadat di Sumpurkudus dan Rajo Adat di Buo.  Masing masing raja mempunyai staf dan tenaga ahli. Tugas Rajo nan Tigo Selo ialah menjelaskan dan menyempurnakan keputusan Marapalam. Keputusan Marapalam dengan penyempurnaan dan penjelasannya disebut Undang Adat Minagkabau. Selain itu Rajo nan Tigo Selo menetapkan aturan yang diperlukan dan belum ada dalam Undang Adat Minangkabau.

 

Sesuai dengan rumusan utama dalam Islam yang dilakukan oleh Nabi Besar Muhammad, semua keputusan, kesepakatan, keuangan dan peraturan haruslah ditulis. Usulan ini diterima dengan suara aklamasi. Maka Undang adat Minangkabau ditulis dalam rangkap delapan yang sama.  Tiga dipegang oleh Rajo nan Tigo Selo dan 4 rangkap lagi dipegang oleh Basa Ampek Balai.  Barang siapa yang menginginkannya menyalin dari salah satu yang tujuh itu, disebutkan disalin oleh siapa dan dari Undang Adat yang mana yang disalin. Begitulah buku Undang Adat itu sampai ke nagari-nagari.(*)


a.    Bai’ah Marapalam ini diwariskan kepada anak cucu. Barang siapa yang tidak memakainya akan terkutuk dimakan sumpah biso kawi, ka ateh indak bapucuak, ka bawah indak baurek di tangah digiriak kumbang, akan dapat bencana dari Allah.


Perlu kita ketahui, bahwa;

a)      Di perpustakaan Leiden, Negeri Belanda ada diketemukan catatan yang menyebut Kesepakatan Marapalam.

b)      Di tengah masyarakat berkembang bahwa ada sumpah (bai’ah) Marapalam yang berbunyi ‘adat basandi syara’, syara’ basandi kitab Allah

c)      Tali tigo sapilin yang berasal dari istilah tali yang teguh (urwatil wusqa), adalah pedoman hidup orang Minangkabau.

d)     Tungku tigo sajarangan adalah badan yang membuat kesepakatan di Minangkabau.

e)      Sewaktu Belanda memasuki Minangkabau, sudah ada  peradilan adat yang merujuk kepada agama Islam.

f)       Tulisan Arab dengan aturan sendiri adalah tulisan untuk bahasa Melayu/Minangkabau;

g)      Stempel kerajaan Minangkabau  dalam tulisan Arab sudah ada jauh sebelum Belanda sampai  Minangkabau.

h)      Adanya catatan orang asing tentang Minangkabau yang menyatakan penduduknya ta’at beribadat dan hukumnya merujuk  kepada  hukum Islam, sebelum Belanda menaklukkan Bonjol:

 

Ø  Laporan Groenewegen tentang Minangkabau tahun 1664 M.

Ø  Laporan perjalanan Thomas Diaz ke Buo tahun 1668 M ketika mengunjungi raja Adat.

Ø  Laporan Sir W Marsden dalam bukunya The Story of Sumatra tahun 1783 M.

Ø  Laporan Rafles tentang Minangkabau tahun 1814 M.

Ø  Laporan Nahuis Van Burg tahun 1824 M.

Ø  Perjanjian antara pemuka Minangkabau dengan Belanda pada 10-10-1821 bahwa Belanda akan membantu pemerintah Minangkabau melaksanakan aturan Minangkabau kepada rakyat.

Ø  Perjanjian Masang tahu 1824 M, bahwa Belada tidak akan mencampuri urusan pemerintahan Minangkabau.

Ø  Perjanjian Padang, pada 15-11-1825 M, bahwa Belanda tidak akan memakaikan peradilan-nya untuk pribumi kecuali apabila pribumi membunuh atau mencuri milik Belanda.

Ø  Keputusan Gebernur Jenderal Belada Nomor 310 tanggal 11-10-1833 M.

Ø  Plakat Panjang tanggal 25-10-1833 M.

Ø  Catatan Verklerek Vistorius tahun  1860 M tentang banyaknya jumlah sekolah di Minangkabau yang mempelajari agama Islam dengan pengantar tulisan Arab Melayu.    



Salam,
Marindo Palar


--- Pada Sen, 27/9/10, Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org> menulis:

Dari: Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>

Datuk Endang

unread,
Sep 27, 2010, 11:25:51 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com, minan...@yahoogroups.com, suli...@yahoogroups.com
Babarapo bulan lalu ambo lai basuo dan berdiskusi dengan Dt. Rajo Mangkuto, khususnya masalah tambo. Baliau ado mambarikan 4 buku karangan baliau:
1. Minangkabau Tua
2. Bai'ah Marapalam
3. Perang Tuak di Minangkabau
4. Penanggalan.
Memang nan Kesulthanan Minangkabau Darul Qourar itu indak ado dibarikan. Untuak sumantaro, bahan nan alah baliau tuliskan, dapek melengkapi referensi tambo nan ado; dan relatif baru dengan penulisan modern.
Kutiko ambo tanyo sumber referensi, disabuikkan kalau baliau dulu manarimo dari ayah beliau kumpulan tulisan lamo, namun kini alah hilang. Tamasuak kisah kejadian Marapalam.
Memang ado asumsi, hipotesis, dan sintesis sejarah kami nan kurang basasuaian, namun kami saliang mangharogoi pandangan masiang-masiang.
Untuak Sumpah Satie Marapalam, ambo labiah sanang manggunokan analisis chronotoph (time-space) Bakhtin, alah pernah disampaikan dulu.
Kemudian, kalau ado perubahan langgam, pasti ado perubahan dinasti. Posisi Marapalam manunjuakkan indak ado pengaruh Pagaruyuang maso itu.
Sumantaro demikian.

Armen Zulkarnain

unread,
Sep 27, 2010, 11:44:40 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com, Lies Suryadi, Saafroedin Bahar, Hasril Caniago
Assallamualaikum wr wb.

Angku, mamak, bundo sarato dunsanak sapalanta rantaunet nan ambo hormati.
Mengenai profil Angku Asbir latif Dt Rajo Mangkuto pernah saya lewakan beberapa waktu yang lalu (masih kisaran bulan Agustus - September 2010) berikut kontak person beliau & foto google map rumah beliau di Jl. Puyuh no 6 Air Tawar Padang. Mengapa hal ini saya lakukan? sebab menurut asumsi saya pribadi, tidak banyak kalangan ninik mamak penghulu kaum yang masih hidup saat ini yang pernah menjabat wali nagari diera sebelum pergolakan PRRI 1958 -1960. Mengapa ada keterkaitan antara tatanan adat budaya minangkabau dengan PRRI? Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pasca PRRI banyak masyarakat minang yang pindah (merantau) secara besar-besaran keluar wilayah provinsi Sumatera Tengah. Selain itu pula, banyak hilangnya naskah-naskah lama minangkabau yang hilang diakibatkan banyaknya penjarahan yang dilakukan oleh pasukan Kodam Diponergoro terhadap harta benda masyarakat minang masa itu.
 
Saat ini beliau berusia 76 th (sebaya dengan pak Saaf, pak Mochtar Naim & Inyiak Lako) dan alhamdulillah dalam kondisi yang sehat & masih bersemangat, sebab pada tanggal 10 September 2010 yang lalu saya sempat berdikusi dengan beliau dari jam 18.00 wib hingga 01.30 (7.5 jam) padahal beliau hari itu baru pulang dari Simarosok Baso berkenaan esok akan memulai puasa Ramadhan. 

Tadi sekitar jam 20.00 wib tadi kebetulan beliau menelpon saya & meminta saya untuk singgah ke rumah beliau esok hari. Saya kira ada baiknya besok saya usahakan email beliau bisa mendaftar sebagai member di milis ini. Bagi saya pribadi, orang tua adalah "pustaka hidup" tenpat bertanya, dan saya terkesan dari beberapa orang yang menolak KKM 2010, beliau salah satu yang sangat mungkin diajak berdiskusi "baminang-minang" dibanding orang tua yang lain kurang sepakat dengan KKM 2010. Salah satu ketertarikan saya adalah, sepanjang pengetahuan saya, tidak banyak ninik mamak penghulu kaum yang saat ini mengetahui keberadaan Undang Adat Minangkabau. Saat ini salinan undang adat minangkabau itu ada dibeberapa negara, untuk di Indonesia ada Museum Nasional & saya kira pak Suryadi lebih ahli untuk menjelaskan hal ini. Walaupun tidak seluruh hal yang bisa diambil sebagai hukum adat saat ini, paling tidak sebagian dari isi naskah Undang Adat Minangkabau masih layak untuk diterapkan kembali di nagari-nagari. 

Berikut informasi tambahan mengenai Angku Asbir Latif Dt Mangkuto Rajo
- Salah satu penghulu di nagari Simarosok kec. Baso kab Agam
- Wali Nagari Simarosok Baso 1956-1960 & 2002 - 2007
- Ketua persatuan Wali  Nagari Agam prov Sumatera Tengah 1956 -1960
- pernah menjadi Camat di kecamatan Baso (tahun ??)
- pernah sebagai pengurus Gapensi Sumbar (tahun ??) 
- pernah sebagai dosen IKIP Padang (tahun ??)
- pernah bekerja di Museum Adityawarman (tahun ??)
- pensiun sebagai PNS tahun 1974.
- dll
 
Asbir Latif Rajo Mangkuto

Mengenai naskah buku beliau yang terdiri dari 3 jilid yang berjudul "Kesulthanan Minangkabau Darul Qourar" saya sudah mengusahakan mempertemukan beliau dengan ketua Ikapi Sumbar pak Arfizal Indramaraja yang juga memiliki sebuah penerbitan dengan nama Krista Media yang berdomisili di Bukittinggi. Alhamdulillah beliau-beliau sudah bertemu & sudah ada pembicaraan mengenai penerbitan naskah itu. Semoga buku tersebut bisa segera beredar dipasaran, amin ya Rabbal alamin.

Wasalam 

AZ - 32 th 
Padang



Dari: Marindo Palar <emerd...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sen, 27 September, 2010 21:17:24

Firson Maryutenli

unread,
Sep 27, 2010, 11:47:04 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Ini semacam kepercayaan kepada Dewi Sri (Hindu : Laksmi). Dewi Sri atau Laksmi adalah 'roh' yang ada didalam 'padi' di sawah yang harus kita hormati. Ini bukan pagan tapi kepercayaan hindu, 'harimau jadi jadian' juga bukan pagan tapi berupa kepercayaan hindu bahwa roh orang yang berdosa akan berinkarnasi masuk kedalam badan binatang.

Contoh pagan adalah tinggam, parmayo dan gayuang....

Ragards,
Sutan Firson Maryutenli

2010/9/27 Dasriel Noeha <dasrie...@yahoo.com>
Saya ingin komentar juga.
 
Ini kesaksian saya sendiri, di kampung saya Kandang Ampek, Guguk, Kayutanam.
 
Dulu waktu saya kelas dua dan sampai kelas enam SR, Mak Ayang (kakak neneka saya), selalu mendo'a dan membuat makanan yang diantarkan kebawah pohon beringin di ulakan aie, kira-kira posisinya dikolam Padang Golf Anai sekarang, sekarang dipakai sebagai kolam pemandian dan amai kalau Hari Minggu.
Dulu sumber air sawah datangnya dari sana, karena ada Bukit Kecil dan sebuah pohon beringin besar. Ada mata air dibawah batu besar hitam. kebawah mengalir air itu dan menjadi Batang Tarok, dan Sungai/Banda gadang untuk sumber air peswahan penduduk Kandang Ampek.
 
Setiap musim kesawah, orang tua-tua melakukan mendo'a dan sembahan makanan disitu.
 
Mungkin ini, sisa dari nenek-nenek dulu yang masih Paganisme..
 
Kami dari anak-anak sebaya saya, sembunyi dulu di hutan. Setelah orang tua-tua pulang kami muncul, dan memakan habis, goreng ayam, talue, ajik, katan, nasi kuniang, dan lain-lain.
 
Inilah tradisi nenek kita dulunya..
 
wass

--- Pada Ming, 26/9/10, Bot S Piliang <bots...@yahoo.com> menulis:

Dari: Bot S Piliang <bots...@yahoo.com>
Judul: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
Kepada: rant...@googlegroups.com
Tanggal: Minggu, 26 September, 2010, 11:12 PM
Buya Syaff...
Saya pernah membaca di saah satu buku (saya lupa), berdasarkan penelitian dari menhir yang ada di mahat dimana semua batu-batu tersebut melengkung can condong ke arah Gunung Marapi. Kalau dilihat dari karakter budayanya, kemungkinan dulunya, nenek moyang kita beragama Dinamisme, menyembah Gunung Merapi dan ritualnya mirip dengan ritual orang Bali. Perlu dicatat, ketika saya di bali, ternyata tidak semua ritual orang Bali tersebut merupakan ritual Hindu dari India, namun banyak merupakan pengaruh ritual agama pra Hindu, yang memuja Gunung Agung.
Buktinya, semua pura Hindu di Bali menghadap ke Gunung Agung.


Maaf, hipotesa dangkal saya saja..:)
Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

--- On Sun, 9/26/10, Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org> wrote:

From: Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
Subject: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM
To: "Rantau Net" <rant...@googlegroups.com>
Date: Sunday, September 26, 2010, 11:01 PM

Sanak Firson, topik ini layak kita kaji lebih dalam, dibimbing oleh para ahlinya.
Setahu saya, orang Minangkabau tidak mau menganut agama yg dibawa Adityawarman pd abad ke 14 Masehi, yaitu agama Buddha Tantrayana, yg ritualnya tidak dapat diterima masyarakat krn sangat mengerikan.
Saya sedang mencari-cari keterangan apakah 'agama' asli orang Minangkabau. Menurut Anas Nafis, orang Minangkabau asli menganut animisme dan dinamisme, yg percaya pd setan, jin, kuntilanak, sigulambai dan yg seperti itu.
Jika keterangan ini benar, mungkin Islamlah agama yg pertama dianut orang Minangkabau, walau proses internalisasinya tidak selalu berjalan mulus.
Mohon tambahan dari para sanak yg lebif faham ttg masalah ini.
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

From: Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>
Date: Mon, 27 Sep 2010 09:30:52 +0700
Subject: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

Saya hanya menjelaskan bahwa adat disandarkan kepada konsep ketuhanan, bukan hanya dimasa islam.
Jauh sebelum islam adat juga sudah disandarkan kepada ketuhanan, sesuai dengan agama yang berlaku pada masa tersebut.

FM st. sampono

2010/9/27 Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>
Gak akan ada habisnya kita bicara tentang konsep ketuhanan (tauhid).
Kembalikan saja ke pribadi masing masing.
Kalau Minangkabau sudah jelas (ABS - SBK)

FM. st. sampono

2010/9/26 Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>
2010/9/26 Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>:
> Konsep ketuhanan ini, bukan konsep yang "given", tapi berupa konsep
> "proses", berupa pencarian tentang kebenaran yang mutlak dan tak
> terbantahkan lagi.
>

Hmm, kalau begitu, apakah masyarakat Minangkabau sekarang masih
mencari konsep ketuhanan yang benar?  Saya agak khawatir kalau arahnya
ke sana, Pak.  Ataukah yang dimaksud adalah mencari pemahaman dan
pengamalan yang terbaik dalam rangka konsekuensi iman kepada Allah
Ta'ala?  Kalau yang ini, masih dapat saya amini dengan batasan-batasan
tertentu.

Tentang konsep ketuhanan, setahu saya, keimanan kepada Allah Ta'ala
adalah sesuatu yang sudah tiap jiwa miliki di awal.  Oleh karena itu,
dikatakan bahwa keadaan awal tiap orang adalah fithrah.  Akan tetapi,
keimanan itu dapat bertambah atau berkurang sesuai dengan jalannya
kehidupan tiap orang, sehingga kita jumpai manusia yang bertaqwa,
fasiq, munafiq, atau kafir.

Tentang keadaan awal itu dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala (yang artinya):

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab:
"Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang
demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya
kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan
Tuhan)",

atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami
telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah
anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau
akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat
dahulu?"" (QS. al-A'raaf 7.172-173)


Allahu Ta'ala a'laam.

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

Firson Maryutenli

unread,
Sep 27, 2010, 11:52:53 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Maaf jalur umum saya pakai untuk mengumumkan gelar :

Dear All, hari ini saya ganti gelar menjadi "Sutan Firson Maryutenli", bisa dipanggil sebagai "Sutan Firson" sebagaimana orang minangkabau yang telah menikah, saya juga diberi gelar oleh keluarga kami sebagaimana diatas. Seperti kakek kami dahulunya "Sutan Ibrahim" dan "Sutan Mansyur".


Regards,
Sutan Firson

2010/9/27 Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 27, 2010, 12:13:08 PM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Ambo kurang pas jo umua baliau iko...

Usia sekarang 76 th. Berarti lahir th 1934

Th 1956 udh jadi wali nagari. Berarti pada usia 22 tahun ?

Umumnya wali nagari awak, dek kami disabuik Inyiak Wali usianya cukup senior. Kalau indak 40 an mungkin diateh 35 tahun

Apakah beliau punya kecakapan/keunggulah khusus sehingga bisa jadi wali nagari. Atau indak ado nan layak jadi Inyiak Wali


Tahun 1974 alah pensiun, kok capek bana ?
( Pensiun dini ? )


Mudah2an ado informasi tambahannyo


---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id>
Date: Mon, 27 Sep 2010 23:44:40 +0800 (SGT)
Cc: Lies Suryadi<niad...@yahoo.co.id>; Saafroedin Bahar<saafroed...@rantaunet.org>; Hasril Caniago<hasrilc...@hotmail.com>
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM >> Asbir Latif Dt Rajo Mangkuto >> Undang Adat Alam Minangkabau

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 27, 2010, 12:32:39 PM9/27/10
to Rantau Net
Tarimo kasih, Datuak. Salanjuiknyo kito serahkan ka Tim Penulisan Sejarah Minangkabau tu utk manyusun buku nan langkok, nan bisa jadi rujukan bagi sagalo urang awak.

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


From: Datuk Endang <datuk_...@yahoo.com>
Date: Mon, 27 Sep 2010 06:02:47 -0700 (PDT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM

andiko

unread,
Sep 27, 2010, 3:49:10 PM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Oh sanak Armen jo sanak palanta

Ambo baru takana jo apak ko. Mungkin 2 atau 3 tahun yang lalu baliau pernah ambo undang untuak sebuah acara di hotel ibis Slipi. Sebagai rangkaian dari acara itu, kami pai ba audiensi ka komisi III DPRRI membicarakan posisi ulayat masyarakat adat di Hutan Negara bersama perwakilan masyarakat adat nan lain dari 6 propinsi lain di Indonesia. Tapi karena indak ado ukatu cukuik, yo kurang tagali curito dari apak ko. Ambo ingek, baliau sempat kurang sehat ukatu itu, sahinggo kami pai pulo ka rumah sakik Pelni untuak mamaresokan kesehatan beliau.

Salam

Andiko Sutan Mancayo

----- Original Message -----
From: "Armen Zulkarnain" <emenes...@yahoo.co.id>
To: rant...@googlegroups.com
Cc: "Lies Suryadi" <niad...@yahoo.co.id>, "Saafroedin Bahar" <saafroed...@rantaunet.org>, "Hasril Caniago" <hasrilc...@hotmail.com>
Sent: Monday, September 27, 2010 10:44:40 PM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM >> Asbir Latif Dt Rajo Mangkuto >> Undang Adat Alam Minangkabau

Assallamualaikum wr wb.


Wasalam

AZ - 32 th

Padang


Dari: Marindo Palar <emerd...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sen, 27 September, 2010 21:17:24
Judul: Re: [R@ntau-Net] Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM


Assalamu;alaikum Nyiak, Mamak, Tuanku, Datuak....

Ambo dikirimkan dek sorang kawan naskah buku 'Kesulthanan Minangkabau Darul Qourar' karya A.L. Dt. Rajo Mangkuto (74 tahun, mantan Walinagari Simarasok, Baso, Agam). Buku ini dalam Proses Penerbitan. Sayangnya naskah tersebut dikirim dalam bentuk pdf ke email ambo, sehingga alun bisa ambo buek kan link internetnyo...maklum gatek....

Berikut ambo cuplik sebagian kecil dari naskah tersebut.


Tahun 709, Raja Muaro Sabak Lokitawarman telah memeluk agama Islam. Tahun 715, Raja Pusat Pariangan Minangkabau, Indrawarman telah masuk Islam. Sejak itu Islam merembes secara diam-diam dan damai memasuki Luak nan Tigo. Di abad ke-10 M berdiri kerajaan Islam Pulau Penyengat. Berbarengan dengan itu berdiri kerajaan Islam Fansur yang wilayahya meliputi Tapak Tuan dan Barus. Di abad ke-11 M, jauh di pedalaman di pinggir sungai Barumun berdiri kerajaan Islam Aru Barumun. Di waktu bersamaan dengan kerajaan Barumun di pedalaman di tepi sungai Kampar berdiri kerajaan Islam Kuntu. Di abad ke-11 di pantai barat Sumatra berdiri kerajaan Islam Inropuro dan kerajaan Manjuto. Dari pantai Air Bangis sampai Tarusan berada di bawah pengaruh Aceh yang telah Islam.

Dari kerajaan Islam itu para pedagang kampher, lada dan emas, memasuki pedalaman Minangkabau. Sambil berdagang mereka mengajarkan agamanya. Di abad itu raja-raja Pariangan dan Bunga Setangkai serta masyarakatnya telah menganut Agama Islam. Di abad ke - 12 M Islam telah merata dianut rakyat Minangkabau.

Di Nagari Minangkabau, dekat Pagaruyung orang Arab Islam mendapat izin mendirikan satu komplek pergudangan. Dalam kompleks itu didirikan beberapa bangunan gudang untuk menyimpan barang dagangan dan beberapa buah rumah tempat tinggal dan mushala. Untuk pengamanan kompleks itu dipagar kokoh. Pagar kompleks itu dimaksudkan agar dapat mempertahankan diri dari orang orang jahat. Kompleka itu dibinasakan oleh Adityawarman sewaktu dia menduduki Minangkabau ini.

Setelah Islam merata di Minangkabau, masyarakat Minangkabau merasakan banyak pertentangan hukum adat dengan sara’ agama Islam. Mereka ingin agar hukum Islam dapat ditegakkan sebagai pengatur hidup. Penguasa Minangkabau bertahan dengan cara lama atau yang ada sebelumnya. Mereka takut kekuasaannya akan berkurang dengan ditegakkannya hukum Islam. Terjadilah pertentangan antara pemuka adat dengan pemuka agama Islam. Pemuka agama Islam menyampaikan pendiriannya dengan mengemukakan beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadits agar hukum Allah itu ditegakkan secara utuh

Di waktu tuanya Ananggawarman anak Adityawarman, dia menjadi seorang muslim yang ta’at. Anak Ananggawarman telah dilahirkan sebagai seorang muslim. Semenjak itu keturunan Adityawarman dilahirkan sebagai seorang muslim dan selanjutnya anak keturunannya.

Upacara moksa menjadi kebiasaan tentara. Selain dari dianggap peribadatan, kebiasaan moksa itu sesuai dengan selera. Selain tentara, penguasa-penguasa kecil menjadi biasa pula dengan moksa ini. Prihatin atas hal hal yang demikian, atas inisiatif Pamuncak adat, Dt Bandaro di Sungai Tarab bersama Daulat Yang Dipertuan Tuangku Maharajo Sakti Raja Alam di Pagaruyung yang baru kembali menamatkan pendidikan agamanya di Fansur Barus, pada bulan Sa’ban tahun 803 H (jatuhnya lebih-kurang bulan Maret tahun 1403 M) mengundang seluruh pemuka masyarakat seluruh Minangkabau ke atas Bukit Marapalam. Di atas bukit itu diadakan musyawarah. Hasil musyawarah itu disebut kesepakatan Marapalam. Karena musyawarah itu ditutup dengan sumpah (bai’ah), kesepakatan itu lebih populair disebut Bai’ah Marapalam atau sumpah Marapalam. Orang kemudian menamakannya piagam Marapalam atau ‘Marapalam Treaty’. Itulah Anggaran Dasar (UUD) Republik Federasi Minangkabau.

Berdasarkan musyawarah SAAM tahun 1911, keputusan Dewan Perumus Anggaran Dasar MTKAAM tahun 1937 menyatakan Kesepakatan Marapalam itu terjadi tahu 1403 M. Dituangkan dalam anggaran Dasar MTKAAM tersebut.


P a s a l 30 AD/ART MTKAAM yang dirumuskan oleh 25 orang penghulu terkemuka Minangkabau, tanggal 25 Agustus 1937 menjelaskan ; di Nagari ada kerapatan Niniak Mamak (yang statusnya sebagai asosiasi kepala kaum), bersama dengan Kerapatan Alim Ulama dan Kerapatan Cadiak Pandai merupakan Badan Musyawarah Nagari atau majelis Kerapatan Adat Nagari atau Kerapatan Nagari.

Sebagaimana telah diberlakukan lama, Minangkabau itu dibagi atas Minangkabau inti (al Biththah) dan Minangkabau rantau (Minangkabau az Zawahir). Minangkabau al Biththah meliputi wilayah dataran tiga gunung (tri arga), gunung Singgalang, gunung Merapi dan gunung Sago yang disebut Luak Nan Tigo, Luak Tanah Data, Luak Agam, Luak 50 Koto. Daerah di luar itu disebut Minangkabau rantau (az zawahir). Di Minangkabau inti (Luak Nan Tigo) raja-raja Minangkabau tidak memerintah langsung (tidak memungut pajak), tapi hanya mengatur dan menjaga tidak ada peperangan. Raja Minangkabau memerintah di rantau dengan mengirimkan perwakilan perwakilan.

Pemuka Agama Islam menawarkan pemerintahan daulat umat (demokrasi) sistem tigaisme (triumvirat). Minangkabau diperintah oleh tiga orang raja yang terhormat ( Rajo Nan Tigo Selo ), yaitu Rajo Alam di Pagaruyung, Rajo Ibadat di Sumpurkudus dan Rajo Adat di Buo. Masing masing raja mempunyai staf dan tenaga ahli. Tugas Rajo nan Tigo Selo ialah menjelaskan dan menyempurnakan keputusan Marapalam. Keputusan Marapalam dengan penyempurnaan dan penjelasannya disebut Undang Adat Minagkabau . Selain itu Rajo nan Tigo Selo menetapkan aturan yang diperlukan dan belum ada dalam Undang Adat Minangkabau.

Sesuai dengan rumusan utama dalam Islam yang dilakukan oleh Nabi Besar Muhammad, semua keputusan, kesepakatan, keuangan dan peraturan haruslah ditulis . Usulan ini diterima dengan suara aklamasi. Maka Undang adat Minangkabau ditulis dalam rangkap delapan yang sama. Tiga dipegang oleh Rajo nan Tigo Selo dan 4 rangkap lagi dipegang oleh Basa Ampek Balai. Barang siapa yang menginginkannya menyalin dari salah satu yang tujuh itu, disebutkan disalin oleh siapa dan dari Undang Adat yang mana yang disalin. Begitulah buku Undang Adat itu sampai ke nagari-nagari.(*)


a. Bai’ah Marapalam ini diwariskan kepada anak cucu. Barang siapa yang tidak memakainya akan terkutuk dimakan sumpah biso kawi, ka ateh indak bapucuak, ka bawah indak baurek di tangah digiriak kumbang, akan dapat bencana dari Allah .


Perlu kita ketahui, bahwa;

a) Di perpustakaan Leiden , Negeri Belanda ada diketemukan catat a n yang menyebut Kesepakatan Marapalam.

b) Di tengah masyarakat berkembang bahwa ada sumpa h (bai’ah) Marapalam yang berbunyi ‘a dat basandi syara’ , syara’ basandi kitab Allah ’

c) Tali tigo sapilin yang berasal dari istilah tali yang teguh (urwatil wusqa), adalah pedoman hidup orang Minangkabau.

d) Tungku tigo sajarang a n adalah badan yang membuat kesepakatan di Minangkabau.

e) Sewaktu Belanda memasuki Minangkabau, sudah ada peradilan adat yang merujuk kepada agama Islam.

f) Tulisan Arab de n gan aturan sendiri adalah tulisan untuk bahasa Melayu/Minangkabau;

g) Stempel kerajaan Minangkabau dalam tulisan Arab sudah ada jauh sebelum Belanda sampai Minangkabau.

h) Adanya catatan orang asing tentang Minangkabau yang menyatakan penduduknya ta’at beribadat dan hukumnya merujuk kepada hukum Islam, sebelum Belanda menaklukkan Bonjol:

Ø Laporan Groenewegen tentang Minangkabau t a h un 1664 M.

Ø Laporan perjalanan Thomas Diaz ke Buo tahun 1668 M ketika mengunjungi raja Adat.

Ø Laporan Sir W Marsden dalam buku n ya ‘ The Story of Sumatra ’ t ahun 1783 M.

Ø Laporan Rafles tentang Minangkabau tahun 1814 M.

Ø Laporan Nahuis Van Burg tahun 1824 M.

Ø Perjanjian antara pemuka Minangkabau dengan Belanda pada 10 - 10 - 1821 bahwa Belanda akan membantu pemerintah Minangkabau melaksan a kan aturan Minangkabau kepada rakyat.

Ø Perjanjian Masang tahu 1824 M, bahwa Belada tidak akan mencampuri urusa n pemerintahan Minangkabau.

Ø Perjanjian Padang, pada 15 - 11 - 1825 M, bahwa Belanda tidak akan memakaikan p eradila n- nya untuk pribumi kecuali apabila pribumi membu n uh atau mencuri milik Belanda.

Ø Keputusan Gebernur Jenderal Belada N o mor 310 t an g ga l 11 - 10 - 1833 M.

Ø Plakat Panjang tanggal 25 - 10 - 1833 M.

Ø Catat a n Verklerek Vistorius tahun 1860 M tentang banyaknya jumlah sekolah di Mina n gkabau yang mempelajari agama Islam dengan pengantar tulisan Arab Melayu.

Salam,
Marindo Palar

--- Pada Sen, 27/9/10, Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org> menulis:

Dari: Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
Judul: Re: [R@ntau-Net] Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM
Kepada: "Rantau Net" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "Herwandi WENDY" <psh_...@yahoo.com>
Tanggal: Senin, 27 September, 2010, 7:28 PM


Datuak, iko kurun sejarah nan paralu disigi dek pakar-pakar sejarah kito, dan hasilnyo dimasuakkan ka buku Sejarah Minangkabau versi terbaru. Jan sampai ragu bakapanjangan juo kito.
Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

From: Datuk Endang <datuk_...@yahoo.com>

Wassalam,
-datuk endang


1. Adityawarman (1339-1376)

2. Ananggawarman (1376)


Salam,
Marindo Palar

--

Armen Zulkarnain

unread,
Sep 27, 2010, 12:52:02 PM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Pak Taufiq Rasjid nan ambo hormati, semoga besok saya bisa bertemu dengan pak Asbir Latif Dt Rajo Mangkuto di rumah beliau. Selama bulan Ramadhan pak Asbir kerap mengundang saya ke rumah beliau, berhubung beliau ingin kembali berdiskusi dengan saya sekalian belajar sedikit bagaimana menggunakan media internet. Saya sendiri  bersyukur bisa mengenal & berdiskusi dengan beliau, mengingat salah satu interes yang saya minati adalah topik adat budaya minangkabau. 

Namun dikeranakan bulan Ramadhan, dan saya bersama istri saat ini mengasuh sepasang anak yang kami yang masih balita (3.5 thn & 1.5 thn) sambil tetap berusaha mencari nafkah dengan mengelola toko kecil sebagai sumber nafkah keluarga kami sehingga belum bisa betemu dengan pak Asbir Latif disela-sela kesibukan membantu panitia KKM 2010.
 
Ada baiknya apabila pak Asbir Latif sendiri yang menguraikan riwayat hidup beliau, sehingga dapat diperoleh informasi yang lebih jelas tentang itu, semoga dipahami, amin ya Rabbal alamin.

wasalam

AZ - 32 th 
padang



Dari: "taufiq...@rantaunet.org" <taufiq...@rantaunet.org>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sen, 27 September, 2010 23:13:08
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM >> Asbir Latif Dt RajoMangkuto >> Undang Adat Alam Minangkabau

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 27, 2010, 9:12:31 PM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Sutan Firson n sanak palan ta.
Kalau mancaliak,urutan ga la Sutan Firson,masih ado bau Piamanyo.
Baa mangko baitu,di Piam an apo namonyo Piaman laweh atau Piaman takapik,gala ayah awak(bukan gala kaum) jatuah secaro otomatis ka anak kan duangnyo nn baru manikah.
Gala ayah awak tu baasa pulo dari ayahnyo(kakek) sampai garih keatas.
Kok ado 'bau' Piamannyo Sutan,dimaa asa kampuang n apo suku Sutan.
Ikolah senek info nn lah sa mo2 diketahui dari Jo Buyuang sekedar pencerahan je.
JB.Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,71thn,sk Malayu Mandailing(bukan Batak),rang Piaman juo,Bonjer Jakbar.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com>
Date: Mon, 27 Sep 2010 22:52:53 +0700

rony

unread,
Sep 27, 2010, 9:36:38 PM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Batanyo ciek Mamak Sutan Firson bin Sutan Ibrahim bin Sutan Mansyur

 

Baa kok baganti pulo gala mamak tu? Bisa lo gala kito diganti2 surang tu? Kalau dak salah kapatang gala Mamak Sutan Firson adolah Sutan Sampono kan…?

Baa lo curitonyo tu kok gala2 (sebagian) ughang Piaman tu dak maikuik adaik Matrilineal tu?  Pangaruah darimano tu?

Bukannyo gala tu diturunkan dari mamak ka kamanakan?

 

Wassalam

Malin Marajo bin Rajo Panghulu, kamanakan Tandilangik

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Firson Maryutenli
Sent: Monday, September 27, 2010 10:53 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [R@ntau-Net] Gubernur Sumbar Menolak KKM

 

Maaf jalur umum saya pakai untuk mengumumkan gelar :

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 27, 2010, 10:26:44 PM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Kanakan Rony n sanak pa kanta.
"Bukannya gala itu diturun kan dari mamak ka kamana kan",kecek Rony.
Ado bedo senek antaro alur gala di darek jo di rantau Piaman.
Di Piaman,dibedokan anta ro gala kaum(suku) jo gala da ri ayah kadung(pengaruh Islam) spt gala Sidi,Sutan n Ba gindo.Gala2 tu malakek diseti ap anak laki2 di Piaman nn lah manikah(babini) nn jaleh asa usua katurunan ortu nyo.Kalau ndak jaleh asa muasa katuru nan ortu nyo,anak laki2 nn ba ru manikah tu,tidak mendapat gala apo2 dari ayahnyo alias bagala 'uwo'.
Dulu,bara bana kayo nyo urang nn bagala 'uwo' ko dikampuang Piaman,indak mu dah untuak manikah.Gala ayah sangat manantukan laku ndak lakunyo 'si bujang di Piaman'.

Soal gala kaum,ndak babe do jo didarek.Dari mamak lang suang ka kamanakan kanduag(bagi nn menganut ajaran Dt Katumanggungn-patah tumbu ah-),lain jo ajaran Dt Perpatih Nn Sabatang-hilang baganti- aratinyo gala kaum nn disan dang mamak ndak otomatis akan disandang oleh kamana kan kandung-mambusek dari bumi via musyawarah kaum-

Baitu lah senek dari Mak Bu yuang sekadar info je bagi ka nakan Rony n sanak palanta. Akan sangat dihargoi sekali ka lau ado informasi lain dari sanak palants soal gala mang gala ko di Piaman.Makasih.

JB.Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,71thn,sk Malayu Mandailing(bukan Ba tak),Bonjer,urang Piaman nn ba imigrasi dari Sari Lamak, Pikumbuah,ka pasisia.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: "rony" <ro...@pthidroflex.com>
Date: Tue, 28 Sep 2010 08:36:38 +0700
Subject: [R@ntau-Net] Sutan Firson Patrilineal??

--
It is loading more messages.
0 new messages