Gamawan dan Kita

13 views
Skip to first unread message

Sidi Boby Lukman

unread,
Oct 21, 2009, 12:36:52 AM10/21/09
to Rantau Net
Gamawan dan (kok) Kita yang Gelisah
(sebuah tulisan mangalasau)

Semua orang berkomentar ketika Gamawan dipanggil SBY ke CIkeas untuk diwawancarai dan dijadikan sebagai salah satu mentreri di kabinetnya. Ada komentar yang mendukung habis habisan, sekedar mendukung saja dan berucap selamat, ada yang optimis Gamawan akan berhasil namun ada juga sebaliknya yang bersuara keras menentang. Apalah kita ini, Presiden bukan, penguasa bukan. Gamawan jadi Menteri apa urusan kita, apa untungnya bagi kita kalau Gamawan jadi Menteri, ada dunsanak kita yang akan diajaknya masuk ke Departemen yang akan dipimpinnya itu atau sebaliknya ada dunsanak kita yang akan tercampak kalau Gamawan duduk disana.

Ini bukan soal sikap tidak peduli atau apalah namanya dalam bahasa Minang. Tapi mari bersikap biasa biasa saja, Gamawan jadi Menteri itu khan karena ada yang memilihnya dan sudah garis hidupnya pula bahwa pada Bulan Oktober ini dia dilantik jadi Menteri (Insya Allah).

Saya mau berbagi cerita sedikit di palanta ini, dulu sekali ketika masih bersekolah dengan celana merah sampai biru, setap bulan Maret setelah Suharto kembali jadi Presiden RI, banyak orang di Padang (waktu itu) bergeduru di depan TV untuk menonton Suharto yang mengumumkan nama nama pembantunya. Dan kita waktu itu mulai dengan catatan siapa nama orang Minang, peranakan Minang, minantu orang minang atau berbaun minang yang jadi Menteri. Begitu bangganya kita akan hal itu. Bersorak keliling rumah tanda senang ada juga orang minang yang jadi Menteri. Bagolak benar rasa hati jika orang minang atau berbaun minang itu jadi menteri setiap tahun bertambah. Sampai pada suatu waktu Tuan Gus Dur tidak memasukkan satupun nama orang minang duduk di kabinet. KIta mengerutu, menyumpah bahkan mencela Gus Dur. Gus Dur kita cap lupa akan sejarah dan tidak memahami faktor faktor keseimbangan etnis.

Obat luka dalam akibat "ditinggalkan" Gus Dur itu datang pada waktu Megaawati menggantikan Gus Dur. Pun kita dengan tanpa malunya ada yang menyebut bahwa Megawati itu ibunya berasal dari Minang yang merantau ke Bengkulu. Segala macam tali temali kita tautkan agar tersambung dan melegitimasi khayalan kita bahwa benarlah adanya Megawati itu beribukan wanita Minang yang merantau ke Bengkulu. Ada ada saja.

Tradisi orang Minang jadi Menteri terus terpelihara hingga kini. Setelah pada Kabinet IB jilid I nama orang Minang masuk dalam jajaran, kali ini pun kita beroleh berkah (kata sebagian orang) karena orang minang ada di dalam kabinet.

Sekarang mau apa kita orang luar ini. Saya menyebut kita orang luar karena bukan kita punya kuasa untuk mengiyakan atau juga meng-indak-kan keinginan SBY. Siapalah kita. Gamawan jadi Menteri Dalam Negeri, Patrialis, Nila A Moeloek, Uniang Linda, Tifatul Sembiring tentu ada untungnya bagi kita, paling tidak untungnya ada anak kemenakan kita, uda kita, adik kita yang jadi orang dan bisa keluar masuk istana. Kebanggan kata orang berbahasa indonesia. Soal dia berhasil atau tidak berdoa sajalah. Soal adanya tanggapan dari pengamat dia pantas atau belum pantas itu hak pengamat juga. Tentu mereka bicara ada dasarnya, atau ada referensinya. Yang menyebut Gamawan belum pantas tentu dari kacamatanya, dan sebaliknya juga begitu bagi yang menyebut Gamawan sudah pas untuk posisi itu, termasuk SBY sendiri.

Saya tidak hendak mendukung pilihan SBY atau juga menolaknya karena saya tidak memilih SBY, jadi sebagai orang kalah (karena saya memilih JK) saya tentu tau diri dan tidak mau campur dalam urusan ini. Lagipula siapa saya, saya mengenal SBY, tapi SBY itu benar yang tidak kenal saya. Ha ha ha...

Hikmah dari jadi jadi menterinya Gamawan adalah seperti kata Benni, terbuka kesempatan bagi kaum muda minang untuk ikut berpacu menuju kursi Sumbar 1. Dukung sajalah Gamawan itu jadi menteri baik untuk dia dan tentu baik untuk sebagian kita yang mendukungnya.

Saya cuma berharap, kita orang minang ini marilah berkaca pada masa lalu dan merencanakan sesuatu yang lebih baik dimasa depan dengan potensi dan realitas sumber daya yang ada. Minang ini sudah cukup lama terpuruk. KIta harus bangkit. kita harus berbenah agar tidak makin tergilas.

Salam
BLP - 33 thn Jakarta/Padang
Korban Gempa


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Z Chaniago

unread,
Oct 21, 2009, 1:09:37 AM10/21/09
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
Terlepas dari kualitas beliau.....satu hal yang ambo concern......maliek tuah ka nan manang maliek contoh ka nan sudah....
... apakah kasus seperti pemilihan pejabat pariwisata dari seorang profesor pertanian akan terulang ?
 
Kalau sampai terulang....kl dulu efeknya Sumbar..... kl jadi menteri efeknya Indonesia lho...
 
Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak

Pada 21 Oktober 2009 11:36, Sidi Boby Lukman <belal...@yahoo.com> menulis:
Gamawan dan (kok) Kita yang Gelisah
(sebuah tulisan mangalasau)

Semua orang berkomentar ketika Gamawan dipanggil SBY ke CIkeas untuk diwawancarai dan dijadikan sebagai salah satu mentreri di kabinetnya. Ada komentar yang mendukung habis habisan, sekedar mendukung saja dan berucap selamat, ada yang optimis Gamawan akan berhasil namun ada juga sebaliknya yang bersuara keras menentang. Apalah kita ini, Presiden bukan, penguasa bukan. Gamawan jadi Menteri apa urusan kita, apa untungnya bagi kita kalau Gamawan jadi Menteri, ada dunsanak kita yang akan diajaknya masuk ke Departemen yang akan dipimpinnya itu atau sebaliknya ada dunsanak kita yang akan tercampak kalau Gamawan duduk disana.

Ini bukan soal sikap tidak peduli atau apalah namanya dalam bahasa Minang. Tapi mari bersikap biasa biasa saja, Gamawan jadi Menteri itu khan karena ada yang memilihnya dan sudah garis hidupnya pula bahwa pada Bulan Oktober ini dia dilantik jadi Menteri (Insya Allah).








--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau - Menjadikan Adat menjadi rasional .


ARIEF

unread,
Oct 21, 2009, 2:16:34 AM10/21/09
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum W W

Sidi Bobby Lukman Piliang sarato dunsanak palanta nan terhormat

Partamo, ambo turut berduka atas musibah gampo nan menimpa sidi Bobby dan keluarga di Padang. Semoga Sidi dan keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah nangko.

Kaduo, tulisan "mangalasau" sidi ko taraso lamak di baco.
Lah lamo rasono kito dak bagaluik di palanta ko, pun lah lamo pulo rasono kito indak bakuampeh di lapau nan "sabana" lapau. (padahal di bulan puaso kito masih bakuampeh di KUBANG KALIMALANG nan di tutuik jo do'a mantari sunaik)

Sasuai ambo jo tulsan sidi ko. Kito ko bukan penguasa, bukan pemilik kekuasaan, pun bukan bagian dari presiden terpilih. Apopun pilihan sang Presiden terlpilih, itu hak baliau dan selera baliau dalam mamiliah urang. Nan di awak "urang lua" ko, bia lah ma amin sajo dan mancaliak dari jauah se lah.

Ma amin jo mancaliak dari jauah ko pun, bagi ambo bukan  merupakan sikap ketidak sukaan terhadap GF atau para mentri nan ado unsur Minang nyo. Ini lebih pada kearifan kita dalam mengapresiasi apa yang terjadi.

Selama ini kita "terlalu suka" bersuka ria ketika "urang awak" ditunjuk jadi pejabat. Sering kita tak melihat bahkan "membutakan" mata terhadap ada atau tidaknya keuntungan pada kita sebagai komunitas urang Minang, ttg pengangkatan pejabat tersebut. Saking berlebihan nya rasa suka, kita tak mau ada orang lain mengkritisi sang pejabat pujaan kita tsb. Kalau perlu orang yang mengkritisi itu dihujat dan di keroyok ramai-ramai. Entahlaaah!!!!!

Ada rasa khawatir, jika perasaan bergadang hati dengan pengangkatan pejabat tersebut terlalu kita perlihatkan, takutnya ketika sang pejabat itu tergelincir atau tidak mampu memegang amanah yang di embannya, bisa terumuk pula kita nantinya. Kalau sudah begini, kita sering tidak mau tahu, atau malah berbalik mencemooh. Padahal pejabat tersebut dulunya sangat kita puji dan anjung tinggi.

Banyak contoh dalam skala kecil yang saya amati, terutama kita yang di daerah. Ketika ada penguasa baru di salah satu daerah, entah ada atau tidak unsur MINANG nya, berbondong-bondong kita malakok dan mengangkat dia jadi ninik mamak, atau apalah namanya. Alasannya sederhana, agar kita bisa dilindungi, atau berbagai macam alasan lain. Tapi, ketika sang pejabat tersebut ternyata berbuat hal yang tidak benar dan tergelincir, bahkan sampai masuk kandang situmbin, kita seolah tak mau tahu. 

Satu hal lagi selain "gadang hati" ini.

Jika kita telisik agak kebelakang sedikit, ada persoalan yang saya sendiri heran dengan kebiasaan ini. Dalam urusan usung mengusung calon pejabat, kita sering melibatkan ORGANISASI SOSIAL (dalam hal ini ORGANISASI MINANG) baik dalam skala kecil maupun besar. Padahal setahu saya ORGANISASI SOSIAL itu dibentuk untuk kebutuhan "memperhatikan dan mengayomi" anggotanya, bukan untuk dijadikan justifkasi dukungan politik.

Rasanya melibatkan ORGANISASI SOSIAL terutama ORGANISASI MINANG dalam memberikan dukungan politk ini harus dihentikan. Yang pasti, setiap kegiatan organisasi dilakukan, pertanggungjawabnnya adalah ke anggota organisasi tersebut, bukan pada calon pejabat yang di dukung. Ini sama saja artinya "sang" pembawa aspirasi dukung mendukung ini mengebiri hak anggotanya sendiri.

Tentang dua alinea terakhir dalam tulisan "mangalasau" sidi d bawah.

Jika Pak GF memang sebentar lagi akan dilantik jadi MENTRI, tentu kesempatan untuk memimpin SUMBAR terbuka lebar untuk siapapun bukan?? Apalagi generasi mudanya.
Kini, ketika Sidi sedang di RANAH, sudah tampak kah siapa yang layak untuk menggantikan posisi SUMBAR 1 itu??

Apalagi melihat RANAH MINANG yang saat ini LULUH LANTAK diterpa bencana, tentu harus kita cari orang yang LIGAT, TEGAS, dan MAMPU membangkitkan RANAH TERCINTA ini dari kesedihan dan keterpurukan bukan??
Sebut lah satu-satu mulai dari sekarang.
Dan tentu kita tidak lupakan bahwa kita harus cepat keluar dari ketertinggalan akibat bencana ini.

Itu saja sedikit urun rembug menyambung tulisan "mangalasau" Sidi Bobby Lukman Piliang sebelumnya.
Tulisan Sidi Bobby ini semakin membukakan mata saya terhadap euforia yang berlebihan.
Sekali lagi, terimakasih pencerahannya Sidi. Do'a saya, semoga selama Sidi berada di RANAH, semakin banyak pencerahan lain yang bisa Sidi bagi ke kami. Dan selamat menjalankan tugas membantu dunsanak kita dikampuang yang tertimpa musibah.

Dan maaf jika ada yang kurang berkenan dalam bertutur tulis.

Wassalam W W

ABS. Rangkayo Mulia



Pada 21 Oktober 2009 11:36, Sidi Boby Lukman <belal...@yahoo.com> menulis:



--
Arief Rangkayo Mulia....
39 Th/ Asa Pakan Kamih /Tilatang Kamang / Agam
Perwakilan Bukittinggi TV - JAKARTA
HP : 0813 1600 7756

haris manto

unread,
Oct 21, 2009, 2:59:44 AM10/21/09
to rant...@googlegroups.com
Satuju ambo jo Sidi Bobby mah...Ambo pun hanyo tau sakileh jo Gamawan Fauzi...mendiang mintuo laki-laki ambo nan kabanyo dulu lai kenal dakek jo calon Mendagri ko...Tapi ambo ndak ambiak pusiang soal dakek atau jauh...
Nan paralu wak duduak an kini, dengan banyaknyo tokoh-tokoh Minang diangkek jadi pambantu presiden, mako makin banyak pulo kesempatan awak nan di bawah untuak naiak ka ateh...Bahaso keyen nyo, Regenerasi...
Indak usah awak mancikaraui urang nan duduak di kabinet...Lah rasaki nyo tu mah...Ratak tangannyo tu nan elok ka dipanga an lai...Ambo masih ingek wakatu reshuffle kabinet untuak posisi Mendagri nan diisi Mardiyanto akhirnyo, sempat naiak namo Gamawan Fauzi ko...Bukan karano Gamawan ko Tim Sukses, dulu se inyo alun jaleh ka masuak Tim Sukses lai...Tapi karano prestasinyo...
Usah lah awak mancikaraui urang jo takah atau indak takah, patuik atau indak patuik duduak jadi menteri...Bak kecek-kecek nan tuo-tuo, Resek-resek se tapi kain surang-surang...
Ambo agak heran lah, akia-akia ko spirit awak urang Minang untuak bakompetisi nan positif alah bakurang...Nan acok kini, mancikaraui urang...Padahal awak urang Minang ko, Sadanciang bak basi, saciok bak ayam, saiyo-sakato...Ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun, Tatungkuik samo makan tanah, ttilantang samo makan angin....Aratinyo awak urang Minang ko kompak...Sakik samo diraso, sanang samo dibagi...Kaba buruak bahambauan, kaba baiak baimbauan....Nilai-nilai nan takah tu kini nan alah ilang
Untuang se ado Rantaunet ko...sabagai wadah panyatu baliak urang Minang...Usah namuah awak diadu-domba urang lain...Jan taulang kisah Perang Paderi nan awak diadu domba di Kumpeni...Malu ambo salaku nan mudo ko, kalau ado nan tuo lo justru maagiah contoh nan dak elok...
Mari, wak jadian, momen bencana nan manimpo kampuang halaman, sebagai momen awak urang Minang bangkik baliak jo spirit baru...spirit basatu mambangun kampuang halaman...Ndak hanyo mambangun sacaro materi, tapi juo moriil...samati-mati angin, mambangun jo usaho masiang-masiang sarato doa...

Bari maaf kalau ado nan talantuang ka naiak, tasingguang ka turun. Maklum ambo masih anak mudo mantah...
Hormat Ambo ka dunsanak sadonyo
Sutan Harismanto Djambak
 

--- On Wed, 10/21/09, Sidi Boby Lukman <belal...@yahoo.com> wrote:

Sjamsir Alam

unread,
Oct 21, 2009, 9:53:02 AM10/21/09
to rant...@googlegroups.com
Kini giliran urang Maluku heboh dek indak surang juo menteri dari daerahnyo.


mak Sati (L. 72+7+19)

asa Galuang, Sungai Pua, Agam

Jl. Sitawa 25, Tabiang

0812 6600 639 Halo

0856 689 22330, IM3

0751 9878 980, Esia

0878 2175 2424, XL



2009/10/21 Sidi Boby Lukman <belal...@yahoo.com>

haris manto

unread,
Oct 21, 2009, 9:58:26 AM10/21/09
to rant...@googlegroups.com
Satuju ambo jo Sidi Bobby mah...Ambo pun hanyo tau sakileh jo Gamawan Fauzi...mendiang mintuo laki-laki ambo nan kabanyo dulu lai kenal dakek jo calon Mendagri ko...Tapi ambo ndak ambiak pusiang soal dakek atau jauh...

Nan paralu wak duduak an kini, dengan banyaknyo tokoh-tokoh Minang diangkek jadi pambantu presiden, mako makin banyak pulo kesempatan awak nan di bawah untuak naiak ka ateh...Bahaso keyen nyo, Regenerasi...

Indak usah awak mancikaraui urang nan duduak di kabinet...Lah rasaki nyo tu mah...Ratak tangannyo tu nan elok ka dipanga an lai...Ambo masih ingek wakatu reshuffle kabinet untuak posisi Mendagri nan diisi Mardiyanto akhirnyo, sempat naiak namo Gamawan Fauzi ko...Bukan karano Gamawan ko Tim Sukses, dulu se inyo alun jaleh ka masuak Tim Sukses lai...Tapi karano prestasinyo...

Usah lah awak mancikaraui urang jo takah atau indak takah, patuik atau indak patuik duduak jadi menteri...Bak kecek-kecek nan tuo-tuo, Resek-resek se tapi kain surang-surang...

Ambo agak heran lah, akia-akia ko spirit awak urang Minang untuak bakompetisi nan positif alah bakurang...Nan acok kini, mancikaraui urang...Padahal awak urang Minang ko, Sadanciang bak basi, saciok bak ayam, saiyo-sakato...Ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun, Tatungkuik samo makan tanah, ttilantang samo makan angin....Aratinyo awak urang Minang ko kompak...Sakik samo diraso, sanang samo dibagi...Kaba buruak bahambauan, kaba baiak baimbauan....Nilai-nilai nan takah tu kini nan alah ilang

Untuang se ado Rantaunet ko...sabagai wadah panyatu baliak urang Minang...Usah namuah awak diadu-domba urang lain...Jan taulang kisah Perang Paderi nan awak diadu domba di Kumpeni...Malu ambo salaku nan mudo ko, kalau ado nan tuo lo justru maagiah contoh nan dak elok...

Mari, wak jadian, momen bencana nan manimpo kampuang halaman, sebagai momen awak urang Minang bangkik baliak jo spirit baru...spirit basatu mambangun kampuang halaman...Ndak hanyo mambangun sacaro materi, tapi juo moriil...samati-mati angin, mambangun jo usaho masiang-masiang sarato doa...

Bari maaf kalau ado nan talantuang ka naiak, tasingguang ka turun. Maklum ambo masih anak mudo mantah...
Hormat Ambo ka dunsanak sadonyo
Sutan Harismanto Djambak
Pakanbaru, Riau

--- On Wed, 10/21/09, Sidi Boby Lukman <belal...@yahoo.com> wrote:

From: Sidi Boby Lukman <belal...@yahoo.com>
Subject: [R@ntau-Net] Gamawan dan Kita
To: "Rantau Net" <rant...@googlegroups.com>
Date: Wednesday, October 21, 2009, 11:36 AM

Gamawan dan (kok) Kita yang Gelisah
(sebuah tulisan mangalasau)

Lies Suryadi

unread,
Oct 21, 2009, 11:12:26 AM10/21/09
to rant...@googlegroups.com
Bana nan disabuik dek Sutan Harismanto,
Samo di dalam ambo tu.
Tapi Sutan, ambo mambayangkan carito bagalau di tantau net ko sarupo bana jo ota di lapau kopi Uwo Pulin. Parlemen lapau ala Minang. Sakalian jo lagaknyo: ado nan bana2 hebat, ado nan sok hebat, ado nan pamburansang, ado nan mandi diilia2, bakato di bawah2, ado nan Islami pakek, ado nan parewa gadang, kama2 pakai sarawa galembong taruih sae. Jadi, di lapau ko cabiak2 bulu ayam sajo lah kito, kok kusuik pauah sorang nan manyalasaikan, baitu nan ka rancak. Jan sampai mintak angok ka lua badan lo. Taulang kaji parang paderi beko, baundang ulando, padohal awak batangka samo awak..
 
Tapi kecek kecek Sutan tu memang paralu kito pacik: kito urang Minang andaknyo tatap saciok bak ayam, sadanciang bak basi, kok tabang e sapulun, inggok sacakam.
 
Salam,
Suryadi

--- Pada Rab, 21/10/09, haris manto <anto_tr...@yahoo.com> menulis:
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---



Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages