Sedekah sholat Fardu**

1,025 views
Skip to first unread message

Zubir Amin

unread,
Oct 17, 2013, 5:32:01 AM10/17/13
to RantauNet Group
Assalamu'alaikum wrwb!
Para sanak n sohib RN nn di Rahmati Allah swt.
Mungkin diantara para anggota Palanta blm pernah mendengar or sangat jarang melakukan nn menjadi subject
tsb diatas.Pd akhir thread ini nanti akan JB jelaskan.

Waktu kami selesai semua berjamaah sholat Luhua(zhohor) di Mesjid At-Thaibah +sholat sunnah tadi siang ,masuklah seorang lelaki separo baya untuk melaksanakan sholat wajib Luhua.

JB melihat tdk ada lagi jamaah nn akan ikut berjama ah dgn lelaki ini.JB kemudian mendatangi lelaki itu utk menemaninya sholat Luhua berjamaah walaupun JB sdh melaksanakan sholat wajib Luhua berjamaah sebelumnya.
Setelah selesai sholat berjamaah itu(cuma kami berdua),JB jelaskan kpd pak lelaki itu bhw JB sendiri sdh melaksanakan sholat wajib Luhua barusan.Tapi krn anda sholat wajib sendirian saya temani anda sholat Luhua berjamaa.Bagi anda niatnya adalah wajib,bagi saya sebagai makmum niatnya adalah sunat
Keadaan spt tsb diatas,JB alami utk pertama kali kl bln Mei nn lalu ketika JB sampai di Mesjid Patal Senayan utk melakukan sholat Subuah ber jamaah.Apa lacur,JB sampai di teras mesjid, Subuah sdh selesai. Kebetulan JB berpapasan dgn (jamaah)teman sorang Mesir nn bakarajo di kantor UNICEF,Jakarta nn baru selesai sholat subuah disitu.
JB katakan saya terlambat utk Subuah berjamaah(dlm baso Inggerih lah) n saya 'rugi'
Si teman Mesir ini langsung menggandeng tangan kanan JB membawa masuk kedalam Mesjid n menyuruh JB menjadi Imam sholat Subuh.JB bilang anda kan sdh mengerjakan sholat Subuah. Dia katakan,walaupun demikian, sholat subuah saya kali ini tdk wajib hanya sebagai sedekah saya kpd Ilahi n anda sebagai sholat sunat demi tegaknya sholat berjmaah.Allahu Akbar 3x.

** H.R Ahmad,Abu Daud n Tarmizi dari Abu Sa'I'd sabda Rasulullah:Siapakah nn mau bersedekah kpd orang ini(baru masuk ke Mesjid)yaitu menemani sholat lelaki nn sendirian itu?) yg Rasulullah telah menyelesaikan sholatnya bersama sahabat.
Seorang sahabat berdiri dhi Abu Bakar ash-Shidiq(riw Abu Syaibah) n menemani sholat lelaki tsb.

Lihatlah pada 'Panduan Lengkap Sholat spt Nabi' "Fiqih Shalat" oleh Syaikh Sayyid Sabiq,halaman 240.

Semoga kita dpt meneladani petunjuk Rasulullah ini.Amin.
JB,DtRJ,74thn,kini di Bonjer Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Muchwardi Muchtar

unread,
Oct 17, 2013, 8:13:41 PM10/17/13
to rant...@googlegroups.com
MALANGKOKI TAUSYIAH NAN DISAMPAIKAN INYIAK JB Dt.RJ :

Mengulang Salat Dua Kali, Bolehkah?

Pertanyaan : Bolehkah suami yang sudah shalat berjama’ah di masjid kemudian shalat lagi mengimami istrinya di rumah?

Jawaban:

Boleh mengulang pelaksanaan shalat wajib, jika yang pertama berniat shalat wajib dan yang kedua berniat shalat sunnah. Jika dua-duanya berniat shalat wajib, maka hal tersebut tidak diperbolehkan.

Dalil yang menunjukkan bolehnya mengulang pelaksanaan shalat wajib, jika yang pertama berniat shalat wajib dan yang kedua berniat shalat sunnah adalah hadis berikut;

سنن الترمذى (1/ 371)
 عن جَابِر بْن يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ الْعَامِرِيُّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّتَهُ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ صَلَاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ قَالَ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ وَانْحَرَفَ إِذَا هُوَ بِرَجُلَيْنِ فِي أُخْرَى الْقَوْمِ لَمْ يُصَلِّيَا مَعَهُ فَقَالَ عَلَيَّ بِهِمَا فَجِيءَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا فَقَالَ مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنَا فَقَالَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا قَالَ فَلَا تَفْعَلَا إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا ثُمَّ أَتَيْتُمَا مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَصَلِّيَا مَعَهُمْ فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ

Dari Jabir bin Yazid bin Al Aswad Al 'Amiri dari Ayahnya ia berkata; "Aku pernah berhaji bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu aku shalat subuh bersamanya di masjid Al Khaif." Ia berkata; "Ketika beliau selesai melakasanakan shalat subuh dan berpaling, tiba-tiba ada dua orang laki-laki dari kaum lain yang tidak ikut shalat berjama'ah bersama beliau. Maka beliau pun bersabda: "Bawalah dua orang itu kemari!" maka mereka pun dibawa ke hadapan Nabi sedang mereka gemetaran. Beliau bersabda: "Apa yang menghalangi kalian untuk shalat bersama kami?" mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, kami telah shalat di tempat kami," beliau bersabda: "Janganlah kalian lakukan, jika kalian telah melaksanakannya di tempat kalian, lalu kalian datang ke masjid yang melaksanakan shalat berjama'ah maka shalatlah bersama mereka, karena hal itu akan menjadi pahala nafilah kalian berdua."
(H.R. At-Tirmidzi)

Dalam hadis di atas, dua orang lelaki yang tidak ikut shalat shubuh bersama Rasulullah dengan alasan telah melakukan shalat shubuh ternyata malah diperintahkan Rasulullah agar shalat, jika mendapatkan jamaah shalat di masjid. Perintah Rasulullah  untuk mengulangi shalat padahal Rasulullah tahu mereka telah menjalankan shalat shubuh menunjukkan kebolehan pengulangan shalat.

Hadis yang senada diriwayatkan Imam Ahmad. Beliau meriwayatkan;

مسند أحمد (35/ 345)
عَنْ جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَجْرَ بِمِنًى فَانْحَرَفَ فَرَأَى رَجُلَيْنِ وَرَاءَ النَّاسِ فَدَعَا بِهِمَا فَجِيءَ بِهِمَا تَرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا فَقَالَ مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَ النَّاسِ فَقَالَا قَدْ كُنَّا صَلَّيْنَا فِي الرِّحَالِ قَالَ فَلَا تَفْعَلَا إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فِي رَحْلِهِ ثُمَّ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ مَعَ الْإِمَامِ فَلْيُصَلِّهَا مَعَهُ فَإِنَّهَا لَهُ نَافِلَةٌ

Dari Jabir bin Yazid bin Al Aswad dari Bapaknya ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat fajar di Mina. Maka ketika beliau berpaling, beliau melihat dua orang laki-laki di belakang (tidak shalat). Beliau kemudian memanggil keduanya, hingga kedua laki-laki itu dibawa ke hadapan Rasulullah dalam keadaan gemetar. Beliau lalu bertanya: "Apa yang menghalangi kalian berdua untuk shalat bersama jama'ah?" kedua laki-laki itu menjawab: "Kami telah menunaikan shalat di perjalanan." Beliau bersabda: "Janganlah kalian berbuat seperti itu. Jika salah seorang dari kalian telah menunaikan shalat di perjalanannya lalu mendapati jama'ah yang sedang shalat bersama imam, maka hendaklah ia turut menunaikan shalat, karena shalat itu baginya adalah nafilah." (H.R. Ahmad)

Riwayat lain dari imam Ahmad;

مسند أحمد (31/ 316)
عَنْ بُسْرٍ أَوْ بُسْرِ بْنِ مِحْجَنٍ ثُمَّ كَانَ يَقُولُ بَعْدُ عَنْ أَبِي مِحْجَنٍ الدِّيلِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَصَلَّى فَقَالَ لِي أَلَا صَلَّيْتَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ صَلَّيْتُ فِي الرَّحْلِ ثُمَّ أَتَيْتُكَ قَالَ فَإِذَا فَعَلْتَ فَصَلِّ مَعَهُمْ وَاجْعَلْهَا نَافِلَةً قَالَ أَبِي وَلَمْ يَقُلْ أَبُو نُعَيْمٍ وَلَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَاجْعَلْهَا نَافِلَةً

Dari Busr atau Busrun bin Mihjan -setelah itu ia mengatakan, dari ayahku, Mihjan Ad Dili- dari bapaknya ia berkata; Saya mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang saat itu beliau berada di Masjid. Kemudian masuklah waktu shalat, beliau pun shalat dan bertanya kepadaku: "Tidakkah kamu shalat?" saya menjawab, "Wahai Rasulullah, saya telah menunaikan shalat di perjalanan, baru kemudian menemui Anda." Beliau bersabda: "Jika kamu telah laksanakan, maka shalatlah bersama mereka, dan jadikanlah ia sebagai Nafilah."
(H.R. Ahmad)

Lafadz Abu Dawud berbunyi;

سنن أبى داود (2/ 189)
عَنْ جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ غُلَامٌ شَابٌّ فَلَمَّا صَلَّى إِذَا رَجُلَانِ لَمْ يُصَلِّيَا فِي نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ فَدَعَا بِهِمَا فَجِئَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا فَقَالَ مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنَا قَالَا قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا فَقَالَ لَا تَفْعَلُوا إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فِي رَحْلِهِ ثُمَّ أَدْرَكَ الْإِمَامَ وَلَمْ يُصَلِّ فَلْيُصَلِّ مَعَهُ فَإِنَّهَا لَهُ نَافِلَةٌ

Dari Jabir bin Yazid bin Al-Aswad dari Ayahnya bahwasanya dia pernah shalat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sementara ketika itu dia masih muda. Tatkala shalat telah selesai dilaksanakan, ada dua orang laki-laki yang berada di salah satu sudut masjid tidak melaksanakan shalat, maka beliau memanggil keduanya dan keduanya pun didatangkan dalam kondisi merinding bulu kuduknya, lalu beliau bersabda: "Apakah yang menghalangi kalian berdua untuk melaksanakan shalat bersama kami?" Mereka menjawab; Kami sudah melaksanakannya di rumah kami. Beliau bersabda: "Janganlah kalian melakukannya lagi, apabila seseorang di antara kalian sudah melaksanakan shalat di rumahnya, lalu mendapatkan imam sedang shalat, maka shalatlah bersamanya, karena yang ini baginya adalah nafilah (sholat sunnah)." (HR. Abu Dawud)

Rasulullah juga merekomendasikan untuk mengulang shalat jika di akhir zaman bertemu dengan penguasa yang gemar mengakhirkan shalat. Imam Muslim meriwayatkan;

صحيح مسلم (3/ 365)
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا كَانَتْ عَلَيْكَ أُمَرَاءُ يُؤَخِّرُونَ الصَّلَاةَ عَنْ وَقْتِهَا أَوْ يُمِيتُونَ الصَّلَاةَ عَنْ وَقْتِهَا قَالَ قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي قَالَ صَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا مَعَهُمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ نَافِلَةٌ

Dari Abu Dzar, katanya; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadaku; "Bagaimana pendapatmu jika engkau dipimpin oleh para penguasa yang mengakhirkan shalat dari waktunya, atau meninggalkan shalat dari waktunya?" Abu Dzar berkata; aku menjawab; "Lantas apa yang anda perintahkan kepadaku?" Beliau bersabda; "Lakukanlah shalat tepat pada waktunya, jika kamu mendapati bersama mereka, maka lakukanlah lagi, sebab hal itu dihitung pahala shalat sunnah bagimu."
(H.R. Muslim)

Semua riwayat ini menunjukkan dan menjadi dalil bahwa mengulang shalat boleh selama pengulangan yang kedua diniatkan nafilah, bukan diniatkan wajib.

Adapun dalil yang menunjukkan tidak bolehnya mengulang shalat jika diniatkan wajib semua, dalilnya adalah hadis berikut;

سنن أبى داود - م (1/ 226)
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ - يَعْنِى مَوْلَى مَيْمُونَةَ - قَالَ أَتَيْتُ ابْنَ عُمَرَ عَلَى الْبَلاَطِ وَهُمْ يُصَلُّونَ فَقُلْتُ أَلاَ تُصَلِّى مَعَهُمْ قَالَ قَدْ صَلَّيْتُ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « لاَ تُصَلُّوا صَلاَةً فِى يَوْمٍ مَرَّتَيْنِ ».

Dari Sulaiman bin Yasar, mantan sahaya Maimunah dia berkata; Saya pernah datang kepada lbnu Umar sewaktu dia sedang duduk di atas lantai, sementara keluarganya tengah mengerjakan shalat (berjama'ah). Saya berkata; Kenapa kamu tidak ikut shalat bersama mereka? Ibnu Umar mejawab; Saya telah mengerjakan shalat, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mengerjakan satu shalat itu dua kali dalam sehari."

Ibnu Abdil Barr berkata dalam Al-Istidzkar;

الاستذكار (2/ 156)
واتفق أحمد بن حنبل وإسحاق بن راهويه على أن معنى قول رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تصلوا صلاة في يوم مرتين أن ذلك أن يصلي الرجل صلاة مكتوبة عليه ثم يقوم بعد الفراغ منها فيعيدها على جهة الفرض

Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rohawaih bersepakat bahwa makna sabda Rasulullah : "Janganlah kalian mengerjakan satu shalat itu dua kali dalam sehari" adalah: Seseorang yang shalat wajib kemudian setelah selesai dia mengulainginya lagi dalam kapasitas shalat wajib juga. (Al-Istidzkar, vol 2, hlm 156).

www.suara-islam.com

Salam............................................,

mm***



Zubir Amin

unread,
Oct 17, 2013, 8:44:44 PM10/17/13
to RantauNet Group
Knkn Muchwardi Muchtar nn kritis n sanak Palanta nn berbahagia.
Tambahan penjelasan dari knkn MM sangat lengkap tetang asal muasal 'sedekah sholat Fardu' ini.
Kata sholat nafilah spt nn disebut knkn MM dlm threadno ini bisa disamokan dlm baso awak dgn 'sholat sunat'.
JB,DtRJ,74thn,kini di Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: Muchwardi Muchtar <much...@rantaunet.org>
Date: Fri, 18 Oct 2013 07:13:41 +0700
Subject: Fwd: [R@ntau-Net] Sedekah sholat Fardu**
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages