Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

90 views
Skip to first unread message

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 22, 2011, 8:35:15 PM9/22/11
to rant...@googlegroups.com

Apakah ini akan menghubungkan Minangkabau dengan orang Yahudi ?

TR
-------------------------------
Sejarah Agama Minakhaba


Posted by prosaturripadang

.

Sebuah tulisan dari Emeraldy Chatra, Dosen Unand

Agama Minakhaba mulanya dikembangkan oleh seorang pengembara dari Kerala, sebuah kota di Kerajaan Pandya (India), bernama Chetteri Vilanj satu setengah abad sebelum Masehi. Pengembara dari kasta Chetteri (setingkat ksatria) ini meninggalkan kampung halamannya untuk menyebarkan ajaran Minakhaba. Kerajaan Pandya sudah ada sejak beberapa abad sebelum Masehi, ibukotanya bernama Korkai. Pandya merupakan kerajaan besar yang maju dan telah menjalin hubungan dagang dengan Romawi, Arab, Mesir dan Parsi.

Chetteri Vilanj dari Pandya yang kemudian dikenal sebagai Ceteri Bilang Pandai lahir dari etnis Kurician dan Bnei Menaseh. Bnei Menaseh adalah keturunan Menaseh yang dikecilkan oleh pengikut Ezra dan Nehemiah di Palestina. Karena terdesak pengikut Menaseh meninggalkan Palestina dan menetap di Pandya.

Setelah beberapa tahun berada di Koto Batu, Ceteri Bilang kawin dengan Indojulito yang sudah melahirkan Datuak Mangguang dari suaminya terdahulu, Maharajodirajo, raja kerajaan Koto Batu. Maharajodirajo adalah seorang penganut agama Budha. Perkawinan Ceteri Bilang dengan Indojulito melahirkan si Jatang yang setelah dewasa bergelar Datuak Parpatiah Sabatang. Datuak Mangguang kemudian diangkat sebagai raja Koto Batu menggantikan ayahnya, sekaligus sebagai seorang penghulu tinggi agama Minakhaba. Karena fungsinya sebagai penghulu tinggi Minakhaba, Datuak Mangguang lebih sering berada di Dusun Tuah (kemudian dikenal dengan nama Dusun Tuoh, lalu jadi Dusun Tuo) yang menjadi markas besar agama Minakhaba.

Agama Minakhaba yang dibawa Ceteri Bilang adalah agama yang menyembah satu tuhan yang disebut Nabhana atau Nan Bhana. Mulanya agama monoteis yang dibawa Nabi Musa ini dibawa oleh orang-orang Kanaan keturunan Menaseh dari Babilonia ke Pandya, kerajaan kuno India sekitar 400 tahun sebelum kelahiran Isa. Keturunan Menaseh, berbeda dengan prinsip keagamaan yang dianut oleh pengikut Ezra dan Nahemiah, memiliki sikap toleran terhadap bangsa lain. Karena itu penganut agama yang disebut orang Pandya sebagai “orang Ya” atau “pengikut Musa” ini tidak bermasalah hidup di kalangan penganut Hindu di Pandya. Lagipula, orang Menaseh dapat meyakinkan orang Hindu yang menganggap dirinya keturunan Manu bahwa Musa juga keturunan Manu.

Menurut Kitab Veda, orang-orang Hindu merupakan cucu Manu yang selamat ketika terjadi banjir besar ribuan tahun lalu. Kapal Manu beserta sejumlah pengikutnya yang setia berlabuh di Puncak Himalaya, kemudian anak cucunya bertebaran ke seluruh penjuru dunia dan membangun peradaban di Harappa dan Mahenjo-Daro. Salah satu cucu Manu, Yadu dianggap sebagai nenek moyang orang-orang Yovana dan Ya di Palestina. Musa adalah salah satu diantara keturunan Yadu. Alikasudaro (Iskandar Agung), raja Yovana yang membangun kerajaan Balkh (Bactria) di barat India juga keturunan Manu.

Meskipun demikian pengikut Menaseh tetap mempunyai aturan: kawin dengan penganut Hindu atau Budha tidak dilarang, tapi pasangan itu harus meninggalkan agamanya.

Cateri Bilang dibesarkan sebagai penganut agama Ya yang taat. Tapi ketika melihat kepatuhan pengikut Ya kepada agamanya makin lama makin menipis, dan pengaruh Hindu makin kuat terhadap penganut Ya, Cateri Bilang mengembangkan ajarannya sendiri, yaitu Minakhabaya atau Ajaran Baru Ya, yang disingkat jadi Minakhaba saja.

Kitab suci Minakhaba tetap sama dengan yang dipercaya penganut agama Ya, yaitu Tuah atau Patatah. Kitab itu berbentuk gulungan (scroll) yang hanya dimiliki oleh para penghulu tertentu, tidak boleh dibaca sembarang orang. Gulungan Tuah dipandang sangat suci dan demikian berharga, tapi “boleh” digadaikan kalau ada anak perempuan yang tidak kunjung bersuami. Artinya, kalau ada anak perempuan tidak bersuami dalam sebuah keluarga, harga diri keluarga itu sudah hancur.

Selain membaca gulungan Tuah para penghulu tertentu, yang senior, juga membaca kitab Tamu yang ditulis oleh para penganut agama Ya di Kanaan atau Palestina dalam bahasa dan tulisan Aramaik. Kitab Tamu berisi interpretasi terhadap Tuah, juga sejumlah riwayat para pewaris Hukum Musa. Karena kesulitan membaca tulisan aslinya, kebanyakan para penghulu menerima ajaran secara lisan dari penghulu tinggi yang paham bahasa asing. Datuak Parpatiah Sabatang adalah salah seorang penghulu tinggi yang mampu membaca tulisan Aramaik dan pernah mengembara ke India, Parsi dan Kanaan bersama saudaranya Datuak Mangguang. Kedua datuak itu menulis sendiri buku Tamu mereka dalam aksara Aramaik.

Namun kemudian terjadi perpecahan antara kedua bersaudara itu. Datuak Parpatiah Sabatang yang sejak kecil sudah terbiasa hidup di luar istana (karena dekat dengan ayahnya yang bukan bangsawan) mengembangkan ajaran baru yang ia sebut Bodi-Caniago. Penganut ajaran Bodi-Caniago dibagi ke dalam dua komunitas berdasarkan garis keturunan ibu. Seperti halnya pada kelompok Koto dan Piliang, kelompok-kelompok itu juga disebut adat. Oleh sebab itu ada istilah adat Bodi dan adat Caniago, yang intinya sama-sama menganut ajaran agama Minakhaba.

Datuak Parpatiah Sabatang mengakui ia terpengaruh oleh prilaku Sidharta Gautama yang mengembara dan melepaskan atribut kerajaan dari dirinya. Namun Datuak Parpatiah tidak melepas Hukum Musa atau tetap beragama Minakhaba.

***

Orang Minakhaba adalah campuran antara pribumi dengan keturunan orang Kurician yang tinggal di India Selatan. Kurician adalah etnis minoritas di India selatan yang kurang dikenal. Nenek moyang orang Kurician berimigrasi sekitar lima abad sebelum kedatangan Ceteri Bilang (masih dalam zaman Neoliticum). Imigran Kurician yang menganut matrilineal itu meneruskan pekerjaan nenek moyang mereka di India, yaitu sebagi petani. Mereka mengajari orang pribumi bercocok tanam, membuat sawah dan membangun sistem irigasi. Mereka juga membuat mejen dari batu-batu besar (menhir).

Dalam waktu dua abad populasi orang Kurician makin meningkat. Mereka menyebar kemana-mana, kawin-mawin dengan penduduk asli. Matrilineal akhirnya jadi sistem yang diterima oleh penduduk pribumi. Agama orang Kurician mulanya agama asli Tamil (pra-Hindu), tapi karena putus hubungan dengan India dan tidak dapat membangun kelembagaan agama mereka mulai melupakan agama mereka dan beralih ke animisme, seperti anutan orang pribumi.

Dua abad setelah kedatangan imigran Kurician datang lagi satu rombongan imigran dari India yang berasal dari Palibothra atau Pataliputra, ibukota Kerajaan Sunga di utara India. Imigrasi ini disebabkan orang-orang Budha ditidas oleh penguasa Sunga yang beragama Hindu. Kuil-kuil Budha di Nalanda, Bodhgaya, Sarnath dan Mathura dibakari, penganut Budha dibunuhi dengan kejam. Akibat kekejaman yang berlangsung selama lima tahun itu banyak penganut Budha menyelamatkan diri keluar kerajaan Sunga. Orang-orang Pataliputra sering juga disebut orang-orang Batalidarah atau satu keturunan.

Rombongan yang berimigrasi ini berdarah campuran Yunani-India (disebut Yobana India. Yobana dari Yovana=Yunani (Sanskrit)) dan mengatakan diri mereka sebagai keturunan Alikasudaro (Iskandar Zulkarnain). Mulanya mereka hidup di kerajaan Mauriya yang tenang. Tapi 185 SM Pusyamitra Sunga, seorang panglima perang kerajaan Maurya membunuh rajanya: Baradrata. Mauriya runtuh, berganti menjadi kerajaan Sunga. Raja Pusyamitra Sunga yang beragama Hindu berusaha menghapus agama Budha dengan melakukan kekejaman.

Imigran dari Pataliputra itu tidak langsung berbaur dengan masyarakat, tapi membangun pemukiman di lereng gunung Marapi. Setelah berpuluh tahun mereka turun gunung dan membangun kerajaan yang dinamakan Kerajaan Koto Batu. Rajanya yang diberi gelar Maharajodirajo kawin dengan Indojulito yang nenek moyangnya keturunan Kurician.

Peninggalan penting kerajaan Koto Batu adalah pola pendidikan anak laki-laki yang dikonsentrasikan di sebuah tempat (surau). Pola ini diilhami oleh pola pendidikan di Yunani kuno, negeri nenek moyang orang-orang Batalidarah.

Orang Kurician dan pribumi umumnya berkulit gelap atau coklat tua. Sedang rombongan Maharajodirajo yang datang kemudian berkulit putih. Percampuran antara kedua etnis berbeda kulit inilah yang menentukan warna kulit orang Minakhaba kemudian hari.

Ceteri Bilang yang datang ke Koto Batu mulanya dikenal sebagai maharishi (dalam lidah lokal jadi marasai, karena badannya kurus dan terlihat tidak terurus, tapi orang tahu ia sangat sakti). Ia lalu diangkat sebagai penasehat oleh Maharajodirajo.

Ceteri Bilang sama-sama keturunan Kurician dengan Indojulito. Karena itu anak mereka, si Jatang yang kemudian bergelar Datuak Parpatiah Sabatang berkulit lebih gelap dibandingkan kakak lain ayahnya, Datuak Mangguang.

Ketika agama Minakhaba dikembangkan oleh Datuak Mangguang dan Datuak Parpatiah Sabatang tradisi matrilineal tidak dihapuskan. Mereka merasa ada kesesuaian antara adat Kurician dengan ajaran Minakhaba yang memuliakan ibu. Karena itu keduanya sepakat menjadikan matrilineal sebagai sistem resmi agama Minakhaba.

Catatan:

Tulisan ini imaji sejarah yang dibuat untuk menguji apakah masih tersisa ruang untuk berpikir beda…
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

sjamsir_sjarif

unread,
Sep 22, 2011, 9:48:16 PM9/22/11
to rant...@googlegroups.com
Kalau tulisan Cerita Koyok kayak ini, apalagi ditulis pula oleh seorang yang menggunakan titel Dosen Unand, terbaca oleh M.O. (Mangaradja Onggang Parlindungan) Penulis Tuanku Rao, pasti dia ketawa besar lagi terbahak-bahak berbalik-balik menggeliat di dalam kuburnya dengan panggilan suara garangnya yang tetap teringat:

"Hallo Brothers from Minangkabau... ha ha ha ..."

-- Nyit Sungut

Hambo

unread,
Sep 22, 2011, 10:01:18 PM9/22/11
to RantauNet
Pada tahun 1963, dalam bukunya “Tuanku Rao: Teror Agama Islam Hambali
di Tanah Batak (1816-1833)”, Mangaradja Onggang Parlindungan antara
lain-lain mentertawakan Brothers from Minang dan mengejek:

“Brothers from Minang sangat parah handicapped, karena kepertjajaan
mereka akan mythos2 tanpa angka2 tahunan. Mythos Iskandar Zulkarnain
Dynasty, Mythos Menang Kerbau, Mythos Bundo Kanduang, Tambo
Minangkabau, dlsb., semuanya 100% ditelan oleh Brothers from Minang.
Tanpa mereka sanggup selecting-out 2% facta2 sejarah dan kicking-out
98% mythologic ornamentations dari mythos2 itu. Tanpa mereka sedikit
pun usaha, mentjarikan angka2 tahunan untuk menghentikan big
confusions” (679)."

-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Di Tapi Riak nan Badabau
Santa Cruz, California
Seeept. 22, 2011

On Sep 22, 6:48 pm, "sjamsir_sjarif" <hamboc...@yahoo.com> wrote:
> Kalau tulisan Cerita Koyok kayak ini, apalagi ditulis pula oleh seorang yang menggunakan titel Dosen Unand, terbaca oleh M.O. (Mangaradja Onggang Parlindungan) Penulis Tuanku Rao, pasti dia ketawa besar lagi terbahak-bahak berbalik-balik menggeliat di dalam kuburnya dengan panggilan suara garangnya yang tetap teringat:
>
> "Hallo Brothers from Minangkabau... ha ha ha ..."
>
> -- Nyit Sungut
>

dany

unread,
Sep 22, 2011, 10:15:27 PM9/22/11
to rantau net
Tulisan menarik dan perlu digali dg menyusun pendekatan-pendekatan faktual lainnya..

Salam

Dany
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

Evy Nizhamul

unread,
Sep 22, 2011, 10:17:37 PM9/22/11
to rant...@googlegroups.com
Sanak sakampuang, saparatian  nan ambo hormati

Assalamuaaikum, Wr. wb

Mak Ngah ..janganlah basi sunguik..  haa..haa..

Ya... memang benar Mak Ngah....

Mangaradja Onggang Parlindungan -  Penulis Tuanku Rao akan berkata seperti ini :
"Hallo Brothers from Minangkabau ...   “very childish and very stupid”,  bila peristiwa menang kerbau dijadikan nama etnis Minangkabau ... apalagi sebagai agama.

Jadi .. Menurutnya nama “ Minangkabau”  sudah lebih dahulu ada dari kerajaan Singosari dan Majapahit. Info ini didapat dari laporan Resident Poortman – yang banyak menulis sejarah Batak.
Bahwa tentara Mesir /fatimiyah Dynasti pada tahun 588 H (=1191 M), berhasil dipukul mundur dari kampung
 bernama “Minangkabau” , oleh tentara Darmasraya. Kampung yang bernama ‘ Minangkabau. Menurut Resident Westernenk - wilayah itu berlokasi ; ‘ antara Kota Batusangkar (= Ford Vander Capellen) dan Kampung Sungayang.
Kampung minangkabau itu, pada tahun 1191 tidak habis dimusnahkan. Setelah 200 tahun kemudian - nama “ Minangkabau” itu didaftar dalam buku Negarakertagama – sebagai wilayah taklukan kerajaan Majapahit.
Dari sinilah Resident Poortman selaku ‘peneliti Batak’, menganggap bahwa kampung Minangkabau ini mestinya dari kampung asli etnis Minangkabau. Hal Ini memberi petunjuk bahwa nama Minangkabau itu bukan karena menang kerbau. Melainkan adalah country origin dari nama suku bangsa Minangkabau itu sendiri.

Barangkali Datuk Soda a.k.i Bapak Abraham Ilyas bisa menambahahkan..

Jadi menurut ambo "ndak kojo jadi kojo.".  ( eh..benar gak ya istilah ini ?)

Mohon maaf ya.. jika pendapat ambo salah..


Wassalam,
 
~ 3vy Nizhamul ~
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)




Dari: sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Jumat, 23 September 2011 8:48
Judul: Re: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 22, 2011, 10:44:00 PM9/22/11
to rant...@googlegroups.com
Sanak palanta kasado alahee nn baik!

Kalau Mak Ngah manyabuik tulisan angku Dosen Emeraldy Chatra ini sebagai tulisan nn semutu dengan koyok,JB menganggap sesuai dengan pandangan si Dosen tu surang,sebagai pandangan 'imajinasi sijarah' nn indak bakaruncingan.

Namonyo sajo imajinasi,khayalan sambia bamonok-monok di suduik dapua umah si dosen tu.
Dapek diduga,dosen kito ko habih mambaco buku 'Cindua Mato' or naskah pedoman 'basijobang' nn musahua di Pikumbuah or buku2 kuno lainnya.

Nan jaleh,JB berikan apresiasi nn positif ka Dosen kito ini atas olah pikia imajinasi sijarah,nn akan mampabanyak bahan bacoan awak di milis RN nn kito gandrungi ini.

Salam persaudaraan dari Bonjer,tampek anak dagang Piaman malapehkan rangkik2 sahabih jadi kuli di Pamarintahan cq Deparlu.


ZA,Tk Magek Jabang St Riayat Syah,72+senek,sk Mandailiang,Padusunan,Piaman,kini sadang di Betawi.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: taufiq...@rantaunet.org
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Fri, 23 Sep 2011 00:35:15
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com

muchwardi muchtar

unread,
Sep 23, 2011, 12:40:51 AM9/23/11
to rant...@googlegroups.com
Ya Allah Ya Rahim Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang...

Sehat wal afiatkanlah & panjangkanlah umur kami beserta para senior di r@ntau net ini yang telah Kau beri Hidayah dan Hinayah untuk dapat menjaga dan "memerangi" penetrasi/ agresi/ beatiful trick dari islam sempalan yang mereka suntikkan melalui anakmuda-anak muda generasi Minangkabau dengan topeng HAM serta memanfaatkan ruang untuk berpikir beda…

Bagi Dunsanak nan ingin labiah mantap lagi bagaimana sistemiknya "serigala berbulu domba" atau kurenah JIL (bukan : Jaringan Iblis Laknatullah..!!!) yang mendapat dana besar dari Boss-nya di benua seberang, ambo sarankan untuak sempatkanlah mambaco buku :

"Ada Pemurtadan di IAIN", karya Hartono Ahamad Jais
Terbitan Pustaka Al Kautsar, 2005, ISBN 979-592-280-7

Jadi, a nan tajadi di Minangkabau hari ko, dan alah babarapo kali mancogok atau dicogokkan dek komunitas r@ntau-net dalam milis ko adolah sabagai ilie dari muaronyo nan tajadi di "pabrik dotor (S2)" nan dicetak dek IAIN  Ciputat tu tempo hari.

Tantu Sanakmbo alun lupa lai jo namo-namo "pamikiran pesong" nan panah dicogokkan dek Agus Suparto (?) atau Firson Maryutenli <firson.m...@gmail.com.
Tarimo kasi Sanak TR, sarato senior-2 lainnyo (JB, MakNgah) nan alah mambari garam jo cuko bake pamikiran pesong Dosen Unand nantun.
"Semoga Allah melimpahkan RakhmatNya bagi kita semua.
Amin Ya Rabbal Alamin.

mm***
Bakeh Sekjen Badan Dakwah Islam (BDI) Pkp Pertamina 1995-2009.


From: "taufiq...@rantaunet.org" <taufiq...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Friday, September 23, 2011 7:35 AM

Subject: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

muchwardi muchtar

unread,
Sep 23, 2011, 2:22:45 AM9/23/11
to rant...@googlegroups.com
Rang Dapua N.a.h.
Sia Dany ko?
Bara umuanyo?
Di ma tingganyo?
Dan, kiro-2 akolah back-gorund-nyo?

Apokoh parsyaratan nan salalu dipalewakan r@ntau-net (tarutamo) bake urang nan baru mancogok, masih balaku?
Baa kok bisa namo Dany nan indak baujuang indak bapangka ko mancogok di milis (nan katonyo) dijago sacaro sistemik?

Salam.....,
mm***
Lk-2; >50th; Bks.


From: dany <ardian...@yahoo.co.id>
To: rantau net <rant...@googlegroups.com>
Sent: Friday, September 23, 2011 9:15 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

Mochtar Naim

unread,
Sep 23, 2011, 2:27:56 AM9/23/11
to rant...@googlegroups.com
Boleh berbeda tapi jangan "ngarang" MN

From: "taufiq...@rantaunet.org" <taufiq...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Friday, September 23, 2011 7:35 AM
Subject: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)


ryanfi...@yahoo.com

unread,
Sep 23, 2011, 3:12:13 AM9/23/11
to rant...@googlegroups.com
Mubazir bana raso nyo wakatu ambo mambaco tulisan nan indak samereh ko.

Setelah di amati baliak, tulisan ko di posting oleh:prosaturripadang..limbago apo ko?

Ciek lai..Pak Emeraldy Chatra ko apo iyo sabana dosen di Unand?
Mungkin ado apak2 nan bisa mambari penerangan di ateh kemusykilan ko.
Terima kasih sebelum nyo.

Wassalam

Ryan~44~ipoh

Sent by DiGi from my BlackBerry® Smartphone


From: muchwardi muchtar <much...@yahoo.com>
Date: Thu, 22 Sep 2011 23:22:45 -0700 (PDT)

Anzori

unread,
Sep 23, 2011, 3:19:00 AM9/23/11
to rant...@googlegroups.com
Kemurtadan adalah tanda orang tersebut tidak mendapatkan hidayah Allah=orang kafir dan atau orang munafiq. Lihat Al-Baqarah 1-18. Jadi tidak perlu mendo'akan orang yang  murtad.
 

From: muchwardi muchtar <much...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Friday, September 23, 2011 11:40 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

Madahar (madahar)

unread,
Sep 23, 2011, 3:20:10 AM9/23/11
to rant...@googlegroups.com

Lai kamanakan mama juo du nyo mak, baa go alah lupo mamak jo kamanakan.

Iko mulo paratamo kamanakan mamak duduak dipalanta sapangatauan kamanakan mamak nan di Pakan.

 

 

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ardian hamdani
Sent: Monday, January 03, 2011 12:28 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] TRS: [kahmi_pro_network]……..

 

………..

 

Dany, 33, Jkt, koto

Dany, 34, Jkt, koto

Ardian Hamdani, depok, 34, koto

 

 

Salam

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 23, 2011, 3:13:28 AM9/23/11
to rantaunet, rantaunet

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


From: "Madahar (madahar)" <mad...@chevron.com>
Date: Fri, 23 Sep 2011 14:20:10 +0700
Subject: RE: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Sep 23, 2011, 3:24:24 AM9/23/11
to rantaunet, rantaunet

Nofend St. Mudo

unread,
Sep 23, 2011, 3:38:07 AM9/23/11
to rant...@googlegroups.com
Hehehe....

Tadi ambo lah manjawek via Japri ka mak MM*** ko
tapi setelah ambo baco baliak, agak kareh bunyinyo sarupo nan pernah
takirim dulu
akhirnyo ambu buang baliak, dan ambo galak mani se atas pertranyaan mak MM*** ko

Mak MM*** kalau mambuka link2 aktivitas/pertemuan rang RN dulu mungkin akan
nampak urang2 nan mak MN tanyo salamoko di RN.
mak MN ko biasonyo jago soal manggugling mancari di internet, biaso
bisa panjang dapek refernsi dek baliau, tapi kok ndak balakukan di
arsip group ko mak??

manaruik ambo sacaro pribadi, kalau ado opini semestinyo kito lawan jo
opini, kalau pangka langan ambo hado i pulo jo pangka langan, apolai
mamak nan katonyo bakeh wartawan senior, tantu mamak jago soal
mambaleh tulisan2 sarupo iko??

Jadi mak, kok lai bulia ko a... rancak diam se kalau indak tajawek jo
opini nan mencerdaskan bakeh kamanakan2 mamak di palanta ko, indak
mancari2 urang secaro pribadi baiak fisik atau lain sebagainyo.

takana istilah mak titik HB dulu, gaek itu memang pasti, tapi dewasa
adolah pilihan.

Sagitu je komen ambo saketek mak, iko bukan jawek dari rang dapua,
tapi ambo secaro pribadi.


wassalam
Nofend/34+ CKRG.

Pada 23 September 2011 00:20, Madahar (madahar) <mad...@chevron.com> menulis:
> Lai kamanakan mama juo du nyo mak, baa go alah lupo mamak jo kamanakan.
>
> Iko mulo paratamo kamanakan mamak duduak dipalanta sapangatauan kamanakan
> mamak nan di Pakan.
>
>
> From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On
> Behalf Of ardian hamdani
> Sent: Monday, January 03, 2011 12:28 PM
> To: rant...@googlegroups.com
> Subject: [R@ntau-Net] TRS: [kahmi_pro_network]……..
>
>

Madahar (madahar)

unread,
Sep 23, 2011, 3:26:24 AM9/23/11
to rant...@googlegroups.com

Diulang saketek kalo nan dari awa bana karano nan cako untuak 2011.

 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ardian hamdani
Sent: Tuesday, November 13, 2007 3:30 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Balasan: [R@ntau-Net] Re: Usul pembentukan Organisasi Saudagar Minang cabang Jakarta

 

wa alaikum salam..

 

Pak M. Syahreza..sepakat kito dengan usul apak tuu.. nan bamakasuik utk mangupua-ngumpakan kito di jakarta koh..

 

kalau buliah usul ..kok di RM sederhana nan di tangah2 se baa atau Kubang nan ditangah2 kota Jakarta se..

 

seperti Kubang di Jl. Saharjo Tebet..atau RM  Sederhana nan di Pasar Rumpuik lantai 2..bisa nampuang 100 orang..

 

Bia dicapai aksesnyo capek dari ma seh..

 

 

Salam Erat

 

Ardian Hamdani

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Madahar (madahar)
Sent: Friday, September 23, 2011 2:20 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: RE: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

 

Lai kamanakan mamak juo du nyo mak, baa go alah lupo mamak jo kamanakan.

--

Abraham Ilyas

unread,
Sep 24, 2011, 5:33:26 PM9/24/11
to rant...@googlegroups.com
Dunsanak di palanta nan ambo hormati.

Dek korono ambo taimbau oleh Rky. Evy, .....satantangan asa koto "minangkabau" dan alah pulo ado pituah oleh Nyiak Sunguik:

"Mencari-[cari]  ruang [dengan alasan-alasan] untuk pikiran yg berbeda" yah boleh-boleh saja, tetapi mencampur baurkan yang benar dengan yang salah dalam apa yang dinamakan "imajinasi sejarah" itu, apalagi mengada-ngada menciptakan nama "agama baru", bukan saja merupakan Koyok Gadang, tetapi menyimpang dari ajaran Ilahi:

"Wa laa tablisul haqqa bil baathili,
wa taktumul haqqa,
wa antum ta'lamuun."
Al-Baqarah QS 2:42


ambo maamini kato putuih tsb.

Dek karano meyakini bahwa makhluk tersebut tidak mungkin menyamai sifat sang Pencipta yang "wahid" atau "ahad"....... maka demikian pulo tentang "sejarah" dan "imajinasi/tambo" adalah makhluk "nan Duo" yang berpasangan.

Sebagian orang butuh imajinasi (sedangkan niat si pembuat imajinasi hanya dia dan Tuhan yang tahu....!)

Ada pula orang ragu terhadap catatan sejarah....!

Hal ini karena memelihara bukti sejarah ini adalah pekerjaan yang sangat sangat sulit, ....contohnya memelihara catatan perintah Tuhan dalam kitab kitab suci agama lain !

Kalau ada imajinasi yang berlawanan dengan fakta (bukti sejarah), .... maka wajib kita teliti dan kalau sudah yakin terhadap bukti sejarah maka tinggalkanlah imajinasi tsb.

Karano tidak ado bukti sejarah yang sahih tentang asal kato minangkabau mako ado ruang untuk berimajinasi bahwa "minang" itu artinya "sumber aie nan janiah" sesuai dengan bahasa setempat


dan "kabau" adalah binatang Kerbau yang digunakan oleh petani waktu dulu.

Ini adalah sistem nilai "nan Duo" ..... dan selengkapnya silakan klik di:

http://nagari.or.id/?moda=minangkabau dan di http://nagari.or.id/?moda=tambo

Salam

Abraham Ilyas lk.66th





muchwardi muchtar

unread,
Sep 24, 2011, 6:25:28 PM9/24/11
to rant...@googlegroups.com
----- Forwarded Message -----
From: muchwardi muchtar <much...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Saturday, September 24, 2011 4:37 PM
Subject: Fw: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)


KIRIMAN KE TIGA KALINYA  : 25-09-2011 : 05.25 WIB. TERAKHIR....!!!!

KIRIMAN KE DUA KALINYA  : 24-09-2011 : 16.35 WIB.

KIRIMAN PERTAMA KALINYA : 24-09-2011 : 09.29 wib.


Sanak komunitas r@ntau-net nan saiman dan (mudah-2-an) sacito-cito.
 
Satalah mancogoknyo panarangan dari Rang Dapua nan maatehnamokan pribadi (enak sekali ya,  selaku penjaga “amanah” nan membawa bendera –umumnya-- lambago Minangkabau menjawab keluhan seorang members-nya secara pribadi? He he….) samakin jalehlah kama kiblat dari Rang Dapua dalam mengelola web ko.
Subhanallah.
 
Memang tahun lalu kutiko ambo kareh mamabulalakan mato ka babarapo “pemikiran pesong” dalam maliek eksistensi akidah  Islam, Dunsanakmbo nan di PKU manalepon ka HP ambo. Sacaro panjang lebar, Dunsanak nan saiman & sacito-cito ko manjalehkan bake ambo bahaso komunitas r@ntau-net ko tadiri ateh tigo golongan.
 
Golongan partamo adolah nan pangajiannyo samo jo jalan pikiran Buya Rasul, Buya Gaffar, Buya HAMKA, Buya ZAS dan saderetan Buya di Minangkabau nan samakin abih. Golongan kaduo, adolah urang awak nan gadang di rantau tapi masih tahu & cinto bake ABS-SBK, tapi dalam agamo sabana bapokok pangka ka ajaran urang gaeknyo nan ampiang mandakeki pamikiran nan partamo. Sadang golongan ka tigo adolah (Si Padang nan bangih dakatokan urang kapia..!==èmm) tapi labiah barek ka paham kebebasan bapikia nan dijunjuang tinggi dek manusia (mangaku) madani jo slogan Hak Azasi Manusia (HAM).
 
Golongan ka tigo ko, labiah sabaun jo paham hermeneutika dalam mambadah Al Quran. Dan, salalu kurang picayo kapado pandapaik-2 pandulunyo nan kalau inyo sandiri alun mambuktikan jo jalan pikirannyo. Langkoknyo, kalau nenek moyang mangatokan api tu angek, biasonyo wanyo mauji dulu jo tangannyo untuak mamacik api tu. Kalau alah anguih atau malatua talapak tangannyo dek api, baru wanyo picayo kato pandahulunyo. Ikolah kini, paham ---nan indak disadari masuak dan maruyak ka saluruah jaringan syarafnyo--- nan dipadewakan dek generasi panaruih awak.  
 
Ambo sandiri, babarapoi kali dapek panjalehan dari surang kawan lain dari PKU juo, nan mangatokan bahaso di r@ntau-net ko ado duo aliran (sumber isi utak) nan ciek bakiblat ka Al Azhar Cairo atau Universitas Madinah, dan ciek lai bakredo dari pamahaman “kaum orientalis” dari Universitas Chicago , bilo dipagunjiangkan dalam milis  ko, sampai tabanamnyo Jam Gadang di Bukiktinggi masuak ka bumi, indak ka ado titiak basuonyo.
 
Ambo sajo ---Si m.m ko--- nan karengkang masih juo mancibo manyigi atau maandehan pamikiran ‘Kebebasan Berpendapat’ nan dipaluak komunitas urang awak di milis ko. Pado hal ambo sandiri alah tahu, tahun 90-an sacaro sistemik paham JIL ko alah disuntikan bake calon-calon “ahli agamo” dari Ciputat nan kamudian dikambang biakkan ka saku-saku rayaik badarai nan baitu kuaik pahaman agamonyo (di Minangkabau dan di Jawa Barat).
 
Jadi, kini, alah 20 tahun labiah paham nantun manjala ka isi kapalo generasi mudo (Minangkabau) nan kabatulan sikola di kampus-kampus nan tanamo, indak heran doh kalau alah banyak pulo pangikuiknyo. Paliang tidak, sapacokian jo jalan pikiran pambaruan dalam maliek agamo Islam.
 
Nan labiah disayangkan, dan (bisa) labiah cilako lai, maanggap urang lain (nan kabatulan dulu minum aia susu bundo darinyo) karano wanyo alah maraso labiah pandai dan labiah bawenang untuak maitam putiahkan ciek wadah (misalnyo milis ko), indak baa bagai doh agak saketek kurang aja. Bukankah dalam paham HAM indak dikenal tatanan atau auran timur untuak mahoromaiki urang nan labiah tuo?? “Silakan, sambah taruih paham  kabebasan bapandapaik dalam HAM nan indak sajalan jo paham ABS –SBK tu!!!!!!!!!”  
Nagari ka muko kan punyo kalian, karano anak mudo itu masih punyo masa depan. Sabaliaknyo urang-urang tuo tu hanyo punyo maso lalu.
 
Sabagai tambahan “Who is He” buek Rang Dapua, ambo salamo >14 tahun aktif di Badan Dakwah Islam  (BDI) ciek perusahaan plat merah. Alhamdulillah, dari mulai junior sampai senior di badan nantun. Lai tataok tageh dalam mamasang palang pintu bagi paham Ustadz Chicago masuak maracuni jalan pikiran kawan-kawan atau adiak kami ganarasi panaruih. Caro nan ambo tampuah adolah indak panah mambari angin sagalameang pun  bake paham ko untuak mancogok sabagai khatib atau caramah agamo di musajik tampaik ambo makan gaji. Tapi kalau, di r@ntau net ko balain jalan pikirannyo dalam manyikapi pandangkalan akidah nan cibo diulok-ulokan “kaumnyo”, kabaa nyano awak?
“Kapalo iyo samo-samo hitam tapi isi tangkurak kan balain-lain?”
 
Taakhia, sabalun ambo manapi untuak sataruihnyo dari lapiak milis ko, bagi Dunsanak lain nan masih ado di Palanta ko (misalnyo Sutan Sinaro di PDG, Sanak TR di PKU, Tan Nan Batuduang Ameh di PKU, dll) tolong juolah intip-intip jalan pikiran urang samacam Emeraldy Chatra tu maruyak dalam milis ko, Kalau ambo punyo kawewenangan untuk manjago gawang milis ko tantu pamikiran pesong dari urang samacan Alec Sunaryo atau Firson Maryutenli  (dan hari ko Emeraldy Chatra ) indak ka ambo padiakan bakambang biak di komunitas urang minang ko. Meski Rang Dapua (anak-anak mudo) baalasan demi kebebasan mangaluakan pandapaik, tapi nan ambo (pribadi) labih rancak managah sabalun bakambang biak jadi panyakik. Kalau alah masuak ka isi kapalo komunitas lainnyo, samakin banyak urang nan mangidap virus JIl malalui r@ntau-net ko. Kalau iko nan tajadi, picayolah…. Rang Dapua nan (bakredokan JIL) akan mampatangguang jawabkan nantik di padang mahsyar!!!!!!!!!!!!!!!!
 
Maaf, maaf…..dan maaf.
 
Mudah-mudahan Allah SWT dapek mampatamukan kito di tampaik lain dalam suasana dan kondisi nan tataok sakampuang dan saakidah sarato sacito-cito. Amin Ya Rabbal Alamin.
Karano Si mm mancogok di r@ntau-net ko tempo hari sarupo jo jalangkuang : “datang indak dijapuik dan pulang indak dianta”, tantu pai hari ko pun indak paralu disasa-an bana.
 
Salam………………….,
mm***
 
 LAMPIRAN :
 
QS 66  (At Tahrim) ayat 6 :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
 

 
2)FLAMMING.
Flamming adalah mengirim email (posting) yang materinya bisa membuat penerima email tersinggung (membakar keadaan). Posting yang sering mengakibatkan terjadinya Flame, materi isinya kontra-produktif, berisikan kata-kata kasar, menyerang pribadi, sindiran, hujatan, pelecehan/meremehkan terhadap perorangan, suku, ras, gender dan agama (keyakinan).
 


From: Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Friday, September 23, 2011 2:38 PM

Subject: Re: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

muchwardi muchtar

unread,
Sep 24, 2011, 5:37:13 AM9/24/11
to rant...@googlegroups.com
Sent: Friday, September 23, 2011 2:38 PM

Subject: Re: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

sjamsir_sjarif

unread,
Sep 24, 2011, 8:04:22 PM9/24/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Angku Abraham Ilyas,

Dengan cepat, sesudah posting Makngah terkirim ka Lapau pertama kalinya, dan terlihat, MakNgah, dalam posting yang mengikutinya, sudah mengedit typo dari salah satu ejaan ejaan kata dalam ayat itu; typo "tablisul" sudah diedit menjadi "talbisul" sehingga harus dibaca:

> "Wa laa talbisul haqqa bil baathili,

> wa taktumul haqqa,
> wa antum ta'lamuun."

> Al-Baqarah QS 2:42*

Tolong edit pulo dalam posting Angku Abraham sabalun nanti banyak pulo threads nan mang-copy-pastedkan typo tu sacaro barantai. Tarimo kasih.

Salam,
--MakANgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, Abraham Ilyas <abrahamilyas@...> wrote:
>
> Dunsanak di palanta nan ambo hormati.
>
> Dek korono ambo taimbau oleh Rky. Evy, .....satantangan asa koto
> "minangkabau" dan alah pulo ado pituah oleh Nyiak Sunguik:
>

> *"Mencari-[cari] ruang [dengan alasan-alasan] untuk pikiran yg berbeda" yah


> boleh-boleh saja, tetapi mencampur baurkan yang benar dengan yang salah
> dalam apa yang dinamakan "imajinasi sejarah" itu, apalagi
> mengada-ngada menciptakan
> nama "agama baru", bukan saja merupakan Koyok Gadang, tetapi menyimpang dari
> ajaran Ilahi:
>
> "Wa laa tablisul haqqa bil baathili,
> wa taktumul haqqa,
> wa antum ta'lamuun."

> Al-Baqarah QS 2:42*


>
> ambo maamini kato putuih tsb.
>
> Dek karano meyakini bahwa makhluk tersebut tidak mungkin menyamai sifat sang
> Pencipta yang "wahid" atau "ahad"....... maka demikian pulo tentang
> "sejarah" dan "imajinasi/tambo" adalah makhluk "nan Duo" yang berpasangan.
>
> Sebagian orang butuh imajinasi (sedangkan niat si pembuat imajinasi hanya
> dia dan Tuhan yang tahu....!)
>
> Ada pula orang ragu terhadap catatan sejarah....!
>

> Hal ini karena memelihara bukti sejarah ini adalah pekerjaan yang *sangat
> sangat sulit*, ....contohnya memelihara catatan perintah Tuhan dalam kitab


> kitab suci agama lain !
>
> Kalau ada imajinasi yang berlawanan dengan fakta (bukti sejarah), .... maka
> wajib kita teliti dan kalau sudah yakin terhadap bukti sejarah maka
> tinggalkanlah imajinasi tsb.
>
> Karano tidak ado bukti sejarah yang sahih tentang asal kato minangkabau mako

> ado ruang untuk berimajinasi bahwa "*minang*" itu artinya "*sumber aie nan
> janiah*" sesuai dengan bahasa setempat
> **

Abraham Ilyas

unread,
Sep 24, 2011, 9:28:06 PM9/24/11
to rant...@googlegroups.com
Iyo Mak Ngah, nan ambo kurang pareso pulo
langsuang raso picayo sajo.

"Wa laa talbisul haqqa bil baathili,
wa taktumul haqqa,
wa antum ta'lamuun."
Al-Baqarah QS 2:42

Izinkankalah ambo kutipkan tafsirnya menurut al Qur'an Khadim al Haramain.

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedangkan kamu mengetahui.

khusus untuk talbisul haqqo bil bathili manuruik kamus artinyo: memakaikan kebenaran terhadap kebatilan.

Salam

Abraham Ilyas


ryanfi...@yahoo.com

unread,
Sep 24, 2011, 10:31:54 PM9/24/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum Pak mm bintang tigo..

Ado ciek golongan nan mungkin lupo pak mm sabuikkan..yaitu murid2 Kiyai H.Sirajuddin Abbas..nan masih juo ba pacik arek kapado 'aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah nan indak juo lari dari Bapacik ka adaik Minangkabau...

Sebagai urang mudo nan indak pulo ado kapasitaa sebagai urang dapua, cubo pulo ma ingekkan..walaupun ndak di komentari, sabannyo lai di baco dek asi dunsanak palanta ko..tapi adolah manjadi hak pak mm untuak ma re send baliak, namun penggunaan huruf kapital nan badawek merah pulo taraso 'ganjia' jadi nyo...

Wassalam

Ryan 44 Ipoh

Sent by DiGi from my BlackBerry® Smartphone


From: muchwardi muchtar <much...@yahoo.com>
Date: Sat, 24 Sep 2011 02:37:13 -0700 (PDT)
Subject: Fw: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)

asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

unread,
Sep 24, 2011, 10:39:16 PM9/24/11
to rant...@googlegroups.com
Sawahlunto terpilih menjadi Kota 3 Kota terbaik dlm pengembangan dan improvisasi Parawisata. Kota2 yg terpilih Dempasar, Yogyakarta dan Sawahlunto. Tadi malam Walikota Sawahlunto menerima dari Mentri Parawisata

Nanang







hyv...@yahoo.com

unread,
Sep 24, 2011, 10:51:15 PM9/24/11
to milis rang minang
Pak Abraham nan ambo hormati serta sanak sapalanta yang ambo hormati,

Alhamdulillah, kita semua dapat tambahan lagi penjelasan pak AI sesuai perminta ambo nan lalu.
Ambo sangat setuju sekali membahas minangkabau sacaro raso jo pareso.

Saya teringat dengan pendapat Proff. RY. Perry Burhan guru besar dari ITS, mudahan beliau membaca diskusi kita ini. Bahwa mengulas asal usul Minangkabau tidak bisa dengan cerita raso raso sajo, tepatnya hanya untuk cerita menjelang tidur. Yang diperlukan adalah kupasan ilmiah (pareso-periksa).
Nah..berdasarkan itulah berdasarkan kupasan dari pak AI - saya sangat mendukung penuh bahwa minangkabau bukan karena perkara menang kerbau dan bukan karena agama minakhaba...!!!, melainkan ;
1. Ada kampung yang minangkabau sebagaimana yang ditulis Mangaraja Onggang Parlindungan, yang saya tulis dalam email terdahulu atau kupasan penulis sejarah M.Rasyid Manggis, atau
2. Kupasan pak AI pada situs Nagari,
Lebih dapat di pertanggung jawabkan.

Sekedar tambahan ;
Saya pernah diberi pencerahan oleh Sanak Amrizal Salayan, yang menelaah sumber dan hakekat sebuah mythos dalam Tambo. Ia mengambil contoh teks awa dari tambo. " dari mano disalai palito. Dibaliak telong nan batali. Dari mano asal niniak moyang kito..dari ateh gunuang marapi.

Nah menurut Amrizal Salayan. Bila kita terbiasa membaca teks saja, maka hanya keindahan saja dalam bait sebuah gurindam. Sebenarnya pujangga minangkabau menyampaikan sebuah tafsir melalui semiotika bahasa, yaitu "palito" itu bukan lampu tetapi"jiwa. Untuk menghidupkan jiwa harus dengan "cahaya". Bukankah telong tidak terlihat nyala apinya. Melainkan yang terlihat CAHAYA NYA...??? Kemudian "nan batali" tentu ada Subyek yang memegang tali tsb. Subyek itu tidak terlihat ... Subyek itu adalah Sang Pemilik Cahaya.... Dalam pendekatan ilmu tasawuf pemegang cahaya itu ialah Sang Maha Pencipta.. ..
Bathin saya ketika mendapat pencerahan ini berseru...Subhanallah..
Uraian panjang lagi, dan sudah saya rangkum dalam buku yang insya Allah akan saya terbitkan dalam Buku Padusi..

Jadi, memang terasa aneh bila ada cendekiawan minang yang merilis sesuatu yang berpaham lain dari akidah islam kita..

Demikianlah dusanak sadonyo tambahan dari saya.

Mohon maaf bila kesalahan pandang dan pikir. Yang benar hanya semata dari Allah.

Wassalam,

E.N





Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: Abraham Ilyas <abraha...@gmail.com>
Date: Sun, 25 Sep 2011 04:33:26 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Minangkabau..... Agama Minakhaba (?)
Message has been deleted

Ajie Tanjung

unread,
Sep 25, 2011, 12:10:11 AM9/25/11
to rant...@googlegroups.com
Selamat untuk Kota Sawahlunto. Alternatif lain kota wisata Sumbar selain Bukittinggi. Pionir "tailor made tourism" di Sumbar. Bravo Pak Wali...

ajie tanjung, 
nagari asa : Pariaman


From: "asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang" <asfari...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, September 25, 2011 9:39 AM
Subject: [R@ntau-Net] Sawahlunto menerima penghargaan parawisata dari Menbudpar

Anzori

unread,
Sep 25, 2011, 12:25:42 AM9/25/11
to rant...@googlegroups.com
New good start untuk country tourism
 
Zorion_Anas
*56yo

From: Ajie Tanjung <ajie_t...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, September 25, 2011 11:10 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sawahlunto menerima penghargaan parawisata dari Menbudpar

asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

unread,
Sep 25, 2011, 3:13:54 AM9/25/11
to rant...@googlegroups.com
Infonya juga TOILET di Kandis Sawahlunto menjadi toilet terbaik 


Dari: Anzori <anz...@yahoo.com>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Minggu, 25 September 2011 11:25
Judul: Re: [R@ntau-Net] Sawahlunto menerima penghargaan parawisata dari Menbudpar

auliah azza

unread,
Oct 6, 2011, 12:17:25 AM10/6/11
to rant...@googlegroups.com
wah keren :) 

patut dicontoh ......

auliahazza.p.38.depok

2011/9/25 asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang <asfari...@yahoo.com>

parap...@gmail.com

unread,
Oct 7, 2011, 9:17:07 AM10/7/11
to rant...@googlegroups.com

auliah azza hanya menulis:
"wah keren :). patut dicontoh ......"

Lupa footer No: 3
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.



Sent from my powered by Sinyal Kuat INDOSAT.BlackBerry®
“rang awak bisano samo bakarajo, indak bisa bakarajo samo”
==bersama menebar rahmat, TDA==
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages