Sajian Makanan Di Pesawat Pada Bulan Puasa.

624 views
Skip to first unread message

Reflus

unread,
Jul 24, 2011, 10:45:32 PM7/24/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww.
Sanak Palanta nan Ambo hormati.
Setelah mendapat dukungan dari Ajo Duta Dan Bapak Abraham Ilyas, Ambo posting topic di atas sebagai berikut.

Begini ceritanya.

Bulan Puasa tahun lalu, kami naik Pesawat Garuda dari Pekanbaru ke Jakata, take off jam 8 pagi.
Sebagaimana biasanya, setelah Pesawat terbang beberapa menit, pramugari membagikan makanan. Saya menolak makanan yang diberikan  dengan alas an saya sedang berpuasa.

Penumpang yang tidak berpuasa, menyantap makanan yang diberikan, bisa jadi Ada orang yang sedang berpuasa duduk disampingnya.

Karen a sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam, kami berpendapat bahwa  sewajarnya orang berpuasa dihormati. Kepada Pramugari, kami Sampaikan pendapat Dan usulan. Selama bulan puasa, khususnya penerbangan dal am Negeri agar tidak membagikan makanan . " Hormatilah   orang yang sedang berpuasa", bukan sebaliknya, 
"Hormati orang yang tidak berpuasa"
Pramugari meminta kami memberikan usulan Dan pendapat di atas secara tertulis. Di bawah ini jawaban dari GARUDA.



Kepada Yth.

Bapak Reflus

Komp. Pertamina

Jatiwaringin Asri

Pulogadung

reflus...@yahoo.com

 

 

 

  

31 Agustus 2010

GARUDA/JKTCSL-28708/10

Tanggapan Saran

 

Dengan hormat,

 

Mewakili Manajemen PT. Garuda Indonesia (Persero) perkenankan kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas kepercayaan serta kesetiaan Bapak selama ini, terbang bersama Garuda Indonesia. Kami sangat menghargai masukan yang telah Bapak tuliskan melalui Suggestion Form pada saat melakukan penerbangan dengan GA-173 dari Pekanbarumenuju Jakarta.

 

 

Kami menyadari sadar bahwa Suara Pelanggan berupa saran dan harapan yang diberikan merupakan acuan untuk melakukan berbagai upaya perbaikan. Pelayanan kami yang semakin membaik saat ini tidak terlepas dari peran sebagai salah satu Attentive Customer kami yang dengan aktif memberikan masukan positif terhadap kemajuan Garuda Indonesia.

 

Perkenankan kami menyampaikan permohonan maaf atas berbagai ketidaknyamanan yang alami terkait dengan sajian makanan di pesawat. Kami sangat menghargai masukan yang perihal penyajian makanan bagi penumpang berpuasa. Terkait dengan penyajian makanan selama bulan Ramadhan, dapat kami sampaikan bahwa kami tetap menyajikan makanan bagi setiap penumpang dengan menu dan kemasan yang disesuaikan. Sajian makanan kami kemas untuk dapat dibawa pulang dan dapat dinikmati saat berbuka puasa.

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih atas waktu yang telah disediakan. Kiranya pelayanan Garuda Indonesia menjadi lebih baik sehingga perjalanan udara  Bapak menjadi semakin nyaman.

 

 

 

Hormat kami,

PT GARUDA INDONESIA (PERSERO)

MANAGER CUSTOMER AFFAIRS

 

Agatha T. Simatupang



Mohon pendapat dari Dunsanak. Apokah protest atau usul Ambo pad a tempatnya ?.
Sebelumnya Ambo sampaikan tarimo kasih.

Salam
Reflus/L 53 th.
Sedang di Martapura, Banjarmasin.


ZulTan

unread,
Jul 24, 2011, 11:02:29 PM7/24/11
to RN


Mantab Kanda Reflus, protesnyo serius. Garuda pun serius mananggapinyo, walaupun nan marespons tampaknyo bukan urang saagamo (?)

Ambo pernah naik Garuda sadang puaso dan minta tas plastik untuk makanan nan ka dibao pulang, sayangnyo ndak tasadio. Tapi ambo maklum se, karano ambo nan "salah" manga puaso indak di bulan puaso. Tarimo selah...

Salam,
ZulTan, L, 50, Bogor

~ Genius is ninety percent perspiration and ten percent inspiration. - Thomas Edison ~


From: Reflus <reflus...@yahoo.com>
Date: Mon, 25 Jul 2011 10:45:32 +0800
Subject: [R@ntau-Net] Sajian Makanan Di Pesawat Pada Bulan Puasa.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

Ephi Lintau

unread,
Jul 24, 2011, 11:07:25 PM7/24/11
to rant...@googlegroups.com
Indak pulo salah tuh Pak Zultan.....lah iyo..tu mah.......,hehehhee...nan paralu khan pengertian dan sabar sajo ...

salam
Ephi

2011/7/25 ZulTan <zul...@yahoo.com>


Mantab Kanda Reflus, protesnyo serius. Garuda pun serius mananggapinyo, walaupun nan marespons tampaknyo bukan urang saagamo (?)

Ambo pernah naik Garuda sadang puaso dan minta tas plastik untuk makanan nan ka dibao pulang, sayangnyo ndak tasadio. Tapi ambo maklum se, karano ambo nan "salah" manga puaso indak di bulan puaso. Tarimo selah...

Salam,
ZulTan, L, 50, Bogor
 



--
=========== Salam Hormat ==========
Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau | Laki2 | 35 th
www.ephi.web.idhttp://blog.ephi.web.id
FB : www.facebook.com/yuhefizar
e-Mail : ephi....@gmail.com                
Handphone  : 08126777956                     
================================




muchwardi muchtar

unread,
Jul 25, 2011, 12:08:51 AM7/25/11
to rant...@googlegroups.com
Jawaban dari GA sudah benar-2 manusiawi, dan rahmat lil alamin.
Usulan yang sejenis sudah pernah pula saya usulkan kepada Garuda Airways (2003), dan jawaban GA ---waktu itu--- ya, senada dengan yang diterima Angku Reflus Ramli.

Kalau kembali kepada makna "Islam itu Rakhmat Lil Alamin", akan sadarlah kita betapa besar dan maha agungnya ajaran Islam itu ketika ajaran demi ajaran-NYA kita implementasikan dalam hidup dan kehidupan dengan kaafah (konsisiten dan konsekuen).

Saum selama Ramadahan disiratkan para Ulama dengan istilah bulan berkah, sejuta rahmah, segudang makfirah..... Kalau Manajemen GA mengikuti usulan Pak Reflus ---mungkin dengan alasan permintaan kaum mayoritas dari passenger-nya--- bayangkan, berapa banyak pula tatanan yang selama ini sudah terjalin baik di lingkungan manajemen GA, menjadi terganggu karena "menghormati' bulan puasa yang cuma 29 atau 30 hari saja?

Jatah makan siang (sebut sajalah begitu, istilahnya...===>m.m) yang semestinya wajib diberikan oleh Manajamaen GA buat seluruh penumpangnya yang terbang di siang hari Ramadhan, mesti dihentikan. Dampak dominonya sudah tentu akan terjadi, seperti ini, :

1).Harga tiket GA harus didiskon seharga nilai makanan yang telah dianggarkan oleh GA untuk seluruh penumpangnya.
2).Hubungan bisnis GA dengan seluruh mitra yang menyediakan makanan untuk penumpang, selama bulan Ramadhan harus ditinjau ulang besaran cash flow-nya.
3).Katering yang menjadi mitra kerja GA, akan menghentikan sekian puluh ribu box
Jatah makan siang penumpang GA di seluruh route penerbangannya DN, demi "meghormati" bulan puasa yang (konon kabarnya akan dilaksanakan oleh umat Islam yang bertaqwa). Berapa banyak pula cost atau perputaran ekonomi (yang menyangkut hayat hidup anak manusia di sekitarnya : koki, tukang sayur, tukang daging, juru antar, supir mobil box ke bandara, out sourcing di sekitar bandara yang membongkar muat katering GA, dll, dst yang tidak sempat saya sebutkan rangkaian teori dominonya) yang terganggu akibat GA menerima usulan agar umat Islam yang terbang dengan GA jangan "diusik" oleh aroma menu makan siang penumpang yang tidak puasa di siang Ramadhan.

Ujung-ujung dari tiga paragrap yang saya uraikan di atas, akan paradoks jadinya dengan kebanggaan kita umat Islam yang menyatakan bahwa
"Islam itu Rakhmat Lil Alamin".

Akan timbul imej bagi orang kafir (ingat : dalam Al Qur'an, selain pemeluk Islam sebutannya adalah kafir, tapi di negara Pancasila yang selalu memfotokopi istilah kaum Sepilis (JIL), maka istilah kafir diperhalus dengan istilah non muslim).., bahwa orang islam itu di bulan Ramadhan nyusahin gue aja...!!! "Ente yang puasa di dalam pesawat, koq gue yang menanggung derita kelaparannya?".

Nah, oleh karena itu, saya sampaikan kepada Sanakmbo
Reflus Ramli, untuk lebih bijaksana, dan selalu empati dalam mengerjakan ibadah wajib di bulan Ramadhan. "Jangan pernah ada taniaik di hati untuk minta keistimewaaan kepada lingkungan kita karena awak sedang menahan, rasa haus dan lapar, serta menahan hawa nafsu yang maha dahsyat".

Sekedar berbagi cerita dan pengalaman, menyangkut puasa Ramadhan ini, masih belum sirna dari ingatan saya --karena saya catat dalam "buku agenda" He heee.., bahwa di empat tahun terakhir yang lewat selalu saja di bulan Ramadhan tersebut saya ditakdirkanNYA untuk tidak pernah full mengerjakan saur, saum, shalat tarwih & witir di tengah keluarga di rumah, dan masjid di dekat rumah kami di Bekasi.

Ramadhan 2006 (1327 H saya lima hari mengerjakannya di (perantauan Batam), dan tarwih di masjid raya di depan Hotel Panorama tempat saya menginap.
Ramadhan 2007 (1328 h) satu pekan saya
mengerjakannya di (perantauan Ambon), dan tarwih di masjid raya Al Fattah sekitar 1200 mtr dari  Hotel Manise tempat saya menginap selama tugas di Ambon.
Ramadhan 2008 (1329 H) saya tiga hari
mengerjakannya di (perantauan Banjarmasin), dan tarwih di masjid raya At Taqwaa sekitar 400 m dari  hotel tempat saya menginap.
Ramadhan 2009 (1430 H) saya
lima hari mengerjakannya di (perantauan Medan), dan tarwih di masjid raya "Raja Deli" yang lumayan jauhnya dari  Hotel JW Mariot tempat saya menginap.
Ramadhan 2010 (1431 H) yang lalu, saya
tiga hari mengerjakannya di (perantauan Cilacap), dan tarwih di masjid raya Al Iman sekitar 1200 m dari  Hotel Wijaya Kusuma tempat saya menginap.

Lho, apa gunanya saya menceritakan soal nginap dari Ramadhan ke Ramadhan ini?.
Sudah tentu dimaksudkan, bahwa makin banyak kita mendapat ujian (berpisah dengan keluarga di bulan seribu rahmat, otomatis mendapat ujian & godaan ketika ada "jam makan siang" di pesawat GA) semakin banyak dan besar pula nilai pahala yang akan dibukukan malaikat Rakid dan Atid selama bulan sejuta nikmat kita laksanakan dengan ikhlas, tanpa minta dispensasi atau usulan yang neko-neko kepada Manajemen GA.
Jadi, sarancaknyo seka sajolah niaik Sanakmbo
Reflus Ramli untuak mamintak "a nan kalamak dek awak" ka Manajemen GA, nantun.

Nah, labiah kurang, diangkek jari.... sabaleh jo kapalo..., mohon maaf kalau nan ditulih si m.m di ateh ado pulo galeh garobak urang nan talando atau tacido tanpo ambo sangajo.
"Marhabban Ya Ramadhan" untuak saluruah komunitas r@ntau-net di ateh dunie nan fana.....

Salam......................,
mm***
Lk-2; >50th; Bks


NB : Buek Sanakmbo Ridha, tantu sangaik rancak pulo manambah & malangkok-i ruok ambo di ateh jo isi Kitab-kitab nan panah baliau baco saputa godaan dan 'gangguan' di bulan puaso basarato kiek nabi awak untuak maatehinyo. Mokasi.



From: Reflus <reflus...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, July 25, 2011 9:45:32 AM

Subject: [R@ntau-Net] Sajian Makanan Di Pesawat Pada Bulan Puasa.

Ahmad Ridha

unread,
Jul 25, 2011, 1:13:38 AM7/25/11
to rant...@googlegroups.com
Pak MM, kalau kiat-kita melawan godaan, tidak pantaslah saya yang menyampaikan, karena masih kurang pengalaman. Saya memahami permintaan Pak Reflus dan menurut saya, langkah yang ditempuh dalam menyampaikannya sangat baik. Di sisi lain, saya juga memahami jawaban pihak GA yang cukup akomodatif dan poin-poin dari Pak MM.

Sedikit tambahan dari saya, perlu diingat bahwa seorang musafir diperbolehkan memilih untuk tidak berpuasa ketika bepergian dan menggantinya di hari lain. Oleh karena itu, kita pun tidak bisa menghilangkan keringanan yang diberikan Allah Ta'aala tersebut.

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

muhammad syahreza

unread,
Jul 25, 2011, 1:51:51 AM7/25/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum wr.wb.

Kalau ambo hanyo menanggapi klimat Ridha : "Sedikit tambahan dari


saya, perlu diingat bahwa seorang musafir diperbolehkan memilih untuk
tidak berpuasa ketika bepergian dan menggantinya di hari lain. Oleh
karena itu, kita pun tidak bisa menghilangkan keringanan yang
diberikan Allah Ta'aala tersebut."

Manuruik ambo pribadi yang dikatokan musafir maso kini tu marujuak ka
waktu perjalanan dan alat angkut yang digunokan, bukan di ukuran jarak
sajo, karano kemajuan teknologi alat angkut kini alah canggih dan
nyaman pulo.
Kalau perjalanannyo kurang dari 1 hari, ambo katokan itu indak
musafir. Toh kito menaiki pesawat, indak kanai paneh dan indak kanai
hujan sarato bisa pulo lalok nyaman.
Kecuali kalau perjalanannyo masih pakai kudo atau unto dan cuaca
kurang bersahabat pulo.
Walau jarak nyo alah 1000 kilo meter, kalau naiak pesawat tantu bisa
dicapai dalam hituangan di bawah 6 jam.

Baa kiro-kiro rujukan dari ulama kini masalah musafir ko?
Ambo ingek ado pengalaman Pak JK jo Pak Luthfi ambo baco di buku nyo,
dalam salah satu kunjungan ka lua nagari ka nagari muslim katiko bulan
Ramadhan, setelah sampai di negara tujuan masih sore, beliau singgah
ke restoran dan pasan minuman, dek yang punyo restoran ditanyo dari
ma? Pak JK katokan dari Indonesia, yang punyo restoran mananyo baliak
ka Pak JK muslim atau non muslim? Pak JK manjawek muslim. Kemudian
yang punyo restoran batanyo ka Pak JK lai puaso? Pak JK manjawek kami
musafir. Ditanyo baliak samo yang punyo restoran, bara jam perjalanan
ka nagari nyo ko dari Indonesia, pak JK manjawek indak sampai 1 hari
do, lalu dicimeeh samo yang punyo restoran baa kok ndak puaso se? toh
indak sampai 1 hari.. kecuali ka nagari nyo tu jo Unto baru buliah
disabuik musafir...

Hormat saya

Muhammad Syahreza

HP : 0811 193 646 / 0817 169 015

Blog bisnis : http://ohiofreshyoghurt.wordpress.com

Setiap pengusaha
sekecil apapun kita
semuda apapun kita
dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik!

Mulailah dari diri kita sendiri, jika setiap kita menjadi lebih baik,
maka Indonesia pasti menjadi lebih baik!

Kunjungi Sumbar online di :

www.west-sumatra.com
www.mentawaiislands.com
www.newsikuaiisland.com
www.visitminangkabau.com
www.aloitaresort.com/diving
www.cimbuak.net

Ahmad Ridha

unread,
Jul 25, 2011, 2:38:06 AM7/25/11
to rant...@googlegroups.com
2011/7/25 muhammad syahreza <muhammad...@gmail.com>
Assalamu'alaikum wr.wb.

Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,
 
Kalau ambo hanyo menanggapi klimat Ridha : "Sedikit tambahan dari
saya, perlu diingat bahwa seorang musafir diperbolehkan memilih untuk
tidak berpuasa ketika bepergian dan menggantinya di hari lain. Oleh
karena itu, kita pun tidak bisa menghilangkan keringanan yang
diberikan Allah Ta'aala tersebut."

Manuruik ambo pribadi yang dikatokan musafir maso kini tu marujuak ka
waktu perjalanan dan alat angkut yang digunokan, bukan di ukuran jarak
sajo, karano kemajuan teknologi alat angkut kini alah canggih dan
nyaman pulo.
Kalau perjalanannyo kurang dari 1 hari, ambo katokan itu indak
musafir. Toh kito menaiki pesawat, indak kanai paneh dan indak kanai
hujan sarato bisa pulo lalok nyaman.

Da Reza, saya memilih pendapat bahwa seseorang dikatakan musafir jika ia menempuh perjalanan ke luar dari batas-batas kota tempat tinggalnya dan secara adat kebiasaan dimaklumi bahwa itu perjalanan jauh, terlepas dari waktu tempuhnya. Seingat saya, hadits-hadits tentang safar tidak menyebutkan syarat panas, hujan, dan kesulitan tidur.

Allahu Ta'aala a'laam.

parap...@gmail.com

unread,
Jul 25, 2011, 12:16:02 PM7/25/11
to rant...@googlegroups.com

Assalamualaikum WW

Apo Reza indak manambah syarat hukum syar'i kalau bantuak iko.

Didalam pedoman shalat karangan ProM Hasybi asy Sydiqqy, ado babarapo pandapek mangania musyafir ko. Ado nan 3 farkash (diterjemahkan Mil). Ado nan bapandapek (nan plg ringan) asa kalua rumah. Ado nan bapandapek Tsemua dengan alasan syar'i yg kuat) kalau tidak wajib puasa (musafir) maka tidak boleh diwajibkab, malah ada yang berpndapat tidak boleh menambah, tidak wajib kok dilakuakan, kalau dilakukan indak cukuik mambaia kewajiban jadino.

Awak indak ado suruhan supayo mamiliah nan paliang barek, supayo paliang aman. Agamo Islam bukanlah memberatkan, tapi menuntun kejalan yg benar dan selamat dunia akhirat.

Salam
Patiah 58 Btm

Sent from my powered by Sinyal Kuat INDOSAT.BlackBerry®
“rang awak bisano samo bakarajo, indak bisa bakarajo samo”
==bersama menebar rahmat, TDA==

-----Original Message-----
From: muhammad syahreza <muhammad...@gmail.com>
Sender: rant...@googlegroups.com

Reflus

unread,
Jul 26, 2011, 1:49:44 AM7/26/11
to rant...@googlegroups.com, RN
Sanak Zultan.
Masalah ini Remeh Temeh, tapi Ambo Duo rius he he he.
Tarimo kasih Dan Salam Mantabbbbbb

Reflus

unread,
Jul 26, 2011, 1:57:21 AM7/26/11
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com

Adinda Ephi
Sabar sajo. Betul..betul..betul....
Tarimo kasih.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa. Mohon maaf lahir Dan Bathin
Wassalam 
Sent from my iPad

On Jul 25, 2011, at 10:07 AM, Ephi Lintau <ephi....@gmail.com> wrote:

Indak pulo salah tuh Pak Zultan.....lah iyo..tu mah.......,hehehhee...nan paralu khan pengertian dan sabar sajo ...

salam
Ephi






Reflus

unread,
Jul 26, 2011, 2:08:24 AM7/26/11
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com

Sanak MM.

Terima kasih atas Penjelasannya.
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. Mohon Maaf Lahir Dan Bathin.
Waasalam
Reflus.

Asmardi Arbi

unread,
Jul 26, 2011, 9:51:32 AM7/26/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum wr.wb.

Ambo sato manyalo ciek angku Patiah. Wakatu ambo batugeh di Republik Islam
Iran, di Teheran balaku pandapek bahaso musafir itu kalau telah malakukan
perjalanan lebih dari 15 km. Makonyo banyak ambo paratikan para pegawai pado
waktu istirahat siang pado bulan puaso kalua kantor pakai mobil masuak
jalan tol . Kama mereka pai? Tanyato sasudah manampuah 15 km mereka singgah
di Restoran.... makan siang, sabab alah mamanuhi syarat musyafir.. Iko
sabana kajadian dulu wakatu Imam Khomeini masih hiduik, antahlah kalau
kiniko. Lain padang lain ilalang....

Wassalam,

Asmardi Arbi ( Lk, 69+, Kampai , Tangsel )
--------------------------------------------------
From: <parap...@gmail.com>
Sent: Monday, July 25, 2011 11:16 PM


To: <rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sajian Makanan Di Pesawat Pada Bulan Puasa.

>

Dasriel A Noeha

unread,
Jul 26, 2011, 9:58:20 AM7/26/11
to rant...@googlegroups.com
Pengalaman ambo lain sanak Arbi.
Ambo lamo karajo di Timteng termasuk ditengah daerah perang Iran Irak, thn 1982 83, semua Muslim yg kerja di ladang minyak patuh berpuasa walau musim panas suhu 45 derajat C
Wass

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

alhaqirwalfaqir

unread,
Jul 26, 2011, 10:18:46 AM7/26/11
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum Sanak Sapalanta,

Malaksanakan (taufiq) ajaran agamo ko kan dasarnyo adolah dari Iman, yakin dan picayo masiang2, jadi samakin kuaik iman yo samakin barek cobaan dan godaannyo, kan pernah dlm sebuah hadis disabuik, malaikat manyamar jadi manusia nan sdg manjua ayia wakatu urg sdg bapuaso dan hari sdg paneh garang.

2. Soal buliah buka restoran wakatu puaso kan sah2 sajo, toh kito puaso sunat dihari lain kan resto ko kan buka juo kasadonyo, kamanga awak?
Jadi indak paralu arogan bana mantang2 puaso..hehehe...padahal puaso tu utk manunduakkan hawa nafsu, apolai sifat ego dan arogan tu..

3. Sbb banyak alasan baik dlm syariat urg nan indak wajib puaso di bln Ramadhan, seperti pekerja berat, tukang angkek/kuli bangunan dlsb, itupun kalau mrk sanggup puasa dibolehkan, tapi kalau tak sanggup bisa batar fidiah saja. Begitu juga, wanita hamil/menyusui, baru melahirkan, para Musafir, urg sakik/uzur, dll. Jadi kalau Resto tutuik (halal) kamalo mrk ka mancari makan nan halal tu.

4. Rancak Resto tu dibuka macam biaso, tapi disasuaikan dgn permintaan ijan sampai rugi lo, jadi indak paralu dibaliak kalambu do.

5. Mamudahkan pihak yang berwajib melihat siapa yang wajib puasa tapi melanggarnya utk menangkapnya, iko nan dilaksanakan di Malaysia, jadi indak ado tampek manyuruak do.

6. Satantang Musafir ko bacolah baliak kitab fiqih nan 4 tu.ado sadonyo mah dan tingga piliah awak yakin jo nan ma.

7. Tiada paksaan dlm beragama, karena itu perlu dgn keimanan dan keikhlasan utk menuju Taqwa nan sabananyo, bukan krn yg lain.

Saketek,


Wassalam, dari "alhaqirwalfaqir" AnwarDjambak43-Pyk-KualalumpurHp +6017 66 313 77-Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

andi ko

unread,
Jul 26, 2011, 10:58:56 AM7/26/11
to rant...@googlegroups.com
Dingin kaji uda ko...sasajuak ukatu dulu uda ajak sumbayang ba jamaah
di KL jo di musajik di tapi selat malaka. Masih taraso sepoi2 angin
pantai ukatu itu. Kenangan yg ndak mungkin terlupakan.

Salam

Andiko

--
Sent from my mobile device

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages