Kisah sedih lebaran, Anak-anak Daghek main-main wisata jo Aia Gilo ka Tapi Riak nan Badabua. Kita ikut berdukacita dengana peristiwa ini, namun peringatan baik perlu diketengahkan. Kemanapun kita pergi bergembira, alam lingkungan yang tidak kita kenal perlu diperhatikan dengan baik dan hati-hati. Ketujuh anak dari Koto Baru ini (Anak-anak Ughang Daghek) menikmati Aia Gilo di Tapakis nan bukan lingkungan alamnyo tampek mareka didendang dan digadangkan.
Salam,
-- MakNgah
Sjamsit Sjarif
Di Tapi Riak nan Badabua
Duka di Ujung Lebaran Warga Koto Baru
Senin, 27 Agustus 2012 02:42
DUA REMAJA TEWAS DITELAN OMBAK TAPAKIS-ULAKAN
Tak usai dirundung duka. Lebaran yang seyogyanya dirayakan dengan gembira, berujung duka lara pada Yogi, 16 tahun. Remaja tanggung ini masih dikepung sedih. Wajahnya murung. Matanya basah.
Yogi salah satu tiga orang yang dihempas ganasnya ombak Pantai Tapakis, Kecamatan Ulakan-Tapakis, Padang Pariaman, Jumat (24/8) lalu, saat bersuka ria berlebaran di pantai nan indah itu. Yogi berhasil diselamatkan. Tapi dua rekannya, Riski (17) dan Nasrul Tomi (16) ditemukan telah tewas pada Sabtu (25/6) siang oleh Tim SAR. Keduanya dimakamkan di Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, kampung asal mereka. Warga nagari nan subur inipun berkabung.
Yogi berkisah. Pada Jumat (24/8), bersama tujuh rekannya, mereka mendatangi Pantai Tapakis tujuan mandi-mandi dan berwisata Lebaran. Ketujuh rekan sebayanya itu semua berasal Nagari Kotobaru.
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17469:duka-di-ujung-lebaran-warga-koto-baru&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71