Perkataan tifatul tentang jilbab

11 views
Skip to first unread message

ronal_...@yahoo.com

unread,
Jun 2, 2009, 12:26:31 PM6/2/09
to rant...@googlegroups.com
Dear Dunsanak,

Kurang lebih 2hari ambo timbang2 postingan iko.antah ado relevansinyo dengan minang atau tidak tapi anggaplah iko kegelisahan ambo sebagai orang Minang.

Ketila isu jilbab ini naik kepermukaan ada reaksi keras dalam perkataan Presiden PKS Tifatul sembiring seperti ini "apa kalau istrinya berjilbab masalah ekonomi,pendidikan,kesehatan maka masalah akan selesai atau jadi lebih baik?".

Lamo ambo patuik patuik, jadi terpikir diambo apakah jika isu sholat terangkat maka perkataannya jadi seperti ini "apakah kalau capresnya sholat maka masalah ekonomi,pendidikan dan kesehatan jadi selesai atau lebih baik?

Astagfirullah Astagfirullah, bukan kah jilbab adalah perintah agama dalam alquraan?

Semoga ini cuma ungkapan emosi sesaat.saya membaca ini dimedia islam dan tempo.

Salam hormat
Ronal chandra
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Nofend St. Mudo

unread,
Jun 2, 2009, 12:58:17 PM6/2/09
to Rant...@googlegroups.com
Ado Nal :P

Partamo, Ronal manyampaikan Opini atau kegelisahan ronal sebagai urang
Minang
Kaduo, yang berkomentar seperti iko adolah seorang Pimpinan Partai yang
(lumayan) adolah anak Urang Minang

Jadi Nal, taruihlah berwacana dengan pemikran Ronal tu, terserah... apo sajo
Nal, Politik, Ekonomi, Sosial
Kejahatan, Korupsi dll, apolai adat istiadat.

Tapi Nal, kan ronal lai tau maksud dan tujuang kito di palanta
Semoga ronal memahani makasuik ambo.

Wassalam
Rank Marola

Harman

unread,
Jun 2, 2009, 10:08:53 PM6/2/09
to Rant...@googlegroups.com

2004 :
Yang jadi isyu korban jilbab istri capres/cawapres adalah Amien Rais, saat itu keraguan mendukung MAR jg dikarenakan jilbab istrinya Wiranto lebih dekat dengan jilbab akhwat PKS dari pada jilbab istri MAR, sehingga puasa daud-nya MAR pun gugur dikarenakan jilbab istrinya, Wiranto dan keluarganya bisa menerima dakwah PKS, bedanya dengan dakwah Islam apa ya?

2009 :
Memangnya jika Istri capres/cawapres pakai jilbab persoalan ekonomi, pendidikan dll bisa selesai --> Dukungan untuk SBY tidak perlu lagi lihat pakaian istri si capres/cawapres.

Hmmm..sayang ini tidak keluar di 2004, senjata makan tuan.

Yang jadi persamaan di 2004 dan 2009 adalah
mendukung capres yang kemungkinan Menangnya Paling Besar, yang lain2 itu cuma bumbu.

pelajaran buat kita semua, supaya tidak seenaknya membawa - bawa hukum atau simbol2 agama hanya untuk kepentingan yang lebih sempit - apalagi untuk sekedar menyerang lawan politik - kalau ternyata kita sendiri tidak bisa menjalankannya, hari ini haram tapi besok bisa halal besok bisa mubah besoknya lagi bisa makruh tergantung mana yang lebih menguntungkan --> hukum disesuaikan dengan kepentingan :-(


wassalam,
harman St. Idris

Ronald P Putra

unread,
Jun 2, 2009, 10:39:06 PM6/2/09
to Rant...@googlegroups.com

hmmmm, komentar-komentar yang menarik....
sayang kurang tepat sasaran dan dramatisasi yang berlebihan ....

Menjadikan isu ttg jilbab menjadi isu sholat, adalah hiperbola yg berlebihan, tdk perlu. Apalagi pake astaghfirullah segala. Kata "jika", dipasangkan dengan apapun akan menjadi bola liar yg bisa multi tafsir. Mengaitkan 2004 dgn 2009 juga tdk relevan. Pd 2004, ada pihak yg sangat ngarep didukung dan pake marah-marah .... (kalo dipikir lucu juga...)  sedangkan 2009, MAR sendiri yg mengatakan bahwa dukung SBY krn salah satunya memiliki kemungkinan menangnya paling besar.  Jadi siapa menunjuk siapa disini ?

wassalam,
Ronald P Putra




harman...@yahoo.com
Sent by: Rant...@googlegroups.com

06/03/2009 09:08 AM

Please respond to
Rant...@googlegroups.com

To
Rant...@googlegroups.com
cc
Subject
[R@ntau-Net] Re: Perkataan tifatul tentang jilbab


---

This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you
are not the intended recipient (or have received this e-mail in error)
please notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any
unauthorized copying, disclosure or distribution of the material in this
e-mail is strictly forbidden.

Harman

unread,
Jun 2, 2009, 11:32:28 PM6/2/09
to Rant...@googlegroups.com
Don't worry my bro,
saya jg tidak suka tuh dengan fiqhnya MAR yang dukung mendukungnya pakai fiqh kemungkinan menang yang menurut saya nyeleneh dan tidak menunjukan seorang pejuang dan pekerja keras, bagi saya yg jelek tetap jelek, bukan karena MAR terus jadi bagus dan dibela.

Jadi yang saya tunjuk itu bisa ke MAR dan bisa juga ke yang lain yang pakai jurus milih nyeleneh kayak main judi gitu, klo kemungkinan yang menang tuyul apa bakal dipilih juga?

Soal ngarep, he...he...memangnya ada partai atau capres yang tidak mengharapkan dukungan, marah2 atau tidak itu kan cara sama halnya dengan yang memakai cara "biru bisa, hijau bisa" yang penting bisa dapat suara atau ancam-mengancam - ini marah2 juga ga ya? - keluar biar dapat porsi gedean, iya lucu juga ya apalagi melihat sebuah acara talk show di Metro tv yang menghadirkan politisi mudo Jeffry Geovanni jo Annis Matta, cadiak dan lamak melihat gaya politisi mudo urang awak ko basile lidah, santai tapi nonjok.


wassalam,
harman


From: Ronald P Putra <ronald....@db.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, June 3, 2009 9:39:06 AM

Ronald P Putra

unread,
Jun 2, 2009, 11:49:08 PM6/2/09
to Rant...@googlegroups.com

naaah gitu doong ...

kita ini, sebagai pengamat pinggir lapangan, sering tidak mendapatkan informasi yang cukup dan valid ttg sepak terjang para politikus dan parpol. sehingga terkadang bikin kita terheran-heran sendiri atau malah ngedumel sendiri. saya kira wajar saja demikian. mereka itu, para politisi dan parpol itu, tentulah tahu lebih banyak dari kita akan apa dan kenapa mereka bersikap demikian, so... itulah resiko kita sebagai pengamat pinggir lapangan .... kadang ngotot-ngototan, padahal mrk malah bermesraan... :-)

wassalam,
Ronald





harman...@yahoo.com
Sent by: Rant...@googlegroups.com

06/03/2009 10:32 AM

Please respond to
Rant...@googlegroups.com

To
Rant...@googlegroups.com
cc
Subject
[R@ntau-Net] Re: Perkataan tifatul tentang jilbab



Don't worry my bro,
saya jg tidak suka tuh dengan fiqhnya MAR yang dukung mendukungnya pakai fiqh kemungkinan menang yang menurut saya nyeleneh dan tidak menunjukan seorang pejuang dan pekerja keras, bagi saya yg jelek tetap jelek, bukan karena MAR terus jadi bagus dan dibela.

Jadi yang saya tunjuk itu bisa ke MAR dan bisa juga ke yang lain yang pakai jurus milih nyeleneh kayak main judi gitu, klo kemungkinan yang menang tuyul apa bakal dipilih juga?

Soal ngarep, he...he...memangnya ada partai atau capres yang tidak mengharapkan dukungan, marah2 atau tidak itu kan cara sama halnya dengan yang memakai cara "biru bisa, hijau bisa" yang penting bisa dapat suara atau ancam-mengancam - ini marah2 juga ga ya? - keluar biar dapat porsi gedean, iya lucu juga ya apalagi melihat sebuah acara talk show di Metro tv yang menghadirkan politisi mudo Jeffry Geovanni jo Annis Matta, cadiak dan lamak melihat gaya politisi mudo urang awak ko basile lidah, santai tapi nonjok.


wassalam,
harman














---

This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you
are not the intended recipient (or have received this e-mail in error)
please notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any
unauthorized copying, disclosure or distribution of the material in this
e-mail is strictly forbidden.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.

Tasril Moeis

unread,
Jun 2, 2009, 11:58:36 PM6/2/09
to Rant...@googlegroups.com
Batua bana Nald,
Sato pulo wak manyampaikan kaba nan alun tantu batua, aa nan dapek di awak rakyat badarai ko, sia sen nan manang nasib awak ka bantuak iko juo. Kalau barita salah nan disampaikan doso lah jaleh dek sato pulo fitnah.
Kecuali kalau sato di tim sukses tantu ado nan di arok kan.
Di nagari awak ko demokrasi, pemilu dll tu kan untuak urang nan berkepentingan sajo, tapi maateh kan namo awak rakyat2 ko. Nan penting jan sampai awak ba Minang, ba nagari, ba kampuang ta pacah2 dek perbedaan di politik ko.
 
Wassalam
Tan Ameh (50+)
----- Original Message -----

ronal_...@yahoo.com

unread,
Jun 3, 2009, 12:08:04 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Istigfar pun sudah mulai disalahkan,semoga allah mempercepat ditunjukinya jalan yang benar amin.saya ingat dahulu waktu pak mentri agama munawir sajali yang mengatakan "jilbab ini simbol keislamam jadi kalau orang sudah tau kita islam gak perlu lagi jilbab".

Kalau terulang lagi beneran sebuah kemunduran.harusnya isu jilbab yang diangkat sudah tidak relevan karena sby 2004 menang istrinya pun tanpa jilbab,lalu kenapa harus panik?

Jilbab cuma selembar kain? Jutaan umat islam bersimbah darah sejak jaman jahiliyah hingga sekarang.


salam hormat
Ronal chandra
Jilbab tidak ada hubungannya dengan politik,berpolitiklah tanpa harus menyakiti umat islam.

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Harman
Date: Tue, 2 Jun 2009 20:32:28 -0700 (PDT)
To: <Rant...@googlegroups.com>

Ronald P Putra

unread,
Jun 3, 2009, 12:33:26 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com

Kayak di pasar modal aja,.... :-)

Sahamnya sih biasa aja, tapi kemudian digoreng sedemikian rupa, ditambahin bumbu-bumbu, di goreng lagi dengan api lebih besar, dan berzig-zag lah harganya. Di akhir hari penutupan, para analis tercenung,  emangnya kenapa yah kok harganya zig zag gini ? toh sebenarnya nggak ada apa-apa dgn saham itu.  Similar, Tifatul berkomentar utk meredam isu agama yg dibawa ke ranah politisasi. Cuman kemudian digoreng pake bumbu-bumbu sholat, jutaan umat Islam bersimbah darah, menarik-narik munawir sadzali,menyakiti umat Islam, dll. Jadilah beritanya ruar biasa.... :-) (kenapa nggak sekalian menarik si Geert Wilders ya .. biar tambah seru ...)

apa nggak tahu atau pura-pura nggak tahu kalau Istri Tifatul itu berjilbab, kok lebih mengedepankan hiperbola dari fakta ?

wassalam,
Ronald P Putra




ronal_...@yahoo.com
Sent by: Rant...@googlegroups.com

06/03/2009 11:08 AM

Please respond to
Rant...@googlegroups.com

To
Rant...@googlegroups.com
cc
Subject
[R@ntau-Net] Re: Perkataan tifatul tentang jilbab





Istigfar pun sudah mulai disalahkan,semoga allah mempercepat ditunjukinya jalan yang benar amin.saya ingat dahulu waktu pak mentri agama munawir sajali yang mengatakan "jilbab ini simbol keislamam jadi kalau orang sudah tau kita islam gak perlu lagi jilbab".Kalau terulang lagi beneran sebuah kemunduran.harusnya isu jilbab yang diangkat sudah tidak relevan karena sby 2004 menang istrinya pun tanpa jilbab,lalu kenapa harus panik?Jilbab cuma selembar kain? Jutaan umat islam bersimbah darah sejak jaman jahiliyah hingga sekarang.salam hormat Ronal chandraJilbab tidak ada hubungannya dengan politik,berpolitiklah tanpa harus menyakiti umat islam.

ronal_...@yahoo.com

unread,
Jun 3, 2009, 12:48:18 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Allhamdullilah kalau pakai jilbab semoga tidak dihargai hanya selembar kain.

Politikus emang selalu benar,berlindung dibelakang kata2 rakyat,demi umat islam dan lainnya.

"Katakan kebenaran walaupun pahit begitulah harusnya setiap pemimpin umat"

Ahmad Ridha

unread,
Jun 3, 2009, 1:00:17 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
2009/6/3 <ronal_...@yahoo.com>:

> Allhamdullilah kalau pakai jilbab semoga tidak dihargai hanya selembar kain.
>
> Politikus emang selalu benar,berlindung dibelakang kata2 rakyat,demi umat islam dan lainnya.
>

Da Ronal, bukan masalah politikusnya, tapi qiyadah.

BTW, ada komentar qiyadah lainnya:

---------------
"Sentimen semacam ini akan dimanfaatkan oleh kandidat lainnya. Memang
(penampilan) istri JK dan Wiranto bagus. Kalau Ibu Ani dan istri
Boediono memakai kerudung akan memunculkan efek positif bagi publik
terhadap dukungannya kepada SBY-Boediono," ujar Ketua DPP PKS Mahfudz
Siddiq, Selasa (26/5).

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/05/05/76565/3/1/Ani-Yudhoyono-dan-Herawati-Boediono-Disarankan-Pakai-Kerudung
---------------

Yang lalu dikomentari di:

http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2009/06/01/kol,20090601-81,id.html

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

Nofiardi

unread,
Jun 3, 2009, 2:45:29 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com

May 28, 2009

Filed under: Politik — syamsul @ 3:42 am

pks-di-bawah-bayang-bayang-jilbab

Moh Samsul Arifin

Mencemaskan sekali cara berpolitik tokoh dan aktivis partai di negeri ini. Selain disetir pragmatisme, simbol-simbol agama masih saja dieksploitasi. Yang terakhir jilbab. Kain penutup kepala perempuan Muslim itu masuk panggung politik. Jilbab dikaitkan dengan politik karena dianggapkan bakal menggiring pendukung parpol atau massa Islam untuk mencontreng pasangan calon tertentu dalam pemilihan presiden/wakil presiden.

Kendatipun bukan melekat pada kontestan, jilbab dipandang akan menyetir ke mana arah suara pendukung Partai Keadilan Sejahtera [PKS] yang memang relatif “fanatis” terhadap simbol-simbol agama.

Dan inilah pernyataan yang mengejutkan itu. “Kalau mau jujur sebagian kader PKS hatinya masih mengarah pada JK-Wiranto karena alasan istri dari kedua pasangan ini sangat sederhana dan berjiblab,” ujar Zulkieflimansyah. Inilah yang masih kata Zulkieflimansyah—merujuk pada survei internal PKS—telah membuat tingkat keterpilihan SBY-Boediono dan JK-Wiranto hanya berselisih 10 persen. Dengan kata lain politisi yang pernah membidik kursi Gubernur Banten ini ingin mengatakan di mata pendukung PKS, tingkat keterpilihan SBY menurun dan JK merambat naik.

Lebih jauh kolega Zul, Mahfudz Siddiq berujar, “Memang (penampilan) istri JK dan Wiranto bagus (baca: menggunakan jilbab). PKS bisa saja menyarankan Ibu Ani dan istri Boediono memakai kerudung,” ujarnya seperti dikutip Indo.Pos (27 Mei 2009). Cara ini dinilai akan mengarahkan kader dan simpatisan PKS untuk mencontreng SBY-Boediono, 8 Juli mendatang.

Saya tak tahu apa kepentingan PKS mewacana jilbab jelang Pilpres ini. Publik menerka PKS sedang menghitung ulang dukungannya pada SBY-Boediono, melakukan bargaining terhadap incumbent atau sekadar meneruskan kegelisahan massa pendukungnya. Yang jelas ada yang kontradiktif di sini. Pertama, bagi perempuan Muslim jilbab adalah hal yang substantif. Bentuk ketaatan pada sang Khalik untuk menjaga kehormatan di muka umum. Dan kedua PKS adalah partai berideologi Islam yang seharusnya menjauhi politik citra yang superfisial. Sayangnya partai tarbiyah ini terperangkap pada simbol. Sangat beralasan jika pihak-pihak kritis terhadap PKS menyebut praktik politik ini sebagai upaya PKS memformalkan agama.

Dalam kerangka politik modern penggunaan simbol-simbol agama untuk menarik simpati calon pemilih sesungguhnya tidak mencerdaskan. Ini bisa menyeret publik pada stigmatisasi yang tak perlu terhadap pihak-pihak yang jadi korban atau dikorbankan. Seorang perempuan Muslim disebut baik atau saleh tak bisa disederhanakan dengan jilbab atau kerudung dalam tradisi Muslim moderat ala NU dan Muhammadiyah.

Perdebatan soal ini akan sampai pada wilayah teologis, karena umat Islam berbeda pandangan tentang jilbab ini. Sebagian kalangan menyebut jilbab adalah budaya atau merupakan tafsir atas teks Al Quran. Tapi sebagian lagi menerima jilbab sebagai perangkat yang sudah jadi. Artinya turun dari teks suci dan berlaku wajib bagi perempuan Muslim. Bagi perspektif ini tak memakai jilbab [ini pun masih debatable bentuk seperti apa yang diperintahkan teks itu?] berarti melanggar perintah agama.

Menurut Nasaruddin Umar [2002], jilbab berasal dari akar kata jalaba, berarti menghimpun dan membawa. Jilbab pada masa Nabi Muhammad SAW ialah pakaian luar yang menutupi segenap anggota badan dari kepala hingga kaki perempuan dewasa.

Jilbab dalam arti penutup kepala hanya dikenal di Indonesia. Di beberapa negara Islam, pakaian sejenis jilbab dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador di Iran, pardeh di India dan Pakistan, milayat di Libya, abaya di Irak, charshaf di Turki, hijab di beberapa negara Arab-Afrika seperti di Mesir, Sudan, dan Yaman. Hijab Hanya saja pergeseran makna hijab dari semula berarti tabir, berubah makna menjadi pakaian penutup aurat perempuan semenjak abad ke-4 H.

Sebelum fenomena jilbab menyeruak tahun 1990-an silam, perempuan Muslim di Indonesia lebih banyak menggunakan kerudung untuk menutupi aurat sebagai tafsir atas perintah Al Quran. Berkerudung sudah dianggap cukup bagi kalangan perempuan Muslim NU dan Muhammadiyah. Namun jilbab belakangan kian menggantikan kerudung karena perbedaan tafsir atas apa yang disebut aurat bagi perempuan Muslim.

Begitulah…saking dahsyatnya fenomena jilbab. Budayawan Emha Ainun Nadjib pernah mengabadikannya dalam pentas bernama “Lautan Jilbab” yang digelar di Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan lain-lain pada 1990. Cak Nun pun bersyair:

“Jilbab adalah keberanian di tengah hari-hari sangat menakutkan. Jilbab adalah percikan cahaya di tengah-tengah kegelapan. Jilbab adalah kejujuran di tengah kelicikan. Jilbab adalah kelembutan di tengah kekasaran dan kebrutalan. Jilbab adalah kebersahajaan di tengah kemunafikan. Jillbab adalah perlindungan di tengah sergapan-sergapan”.

Ini menjadi semacam deklarasi dukungannya atas keputusan perempuan Muslim memilih untuk menutup auratnya. Begitu pun, Cak Nun tak menjadi fanatik. Nakhoda Kiai Kanjeng ini bahkan tak mewajibkan perempuan yang lantas diperistrinya [Novia Kolopaking] untuk berjilbab. Ia menyerahkan hal tersebut pada sang istri. Cak Nun, sebagaimana juga Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid ingin mengajarkan pada Muslim Indonesia bahwa beragama harus substantif. Sesuatu yang formal tidak pasti yang menjadi substansi dari perintah agama.

Buat saya sebagai mesin elektoral PKS telah membuktikan sebagai parpol yang menjanjikan. Terbukti raihan suaranya meningkat dari Pemilu 1999 hingga 2009. Tapi PKS kini “turun pangkat” karena kembali menonjolkan sisi-sisi simbolik agama. Dan ini membuat saya cemas. Jangan-jangan poin yang ditonjolkan dalam buku “Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” [2009] benar adanya? Dalam buku tersebut diudar misi terselubung partai ini untuk mendirikan negara Islam di tanah air.

Ihwal ini segala sesuatunya telah terang. Perdebatan negara Islam tidak relevan lagi, baik dikaitkan dengan NKRI atau tata kelola negara modern. Syariat Islam wajib memandu dan karenanya berlaku bagi setiap Muslim di tataran privat. Suatu yang publik seperti negara [state] tidak ikut serta. Baiklah saya kutip dokumen keputusan PBNU saat menyelenggarakan forum Bahtsul Masa’il, November 2007. Salah satunya menegaskan, “tidak ada nash [teks] dalam Al Quran yang mendasari gagasan tentang negara Islam atau perlunya mendirikan negara Islam. Negara Islam atau Khilafah Islamiyah sepenuhnya adalah ijtihadiyah atau interpretasi Islam”.

Saya berharap hasrat-hasrat seperti itu dapat digugurkan. Karena saya tak pernah bermimpi Indonesia akan jadi negeri mirip Afganistan di masa Taliban yang diceritakan Khaled Hosseini dalam The Kite Runner.

http://blog.liputan6.com/2009/05/28/pks-di-bawah-bayang-bayang-jilbab/#more-292

 

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ronal_...@yahoo.com
Sent: Wednesday, June 03, 2009 11:08 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Perkataan tifatul tentang jilbab

 

Istigfar pun sudah mulai disalahkan,semoga allah mempercepat ditunjukinya jalan yang benar amin.saya ingat dahulu waktu pak mentri agama munawir sajali yang mengatakan "jilbab ini simbol keislamam jadi kalau orang sudah tau kita islam gak perlu lagi jilbab".



Kalau terulang lagi beneran sebuah kemunduran.harusnya isu jilbab yang diangkat sudah tidak relevan karena sby 2004 menang istrinya pun tanpa jilbab,lalu kenapa harus panik?

Jilbab cuma selembar kain? Jutaan umat islam bersimbah darah sejak jaman jahiliyah hingga sekarang.


salam hormat
Ronal chandra
Jilbab tidak ada hubungannya dengan politik,berpolitiklah tanpa harus menyakiti umat islam.






The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.


image001.jpg

adib fadhil

unread,
Jun 3, 2009, 2:37:56 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum
Perkenalkan Ambo Adib dari Batusangka da Ronald

Lamak bana di kunyah-kunyah goreng dan disuguhkan da ronal ko sajak partamo
apo lai lah ditambah jo bumbu nan lamak pulo
Baitu manggigiknyo perkataan serang pemimpin pada masyarakat
menjadi pelaaran handaknyo bagi kito kalau menadi pemimpin dalam lingkup apa pun
" Kito kasadonyo ko kan pemimpin kan?"
Apolai lah mambaok-baok agamo kadalam ranah politik
kaco mato politik tantulah baragam
dan agamo nyo caliak dengan caro nan bamacam pulo
Tingga dek kito nan mamakaikan agamo lai
Kalau agamo di terapkan sakarek-sakarek
jadilah kito samacam nan bak kini
Islam jadi komoditas-komoditas untuk  komunitas-komunitas
Mari kito samo-samo baliak lah ka pahaman Islam nan Kaffah tu baliak
Baa caronyo???
Kito tanyo kapado guru dan Ustad kito.....

sakian da Ronal
Wassalam

Putra Limeks

unread,
Jun 3, 2009, 3:12:54 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Mandanga dan maliek realitas PKS saat ini, banyak simpatisan maraso kecewa. Itu ambo dapek dari carito ota lapau dari babarapo tampek nan pernah ambo singgahi di Provinsi Sumatera Utara. Ambo pribadi tamasuk nan kecewa. Kalau dari samulo 'ambo bisa mambaco tando2 zaman bahwa pks akan berkoalisi jo partai lain nan berazaskan non Islam, mungkin ambo ka manjatuahkan pilihan ke partai lain atau Demokrat saat Pemilu Caleg tempo hari. Kini ambo maraso, mamilieh PKS atau Demokrat pado Pemilu caleg nan lalu samo sajo. Toh, realitasnyo mereka berkualisi dalam memilih Peminpin Bangsa ini. Ambo ba angan-angan PKS tampil sebagai 'lokomotif" mambangun koalisi jo partai Islam lain nan mandapek suarao saketek. Kalau itu nan tajadi, rasonya masih taraso partai Islam masih punyo tariang di gelanggang nasional. Kini apo nan kadisabuik, realitasnyo ala co iko. Mudah-mudahan kamuko iko bisa manjadi palajaran bagi partai nan mambiak garis perjuangan atas dasar azas Islam. Amin.
Masih segar  dalam ingatan kito, hasil pemilu tahun 2004, Amien Rais jo kawan-kawan nyo sasamo partai Islam mampu manbagun poros tengah. Nan itu telah mampacaliakan bahwan partai Islam cukup punya kekuatan dalam menentukan pemimpin bangsa ini. Sekarang, mungkin belum muncul 'tokoh' sakaliber Amien Rais.
Sakian dari ambo, sekedar ungkapan hati nan sadang taibo mancaliak realitas Partai Islam nan ado kini. Mohon maaf kalau sidang palanta indak berkenan.

Malin Bungsu (43)
Medan
 

Ihsan

unread,
Jun 3, 2009, 3:14:14 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
PKS Menuai Badai

Menyimak perjalanan PKS mulai dari kelompok Islam militan yang lahir dari pengajian kampus dan dimotori oleh alumni timur tengah yang memiliki pengetahuan keagamaan yang sangat bagus.

Melalui strategi dakwah tarbiyah, PKS mampu mengkonsolidasikan kekuatannya dengan dukungan mahasiswa yang sangat haus dengan agama dan kehidupan yang spritual.

Ketika reformasi bergulir, kelompok ini berubah menjadi partai dakwah dan mengusung nilai2 perjuangan islam dengan semboyan jihat dan mati berkalang tanah dari pada hidup tercela.

Coba kita simak lagu2 PKS yang di tampilkan dalam acara deklarasi PKS di bandung. Dalam bait lagu2 tersebut jelas terlihat keteguhan PKS dalam berjuang untuk menjunjung tinggi agama Islam, bahkan rela mengorbankan harta dan nyawa untuk meluluh lantakan para pendosa.

Sungguh saya merinding ketika membaca dan menyimak doktrin PKS. Betapa PKS sangat militan dan teguh dengan ke Islaman, baik simbol maun gerakan dan substansi.

Tapi mengapa semua sirna begitu cepatnya...

Hilang ditelan hiruk pikuk kekuasaan..

Membenar segala cara untuk memenangkan pil legislatif, dengan alasan semua org seperti itu.

Statemen yang membingungkan masyarakat...

Terlihat perilaku yang tidak mencerminkan ummat Islam, terutama sebagai putra minang, luar biasa...


Dahsyat....

Mudah2an urang awak bisa menilai sendiri apo yang telah terjadi dalam tubuh PKS...

Ya Allah, Berilah hamba Mu ini petunjuk ke jalan yang benar

Amin

Ihsan, JKT

Ahmad Ridha

unread,
Jun 3, 2009, 3:19:25 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
2009/6/3 Putra Limeks <lime...@gmail.com>:

> Kini ambo maraso, mamilieh PKS atau Demokrat pado Pemilu caleg nan lalu samo sajo. Toh,
> realitasnyo mereka berkualisi dalam memilih Peminpin Bangsa ini.
>

Ahem, kalau konteksnya koalisinya yang sama, PDS pun masuk koalisi
tersebut, walaupun ada sebagian kader PDS yang mendukung pasangan
Mega-Prabowo.

http://id.news.yahoo.com/dtik/20090531/tpl-dpp-pds-dukung-sby-boediono-kadernya-b28636a.html

ronal_...@yahoo.com

unread,
Jun 3, 2009, 3:24:31 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Dalam salah satu ayatnya allah berfirman "allah akan selalu bersama orang orang beriman dan pemimpin beriman.allah akan menjadi tangan nya saat akan dipergunkan,allah akan menjadi kakinya saat melangkah dan allah akan menjadi MULUT nya saat berbicara".

Mari kita sama2 cermati tiap pemimpin kita.karena kebenaran pasti hanya milik allah.

Pemimpin islam sejati dia akan meninggikan agama allah dimanapun dan dalam situasi apapun.

Anzori

unread,
Jun 3, 2009, 7:41:20 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Kenyataannyo, Amin Rais si tokoh Muhammadiyah nan dibanggakan dek urang Minang malah mamiliah bakoalisi jo PD. Manyasa ambo mamiliah PAN pado Pamilu lalu. Memang JK pilihan nan sabana cocok untuak kaum muslimin/mat nantinyo. Labiah jaleh Islamisnyo dibandiang nan lain
 
Zorion_Anas
(53+)
http://visitpadang.com
http://zorionanas.blogspot.com
anz...@yahoo.com, zor...@yahoo.com,
Cel./HP No. : 0816857939



From: Putra Limeks <lime...@gmail.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, June 3, 2009 2:12:54 PM

Subject: [R@ntau-Net] Re: Perkataan tifatul tentang jilbab

Ahmad Ridha

unread,
Jun 3, 2009, 11:26:38 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
2009/6/3 <ronal_...@yahoo.com>:

> Dalam salah satu ayatnya allah berfirman "allah akan selalu bersama orang orang beriman dan pemimpin beriman.allah
> akan menjadi tangan nya saat akan dipergunkan,allah akan menjadi kakinya saat melangkah dan allah akan menjadi
> MULUT nya saat berbicara".
>

Da Ronal, istilah "ayatnya" biasanya bermakna di al-Qur'an sehingga
baiknya direferensikan ke surat dan nomor ayatnya karena berbahaya
juga menyandarkan suatu ucapan kepada Allah tanpa sumber. Seingat
saya, yang punya makna seperti itu adalah sebuah hadits qudsi.
Walaupun hadits qudsi yang shahih juga merupakan firman Allah namun
berbeda dengan al-Qur'an.

Lihat:

http://maslilik.wordpress.com/2007/05/27/penjelasan-hadits-ke-38-arba%E2%80%99in-an-nawawiyah-siapakah-wali-allah/

(diambilnya dari muslim.or.id tapi saya tidak menemukan linknya karena
situs tersebut sudah mengalami perubahan susunan)

ronal_...@yahoo.com

unread,
Jun 3, 2009, 11:42:15 AM6/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Oh begitu yah ridha,baik akan saya perhatikan.

Btw ridha baiknya judul ini disudahi saja karena admin sudah kasih arahan td.

Mari sama2 kita berdoa allah tunjukin kita semua jalan yang benar.amin

yulm...@yahoo.com

unread,
Jun 4, 2009, 8:22:46 PM6/4/09
to Rant...@googlegroups.com
Film Unggulan Hollywood versi Padang

1 Enemy at the Gates -- Lah tibo lawan di pintu...
2 Batman Forever -- Kalalauang
3 Remember the Titans -- Lai Takana jo si Titan
4 The Italian Job -- Karajo maliang
5a Die Hard -- Payah matinyo
5b Die Hard II -- Alun Juo Mati Lai...?
5c Die Hard III With A Vengeance -- Ondeh Mandeh.. ndak
juo mati mati doh...?
6 Bad Boys -- Anak Kalera
7 Sleepless in Seattle -- Mangantuak..
8 Lost in Space -- Ilang di awang awang
9 Brokeback Mountain -- Gunuang patah tulang
10 Cheaper by Dozens -- Bali salusin tambah murah..
11 You've got Mail -- Ado surek tuh ha...
12 Paycheck -- Pitih Gaji
13 Independence Day -- Hari Rayo
14 The Day After Tomorrow -- Saisuak
15 Die Another Day -- Ndak kini matinyo..?
16 There is Something About Marry -- Manga si Merry yo..?
17 Silence of the Lamb -- Kambiang pangambok
18 All The Pretty Horses -- Kudonyo rancak-rancak
19 Planet of the Apes -- Planet Siamang
20 Gone in Sixty Seconds -- Barangkek lah waang Lai
21 Original Sin -- Sabana-bana doso...
22 Mummy Returns -- Lah Baliak si One tadi..?
23 Crash -- Balago kambiang
24 Copycat -- Kopi Kuciang
25 Seabiscuit -- Makan Biskuit di Lauik
26 Freddy vs Jason -- Bacakak
27 Just in Heaven -- Lah di Surgo
28 Air Bud -- aia si Budi
29 How To Lose A Guy in 10 Days -- Baa caronyo manyipak
urang..
30 Lord Of The Ring -- Juragan batu cincin
31 Deep Impact -- Taraso dalamnyo
32 Million Dollar Baby -- Anak Rangkayo
33 Blackhawk Down -- Buruang itam si Don
34 Saving Private Ryan -- Mahagia les ka si Ryan
35 Dumb and Dumber -- Pakak jo sabana Pandia..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>

Date: Wed, 3 Jun 2009 22:26:38
To: <Rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Perkataan tifatul tentang jilbab



sjamsir_sjarif

unread,
Jun 6, 2009, 2:06:00 PM6/6/09
to rant...@googlegroups.com
Yah, mari kita ikuti irama lagu
Madek dek Magambiri Dahasian ...
http://www.youtube.com/watch?v=QUIR_XJWV7Q&feature=related

Sqalam,
--MakaNgah
Sjamsir Sjarif

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages