Assalamu'alaikum wr.wb
Ma ulang informasi dari milist subalah...Kok
lai taniak di Uda jo Uni untuak datang ka Istora Senayan...
Wassalamu'alaikum wr.wb
zel
> >
> > Kepada
Yth.
Sahabat2 dan Saudara2 ku Urang Minang yang ada
diNusantara,
> > Badan Koordinasi Kemasyarakatan dan
Kebudayaan
Minangkabau (BK3AM) Jakarta dan Saudagar Muda Minang
(SMM)
dengan ini mengundang Bapak/Ibu, Saudara/i beserta keluarga
untuk
hadir pada acara :
> > "URANG MINANG BARALEK GADANG DI
RANTAU",
pada :
Hari/Tgl : Minggu, 23 November 2008
Jam : 10.00 s/d
23.00
Tempat : Istora Senayan
Acara ini merupakan Pertemuan Akbar
Urang Awak yang
berada di Jakarta dan sekitarnya , akan diadakan
Minang
Festival menampilkan masakan Minangkabau, serta penampilan
Budaya
serta Pameran kerajinan rakyat Sumbar.
Saudagar Muda Minangkabau (SMM)
memfasilitasi stand
kuliner, Dunsanak yang ingin berpartisipasi dpt
menghub.
Seylla Donna: 0813 88378003.
Ttd.
( Fahira Idris
)
Ketum SMM
> >
> >
> >
Syukurlah Thaf dapek kasampatan nan saelok tu
Jarang basuo dan sarik didapek. Bahagialah Thaf
Bilo ka P Baru
salam
|
Assalamualaikum Sanak Riri dan Rekan2 Palantarian dan Palantawati.
Selamat menikmati baralek gadang dulu lah ciek.
Bagaimana kalau dipindahkan "Baralek Gadang" ko ka Ranah Minang dan diadakan dua atau lima tahun sekali dan digilir di setiap kabubaten kota dengan menjual menu utama alam wisata, kesenian dan masakan dari daerah tersebut. Masyarakat setempat beramai ramai menyediakan rumahnya yang bersih sebagai homestay bagi pengunjung tentu saja tidak gratis. Agar branch name "Baralek Gadang" ko semakin populer dan menghasil kan duit.
Target pengunjung mungkin dari Nusantara dan Manca negara...,
Mohon maaf kalau ada kurang berkenan, gen minang yng mengalir dalam darah saya selalu saja membuat saya merasa tidak pas dengan banyak hal.
Wassalam --- On Tue, 11/25/08, Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org> wrote: From: Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org> |
Da Rainal..
Untuaaaaaang...
Samo awak.
|
Dari: Rainal Rais <raina...@yahoo.com> |
|
|
|
Oleh Asro Kamal Rokan
Namanya Basrizal Koto. Para sahabatnya lebih suka memanggilnya dengan nama
Basko. Lelaki Minang ini lahir dari keluarga miskin, tidak memiliki apa-apa,
kecuali tekad untuk mengubah nasib. Basko menjalani hidupnya seperti nelayan
di lautan lepas. Ia tidak mengeluh pada ombak dan angin yang dapat saja
mengempas perahu cita-citanya. Basko terus mengayuh dan berhasil mencapai
pulau tujuannya. Dalam lilitan kemiskinan, Basko yang dilahirkan di Parimanan
49 tahun lalu, tidak dapat menyelesaikan sekolah dasarnya. Bahkan, untuk
sekadar makan pada masa itu, orang tuanya terpaksa meminjam beras dari
tetangganya. Basko berusaha melepaskan diri dari jeratan kemiskinan.
Ketika teman-temannya tekun belajar di sekolah, Basko justru menghabiskan
masa anak-anaknya di pasar, membantu kehidupan keluarganya. Ia menjual
sabun dan kerupuk buatan ibunya. Basko terus berupaya untuk meringankan
beban hidup orang tuanya, setidaknya dia tidak menjadi beban bagi keluarganya
yang dihimpit kesulitan hidup. Berbekal doa dan deraian air mata ibunya
dalam setiap shalat tahajud, Basko yang ketika itu berusia 13 tahun, merantau
ke Pekanbaru, Riau. Di sini, dia menjadi kondektur oplet. Semangatnya yang
kuat untuk maju, kehidupan Basko berubah pelan-pelan dan pasti.
Dalam masa sepuluh tahun di Pekanbaru, Basko yang telah memiliki cukup
modal mulai usaha mengkreditkan mobil Chevrolet kepada sopir-sopir di Sumatra
Barat. Dari ini, usahanya berkembang.Kini, Basko saudagar besar di Pekanbaru.
Selain memiliki surat kabar Riau Mandiri, Radio Smart FM Mandiri di Pekanbaru,
dan surat kabar Sijori Mandiri Batam, Basko juga memiliki sejumlah perusahaan
di bawah Mandiri Cerya Basko (MCB), peternakan sapi seluas 300 hektare,
penjualan mobil, dan jasa angkutan darat. Ketua Forum Silaturahim Saudagar
Minang (FSSM) ini juga memiliki hotel kelas internasional Best Western
Basko Hotel dan pusat perbelanjaan Minang Plaza di Padang.
Basko tidak memiliki Lampu Aladin, yang ketika diusap permintaannya segera
terwujud. Dia tidak duduk di pohon-pohon besar sambil membakar kemenyan
dan memohon doanya dikabulkan. Alumni ESQ ini tidak pergi ke peramal, yang
kini tanpa malu-malu mengiklankan diri di televisi seakan mereka mampu
mengubah nasib orang lain.Perjalanan hidup Basko menjelaskan banyak hal.
Dia tidak mengeluh dan menyalahkan Allah SWT di saat kemiskinan membelit
keluarganya. Dia tidak meratap di bawah pohon kamboja menyesali diri lahir
dari keluarga miskin dan tidak menamatkan pendidikan formal. Basko justru
bersikap optimistis, bahwa perubahan hanya dapat dicapai dengan kerja keras,
kemauan, tekad, dan tentu kehendak Allah SWT.
Bangsa yang kini mulai dibelit krisis, memerlukan semakin banyak orang
yang bersikap optimistis, bekerja keras, dan yakin pada masa depan, bukan
para pengeluh dan mereka yang lebih suka menyalahkan sambil berpangku tangan.
Bangsa ini tidak bisa bangkit dan dibangun dari orang-orang yang kalah,
tidak pandai bersyukur, para peratap, dan mereka yang lebih suka memandang
dari sisi negatif. Basko tidak menyesali kemiskinan yang mengimpitnya,
tidak meratapi nasib, dan menyalahkan orang lain atas nasib yang menimpanya.
Dia berjuang dengan segenap kemampuannya memperbaiki peruntungan dirinya.
Dan, lelaki optimistis itu berhasil.
"4 Rancak 5 Lamak Bana"
Iyo ambo kanai pakuak lo stek makan nasi jo tambusu + 3 kapiang jariang ndak batambuah, rang rumah jo cancang + 2 kapiang jariang ndak tambuah lo Rp. 40.000.
Kecek rang rumah ambo nan bukan Minang (asa Cianjur), "biarlah sekali-kali, mungkin
sewa tempat mahal." Namapaknyo iyo maha. Dt. Parpatiah nan manjua kaset mambayia lapak Rp 1 juta. Tapi ambo manyasa hanyo mambali "Pitaruah Ayah untuk anak laki-laki" (2 jilid) jo "Syarak Mangato Adat Mamakai" oleh Yus Dt. Parpatiah. Kok tau sarancak tu amuah ambo mambali agak balabiah, ka untuak dikirim ka rang gaek di kampuang jo mamak gae sakalian. Dimalah lo ka dibali lai?
Ambo ndak sato masuak doh... abih mugarik langsung pulang lai. Kurang taraso nuansa Minang dek ambo... Jam satangah 6 lah di ampangnyo wak masuak dek patugeh nan babaju batiak. Keceknyo "sedang steril". "Apa tu steril mas?" cek awak batanyo. "R2 mau tiba," keceknyo liak. Angku Zaini (di JKT sejak 52) nan di sabalah ambo satolo manyolo, "banyak viruih jo kuman di siko mangkonyo disteril," ambo galak sengeang sajo.
Jam sangah anam disteril tarnyato datangnyo jam 21.30 manuruik carito sana Nur di bawah. Iyo "kebangetan" cek rang Batawi. Untuang wak lah pulang
Zul Tanjung
|
From: Rainal Rais <raina...@yahoo.com> |
| "Madahar (madahar)"
<mad...@chevron.com>
Sent by: Rant...@googlegroups.com 11/26/2008 02:56 PM
|
|