--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--
Assalamu'alaikum. w.w.
Dr. Yesi, akronim "Bubar" ini sebaiknya tidak dipakai atau disosialisasikan.
Kata bubar itu sendiri sudah punya arti dalam bahasa Indonesia. Tambahan lagi kata
"bareng" itu bahasa Jakarta atau bahasa Jawa bukan bahasa Indonesia.
Jadi akronim "Bubar" sebaiknya tidak dipakai atau disosialisasikan. Kalau Buber
(buka bersama) mungkin masih bisa diterima.
Sewaktu saya membaca judul postingan Dr. Yesi, saya jadi salah kira,
.... kenapa yaa ?, ada apa dengan Gubernur Sumbar ?, tega-teganya memperlakukan anak yatim seperti itu.
...haa... kan.... jadi rusak pula puasa saya.
Jadi akronim Bubar untuk buka bersama sebaiknya tidak dipakai atau disosialisasikan.
Wassalam
|
|
Zulkarnain Kahar
Powered by Telkomsel BlackBerry®
| Assalamu'alaikum Wr Wb Saya setuju dengan komentar sdr. Sutan Sinaro itu: 1. Bubar adalah kata bahasa Indonesia yang berarti selesai berkumpul bersama, padahal dalam pesan Dr. Yesi Elsandra itu "Anak Yatin dan Dhuafa Bubar di Gubernuran Sumbar" dimaksudkan mereka akan berkumpul bersama untuk berbuka di Gubernuran Sumbar. 2. Kata "bareng" itu bahasa Jakarta atau bahasa Jawa bukan bahasa Indonesia. Jangan dibiasakan terlalu permisif mencampuradukkan bahasa dalam komunikasi tertulis (formal), karena berpotensi merusak bahasa nasional kita. 3. Akan lebih enak dilihat dan dibaca kalau ditulis lengkap saja: "Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama di Gubernuran Sumbar", maksudnya langsung dimengerti banyak orang. Kenapa harus berhemat (menyingkat) kata-kata itu, yang berakibat membingungkan banyak orang, dan ada yang bereaksi negatif. Jangan sampai terjadi: "karena nila setitik, rusak susu sebelanga". Saya sangat menghargai niat baik dan amal saleh Dr.Yesi Elsandra dan anggota SALIMAH (Persaudaraan Muslimah) melaksanakan acara berbuka bersama itu. Semoga amal saleh itu dibalas Allah SWT dengan berlipat ganda. Amin ya Rabbal'alamin. Salam, Fashridjal M. Noor Sidin Bdg --- Pada Jum, 19/8/11, Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com> menulis: |
|
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kalau ambo caliak ado peluang dakwah disinan nan indak disemba.
Badakwah ma Islamkan urang Islam dan menambah atau memperbaiki
pengertian non Islam thd Islam. Berdakwah di musajik baik, tapi
badakwah dilua untuk mangajak urang ka musajik tentu labiah elok. Baa
gak ati Tan?
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
--
Sent from my mobile device
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"Kepedulian terhadap ranah Minang adalah salah satu misi RantauNet. Yayasan
Palanta RantauNet (YPRN) dimaksudkan untuk menyalurkan kepedulian itu.
Salurkan zakat, infaq dan sadaqah sanak antaranya melalui YPRN, rekening No.
0221919932 Bank BNI"
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/