Tak Adil, Semen Padang Harus Dipisah dari Gresik

119 views
Skip to first unread message

syaf...@gmail.com

unread,
Sep 18, 2011, 9:10:34 PM9/18/11
to rant...@googlegroups.com
Tak Adil, Semen Padang Harus Dipisahkan dari Gresik

(serumpunnews.com)

JAKARTA — Anggota Komisi VI DPR-RI yang membawahi BUMN, Refrizal, meminta pemerintah untuk segera memisahkan  PT Semen Padang dari PT Semen Gresik melalui pembentukan holding PT Semen Indonesia.

“Holding seperti sekarang tidak adil dan hanya menguntungkan PT Semen Gresik saja,” kata Refrizal saat ditanya serumpunnews.com di sela-sela meninjau stand pameran Sumbar Ekspo di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, pekan kemarin. Pernyataan itu justru disampaikan saat dirinya mengunjungi stand PT Semen Padang di lokasi Sumbar Ekspo tersebut.

Ia menjelaskan, ketidak adilan atas “akuisisi” PT Semen Padang oleh PT Semen Gresik adalah dengan terjadinya mengerdilan PT Semen Padang oleh induk perusahaannya. Di antaranya, tidak bisanya dibangun pabrik Indarung VI hingga sekarang. “Janjinya cepat, tapi molor terus. Ini ada politik kepentingan yang bermain,” kata Refrizal dengan nada agak geram melihat ulah direksi PT Semen Gresik.

Menurut Refrizal, sudahlah keuntungan PT Semen Padang menjadi milik Semen Gresik, untuk membangun pabrik baru supaya terbuka lapangan kerja di daerah ini pun tidak bisa. Selalu diundur-undur dengan alasan yang tidak jelas.

Karena itu, kata politisi PKS asal pemilihan Sumatra Barat ini, pihaknya akan terus mendesak pemerintah untuk segera mewujudkan terbentuknya holding baru PT Semen Indonesia sehingga antara Gresik dan PT Semen Padang itu bisa setara. “Ini tugas kami di DPR untuk mewujudkannya,” kata Refrizal yang mengaku sudah mendengar adanya penerimaan pegawai PT Semen Padang yang merugikan para pencari kerja Sumatra Barat, karena kebijakan perekrutan pegawai lebih banyak untuk tenaga kerja dari luar daerah.

Menjualkan Produk Semen Gresik

Bentuk ketidak adilan lainnya, kata Refrizal, selain tidak bisa membangun pabrik baru itu adalah karena saat ini PT Semen Padang sudah menjual semen melebihi kapasitas produksinya sendiri. Saat ini kapasitas produksi PT Semen Padang hanya 5,5 juta ton. Akan tetapi, penjualannya berada di atas itu. Itu artinya, Semen Padang disuruh menjual produk pabrik lain.

Ia menduga Semen Padang yang beredar di Jakarta dan Bandung berisi produk Semen Gresik. “Kita minta Gresik tidak seenaknya begitu meski Semen Padang adalah anak perusahaan mereka. Inilah ketidak adilan itu. Gresik dan pemerintah harus segera mendorong pembangunan pabrik Indarung VI karena permintaan konsumen akan pabrik Semen Padang cukup tinggi,” ujarnya.

Dengan dibangunnya pabrik Indarung VI tersebut, memungkingkan PT Semen Padang untuk berkembang lebih cepat dan menyamai PT Semen Gresik. Karena pemerintah sudah member izin 412 hektar hutan lindung sebagai lokasi baru bahan baku Semen Padang, maka menurut Refrizal, tidak ada lagi alas an  Gresik untuk tidak mengizinkan PT Semen Padang membangun pabrik baru.

Secara terpisah, mantan Komisaris Utama PT Semen Padang, Saafroedin Bahar mengakui bahwa akuisisi PT Semen Padang oleh PT Semen Gresil adalah illegal. Selain tidak ada Undang-undang yang mengikatnya, PT Semen Gresik juga tidak membayar satu sen pun kepada Semen Padang.

Pendapat yang sama pernah disebutkan oleh tokoh masyarakat Minang di Jakarta, Sudirman Munir, bahwa akuisisi PT Semen Padang oleh PT Semen Gresik tidak sah. Dalam era otonomi daerah ini, masyarakat Sumbar harus kembali memperjuangkan pemisahan PT Semen Padang dari PT Semen Gresik. “Bodoh kita kalau mendiami saja masalah ini,” ujarnya. –al
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Nofrins

unread,
Sep 18, 2011, 11:16:32 PM9/18/11
to rant...@googlegroups.com
Dari sisi spirit membangun dan mendorong Industri Pariwisata Sumbar utk jd Sumber PAD utama, mereka terkesan juga kurang adil.

Mnrt Panitia, acara besar Tour de Singkarak yg jelas2 manfaat utamanya utk PROMOSI PRWSTA Sumbar dan diliput Media Internasional hingga 70an media dalam dan luar negeri, mrk hanya sponsor sebesar Rp.25jt itupun stlh pembukaan dan ngeliat ada Menteri baru dikasih. Pd hal tertulis dimana-mana bahwa sdh berproduksi 100 tahun di Sumbar...! Tp utk PSSI yg masih dipertanyakan dampak positifnya utk mengangkat ekonomi Sumbar, mrk menyumbang Rp.1 milyar...!

Al, tolong koreksi, jika ada angka yg salah. Mungkin mrk punya alasan tersendiri utk itu, antahlah... Ttp kita sbg rakyat badarai alias publik, tentu hanya melihat dr luar sajo. Walaupun TdS udah 3 tahun berturut, mungkin lupo mamasuakan ka budget mrk. Ambo tidak menyalahkan, krn itu sepenuhnya hak mrk utk ikut serta atau tidak. Mohon maaf utk itu. Tks.

Wass,
Nofrins

Sent from my iPad

> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

Anzori

unread,
Sep 18, 2011, 11:26:35 PM9/18/11
to rant...@googlegroups.com
Corporate Social Responsibility (CSR) suatu perusahaan kadang-kadang tidak punya kebijakan yang jelas. Contoh,untuk acara di teve mereka berani habis-habisan MM-an atas nama  marketing cost, tapi untuk sumbangan2 tergantung misi-misi dadakan.  Pemisahan PT. SP dari holding SG tidak mempunyai  dampak signifikan. Sebenarnya sdeharusnya Pemda2 di Sumbar yang harus punya penyertaan modal a.n. BUMD di pabrik SP ini. Namun dari puluhan tahun lalu hal ini tidak pernah ada. Contoh lain yg baik: Bank Mandiri menjadi share holder Garuda. Harusnya BUMD juga bisa menjadi shareholder PT SP. Sebaiknya SP go public saja biar masyarakat Sumbar bisa ikut beli saham PT. SP.
Kita memang tidak maju-maju, habis..... lihat kebelakang terus.
 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com, zor...@bismillah.com
Cel./HP No. :085811292236
Country code +62

From: Nofrins <ynap...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Monday, September 19, 2011 10:16 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tak Adil, Semen Padang Harus Dipisah dari Gresik

syaf...@gmail.com

unread,
Sep 19, 2011, 2:38:41 AM9/19/11
to rant...@googlegroups.com
Pan Anrozi n sanak Palanta!

Ciek2 dulu Pak. Pisahkan dulu, baru go publik. Sesuai mottonyo SP sudah berbuat sebelum yg lain memikirkan, SP sudah menyiapkan lebih dulu rencana go publik tu thn 1993, tapi dilarang oleh pemerintah. Justru gresik yg diizinkan.

Sumbar harus punya saham di SP supayo bisa bicara banyak di BUMN ini (tapi jan adolo nn mamatahkan, kalau punyo saham, beko SP jadi sapi perahan lo). NTT dan NTB bisa beli saham Newmont, kenapa Sumbar tidak?

Salam

Syaf AL

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Anzori <anz...@yahoo.com>
Date: Sun, 18 Sep 2011 20:26:35 -0700 (PDT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tak Adil, Semen Padang Harus Dipisah dari Gresik

Corporate Social Responsibility (CSR) suatu perusahaan kadang-kadang tidak punya kebijakan yang jelas. Contoh,untuk acara di teve mereka berani habis-habisan MM-an atas nama  marketing cost, tapi untuk sumbangan2 tergantung misi-misi dadakan.  Pemisahan PT. SP dari holding SG tidak mempunyai  dampak signifikan. Sebenarnya sdeharusnya Pemda2 di Sumbar yang harus punya penyertaan modal a.n. BUMD di pabrik SP ini. Namun dari puluhan tahun lalu hal ini tidak pernah ada. Contoh lain yg baik: Bank Mandiri menjadi share holder Garuda. Harusnya BUMD juga bisa menjadi shareholder PT SP. Sebaiknya SP go public saja biar masyarakat Sumbar bisa ikut beli saham PT. SP.
Kita memang tidak maju-maju, habis..... lihat kebelakang terus.
 
Zorion_Anas
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@gmail.com, zor...@bismillah.com
Cel./HP No. :085811292236
Country code +62

From: Nofrins <ynap...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Monday, September 19, 2011 10:16 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tak Adil, Semen Padang Harus Dipisah dari Gresik

Dari sisi spirit membangun dan mendorong Industri Pariwisata Sumbar utk jd Sumber PAD utama, mereka terkesan juga kurang adil.

Mnrt Panitia, acara besar Tour de Singkarak yg jelas2 manfaat utamanya utk PROMOSI PRWSTA Sumbar dan diliput Media Internasional hingga 70an media dalam dan luar negeri, mrk hanya sponsor sebesar Rp.25jt itupun stlh pembukaan dan ngeliat ada Menteri baru dikasih. Pd hal tertulis dimana-mana bahwa sdh berproduksi 100 tahun di Sumbar...! Tp utk PSSI yg masih dipertanyakan dampak positifnya utk mengangkat ekonomi Sumbar, mrk menyumbang Rp.1 milyar...!

Al, tolong koreksi, jika ada angka yg salah. Mungkin mrk punya alasan tersendiri utk itu, antahlah... Ttp kita sbg rakyat badarai alias publik, tentu hanya melihat dr luar sajo. Walaupun TdS udah 3 tahun berturut, mungkin lupo mamasuakan ka budget mrk. Ambo tidak menyalahkan, krn itu sepenuhnya hak mrk utk ikut serta atau tidak. Mohon maaf utk itu. Tks.

Wass,

syaf...@gmail.com

unread,
Sep 19, 2011, 2:46:16 AM9/19/11
to rant...@googlegroups.com
Da Nof,

TdS pertama, mau nyumbang 10 jt saja. Setelah nego, naik 25 jt saja. Akhirnya ditolak mentah oleh Pak Dirjen Sapta Nirwandar.

Untuk perjuangan Pemisahan SP ko, perlu orang yg gigih dan pantang menyerah. Sarupo da Nof dengan Mak Itamnya.

Salam

Syaf AL
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Imran Al

unread,
Sep 19, 2011, 4:46:39 AM9/19/11
to rant...@googlegroups.com
aslm. wr wb

ado yang kurang akurat dari pernyataan pak refrizal ko terutama pada frasa dibawah =..
"tidak bisanya dibangun pabrik Indarung VI hingga sekarang. “Janjinya cepat, tapi molor terus. Ini ada politik kepentingan yang bermain,” kata Refrizal dengan nada agak geram melihat ulah direksi PT Semen Gresik."

Pabrik Indarung VI tidak kunjung dibangun, karena masih terkendala dengan pembebasan lahan seluas 412,03 HA, yang posisinya kini telah disetujui Kementrian Kehutanan RI dari hutan lindung menjadi hutan produksi... Areal tersebut jika sudah dikuasai PT SP, maka deposit yang terkandung di dalamnya bisa memperpanjang umur PT SP menjadi 30 tahun lagi... Jika areal itu tak kunjung bisa dikuasai, maka PT SP akan tutup maksimal hingga 10 tahun ke depan...

Saat ini, Rencana Tata Ruang nasional, juga telah menyetujui 96.000 Ha areal hutan lindung di Sumbar jadi hutan produksi, dimana didalamnya terdapat lahan 412,03 Ha yang merupakan incaran Semen Padang. Di tingkat provinsi Sumbar,perubahan RTRW tersebut juga telah diakomodir.

Tinggal sekarang di tingkat Kota Padang. Saat ini, Perda perubahan RTRW itu tengah dibahas, dengan ketua panitia khususnya Ir Yendril (dari Partai Hanura)...

Cuma, jika areal 412.03 Ha ini hanya kita berikan ke PT SP, maka selama itu pula kita, rakyat sumatera barat, hanya akan mendapatkan kontribusi pajak galian C dan janji pembagian CSR lebih banyak.

Apakah kita percaya dengan janji ini? pengalaman yang ada, kontribusi Rp10 per zak semen padang bagi pendapatan daerah sumbar, sudah berlangsung sejak 1976 silam. Sampai sekarang tak berubah...

Ada wacana dari anggota F-PAN DPR RI H Taslim SSi... Dia menyarankan, areal 412.03 Ha, yang telah disetujui pemerintah pengalih fungsiannya itu, tak diberikan ke Semen Padang.. melainkan, kita bangun sendiri pabriknya dengan bentuk perusahaan daerah. Soal dana, bisa saja kita join operation dengan investor manapun...
baca link: http://www.tribunnews.com/2011/08/08/taslim-padang-mesti-bangun-pabrik-semen-sendiri
atau
link berikut: Padang Mesti Bangun Pabrik Semen Sendiri http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=30809

Sayang, gubernur Sumbar Irwan prayitno, merespon negatif usulan Taslim ini. Padahal, belum setahun irwan menjawab gubernur, dia telah 3x berkelana ke luar negeri dengan dalih untuk mencari investor... Tawaran untuk mengolah potensi yang terkandung di areal 412.03 Ha sebagaimana diusulkan Taslim, malah terkesan dianggap sepi saja...
baca link: http://www.tribunnews.com/2011/08/08/gubernur-sumbar-pabrik-semen-baru-akan-sulit-berkembang


imran
35+, tingga di padang


syaf...@gmail.com

unread,
Sep 19, 2011, 5:13:41 AM9/19/11
to rant...@googlegroups.com
Mantap juo tu Pak Imran. Biar kita "ributkan" rame-rame. Bikin pabrik baru saja. Tks


Syaf AL

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Imran Al <palit...@yahoo.co.id>
Date: Mon, 19 Sep 2011 16:46:39 +0800 (SGT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tak Adil, Semen Padang Harus Dipisah dari Gresik

andi ko

unread,
Sep 19, 2011, 5:16:39 AM9/19/11
to rant...@googlegroups.com, Dr.Saafroedin BAHAR
Sanak Palanta

Kalau soal iko, paralu kito mamintak sedikit pencerahan dari Pak Syafruddin Bahar, baliau banyak tahu tentang SP beserta dinamikanyo. Baliau salah sorang tokoh pejuang untuk menyelamatkan SP juo. Dibawah ambo copy sedikit beritanyo dulu

Salam

andiko


Nasional

Gubernur Sumatera Barat: "Kami Tidak Membangkang Pusat!"
02 November 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Zainal Bakar akan bertolak ke Jakarta, Minggu (4/11), untuk melapor kepada Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi perihal pengambilalihan PT Semen Padang oleh masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Ia akan memberitahu bahwa saat ini manajemen pabrik semen tersebut tidak lagi di bawah PT Semen Gresik Tbk tetapi dipegang Pemerintah Provinsi Sumbar.

"Saya akan menjelaskan kepada Pak Menteri, pengambilalihan ini bukan berarti kami (masyarakat Sumbar) membangkang terhadap pemerintah pusat atau mau melepaskan diri dari negara kesatuan Indonesia. Tindakan pengambilalihan itu semata-mata karena kami tidak setuju Semen Padang dijual ke pihak asing," kata Zainal kepada wartawan, usai rapat tertutup di ruang kerjanya, Jumat (2/11) siang.

Rapat tertutup Gubernur dilakukan dua sesi. Pertama pukul 08.30 wib, selama satu jam, melibatkan dengan Kapolda Sumbar Brigjen Pol Adang Firman dan Komandan Korem 032 Wirabraja Kolonel Supriyanto. Rapat membahas pengamanan pasca pengambilalihan ‘Maklumat Masyarakat Sumatera Barat’ yang menandai pengambilalihan Semen Padang. Seusai rapat Kapolda berkomentar pendek, "Kondisi tetap aman, karena tak terjadi tindakan anarkis dalam pengambilalihan itu."

Sesi kedua rapat gubernur dengan Komisaris PT Semen Padang, Jusril Jusan dan Syafruddin Bahar. Selain itu juga melibatkan Ketua Tim Terpadu spin off dari DPRD Sumbar Anwar Samsuddin. Menurut Gubernur, selain membahas rencana keberangkatan ke Jakarta, rapat kedua itu juga membahas kewenangan gubernur dalam manajemen PT Semen Padang. Pasalnya, hingga saat ini gubernur belum tahu apa kewenangannya pada PT Semen Padang. Soal ini akan disusun bersama dalam waktu dekat.

"Jadi, kami sepakat membentuk tim kecil yang mengkaji langkah-langkah apa yang akan dilakukan, tindakan teknis yang diperlukan, juga mengenai wewenang Gubernur Sumbar di PT Semen Padang dengan merujuk UU Persero dan anggaran dasar yang ada," katanya.

Zainal menjelaskan kosekuensi pengambilalihan itu. Bila sebelumnya PT Semnen Padang melaporkan soal keuangan kepada PT Semen Gresik Tbk, kini beralih ke meja Gubernur Sumbar. “Nanti mitra kerja PT Semen Padang juga akan segera kami beritahu tentang perubahan ini. Tapi kita harapkan operasional PT Semen Padang tidak terganggu," katanya.(Febrianti)




2011/9/19 Imran Al <palit...@yahoo.co.id>

Imran Al

unread,
Sep 19, 2011, 5:25:29 AM9/19/11
to rant...@googlegroups.com
sayang, respon dari urang awak yang alah sukses, tak nampak lah doh pak syaff.al

kabara lah modal bagi urang awak yang sukses tu, modal untuk membangun pabrik tu... agak limo orang se, lah salasai modal untuk membangun pabrik surang mah...

sayang pulo baliak, sampai kini alun ado juo respon nyo lai...

sempat wak tak tanyo ka pak taslim tentang wacana yang alah beliau lontarkan iko, beliau menjawab alun ado respon dari tokoh-tokoh awak lai doh...

imran
35+, tingga di padang



--- Pada Sen, 19/9/11, syaf...@gmail.com <syaf...@gmail.com> menulis:

syaf...@gmail.com

unread,
Sep 19, 2011, 5:55:43 AM9/19/11
to rant...@googlegroups.com
Pak Im, maaf, dek banyak partai ko, ego partai lebih menonjol daripado kepentingan basamo. Iko nan mambuek perjuangan kita lemah. Dek indak ide wee, ndak amuah merespon ide urang lain. Itulah sababnyo sumbar mudah diobok2.

Dari Padang ke Pakanbaru,
Singgah Sabanta di Padangpanjang,
Dek rang Minang susah basatu,
Lah banyak ladang disiangi urang.

Baa gakti Pak Im tu?

Salam


Syaf AL

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Imran Al <palit...@yahoo.co.id>
Date: Mon, 19 Sep 2011 17:25:29 +0800 (SGT)

Imran Al

unread,
Sep 19, 2011, 8:26:26 AM9/19/11
to rant...@googlegroups.com
mungkin takah itu mah pak al........... semoga ada perubahan ndak nyo...

dody osmon

unread,
Sep 21, 2011, 12:20:42 AM9/21/11
to rant...@googlegroups.com
Aslm , wr. wb

memang sangaik miris maliek mode ko da, baa lo bisa sababnyo semen padang ko jadi anak perusahaannyo. pandia awak klo iko tajadi taruih dan diatua2nyo. kalua-an lah bagak tuu. jan amuah yo lih di mode-an ko. awak ajo yg ndak ado kepentingan dan keuntungan dari spin off dan hiduik di rantau sangaik sakik ati mancaliak mode ko perlakuannyo. dulu waktu renov rumah di bekasi. awak pakai semen padang. dari harago wak caliak kok haragonyo malah labiah murah yang di bekasi dari pado yang tingga di kampuang apo iko semen padang asli atau baa. awak tau bana kualitas semen padang ko. pas dapek yg di bekasi ndak mungkin kualitasnyo mode ko, ndak saancak kualitas waktu awak caliak masih tingga di kampuang dulu. mudah2an awak salah.


link berita lain:


JAKARTA — Anggota Komisi VI DPR-RI yang membawahi BUMN, Refrizal, meminta pemerintah untuk segera memisahkan PT Semen Padang dari PT Semen Gresik melalui pembentukan holding PT Semen Indonesia.

“Holding seperti sekarang tidak adil dan hanya menguntungkan PT Semen Gresik saja,” kata Refrizal saat ditaa SerumpunNews di sela-sela meninjau stand pameran Sumbar Ekspo di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, pekan kemarin. Pernyataan itu justru disampaikan saat dirinya mengunjungi stand PT Semen Padang di lokasi Sumbar Ekspo tersebut.

Ia menjelaskan, ketidak adilan atas “akuisisi” PT Semen Padang oleh PT Semen Gresik adalah dengan terjadinya mengerdilan PT Semen Padang oleh induk perusahaannya. Di antaranya, tidak bisanya dibangun pabrik Indarung VI hingga sekarang. “Janjinya cepat, tapi molor terus. Ini ada politik kepentingan yang bermain,” kata Refrizal dengan nada agak geram melihat ulah direksi PT Semen Gresik.


Menurut Refrizal, sudahlah keuntungan PT Semen Padang menjadi milik Semen Gresik, untuk membangun pabrik baru supaya terbuka lapangan kerja di daerah ini pun tidak bisa. Selalu diundur-undur dengan alasan yang tidak jelas.

Karena itu, kata politisi PKS asal pemilihan Sumatra Barat ini, pihaknya akan terus mendesak pemerintah untuk segera mewujudkan terbentuknya holding baru PT Semen Indonesia sehingga antara Gresik dan PT Semen Padang itu bisa setara. “Ini tugas kami di DPR untuk mewujudkannya,” katga Refrizal yang mengaku sudah mendengar adanya penerimaan pegawai PT Semen Padang yang merugikan para pencari kerja Sumatra Barat, karena kebijakan perekrutan pegawai lebih banyak untuk tenaga kerja dari luar daerah.

Menjualkan Produk Semen Gresik

Bentuk ketidak adilan karena tidak bisa membangun pabrik baru itu, kata Refrial, adalah karena saat ini PT Semen Padang sudah menjual semen melebihi kapasitas produksinya sendiri. Saat ini kapasitas produksi PT Semen Padang hanya 5,5 juta ton. Akan tetapi, penjualannya berada di atas itu. Itu artinya, Semen Padang disuruh menjual produk pabrik lain.


Ia menduga Semen Padang yang beredar di Jakarta dan Bandung berisi produk Semen Gresik. “Kita minta Gresik tidak seenaknya begitu meski Semen Padang adalah anak perusahaan mereka. Inilah ketidak adilan itu. Gresik dan pemerintah harus segera mendorong pembangunan pabrik Indarung VI karena permintaan konsumen akan pabrik Semen Padang cukup tinggi,” ujarnya.

Dengan dibangunnya pabrik Indarung VI tersebut, memungkingkan PT Semen Padang untuk berkembang lebih cepat dan menyamai PT Semen Gresik. Karena pemerintah sudah member izin 412 hektar hutan lindung sebagai lokasi baru bahan baku Semen Padang, maka menurut Refrizal, tidak ada lagi alas an Gresik untuk tidak mengizinkan PT Semen Padang membangun pabrik baru.

Secara terpisah, mantan Komisaris Utama PT Semen Padang, Saafroedin Bahar mengakui bahwa akuisisi PT Semen Padang oleh PT Semen Gresil adalah illegal. Selain tidak ada Undang-undang yang mengikatnya, PT Semen Gresik juga tidak membayar satu sen pun kepada Semen Padang.

Pendapat yang sama pernah disebutkan oleh tokoh masyarakat Minang di Jakarta, Sudirman Munir, bahwa akuisisi PT Semen Padang oleh PT Semen Gresik tidak sah. Dalam era otonomi daerah ini, masyarakat Sumbar harus kembali memperjuangkan pemisahan PT Semen Padang dari PT Semen Gresik. “Bodoh kita kalau mendiami saja masalah ini,” ujarnya. –all


Wassalam,
Dody

From: "syaf...@gmail.com" <syaf...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Monday, September 19, 2011 4:55 PM
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages