Serial Minang Diaspora-Trio Datuk di Tanah Bugis/Makassar

70 views
Skip to first unread message

Andiko

unread,
Apr 11, 2013, 4:10:31 AM4/11/13
to rant...@googlegroups.com
http://umum.kompasiana.com/2009/08/29/serial-minang-diaspora-trio-datuk-di-tanah-bugismakassar-10819.html

Kelahiran Teluk Bayur Sum-Bar, SD di Irian Jaya, SMP di Kalimantan Selatan, SMA di Jawa Timur, kuliah di Sulawesi Selatan, ber-istri Maluku dan kini bermukim di Depok Jawa Barat

Serial Minang Diaspora-Trio Datuk di Tanah Bugis/Makassar

OPINI | 29 August 2009 | 01:09Dibaca: 1303   Komentar: 12   Nihil

Bagi masyarakat Sul-Sel, nama-nama spt Dt. Ri Bandang, Dt. Ri Tiro, Dt. Patimang cukup dikenal sebagai nama-nama jalan di kota Makassar. Tetapi, tidak banyak yang tahu siapa jatidiri trio Datuk dimaksud? Dari mana mereka berasal? dan apa peran mereka? Mereka bertiga hidup di abad ke 16.

Berikut ini saya mencoba rangkumkan tulisan dari Buya Masoed Abidin dalam blog nya, untuk menambah wawasan kebangsaan kita.

Apa yang menyebabkan tiga orang Datuk Minang ini berkunjung ke kerajaan-kerajaan di Sulsel itu untuk menyebarkan agama islam ?

a. Dugaan pertama karena masyarakat di wilayah itu masih menganut animisme, sehingga raja Tallo dan Gowa adalah raja yang pertama kali menganut agama islam.
b. Adanya persaingan antara Kristian dan Islam semakin sengit di Sulawesi Selatan pada awal abad ke 16 itu. Persaingan di antara Islam dan Kristian di Makassar disebabkan oleh raja Makassar sendiri yang tidak dapat memilih antara dua agama ini. Mereka meminta Abdul Makmur Datuk Ri Bandang) datang melawat ke Makassar bersama dua orang temannya yaitu Sulaiman (Datuk Ri Pa’timang) dan Nurdin Ariyani (Datuk Ri Tiro).

Apakah ia berasal dari didikan dan santri dari Ranah Minang ?

Ternyata dari sumber ; http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Islam/Giri.htm, diperoleh informasi bahwa para santri pesantren Sunan Giri - selain - dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih di Pulau Jawa dan ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara, ternyata para santri Sunan Giri ini - juga menyebarkan agama Islam hingga Sulawesi Selatan. Mereka itu adalah Datuk Ribandang dan dua sahabatnya. Mereka adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.

Raja Tallo XV, Malingkaan Daeng Manynyonri merupakan orang pertama di Sulsel yang memeluk agama Islam melalui seorang ulama dari pantai Barat Sumatera, Khatib Tunggal Datuk Makmur, atau populer di kalangan masyarakat Sulsel dengan nama Datuk Ribandang. Oleh karena itu pulalah kerajaan Tallo sering disebut-sebut atau diistilahkan sebagai pintu pertama Islam di daerah ini atau dalam bahasa Makassar ” Timunganga Ri Tallo”.

Sementara dalam itu sejarah Islam Kabupaten Luwu dan Palopo, menerangkan bahwa kira-kira pada akhir abad XV M dan kira-kira pada tahun 1013 H. Agama Islam masuk di daerah Luwu yang dibawa oleh seorang alim Ulama yang arief ketatanegaraannya yaitu Datuk Sulaeman asal Minangkabau. Pada waktu itu Luwu diperintah oleh seorang Raja yang bernama Etenrieawe. Pada waktu Datuk Sulaeman mengembangkan ajaran agama Islam di wilayah ini, hampir seluruh masyarakat Luwu menerima agama itu.

Datuk riTiro memilih berdomisili di Bulukumba yang merupakan daerah perbatasan Bone dan Gowa untuk syiar Islam. Islamnya Gowa adalah simbolitas kekuatan militer dan Luwu adalah pusat mitos Bugis Makassar. Dengan pengislaman dua kerajaan besar ini maka tidak ada alasan untuk menolak Islam bagi rakyatnya. Islamisasi secara struktur adalah menjadikan syariat sebagai dasar negara.

Datuk Ribandang sendiri menetap di Makassar dan menyebarkan agama Islam di Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan wafat di Tallo. Sementara itu dua temannya, masing-masing Datuk Patimang yang nama aslinya Khatib Sulung Datuk Sulaiman, menyebarkan agama Islam di daerah Suppa, Soppeng, Wajo dan Luwu, dan wafat dan dikebumikan di Luwu. Sedang Datuk RiTiro atau nama aslinya Syekh Nurdin Ariyani berkarya di sejumlah tempat meliputi Bantaeng, Tanete, Bulukumba. Dia wafat dan di makamkan di Tiro atau Bontotiro sekarang.

Sumber :
1. http://bulukumba.bappenas.go.id
2. http://www.bulukumbakab.go.id/?id=67
3. http://palopo.pta-makassarkota.go.id/
4. http://www.selayaronline.com
5. http://:www.gatra.com
6. http://melayuonline.com

Evy Nizhamul

unread,
Apr 11, 2013, 6:19:51 AM4/11/13
to rant...@googlegroups.com
Salam bung andiko,

Tulisan  ini saya tulis pertama kali pada 10 oktober 2008, kemudian diposting ulang oleh Buya Mas'oed di Scribe. Kemudian di posting  di blog Buya Mas'oed. Melihat struktur penulisan serta sumbernya,  Buya HMA memang mengambilnya di web blog di:


Saya merangkum tulisan ini dari pelbagai website Pemda / pemkab di Sulsel, dengan sedikit informasi dari yang pernah menziarahi makam Datuk itu. Sekarang hanya sedikit masyarakat inteletektual Bugis mengakui peran Datuk dari Minang ini untuk mengislamkan tanah Bugis. Lama-lama cerita ini akan habis.

Inti dari tulisan saya itu adalah :
1. adakah 3 orang datuk ini masuk dalam bagian sejarah Minangkabau ?
2. Saya.Penulis,  belum menemukan Informasi di Ranah Minang mengenai siapakah gerangan jati diri tiga orang datuk ini yang diduga berasal dari Minangkabau.? Apakah ia berasal dari didikan dan santri dari Ranah Minang ?.
3. Ternyata menurut  http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Islam/Giri.htm terjadi persaingan islam dan kristen, dimana Portugis masuk dari bagian utara Sulawesi. 
Ada yang menduga dia pedagang dan berguru kepada Sunan Gresik

Terlepas itu semua, dalam angan-angan saya menulis kisah ini, tidak lain jika sulit mengilmiahkan cerita ini, yang penting bisa jasa 3 orang datuk diketahui oleh orang Minang. Bahkan  kalau perlu membuatnya dalam cerita Novel. Kakak saya malah menyarankan agar dibuat cerita anak-anak saja dulu, seperti cerita Anggun nan Tongga. Agar menjadi legenda 


Wassalam,

 
3vy Nizhamul
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)




Dari: Andiko <andi....@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Kamis, 11 April 2013 15:10
Judul: [R@ntau-Net] Serial Minang Diaspora-Trio Datuk di Tanah Bugis/Makassar

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 


Akmal Nasery Basral

unread,
Apr 11, 2013, 9:21:35 AM4/11/13
to rant...@googlegroups.com
Ayo Uni Evy, jadikan novel. Insya Allah bisa.
Kan baru ikut kelas penulisan fiksi. Tentu masih ingat luar kepala teori Monomyth menyangkut 12 tahap perjalanan seorang tokoh protagonis, bukan? 

Mulai cicil malam ini ya. Selembar sehari, tahun depan pada tanggal yang sama, 11 April, satu draf novel sudah jadi.

Wassalam,

ANB
Cibubur

--

hyv...@yahoo.com

unread,
Apr 11, 2013, 10:31:12 AM4/11/13
to milis rang minang
Akmal nan baik,

Apa iya Uni bisa ? Wah tertantang nih. Memfiksikan situasi abad 16. ?

Harus putar lagu Pasti Bisa dulu nih dari Citra Skolastika. Biar muncul inspirasinya.

Bismillahirrahmaanirrahim.
Izinkan ya Allah, demi syiar agama dan syiar budaya. Aamiin.

Wassalam,

Evy Nizhamul,
Yg sedari pagi merenung dan termenung menung.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
Date: Thu, 11 Apr 2013 20:21:35 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Serial Minang Diaspora-Trio Datuk di Tanah Bugis/Makassar

Andiko

unread,
Apr 11, 2013, 8:09:06 PM4/11/13
to rant...@googlegroups.com, hyv...@yahoo.com

Silahkan dilanjut bu, semoga hasilnya cepat dapat dinikmati pembaca. Kalau ada waktu dan kesempatan, baik kalau berkunjung kelokasi-lokasi di tulisan ibu ko, untuk menangkap spirit. Malam ko ambo naiak bus canggih dari Makasar ka Palopo-Luwu, busnyo sabana canggih, kursinyo labiah hebat dari Garuda kleas bisnis, full wifi, tv, vidio dsb. Di tangah temaram malam, pajalanan dikawani dek lagu dari Trio Ambisi, ndeh yo jauah-jauah pangana deknyo. Alun lai wisata kulinernyo. Hari ko ambo ka menjajal wisata kuliner jo beberapa kunjungan ka desa-desa. Barisuak sakalian pulang ka Makasar, malayok salayok ka tanah Toraja yang melegenda.

Kalau ibu cubo pajalanan iko, pasti novel nan ka dibuek ko lansuang jadi. Tapi kalau ka buek novel, usul ambo untuak semua kalangan. Ambo tunggu novelnyo, pasti curitonyo lamak, pakai curito silek saketek ala Tikam Samurai jo Giring-giring peraknyo Makmoer Hendrik. Gara-gara novel Tikam samurai ko ambo ta inspirasi napak tilas pajalanan si Bungsu, tokoh novel tikam samurai ko untuak maminteh dari Pakanbaru-Singapura-Osaka-Tokyo-Kyoto-Bukittinggi. Ondeh....betul-betul novel sangat inspiratif bagi generasi ambo. Sahinggo ukatu pai ka taman bacaan di padang teater dulu, novel ko diagiah rantai dek pemilik taman bacaannyo. Ambo setelah punyo duit saketek, ambo ubek-ubek pasa padang teater itu mambali novel ko, tapi akhirnyo novel ko berhasil dapek sadonyo setelah pak makmoer hendrik mencetak ulang dua tahun lalu. Ciek lai jajak si bungsu nan cubo ambo jajaki yaitu Dallas-USA jo Vietnam, ambo ka napak tilas itu.

Salam

Andiko
Dari tapi ombak nan badabua Palopo Sulsel



Akmal Nasery Basral

unread,
Apr 11, 2013, 10:16:45 PM4/11/13
to rant...@googlegroups.com
Pertanyaannya dibalik saja Uni: apa sudah pasti bahwa Ni Evy tidak bisa? :) 

Perjalanan 10 km selalu dimulai dari langkah pertama, kata pepatah Cina. "Man jadda wa jada," kata Si Alif di Negeri 5 Menara. "Siapa yang berusaha, akan bisa."

Dan seperti ungkapan Nobelis Satra Toni Morrison (lahir 1931, dan masih aktif menulis sampai sekarang) yang sering saya kutip dalam tiap kelas penulisan, "If there's a book you really want to read, but it hasn't been written yet, then you MUST write it."

Wassalam,

ANB
--

Zubir Amin

unread,
Apr 12, 2013, 4:57:27 AM4/12/13
to rant...@googlegroups.com
Ananda Evy nn baik.Blok Ranahati menghilang dari BB Buya.Tolong diaktifkan lagi ya! Makasih!
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Date: Thu, 11 Apr 2013 14:31:12 +0000
To: milis rang minang<rant...@googlegroups.com>

hyv...@yahoo.com

unread,
Apr 12, 2013, 5:59:28 AM4/12/13
to milis rang minang
Salam Buya,

Oh gitu ya, mungkin karena evy mengelola 3 group, diskusi banyak dan padat. Begitu juga ada teman yg katanya lose dari group.

Insya Allah, evy invite baliak.

Ohya jika sekira buya suka dengan posting dari kawan2 dan banyak silahkan send chat ke email. Lalu hapus chat yg ada di grou.
Sebagai admin ambo ndak boleh melakukan.

Wassalam,

Evy Niz

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: "Zubir Amin" <zubir...@rantaunet.org>
Date: Fri, 12 Apr 2013 08:57:27 +0000

hyv...@yahoo.com

unread,
Apr 13, 2013, 2:18:30 AM4/13/13
to milis rang minang
Salam pak Kusie ambo Akmal dan bung Andiko, nan baik hati.

1, Luar biasa dukungan ka Uni dari 2 cendekiawan muda dalam kiprah masing2 yang tak jauh beda.

2. Jika demikian dukungan dari Andiko, seputar negeri di Sulsel dalam manikam jejak keberadaan 3 datuak ko, kok lai buliah titip salayang kaba baalah kiro garan urang disinan atas carito nan ka awak gagas ko. Tantu ambo nanti banyak batanyo ka bung Andiko.

3. Sesuai dengan teori monomith yang diajar dek bung Akmal, uni berencana mengambil setting carito :
- 60 % minangkabau dg pemikiran, agar tikam jejak 3 datuak jadi kuat.
- 15 % di Tuban dan Gresik sebagai wilayah santri,
- 25 % di Sulsel.

4. Situasi terjadi pada masa pengaruh Aceh, Portugis, dll.

Jadi tahap sekarang baru kumpulin fakta dan data dulu.

Sekali lagi terima kasih ateh dukungannya. Mohon bantu jo doa.

Wassalam.

Uni Evy

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: Andiko <andi....@gmail.com>
Date: Thu, 11 Apr 2013 17:09:06 -0700 (PDT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Serial Minang Diaspora-Trio Datuk di Tanah Bugis/Makassar


andi....@gmail.com

unread,
Apr 13, 2013, 4:24:52 AM4/13/13
to rant...@googlegroups.com
Ibu Evi

Mantap banget(tapi ambo bukan cendikiawan spt ibu tulih). Muaro sungai Bua dipinggir Palopo adolah tampek pendaratan pedagang jo penyebar agamo maso saisuak Kerajaan Luwu. Tadi sempat bakunjuang sabanta ka musajik kesulta Luwu malakik maminteh dataran tinggi Tokalekaju dan manurun ka Toraja.

Beko disambuang curito...

Salam

Andiko
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Date: Sat, 13 Apr 2013 06:18:30 +0000
To: milis rang minang<rant...@googlegroups.com>
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan topik di grup "RantauNet" Google Groups.
Untuk berhenti berlangganan topik ini, kunjungi https://groups.google.com/d/topic/rantaunet/r6Ny4sI2kaA/unsubscribe?hl=id. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini dan semua topiknya, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .

alhaqir...@yahoo.com

unread,
Apr 13, 2013, 5:52:48 AM4/13/13
to Rant...@googlegroups.com

Ambo mandukuang bana ciek Bund.

Kalau bisa sampai di filem kan bagai tantu sero tu mah...

Sangenek,

Wassalam,
anwardjambak 44+,
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

Date: Sat, 13 Apr 2013 06:18:30 +0000
To: milis rang minang<rant...@googlegroups.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages