Re: [R@ntau-Net] SIAPA BILANG TIKU JALAN DI TEMPAT

42 views
Skip to first unread message

Men Armedi Edi Koto

unread,
Jun 10, 2013, 10:00:58 AM6/10/13
to rant...@googlegroups.com

SIAPA BILANG TIKU JALAN DI TEMPAT.

Oleh: Monisfar, S.Sos

Pantai Tiku yang terletak di Kecamatan Tanjung Mutiara, menyempurnakan keelokan dan kekayaan alam Kabupaten Agam. Keindahan  alam dan budayanya menjadikan  potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding kecamatan lainnya.

Sebagai kawasan pesisir sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan, yang didukung  sektorpertanian dan perkebunan. Juga terdapat kawasan konservasi penyu dan terumbu karang.

Kebijakan pembangunan daerah yang tertuang di dalam Peraturan Daerah tentang  Tata Ruang Kabupaten  dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten menempatkan  Kecamatan Tanjung Mutiara sebagai salah satu kawasan strategis Pesisir Tiku, yang direncanakan sebagai sentra perikanan laut dan dan pengolahan ikan, kawasan wisata  Bahari dan  hinterland kawasan minapolitan. Untuk itu pembangunan sarana prasarana diprioritaskan untuk mendukung   pengembangan kawasan wisata   dan  kawasan minapolitan, disamping pemenuhan sarana prasarana pelayanan dasar lainnya.

Dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 telah direalisasikan anggaran pembangunan fisik sebesar Rp. 39,5 M  ( tahun 2010 : Rp. 4,7 M, tahun 2011 : Rp. 2,95 M, tahun 2012 : Rp. 20,22 M dan tahun 2013 : Rp. 11,7 M)  yang terbagi ke dalam 12 bidang pembangunan.

Sebagai sentra produksi perikanan tangkap, telah dibangun pelabuhan perikanan, pabrik es, dan pengadaan sarana prasarana penangkapan ikan kapal, jaring gilneet, box fish dan lainnya. Total produksi perikanan tangkap pada tahun 2010 mencapai 6.325 ton, dan 6.157 ton oada tahun 2011.

Pantai Tiku adalah sebuah objek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan.Garis pantai sepanjang 36 km dengan pasir putih, nyiur melambai, dan cemara laut yang menawan.Saat ini, sudah ada objek wisata pantai Bandar Mutiara  dan Pasia Tiku.

Sebagai objek wisata, dengan pasia maelonya, dan kreatifitas nelayan serta sunset yang sangat indah dengan pemandangan 2 buah pulau, Pulau Tangah dan Pulau Ujung yang merupakan daerah konservasi penyu dan terumbu karang. Objek tersebut sudah diminati wisatawan,namun masih perlu pengembangan sarana dan prasarana. Disamping keindahannya juga terkandung sejarah Banda dan Kualo, yang terkenal di zaman tempo dulu, sekaligus Kuliner Gulai Kapalo Lauak.

Pembangunan sarana prasarana yang sudah dilaksanakan diantaranya peningkatan jalan Objek Wisata Bandar Mutiara, rehabilitasi Objek Wisata Bandar Mutiara, dan penanaman cemara laut 1.000 batang.

Untuk pengembangan kepariwisataan di Pantai Tiku agar menjadi objek wisata andalan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, baik oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Nagari, dan masyarakat. Di antaranya adalah penyediaan tempat parkir yang nyaman dan aman, serta pengelolaan yang baik, tarif parkir yang ditetapkan sesuai peraturan; penyediaan sarana MCK, mushalla dengan sumber air bersih; dan pengelolaan kebersihan areal objek wisata.

Kemudian pembangunan/pemeliharaan sarana lainnya seperti jalan, pentas, dan sarana bermain; pengadaan penunjuk jalan evakuasi; penataan pedagang, termasuk harga makanan dan minuman.

Untuk menyemarakan objek wisata tersebut perlu didukung pergelaran even-even budaya atau olah raga secara berkala, diiringi dengan promosi yang intensif. Pagelaran iven seperti volley pantai, vestival layang-layang, dan Kesenian tradisi diyakini mampu menghidupkan suasana, dan menjadi daya tarik pengunjung.

Kemudian juga diperlukan membangun sikap sadar wisata kepada kelompok-kelompok masyarakat sekitar objek wisata.

 

Di kawasan Pesisir Tiku juga terdapat dua buah pulau yaitu Pulau Tangah dan Pulau Ujung yang dijadikan sebagai kawasan konservasi penyu dan terumbu karang. Saat ini sering digunakan sebagai shelter oleh nelayan ketika cuaca buruk. Untuk menjaga kelestarian peranan kelompok masyarakat sebagai yang terkait langsung dengan pengawasan harus ditingkatkan dan didukung oleh Pemerintah Daerah.

 

Namun sebagai suatu kawasan di pesisir Pulau Sumatera, dengan tipikal ombak yang besar dan berada di daerah yang rawan bencana, seperti thsunami, maka perlu dipersiapkan masyarakat yang siaga bencana. Untuk itu telah ada Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan  Kelompok Siaga Bencana Sekolah (KSBS), pembangunan pemecah ombak dan reklamasi pantai.

 

Jadi,sangat keliru bila masih ada yang berpendapat Tiku jalan di tempat. Sudah banyak kemajuan diraih Rang Tiku, Kecamatan Tanjung Raya,baik pembangunan pisik, ekonomi, kemajuan pola pikir, dan cara bertindak yang sudah mulai bergeser ke arah positif. (Penulis adalah Kabag Humas Setda Agam)



Pada 10 Juni 2013 01.34, Men Armedi Edi Koto <arme...@gmail.com> menulis:


Oleh: Monisfar, S.Sos

Pantai Tiku yang terletak di Kecamatan Tanjung Mutiara, menyempurnakan keelokan dan kekayaan alam Kabupaten Agam. Keindahan  alam dan budayanya menjadikan  potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding kecamatan lainnya.

Sebagai kawasan pesisir sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan, yang didukung  sektorpertanian dan perkebunan. Juga terdapat kawasan konservasi penyu dan terumbu karang.

Kebijakan pembangunan daerah yang tertuang di dalam Peraturan Daerah tentang  Tata Ruang Kabupaten  dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten menempatkan  Kecamatan Tanjung Mutiara sebagai salah satu kawasan strategis Pesisir Tiku, yang direncanakan sebagai sentra perikanan laut dan dan pengolahan ikan, kawasan wisata  Bahari dan  hinterland kawasan minapolitan. Untuk itu pembangunan sarana prasarana diprioritaskan untuk mendukung   pengembangan kawasan wisata   dan  kawasan minapolitan, disamping pemenuhan sarana prasarana pelayanan dasar lainnya.

Dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 telah direalisasikan anggaran pembangunan fisik sebesar Rp. 39,5 M  ( tahun 2010 : Rp. 4,7 M, tahun 2011 : Rp. 2,95 M, tahun 2012 : Rp. 20,22 M dan tahun 2013 : Rp. 11,7 M)  yang terbagi ke dalam 12 bidang pembangunan.

Sebagai sentra produksi perikanan tangkap, telah dibangun pelabuhan perikanan, pabrik es, dan pengadaan sarana prasarana penangkapan ikan kapal, jaring gilneet, box fish dan lainnya. Total produksi perikanan tangkap pada tahun 2010 mencapai 6.325 ton, dan 6.157 ton oada tahun 2011.

Pantai Tiku adalah sebuah objek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan.Garis pantai sepanjang 36 km dengan pasir putih, nyiur melambai, dan cemara laut yang menawan.Saat ini, sudah ada objek wisata pantai Bandar Mutiara  dan Pasia Tiku.

Sebagai objek wisata, dengan pasia maelonya, dan kreatifitas nelayan serta sunset yang sangat indah dengan pemandangan 2 buah pulau, Pulau Tangah dan Pulau Ujung yang merupakan daerah konservasi penyu dan terumbu karang. Objek tersebut sudah diminati wisatawan,namun masih perlu pengembangan sarana dan prasarana. Disamping keindahannya juga terkandung sejarah Banda dan Kualo, yang terkenal di zaman tempo dulu, sekaligus Kuliner Gulai Kapalo Lauak.

Pembangunan sarana prasarana yang sudah dilaksanakan diantaranya peningkatan jalan Objek Wisata Bandar Mutiara, rehabilitasi Objek Wisata Bandar Mutiara, dan penanaman cemara laut 1.000 batang.

Untuk pengembangan kepariwisataan di Pantai Tiku agar menjadi objek wisata andalan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, baik oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Nagari, dan masyarakat. Di antaranya adalah penyediaan tempat parkir yang nyaman dan aman, serta pengelolaan yang baik, tarif parkir yang ditetapkan sesuai peraturan; penyediaan sarana MCK, mushalla dengan sumber air bersih; dan pengelolaan kebersihan areal objek wisata.

Kemudian pembangunan/pemeliharaan sarana lainnya seperti jalan, pentas, dan sarana bermain; pengadaan penunjuk jalan evakuasi; penataan pedagang, termasuk harga makanan dan minuman.

Untuk menyemarakan objek wisata tersebut perlu didukung pergelaran even-even budaya atau olah raga secara berkala, diiringi dengan promosi yang intensif. Pagelaran iven seperti volley pantai, vestival layang-layang, dan Kesenian tradisi diyakini mampu menghidupkan suasana, dan menjadi daya tarik pengunjung.

Kemudian juga diperlukan membangun sikap sadar wisata kepada kelompok-kelompok masyarakat sekitar objek wisata.

 

Di kawasan Pesisir Tiku juga terdapat dua buah pulau yaitu Pulau Tangah dan Pulau Ujung yang dijadikan sebagai kawasan konservasi penyu dan terumbu karang. Saat ini sering digunakan sebagai shelter oleh nelayan ketika cuaca buruk. Untuk menjaga kelestarian peranan kelompok masyarakat sebagai yang terkait langsung dengan pengawasan harus ditingkatkan dan didukung oleh Pemerintah Daerah.

 

Namun sebagai suatu kawasan di pesisir Pulau Sumatera, dengan tipikal ombak yang besar dan berada di daerah yang rawan bencana, seperti thsunami, maka perlu dipersiapkan masyarakat yang siaga bencana. Untuk itu telah ada Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan  Kelompok Siaga Bencana Sekolah (KSBS), pembangunan pemecah ombak dan reklamasi pantai.

 

Jadi,sangat keliru bila masih ada yang berpendapat Tiku jalan di tempat. Sudah banyak kemajuan diraih Rang Tiku, Kecamatan Tanjung Raya,baik pembangunan pisik, ekonomi, kemajuan pola pikir, dan cara bertindak yang sudah mulai bergeser ke arah positif. (Penulis adalah Kabag Humas Setda Agam)

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

Men Armedi Edi Koto

unread,
Jun 10, 2013, 12:17:31 PM6/10/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Oleh: Monisfar, S.Sos

Pantai Tiku yang terletak di Kecamatan Tanjung Mutiara, menyempurnakan keelokan dan kekayaan alam Kabupaten Agam. Keindahan  alam dan budayanya menjadikan  potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding kecamatan lainnya.

Sebagai kawasan pesisir sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan, yang didukung  sektor pertanian dan perkebunan. Juga terdapat kawasan konservasi penyu dan terumbu karang.


Kebijakan pembangunan daerah yang tertuang di dalam Peraturan Daerah tentang  Tata Ruang Kabupaten  dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten menempatkan  Kecamatan Tanjung Mutiara sebagai salah satu kawasan strategis Pesisir Tiku, yang direncanakan sebagai sentra perikanan laut dan dan pengolahan ikan, kawasan wisata  Bahari dan  hinterland kawasan minapolitan. Untuk itu pembangunan sarana prasarana diprioritaskan untuk mendukung   pengembangan kawasan wisata   dan  kawasan minapolitan, disamping pemenuhan sarana prasarana pelayanan dasar lainnya.

Dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 telah direalisasikan anggaran pembangunan fisik sebesar Rp. 39,5 M  ( tahun 2010 : Rp. 4,7 M, tahun 2011 : Rp. 2,95 M, tahun 2012 : Rp. 20,22 M dan tahun 2013 :  Rp. 11,7 M)  yang terbagi ke dalam 12 bidang pembangunan.

Sebagai sentra produksi perikanan tangkap, telah dibangun pelabuhan perikanan, pabrik es, dan pengadaan sarana prasarana penangkapan ikan kapal, jaring gilneet, box fish dan lainnya. Total produksi perikanan tangkap pada tahun 2010 mencapai 6.325 ton, dan 6.157 ton oada tahun 2011.

Pantai Tiku adalah sebuah objek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan.Garis pantai sepanjang 36 km dengan pasir putih, nyiur melambai, dan cemara laut yang menawan.Saat ini, sudah ada objek wisata pantai Bandar Mutiara  dan Pasia Tiku.

Sebagai objek wisata, dengan pasia maelonya, dan kreatifitas nelayan serta sunset yang sangat indah dengan pemandangan 2 buah pulau, Pulau Tangah dan Pulau Ujung yang merupakan daerah konservasi penyu dan terumbu karang. Objek tersebut sudah diminati wisatawan,namun masih perlu pengembangan sarana dan prasarana. Disamping keindahannya juga terkandung sejarah Banda dan Kualo, yang terkenal di zaman tempo dulu, sekaligus Kuliner Gulai Kapalo Lauak.

Pembangunan sarana prasarana yang sudah dilaksanakan diantaranya peningkatan jalan Objek Wisata Bandar Mutiara, rehabilitasi Objek Wisata Bandar Mutiara, dan penanaman cemara laut 1.000 batang.

Untuk pengembangan kepariwisataan di Pantai Tiku agar menjadi objek wisata andalan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, baik oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Nagari, dan masyarakat. Di antaranya adalah penyediaan tempat parkir yang nyaman dan aman, serta pengelolaan yang baik, tarif parkir yang ditetapkan sesuai peraturan; penyediaan sarana MCK, mushalla dengan sumber air bersih; dan pengelolaan kebersihan areal objek wisata.

Kemudian pembangunan/pemeliharaan sarana lainnya seperti jalan, pentas, dan sarana bermain; pengadaan penunjuk jalan evakuasi; penataan pedagang, termasuk harga makanan dan minuman.

Untuk menyemarakan objek wisata tersebut perlu didukung pergelaran even-even budaya atau olah raga secara berkala, diiringi dengan promosi yang intensif. Pagelaran iven seperti volley pantai, vestival layang-layang, dan Kesenian tradisi diyakini mampu menghidupkan suasana, dan menjadi daya tarik pengunjung.

Kemudian juga diperlukan membangun sikap sadar wisata kepada kelompok-kelompok masyarakat sekitar objek wisata.

 

Di kawasan Pesisir Tiku juga terdapat dua buah pulau yaitu Pulau Tangah dan Pulau Ujung yang dijadikan sebagai kawasan konservasi penyu dan terumbu karang. Saat ini sering digunakan sebagai shelter oleh nelayan ketika cuaca buruk. Untuk menjaga kelestarian peranan kelompok masyarakat sebagai yang terkait langsung dengan pengawasan harus ditingkatkan dan didukung oleh Pemerintah Daerah.

 

Namun sebagai suatu kawasan di pesisir Pulau Sumatera, dengan tipikal ombak yang besar dan berada di daerah yang rawan bencana, seperti thsunami, maka perlu dipersiapkan masyarakat yang siaga bencana. Untuk itu telah ada Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan  Kelompok Siaga Bencana Sekolah (KSBS), pembangunan pemecah ombak dan reklamasi pantai.

 

Jadi,sangat keliru bila masih ada yang berpendapat Tiku jalan di tempat. Sudah banyak kemajuan diraih Rang Tiku, Kecamatan Tanjung Raya,baik pembangunan pisik, ekonomi, kemajuan pola pikir, dan cara bertindak yang sudah mulai bergeser ke arah positif. (Penulis adalah Kabag Humas Setda Agam)
1

Arfi Bambani

unread,
Jun 10, 2013, 11:48:51 PM6/10/13
to rant...@googlegroups.com

Kalo buliah ambo tahu, itu RPJM tahu bara yo? Apo masih RPJM yang meletakkan "pusat pertumbuhan Agam" tu di Agam Tuo jo Lubuk Basung nan tun? Pusat pertumbuhan yang mambuek Kota Bukittinggi samakin dipakayo Agam.

Kok ambo dak ado baco soal kemajuan infrastruktur di Tiku V Jorong? Sakolah ka runtuah di Subang-subang, kalau hujan jalan baluluak harus baelo jo tali oto tu, masih dipadiakan sajo? (apo paralu ambo lampirkan foto di siko?) Alah dibangun jambatan beton panghubung sado alah jorong di Tiku V Jorong tu? Alah ado guru SD yang menetap di Labuhan atau Subang-subang?

Trus, soal gulai kapalo lauak, apo yang telah dibuek Pemda ko salain mamasak ribuan gulai kapalo lauaak untuk rekor MURI tu? Los lambuang di Pasa Tiku alah bakamehan, agak representatif saketek, standar higienis gai? Kadai Tek Icah di tapi muaro yang jadi langganan Bupati nan lamo, mode itu e nyeh, lapuak bantuak ka runtuah.

Ciek lai, jan lupo, Pak Bupati Indra Catri ko manang di Tiku ko. Semoga jadi pangingek beliau tu, pembangunan "Agam icak-icak" ko jan dilupokan. Kok maju Tiku ko, tapiliah we'e baliak tu mah. Bangga pulo kami setek masuak Agam ko.

Salam,

Arfi
Ghang Tiku karajo di Jakarta


--- On Mon, 6/10/13, Men Armedi Edi Koto <arme...@gmail.com> wrote:

From: Men Armedi Edi Koto <arme...@gmail.com>
Subject: [R@ntau-Net] SIAPA BILANG TIKU JALAN DI TEMPAT
To: rant...@googlegroups.com
Date: Monday, June 10, 2013, 8:34 PM


Oleh: Monisfar, S.Sos

Pantai Tiku yang terletak di Kecamatan Tanjung Mutiara, menyempurnakan keelokan dan kekayaan alam Kabupaten Agam. Keindahan  alam dan budayanya menjadikan  potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding kecamatan lainnya.

Sebagai kawasan pesisir sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan, yang didukung  sektorpertanian dan perkebunan. Juga terdapat kawasan konservasi penyu dan terumbu karang.

--

Nofend St. Mudo

unread,
Jun 10, 2013, 11:50:27 PM6/10/13
to RantauNet2 Milis
Waalaikumsalam WrWb.

Wah pak Armendi Koto
Iko postingan bapak alah nan katigo kali kalau ndak salah pak, silakan caliak disiko 
Jadi postingan bapak ko dari kapatang jam 20.34 alah masuk

Mungkin pak edi alun baco/dapek info nan acok juo di kabakan di palanta ko dulu
bahwa group kito di googlegroups, dan bapak pengguna gmail, mako dari itu, bagi pengguna email
di groups ko indak akan mandapek kirimannya sendiri dari groups, kecuali kalau alah ado nan marespon.

sekian informasi untuak tread bapak iko.
semoga lai indak ado pulo tuduhan, kok mail ambo indak pernah di posting/disetujui di palanta RN
karano paliang acok bana hal iko tajadi, tamasuak pengguna yahoo nan acok lai ka spam.



Pada 10 Juni 2013 23.17, Men Armedi Edi Koto <arme...@gmail.com> menulis:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Oleh: Monisfar, S.Sos

Pantai Tiku yang terletak di Kecamatan Tanjung Mutiara, menyempurnakan keelokan dan kekayaan alam Kabupaten Agam. Keindahan  alam dan budayanya menjadikan  potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding kecamatan lainnya.

Sebagai kawasan pesisir sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan, yang didukung  sektor pertanian dan perkebunan. Juga terdapat kawasan konservasi penyu dan terumbu karang.


Wassalam

Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola 

Akhir, Zainul (zainula)

unread,
Jun 11, 2013, 4:04:07 AM6/11/13
to rant...@googlegroups.com

Ambo yo agak sapandapek jo sanak Arfi karano sacaro kasat mata Tiku bukannyo maju malah mundur saroman tahun 70 an ….

Kami Parantau Pekanbaru pernah mangadokan Mubes  Rang Tiku 3 tahun nan lalu sabalaun Pak Indra Catri jadi Bupati dan kami para parantau nan datang taheran – heran mancaliak kondisi pembangunan Tiku tarutamo Balai ( Pasa ) dan bangunan sakuliliang Balai atoknyo bawarna merah kecoklatan dan dindiangnyo banyak nan sempeang dan kulabu seolah – olah bantuak kampuang nan indak bapanjago …

Dan diliek pulo Pembangunan disekitar pantai baik Pasie maupun Bandar Mutiara masih bakalemak peak dan pondoknyo baserak dan dak tertata rapi sahinggo babarapo kali kami bawo wisatawan local  banyak nan kecewa dengan kondisi Tiku tapi lai taubek hatinyo dengan keindahan pasie, pantai, laut dan pulaunyo yang alami .

Dan babarapo kali pulo mambawo tamu sabanyak + 100 oto masuak Pantau Bandar Mutiara basamo Camat Pariaman Selatan sahinggo untuak mambarikan bantuan pasca Tsunami Gadang di Sumbar.

Mungkin Pak Kabag Humas Pemkab Agam bisa batanyo kababarapo Camat nan ado di Tiku mungkin baa keluhan parantau setiap kali pulang ka Tiku …

 

Semoga mimpi dan keinginan dari Pemkab Agam mambangun Tiku bisa terwujud dan Kami dari Parantauan sarato  Ranah mado’kan bisa dikabulkan Allah SWT, amiiiin.

 

Mohon maaf kalau ado nan kurang berkenan

 

Salam dari Ambo

Zainul Akhir Tanjung, 50 th

Asa Induak Tiku dan 7 Koto Pariaman samantaro Ayah Asli Sungai Limau Pariaman gadang di Tiku

Kamanakan dari Margas,SH ( Ayahda dari Ketua DPRD Agam nan kini Marga Indra Putra,SPd)

Iko senek photo tando kami lai maninjau juo Tiku …..

 

 

Arfi Bambani

unread,
Jun 11, 2013, 4:57:07 AM6/11/13
to rant...@googlegroups.com

Salam kenal, Mak Zainul. Ambo anak Piak Ancak di Balai Tiku. Tanjuang juo. Kadai Amak ambo balancik-lancik jo kadai tampek Bang Indra Marga dulu tingga. Jadilah bantuak badusanak pulo ambo jo abang tu.

Memang ada saketek demi saketek kamajuan di kampuang awak ko, tapi yo saketek-saketek. Ciek periode Bupati, tagak ciek sakolah. Ciek bupati lai, tagak tampek wisata. Mode itu e dari dulu. Paralu ado boosting stek, istilah formal e: percepatan pembangunan.

Yang agak sadiah awak di Nagari Tiku V Jorong. Mak Zainul bayangkan sajo, tahun 2010 baru masuak listrik di beberapo jorong di sinan tu. Ko hujan gadang, oto jo onda dak bisa masuak doh, dek batang aia manggadang, jembatan e kayu alakadar e nyoh. Tabanam di tangah imbo jo beko oto atau onda tu. Ondeh, bantuak dak ado se Pemerintah Indonesia di sinan tu. Jadi, dunsanak awak di siko, ko nio sakolah tinggi-tinggi, tapaso kos di Tiku, karana dak mungkin e baliak hari (kurang lebih 30 km ke pusat kecamatan). Angkutan pun ojek dan truk, indak ado angkutan umum lai. Indak takao mancaliak medannyo yang baluluak tu lewat tangah kabun sawit.

Pasa Tiku pun kini bangunannyo yo sebagian masih peninggalan Bulando. Alah lapuak-lapuak, balacah-lacah. Tapi Kantua Camat e gagah, Mak. Memang iko alah panyakik pejabat se-Indonesia. Kantua e gagah-gagah, fasilitas umum ancua sa ancua e.

Sangenek,


Arfi
Ghang Tiku karajo di Jakarta

--- On Tue, 6/11/13, Akhir, Zainul (zainula) <zai...@chevron.com> wrote:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://goo.gl/MScz7

Men Armedi Edi Koto

unread,
Jun 11, 2013, 9:09:34 AM6/11/13
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih informasinyo sanak Admin Nofend ST Mudo, Ambo memang alah lamo indak bagabuang disiko dan jarang sekali, kalau dulu tahun 2010 lai rajin mambaco disiko walaupun indak sato komentar dan juo akun yang lamo indak bapakai lai.


--

ajo duta

unread,
Jun 11, 2013, 12:21:02 PM6/11/13
to rant...@googlegroups.com
Awas hati hati nakan Indra Cati, kalau Tiku di anak-tirian dalam pembangunan, beko kami rang Piaman ambiak baliak dari Agam. Indak punyo "aia gilo" urang Agam. LoL
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://goo.gl/MScz7

> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  
>

--
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
1947, suku Mandahiliang,
Gasan Gadang, Pariaman.
Virginia-USA
------------------------------------------------------------

sjamsir_sjarif

unread,
Jun 11, 2013, 3:47:28 PM6/11/13
to rant...@googlegroups.com
Aha... JoDuta,

Mambana kami. Jan lah diambiak lo baliak Tiku tu. Piaman kan lah Laweh...

Kami Rang Agam Bandera Sirah paralu bana Aia Gilo di dalam boto untuak paubek-ubek gilo. Jan sampai managia pulo gilo pado kayo... Kan iyo baitu Pak Bupati? :)

http://www.padangmedia.com/5-Berita/16-Indahnya-Laguna-Tiku.html

Dengan Berteha-teha Kita Bisa,

http://media.kompasiana.com/new-media/2013/01/26/lapau-ciloteh-piamandunia-silaturahmi-orang-piaman-di-dunia-maya-527959.html

Salam,
-- Nyiak Sunguik
Sjamsir Sjarif
Di Tapi Riak nan Badabua
Santa Kuruih Kalpornia, Silasa 11 Juni 2013, 12:40PM PDT
--- In Rant...@yahoogroups.com, ajo duta <ajoduta@...> wrote:
>
> Awas hati hati nakan Indra Cati, kalau Tiku di anak-tirian dalam
> pembangunan, beko kami rang Piaman ambiak baliak dari Agam. Indak punyo
> "aia gilo" urang Agam. LoL
>
> On Tuesday, June 11, 2013, Men Armedi Edi Koto <armedi67@...> wrote:
> > Tarimo kasih informasinyo sanak Admin Nofend ST Mudo, Ambo memang alah
> lamo indak bagabuang disiko dan jarang sekali, kalau dulu tahun 2010 lai
> rajin mambaco disiko walaupun indak sato komentar dan juo akun yang lamo
> indak bapakai lai.
> >
> > Pada 10 Juni 2013 15.50, Nofend St. Mudo <nofend@...> menulis:
> >>
> >> Waalaikumsalam WrWb.
> >> Wah pak Armendi Koto
> >> Iko postingan bapak alah nan katigo kali kalau ndak salah pak, silakan
> caliak disiko
> >>
> https://groups.google.com/group/rantaunet/browse_thread/thread/ae120a5a2da78132?hl=id
> >> Jadi postingan bapak ko dari kapatang jam 20.34 alah masuk
> >>
> >> Mungkin pak edi alun baco/dapek info nan acok juo di kabakan di palanta
> ko dulu
> >> bahwa group kito di googlegroups, dan bapak pengguna gmail, mako dari
> itu, bagi pengguna email
> >> di groups ko indak akan mandapek kirimannya sendiri dari groups, kecuali
> kalau alah ado nan marespon.
> >> sekian informasi untuak tread bapak iko.
> >> semoga lai indak ado pulo tuduhan, kok mail ambo indak pernah di
> posting/disetujui di palanta RN
> >> karano paliang acok bana hal iko tajadi, tamasuak pengguna yahoo nan
> acok lai ka spam.
> >>
> >>
> >> Pada 10 Juni 2013 23.17, Men Armedi Edi Koto <armedi67@...>

sjamsir_sjarif

unread,
Jun 11, 2013, 4:28:41 PM6/11/13
to rant...@googlegroups.com
Mancaliak malereng-lereng ka Tiku:

Ikan Larangan Batang Tiku.
http://www.youtube.com/watch?v=jFjazYQOPcU

Rehabilitasi Batang Angokan:
http://www.pariamantoday.com/2013/05/agam-bersama-mambangkik-batang-tarandam.html

-- MkNgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Aha... JoDuta,
>
> Mambana kami. Jan lah diambiak lo baliak Tiku tu. Piaman kan lah Laweh...
>
> Kami Rang Agam Bandera Sirah paralu bana Aia Gilo di dalam boto untuak paubek-ubek gilo. Jan sampai managia pulo gilo pado kayo... Kan iyo baitu Pak Bupati? :)
>
> http://www.padangmedia.com/5-Berita/16-Indahnya-Laguna-Tiku.html
>
> Dengan Berteha-teha Kita Bisa,
>
> http://media.kompasiana.com/new-media/2013/01/26/lapau-ciloteh-piamandunia-silaturahmi-orang-piaman-di-dunia-maya-527959.html
>
> Salam,
> -- Nyiak Sunguik
> Sjamsir Sjarif
> Di Tapi Riak nan Badabua
> Santa Kuruih Kalpornia, Silasa 11 Juni 2013, 12:40PM PDT

sjamsir_sjarif

unread,
Jun 11, 2013, 4:30:05 PM6/11/13
to rant...@googlegroups.com
Mancaliak malereng-lereng ka Tiku:

Ikan Larangan Batang Tiku.
http://www.youtube.com/watch?v=jFjazYQOPcU

Rehabilitasi Batang Angokan:
http://www.pariamantoday.com/2013/05/agam-bersama-mambangkik-batang-tarandam.html

-- MkNgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Aha... JoDuta,
>
> Mambana kami. Jan lah diambiak lo baliak Tiku tu. Piaman kan lah Laweh...
>
> Kami Rang Agam Bandera Sirah paralu bana Aia Gilo di dalam boto untuak paubek-ubek gilo. Jan sampai managia pulo gilo pado kayo... Kan iyo baitu Pak Bupati? :)
>
> http://www.padangmedia.com/5-Berita/16-Indahnya-Laguna-Tiku.html
>
> Dengan Berteha-teha Kita Bisa,
>
> http://media.kompasiana.com/new-media/2013/01/26/lapau-ciloteh-piamandunia-silaturahmi-orang-piaman-di-dunia-maya-527959.html
>
> Salam,
> -- Nyiak Sunguik
> Sjamsir Sjarif
> Di Tapi Riak nan Badabua
> Santa Kuruih Kalpornia, Silasa 11 Juni 2013, 12:40PM PDT

Zubir Amin

unread,
Jun 11, 2013, 9:41:14 PM6/11/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Sjamsir Sjarif n sanak Palanta utamonyo nn baasa dari Piaman(Laweh?) nn dihormati.
Bagi sanak ughang Piaman(Kab,Kota) jaan sanang juo dimanjokan dek rang Lua Piaman dgn sebutan Piaman Laweh.
Wilayah Piaman tu kini lah bunggin,lah hampia habis,hampia namo 'e sajo nn tingga.
Dulu wilayah Piaman tu io la weh sampai ka Bunguih,Taluak Bayua,Duku,Kasang,Pasa Usang(diselatan),Tiku diutara.
Lapehnyo daerah2 ini krn Pimpinan ughang Piaman(Kab) sanang disanjuang-sanjuang n di- puji2 oleh pe-'lobby' dari Proppinsi n Kodya Padang n Kab Agam.
Dimaa lawehnyo Piaman tu kini.Penderitaan nn dialami Piaman tu hampia samo n sabangun jo nn dialami oleh binatang 'Kukang'.
Manuruik legenda,kukang ko dulu,baikua panjang.Datanglah si Tupai janjang nn ndak baikua,sarato karo nn baikua pendek,dipuji habihlah Kukang agar mau mambagi ikuanyo nn panjang tu.Akibaiknyo dek banyak nn maminta,bunggin(habih sampai ka pangka ikua) lah ikua Kukang tu,n krn malu ndak baikua lai,si Kukang ko ini labiah banyak maandok- an muko kalau didekati.
Co itulah kondisi wilayah Piaman kini.
FYI,Pemda Padang n DPRD sedang melobby Pem Pusat n Kab Pd/Piaman agar kawasan n Bandara Minangkabau dima- sukan kedalam Administrasi Kota Padang.
Kok usaho ini berhasil,Pia- man bukan hanya bunggin tapi juga akan hancur porak poran da n kemiskinan akan memagut kawula ranah Pia- man nn harga dirinyo habih licin tandeh.
Masihkah ughang Piaman berbangga dgn kondisi kewilayahannya nn comantun?
Terpulang kpd para sanak nn baasa dari Piaman!
JB,DtRJ,74thn,sk Mandahili ang,IV Angkek Padusunan,Piaman,Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 11 Jun 2013 19:47:28
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] SIAPA BILANG TIKU JALAN DI TEMPAT

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.

Sutan Sinaro

unread,
Jun 12, 2013, 12:19:46 AM6/12/13
to rant...@googlegroups.com
Jo Buyuang, jo dunsanak kasadonyo.
Assalaamu'alaikum. w.w.
 
Kok dipacameh, iyo cameh nyo. Sarupo koto tangah lah masuak kota Padang.
Tapi jan lupo, nagari nan dimuko bandara tu, kenegarian Kasang, Duku jo Kasai,
salamo ko indak pernah namuah masuak kota Padang doh. Kunun pulo Katapiang tampek
latak bandara tu. Antah kok kini urang tu bi namuah, ndak tau lah ambo. Tapi salamo ko
ditulak dek mereka, bahkan ciek bukik nan jadi perbatasan antaro kota Padang jo Pariaman
nan disabuik mereka "Bukik putuih", tetap dipertahankan masuak wilayah kab. Padang Pariaman.
   Cuma memang urang awak ko lah lamo pulo dirasuak-i dek pola iduik individualis, ingin sanang
sorang-sorang, nan ma nan baraia, inyo punyo, nan ma nan jalur basah, bausao marabuik.
Pola takah iko ndak sasuai jo ABS SBK sabananyo, to the point nyo, indak sasuai jo Islam.
Dalam Islam, sanang ko basamo-samo, indak buliah sorang-sorang. Nio masuak sarugo, indak
bisa sorang-sorang, musti maajak urang lain pulo masuak sarugo, kalau indak, indak ka dapek bagai doh.
Tu sababnyo terlarang mancilok, korupsi, mamakan harato anak yatim dan sebagainyo sampai ka filosofi
untuak aa dibaia zakat. Cuma tu lah, kaji Islam ko indak pernah batua-batua, kulik-kulik sajo.
    Bak kecek encik ZulTan, Fatihah lai apa tapi indak mangarati isi. Kok dikecekkan bodoh, urang awak ko
indak bodoh do, bahkan bisa labiah cadiak dari urang Amerika, tapi... yo itulah,... kato-kato "inok ranuangi"
tu hanyo ado dalam semboyan. Sebagai contoh misalnyo, Ayat 2 surek 2 tu dek awak salamo ko biaso-biaso
sajo. Antah indak mangarati antah dek aaa, tapi bagi seorang Yusha Evans, jo Yusuf Estes, ayat tu bisa
menggegerkan dunia dan ma-Islamkan saribu urang dalam sahari.
    Di awak ?. Lah jaleh-jaleh larangan tu ado, bakarajokan juo. Bara banyak kato jangan tu dalam Qur-an,
lai bainda kan ?. ... lai ba inok ranuangi ?.
Jangan kamu saling memakan harta sesama kamu dengan cara yang batil ...( QS:4:29)
Jangan memakan harta anak Yatim (QS: 04:02),
Jangan merugikan manusia akan hak-hak nya. (dek pak Saaf ko ayat HAM ko... ruponyo ado di QS:25:183).
dan... seterusnya... sekian ayat larangan lai..
Tapi yaa ... bitulah urang awak Jo Buyuang, kadipanga-an ?.
Jadi sabananyo manjadi tugas barek bagi awak basamo, bukan hanyo soal limbago ABS SBK nan sadang
dipasitungkin pak Saaf kini ko, tapi juo pemahaman isi atau kandungan dari ABS SBK tun. Baitu Jo Buyuang.
 
Billaahil hidayah wat taufiq.
 
Wassalam
 
St. Sinaro

Rina Permadi

unread,
Jun 12, 2013, 2:30:10 AM6/12/13
to rant...@googlegroups.com
Mamanda Mak JB nan ambo hormati,

Ambo tertarik jo curito si Kukang nan mamak lewakan. Rina dulu th 2003 alah
di Batam juo, baru itulah manampak lansuang nan namono Kukang. Parahnyo
kutiko tu pai manjapuik tamu Boss di pelabuhan Ferry Nogsa Poin Marina di
Batam ko. Kutiko basobok rombongan ko, Boss maonyokkan sangkak ketek nan
isinyo Kukang ko. Katonyo barusan ado manjua Kukang ko ka inyo. Dek kami ka
meeting di kantua, babaoklah Kukang ko dek supir ka kantua. Waktu dilatakkan
di dakek meja di kantua, Rina cubo maagiah makan jo pisang. Lalu deknyo
pisang ko. Kalaparan agaknyo Kukang ko. Sudah tu makin barani Rina cubo
pacik-pacik Kukang ko. Tanang senyo. Pas dipacik tu, datang kawan
mangajuikkan. Nan Kukangkopun takajuik lo, malah dicatuihnyo tapak tangan
Rina jo giginyo nan lumayan panjang. Ondeh ... iyo tabanam di tapak tangan.
Sakiknyo sabana ngilu.

Lansuang ribuk urang mancaliak.
Bawa ke Rumah Sakit kecek mereka.
Jo tanang Rina jawek jo bahaso awak. Ahh... masih jauah dari tali angok....
Ado beberap kawan nan urang awak tabasuik galaknyo mandanga komen Rina.

Oke deh Mamak, itu sekelumit kenangan jo si Kukang nan akhirnyo dipaliharo
di Rumah Boss tu, tapi dibaoknyo ka dokter hewan untuak ditanggakan giginyo.
Aduhh... Rina nan ngilu maagak i.

Maaf Mamak, jauah dari pembahasan.

Wassalam
Rina, 35, Batam

-----Original Message-----
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerryR smartphone

Akhir, Zainul (zainula)

unread,
Jun 12, 2013, 4:02:01 AM6/12/13
to rant...@googlegroups.com

Batua Mak Duta, karano dari historisnyo Tiku adolah bagian dari Piaman dan sampai kini adat dan Budaya Tiku mangacu ka Piaman

Kalau Agam kurang paratian ka Tiku bisa bisa Tiku berpaling arah ka nan lain ….

Semoga dibawah kepemimpinan Pak Bupati Indra Catri Agam lebih Berjaya ….

 

Salam,

Zainul Akhir Tanjung, 50 th, Pku-Riau

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ajo duta
Sent: Tuesday, June 11, 2013 11:21 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] SIAPA BILANG TIKU JALAN DI TEMPAT

 

Awas hati hati nakan Indra Cati, kalau Tiku di anak-tirian dalam pembangunan, beko kami rang Piaman ambiak baliak dari Agam. Indak punyo "aia gilo" urang Agam. LoL

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages