Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN @Rantaunet

55 views
Skip to first unread message

Sutan Sinaro

unread,
Jun 29, 2012, 4:50:19 PM6/29/12
to rant...@googlegroups.com
Negara Islam seperti apa ?

Ada pertanyaan tentang negara Islam seperti apa yang sesuai untuk Indonesia ?.
Saya bisa menjawab negara Islam yang seperti Indonesia itu lah, tapi Indonesia yang mana ?.
Jawabnya
Negara Indonesia yang sesuai dengan cita-cita para pendiri Republik ini dahulunya.
Perselisihan dalam urusan ini Insyaa Allah dapat selesai dengan memberi penjelasan tambahan seperti berikut.
Secara singkat bisa dikatakan negara Islam yang sesuai dengan Syara' adalah negara Islam di zaman khulafaa ur-rasyidin dahulu. Ketika itu tidak ada sistem kerajaan yang turun temurun, pemimpin dipilih dari rakyat biasa dan diangkat oleh "Majelis Syuro".
Pengangkatan Abu Bakar ra, Umar ra, Usman ra dan Ali kw, semuanya dengan Majelis Syuro.
Kita lihat Indonesia, ketika negeri ini hendak ditegakkan, contoh khulafaa ur-rasyidin inilah yang diambil dan dituangkan dengan cara Indonesia pula oleh para pendiri negara ini.
"Majlis" adalah bahasa Arab, "musyawarah" juga bahasa Arab, "ra'yat" juga bahasa Arab.
Di Indonesiakan, maka muncul istilah "Majelis Permusyawaratan Rakyat" yang di-identik-kan dengan Majelis Syuro tadi.
Ketika di zaman khulafa ur-rasyidin dulu, orang-orangnya masih sedikit, sehingga dengan mudah diketahui siapa-siapa orang-orang pintar (pentolan-pentolan) yang akan duduk di majelis syuro itu, baik dari suku Quraisy sendiri ataupun pihak Madinah, Aus dengan Khazraj.
Berbeda dengan Indonesia yang orang-orangnya yang sudah banyak sehingga tidak dapat diketahui dengan mudah siapa pentolan-pentolannya. Oleh sebab itu harus dipilih para wakil dari orang yang banyak itu untuk bisa didudukkan di majelis syuro tadi. Hasil diskusi para pendiri negara ini memutuskan untuk membuat suatu lembaga guna mengumpulkan para wakil tadi dalam satu bangunan yang terdiri dari orang-urang yang pintar yang diutus oleh kelompok-kelompok rakyat. "Dhiwan" bahasa Arab yang artinya bangunan, gedung, atau lembaga, di Indonesiakan dengan kata
"Dewan". "wakil" adalah bahasa arab yang berarti perwakilan orang-orang pintar tadi. Maka muncullah Istilah "Dewan Perwakilan Rakyat", yang orang-orangnya nanti akan didudukkan di Majelis syuro tadi ditambah dengan golongan-golongan atau kelompok yang belum terwakili yang disebut "Majelis Permusyawaratan Rakyat".
Jadi untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin atau khalifah, yang istilah nya kemudian diadopsi dari barat menjadi "Presiden", maka tiap-tiap kelompok rakyat berkumpul memilih siapa orang-orang pintar yang ada di kelompok mereka yang akan bisa mewakili suara mereka untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin dengan catatan orang ini juga harus mampu jadi pemimpin karena ia berhak memilih dan dipilih.
(Jadi bukan siapa yang banyak pitih dan gadang ota yang akan diutus, tapi orang yang pintar).
Wakil dari kelompok-kelompok inilah yang dikirim ke Dewan tadi (DPR) yang akhirnya nanti akan masuk ke Majelis syuro (MPR) untuk menentukan siapa yang akan jadi pemimpin negeri ini (termasuk dirinya sendiri berhak dipilih untuk jadi pemimpin).
Jadi kesemuanya ini didasarkan kepada cara negara Islam yang disetujui oleh Syara'.
Oleh sebab itu, untuk menyesuaikannya dengan cara Indonesia maka dibuat kesekapatan yang terkenal dengan nama "The Jakarta Charter" (Piagam Jakarta) yang diletakkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar. (Ingat kata-kata dalam Pembukaan, "Berkat rahmat Allah swt. ...", artinya negrara Indonesia ini berdiri berkat rahmat Allah swt.-red). Hukum yang dipakai adalah hukum Syara' bagi orang Islam, dan hukum Civil umum atau hukum agamanya sendiri bagi orang yang bukan Islam.
Jadi pertanyaan itu tidak sulit untuk dijawab rasanya.
"Negara Islam yang seperti apa?".
Jawabnya,
Negara Islam yang seperti Indonesia dengan mengembalikan 7 kata ("dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya"), yang dulu dibuang oleh Soekarno, kembali ke dalam UUD.
Kenapa demikian ?, karena ide pembentukan negara Indonesia dahulu didasarkan kepada ide pemerintahan khulafaa ur-rasyidin yang sesuai dengan Syara'.
Seluruh hukum kolonial harus dibuang, dan ide Amin Rais memilih Presiden langsung
dari rakyat yang mengakibatkan hilangnya fungsi Majelis Syuro tadi (MPR) harus dihapus, diganti dengan amandemen lain yang sesuai dengan Syara'.
Sarak mangato adat mamakai.
Selesai.

(...Sutan.....
Sarak Mangato adaik mamakai... kalau begitu Minangisasi tu Sutan takah
Jawanisasi pula ?.
... eh kalau sesuai dengan Syara' ... mengapa Tidak ?).

Billahil hidayah wat taufiq

Wassalam
St. Sinaro

Sutan Sinaro

unread,
Jul 20, 2013, 3:26:31 PM7/20/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum. w.w.
 
Negara Islam seperti apa ?

Ada pertanyaan tentang negara Islam seperti apa yang sesuai untuk Indonesia ?.
Saya bisa menjawab negara Islam yang seperti Indonesia itu lah,
tapi Indonesia yang mana ?.

Jawabnya

Negara Indonesia yang sesuai dengan cita-cita para pendiri Republik ini dahulunya.
Perselisihan dalam urusan ini Insyaa Allah dapat selesai dengan memberi penjelasan
tambahan seperti berikut.
 
Secara singkat bisa dikatakan negara Islam yang sesuai dengan
Syara' adalah negara Islam di zaman khulafaa ur-rasyidin dahulu. Ketika itu tidak ada
sistem kerajaan yang turun temurun, pemimpin dipilih dari rakyat biasa dan diangkat oleh
"Majelis Syuro".
Pengangkatan Abu Bakar ra, Umar ra, Usman ra dan Ali kw, semuanya dengan Majelis
Syuro. Kita lihat Indonesia, ketika negeri ini hendak ditegakkan, contoh khulafaa
ur-rasyidin inilah yang diambil dan dituangkan dengan cara Indonesia pula oleh para
pendiri negara ini dulunya.

"Majlis" adalah bahasa Arab, "musyawarah" juga bahasa Arab, "ra'yat" juga bahasa Arab.
Di Indonesiakan, maka muncul istilah "Majelis Permusyawaratan Rakyat" yang
di-identic-kan dengan Majelis Syuro tadi.

fashrid...@gmail.com

unread,
Jul 20, 2013, 7:32:41 PM7/20/13
to Rantaunet, St Sinaro, Saafroedin Bahar, Mochtar Naim
Sanak St Sinaro jo sanak2 sapalanta yth.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Pemikiran sanak St Sinaro
itu secara konsepsional benar, tapi mengamati perkembangan sejarah perpolitikan dan pemerintahan di Indonesia nampaknya perlu mengatasi banyak tantangan untuk mewujudkannya.

Kegagalan pemerintahan Taliban di Afghanistan dan Mursi di Mesir antara lain karena tidak memahami sejarah negara masing2. Sebaliknya bertahannya kerajaan Saudi Arabia dan republik Iran karena faktor sejarah yg dominan. Di Saudi fondasi kerajaan adalah faham Wahabi, sedangkan di Iran keberadaan struktur Ayatullah sbg keturunan Rasulullah SAW.
Bertahannya pemerintahan oleh partai Islam di Turki krn berhasil memajukan negara dan meningkatkan taraf hidup rakyat, tanpa harus mengubah konstitusi yg sekuler (krn akan menimbulkan konflik, dan mengundang kudeta militer).

Indonesia, Mesir, dan negara2 berpenduduk mayoritas Islam kelihatannya perlu meniru Turki. Raihlah kekuasaan melalui pemilu, lalu jalankan pemerintahan yg efektif dan bersih serta inklusif. Buktikan kemampuan memajukan negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Inshaa Allah kalau sukses akan berlanjut.

Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65Bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
Date: Sat, 20 Jul 2013 12:26:31 -0700 (PDT)
Subject: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 20, 2013, 8:10:23 PM7/20/13
to Rantau Net Rantau Net
Sanak Sutan Sinaro, sabana janiah penjelasan Sanak ttg Negara Islam nan sasuai utk Indonesia. Intinyo: manuruik model khulafaurrasyidin dek sari, dikaikkan jo Piagam Jakarta, hukumnyo duo macam: hukum syarak dan hukum sipil; dan sagalo parubahan nan dikarajokan dek Amien Rais dkk dibuang.
Satahu ambo, indak ado larangan memperjuangkan gagasan itu doh. Indak saroman gagasan negara kuminih. Jadi lanjuikkanlah malewakan. Ambo doakan semoga berhasil. Mulailah dari warga RN iko, alah dapek 2.000 urang, sudah tu urang awak, alah sapuluah juta urang pulo.
Salamaik bapuaso.
Wassalam,
SB.

Akmal Nasery Basral

unread,
Jul 20, 2013, 9:16:44 PM7/20/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf, Mak Sutan Sinaro n.a.h.
manuruik ambo dek karano NKRI adolah ide pemikiran Allahyarham Moh. Natsir, ayahanda kita semua, bapak bangsa ini kelahiran Lembah Gumanti, yang disampaikannya lewat Mosi Integral (1950) dan diimplementasikan oleh Bung Karno, rasonyo Pak Natsir indak ka mungkin memformulasikan sebuah bentuk negara yang steril dari Islam.

Cuma banyak orang, tanpa lebih dulu menyimak halaman-halaman sejarah bangsa ini, sudah berprasangka bahwa NKRI adalah produk (kolaborasi) kubu nasionalis-(liberalis, sekularis) dengan kalangan non-muslim. 

Wassalam,

ANB
45, Cibubur.

Arman Bahar

unread,
Jul 20, 2013, 9:47:09 PM7/20/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Buya M Natsir pernah berujar ....

"Islam beribadah akan dibiarkan, Islam ber-ekonomi akan diawasi, Islam berpolitik akan dicabut hingga ke akar2" (Dicabuik tali pusek'e)

Sekularisasi akan mereka utamakan utk berkembang ....
Ini berhasil .... otak dan pemikiran sebagian umat Islam pun udah ter-virusi dg faham sekuler ini ...

Untung sejak kemenangan Islam Turki yg berhasil menggeser posisi kaum sekuler sekitar 2006 yg lalu menyadarkan sebagian umat Islam termasuk di Indonesia utk bangkit kembali, dan ini ditandai di awal era reformasi 1998 dg berdirinya orpol pertama yg berani mencantumkan Islam dlm AD/ART  sbg Dasar Partai (yg selama ini kan hrs berdasarkan pancasila) ...
wasalam
abp
------------------------
Dari: Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Sabtu, 20 Juli 2013 12:26
Judul: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Assalamu'alaikum. w.w.
 
Negara Islam seperti apa ?

Ada pertanyaan tentang negara Islam seperti apa yang sesuai untuk Indonesia ?.
Saya bisa menjawab negara Islam yang seperti Indonesia itu lah,
tapi Indonesia yang mana ?.

Jawabnya

Negara Indonesia yang sesuai dengan cita-cita para pendiri Republik ini dahulunya.
Perselisihan dalam urusan ini Insyaa Allah dapat selesai dengan memberi penjelasan
tambahan seperti berikut.
 
Secara singkat bisa dikatakan negara Islam yang sesuai dengan
Syara' adalah negara Islam di zaman khulafaa ur-rasyidin dahulu. Ketika itu tidak ada
sistem kerajaan yang turun temurun, pemimpin dipilih dari rakyat biasa dan diangkat oleh
"Majelis Syuro".
Pengangkatan Abu Bakar ra, Umar ra, Usman ra dan Ali kw, semuanya dengan Majelis
Syuro. Kita lihat Indonesia, ketika negeri ini hendak ditegakkan, contoh khulafaa
ur-rasyidin inilah yang diambil dan dituangkan dengan cara Indonesia pula oleh para
pendiri negara ini dulunya.

"Majlis" adalah bahasa Arab, "musyawarah" juga bahasa Arab, "ra'yat" juga bahasa Arab.
Di Indonesiakan, maka muncul istilah "Majelis Permusyawaratan Rakyat" yang
di-identic-kan dengan Majelis Syuro tadi.

Arman Bahar

unread,
Jul 21, 2013, 1:03:13 AM7/21/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww
Masyarakat kita kan blm siap bicara itu .... Prioritas utama dan pertama kita itu adalah MELAKUKAN PERUBAHAN KULTURAL DIBARENGI DG MELAKUKAN PERUBAHAN STRUKRURAL ....Hmm, ada yg faham dg hal ini ?
abp

Dari: Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Sabtu, 20 Juli 2013 12:26
Judul: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Assalamu'alaikum. w.w.
Negara Islam seperti apa ?

Ada pertanyaan tentang negara Islam seperti apa yang sesuai untuk Indonesia ?.
Saya bisa menjawab negara Islam yang seperti Indonesia itu lah,
tapi Indonesia yang mana ?.

Jawabnya

Negara Indonesia yang sesuai dengan cita-cita para pendiri Republik ini dahulunya.
Perselisihan dalam urusan ini Insyaa Allah dapat selesai dengan memberi penjelasan
tambahan seperti berikut.
 
Secara singkat bisa dikatakan negara Islam yang sesuai dengan
Syara' adalah negara Islam di zaman khulafaa ur-rasyidin dahulu. Ketika itu tidak ada
sistem kerajaan yang turun temurun, pemimpin dipilih dari rakyat biasa dan diangkat oleh
"Majelis Syuro".
Pengangkatan Abu Bakar ra, Umar ra, Usman ra dan Ali kw, semuanya dengan Majelis
Syuro. Kita lihat Indonesia, ketika negeri ini hendak ditegakkan, contoh khulafaa
ur-rasyidin inilah yang diambil dan dituangkan dengan cara Indonesia pula oleh para
pendiri negara ini dulunya.

"Majlis" adalah bahasa Arab, "musyawarah" juga bahasa Arab, "ra'yat" juga bahasa Arab.
Di Indonesiakan, maka muncul istilah "Majelis Permusyawaratan Rakyat" yang
di-identic-kan dengan Majelis Syuro tadi.

fashrid...@gmail.com

unread,
Jul 21, 2013, 1:05:44 AM7/21/13
to Rantaunet, Akmal Nasery BASRAL
Sanak ANB dan para sanak sa palanta yth.

Kalau disigi sejarah Indonesia, gagasan NKRI dari pak Muhammad Natsir itu merupakan gagasan yg brilliant, karena membebaskan RI dari ikatan formal Uni Indonesia Belanda sbg hasil Konperensi Meja Bundar di Den Haag th 1949. Dengan diterimanya gagasan itu, pak Muhammad Natsir dr Masyumi ditunjuk oleh pres Sukarno sbg PM pertama NKRI. Tapi sayang kabinet ini hanya bertahan sktr 6 bulan, krn mosi tidak percaya oleh PNI. Penerus beliau pak Sukiman juga dr Masyumi juga berusia pendek pemerintahannya, hampir 1 tahun, krn PNI menarik dukungannya. Sejak akhir April 1952 sd awal Maret 1957 jabatan PM selalu dipegang oleh tokoh PNI (Wilopo dan Ali Sastroamidjojo), kecuali dari Agustus 1955 sd Maret 1956 oleh Burhanudin Harahap.

Yang menarik, pak Muhammad Natsir menekankan pada pembangunan ekonomi antara lain penyehatan keuangan dg "gunting Syafrudin" serta memajukan pengusaha2 Indonesia pribumi dg Sistem Gerakan Ekonomi Benteng oleh Sumitro Djojohadikusumo.

Kebijakan pak Muhammad Natsir itu terlihat mirip dengan kebijakan partai Islam yg sukses di Turki sekarang. Sayang kondisi Indonesia waktu itu berbeda dg Turki di awal pemerintahan partai Islam.

Pelajaran yang dapat diambil dari keadaan di atas adalah pentingnya kemampuan membangun kerjasama dan mengatasi konflik agar pemerintahan bisa berkelanjutan.

Salam
FMNS
L65bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
Date: Sun, 21 Jul 2013 08:16:44 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Arman Bahar

unread,
Jul 21, 2013, 1:28:25 AM7/21/13
to rant...@googlegroups.com
Sementara itu sedang berproses, buat sementara cari aja jalan aman dg memakai dan mengatur sedemikian rupa format gabungan, jan lupo pakai jurus Iyo-an nan di urang lalu-an lo nan di awak, asali tanduak lai ka makan, pandai2 sajo lah tu .... nah aman kan ?
wasalam
abp


Dari: Arman Bahar <arman...@ymail.com>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Sabtu, 20 Juli 2013 22:03
Judul: Bls: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

fashrid...@gmail.com

unread,
Jul 21, 2013, 1:37:53 AM7/21/13
to Rantaunet, Arman Bahar, St Sinaro, Saafroedin Bahar, Akmal Nasery BASRAL
Pak Saaf, sanak Arman Bahar, St. Sinaro, ANB serta para sanak sa palanta yth.

Dihargai usaha pak Saaf dan St. Sinaro sbg pemikir tentang Negara dan Negara Islam. Terlihat adanya analogi sebuah negara dengan sebuah bangunan gedung. Supaya negara atau gedung itu berdiri kokoh, perlu dibangun pondasi yang kokoh terlebih dahulu, yaitu dasar negara/konstitusi dan struktur pemerintahan. Tapi terlihat terdapat perbedaan paham ttg Dasar Negara ini.

Perbedaan paham itu mulai terjadi di RI ketika pengesahan UUD 1945 termasuk Pembukaannya (Piagam Jakarta minus 7 kata). Perbedaan tidak dapat diatasi krn Sidang Konstituante (yg dibentuk setelah Pemilu 1955) gagal menyusun dasar negara/konstitusi baru pengganti UUD Sementara NKRI. Akibatnya Konstituante dibubarkan oleh pres Sukarno dg Dekrit kembali ke UUD 1945 pd 5 Juli 1959. Kita lihat sendiri bagaimana UUD 1945 itu "dipermainkan" baik oleh Orde Lama maupun Orde Baru sampai 1998.
Juga sama2 kita rasakan hasil amandemen UUD oleh Orde Reformasi.

Berdasarkan pengalaman itu, kelihatannya analogi dasar negara/konstitusi dg pondasi bangunan gedung tidak tepat, krn ternyata dasar negara itu masih bisa dikutak-katik, ditafsirkan ber-beda2, diselewengkan dll.

Oleh karena itu, tanpa mengurangi rasa hormat kepada tokoh2 yang sibuk memikirkan dasar negara serta struktur pemerintahan, ada baiknya fokus dialihkan kepada usaha2 utk menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan efektif memajukan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.


Salam
FMNS
L65bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Arman Bahar <arman...@ymail.com>
Date: Sat, 20 Jul 2013 22:03:13 -0700 (PDT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

asmun sjueib

unread,
Jul 21, 2013, 1:56:22 AM7/21/13
to rant...@googlegroups.com
Aww. Palanta n.a.h.
aaa) Pokok atau topik NII atau sejenis dengan itu dapat saja dibicarakan dalam kalangan Rantaunet ini dan dimana perlu membentuk Pokja nya untuk merumuskan semua pemikiran2 yang ada baik dari Bapak dan Ibu kita yang telah dahulu maupun Bapak/Ibu yang sekarang masih ada untuk membuat dulu Grand Strategy nya atau format dan bentuk yang diinginkan serta semuanya di sampaikan kepada forum yang lebih luas dst.nya dengan demikian nampak jelas karajo gadang tsb.
bbb) Ambo mengusulkan sebagaimana pandapeik SB dan lainnya bahwa silahkan bagi yang berminat untuk meneruskan pemikiran2 brilian tersebut juga termasuk pembicaraan pembahagian wilayah Indonesia yang memang mayoritas beragama Islam saja, sedangkan yang mayoritas agama lain silahkan tidak usah dibicarakan. Dengan demikian karajo gadang tsb. dapaeik lebih efisien dan efektif.
ccc) Mungkin paralu juo dikoordinasikan dengan pemuka2 agama Islam lainnya seperti Kelompok N.U., Muhammdiyah, Ahmadiyah, dan lainnya yang mempunyai hak sama tentang ugamo Islam. Harap tidak bapikie bahwasanyo ugamo Islam milik awak surang sajo. Ambo juo nan terdaftar dengan KTP Nasional memeluk ugamo Islam. Ambo juo ingin ikuik sakaki pulo supayo apo nan kito samo bayangkan dapaeik terwujud. Amin Ya Rabbal Alamin.
Wassalam,
Haasma Depok.



Dari: Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Sabtu, 20 Juli 2013 18:16
Judul: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Akmal Nasery Basral

unread,
Jul 21, 2013, 2:28:49 AM7/21/13
to rant...@googlegroups.com
Betul sekali Pak FMNS, terima kasih atas penjelasannya.

Pertanyaan ambo: jika sejarah sudah membuktikan gagasan NKRI adalah ide brilian Pak Natsir, yang juga tokoh Islam, mengapa hampir tak terdengar ada resistensi apalagi sebuah gerakan besar bernama "Negara Kristen Indonesia", "Negara Katolik Indonesia", "Negara Hindu Indonesia", dll? Bukankah selayaknya mereka yang tidak nyaman jika mayoritas eksekutif dan legislatif diisi oleh muslim?

Bagaimana Pak FMNS melihat hal ini?

Wassalam,

ANB
45, Cibubur 

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 21, 2013, 2:29:17 AM7/21/13
to Rantau Net Rantau Net
Pak Asmun, bung Akmal, setuju. Silakan lanjut. Semoga berhasil.

fashrid...@gmail.com

unread,
Jul 21, 2013, 2:52:55 AM7/21/13
to Rantaunet, Akmal Nasery BASRAL
Sanak ANB jo sanak2 sa palanta yth

Gagasan pak Muhammad Natsir itu brilliant krn juga bersifat inklusif, menampung semua kelompok yg beragam dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dapat dimaklumi kalau tidak ada resistensi thd NKRI itu secara besar2an, tapi mulai terjadi gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS.

Kejatuhan kabinet Natsir menurut salah satu sumber karena "adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut disetujui parlemen sehingga Kabinet Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden."

Jadi, amat disayangkan karena pembahasan ttg peraturan pemerintah itu kelihatannya tidak menyeluruh sehingga digunakan oleh pihak oposisi (PNI) untuk menjatuhkan kabinet.

Atas dasar itu saya melihat pentingnya ditumbuh-kembangkan kemampuan bernegosiasi dan mengatasi konflik untuk keberlanjutan suatu pemerintahan


Salam
FMNS
L65bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
Date: Sun, 21 Jul 2013 13:28:49 +0700

Syafrinal Syarien

unread,
Jul 21, 2013, 4:06:25 AM7/21/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf n.a.h;

Nampak-e banyak pihak tamasuak Pak Saaf nan nio mancontek ka model pemerintahan khalifah pasca Nabi wafat.
Tapi pihak yang mandukuang model pemerintahan khalifah tu, nampak-e, indak banyak nan mancubo menganalisis fakta bahaso-e: 3 dari 4 urang Khulaf-ur-Rasyidin itu mati terbunuh. Hanya Abu Bakar yang meninggal dengan wajar. 
Pembunuhan 3 dari 4 Khalifah itu, sudah cukup bukti bahwa permainan politik saat itu sangat kasar. Faksi-faksi yang bertikai tak mau berdamai, yang penting merebut kekuasaan meskipun dengan membunuh sahabat Nabi.


Wassalaam;
Sy Syarien/43/Karawaci



From: Dr. Saafroedin Bahar. <saafroed...@rantaunet.org>
To: Rantau Net Rantau Net <rant...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, July 21, 2013 7:10 AM

Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

fashrid...@gmail.com

unread,
Jul 21, 2013, 5:11:41 AM7/21/13
to Rantaunet
Sanak2 sa palanta yth.

Negara dan pemerintahan itu unsur utamanya adalah kekuasaan. Karena itu dalam mengkaji model Negara Islam, perlu dimulai dari pemerolehan kekuasaan sejak lahirnya Islam atau diwahyukannya ajaran Islam itu kepada Rasulullah SAW.

Kita mengetahui bahwa selama 10 tahun sejak diturunkan wahyu pertama ummat Islam di Makkah tidak memilliki kekuasaan sama sekali. Mereka ditindas, banyak yg disiksa, dan diasingkan/dikucilkan.

Syukurlah ajaran Islam diterima masyarakat Jastrib.
Sebagian besar sahabat lalu berhijrah ke Jastrib. Ada juga yg berhijrah ke Abessinia/Ethiopia yg diperintah oleh raja Kristen. Rasulullah dan Abu Bakar Siddik berhijrah ketika kaum kafir Quraish berkomplot akan membunuh beliau.

Di Jastrib yg kemudian dinamai Madinah al Munawarah Rasulullah memperoleh kekuasaan dan memulai pemerintahan yg Islami dg Piagam Madinah yg mencakup semua kelompok masyarakat di sana. Namun pemerintahan beliau tidak sunyi dari berbagai usaha kaum kafir Quraish menaklukkan Madinah melalui beberapa peperangan, termasuk dg bantuan oleh suku Yahudi yg berkhianat di Madinah. Pada akhirnya beliau berhasil menaklukkan Makkah tanpa pertumpahan darah. Setelah beliau wafat, mulailah era Khulafaa ur Raashidiin sampai runtuhnya kesultanan Turki Usmani di awal abad ke 20.

Kalau dilihat kondisi ummat Islam sekarang, dapat diibaratkan bahwa sejak abad ke 17 (sebagian sejak awal abad ke 20) ummat Islam kembali hidup di era Makkah. Semula dijajah, dikekang, ditindas, diperas....setelah merebut kemerdekaan pada pertengahan abad ke 20 masih saja diadu domba, diintrik, difitnah, dijatuhkan oleh penguasa2 politik dan ekonomi dunia yg non Muslim.

Lebih parah lagi, sekarang ummat Islam tidak lagi satu kesatuan spt zaman Rasulullah di Makkah sebelum hijrah. Sekarang ummat Islam terpecah dalam banyak mazhab dan negara. Juga tidak ada Jastrib tempat berhijrah.

Apa artinya ?

Ummat Islam harus berusaha menggalang persatuan dan persaudaraan. Juga berusaha "menciptakan". Jastrib atau Madinah di negara masing2. Berusaha memperoleh kekuasaan pemerintahan dengan cara yg legal/sah dan membuktikan bahwa tokoh2 Muslim mampu menjalankan pemerintahan yang bersih dan efektif.

Semoga kita semua ditunjuki dan dirahmati oleh Allah SWT.
آمِينْ... آمِيّنْ..... آمِّيْنَ................. يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ


Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65bdg

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Syafrinal Syarien <ssya...@yahoo.com>
Date: Sun, 21 Jul 2013 01:06:25 -0700 (PDT)

Arman Bahar

unread,
Jul 21, 2013, 6:48:20 AM7/21/13
to rant...@googlegroups.com
Setuju pak Fashridjal M. Noor Sidin !
But how ???
wasalam
abp

Dari: "fashrid...@gmail.com" <fashrid...@gmail.com>
Kepada: Rantaunet <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Minggu, 21 Juli 2013 2:11
Judul: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Sanak2 sa palanta yth.

Negara dan pemerintahan itu unsur utamanya adalah kekuasaan. Karena itu dalam mengkaji model Negara Islam, perlu dimulai dari pemerolehan kekuasaan sejak lahirnya Islam atau diwahyukannya ajaran Islam itu kepada Rasulullah SAW.

Kita mengetahui bahwa selama 10 tahun sejak diturunkan wahyu pertama ummat Islam di Makkah tidak memilliki kekuasaan sama sekali. Mereka ditindas, banyak yg disiksa, dan diasingkan/dikucilkan.

Syukurlah ajaran Islam diterima masyarakat Jastrib.
Sebagian besar sahabat lalu berhijrah ke Jastrib. Ada juga yg berhijrah ke Abessinia/Ethiopia yg diperintah oleh raja Kristen. Rasulullah dan Abu Bakar Siddik berhijrah ketika kaum kafir Quraish berkomplot akan membunuh beliau.

Di Jastrib yg kemudian dinamai Madinah al Munawarah Rasulullah memperoleh kekuasaan dan memulai pemerintahan yg Islami dg Piagam Madinah yg mencakup semua kelompok masyarakat di sana. Namun pemerintahan beliau tidak sunyi dari berbagai usaha kaum kafir Quraish menaklukkan Madinah melalui beberapa peperangan, termasuk dg bantuan oleh suku Yahudi yg berkhianat di Madinah. Pada akhirnya beliau berhasil menaklukkan Makkah tanpa pertumpahan darah. Setelah beliau wafat, mulailah era Khulafaa ur Raashidiin sampai runtuhnya kesultanan Turki Usmani di awal abad ke 20.

Kalau dilihat kondisi ummat Islam sekarang, dapat diibaratkan bahwa sejak abad ke 17 (sebagian sejak awal abad ke 20) ummat Islam kembali hidup di era Makkah. Semula dijajah, dikekang, ditindas, diperas....setelah merebut kemerdekaan pada pertengahan abad ke 20 masih saja diadu domba, diintrik, difitnah, dijatuhkan oleh penguasa2 politik dan ekonomi dunia yg non Muslim.

Lebih parah lagi, sekarang ummat Islam tidak lagi satu kesatuan spt zaman Rasulullah di Makkah sebelum hijrah. Sekarang ummat Islam terpecah dalam banyak mazhab dan negara. Juga tidak ada Jastrib tempat berhijrah.

Apa artinya ?

Ummat Islam harus berusaha menggalang persatuan dan persaudaraan. Juga berusaha "menciptakan". Jastrib atau Madinah di negara masing2. Berusaha memperoleh kekuasaan pemerintahan dengan cara yg legal/sah dan membuktikan bahwa tokoh2 Muslim mampu menjalankan pemerintahan yang bersih dan efektif.

Semoga kita semua ditunjuki dan dirahmati oleh Allah SWT.
آمِينْ... آمِيّنْ..... آمِّيْنَ................. يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 21, 2013, 7:58:52 AM7/21/13
to Rantau Net Rantau Net
Sanak Syafrinal, ambo koreksi saketek. Ambo tetap mandukuang NKRI nan berdasar Pancasila dan UUD 1945, indak mandukuang model khalifah, apolagi tigo dari ampek khalifah tu mati dibunuah sarupo nan sanak sampaikan. Ambo mamuji pandangan Sanak Sutan Sinaro karano janiah dan taruih tarang, lugas, indak teleng aling-aling, manjalehkan pandangan baliau, dan ambo mampasilakan baliau jalan taruih karano indak ado nan malarang. Istilah Sanak Sutan Sinaro :" agree to disagree". Saparati ambo simpulkan, dalam soal ideologi alun panah tajadi bisa ado kompromi. Jadi ambo persilakan sajo, jalan surang-surang. Kadipangaan lai.
Wassalam,
SB.

amir...@yahoo.com

unread,
Jul 21, 2013, 4:54:16 PM7/21/13
to rant...@googlegroups.com
Yhkit
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Arman Bahar <arman...@ymail.com>
Date: Sun, 21 Jul 2013 03:48:20 -0700 (PDT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 21, 2013, 10:34:46 AM7/21/13
to Rantau Net Rantau Net
Sekedar ingin tahu, apo tu " Yhkit", bung Amirsatu? Trims.
Wassalam,
SB.

Asmardi Arbi

unread,
Jul 21, 2013, 10:40:53 AM7/21/13
to rant...@googlegroups.com

Assalamu'alaikum wr wb.
Sanak Sutan Sinaro dan dunsanak palanta RN n.a.h.

Subhanallah, walhamdulillah, dengan penjelasan Sanak Sutan Sinaro maka NKRI yang sama2  kita cintai ini ternyata sudah mendekati Negara Islam yang sesuai dengan Syara'. Tinggal memperjuangkan kembali dicantumkannya hasil kesepakatan para pendiri Negara pada tanggal 1 Juni 1945 berupa Piagam Jakarta yang  pernah dipersilahkan Bung Karno untuk diperjuangkan melalui  Parlemen..

Dengan demikian tentu yang kini perlu di diskusikan adalah bagaimana memperjuangkannya melalui Parlemen yang merupakan jalan yang terbuka untuk mengembalikan Piagam Jakarta itu secara Konstitusional. Kalau melihat mayoritas anggota Parlemen sampai saat ini masih diduduki umat Islam tentu tidak sulit untuk mengembalikan Piagam Jakarta itu.  Mungkin itu yang dimaksud oleh , pak Syaafrudin Bahar dan sanak Sutan Sinaro,  jadi kalau saya tidak salah tangkap kedua tokoh ini sejalan, masih dalam koridor NKRI..Lain halnya dengan pak MN yang terang2an ingin membentuk NII. Makanya muncul tanggapan seperti yang dilakukan SM Kartosuwiryo, Abu Daud Beureuh dll.yang jelas gagal..

Mengapa kita tidak fokus saja untuk beralih kepada diskusi : Bagaimana cara memperjuangkan kembalinya Piagam Jakarta itu melalui parlemen?. Barangkali Itulah persoalan yang harus dipecahkan bersama apa,siapa dan dari mana dimulai serta bagaimana caranya dan kapan kira2 bisa tercapai?

Maaf kalau komentar ambo nan sederhanako kurang ilmiah. Maaf pulo indak bakuduang supayo indak bulak baliak.

Wassalam,
Asmardi Arbi, 72+, Kampai ,  asa urang gaek Pasisia, tingga diTangsel.

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 21, 2013, 1:21:51 PM7/21/13
to Rantau Net Rantau Net
Dinda Asmardi, kalau saya tak salah ingat, Piagam Jakarta itu tg 22 Juni 1945, masih berupa draft Panitia Sembilan, mengolah pidato Soekarno tg 1 Juni 1945, dan belum punya kekuatan hukum. Draft tsb dibahas lagi dlm PPKI, dikoreksi, dan disyahkan menjadi Pembukaan UUD 1945 pd tgl 18 Agustus 1945. Yg punya kekuatan hukum adalah Pembukaan UUD 1945 itu. Saya sampai sekarang masih merasa heran mengapa Piagam Jakarta yg berupa draft dan tanpa kekuatan hukum itu masih sering menjadi rujukan. Tetapi saya tidak berkeberatan thd pendirian itu dan mempersilakan memperjuangkannya. Memang tak ada larangan. Saya sendiri berpegang pd Pembukaan UUD 1945 tgl 18 Agustus 1945 yg sudah final dan berkekuatan hukum.

Lies Suryadi

unread,
Jul 21, 2013, 6:15:29 PM7/21/13
to rant...@googlegroups.com
Sering kira mendengar negara Islam ideal zaman Nabi atau zaman Khalifah Ul-Rasyidin. Katanya masyarakat makmur, hukum berjalan, penguasa adil, Baldatun toyyibatun warabbun ghafur. Negara yg gemah ripah loh jinawi. Pertanyaan: apa ada deskripsi dalam buku2 yang ditulis di zaman itu tentang bagaimana sebenarnya sistem administrasi pemerintahan waktu itu yg bisa kita rujuk sekarang, yg bisa kita jadikan contoh? (Sabab mancaliak contoh tantu ka nan sudah, mancaliak tuah ka nan manang). Siapa yang mengawasi penguasa waktu itu? Bagaimana administrasi negara diatur dari atas sampai ke tingkat paling bawah? Siapa yg mengawasi pengelolaan keuangan negara? Dll enz enz. Kalau ada, kenapa tidak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa yang penduduknya sekarang beragama Islam seperti Indonesia.
 
Kadang2 cerita2 indah tentang negara ideal di zaman Nabi dan Khalifah2 itu maapuang2 je dalam pikiran awak, antaro fakta jo khayal je kadang2 aso e -- maminjam judul buku Buya Hamka.
 
Wassalam,
Suryadi

Dikirim: Sabtu, 20 Juli 2013 21:26
Judul: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN
Assalamu'alaikum. w.w.
 
Negara Islam seperti apa ?

Ada pertanyaan tentang negara Islam seperti apa yang sesuai untuk Indonesia ?.
Saya bisa menjawab negara Islam yang seperti Indonesia itu lah,
tapi Indonesia yang mana ?.
Jawabnya
Negara Indonesia yang sesuai dengan cita-cita para pendiri Republik ini dahulunya.Perselisihan dalam urusan ini Insyaa Allah dapat selesai dengan memberi penjelasan
tambahan seperti berikut.
 
Secara singkat bisa dikatakan negara Islam yang sesuai dengan
Syara' adalah negara Islam di zaman khulafaa ur-rasyidin dahulu. Ketika itu tidak ada
sistem kerajaan yang turun temurun, pemimpin dipilih dari rakyat biasa dan diangkat oleh
"Majelis Syuro".Pengangkatan Abu Bakar ra, Umar ra, Usman ra dan Ali kw, semuanya dengan Majelis
Syuro. Kita lihat Indonesia, ketika negeri ini hendak ditegakkan, contoh khulafaa
ur-rasyidin inilah yang diambil dan dituangkan dengan cara Indonesia pula oleh para
pendiri negara ini dulunya.
"Majlis" adalah bahasa Arab, "musyawarah" juga bahasa Arab, "ra'yat" juga bahasa Arab.Di Indonesiakan, maka muncul istilah "Majelis Permusyawaratan Rakyat" yang
di-identic-kan dengan Majelis Syuro tadi.
Ketika di zaman khulafa ur-rasyidin dulu, orang-orangnya masih sedikit, sehingga dengan
mudah diketahui siapa-siapa orang-orang pintar (pentolan-pentolan) yang akan duduk di
majelis syuro itu, baik dari suku Quraisy sendiri ataupun pihak Madinah, Aus dengan
Khazraj. Berbeda dengan Indonesia yang orang-orangnya yang sudah banyak sehingga tidak dapat
diketahui dengan mudah siapa pentolan-pentolannya. Oleh sebab itu harus dipilih para
wakil dari orang yang banyak itu untuk bisa didudukkan di majelis syuro tadi. Hasil
diskusi para pendiri negara ini memutuskan untuk membuat suatu lembaga guna
mengumpulkan para wakil tadi dalam satu bangunan yang terdiri dari orang-urang yang
pintar yang diutus oleh kelompok-kelompok rakyat. "Dhiwan" bahasa Arab yang artinya
bangunan, gedung, atau lembaga, di Indonesiakan dengan kata"Dewan".
 
"wakil" adalah bahasa arab yang berarti perwakilan orang-orang pintar tadi.
Maka muncullah Istilah "Dewan Perwakilan Rakyat", yang orang-orangnya nanti akan
didudukkan di Majelis syuro tadi ditambah dengan golongan-golongan atau kelompok
yang belum terwakili yang disebut "Majelis Permusyawaratan Rakyat".Jadi untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin atau khalifah, yang istilah nya
kemudian diadopsi dari barat menjadi "Presiden", maka tiap-tiap kelompok rakyat
berkumpul memilih siapa orang-orang pintar yang ada di kelompok mereka yang akan bisa
mewakili suara mereka untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin dengan catatan
orang ini juga harus mampu jadi pemimpin karena ia berhak memilih dan dipilih.(Jadi bukan siapa yang banyak pitih dan gadang ota yang akan diutus, tapi orang yang
pintar).Wakil dari kelompok-kelompok inilah yang dikirim ke Dewan tadi (DPR) yang akhirnya
nanti akan masuk ke Majelis syuro (MPR) untuk menentukan siapa yang akan jadi
pemimpin negeri ini (termasuk dirinya sendiri berhak dipilih untuk jadi pemimpin).
Jadi kesemuanya ini didasarkan kepada cara negara Islam yang disetujui oleh Syara'.Oleh sebab itu, untuk menyesuaikannya dengan cara Indonesia maka dibuat kesekapatan
yang terkenal dengan nama "The Jakarta Charter" (Piagam Jakarta) yang diletakkan dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar. (Ingat kata-kata dalam Pembukaan,
"Berkat rahmat Allah swt. ...", artinya negrara Indonesia ini berdiri berkat rahmat
Allah swt.-red).
 
Hukum yang dipakai adalah hukum Syara' bagi orang Islam, dan hukum
Civil umum atau hukum agamanya sendiri bagi orang yang bukan Islam.Jadi pertanyaan itu tidak sulit untuk dijawab rasanya. "Negara Islam yang seperti apa?".Jawabnya,Negara Islam yang seperti Indonesia dengan mengembalikan 7 kata ("dengan kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya"), yang dulu dibuang oleh Soekarno,
kembali ke dalam UUD.Kenapa demikian ?, karena ide pembentukan negara Indonesia dahulu didasarkan kepada
ide pemerintahan khulafaa ur-rasyidin yang sesuai dengan Syara'. Seluruh hukum kolonial harus dibuang, dan ide Amin Rais memilih Presiden langsungdari rakyat yang mengakibatkan hilangnya fungsi Majelis Syuro tadi (MPR) harus
dihapus, diganti dengan amandemen lain yang sesuai dengan Syara'. Sarak mangato adat mamakai.Selesai. (...Sutan..... Sarak Mangato adaik mamakai... kalau begitu Minangisasi tu Sutan takah Jawanisasi pula ?.... eh kalau sesuai dengan Syara' ... mengapa Tidak ?).Billahil hidayah wat taufiqWassalam
St. Sinaro

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Jul 21, 2013, 8:43:58 PM7/21/13
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Ajo Sur, pengamatan Ajo ini penting, yaitu kecenderungan umat Islam menyamakan AGAMA Islam yang sakral (= suci) dengan NEGARA/ Masyarakat/ partai/ ormas Islam" yang profan (= duniawi). Padahal Negara/Masyarakat /Partai / ormas " Islam" itu hanya mungkin suci jika dipimpin langsung oleh Rasulullah saw. Kelihatannya Negara Islam berdasar Piagam Madinah sendiri pun tidaklah bersifat sakral, bukan suatu theokrasi, karena dipimpin berdasar kesepakatan dengan suku-suku Yahudi di sana. Kita semua tahu apa yang terjadi disana setelah Rasulullah wafat. 
Dalam dunia modern, seluruh Negara - termasuk yang menyebut diri dengan " Negara Islam" - adalah Negara profan, katakanlah secara lugas sebagai ' Negara sekuler' , yang diatur berdasar hukum internasional, antara lain dalam Konvensi Montevideo tahun 1933. Bidang yang diaturnya adalah masalah duniawi, sekuler,  yaitu Wilayah, Rakyat, dan Pemerintah. Tidak mungkin "mengatur" Allah swt dan ajaran para Rasul. Tidak dirancang dan tak ada kompetensi Negara untuk itu. Terlalu berat. Biarlah hal yang suci, sakral, tetap ditangani agama dan para rohaniwan. Bila dicampur, bisa rusak dua-duanya, seperti kita alami selama ini. 
Hanya harus diakui, konsep " Negara Islam" ini sudah menjadi ideologi, yang di Indonesia hampir selalu merujuk pada Piagam Jakarta 22 Juni 1945, walau Piagam Jakarta itu sendiri sudah dikoreksi oleh Bung Hatta dkk dan PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Seperti bisa kita amati selama ini, setelah jadi ideologi tidak ada penjelasan apapun yang bisa diterima penganutnya untuk meluruskannya sesuai dengan perkembangan. Itulah sebabnya mengapa saya sekarang mempersilakan saja untuk memperjuangkannya.
Hanya jika kita amati hasil survai LIPI terakhir, serta rangkaian hasil Pemilu selama ini, para pemilih Indonesia lebih mempercayai partai-partai nasionalis daripada partai agama, apalagi setelah kasus daging sapi baru-baru ini. 
Jadi biarkan sajalah. Dilarang tidak akan terlarang oleh kita. Lagi pula, siapalah kita-kita ini, hanya " sicerek di tapi banda' saja. 

Wassalam,
SB.

Sent from my iPad

amir...@yahoo.com

unread,
Jul 22, 2013, 4:18:29 AM7/22/13
to rant...@googlegroups.com
Mamak SB,, jo sanak palanta,,

Mohon maaf,, habih mambaco bahasan ko, ambo indak manutuik BB,,
Rupo e di sarawa,, kanai impik, kanai picik,, sampai ta-send bagai.

Jadi ndak ado mukasuiak e ko mamak,,

Amir Hamzah, 40 Bks

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sun, 21 Jul 2013 14:34:46
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re
: Pak Saaf dan Pak MN

ajo duta

unread,
Jul 21, 2013, 9:38:37 PM7/21/13
to rant...@googlegroups.com
Kalau 7 kato dalam Piagam Jakarta di berlakukan, tantu urang Islam nan
indak sumbayang, puaso dll. Bisa masuak pinjaro. Bisa banyak beko
nan bapindah agamo atau mangaku bukan Islam. Baa tu?

Mari sato "Program Bingkisan Lebaran RN Rp.100.000"

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/7/21 Dr. Saafroedin Bahar. <saafroed...@rantaunet.org>

Sutan Sinaro

unread,
Jul 22, 2013, 10:35:22 AM7/22/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum. w.w.
 
Ma Inal nyo ?.

Baa Inal manilai sesuatu ?.
 
Kalau ado urang elok, sudah tu dibunuah urang, sudah tu awak mangatokan
urang tu jo apo nan dibaok atau dicontohkannyo adolah sesuatu nan ndak elok,
ndak sasuai ?.
  Sekian urang Nabi nan diturunkan ka bani Israil dibunuah, apo kemudian
Inal mangatokan nabi-nabi tu atau apo nan dibaok atau dicontohkannyo ndak elok ?.
  Kalau Inal katokan politik tu sangat kasar, eh tu lah biaso sajak dari dunia takambang,
tapi jan dicubo manggambarkan ka urang bahaso apo nan dibao dek Nabi saw. dan
dicontohkan dek para Sahabat adolah hal nan buruak dan indak layak untuak ditiru ka
zaman kini, hanyo dek karano ado diantara mereka nan tabunuah.
  Apo lai kalau ketentuan mereka barampek alah dikabakan dek Nabi saw. dalam satu
hadits dikatokan bahaso Nabi saw. pernah mangecek katiko sadang duduak-duduak
jo barampek sahabat tu, kecek baliau, "diantaraku ini ada seorang Siddiq dan tiga orang
Syuhada".
Dari sinan nampak bahaso ketentuan untuak mereka alah jaleh. Dan jan lupo konspirasi
Yahudi dalam usao mambunuah mereka (Baco buku khazanah intelektual Islam).
 
      Lalu ingek-ingek ayat di bawahko (QS:3:144) dalam soal tabunuah ko.
 
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya
beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik
ke belakang (murtad)? ....."
 
Bilaahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro

 
From: Syafrinal Syarien <ssya...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, 21 July 2013 4:06 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN
Pak Saaf n.a.h;

Nampak-e banyak pihak tamasuak Pak Saaf nan nio mancontek ka model pemerintahan khalifah pasca Nabi wafat.
Tapi pihak yang mandukuang model pemerintahan khalifah tu, nampak-e, indak banyak nan mancubo menganalisis fakta bahaso-e: 3 dari 4 urang Khulaf-ur-Rasyidin itu mati terbunuh. Hanya Abu Bakar yang meninggal dengan wajar. 
Pembunuhan 3 dari 4 Khalifah itu, sudah cukup bukti bahwa permainan politik saat itu sangat kasar. Faksi-faksi yang bertikai tak mau berdamai, yang penting merebut kekuasaan meskipun dengan membunuh sahabat Nabi.


Wassalaam;
Sy Syarien/43/Karawaci


Sutan Sinaro

unread,
Jul 22, 2013, 10:51:42 AM7/22/13
to rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum. w.w.
 
Ma jo Sur nyo ?.

"Kadang2 cerita2 indah tentang negara ideal di zaman Nabi dan Khalifah2 itu maapuang2
je dalam pikiran awak, antaro fakta jo khayal je kadang2 aso e -- maminjam judul buku
Buya Hamka."  iko pernyataan jo Sur.
 
Jo Sur, disikolah lataknyo iman, awak baiman atau indak ?.
Bagi seorang Islam, iman ko harus saratuih persen indak buliah sumbiang, kalau sumbiang
taniayo awak, baa dek bitu ?. Dek karano Allah sendiri nan majamin bahaso suri teladan tu
iyo dari Nabi Muhammad saw. sajonyo.
 
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ..."
(QS:33:21)
Kalau hanyo soal administrasi nan jo Sur tanyokan, lah banyak contoh nan pernah
digambarkan urang. memang indak sacaro rinci digambarkan tapi jaleh katiko urang
bacarito takah iko
"Ketika Umar sedang memeriksa lembaran negara, lalu datang seorang anaknya,
kemudian ia meniup lilin itu sampai padam hingga anaknya bertanya kenapa lilin
dipadamkan. Ia lalu bertanya pada anaknya. "Engkau datang untuk urusan apa ?,
jika engkau datang untuk urusan negara kita nyalakan lilin ini, tapi jika engkau datang
untuk urusan pribadi, lilin ini adalah milik negara, tidak boleh digunakan".
 
Dari bayangan carito di ateh nampak dek Jo Sur ndak, baa mereka memeriksa
lembaran Negara ?.
Kalau urusan tu jo Sur, yakin se lah jo  ayat di bawah ko, iko nan mancaliak contoh
ka nan sudah, mancaliak tuah ka nan manang, mereka dijamin masuak sarugo, awak ?.
(Iman juo nan ditanyo baliak),
 
"Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnas ..."
"Sesungguhnya kalian adalah ummat terbaik yang pernah diturunkan dianatara manusia..."
(QS:3:110)
 
Elok-elok jo Sur, Kato "kalian" tu untuak mereka tu jo Sur, awak alun tantu lai...
 
Bilaahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro

Sutan Sinaro

unread,
Jul 22, 2013, 11:18:24 AM7/22/13
to rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum. w.w.
 
Pak Saaf, statement pak Saaf
 
"Biarlah hal yang suci, sakral, tetap ditangani agama dan para rohaniwan."
 
seolah-olah meninggikan Islam, tetapi sebenarnya sebaliknya, betul ndak ?.
Hal-hal suci yang mana ?, sembahyang, puasa, zakat, naik haji ?,  itu saja ?.
Lalu diserahkan kepada kementrian agama untuk mengurusnya ?.
 
Urusan negara dan pemerintahan sesuai dengan yang diridhai Allah swt.
bukan hal yang suci ?.

Lalu yang lebih parah lagi, apakah urusan negara tidak dapat ditangani oleh Islam ?.
Apakah kita meninggikan dan mensucikan Islam namanya bila kita katakan Islam
tidak dapat mengurus negara ?. Lalu diserahkan kepada pihak-pihak yang berpikiran
sekuler untuk mengurusnya ?.
 
Sungguh sebenarnya Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih daripadanya.
Islam mengatur dari urusan masuk wc sampai urusan kepala negara.
Islam is solution to your problem (Ahmad deedat).
 
Aii Sutan ... kareh bana... ..
 
Oops mintak maaf pak Saaf,
Takah iko pak Saaf,
 
Agamo Islam nan awak picayoi ko, nan awak yakin ka mambaok awak ka sarugo ko,
sagalo nan diajakannyo tu ka dipakai bilo ?, ka dipakai di akhirat atau ka dipakai kini
di dunia ko ?.
Di akhirat nyo ndak paguno lai do pak Saaf. Di sinan tingga pengadilan sajo lai.
 
Kini dipakai dek awak pak Saaf untuak manjadi pedoman supayo salamaik sampai
di sarugo, bukan untuak nantik.
Kalau kito mangatokan Islam ko suci, tinggi, dan mulia, sesuatu nan disangajo
diturunkan Allah swt. untuak kito, aratinyo kito harus melaksanakan Islam tu kasadonyo
pak Saaf. Kalau indak, aratinyo kito ndak maanggap nyo suci tu doh, indak maanggapnyo
tinggi tu doh, dan indak picayo awak sabananyo ka agamo awak sendiri tu doh.
Baa dek bitu ?, dek karano awak indak picayo jo apo nan diaturnyo.
Baa dek bitu sakali lai ?. Dek karano dalam Islam tu ado urusan nan bersangkutan jo
negara. Kalau indak jo Negara indak bisa disalasaikan doh. (QS:2:178).
Itu sababnyo ado kitab urusan negara dalam pelajaran Islam, sahinggo
dalam Islam ado urusan Ibadah, Muamalah, Munakahah, Jinayah dan.... Khilafah.
(Di buku kuniang Fiqih Islam, karangan Sulaiman,  nan acok nampak dek awak
talatak-latak di rumah, atau di jua di toko-toko buku, bahkan di kaki limo sajo,
ado tatulih urusan ko).

Kitab khilafah ko urusan negara ko pak Saaf.
Kok awak mangatokan awak mensucikan Islam, awak meninggikan Islam,
kok bisa-bisanyo awak pisahkan urusan agamo jo negara takah urang Kristen pulo,
dan indak mengakui ado khilafah atau urusan Negara dalam Islam ?.
 
Sakali lai mintak maaf pak Saaf, inok-inok ranuangilah, seolah-olah awak
meninggikan Islam, tapi sabananyo awak marandahkannyo.
Na'uudzubilaah.
 
Bilaahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro
From: Dr. Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Monday, 22 July 2013 8:43 AM
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

elmuharis patopang

unread,
Jul 22, 2013, 11:39:41 AM7/22/13
to rant...@googlegroups.com

Ambo raso penjelasan dari pak Sutan Sinaro ko lah nan harus kito inok2an bana...!
Karano kito harus ikuti/pedomani apo nan Rasululloh lakukan.. Dimano beliau Rasululloh SAW Mendirikan negara/daulah islam yg dilanjutkan dek generasi2 kulafah ur rasidin dan khalifah2 sesudahnya...
Jadi Islam dan Negara tidak bisa dipisahkan...!!

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 22, 2013, 4:48:10 PM7/22/13
to Rantau Net Rantau Net
Tarimo kasih Sanak Sutan Sinaro. Ambo faham, kan alah acok Sanak sampaikan.
Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
Date: Mon, 22 Jul 2013 08:18:24 -0700 (PDT)
Subject: 3 Re: Bls: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Zubir Amin

unread,
Jul 22, 2013, 7:59:05 PM7/22/13
to rant...@googlegroups.com
Barangkali Uda Sjaf ndak perlu heran bhw Piagam Jarkarta masih manjadi rujukan bagi sementara kalangan masyarakat kito.
Bukankah alm Bung Karno sendiri juga menjadikan Piagam Jakarta itu sebagai salah satu konsiderannya dlm Dekrit 5 Juli '59 nn memberlakuan kembali UUD/45?
Jadi hemat JB,ndak paralu heran bana kalau Piagam Jakarta nn disahkan oleh Panitia sembilan thl 22 juni 1945 itu masih menjadi rujukan oleh sementara kalangan masyarakat Ina cq sanak Palanta ini.
Dengan dimasukkannya Piagam Jakarta menjadi sala satu konsideran dalam Dekrit 5 Juli '059,tamppaknya 'perasaan' kelompok Islam di Ina 'agak' terobati senek.Barangkali.He2
Selamaat Puaso Da.

JB,DtRJ,74thn,sk Mandahiliang,IV Angkek Padusunan,Pariaman Timur,kini sadang di Kampuang.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sun, 21 Jul 2013 17:21:51
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MN

Ahmad Ridha

unread,
Jul 22, 2013, 8:17:42 PM7/22/13
to RantauNet

Dari buku biografi Mr. Kasman Singodimedjo, kesan yang saya tangkap adalah bahwa para tokoh Islam setuju dengan penghapusan 7 kata dalam Piagam Jakarta sebagai cara menenangkan tokoh-tokoh yang tidak setuju (bahkan mengancam untuk menunjukkan ketidaksetujuannya). Juga, Ir. Sukarno berjanji “Bahwa ini adalah UUD sementara, UUD darurat, Undang-undang Kilat. Nanti 6 bulan lagi MPR terbentuk. Apa yang tuan-tuan dari golongan Islam inginkan silahkan perjuangkan disitu.”

Lihat:

http://serbasejarah.wordpress.com/2011/06/04/riwayat-tujuh-kata/

Wassalaam,
---
Ahmad Ridha

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 22, 2013, 9:37:59 PM7/22/13
to Rantau Net Rantau Net
Sanak Ahmad Ridha, rasanya memang demikian.

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 22, 2013, 9:44:35 PM7/22/13
to Rantau Net Rantau Net
Bana, Dinda JB. Itu mako ambo persilakan sajo lai. Kok ditagah indak tatagah. Bia pemilih Indonesia nan maagiah keputusan nantik. Ambo jo kawan-kawan kini mulai manangani persiapan pembentukan FTTS hasil Deklarasi 19 Mei yl, utk menindaklanjuti ABS SBK.

ZulTan

unread,
Jul 22, 2013, 9:43:02 PM7/22/13
to rant...@googlegroups.com


Pak Saaf NAH,

Sakedar saran, sakali-sakali rancak juo dipanjangkan istilah ABSSBK tu. Banyak urang kini nan dak tau. Disangkonyo:
Asal Bapak Suka, Saya Bersedia Kawin.
Kamanga awak...

Salam,
ZulTan, L, 52, Bogor

-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 23 Jul 2013 01:44:35
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MN

alhaqir...@yahoo.com

unread,
Jul 22, 2013, 10:03:36 PM7/22/13
to Rant...@googlegroups.com

Assalamualaikum,

Dunsanak sapalanta nan dimuliakan!


Sabananyo Dunia ko lah ado skenarionyo dari ateh Langik.

Buliah2 sajo ba opini tapi nan skenario diateh juo nan ka balaku.

Untuak mengetahui tentang bilo Islam akan mamarentah Dunia ko baliak silahkan baco buku ko.

Sangenek,


Wassalam,
anwardjambak 44+,
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 22, 2013, 10:27:27 PM7/22/13
to Rantau Net Rantau Net
Sanak ZulTan, iyo iyo iyo. Tapi singkatan bagarah tu rancak juo tumah, sabana lucu, ha ha ha ha.

Arman Bahar

unread,
Jul 22, 2013, 10:54:30 PM7/22/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Cito2 satiok nan alah maraso Mukmiin kan iyo baitu andaknyo, sayangnyo agenda utk mandirikan Negara Islam ko acok dianggap sbg "hiden agenda ari harokah Islamiyah (pergerakan Islam) oleh fihak lain, maklumlah dek kurangnyo pamahaman tantang agenda2 politik Islam sahinggo acok mamunculkan kasimpulan nan kaleru

Sabana no negara nan di karandaki dek Islam awak ko adolah negara sipil namun bukan pulo negara agamo (negara theokrasi) co nan dicurigai banyak urang salamo ko (labiah2 urang barat dan sekuler)

Aratinyo negara nan dikarandaki tu lai nan berlandaskan mufakat dan musyawarah sarato lai menggunakan prinsip2 demokrasi namun bukan demokrasi ala barat

Memang harus rakyat lah nan ka mamilih kepala negara namun rakyat tu indak lo buliah doh di-paso2 mamiliah calon2 nan ka dipiliah , tamasuak di-aka2i, dikicuak, digalomok, dikecapi atau lain-nyo (mentang2 rakyat awak ko masih banyak nan bodoh dan tengak, praktek nan acok tu kan money politic nan tercela tu, kan haram tu manyogok dan manarimo sogok, hee 3x ......

Wakil2 rakyat berhak memecat (impeachment) kepala negara kok berbuat indak sasuai jo syariat atau inkonstitusional.

Dalam menagakkan cito2 ko memang harus lah basamo2 jo pihak lain sakalipun babeda ideology karano dlm mambangun negara Islam tu, hal2 spt itu adolah sebuah kaniscayaan nan indak mungkin bisa ditulak (jadi ado juo koalisi-nyo mah ... heee 33x)

Nan paralu digaris bawahi bahwa indak lo ado doh nash syari’at yang melarang kaum muslimin utk bakarajo samo dalam kebaikan dg golongan lain, sakalipun babeda ugamo, banyak mah contoh nabi nan ba-elok2 jo kaum Nasahar dan Yahudi nan penting mereka indak sato manyato mamarangi awak, kan baitu, antah kok indak baa gak ati tu ?
wasalam
abp

Dari: elmuharis patopang <elmupa...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Senin, 22 Juli 2013 9:09
Judul: Re: 3 Re: Bls: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Zubir Amin

unread,
Jul 23, 2013, 12:45:07 AM7/23/13
to rant...@googlegroups.com
Uda Sjaf,takajuik JB. mancaliak nn bhs FTTS sdh dibentuk oleh kl 10 urang nn ikut MENADA TANGANI Deklarasi ABS-SBK tgl 19 Mei nn lalu.
Rasonyo ambo(JB) lai satolo ikut menandatangani Deklarasi itu.
Uda,iko sekedar info sajo.Bagi JB Da,ikut menandatangani Deklarasi itu bukan karena ikut2an,tapi dgn kesadaran nn bertangung jawab terhadap masa depan kelanggengan ABS-SBK dari sisi hidup bernegara n yuridis dlm NKRI ini n bermasyarakat
Resiko dari sikap ini sdh JB sampaikan dlm rapat dirumah ketua Gebu Minang nn juga dihadiri oleh snk Farhan Dt Bgd bhw JB siap diambil tindakan oleh Gebu Minang krn ikut menandatanhani Deklarasi itu.
Io agak taibo ati senek Da,kok balupokan ambo dlm pembentukan FTTS itu.
BTW,salamaik bapuaso Da.Salam Ambo dari Kampuang Padusunan,Piaman.
JB,DtRJ,74thn,sadang di Kampuang.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 23 Jul 2013 01:44:35
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MN

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 23, 2013, 2:50:24 AM7/23/13
to Rantau Net Rantau Net
Dinda JB, FTTS itu alun tabantuak lai. Nan dihasilkan rapek di BK3AM tu adolah tigo hal dasar: mambantuak FTTS nan mamusatkan paratian ka masalah akhlaq/moral, posisi BK3AM sbg fasilitator, dan sifat independen dari FTTS.
FTTS indak mangganti dan indak manambah organisasi Minang nan lain, tapi maiisi nan salamo iko alun ado lai. Fungsinyo silakan diliek hlm 26-28 buku Pedoman Penghayatan dan Pengamalan ABS SBK hasil KKM/SKM GM 2010.
Bantuaknyo forum musyawarah, agtnyo pribadi nan bisa ditarimo sagalo kalangan sarupo sitawa sidingin, manguasoi kaidah adat, agamo, jo undang, bukan perwakilan organisasi. Diusahokan strukturnyo sederhana sajo, dirancang khusus utk malaksanakan fungsinyo tu. Hubungan historis jo Gebu Minang sadang dirapikan,diamanahkan ka Dr Mafri Amir, Dr Zulfahmi Burhan, jo Drs Farhan Muin. Persiapan salanjuiknyo dipimpin dek pak Nasser Amir, nan akan manampuang sagalo saran tindaklanjut. Silakan Dinda manyampaikan saran lanjutan ka baliau-baliau tu.

Sutan Sinaro

unread,
Jul 23, 2013, 5:04:51 AM7/23/13
to rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum. w.w.
 
    Sambia manunggu babuko,
 
Jo buyuang, pak Saaf dan Kanda Asmardi Arbi jo dunsanak kasadonyo.
 
Kekuatan hukum nan dimukasuik dek pak Saaf barangkali dari segi kemudahan
diakuinyo dan diberlakukannyo.  Tapi jan lupo bahaso kekuatan hukum nan dimukasuik
sudahpun hilang sasudah pemilu 1955 yang dimenangkan oleh Masyumi dan Dewan
konstituante bersidang mambuek konstitusi baru.
     Aratinyo nan akan berkekuatan hukum adolah undang-undang hasil sidang konstituante,
sadang UUD 45 lah indak ado kekuatan hukum lai. Dek takuik kekuasaannyo
tergugat, Soekarno membubarkan Dewan konstituante padahal draf final hasil sidanglah
salasai. Dan urang awak(Indonesia) dek sagan dan takuik dan banyak maanggap Soekarno
sarupo dewa, bamanuang se katiko Dekrit 59 diberlakukan. (Babeda jo dekrit nan dibuek
Gusdur katiko dilengserkan, urang Indonesia ko lah bi cadiak sahinggo indak berlaku
dekrit tu doh). Mako berlakulah kemudian UUD 45 nan kecek pak Saaf berkekuatan
hukum tu.
Aratinyo bana baa ?. Punyo kekuatan hukum atau indak adolah karajo urang-urang nan
menyepakati dan manarimonyo.
  Dicaliak piagam jakarta pulo, ambo cukuik heran juo mancaliak pernyataan pak Saaf
bahaso itu hanyolah draf, padahal Piagam jakarta sudah ditetapkan dan
ditanda tangani pada tanggal 22 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI dan ditetapkan sebagai
mukadimah UUD, kekuatan hukum apo nan ndak ado kecek pak Saaf ?.
Sudah disepakati dan ditanda tangani kok. Karajo Soekarno mementahkannyo baliak
 
 Nah, berkuatan hukum atau indak tagantuang dari kesepakatan dan baru-baru
ko batambah ciek lai, harus dideklarasikan. Sumpah Sati bukik Marapalam sacaro
kesepakatan alah berkekuatan hukum sebagai ABS SBK dek karano alah disekapakati
basamo-samo. Akan tetapi baru-baru ko harus pulo dideklarasikan
supayo ado kekuatan hukum.
 
Nah baitu pulo urusan Piagam Jakarta ko, tingga manyadarkan urang Indoenesia ko sajo lai,
negara sarupo apo nan diridhai Allah swt. sahinggo awak nan tingga di dalamnyo diridhai
Allah swt. pulo.
(Dan hanya orang-orang yang diridhai Allah swt. saja yang akan masuk surga).
 
Bilaahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 

alhaqir...@yahoo.com

unread,
Jul 23, 2013, 5:47:59 AM7/23/13
to Rant...@googlegroups.com


http://www.scribd.com/mobile/doc/908715


Wassalam,
anwardjambak 44+,
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

-----Original Message-----
From: alhaqir...@yahoo.com
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 23 Jul 2013 02:03:36
To: Rant...@googlegroups.com<Rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MN


Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 23, 2013, 2:41:49 PM7/23/13
to Rantau Net Rantau Net
Koreksi saketek Sanak Sutan Sinaro. " Piagam Jakarta" tu dirumuskan dek panitia ketek nan basifat informal, tadiri dari sabagian agt BPUPKI nan indak pulang reses wakatu itu ditambah agt Chuo Sangi In, ateh prakarsa Ir. Soekarno nan galau pikirannyo manacaliak beda pandapek dalam sidang partamo BPUPKI.
"Piagam Jakarta" INDAK PERNAH DITETAPKAN DAN INDAK PERNAH DITANDOTANGANI DEK BPUPKI TG 22 JUNI 1945. BPUPKI SADANG RESES WAKATU ITU. Ambo anggap Sanak khilaf sajo kali iko, indak sangajo.
Namun pandapek Sanak bahaso kini Pembukaan UUD 1945 indak punyo kekuatan hukum, iko iyo indak bagarah-garah ko doh. Palajarilah elok-elok baliak.

Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
Date: Tue, 23 Jul 2013 02:04:51 -0700 (PDT)

ajo duta

unread,
Jul 23, 2013, 9:41:48 PM7/23/13
to rant...@googlegroups.com
NKRI alah final dan pada dasarnya alah berdasarkan Islam. Cuma indak
disabuikkan saja. Bukankah sila-sila Pancasila tu Islami bana. Indak ado
ciel sila pun nan bertentangan jo Islam.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Mari sato "Program Bingkisan Lebaran RN Rp.100.000/paket"
Transfer ke YPRN Norek 0221919932 Bank BNI '46---------------- 

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/7/23 Dr. Saafroedin Bahar. <saafroed...@rantaunet.org>

Ahmad Ridha

unread,
Jul 23, 2013, 9:45:57 PM7/23/13
to RantauNet

Sekarang cukup kuat arus yang mengarahkannya ke interpretasi  sekulerisme, Pak. Peraturan-peraturan yang sesuai Islam diserang.

---
Ahmad Ridha

Asmardi Arbi

unread,
Jul 24, 2013, 1:13:37 AM7/24/13
to rant...@googlegroups.com
Adinda Sutan Sinaro, kanda Syaaf jo dunsanak sapalanta,
Wa'alaikumussalam wr wb.

Kekuatan hukum nan dimukasuik kanda Syaaf iyolah sacaro formal bakaitan jo Proklamasi tgl 17 Agustus 1945 dan Deklarasi UUD 45 nan didalamnyo ado Preambul pado tgl 18 Agustus 1945.., duo rangkaian nan indak bisa dipisahkan yang marupokan mulai badirinyo NKRI. Sabalunnyo alun ado landasan kekuasaan hukum sahnyo sabuah negara, tamasuak pengakuan dunia..

Pado tanggal 18 Agustus 1945 terjadi kesepakatan untuak menghapus 7 kata dari Piagam Jakarta dek Founding Fathers NKRI.,demi persatuan dan kesatuan NKRI ,Itu adolah hasil kesepakatan musyawarah dan kebulatan tekad para pendiri NKRI tsb. dan marupokan amanah untuak dilaksanakan/dijalankan oleh pamimpin nan tapiliah.. Ambo taingek jo bunyi ayat jo hadist nan acok ambo pakai dalam mambina teritorial samaso batugeh sbg DAN DIM  diakhir tahun 70an jo awal th 80 an.
 1, QS 3 : 159.... wa syawirhum fil amri, faizaa azamta fatawakkal alallah...).  
.2. Hadist Bukhari-Muslim :  Izaa duiyatul amanah fantashiris sa'ah              ) Tolong dikoreksi kalau salah

Jadi penghapusan "7 kata" adolah hasil kebulatan tekad sasudah musyawarah., walaupun tidak sapanuahnyo mamuaskan semua pihak, sasuai jo firman diateh ..fatawakkal alallah. .
Perjuangan untuak manduduakkan baliak "7 kata" masih tabukak peluangnyo malalui parlementer sasuai pasan Bung Karno.. 
Tapi kan alah banyak pangalaman sasuai jo nan diingekkan kanda Syaaf.. Pangalaman manunjuakkan bahaso satiok usaho nan manyimpang dari amanah Pendiri Bangsa yaitu PS jo UUD45 mengalami kehancurannyo, sasuai jo bunyi hadist diateh : "jika amanah disia-siakan tunggulah saat kehancuranya"  Mulai dari Pemberontakan PKI Madiun, Andi Aziz, Apra, DI/TII,sampai G30-S/PKI terbukti mengalami kehancuranya.

Kini tingga satu2nyo peluang malalui Parlemen. Tantu sasuai jo uraian sanak Sutan Sinaro iyolah manyadarkan umat Islam supayo basatu, tautamo tantu nan duduak di Parlemen tu. Taruih lah bajuang, tapi baa caronyo jo sampai bilo , Ingek sajo jan lupo pangalaman nan sudah2..
Kalau kanda Syaaf, kecek baliau alah final tingga fatawakkal alallah sajo lai.

Wassalam,
Asmardi Arbi/ lk, 72+ Kampai, Tangsel..

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 24, 2013, 1:12:46 AM7/24/13
to Rantau Net Rantau Net
Dinda Ajoduta, setuju. Soal merk " Islam" iko alah lamo Bung Hatta manyabuik ttg urang nan manganuik " ilmu gincu" nan kareh bana supayo disabuikkan " Islam" tu, dan urang nan manganuik " ilmu garam", nan bapandirian indak paralu merk, nan paralu raso. Ambo condong ka 'ilmu garam'.

syaf...@gmail.com

unread,
Jul 24, 2013, 1:39:40 AM7/24/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf n sanak di Palanta Yth.

Cuma sekadar manyolo sajo, untuak malapeh uweh2. Kalau dasar negara kembali sarupo Piagam Jakarta, tentu rang Papua tagalak-galak sengeang, punyo peluang untuak malapehkan diri.

Salam,

Syaf AL/50, Bogor



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Asmardi Arbi <asmard...@rantaunet.org>
Date: Wed, 24 Jul 2013 12:13:37 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Anzori

unread,
Jul 24, 2013, 1:50:54 AM7/24/13
to rant...@googlegroups.com

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Jul 24, 2013, 2:02:21 AM7/24/13
to Rantau Net Rantau Net
Iyo Al. Sampaikanlah ka Sanak Sutan Sinaro. Ambo raso baliau setuju. Mungkin bukan hanyo Papua, juo Kalbar, Kalteng, Sulawesi Utara, Maluku, dan NTT. Raraklah NKRI ko lai. Kasihan Buya Natsir jo Mosi Integral baliau tg 1950 dek sari. Sio-sio sajo.
Wassalam,
SB.

Sutan Sinaro

unread,
Jul 24, 2013, 4:14:38 AM7/24/13
to rant...@googlegroups.com
Indak laa.....  alaa...
 
Maa si Al, pak Saaf jo dunsanak kasadonyo.
 
Assalamu'alaikum. w. w.
 
Baa mako ambo kecekkan indak, ... takah iko.
 
   Nan diatur, atau bahaso inggerisnyo nan di "address", atau nan
dialamatkan dek tujuah kato tu adolah urang Islam, indak kanai manganai jo urang-urang 
nan bukan Islam doh.
Memang ketakutan ko lah dari dulu ditiupkan, dan isu ko pulo nan digunokan
dek urang untuak mambuang 7 kato tu.
Tapi manga pulo takuik, katokan bahaso ummat Islam harus diatur jo hukum Islam untuak
mambuek negara ko makmur dan maju, ummat lain silahkan piliah hukum agamo sendiri
atau hukum civil umum nan ado kini.
Ndak ado keterikatan harus jo hukum Islam. Urang Islam sajo nan "wajib" menjalankan
syari'at Islam.
   Kalau indak, yo bantuak takah kini lah, indak pernah makmur dan indak pernah maju,
dek karano hukum civil tu jadi barang permainan dek urang Islam. Indak takuik bagai
korupsi doh. Indak takuik do dek karano bukan hukum Allah. Penjara bagaikan hotel
bintang lima.
Tapi kalau hukum Allah diberlakukan (enforced) untuak urang-urang Islam. Dikarek
tangannyo tu agak sabuku, ndak ka takuik ?, paliang indak, malu.  
Walau agak saketek, di dalam hati mereka pasti ado raso takuik azab narako.
Disikolah hukum Islam bisa ma-atur mereka. Dek mayoritas di negara ko urang Islam,
memang salayaknyo diatur jo hukum Islam.
Dan urang-urang yang minoritas indak pernah dipaso untuak maikuik syariat Islam.
Mereka bebas mamiliah hukum lain nan sasuai.
   Ateh alasan apo Papua jo nan disabuik tadi ingin malapehkan diri ?,
urusan ko bukan untuak mereka tapi untuak maurus urang Islam.
   Kok soal galak sengeang, lah dari dulu lai, dek disebabkan banyak hal,
bukan agamo Islam, sarupo ketidak adilan pembangunan, perekonomian dan
sagalo macamnyo. Dan jan lupo anasir-anasir asing yang ingin memecah belah
Indonesia sarupo Yahudi dan antek-anteknyo.
   Dan kalau keadaan ko dibiarkan berlarut-larut bukan tidak mungkin malah
mereka makin kuek bajuang untuak malapehkan diri dek karano ketidak adilan.
  Iyo baa lo ka adil, diri awak surang sajo alun salasai lai do, morat marit
juo baru, kunun pulo kok mereka nan ka diurus. 
   Naah, disiko paralu 7 kato tu, supayo nan diawak capek salasai dan
mereka bisa pulo ditangani.
Inok ranuangilah.
 
Bilaaahil hidayah wat taufiq
 
Wassalaam

St. Sinaro

From: Dr. Saafroedin Bahar. <saafroed...@rantaunet.org>
To: Rantau Net Rantau Net <rant...@googlegroups.com>

Asmardi Arbi

unread,
Jul 24, 2013, 8:21:43 AM7/24/13
to rant...@googlegroups.com
Sanak St.Sinaro, n.a.h.
Nan manulak dibaliakkan "7 kato " tu sabagian gadang urang Islam sendiri. Kadipangaan mereka, baa jalan kaluanyo.
Baa caro mamaso urang Islam nan duduak di Parlemen tu. Kok masih bakutat soal itu sajo, kami alah paham jo masuak aka apo nan dimukasuik/ditarangkan dek Sutan tu. . Agiahlah kami pencerahan., kami alah lamo manunggu kalau ado ide nan boneh dari Sutan tanpa baresiko mambubarkan NKRI nan samo-samo ingin kito pertahankan..

Wassalam,
Asmardi Arbi

ajo duta

unread,
Jul 24, 2013, 10:08:19 AM7/24/13
to rant...@googlegroups.com
Kalau jaman raja-raja Jawa dulu, iko nan namo-e "gundik" yo.Tapi jaman kini
ado pulo banamo "simpedes"

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Mari sato "Program Bingkisan Lebaran RN Rp.100.000/paket"
Transfer ke YPRN Norek 0221919932 Bank BNI '46 tr. code 009

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/7/24 Anzori <anz...@yahoo.com>

Arman Bahar

unread,
Jul 24, 2013, 9:43:20 AM7/24/13
to rant...@googlegroups.com
Maaf, sato ambo ciek nimbrung

Kok parlemen nan pak Asmardi Arbi sabuik, kan jalaeh bana urusan-nyo jo pemilu, nan namonyo pemilu tantu nan ka sato parpol2, kok bicara parpol kito, kan ado 2 macam yaitu parpol nasionalis sekuler dan nasionalis agamis, kok parpol nasionalis agamis ado 2 pulo moderlnyo yaitu parpol yg berdasarkan Islam dan parpol nasionalis agamis yg berbasis massa Islam

Kok jalan kalua nan apak tanyokan tantu ka parpol agamis ko lah dilayangkan pandang ditukiakan mato, kok indak juo ta tumbuak pandang ka parpol nan ado ko, tantu dibuek bana di awak parpol nan sasuai jo visi dan karandak hati awak dan itu sangat memungkin utk sato di pemilu 2019 labiah kurang 6 tahun nan akan datang
wasaam
abp

Dari: Asmardi Arbi <asmard...@rantaunet.org>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Rabu, 24 Juli 2013 5:22
Judul: Re: 5 Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Akmal Nasery Basral

unread,
Jul 24, 2013, 1:11:40 PM7/24/13
to rant...@googlegroups.com
Mak St. Sinaro manulih:

--------

Sakali lai mintak maaf pak Saaf, inok-inok ranuangilah, seolah-olah awak
meninggikan Islam, tapi sabananyo awak marandahkannyo."
---------

ANB:

Mohon maaf ambo ikuik sato sakaki dalam obrolan "bilateral" Mak Sinaro dan Pak Saaf ko.

Istilah "seolah-olah awak meninggikan Islam, tapi sabanonyo marandahkannyo" yang Mak Sinaro gunakan, dalam ilmu balaghah disebut 'ta'kidu adz zammi bima yushbihu al madha' yang secara harfiah bermakna "mencela dalam (bungkus) sebuah pujian". 

Ada dua hal mendasar dengan frasa itu:

1. Ini adalah statement yang serius, berat, dan biasanya ditujukan kepada seseorang/satu kaum setelah diadakan sebuah penyelidikan yang saksama, berhati-hati, dan dengan bukti-bukti yang sangat kuat.

Misalnya kisah tentang Abu Syahamah, putra Sayyidina Umar bin Khattab r.a., yang banyak beredar di masyarakat, bahwa AS satu ketika ikut minum arak (mabuk-mabukan) di satu tempat, lalu pulangnya melihat seorang budak perempuan bani Najjar. Akibat mabuk, AS memperkosa budak perempuan itu sampai hamil, melahirkan, dan melaporkan kejadiannya pada Amirul Mukminin, sang khalifah kedua. Masih dalam riwayat itu, Sayyidina Umar lalu menjatuhkan hukuman hudud terhadap putranya sebagai bentuk penerapan hukum Islam. Meski Abu Syahamah, setiap setelah menerima 10 cambukan hudud meminta maaf kepada sang ayah, tapi Amirul Mukminin bergeming dengan terus me merintahkan eksekutor menjalankan tugasnya, hingga sampai cambukan ke-100 Abu Syahamah pun mengembuskan napas terakhir. Mati.

Sekilas kisah ini menunjukkan betapa tegasnya Sayyidina Umar dalam menegakkan Islam, sehingga anak sendiri pun dihukum tanpa ada pengecualian. Namun penyelidikan para fuqaha terhadap kisah ini menunjukkan banyak hal janggal. Mulai dari bagaimana mungkin seorang anak khalifah bisa mabuk-mabukan apatah lagi sampai memperkosa budak perempuan, sampai kejanggalan semantik dalam kisah itu yang ditemukan oleh para ahli bahasa. Dalam kisah itu, budak perempuan yang dimaksud sebagai obyek kekerasan seksual Abu Syahamah (Abdul Rahman bin Umar bin Khattab) disebut sebagai "ghulam". 

Dari penyelidikan inilah terbukti bahwa kisah itu sesungguhnya fitnah yang dibuat kelompok Syiah Rafidhah, karena "ghulam" dalam bahasa Arab berarti "budak lelaki yang belum baligh" (jadi tidak semua budak disebut ghulam)m apalagi berarti "budak perempuan" seperti dalam bahasa ... Persia. 

Jadi, terbongkarlah motif sebetulnya kisah itu yang sesungguhnya bermotif 'ta'kidu ada zammi bima yushbihu al madha'. Seolah-olah ingin memuji ketegasan Umar, tapi sesungguhnya justru untuk mencela Umar dengan menunjukkan sang khalifah 'tak bisa mendidik anaknya'. Motif ta'kidu ini bagian dari strategi tabarra (memutuskan/menjauhkan) yang digunakan Syiah untuk menghujat para sahabat Nabi, utamanya Abu Bakar r.a. dan Umar bin Khattab r.a.

Jadi Mak Sinaro, para ulama terdahulu memiliki kearifan sekaligus kehati-hatian dalam memberi sebutan (labeling) terhadap pihak lain. Kalaupun itu harus dilakukan, maka sebutan diberikan setelah dilakukan penyelidikan yang cermat.

Adakah hal serupa sudah Mak Sinaro lakukan terhadap Pak Saaf sehingga Mak Sinaro bisa dengan mudahnya memberikan nisbat "seolah-olah awak meninggikan Islam, tapi sabananyo awak merendahkannyo" yang tentunya ditujukan kepada Pak Saaf. 

Dengan kata lain, apa benar Pak Saaf sudah "merendahkan Islam" seperti halnya strategi sistematis Syiah Rafidhah yang mengemas cerita Abu Syahamah mabuk dan memperkosa?

2. Kalau  Pak Saaf menyuarakan pendapat beliau bahwa sebaiknya ada pemisahan antara agama Islam yang sakral, dengan negara dalam bentuknya sebagai produk profan, sebetulnya banyak juga pemikir Islam lain yang sudah menyatakan hal itu dalam bentuk berbeda. Misalnya Endang Saifuddin Anshari (ESA), salah seorang motor keislaman di ITB dan Masjid Salman, yang membuat definisi singkat, sekaligus perbedaan, antara Islam, Filsafat Islam, dan Filsafat Orang Islam.

Dalam definisi ESA:
- Islam itu mutlak mutlak (absolutely absolute)
- Filsafat Islam itu relatif mutlak (relatively absolute)
- Filsafat orang Islam itu mutlak relatif (absolutely relatif).

Dengan menggunakan definisi ini, kita bisa mengganti kata 'filsafat' dengan 'politik' sehingga formulasinya menjadi:
- Islam itu mutlak mutlak (absolutely absolute)
- Politik Islam itu relatif mutlak (relatively absolute)
- Negara Islam (sebagai hasil Politik Islam) itu mutlak relatif (absolutely relative).

Nah, sependek pembacaan ambo terhadap pendapat Pak Saaf untuk tema ini, beliau tetap menganggap bahwa Islam itu mutlak mutlak (sakral, dalam istilah beliau), atau ya'lu wala yu'la 'alaihi dalam istilah Mak Sinaro.  Jadi sampai di sini Pak Saaf dan Mak Sinaro tidak bersimpang jalan.

Tapi pada implementasi level ketiga, barulah terjadi perbedaan pandangan antara Pak Saaf dan Mak Sinaro.

Sebab, bukankah sejarah Islam sendiri, seperti ditulis dengan jernih oleh Imam As Suyuthi dalam "Tarikh Al Khulafa" yang merupakan salah satu kitab paling objektif dalam sejarah Islam, tak melulu mencatat tinta emas terhadap para penguasa Islam (pasca-wafatnya Rasulullah).

Ambo ingat, tahun lalu dalam seri posting Ramadhan Mak Sutan Sinaro sendiri, mamak menyinggung nama Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi, Gubernur Makkah pada masa pemerintahan Bani Umayyah. Seorang 'alim yang bisa membaca Al Qur'an secara terbalik, ikut berjasa merumuskan sistem harakat dalam versi mushaf yang digunakan muslim sekarang, tapi sekaligus dia juga seorang yang bengis dan  kejam luar biasa. 

Memang dalam posting Mak Sinaro itu profil HbYaT tidak diungkap banyak. Namun untuk memberi ilustrasi profilnya, mari kita lihat lebih jauh lagi berdasarkan deskripsi dan narasi dari para penulis sejarah muslim sendiri.

Para penyelidik riwayat memperkirakan HbYaT sedikitnya bertanggung jawab atas kematian 120.000 ulama dan orang saleh, termasuk para sahabat utama Rasulullah seperti Abdullah ibn Zubair ibn Awwam, putra Asma bin Abu Bakar Shiddiq r.a., yang semasa kecilnya sering digendong Rasul dan kepalanya diciumi. Di tangan Hajjaj Ats-Tsaqafi, kepala Abdullah ditebas dan dipertontonkan kepada pada penduduk Makkah, Madinah, sampai Damaskus. Sampai-sampai 'Umar bin 'Abdul Aziz sendiri mengatakan, "Andai umat-umat datang dengan segala kejahatan mereka, dan kita datang dengan kejahatan Hajjaj seorang, demi Allah tak akan ada yang bisa mengalahkan kita."

Itu satu contoh saja Mak Sinaro. Belum lagi dengan kejadian-kejadian lain, termasuk pada masa Khulafa Rasyidin, seperti ditulis pada "Tarikh Al Khurafa" oleh Imam Suyuthi. (Karena itu pada posting awal ambo beberapa hari lalu, ambo sempat mengomentari bahwa ada baiknya kalau kita mendiskusikan tema berat seperti ini, sebaiknya mengacu pada kitab-kitab yang mencatat periode-periode itu dengan cukup obyektif seperti karya Imam Suyuthi, sehingga tidak hanya berdasarkan dugaan-dugaan, betapa pun bagusnya dugaan itu).

Dengan semua contoh di atas, nan ingin ambo sampaikan adalah: alangkah eloknya kalau terhadap lawan debat yang kebetulan berbeda pendapat (dalam hal ini Pak Saaf terhadap Mak Sinaro), janganlah serta merta diikuti dengan memberikan penyebutan "seolah-olah meninggikan Islam, padahal merendahkannya."

Sebab yang dikritisi oleh Pak Saaf, dan muslim lain yang mungkin terlihat tidak langsung mengunyah ide "negara Islam", bukanlah pada kemuliaan Islam melainkan lebih pada evaluasi terhadap implementasi (pembumian) nilai-nilai Islam dalam format "negara Islam" itu sendiri yang sudah tercatat dalam sejarah Islam itu sendiri.

Terakhir, mungkinkah kita bisa berdiskusi dengan menggali lebih dalam setiap tema, dengan niat saling melengkapi sebagai sesama muslim, namun pada saat yang sama juga menahan diri sekuat tenaga untuk tidak mudah memberikan labeling kepada kawan debat, hanya karena kebetulan dia berbeda pendapat?

Wassalam,

ANB
45, Cibubur





Bilaahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro
Wassalam,
SB.
Sent from my iPad
On 21 Jul 2013, at 15:15, Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id> wrote:
 


 
 
 

Sutan Sinaro

unread,
Jul 24, 2013, 2:01:00 PM7/24/13
to rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum. w.w.
 
  Ma bung Akmal,
 
    Telaah bung Akmal iyo sangaik dalam. Jarang-jarang urang nan bisa tu nyo.
Tapi dalam tulisan tu ambo lah duo kali mintak maaf ka pak Saaf, dan baliau maklum
tantang itu. (Liek respon baliau sudah tu) .
Apo lai urusan ko indak kini se ko doh, alah bataun, baiak di siko ataupun
di FB. Dan rasonyo urang gaek kito tu lai pamaaf, dek karano indak sakali ambo nan
talapeh, talongsong ka baliau ko doh. Dalam hal iko urusan kami pribadi, indak ado nan
basalak tu doh, apo lai keinginan ambo basamo-samo baliau untuak managakkan
ABS SBK, sarato keinginan untuak dapek duduak di Negara nan aman dan makmur  dan
diridhai Allah swt., alah sajak dari taun katumba, cuma sayang dek mancari iduik kaniak
kanin juo ambo alun sempat basamo-samo jo baliau lai.
    Tapi samantangpun baitu ambo puji bung Akmal di urusan ko, iyo paralu banyak ambo
baraja bak kecek Imam Syafii, makin aku gali makin terasa jahilku. Disikolah mungkin
bung Akmal bisa mambantu mangaluakan ide, dek karano rasonyo kaji ko lah tibo di
kesimpulan baa mancapai tujuan ko, sarupo nan dikandaki dek urang tuo kito kakanda
Asmardi Arbi, dengan komen taradok agree to disagree nyo dari pak Saf, "Silahkan".
Taradok tantangan iko ambo masih bapikia panjang dan mancari-cari jalan baa caronyo
sahinggo sampai ka tujuan. Dengan ketinggian ilmu dan keluasan pandangan dan
ketajaman tela'ah bung Akmal, mungkin bisa mamunco, atau istilah Inggerisnyo
men-"trigger" dan manjambakan tali padati ko kama nan rancak, sahinggo nampak
jalan dek kabau padati. Kalau istilah "pak Kusir" nyo buk Hanifah Damanhuri dipakai
di urusan ko, ambo sasuai bana. Baa agak ati bung ANB ?.
 
Bilaahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 
From: Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Thursday, 25 July 2013 1:11 AM
Subject: Re: 3 Re: Bls: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN
Mak St. Sinaro manulih:

 
 
 
 
 

Asmardi Arbi

unread,
Jul 27, 2013, 4:27:11 AM7/27/13
to rant...@googlegroups.com

Sanak Arman B.P n.ah.,

Nan sadang kito diskusikan  kan baa mambaliakkan "7 Kato PJ" nan masih tabuka peluangnyo badasarkan amanah dari BK pado wakatu man-Dekrit-kan balakunyo UUD45 nan dideklarasikan tgl 18 Agustus 1945 ,baliak manjadi dasar negara NKRI. Pasan baliau tgl 5 Juli 1959 itu  tantu ka umat Islam, silahkan diperjuangkan di Parlemen. Kini Parlemen itu alah manjadi MPR RI ( DPR RI + DPD RI ).

Jadi tantangannyo ditujukan ka umat Islam. Disikolah latak persoalan, umat Islam sendiri nan manulak, dibuktikan jo urang Islam nan duduak diberbagai Parpol nan ado. Manga umat Islam Indonesia indak mamiliah wakil-wakilnyo malalui partai nan bana2 mapajuangkan Syari'at Islam.
Kalau umat Islam bana-bana mainginkan babaliaknyo "7 Kato PJ" itu tantu pasti berhasil karano diparlemen itu mayoritasnyo ba agamo Islam.

Jadi untuak manjawek pertanyaan , Siapo, Apo, Dimano, .Bilo , Baa, Mangapo ( 5 W 1H ) supayo nan dimukasuik St.Sinaro itu bisa tawujuik, indak cukuik urusannyo jo Pamilu sajo. Manuruik ambo  rancak awak ikuti pembahasan bung ANB nan alah mambuka cakrawala pangatahuan awak nan cukuik konprehensif, baa perjuangan umat Islam salamoko baiak di Indonesia maupun didunia.

Wassalam,

A.A. ./ 270713



On 24/07/2013 20:43, Arman Bahar wrote:

Mochtar Naim

unread,
Aug 6, 2013, 12:54:07 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Ma Pak Ajoduta,
NKRI bukanlah NKRII. NKRI baru jadi NKRII, atau tegasnyo NPRII 
(Negara Persatuan Republik Islam Indonesia), kalau dinyatakan secara 
formal-konstitusional bahwa dasarnya adalah Islam, bukan Pancasila. 
Dalam Islam sadonyo tu dimulai dengan Niyat (Innamal a'malu bin niyyah).
Kalau niyaik tu bana nan tak ado baa keceknyo NKRI tu ka jadi NKRII.
  Dalam Pancasila walau sila pertamanya adalah Ketuhanan YME, tetapi 
tidak hanya Islam yang berketuhanan YME, yang TriEsa (Kristen), yang 
PoliEsa (Hinduisme), yang tidak jelas apakah ada Tuhan itu atau tidak 
(Budhisme), lalu oleh Gus Dur dimasukkan pula Kong Hu Chu, agamo 
urang Cino dengan seribu satu dewa dan roh nenekmoyang, dan oleh Sukarno 
malah dimasukkan pula Atheismenya urang PKI-Kuminih-Marxistis, dsb, 
semua diakui oleh NKRI Pancasila yang sinkretik itu. Jadi Pancasila awak tu 
adolah dasar negara gado-gado, bukan negara Islam.  Kok iyo Pancasila tu 
samo jo Islam, ma nyo ajaran Kitabullah Qurani tu masuak ke dalam sistem 
kenegaraan dan perundang-undangan awak nan mengatur segalo apopun 
secaro islami. 
  Nan manolak negara Islam tu malah ndak kurangnyo adolah urang 
Isilam sandiri dan tamasuak awak2 sendiri urang Minang nan keceknyo 
berABS-SBK tu.
  A baa tu Ajo. Dari ambo, MN. Salam salamaik ari rayo. 
Maaf lahia-batin.


From: Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>
To: RantauNet <rant...@googlegroups.com>
Sent: Wednesday, July 24, 2013 8:45 AM

Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Aug 6, 2013, 2:31:48 AM8/6/13
to Rantau Net Rantau Net
Wah alun juo final masalah ko lai. Sabana angkek topi ambo ka pak Mochtar, nan alun juo pueh lai jo Pancasila ( walau babilang tahun di MPR dan DPD, duo lembaga negara Pancasila). Silakan lanjut pak Mochtar. Semoga sukses. Salamaik bapuaso dan salamaik hari rayo. Maaf lahir bathin.
Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com>
Date: Tue, 6 Aug 2013 12:54:07 +0800 (SGT)

syafri...@yahoo.com

unread,
Aug 6, 2013, 2:54:28 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Mungkin pak muchtar ko wakatu duduk di MPR/DPD takalok dan baru tajago satalah indak masuaklai ka sanayan, hehehehehe. Salamaik hari rayo mohon maaf lahie jo bathin
Wass syafril amir chaniago (49)
Asa nagari pauh IX Padang
Domisi Bekasi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Dr. Saafroedin Bahar." <saafroed...@rantaunet.org>
Date: Tue, 6 Aug 2013 06:31:48 +0000
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>

syaf...@gmail.com

unread,
Aug 6, 2013, 4:04:43 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Selamat bergabung Bung Syafril Amir.

Untuk dunsanak di Palanta, Syafril ko konco ambo, liau wartawan Haluan di DPR.

Salam,

Syaf AL/50, Bogor

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Date: Tue, 6 Aug 2013 06:54:28 +0000

Muchwardi Muchtar

unread,
Aug 6, 2013, 4:09:19 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
  1. Syafril Amir Chaniago | Facebook

    https://id-id.facebook.com/syafrilamir.chaniago
    Syafril Amir Chaniago ada di Facebook. Bergabunglah dengan Facebook untuk terhubung dengan Syafril Amir Chaniago dan orang lain yang mungkin Anda ...
  2. Syafril Amir Chaniago Profil | Facebook

    Lihat profil orang bernama Syafril Amir Chaniago di Facebook. Bergabunglah dengan Facebook untuk terhubung dengan Syafril Amir Chaniago dan teman ...
  3. Syafril Amir Chaniago | Facebook

    https://www.facebook.com/syafrilamir.chaniago
    Syafril Amir Chaniago is on Facebook. Join Facebook to connect with Syafril Amir Chaniago and others you may know. Facebook gives people the power to ...

andi...@gmail.com

unread,
Aug 6, 2013, 4:41:40 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf dan uwan Syaf Al dan duns palanta RN


Angkek Topi ?...bagi saya itu sangat tidak pas Pak Saaf..bagi saya yang sangat pas atas sikap dan pandangan Pak Mochtar Naim ini adalah Heran dan Heran

Ini alasan saya heran

1. Kalau lah berbilang tahun Pak Mochtar ini duduk di MPR/DPD lalu segala fasilitas, gajinya siapa yang bayar, negarakan...negara NKRI itu pasti, lalu uang negara itu dari mana..tentu dari pajak, termasuk pajak gaji saya, pajak dunsanak palanta RN ini juga yang taat pajak dan punya NPWP, pajak dari pengusaha terserah mau pribumi, non pribumi (bisa china, bisa India, bisa arab, bisa eropa, bisa amerika)yang selalu dipojokan Pak Mochtar ini, usaha2 lainnya dengan sistem kapitalis yang dikritisi dan cendrung Pak Mochtar ini melihatnya gerah., pajak dari badan usaha yang berbentuk koperasi, ..pasti dari sana pajak yang dikumpulkan negara NKRI untuk pembayar gaji Pak Mochtar dan membayar segala fasilitas yang diberikan negara buat dia....jadi (maaf saya) tidak fair rasanya Pak MN ini di usia kepala 8 ini lalu berkoar-koar, mengkritik sistem ekonomi, bernegara NKRI ini sekarang.

Maaf saya memang terasa sekali kalau sudah membaca tulisan beliau ini, memang menusuk ke hati saya, jujur harus saya sampaikan...saya memang bekerja pada sebuah sistem ekonomi kapitalis (yang bisa untung sebanyak banyaknya...dalam bisa juga rugi sehabis habisnya)..sama siapa ya sama warga NKRI, lalu siapa ya kebetulan orang non pribuminya keturan China, bukan Arab, india, eropa, Jepang atau Amerika , saya bekerja sejak 1993 seperti ini (walau ada vakum 1,5 tahun karena saya ingin juga berbagi rasa semampu saya membantu masy Aceh paska gempa dan tsunami bekerja kontrak dengan sebuah NGO)

Jelas saya membayar pajak atas gaji saya sejak dulu ke Negara NKRI untuk membayar gaji2 penyelenggara negara, termasuk anggota MPR/DPD seperti Pak Moctar ini dan tentunya negara atas pajak ini dikembalikan dalam bentuk pembangunan fisik sarana dan prasarana serta fasos dan fasum.

2. Heran saya..sudah bisa dipastikan Pak Mochtar ini ketika berbilang tahun duduk di MPR/DPD ada acara kenegaraan menghormati lambang2 negara NKRI seperti bendera Merah Putih (kecuali beliau hormat kepada bendera Aceh Merdeka) dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil berdiri...atau pernah dia "membangkang" dari ratusan anggota MPR/DPD yang lain berdiri dan memberi hormat, lalu beliau duduk atau walk out ?

Banyak lagi heran saya kalo saya uraikan atas sikap Pak Mochtar yang kontradiktif ini selama masa dia mengabdi buat negara NKRI ini mulai dari muda sampai pensiun (lihat dan baca CV beliau, semua jelas sekali Negara NKRI yang memfasilitasi serta memberi gaji baik lansung maupun tidak lansung)

Saya baru angkat topi ..jika perjuangan apa yang dicita-citakan Pak Mochtar ini melalui tulisan dan pemikirannya tentang bagaimana kondisi yang paling ideal di negara ini menurut alam pikiran dan keyakinannya ketika dari dulu gigih dan berada diluar sistem (contoh sederhana seperti tokoh2 GAM yang terang-terangan berjuang atas leyakinannya dan melakukan sikap perlawanan yang jelas bahkan secara fisik/angkat senjata)

Tapi saya membenarkan apa yang disampaikan Uwan syaf Al..ya dia "tertidur" waktu berbilang tahun jadi anggota MPR/DPD ketika sudah tidak berada dalam sistem NKRI ini baru bangun.

Menurut saya ide beliau 3 titik pertemuan luhak itu sangat cemerlang bagi saya, ini yag harus beliau kongkritkan tapi sampai sekarang bak kata orang sunda "cicing weh manehna'"..lucunya meminta2 kepada ketiga bupati yang nota bena Bupati ini berada dalam sistem negara NKRI, harusnya Pak MN memulai dulu, memberi contoh semisal mendirikan. "Mochtar Naim Center" dititik pertemuan tersebut dengan dana yang dimilikinya ...saya pikir lebih dari cukup apa yang didapat selama ini untuk membangun 3 titik pertemuan luhak tsb.

Apa kabar pak Mochtar ide cemerlang dan bernas Bapak tentang pertemuan/locus 3 luhak ranah minang ini ? Saya insha Allah seperti janji saya terdahulu siap menyumbang materi yang cukup signifikan..sesuai kemampuan saya dan memang saya punya niat serta sangat membanggakan kalo pertemuan 3 luhak ini bisa diwujud dengan menjadikan pusat kajian strategis adat, budaya dan masalah "keminagkabauan" untuk masa depan...saya pikir semua orang angkat topi buat Bapak dan sangat rela di beri nama atau ada kapling tersendiri buat Bapak di titik pertemuan tsb untuk "Mochtar Naim Center"

Mohon maaf jika tidak berkenan tulisan saya ini..bagi yang kurang sreg atas pendapat saya

Terima kasih

Wass-Jepe
48 thn @Balikpapan
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Tue, 6 Aug 2013 06:54:28 +0000

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Aug 6, 2013, 5:14:55 AM8/6/13
to Rantau Net Rantau Net
Bung Jepe, indak sampai hati ambo mangaritik pak Mochtar sacaro bukak kulik tampak isi tu. Ambo pakai kato malereang. Isi hati ambo iyo saroman itu. Heran.

fashrid...@gmail.com

unread,
Aug 6, 2013, 5:22:01 AM8/6/13
to Rantaunet
Sanak Jepe, pak Saaf, dan para sanak sa palanta yth.

Istilah lain dari tanggapan sanak Jepe itu: tanpa tedeng aling-aling.

Mungkin juo pak Mochtar mandapek pencerahan setelah indak duduak di DPD lai. Tapi dalam ajaran Islam 'kan indak ado mangaku doso saroman urang Katolik...itu juo sacaro pribadi ka pastor dalam biliak sampik.

Mungkin juo ado siklus sarupo iko:....waktu mudo idealis.....satangah umua pragmatis.....alah tua idealis baliak

Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65Bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 6 Aug 2013 09:14:55
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MN

ZulTan

unread,
Aug 6, 2013, 5:36:02 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com

Pak Saaf NAH,

Nampaknyo lah diapanyo dek Jepe CV Pak MN ko. Jadi tau mulai dari kuli lua sampai ka isi nan di dalam.
Mungkin danyuik nadi se nan alun dapek dek Jepe lai.

Lah labiah dari sakali Jepe bapakirim ka Pak MN ko, tapi nampaknyo yo alun ado nan sampai lai.

Rancak ado tuo-tuo nan managahan Pak MN, alah tu sengan ko. Batambah 'heran' Jepe beko.

Salam,
ZulTan, L, 52, PKU

-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 6 Aug 2013 09:14:55
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MN

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Aug 6, 2013, 5:39:21 AM8/6/13
to Rantau Net Rantau Net
Sanak Fashridjal, rancak kito danga pulo baa penjelasan pak Mochtar. Masih ado wakatu manjalang babuko. Biasonyo baliau capek manjawab sagalo hal ttg Islam, Pancasila, jo NKRI iko. Basaba malah kito manunggu.

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Aug 6, 2013, 5:46:02 AM8/6/13
to Rantau Net Rantau Net
Ondeh Sanak Zultan, mambana ambo kok diagiah tugas managahkan pak Mochtar iko. Indak ado urang di ateh dunia ko nan kamampu managahan doh. Palapeh sajolah sampai baliau panek surang.

syaf...@gmail.com

unread,
Aug 6, 2013, 6:25:32 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Date: Tue, 6 Aug 2013 08:41:40 +0000

syaf...@gmail.com

unread,
Aug 6, 2013, 6:33:06 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Uwan Jepe dan sanak di Palanta, n.a.h!

Maaf uwan, nan mangecekan beliau salamo ko takalok salamo di DPD, konco palangkin ambo Syafril Amir. We e wartawan Haluan dan batugeh di DPR. Liau ko yo punyo track record Pak MM mah. Seluruh anggota DPD dan DPR dari Sumbar, tahu bana we e tentang kurenah anggota legislatif tu. Mulai nan karajo e ongkang-ongkang kaki, sampai nan lai ado basuaro.

Kalau di DPD, nan lai tadanga pandangannyo dikutip oleh media, mungkin hanyo Pak Irman Gusman. Nan lain, samaso periode Pak MM, yo aniang-aning sahaja alias jadi penikmat.

Sakitu dari ambo Uwan.

Salam

Syaf AL/50, Bogor


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Date: Tue, 6 Aug 2013 08:41:40 +0000

Zubir Amin

unread,
Aug 6, 2013, 6:49:16 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Knkn Syaf Al.Sa dakek nn JB ketahui,konco karik Syaf tu(Syafril Amir) blm memperkenalkan dirinyo di Palanta RN ini.Maaf kalau JB kaliru.Salamaik babuko Syaf.
JB,DtRJ,di Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Date: Tue, 6 Aug 2013 10:33:06 +0000
Subject: Bls: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

andi...@gmail.com

unread,
Aug 6, 2013, 6:53:24 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Hehehehe Uwan syaf Al..maaf ..ambo yo kolega Da Syaf Al tu nan mamposting dek sanamo awal namo "Syaf" kebetulan ambo ma reply tadi diateh postingan Uwan Syaf Al :-)

Sekaligus maaf ambo ko ralat yo

Selamat babuko buek Uwan Syaf Al di Bogor

Wass-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Tue, 6 Aug 2013 10:33:06 +0000
Subject: Bls: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN

syafri...@yahoo.com

unread,
Aug 6, 2013, 5:33:40 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Angku-angku, apak-apak dan dunsanak kasadonyo, ambo dari dulu ambo memang salut jo sikap idealis pak MN. Pemikiran-pemikiran beliau boneh2. Hanya sajo beliau lupo bahasa idealis sajo indak cukuik. Idealis itu berbanding lurus atau sejajar dengan realistis. Beliau mengabaikan realita yang terjadi. Maaf kalau tasinggung.

Wassalam
Syafril Amir
Bekasi

Powered by Telkomsel BlackBerry®

andi...@gmail.com

unread,
Aug 6, 2013, 8:09:29 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf, kanda Zultan,

Yo jujur ambo heran dan heran...kini Pak Saaf lah terang2an pulo mangecek Heran

Nah kanda baa....heran pulo ?

Heran atas pendapek ambo ? :-)

Mengenai CV Pak MN kan iyo lo mah dipalewakan beliau di milist RN..tantu ambo baco dan tahu banyak jadinyo.

Asmardi Arbi

unread,
Aug 6, 2013, 8:41:48 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com


Pak MN nan samo2 kito hormati, jo sanak di palanta kasadonyo nan mangikuti topik ko..

Sabalun sanak Ajo Duta manjawek, tolonglah komentari dulu  nan ambo tanyokan sabalunko , baa jo kasapakatan Founding Fathers ( para Pendiri Negara ) yang sabahagian besar Tokoh Islam nan manyatujui penghapusan 7 kata dari Piagam Jakarta?? Apo itu bisa disabuik sabagai 'amanah'  tautamo bagi umat Islam untuak manarimo NKRI?

Kalau itu bisa disabuik sabagai 'amanah' baa manjawek bunyi sabuah Hadist nan babunyi : "idzaa duiyyatul amanah  fantashiris sa'ah" nan artinyo: "jika amanah disia-siakan tunggulah sa'at kehancuran" ( tolong dibatuakan kalau hadist tu salah tulis)
Sejarah alah mambuktikan satiok usaho nan kamangganti NKRI jo bantuak lain , iyo alah hancue /gagal sasuai jo pasan hadist itu. Kito telusuri mulai Pemberontakkan PKI ( 1948 dan 1965 ), Andi Aziz , APRA, DI/TII ( SM Kartosuwiryo, Kahar Muzakar, Daud Beureuh,Abdul Hamid  ) dan Teroris yang memakai kedok Islam, sabab malanggar amanah.

Namun Bung Karno sabagai salah satu "FF" Islam dan pemimpin Negara nan samo2 kito akui, masih maagiah peluang untuak umat Islam, untuak mampajuangkan " 7 kata " malalui parlemen , kalau kini tantu DPR /MPR RI nan manuruik pencerahan Sutan Sinaro alah sasuai jo bantuak/sistem Negara Islam.  Jadi persoalannyo  kini tapulang ka umat  Islam nan kini manjadi wakil umat Islam di MPR RI ( DPR+DPD ).
Manuruik pak MN  nan manolak Negara Islam ' malah ndak kurang dari umat Islam sandiri dan tamasuak awak2 sandiri nan keceknyo ba ABS-SBK tu'. Kiro2 panyabab 'panolak'kan itu iyolah bunyi hadist diateh .

Mungkin itu sababnyo sanak Ajo Duta manyabuik NKRI alah final dan PS ala badasarkan Islam, hanyo indak paralu disabuik untuak manjago perasaan/kekhawatiran  umat lain non muslim.. Apo nan bapandapek samacam itu tamasuak manganut paham 'RasoGaram' kecek kanda Syaaf atau manuruik and Ahmad Ridha 'mangarah ka interpretasi sekulerisme?   Mari kito sarahkan pencerahan nyo ka nan ahli.

Ambo sklg mangucapkan "Salamaik Hari Rayo Idul Fitri 1434 H, mohon ma'af lahir bathin buek dunsanak kasadonyo..

Wassalam,

Asmardi Arbi, 72 , asa Pasisia, tingga di Tangsel ,suku Kampai.
Sangek sanang jo paham 'Raso jo Pareso.'

ZulTan

unread,
Aug 6, 2013, 10:49:33 AM8/6/13
to rant...@googlegroups.com

Dinda Jepe NAH,

Tiok Jepe manulih tantang Pak MN ala kubak kulik tampak isi kecek Mmd Saaf alias tanpa tedeng aling-aling kecek Pak Fash, nan ambo rasokan "gue banget nih!" kecek hati ambo.

Kalau ambo sajak dulu lah agak hamba mambaco tulisan Pak MN dek batantangan jo maso baliau masih di dalam paga. Wartawan Syafri manyabuik baliau ko "takalok" mah tiko jadi MPR jo DPD. Bagi ambo bukan sakadar takalok tapi "takalok lamak".

Jadi kalau kini liau, "mangecek-ngecek" surang, cayah se pandangan urang. Antah kok indak?



Salam,
ZulTan, L, 52, PKU

-----Original Message-----
From: andi...@gmail.com
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 6 Aug 2013 12:09:29
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MN

Sutan Sinaro

unread,
Aug 6, 2013, 5:13:03 PM8/6/13
to rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum. w.w.
 
Ma nyo encik ZulTan, sanak JP, jo bung Syaf Amir nan baru masuak jo dunsanak
kasadonyo.
 
Kok iyo mangaku urang Minang kito ko, tantu indak sabarek tu bana tanggapan ka
urang tuo kito ko doh (pak MN-red).
Urang minang ko sasuai jo ABS SBK nan sadang dipajuangkan pak Saaf kini ko,
tahu di kato nan ampek, Kato mandaki, kato mandata, kato malereang jo kato manurun,
urang Minang ko sagan manyagani.
  Ingek, kito alun gaek lai, atau alun sagaek baliau lai jikok dibandiangkan.
Nan  kulikaik urang gaek ko banyak tibo sasa ka nan sudah. Makin dakek ka pintu kubua,
makin banyak maetong jalan nan salah di maso lalu, bausao untuak baliak baliak ka pangka
jalan, nan manuruik petatah petitih nan kito tau, sasek di ujuang jalan baliak ka pangka
jalan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Allah Penerima tobat hamba-hamba
-Nya.
Jan kito manjadi urang nan salalu mancacek urang, tiko indak sumbayang, ndak tangguang
cacek kito doh, katiko urang bagarak sumbayang, indak tangguang pulo garah nan tibo,
...haa.. lah lain kini ko ?. kutiko urang lah sumbayang, ..haa... lah maningga-an parangai pulo.
Indak elok takah itu.
    Buliah jadi urang gaek kito ko, di maso tuonyo lah banyak mangaji, rajin ka surau, rajin
mentela'ah ugamo, tabayang sarugo jo narako, bisa jadi dari sinan tabik sumangaik baru
ingin bajuang di siso umua nan tingga sangenek ko jo apo nan ado dalam syarak supayo tibo
juo di sarugo. Apokoh salah di urusan nan takah iko ?. Ingek-ingek lah awak alun gaek lai,
cibo pulo kok gaek bisuak.
  Kito sendiri indak pulo introspeksi diri do, alah di jalan nan bana kito ko ?, alah di
jalan nan sasuai, lai ka sukses awak-awak ko, sabab urang nan sukses tu ciek se nyo,
yakni urang nan masuak sarugo. Kito bajuang di adaik basandi sarak, tapi apo nan disabuik
sarak kito lupo kan. Kito bajuang di tungku tigo sajarangan (TTS), tapi sarupo nan acok
ambo sabuik, selagi NKRI ko bantuak iko, indak ka pernah ado TTS tu doh, nan ado Kayu
Bacupang Tigo (KBT), nan sacaro adaik indak bisa diantakkan. Trialisme sarupo iko indak
akan pernah manyampaikan ABS SBK sarupo nan kito mukasuik.
  Urang bajuang ado nan frontal ado pulo nan moderat. Nan frontal ko indak talok dek kito
doh, dan kito lah trauma jo kajadian-kajadian nan badarah darah ko. Nan moderat pulo
paralu kesabaran dan strategi nan matang dan jitu. Jan disalahkan urang gaek nan ingin
frontal dek karano umua lah manunggu. Sadangkan kito nan moderat sajo indak juo saba,
kunun pulo urang gaek.
    Inok ranuangi se lah, kito lah di jalan nan bana atau alun, alah ka mambaok ka sarugo
atau alun ?. Ijan capek cime-eh tibo.
 
Bilaahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Aug 6, 2013, 7:17:12 PM8/6/13
to Rantau Net Rantau Net
Sanak Sutan Sinaro, ambo bisa mangarati bangihnyo Sanak ka nan mudo-mudo, tapi susah juo ambo manyalahkan nan mudo-mudo nan suko bukak kulik tampak isi. Indak saroman kito nan tuo.
Walau indak bakatarauihan, ambo kenal pak MNsajak 1968 di Padang, wakatu baliau mandirikan Center for Minangkabau Studies dan mamprakarsai duo seminar ttg Minangkabau, nan banyak maagiah pemahaman ka ambo ttg Minangkabau. Sampai kini ambo masih maanggap baliau senior dan guru ambo. Tulisan baliau janiah dan lamak dibaco.
Hanyo ambo memang maliek ado kabiasaan baliau nan bisa jadi masalah, khususnyo mudah tasingguang, konfrontatif, indak bisa mangharagoi pandapek urang lain, dan suko mandudu surang sajo. Dalam KKM/SKM GM 2010 dek sari sampai tabik rabo ambo dek baliau. Kami di Steering Committee sapakaik jo konsep TTS, tapi pak Mochtar - sbg Wakia Ketua SC - indak setuju, dan nio 'Dewan Adat dan Syarak' nan manuruik baliau marupokan 'superbody', nan tantu sajo akan ditulak urang. Wakatu ambo sampaikan ka baliau sikap SC iko, baliau indak mau tahu, dan malah mangirim artikel pribadi ka surek kaba di Padang, nan dikiro urang itu sikap SC. Alah kalang kabuik ambo menetralisirnyo, sahinggo ambo harus mahadoki duo front sakaligus, front lua dari kalompok anti KKM, dan front dalam dari pak Mochtar nan suko main surang. Sabana sakik kapalo ambo deknyo.
Kini muncul pulo pandangan baliau nan sabana kareh ttg NII , manulak Pancasila jo NKRI, nan indak panah ambo duga salamo ko karano baliau agt MPR jo DPD. Tantu ambo tagalenjek dek baliau. Ado inkonsistensi, nan nampak jaleh dek wartawan jo sabagian anggota RN kini. Wakatu dikritik, baliau hantap-hantap sajo. Tantu sajo bisa tabik suga pulo nan mudo-mudo, nan masih badarah paneh.
Ambo yakin indak ado urang nan indak hormat ka pak MNdoh, baliau jujur dan idealis, tapi caro baliau saroman nan taralah memang bisa mangurangi hormat tu. Mudah-mudahan pandangan ambo iko kaliru.
Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
Date: Tue, 6 Aug 2013 14:13:03 -0700 (PDT)

andi jepe

unread,
Aug 7, 2013, 12:02:37 AM8/7/13
to RantauNet
Waalaikumsallam wr wb, Pak St Sinaro

(sabalunnyo kok lai buliah tahu ambo, bara umua Pak St Sinaro dan dima domisili, mungkin iko data nan paliang standar di signature milist RN) satahu ambo sajak Pak St Sinaro posting di RN ndak pernah sakalipun juo mancantumkan umua dan domisili (mudah2an ambo ndak kaliru, tipak dek ambo memang indak satiok posting mancantumkan umua jo domisili iko memang tagantuang situasi sajo sia nan ambo tuju, kalau lah saliang kenal dan pernah pulo basuo lah tahu umua dan dima domisili ambo.

Tujuannya kok tahu namo ambo siapa tahu hanyo beberapa tahun sajo diateh ambo, bisa lo ambo mamanggia Pak St Sinaro jo Uda..kalau talalu dakek jarak umua awak (ambo 48 Tahun) ndak lo lamak ambo mamanggia Bapak atau Pak.

Atau kalo ndak namuah maagiah info bara umua, mungkin nan paliang standar dan moderat manyapo Apak jo Dunsanak, Sanak sebagaimana halnyo Apak mamanggia ambo Sanak.Sarupo juo mah carito komik silek bergambar waktu ketek2 ambo baco, pokoknyo kalo ado dilapau, dijalan saling bertegur sapa seseorang dalam carito komik itu saliang mamanggia Ki Sanak..

contoh kalimat dalam komik tu :Kalau boleh saya bertanya sama Ki Sanak..dimana rumah..si Jaka

dijawab : ooo disebelah lapau yang kelihatan sama Ki Sanak itu

hehehe itu saketek intermezo Dunsanak St Sinaro

Dek ambo alun tantu umua mako ambo panggia lo Sanak St Sinaro

Baliak ka imbauan Sanak St Sinaro, tarimo kasih ambo bisa memahaminyo apo nan Sanak sampaikan...ndak banyak ambo mengomentari lai Do, alah saketek banyak  mungkin jawaban ambo lah ado dipostingan Pak Saaf, mungkin lai taraso di sanak di bagian maa dari tanggapan Pak Saaf.

Yo taraso dek ambo mungkin juo dek banyak dunsanak palanta RN dan urang Minang nan marantau bakarajo terutama di swasta terutama di Swasta apokah di Pengusaha Pribumi (Pengusaha Aceh, Minang, Batak, Jawa, Sunda, Bugis dll) sarato Pengusaha Non Pribumi (keturunan..Apokah pengusaha keturunan Chino, Arab, India, Jepang, eropa dan amerika dan asing lainnyo) dek pak MN tu pandangannyo terlalu indak ado nan elok deknyo ciek juo kalau indak dikatokan Sinis..padohal kalau mau jujur kan yo batua tu gaji dan fasilitas nan baliau tarimo salamo babilang tahun jadi anggota MPR/DPD dari pajak nan ditarik negara dari berbagai badan usaha dan pribadi masyarakat apopun agama, suku dan rasnyo di NKRI ko...yo ndak fair rasonyo dek ambo mancaliak gaya dan isi tulisannyo tu.

Masalah HGU, SDA dan lain2 nan baitu sinis baliau ko..lah buruak sajo sado pandangannyo padohal di NKRI ko ado juuo badan usaho Syariah, Koperasi disampiang CV, PT dan lainsebagainyo nan Legal sesuai peraturan yang berlaku.

Ambo jujur juo mengakui sabanyak nan elok sebuah Perusahaan Swasta baik dipunyai oleh pengusaha lokal maupun Asing ado juo nan kurang sana sininyo dalam memanfaatkan tarutamo SDA, tapi Baliau (Pak MN) lah samo rato sajo deknyo..

Tulisan dan pandangan beliau tentang badan usaho dengan sistem ekonomi katokanlah Kapitalis dalam arti memang pada prinsipnya seseoran di NKRI ko (tamasuak Baliau) bisa bausaho mancari untuang sabanyak-banyaknyo..sebaliknyo kalau marugi sehabis-habisnyo jatuah tapai tangguang lo sorang...

Tulisan dan pandangan beliau tu bagi ambo..yo menusuk sekaligus menghantam ambo..kemungkinan anaknyo juo kalau di caliak CV Pak MN ko salah satu putra terbai Pak MN di Balikpapan ko bakarajo di TOTAL (sanak Sinaro cari tahu sajolah siapo pemilik TOTAL ko baa sistem badan usahonyo)..

lalu mungkin bagi ambo Pak MN ko miskin pengalaman ditingket akar rumpuik masyarakat badarai..jadi para pengusaha tu salah sajo deknyo sadonyo dalam mengelola SDA, Pak MN apo tahu atau pura-pura indak tahu jiko di Masyarakat banyak tu ado juo MASALAH NAN INDAK BERES  baik secara pribadi maupun kelompok..disampiang Perusahaan baik lokal maupu asing tantu ado MASALAH PULO,

Ambo tahu persis nan bertungkus lumus dilapangan berhadapan dengan masyarakat banyak dan mancubo bakarajo kareh membina mereka dengan mambuek Koperasi Pola Kemitraan alhamdulillah alah 8 badan usaha Koperasi nan ambo buek jo masyarakat tempatan tujuannyo tantu ingin meningkatkan kesejahteraan mereka, ado saling pengertian antaro perusahaan jo masayarakat dalam mengelola SDA.

Jadi dalam konteks iko yo ambo sampaikan buka kulik tampak isi..baa jo kato malereang manyampaikannyo sanak Sinaro ?

kalau nan lain jiko kurang pado tampeknyo ambo minta maaf

Sakali lai tarimo kasih Sanak Sinaro lah maingekan ambo untuak mangoreksi diri

Btw..ndak saroman Ramadhan taun lalu..baa kok ndak ado lai Sanak maagiah tauziyah (mangaji ) jo gaya sanak berdialog bahaso Minang tu,...ambo taruih baco dan bagian tertentu ambo save..Ramadhan kini perai..

Selamat Lebaran Idul Fitri Sanak St Sinaro

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Wass-Jepe
48 Thn, Balikpapan

syaf...@gmail.com

unread,
Aug 7, 2013, 12:15:35 AM8/7/13
to rant...@googlegroups.com
Mak Sutan n.a.h,

Sabana padek petuah dan pencerahan Mamak. Kalau diinok di manuangkan, nampak2e memang sarupo itu beliau kini, tajago saat sadang ndak bisa manga2 laii. Cakak habih silek takana.

Namun baitu, dek kami nan mudo2, dek biaso mancontoh ka nan sudah, dek karajo memang suko mampagalehkan ota urang, mungkin ado nan talongsong kato. Mudah2an di detik-detik terakhir Ramadhan ko, awak saling memaafkan.

Selamat meraih pahala terbaik di detik trakhir RAMADHAN...

"Taqabbalallahu minna waminkum...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434H... Mohon maaf lahirbatin"

(Syafruddin AL/Keluarga-Bogor)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
Date: Tue, 6 Aug 2013 14:13:03 -0700 (PDT)

ZulTan

unread,
Aug 7, 2013, 2:03:13 AM8/7/13
to rant...@googlegroups.com


Sanak Jepe, ambo lai mambaco satu paragraf tulisan Sutan tadi. Dek nampak Sutan agak bangih, ambo fast scroll se ka bawah. Jan bata lo puaso wak deknyo.

Ambo sapandapek jo nan mangatoan: minyak abih, silek takana. Co kecek Makngah sari, amuahnyo tulisan ko kalua sangah abaik nan lalu. Indak kini doh.


Salam,
ZulTan, L, 52, PKU

From: andi jepe <andi...@gmail.com>
Date: Wed, 7 Aug 2013 12:02:37 +0800

Zubir Amin

unread,
Aug 7, 2013, 3:31:25 AM8/7/13
to rant...@googlegroups.com
Maa nn batua Zul,'minyak abih,silek takana';atau 'cakak abih,silek takana'.Aaa bedonyo tu?
Salam kami sekeluarga dari Bonjer tuk Zul sekeluarga di Bogor,'Selamat 'Idul Fitri 1434H',Maaf lhr batin'.
JB,DtRJ,di Bonjer,Jakbar
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: "ZulTan" <zul...@yahoo.com>
Date: Wed, 7 Aug 2013 06:03:13 +0000

Mochtar Naim

unread,
Aug 7, 2013, 3:46:09 AM8/7/13
to rant...@googlegroups.com
Sdr Syaf Al dkk di RN,

Kalau ambo dikecekkan atau difitnah dek nan tak suko jo ambo, karajo ambo salamo di MPR dan DPD salamo 10 th cuma ongkang2 dan lalok lamak sajo, seperti nan disampaikan atau difitnahkan dek Sdr Syafril Amir dari Haluan tu, baa mangko ambo bisa manyampaikan 4 jilid Laporan Pertanggung-jawaban ka rakyat Sumatera Barat dan Indonesia umumnyo:, 1 jilid (373 halaman) SUARA WAKIL RAKYAT selaku anggota MPR-RI (salamo 10 tahun), dan 4 jilid SUARA WAKIL DAERAH (1422 halaman) salamo 5 tahun? Ambo bahkan satu2nyo dari 700an anggota MPRRI dan 100an anggota DPDRI nan memberikan laporan pertanggungjawaban sacaro tertulis itu. Lai logis itu? Lai mungkin ambo ndak manga2 tapi berani2nya menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban sabanyak 4 jilid dengan jumlah 1700an halaman tu? Nan jaleh salamo ambo bertugas di MPR&DPD tu ndak sakali juo Angku Syafril Amir tu datang ka ruang wakil Sumbar mawawancarai kami. Ikolah contoh prilaku busuk dari seorang wartawan seperti Syafril
Amir tu. Namun, ambo lah maafkan kesalahan kawan awak tu. Semoga awak kembali baelok-elok. Selamat Idul Fitri serta maaf lahir dn batin. MN .




,
--------------------------------------------
On Tue, 8/6/13, syaf...@gmail.com <syaf...@gmail.com> wrote:

Subject: Bls: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam seperti apa (Tayang Ulang) dari Re : Pak Saaf dan Pak MN
To: rant...@googlegroups.com
Date: Tuesday, August 6, 2013, 3:33 AM

Uwan Jepe dan sanak
di Palanta, n.a.h!Maaf uwan, nan mangecekan beliau
salamo ko takalok salamo di DPD, konco palangkin ambo
Syafril Amir. We e wartawan Haluan dan batugeh di DPR. Liau
ko yo punyo track record Pak MM mah. Seluruh anggota DPD dan
DPR dari Sumbar, tahu bana we e tentang kurenah anggota
legislatif tu. Mulai nan karajo e ongkang-ongkang kaki,
sampai nan lai ado basuaro.Kalau di DPD, nan lai
tadanga pandangannyo dikutip oleh media, mungkin hanyo Pak
Irman Gusman. Nan lain, samaso periode Pak MM, yo
aniang-aning sahaja alias jadi penikmat.Sakitu
dari ambo Uwan.SalamSyaf AL/50,
BogorSent from my BlackBerry® smartphone
from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!From:
andi...@gmail.com
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 6 Aug 2013 08:41:40
+0000To:
<rant...@googlegroups.com>ReplyTo:
rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam
seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MNPak Saaf dan uwan
Syaf Al dan duns palanta RNAngkek Topi
?...bagi saya itu sangat tidak pas Pak Saaf..bagi saya yang
sangat pas atas sikap dan pandangan Pak Mochtar Naim ini
adalah Heran dan HeranIni alasan saya
heran1. Kalau lah berbilang tahun Pak Mochtar ini
duduk di MPR/DPD lalu segala fasilitas, gajinya siapa yang
bayar, negarakan...negara NKRI itu pasti, lalu uang negara
itu dari mana..tentu dari pajak, termasuk pajak gaji saya,
pajak dunsanak palanta RN ini juga yang taat pajak dan punya
NPWP, pajak dari pengusaha terserah mau pribumi, non pribumi
(bisa china, bisa India, bisa arab, bisa eropa, bisa
amerika)yang selalu dipojokan Pak Mochtar ini, usaha2
lainnya dengan sistem kapitalis yang dikritisi dan cendrung
Pak Mochtar ini melihatnya gerah., pajak dari badan usaha
yang berbentuk koperasi, ..pasti dari sana pajak yang
dikumpulkan negara NKRI untuk pembayar gaji Pak Mochtar dan
membayar segala fasilitas yang diberikan negara buat
dia....jadi (maaf saya) tidak fair rasanya Pak MN ini di
usia kepala 8 ini lalu berkoar-koar, mengkritik sistem
ekonomi, bernegara NKRI ini sekarang.Maaf saya
memang terasa sekali kalau sudah membaca tulisan beliau ini,
memang menusuk ke hati saya, jujur harus saya
sampaikan...saya memang bekerja pada sebuah sistem ekonomi
kapitalis (yang bisa untung sebanyak banyaknya...dalam bisa
juga rugi sehabis habisnya)..sama siapa ya sama warga NKRI,
lalu siapa ya kebetulan orang non pribuminya keturan China,
bukan Arab, india, eropa, Jepang atau Amerika , saya
bekerja sejak 1993 seperti ini (walau ada vakum 1,5 tahun
karena saya ingin juga berbagi rasa semampu saya membantu
masy Aceh paska gempa dan tsunami bekerja kontrak dengan
sebuah NGO)Jelas saya membayar pajak atas gaji
saya sejak dulu ke Negara NKRI untuk membayar gaji2
penyelenggara negara, termasuk anggota MPR/DPD seperti Pak
Moctar ini dan tentunya negara atas pajak ini dikembalikan
dalam bentuk pembangunan fisik sarana dan prasarana serta
fasos dan fasum.2. Heran saya..sudah bisa
dipastikan Pak Mochtar ini ketika berbilang tahun duduk di
MPR/DPD ada acara kenegaraan menghormati lambang2 negara
NKRI seperti bendera Merah Putih (kecuali beliau hormat
kepada bendera Aceh Merdeka) dan menyanyikan lagu Indonesia
Raya sambil berdiri...atau pernah dia
"membangkang" dari ratusan anggota MPR/DPD yang
lain berdiri dan memberi hormat, lalu beliau duduk atau walk
out ?Banyak lagi heran saya kalo saya uraikan atas
sikap Pak Mochtar yang kontradiktif ini selama masa dia
mengabdi buat negara NKRI ini mulai dari muda sampai pensiun
(lihat dan baca CV beliau, semua jelas sekali Negara NKRI
yang memfasilitasi serta memberi gaji baik lansung maupun
tidak lansung)Saya baru angkat topi ..jika
perjuangan apa yang dicita-citakan Pak Mochtar ini melalui
tulisan dan pemikirannya tentang bagaimana kondisi yang
paling ideal di negara ini menurut alam pikiran dan
keyakinannya ketika dari dulu gigih dan berada diluar sistem
(contoh sederhana seperti tokoh2 GAM yang terang-terangan
berjuang atas leyakinannya dan melakukan sikap perlawanan
yang jelas bahkan secara fisik/angkat senjata)Tapi
saya membenarkan apa yang disampaikan Uwan syaf Al..ya dia
"tertidur" waktu berbilang tahun jadi anggota
MPR/DPD ketika sudah tidak berada dalam sistem NKRI ini baru
bangun.Menurut saya ide beliau 3 titik pertemuan
luhak itu sangat cemerlang bagi saya, ini yag harus beliau
kongkritkan tapi sampai sekarang bak kata orang sunda
"cicing weh manehna'"..lucunya meminta2 kepada
ketiga bupati yang nota bena Bupati ini berada dalam sistem
negara NKRI, harusnya Pak MN memulai dulu, memberi contoh
semisal mendirikan. "Mochtar Naim Center" dititik
pertemuan tersebut dengan dana yang dimilikinya ...saya
pikir lebih dari cukup apa yang didapat selama ini untuk
membangun 3 titik pertemuan luhak tsb.Apa kabar
pak Mochtar ide cemerlang dan bernas Bapak tentang
pertemuan/locus 3 luhak ranah minang ini ? Saya insha Allah
seperti janji saya terdahulu siap menyumbang materi yang
cukup signifikan..sesuai kemampuan saya dan memang saya
punya niat serta sangat membanggakan kalo pertemuan 3 luhak
ini bisa diwujud dengan menjadikan pusat kajian strategis
adat, budaya dan masalah "keminagkabauan" untuk
masa depan...saya pikir semua orang angkat topi buat Bapak
dan sangat rela di beri nama atau ada kapling tersendiri
buat Bapak di titik pertemuan tsb untuk "Mochtar Naim
Center"Mohon maaf jika tidak berkenan tulisan
saya ini..bagi yang kurang sreg atas pendapat
sayaTerima kasihWass-Jepe48 thn
@BalikpapanPowered by Telkomsel
BlackBerry®From:
syafri...@yahoo.com
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 6 Aug 2013 06:54:28
+0000To:
<rant...@googlegroups.com>ReplyTo:
rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam
seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MNMungkin pak
muchtar ko wakatu duduk di MPR/DPD takalok dan baru tajago
satalah indak masuaklai ka sanayan, hehehehehe. Salamaik
hari rayo mohon maaf lahie jo bathinWass syafril amir
chaniago (49)Asa nagari pauh IX PadangDomisi
BekasiPowered by Telkomsel
BlackBerry®From: "Dr.
Saafroedin Bahar."
<saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 6 Aug 2013 06:31:48
+0000To: Rantau Net Rantau
Net<rant...@googlegroups.com>ReplyTo:
rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam
seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MNWah alun juo final
masalah ko lai. Sabana angkek topi ambo ka pak Mochtar, nan
alun juo pueh lai jo Pancasila ( walau babilang tahun di MPR
dan DPD, duo lembaga negara Pancasila). Silakan lanjut pak
Mochtar. Semoga sukses. Salamaik bapuaso dan salamaik hari
rayo. Maaf lahir bathin. Wassalam,SB. Sent
from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
Nyambung Teruuusss...!From: Mochtar
Naim <mocht...@yahoo.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 6 Aug 2013 12:54:07 +0800
(SGT)To:
rant...@googlegroups.com<rant...@googlegroups.com>ReplyTo:
rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Negara Islam
seperti apa (Tayang Ulang) dari Re :
Pak Saaf dan Pak MNMa Pak
Ajoduta, NKRI bukanlah NKRII. NKRI
baru jadi NKRII, atau tegasnyo NPRII (Negara
Persatuan Republik Islam Indonesia), kalau dinyatakan
secara formal-konstitusional bahwa dasarnya
adalah Islam, bukan Pancasila. Dalam Islam
sadonyo tu dimulai dengan Niyat (Innamal a'malu bin
niyyah).Kalau niyaik tu bana nan tak ado baa

andi...@gmail.com

unread,
Aug 7, 2013, 4:20:18 AM8/7/13
to rant...@googlegroups.com
Buya ZA

Setahu ambo nan batua tu

"Minyak abih, samba ndak lamak" iko artinyo perbuatan sia-sia, banyak ruginyo dari pado labo

Kalo dalam seni kuliner, iko samo jo urang ndak pandai mamasak dipasokannyo juo, samisal ado bahan masakan nan maha di bali sarupo dagiang jawi, ayam dll, lalu ka dapua juo mamasak (padohal ndak pandai) asa jadi sajo...akhir nyo indak lamak nan dimasaknyo..alias sio-sio sajo :-)


Nan ciek ;

Cakak abih, baru takana silek

Iko buliah juo manuruik ambo semacam penyesalan, seharusnyo pas bacakak tu yo di pakai lah silek tu...lah salasai lo bacakak baru takanan silek tantu ndak ado gunonyo lai

Mungkin ado nan ka manukuak Buyo


Wass-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Zubir Amin" <zubir...@rantaunet.org>
Date: Wed, 7 Aug 2013 07:31:25 +0000

Zubir Amin

unread,
Aug 7, 2013, 5:16:24 AM8/7/13
to rant...@googlegroups.com
Knkn Andi Jepe dimaa sajo barado kini n sanak Palanta nn baik.
Sebagai urang nn lah masuak kalompok 'manula',Jepe,memperhatikan akan berakhirnya bln Ramadhanbeberapa jam lagi,JB membatin dlm hati dlm keadaan gamang,'akankah kunikmati lagi bln agung Ramadhan ini seirama dgn ketuaaan nn selalu menggelayuti badanku nn sdh ringkih ini?
Knkn Jepe,terimalah dari kami sekeluarga ucapan:Taqqaballah minna wa mingqum.Salamaik Idul Fitri 1434H,Maaf lahir batin.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Date: Wed, 7 Aug 2013 08:20:18 +0000

ZulTan

unread,
Aug 7, 2013, 5:33:37 AM8/7/13
to rant...@googlegroups.com

JB nan ambo hormati,

Nan ambo tulih tu memang kurang langkok. Seharusnya, "Minyak abih, silek takana. Cakak abih, samba angik.". Kiro-kiro samisal tu lah, ambo ndak apa bana.

Banyak maaf kalau ado nan ndak di tampeknyo.

syafri...@yahoo.com

unread,
Aug 7, 2013, 6:11:51 AM8/7/13
to rant...@googlegroups.com
Mohon maaf pak Muchar Naim, sebenarnya saya tidak mau berpolemit di Milis ini, tapi saya mengklarifikasinya sebagai berikut, 1. saya tidak pernah bilang bapak tidak bekerja atau hongkang2 kaki ketika duduk di MPR/DPD. Pernyataan saya ' takalok' ketika duduk jadi anggota MPR/DPD berkaitan dengan pernyataan bapak soal Pancasila dan NKRI. Karena Forum yg paling pas utk membicarakannya di MPR. Mengapa ketika anda duduk di MPR kok disia2kan kok bacilotehnya sekarang.
2. Saya betul2 tersinggung dengan pernyataan anda yang menuduh saya wartawan berprilaku busuk. Apakah karena saya tidak pernah mewawancarai anda dikatakan saya berprilaku busuk. Untuk anda ketahui, tidak ada kewajiban bagi saya utk mewawancarai anda, memang anda siapa, mentang2 jadi anggota DPD saya harus wawancarai anda, enak ajak lu ngomong.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Wed, 7 Aug 2013 15:46:09
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages