Sanak Palanta nan tertarik jo sejarah, terutama sejarah hukum
Undang-undang simbur cahaya adalah undang-undang tertulis sejak Abad XVII di daerah kerajaan Palembang Darussalam. Aslinya UU ini ditulis dengan huruf arab yang diciptakan oleh Ratu Senuhun Seding kira-kira tahun 1630.
Contoh aturan
1. Jika orang berjual beli, menggadai, sewa menyewa atau meminjam sawah, kebun ladang atau barang-barang lain yang tetap, yang tidak dapat diangkat hendaklah dilakukan berterang-terang didepan pesirah (Pasal 26 ayat 1)
2. Jika seseorang menggadaikan sawah, kebun atau ladang dengan tidak mengadakan sesuatu perjanjian, maka sawah, kebun atau ladang itu tidak boleh ditebus oleh orang yang memegang gadai itu sebelum hasilnya dipungut (pasal 26 ayat 2).
1. Seorang laki-laki yang melingkas (mengintai) perempuan mandi (bekarung jenguk-jengal namanya) dikenakan denda 4 ringgit.
2. Jika bujang gadis berjalan bersama-sama dan bujang merebut kembang dari kepala gadis (lang menarap buaya namanya) maka bujang itu dikenakan denda 2 ringgit.
Cubo sanak bandiangkan jo undang-undang nan 20 jo nan 8 di Minangkabau, kiro-kiro sia nan daulu mambuek undang-undang ko, palembang atau kito di Minangkabau.
Salam
andiko sutan mancayo
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Buya yth dan dunsanak di palanta
Bisa dijelaskan ttg macam2 jumlah denda di masa lampau spt yg tertulis dibawah, misalnya setahil sepaha itu berapa?
Sepertinya ada kemiripan istilah dg naskah UU Tanjung Tanah yg diungkap oleh Pak Kozok.
tengah tiga emas- Lima Kupang- Lima busuk- sekupang- sepihak empat kundi
setahil-sepaha- sepuluh emas- lima kupang- lima busuk- sekupang- sepiak- empat kundi
pertanyaan:
bagaimana hubungan : tahil, paha, emas, kupang, busuk, piak, kundi?
Makasih
Wassalam
mm
--
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Mokasih Da Andiko Sutan Mancayo
Menarik juo utk dikaji dan dipalajari baa system dan tatanan hokum di minangkabau/melayu di maso lampau.
Soal hokum ko sangat menentukan perkembangan suatu peradaban (suatu bangsa). Kalau hokum tegak, tantu negeri makmur, rakyat sejahtera. Mangko peradaban dari bangsa tsb akan balanjuik taruih…
Tp kalau sabaliaknyo, indak ado kepastian hokum. Mangko dipastikan peradaban (juo kebudayaan) dari bangsa tsb akan musnah dan punah dg sendirinyo.
Wassalam
mm
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of andi ko
Sent: Monday, April 05, 2010 3:43
PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: Undang Undang
Minangkabau di dalam Tambo ... Re: [R@ntau-Net] UU Simbur Cahaya dengan UU 20-8
Minangkabau
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
| Assalamualaikum w.w
Buya MAH , Bapak Andiko sarato dunsanak dipalanta nan ambo hormati, Sato ambo saketek Buya, mamang menarik nan Buya sampaikan tentang hukum adat Minangkabau, ado papatah nan takana diambo yaitu : “Adat bapaneh, Syarak Balindung” pengertiannyo kalau indak salah adolah bahwa kedua-duanya adolah aturan atau hukum. Setiap hukum atau aturan tentu ado sangsinyo, adapun sangsinyo adolah sbb :
Kalau tidak salah dalam hukum adat ado yang namonyo, “ba abu bagantiak, bakuma basasah”. Mako jika seseorang melanggar hukum seperti, “Sumbang Salah” (1) Sumbang yalah perbuatan yang disebut “ buruak rupo salah cando, buruak pandangan mato cacek pandangan hati”, jika ini yang terjadi, maka hukumannyo adolah “ba abu bagantiah” (2) Sedangkan, salah yalah telah terjadi suatu kesalahan besar, yaitu lah marompak paga larangan, lah taserak malu ka bumi tabayang aib ka langik, yaitu seperti perbuatan Zina. Jika ini yang terjadi maka hukumannyo adolah , “bakuma basasah” Untuak menjatuhkan hukuman, tentu harus ada pengadilan adat, yang mengaadili dengan dasar “ Sah dakwa berkelangkapan, batal dakwa berpalilat, jika dakwa akan di timbang, tanda dan bukti harus dilihat “ maksudnya adalah, sahnya suatu dakwaan atau tuntutan, harus dilengkapi dengan bukti dan sanksi-saksi. Dan dakwa dapat batal, jika berpalilat atau cacat hukum. Dikaruak saabih saung, diawai saabih raso, kok bahulu di mudiak-I, kok bamuaro di tajuni. Di timbang samo barek, diukua samo panjang, di uji samo merah. Jikok hal tersebut telah di lakukan, dan terbukti seseorang itu bersalah, dan didukung oleh bukti dan saksi-saksi, disitulah baru jatuah hukum, sesuai dengan bentuk pelanggaran. Dan yang bersangkutan terkucil dari masyarakat, indak di bao sahilia samudiak, kok tibo di elok indak di bao baimbauan, kok tibo di buruak indak bao baambauan, kok masuak indak ganok kok kalua indak ganjia, sampai yang bersangsukutan menyadari kesalahannya. Jika telah menyadari kesalahannya, dia dapat tobat, “ tutua tobat salah mempabaiki, salah pada munusia mintak maaf, salah kepada Allah mintak ampun” dengan membayar kesalahan menurut aturan adat, di isi Adat di lingka Carano, tanasi kuning tasinggang ayam, dan di tentukan denda seperti yang buya terangkan dibawah ini. Namun, pada saat ini hak mengngadili bagi masyarakat Adat, itu kan sudah di cabut kalau indak salah pada UU no. 14 tahun 1970, yang ada sekarang hanyalah sepat Mediasi atau mendamaikan. Demikianlah nan dapek ambo sampaikan sesuai dengan yang ambo ketahui, dan ini hanyalah sebagai pedoman sajo, tidaklah berarti begitu seluruh Minangkabau, tentu juga ada perbedaan dari setiap nagari, sesuai dengan aturan Adat nan salingka nagari. Bak ibarat padi salibu, jikok ado nan bonek nak samo kito naikkan ka rangkiang, tapi koknyo ambo, bialah nak tingga di pamatang ka luluak banto jadi juo. Mohon maaf jikok ado nan salah, dan terima kasih ateh perhatian. Wassalam, Azmi Dt.Bagindo --- Pada Sen, 5/4/10, Masoed Abidin ZA Jabbar <buyamaso...@gmail.com> menulis: |
Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,
Dt. Bagindo,
...
> Dan hukum syarak atau agamo sangsinyo adolah berdosa apabila dilanggar, dan pelaksaan hukumnyo adolah di akirat,
> yaitu masuak narako.
>
Bagian nan iko memunculkan pertanyaan dek dalam syara' ado pulo
hukuman-hukuman nan dilaksanakan di dunia misalnyo aturan hudud.
--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)
Dt. Bagindo dan Buya HMA yth.
Iyo alah banyak curaian adat nan disampaikan, malah tibo dari buya sendiri. Untuak undang-undang 20 alah banyak versi, tagantuang langgam masiang-masiang daerah, nan bararti peraturan itu hidup dan berkembang dalam masyarakat. Babarapo tahun nan lalu kami dari KAN-SA alah pernah mancubo mamodifikasi UU20 sasuai jo katantuan syarak dan sistem hukum nasional, dan tantu mamparatikan HAM. Kok dapek memang bahan-bahan iko dapek dirumuskan baliak supayo manjadi 'standar' dalam hukum adat kito kini. Kok dapek memang paralu musyawarah khusus mambicarokan hal itu. Baitu disampaikan.
Wassalam,
-datuk endang |
|
|
|
|
|
|
|
|
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe