Apa dan Siapa (Suryadi)

37 views
Skip to first unread message

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Dec 29, 2007, 4:31:16 AM12/29/07
to RantauNet Mailing List
Assalamu Alaikum W. W.
Berkat ampuhnya internat bundo mengetahui latar belakang nanda Suryadi dalam beberapa detik tanopa harus menanya kepada yang bersangkutan. Coba lihat apa yang bundo temukan klau sudah mengetahui harap delete saja. Selama ini bundo hanya kenal Mestika Zed saja sekarang rupanya kita mempunyai kekayaan yang tersembunyi.
Kompas Selasa, 03 Agustus 2004
Suryadi, Kekayaan Minangkabau di Negeri Orang
SETIAP kali pulang ke Ranah Minang, Sumatera, isi tas ransel Suryadi selalu saja tambah padat. Ia seakan tak peduli dengan isi tas yang beratnya hampir setara dengan bobot badannya. Ia mau berberat-berat karena isi tasnya sesuatu yang amat berharga dan boleh dikatakan langka, yaitu sejumlah hasil penelitiannya tentang "kekayaan" Minangkabau di negeri orang.
Terakhir, ketika bersua Suryadi di Gedung Genta Budaya, Jalan Diponegoro, Padang, Sabtu (24/7), ia membawa sejumlah hasil penelitiannya yang telah dimuat di jurnal ilmiah terbitan Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Singapura, dan Belanda.
Dia juga membawa hasil penelitian berjudul Syair Sunur: Suntingan Teks, Konteks, dan Pengarang. Hasil penelitian yang membawanya meraih gelar master of art di Universiteit Leiden, Belanda, tahun 2002, itu ingin diterbitkan dalam bentuk buku, dibiayai sendiri dari uang tabungannya, hasil "menularkan" ilmu di Faculteit der Letteren (Fakultas Sastra) Universiteit Leiden.
"Sebagai orang Indonesia dan cinta kekayaan kebudayaan Indonesia, hanya hasil penelitianlah yang dapat saya sumbangkan. Kalau penelitian itu tidak saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan tidak diterbitkan dalam bentuk buku, kapan lagi kita dapat mengetahui, mendalami, dan memaknai sendiri kekayaan kita tersebut. Kita memang tak punya dokumen aslinya, tetapi setidak-tidaknya hasil penelitian yang dilakukan ke sejumlah negara dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan kita bila diterbitkan dalam bentuk buku," ungkap Suryadi yang mendapat bantuan dana dari Toyota Foundation, Ford Foundation, Universiteit Leiden, dan lembaga ilmu pengetahuan Belanda untuk melakukan penelitian naskah kuno tersebut.
Ia melukiskan, untuk berbagai penelitian itu, dia berburu naskah kuno ke berbagai perpustakaan terkenal di Eropa, seperti ke Belanda dan Inggris. Di Indonesia naskah-naskah kuno tersebut tidak ada lagi.
Dalam Syair Sunur: Suntingan Teks, Konteks, dan Pengarang, Suryadi yang juga ahli transliterasi (penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain dan dalam hal ini dari abjad Arab (Melayu) ke abjad Latin) coba merekonstruksi imbas gerakan Paderi (sekitar tahun 1803-1838) di pantai barat Sumatera, khususnya di rantau Pariaman, jantung pertahanan kaum konservatif (tarekat Syattariyah atau ordo Ulakan, sekitar 1785 dan 1790) di Minangkabau.
"Pengaruh gerakan Paderi ditelusuri melalui biografi Syekh Daud Sunur, ulama dari rantau Pariaman (wilayah pantai). Sejak awal keulamaannya, faham keagamaan Syekh Daud Sunur sudah berseberangan dengan ordo Ulakan. Ulama ini sudah mengarang dua syair terkenal, yaitu Syair Mekah dan Madinah atau Syair Rukun Haji dan Syair Sunur," kata Suryadi menjelaskan.
Menurut dia, syair-syair karya Syekh Daud Sunur bernilai estetis cukup tinggi. Selain itu, Syair Sunur adalah syair yang cukup tua berciri otobiografis yang pernah ditulis orang Minangkabau, yang dalam konstruksi puitisnya masih memperlihatkan ciri sastra lisan (pantun) Minangkabau di satu sisi dan pengaruh sastra Arab (Islam) di sisi lain.
SURYADI yang kelahiran Pariaman, 15 Februari 1965, ini tertarik dengan naskah Nusantara klasik, khususnya syair Melayu, karena naskah pendek selama ini kurang mendapat perhatian.
Menurut dia, kecenderungan para peneliti Barat maupun peneliti Indonesia lebih pada teks panjang atau prosa sejarah. Epos besar dan historiografi tradisional atau hikayat kerajaan sudah banyak diteliti dengan hasil, antara lain, berupa sejumlah disertasi di berbagai universitas di dalam dan luar negeri.
"Kecenderungan itu menyebabkan kurangnya perhatian pada naskah pendek, apalagi yang terkait dengan Islam. Dari berbagai katalog naskah Nusantara yang sudah terbit dapat dilihat bahwa naskah pendek seperti itu juga tidak sedikit jumlahnya. Memang kebanyakan naskah pendek tidak banyak berkaitan dengan kisah di seputar pusat kekuasaan dan genealogi raja-raja lokal. Namun, baik sebagai artefak sejarah maupun sebagai hasil karya sastra klasik, sebenarnya nilai naskah pendek tidak lebih rendah dari naskah panjang," papar Suryadi.
Sikap mengabaikan naskah yang tidak memunculkan informasi seputar pusat kekuasaan menimbulkan efek kurang menguntungkan terhadap tradisi kajian naskah klasik Nusantara. Di Jawa, misalnya, sudah lama terdengar keluhan tentang kurangnya perhatian terhadap naskah pesisiran karena anggapan bahwa naskah pesisiran yang beraksara pegon dinilai lebih rendah nilainya daripada naskah keraton wilayah Yogyakarta dan Solo yang dinilai adiluhung.
Dewasa ini, lanjutnya, di kalangan peneliti naskah Nusantara klasik, khususnya kalangan filolog, naskah "pinggiran" seperti syair Melayu dan genre singir yang berkembang di kalangan masyarakat santri di pantai utara Jawa, belum dikenal luas. "Alasan ini pulalah yang membuat saya tertarik meneliti Syair Sunur, atau naskah Nusantara klasik jenis syair Melayu," tambah dia.
SEBAGAI orang Minang, di sela-sela kesibukan meneliti naskah Nusantara klasik, Suryadi masih menyempatkan diri meneliti hal lain guna menggali kekayaan dan kejayaan Minang dulunya. Banyak data dan dokumen penting tentang Minangkabau disimpan di Belanda.
"Saya beruntung studi di Belanda. Ide-ide penelitian tak habis-habisnya karena didukung perpustakaan yang lengkap dan memiliki koleksi langka. Di samping itu, setelah menjadi dosen tamu sejak akhir tahun 1998, terhitung tahun 2001 saya diminta menjadi dosen tetap/tanpa batas kontrak oleh Dekan Fakultas Sastra Universitas Leiden," ujar suami Nurlismaniar dan ayah dari Raisa Mahesvara Niadilova (3 tahun) yang untuk disertasi doktornya meneliti tentang signifikansi budaya industri regional di Sumbar.
Setamat dari Universitas Andalas (1991), Suryadi pernah menjadi asisten dosen di almamaternya dan di Universitas Bung Hatta, Padang. Karena tak pernah diangkat menjadi dosen tetap, akhir tahun 1994 dia pindah mengajar ke Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI). Setelah beberapa tahun menjadi asisten dosen di UI, ia pun tak diangkat menjadi dosen tetap.
Berkat kerja sama Prof Dr MHJ Maier dari Universiteit Leiden dan Dekan Fakultas Sastra UI (waktu itu) Prof Dr Sapardi Djoko Damono, akhir tahun 1998 Suryadi menjadi dosen tamu untuk program studi bahasa dan kebudayaan Indonesia di Universiteit Leiden. Pengetahuan dan dedikasinya pada sastra Nusantara akhirnya mengantarkan dia mengajar tetap di Leiden. (YURNALDI)


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

jamaludin mohyiddin

unread,
Dec 29, 2007, 8:15:44 AM12/29/07
to Rant...@googlegroups.com
Wa' Alakum salam,

1. Pakar philology sangat di perlukan oleh Sumbar. Kehadiran pakar pakar ini banyak membantu usaha usaha "pemulihan semula" dan penyegaran penulisan sejarah/historiography tempatan (Sumatra). Saperti biasa,  penafsiran sejarah dan penulisan semula sejarah akan terus berlaku. Apatah lagi kita kini bangun keluarkan diri dari belenggu penjajahan dan colonial legacy Belanda.

2.  Inti estetika bahasa terletak dalam  olahan dan karangan puisi bukannya prosa.  Kecantikan peluahan, fahaman dan fikiran yang di salurkan dalam puisi mengambarkan kekuatan dalaman berfalsafah pencitanya. Oleh kerana itu ulamak silam berkemampuan menjelaskan hasrat hatinya dalam puisi. Maka bergurindam lah, berselokalah, bersyaerlah dan dan bersajaklah mereka menyampaikan maksud untuk tatangan masyarakat. Kadang kadang bahasan bahasan mereka itu berat dan serius. Keindahan atau keestetikaan bahasan mereka itu memukau. Begitulah ketinggian estetika bahasa ulamak silam dalam berbahasa. Naskah kuno/lama itu penuh kekayaan yang tiada bandingya kini. Naskah lamo ini mesti di simpan baik dai jaga dan mesti bawa ketengah di masyarakat kini. Kehadiran isinya untuk di telaah dan diambil i'tibar sewaktu Ranah dipersimpangan jalan keintelektualannya sangat sangat di hargai.

3, Kehadiran saudara kita ini sudah jelas dapat mengarahkan satu babak baru kita maju kedepan. Insya'Allah.   

Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Dec 29, 2007, 9:54:43 AM12/29/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w. Bundo dan Sanak Jamaludin,

Terima kasih atas ditayangkannya biodata Sanak Suryadi
ini di RN. Walau saya sudah tiga kali -- kalau tak
salah -- berjumpa dengan Bung Suryadi ini, di Leiden,
namun baru kali ini saya mengetahui biodata beliau.
Dari komunikasi liwat email selama ini saya sangat
berterima kasih terhadap ketekunan dan ketelitian
beliau dalam mencari data sejarah Minangkabau.
Sekarang pun, dalam rangka mempersiapkan diskusi panel
sejarah Perang Paderi tanggal 22 Januari yang akan
datang, beliau tetap aktif. Sayang sekali,
keterbatasan dana tidak memungkinkan beliau untuk
hadir langsung dalam diskusi panel yang akan datang
tersebut. Namun beliau berjanji untuk membuat makalah,
yang sebagian demi sebagian telah beliau kirimkan ke
berbagai media massa, di Padang maupun di Jakarta.
Saya setuju dengan penilaian Bundo dan Sanak
Jamaludin, bahwa dalam upaya kita memahami, dan kalau
bisa menjernihkan, kompleksitas Minangkabau kita
sangat memerlukan peneliti-peneliti yang tekun seperti
beliau ini.
Sebagai tambahan, izinkan saya memperkenalkan
seorang filolog Fakultas Sastra Universitas Andalas
yang tak kalah gigihnya dengan Drs S. Suryadi, yaitu
Sanak Drs M.Yusuf, yang secara etnik berasal dari
tanah Sunda. Saya selalu terkagum-kagum jika
mendengarkan kisah perjalanan beliau sampai ke
pelosok-pelosok Sumatera untuk mencari dan
menyelamatkan naskah-naskah kuno Minangkabau. Beliau
juga menjelaskan betapa profesor-profesor Malaysia
'berburu' naskah-naskah kuno tersebut, sambil
mengiming-imingi pemilik naskah dengan harga yang
cukuo menggiurkan. Sudah barang tentu, dukungan dari
Ibu Dra Adriyetti Amir SU, Dekan Fakultas Sastra
Unand, sangat membantu beliau dalam dedikasinya yang
luar biasa terhadap naskah-naskah kuno Minangkabau
ini.
Ringkasnya, menurut penglihatan saya, kedua
tokoh filologi ini akan memungkinkan kita untuk masuk
ke era baru sejarah Minangkabau, yang tidak lagi
bertumpu pada mitologi semata. Insya Allah.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

--- saya potong di sini --


____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Sjamsir Alam

unread,
Dec 29, 2007, 5:48:04 PM12/29/07
to Rant...@googlegroups.com
Bu Nismah,
 
Mokasi banyak lah manyalin dari Kompas sakitar "berlian" dari Minang, "Suryadi", ko. Ambo baco dari huruf pertamo sampai titiak terakhir. Ado hikmahnyo anak awak ko indak diangkek jadi dosen tatap di Unand dek masalah keadaan saaik tu (mungkin pada saat tu memang jatah pengangkatan dosen sangaik ketek). Kalau taangkek alun tantu berlian ko ka muncul ka permukaan, dek birokrasi untuak mangirim urang sikolah ka lua nagari sangaik rumik.
Nan indak tasabuik dalam tulisan kompas tu, apokoh Suryadi ko dari jurusan bahasa (Indonesia atau Inggris) atau jurusan Sosiologi atau Antropologi. Kalau inyo tamaik 1991, berarti nyo masuak tahun 1987. Saaik tu ka sado alah jurusan nan ambo sabuik tu di bawah fakultas sastra (sakitar tahun 87 ko ambo masih sato gotong royong di jurusan Sastra Inggris). Mudah-mudahan Suryadi amuah manambah informasi ko untuak konsumsi awak di RN ko.
 
Salam,
 

mak Sati (70+9+28)

Tabiang

 

Yosza Dasril

unread,
Dec 30, 2007, 9:49:35 PM12/30/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.

Rang Palanta yang dihormati. Mohon informasi tentang
nomor telefon DIKTI.

Atas bantuan saya ucapkan terima kasih.

Wass
Yosza-Melaka


____________________________________________________________________________________


Be a better friend, newshound, and

know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

yurpino wahid sinaro

unread,
Dec 31, 2007, 3:37:04 AM12/31/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum WW
Angku cari sajo np telp dikti di www.dikti.org
Sekian dulu
 
Wassalam,
 
Yurpino St. Sinaro (48+)
di Palembang

Yosza Dasril <yo...@yahoo.com> wrote:

Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Sutan Palimo

unread,
Jan 1, 2008, 9:45:55 PM1/1/08
to RantauNet
Pak Syamsir,
Sakadar indo dari ambo, sanak Suryadi tu di FS Unand lulusan Sastra
Minang, atau lebih dikenal dengan Sastra Daerah, jurusan nan ndak
banyak dilirik generasi muda Minang. Paliang banyak mahasiswanyo cuma
20 orang per angkatan, itu pun berkurang tiap semester.

Baliau ko masuak tahun 1986. Jurusan Sastra Daerah baru dibuka pado
tahun 1985, samantaro Fak Sastra tahun 1982.

Salam,
St Palimo (38th, bbrp bln, bbrp hr)
Alumni Sastra Indoensia Unand (Angk 87)

Sjamsir Alam

unread,
Jan 3, 2008, 11:31:58 PM1/3/08
to Rant...@googlegroups.com
Tan Palimo,

Mokasi banyak utk tambahan info.

Ambo dari awal lah sato goro. Malah jauah sabalun dibukak, ambo lah sato
goro jadi anggota panitia pendirian fakultas sastra ko nan dikatuai dek pak
Dr. Muchtar Naim. Sayang permintaan baliau ambo "bedol deso" dari Kanwil ka
Unand ditolak dek bos ambo, alm. Pak Amir Ali, dan gantinyo, ambo baliau
angkek ambo jadi Pengawas SMP/SMA. Tapi untuak sato goro, baliau ok sajo.
Ambo sempat manamaikan anak2 ambo di SING sabanyak 4 angkatan, dan sabagian
lah ado nan jadi dekan bagai babarapo waktu nan lalu. Kalau ndak salah, ambo
baranti goro sasudah 1987, dek sebagai pengawas ambo lah sangaik sibuk
malala ka seluruh pelosok Sumbar.

Jadi kalau Suryadi nan di Sastra Minangkabau dan Donasion dan Palimo nan di
Sastra Indonesia ndak basuo jo ambo di dalam surau, bisa samo dimaklumi.

mak Sati (70+10+2)

Tabiang

----- Original Message -----
From: "Sutan Palimo" <hen.a...@gmail.com>
To: "RantauNet" <Rant...@googlegroups.com>
Sent: Wednesday, January 02, 2008 9:45 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Apa dan Siapa (Suryadi)

Pak Syamsir,
Sakadar indo dari ambo, sanak Suryadi tu di FS Unand lulusan Sastra
Minang, atau lebih dikenal dengan Sastra Daerah, jurusan nan ndak
banyak dilirik generasi muda Minang. Paliang banyak mahasiswanyo cuma

--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.17.12/1202 - Release Date: 12/29/2007
1:27 PM


Yosza Dasril

unread,
Jan 7, 2008, 10:58:48 PM1/7/08
to Rant...@googlegroups.com
Indak ado nomor telefonnyo do Tuan. Kalau ado di
www.dikti.org atau www.dikti.go.id indak paralu ambo
parawaikan di Rantau-Net ko do.

Btw, tarimo kasih atas bantuan tuan, semoga Allah
manjadikannyo amal shaleh bagi tuan di Palembang tun.

Was
Yosza
--- yurpino wahid sinaro <wahid...@yahoo.co.id>
wrote:

> Assalamu Alaikum WW
> Angku cari sajo np telp dikti di www.dikti.org
> Sekian dulu
>
> Wassalam,
>
> Yurpino St. Sinaro (48+)
> di Palembang
>
> Yosza Dasril <yo...@yahoo.com> wrote:
>
> Assalamu Alaikum W. W.
>
> Rang Palanta yang dihormati. Mohon informasi tentang
> nomor telefon DIKTI.
>
> Atas bantuan saya ucapkan terima kasih.
>
> Wass
> Yosza-Melaka


________________
Dr. Yosza Dasril
Dept. of Science and Mathematics,
Centre for Academic Services (CAS),
Kolej Universiti Teknikal Kebangsaan Malaysia (KUTKM),
Locked Bag 1200, Ayer Keroh,
75450 Melaka.
Mobile: +6012 9499518.
http://www.geocities.com/yosza

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages