Ahmad Sahroni

429 views
Skip to first unread message

ZulTan

unread,
Oct 27, 2013, 12:06:36 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com

Dunsanak sa-Palanta NAH,

Bukan cerpen.

AHMAD SAHRONI, dipanggil Roni, lahir 8 Agustus 1977, di bilangan Tanjung Priok. Seratus hari kemudian, orangtuanya bercerai. Ayahnya pergi dan tak pernah mengenal Roni hingga kini.

Roni kecil sering dibawa ibunya, Hernawaty, berjualan nasi Padang di pelabuhan yang sebenarnya merupakan usaha Neneknya yang berasal dari Naras, Pariaman, Sumatera Barat. Roni ditaruh digerobak dan bila kepanasan dikipasi dengan potongan kardus.

Ibunya kemudian menikah lagi dan Roni mendapat adik bernama Heri Susanto, yang dipanggil Iko. Keluarga ini menempati rumah tanpa kamar di sebuah gang sempit dan hanya bisa dilintasi sepeda motor. Kamar dibuat dengan dinding bufet dan gorden. Di belakang ada dapur dan kamar mandi kecil. Di rumah berdinding tanpa plester ini Roni dan adiknya tidur di ruang tamu dengan menggelar kasur dan menumpuk kursi ke pinggir jika malam tiba. Naas bagi mereka jika ada tamu yang bertandang hingga larut malam karena harus melawan kantuk.

Tak ada televisi di rumah, tidak ada kulkas. Bila hujan, lantai dijejeri ember dan baskom menampung tetesan air karena atap bocor. Di luar rumah, rawa yang dipenuhi enceng gondok meluap dan mengakibatkan dinding rumah dirayapi lintah. Jalanan becek.

Saat SD, tanpa sepengetahuan ibu dan neneknya, Roni mulai menawarkan jasa ojek payung. Lain saat Roni menyemir sepatu karyawan-karyawan Pertamina tongkang di Jalan Yos Sudarso. Kelas 3 SD, tinggal di rumah neneknya dan paman yang paling bungsu. Ini memang permintaan neneknya, karena melihat kesibukan ibunya berjualan nasi, dan Roni terbengkalai hingga tinggal kelas.

Tujuh tahun kemudian Roni diusir oleh pamannya dari rumah neneknya karena tidak ke masjid untuk shalat dan mengaji. Pakaiannya dilempar ke luar rumah. Semasa SMP dua temannya meninggal karena narkoba dan seorang lagi dipenjara.

Awal 90-an marak balapan motor di kalangan remaja. Roni terkenal di kelompok tersebut. Padahal tidak memiliki sepeda motor karena hanya punya sepeda. Jasa Roni diperlukan oleh mereka karena bisa mengoprek mesin.

Tahun 1994 Roni masuk SMA Negeri Baru Cilincing (kini SMAN 114) yang menumpang di sebuah SD di depan rawa. Nilai rapor Roni sedang-sedang saja. Kelas dua Roni menjadi Ketua OSIS. Tahun itu juga, Roni menjadi supir pemasok instalasi air (keran, pipa) milik ayah temannya dengan gaji Rp 5.000 sehari termasuk mencuci mobil.

Di akhir pekan Roni bergabung dengan anak-anak pejabat dan konglomerat yang tergabung dalam berbagai klub mobil di Parkir Timur Senayan. Roni datang dengan naik bis. Roni adalah satu-satunya anggota yang tidak memiliki mobil dalam klub tapi diterima karena keahliannya mengutak-atik mesin. Roni juga sering jadi perbincangan karena kemahirannya di balik kemudi dan hampir selalu menjadi juara dalam "trek-trekan".
Michael Bayu seorang pentolan klub terkesan dengan keberanian Roni dan menjadi akrab. Ia bahkan membelikan Roni telepon genggam yang saat itu masih tergolong barang mewah.

Michael adalah anak pengusaha sukses pemilik hotel, perkebunan, dan pertambangan, yang sekolah di Australia sejak SMP. Ia hanya ada di Jakarta saat liburan. Ayahnya khwatir anaknya bergaul dengan Roni, setelah mengetahui Roni anak Tanjung Priok. Ketika Michael sakit Roni menjenguk sahabatnya yang tinggal di kawasan Menteng ini, namun terpaksa balik kanan karena tidak diizinkan masuk. Sambil menenteng bubur ayam hangat untuk sahabat, ia naik bis dan pulang. Sejak itu ia bersumpah tidak akan mengajarkan anaknya untuk membeda-bedakan orang dari asul-usulnya.

Neneknya pernah bilang: "Wa-ang harus mandiri. Jangan pernah mengeluh. Biarlah apa yang orang caci-maki menjadi pelajaran wa-ang agar lebih pintar, dan bersabar. Sabar bukan berarti kalah. Sabar untuk menang."

Berbekal ijazah SMA, Roni melamar. Tapi selalu ditolak karena tidak memiliki sepeda motor. Ibunya tak kalah sibuk selalu menanyai setiap orang apakah ada lowongan untuk anaknya. Akhirnya Roni mendapatkan pekerjaannya menjadi supir di PT Niaga Gemilang Samudera di Rawa Badak.

Tanggal 14 Mei 1998, ketika kerusuhan pecah, saat melintas di ruas tol Cawang guna menghantar bosnya, ia harus menghentikan kendaraan karena massa memblokir jalanan sampai pukul sebelas malam.

Karena menjadi supir kurang menjanjikan, Roni mencoba peruntungan di kapal pesiar Celebrity Cruise yang melayani rute antarbenua dengan segala macam persyaratan dan dokumen yang menghabiskan dana Om yang dulu menggusirnya sebesar US$2.800. Ia bertugas mencuci enam kuali besar berdiameter satu setengah meter tiap dua jam selama sebelas jam setiap hari. Enam bulan kemudian ia menyerah dan kabur ketika kapal tengah berlabuh di Miami, Florida. Lalu kembali ke tanah air membawa badan.

Sepulang dari AS pada tahun 1999, mungkin sudah takdir, Roni kembali menjadi supir antar-jemput anak sekolah dari seorang pengusaha bernama Muslim, pemilik lima kapal tanker dan usaha angkutan bahan bakar.

Lambat laun Roni sadar bahwa pekerjaan ini tidak akan membawanya kemana-mana. Pergaulannya pun tak meluas. Roni mengundurkan diri. Syukur, Roni akhirnya diterima di PT Millenium Inti Samudera, yang bergerak di bidang pengisian bahan bakar minyak (BBM), namun tetap sebagai supir merangkap orang suruhan yang dibayar seikhlasnya.

Suatu siang yang panas, Roni masuk ke lobi perusahaan tempatnya bekerja untuk menikmati penyejuk udara. Tak lama ia diusir. "Supir itu tidak di sini tempatnya, di luar sana."

Ini mencambuk semangatnya untuk mengubah hidup dan bertekad menguasai seluk beluk bisnis yang telah membuatt atasan-atasannya hidup berkecukupan.
"Saya ikuti atasan bekerja dari pagi sampai pagi lagi. Dia engga pulang, saya pun engga pulang. Terus kalau diminta bantuin ke kapal, narik selang BBM yang beratnya 75 kg, ya saya bantu. Balik lagi kekantor, bikin administrrasi, bayar ke Pertamina, dan seterusnya. Begitulah kerjaan saya sehari-hari."

Edi Rahmat mengakui 'kegilaan' supirnya. "Saya belum bangun, dia sudah rapi. Dan dia cepat belajar. Kalau saya naik ke kapal dan bicara dalam bahasa Inggris dengan klien, dia simak baik-baik apa yang saya katakan."

Pengetahuan Roni tentang seluk-beluk pengisian bahan bakar perkapalan semakin bertambah. Ia mulai mengenal para konsumen dan kebutuhan mereka. "Setiap waktu saya manfaatkan untuk menyerap ilmu."

Setelah menjadi karyawan tetap kehidupan Roni perlahan membaik. Roni berprinsip, "Kalau kerja ya kerja saja. Jangan berpikir berapa uang yang harus Anda dapat."

Akhirnya Roni diangkat jadi kepala operasi. Kurang dari setahun kemudian menjadi manajer. Kini ia memiliki mobil sendiri.
Ketika seorang direktur dipecat karena menggelapkan uang, Roni naik jabatan menggantikannya.
Tanggung jawab semakin berat, namun gaji tidak bertambah. Penguasaannya terhadap pekerjaan sudah lebih dari cukup. Selain komitmen, ia juga loyal dan menjaga kepercayaan yang diberikan. Namun, perusahaan tidak mengindahkannya. Setelah dipertimbangkan, Roni mengundurkan diri dari perusahaan dan nekad membuka kantor sendiri di sebuah warung kopi di bawah pohon palem dekat kantor. Di situlah ia dan dua rekannya yang ikut keluar menerima telepon, mencatat permintaan, membukukan transaksi keuangan, dan lain-lain.

Lima bulan pertama tidak ada pemasukan, minus. Segala usaha mencari order ditambah doa sudah dilakukan. "Shalat, baca Yasin. Shalat, baca Yasin. Saking seringnya, saya hapal di luar kepala. Begitu terus selama setahun. Saya mintanya kesuksesan sama Yang Di Atas. Saya mau kaya supaya bisa bagi-bagi, bikin orang senang, dan supaya orang engga sirik sama saya." Akhirnya doa Roni terjawab, pesanan pengisian bahan bakar datang berturut-turut.

Tahun 2002 Roni melepaskan diri dari kerjasama dengan pemilik modal karena ia merasa dizalimi.
Lalu Roni mendirikan perusahaan baru dilandasi doa, "Ya Allah, mudah-mudahan perusahaan yang aku bawa ini bisa sampai ketitik paling atas, dan mudah-mudahan orang tahuu aku bukan menadahkan tangan, tapi bekerja keras yang tidak mengandalkan seseorang untuk mencari kesempatan."

"Waktu terima gaji pertama dia bilang ke saya, 'Mak, ini ada duit segini, ini buat Mamak, terus Roni mau sedekahin segini ke anak yatim, boleh Mak?' Selalu kalau gajian, ada bagian untuk anak yatim. Terus gaji berikutnya, dia izin untuk beli AC kredit di kamarnya. Abis itu AC buat saya. Seberapa pun dia dapat, walau sedikit, dia kasih saya. Selalu begitu," kata Ibunya. "Pokoknya saya benar-benar disenangkan oleh Roni. Saya engga pernah minta, tapi kesadarannya luar biasa. Pernah dia protes, 'Mak, minta apa kek ke Roni!?' Saya jawab, Mamak malu. Semuanya sudah Roni cukupkan. Mamak mau apalagi?"

"Setelah sukses, Roni pernah ketemu dengan orangtua saya dan saya ingetin mereka, 'Mom, Dad, do you remember Roni?' Mereka angkat topi. Mereka bangga anaknya tidak keliru memilih teman. Dude, you never know what is going to happen to people. You never know...!" kata Michael Bayu. "Waktu saya pindah kuliah dari Australia ke Singapura, Roni sudah mulai sukses. Saya ingat dia kasih uang dua ribu dollar, katanya buat jajan. Saya tolak, tapi dia maksa. Dia bilang, 'Demi persahabatan kita, geng'. Dan saya saksikan dia melejit dari tahun kke tahun.

Tahun 2007 dalam acara midnight sale di Butik Kanaya Tabitha ia berkenalan dengan seorang gadis bernama Feby Belinda. Tahun 2008 menikahinya lalu punya anak dan diberi nama Rofbell diambil dari gabung nama mereka. Tahun 2010, keduanya naik haji.

Kini Roni memiliki dua perusahaan; PT Ekasamudera Lima dan PT Ruwanda. Di rumah ibunya terpampang foto Roni dan kolega di berbagai event antara lain juara Formula Asia GP Super Sport 600cc di Sentul International Circuit (2007), juara I golf Asian Championship di Australia (2007). Latihan menembak bareng Irjen Nanan Sukarna, golf bareng Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Kalau dulu Roni anggota klub mobil karena montir, kini ia menjadi ketua Ferrari Owner's Club Indonesia (FOCI) karena memang memilikinya.

Saya ringkas dari buku yang belum usai dibaca, "AHMAD SAHRONI: Anak Priok Meraih Mimpi" oleh Fenty Efendy. Jakarta: RUAS, 2013.

Unbelievable!

Salam,
ZulTan, L, 53, Bogor

elth...@gmail.com

unread,
Oct 27, 2013, 2:11:06 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Zultan,
Impressive,
Kisah seorang Ahmad Sahroni, anak Periok asli Minang yg hidupnya begitu papa dan duafa, alhamdulillah, Allah membimbing Roni menjadi anak yg berguna, dan malah masuk keluarga papan atas dg jabatan menterng pemilik bbrp perusahaan, dan jabatan prestise sebagai ketua group pemilik mobil Ferrary yg konon harganya minimal Rp. 5 Milyar, wow.

Tapi yg bikin tulisan makin menarik, karena resensi pak Zulfan yg sangat rancak, urutannya runtut dan membuat saya makin penasaran mengulang ulang membacanya dan ingin membeli buku itu untuk koleksi dan juga akan dihadiahkan buat saudara dan teman2, itu adalh kebiasaan sy suka menghadiahkan buku.

Terimakasih pak Zulfan atas resensinya yg juga cukup melelahkan.

Salam,

Elthaf, hampia sepangkat dg pak Zulfan kini, alias hampia 53 th, he hee
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

iqbal rahman

unread,
Oct 27, 2013, 2:21:57 AM10/27/13
to rantau groups
Onde .... Dansanak Zultan
Ambo tanpa izin dari dunsanak Zultan ala ambo sharing se Ahmad Sahroni bukan cerpen ko ka kamar subalah kida dan suok ... Indak pangana mintak izin dek arok untuak kadibaco dek Anak kamanakan di kamar lain ... please Pak Zultan
Wss ,
iqbal

Powered by Telkomsel BlackBerry®

ZulTan

unread,
Oct 27, 2013, 2:43:40 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com

Dinda Elthaf, hehe... Ndak manakah panggia dinda walau ambo labiah gaek tigo bulan.

Ambo ka maniru lo untuk mambali babarapoo buku ko, ka dibagi-bagi lo ka dunsanak di kampuang. Ado ciek kamanako gaek, tiok urang kampuang kailangan lah kainyo se pandangan urang. Kini lah baraski taninyo, lah baonda, bisa lo maminjamkan pitih Rp 500.000 ka nan lain. Biasonyo kok ka rumah gaek, baju-baju bakeh nan dikumpuaannyo. Ciek lai kok ado anak anjing gai nan dimintaknyo, untuak panjago ladang, keceknyo.

Pak Iqbal, samo awak tu. Dek arok kababagi jo nan lain, alun sudah buku babaco, lah tagageh lo baotaan ka Palanta. Sainggo kalimaik-kalimaiknyo to the point sajo.

Pak Iqbal, agiahanlah ka anak kamanakan awak, untuang-untuang ado nan ka maniru. Tamasuak kamanakan awak nan tingga kelas dek sari ko ado. Tamasuak nan putuih hinggo SMA sajo.

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Oct 27, 2013, 2:55:53 AM10/27/13
to Rantau Net Rantau Net
Sanak Zultan, mohon izin ambo taruihkan ka anak-anak ambo.
Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

elth...@gmail.com

unread,
Oct 27, 2013, 2:57:56 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com
Kanda eh Pak ZulTan,
Mhn maaf, salah manulihkan namo apak ambo tadi. Ambo tulihkan Zulfan, harusnyo ZulTan.

Kalau baitu ambo samolah jo palk Iqbal, ambo minta izin malewakan ka biliak sabalah, untuak mamacu semangat anak kamanakan kito, bahwasonyo hiduik jan capek putuih aso, roni pernah satahun ndak dapek order.

Salut salut.

Salam,
Elthaf
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: elth...@gmail.com
Date: Sun, 27 Oct 2013 06:11:06
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: elth...@gmail.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Ahmad Sahroni

Pak Zultan,
Impressive,
Kisah seorang Ahmad Sahroni, anak Periok asli Minang yg hidupnya begitu papa dan duafa, alhamdulillah, Allah membimbing Roni menjadi anak yg berguna, dan malah masuk keluarga papan atas dg jabatan menterng pemilik bbrp perusahaan, dan jabatan prestise sebagai ketua group pemilik mobil Ferrary yg konon harganya minimal Rp. 5 Milyar, wow.

Tapi yg bikin tulisan makin menarik, karena resensi pak Zulfan yg sangat rancak, urutannya runtut dan membuat saya makin penasaran mengulang ulang membacanya dan ingin membeli buku itu untuk koleksi dan juga akan dihadiahkan buat saudara dan teman2, itu adalh kebiasaan sy suka menghadiahkan buku.

Terimakasih pak Zulfan atas resensinya yg juga cukup melelahkan.

Salam,

Elthaf, hampia sepangkat dg pak Zulfan kini, alias hampia 53 th, he hee
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "ZulTan" <zul...@yahoo.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sun, 27 Oct 2013 04:06:36
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Ahmad Sahroni


iqbal rahman

unread,
Oct 27, 2013, 3:26:00 AM10/27/13
to rantau groups
Pak Zultan jo Pak Eltaf sarato dunsanak kasadonyo.
True story bantuak iko paralu untuak spirit manampuah hiduik untuak labiah berhasil makonyo satalah mambaco posting tantang Ahmad Sahroni nan Pak Zultan kirim , angan-angan ambo alah tabang se untuak mem forward dek nilai juang dan moral rancak untuak di bagi ka anak kamanakan nan tagabuang ka group bbm ( 70 members 70 % masih dibawah 30 tahun ) dan fB kampuang nan beranggota 91.
Pak Zultan baa caro untuak mandapek bukunyo apo ala ado di jua di toko buku ?
Wss
Iqbal 60 L pdg
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: elth...@gmail.com

Lies Suryadi

unread,
Oct 27, 2013, 3:34:50 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com
Moga2 perusahaannya mendapat order dengan tidak melakukan praktek kong kalingkong, sebuah praktek yang berterima luas di negeri ini.
 
Salam,
Suryadi

ZulTan

unread,
Oct 27, 2013, 3:55:37 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com

Pak Iqal jan  baimbau Pak lo ka ambo.  Panggia namo selah.
Bia ndak jarak bana, ambo ba Kanda selah.

Kanda Iqbal,
Memang banyak pangajaran nan bisa diambiak dari kisah AS ko.  Inyo ndak panah marokok, apolai narkoba.  Indak lo minum-minum kareh.  Padahal lingkungannyo "alahurabi" (salang istilah Mak Lembang).

Sanak Eltha, kirimlah ka urang sabalah.  Ado nan ambo lupo, sanak wak ko main golf pulo jo rajo Jawa, nan baru baralek gadang kapatang.  Jan-jan sato lo liau ko jadi tamu undangan Hamengkubuwono X (Foto halaman 66).

Sekadar untuak gambaran ambo lampirkan 3 foto nan alah ambo paketek.


Salam
ZulTan, L, 53, Bogor




ahmad sahroni & mak.JPG
ahmad sahroni & kel.JPG
ahmad sahroni & komjen Nanan Sukarna.JPG

hamid_...@yahoo.com

unread,
Oct 27, 2013, 4:08:50 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com
Sanak Zultan,
Racikannya menarik dan enak dibaca.
Mau cari bukunya ah.
Salam,
Muchlis Hamid

Sent from my BlackBerry 10 smartphone.
From: ZulTan
Sent: Sunday, 27 October 2013 11:06 AM
Subject: [R@ntau-Net] Ahmad Sahroni

ZulTan

unread,
Oct 27, 2013, 4:21:41 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com

Hehe... Pak Muchlis pandai bana manghibur urang.

Sekalian manjawab Kanda Iqbal. Ambo mambalinyo di Gramedia salapeh shalat Jumaik kapatang haragonya Rp 55.000. Ambo cubo ago Rp 50.000 ndak bisa. Katonyo harago pas.

Cubo cari di Gramedia Padang mungkin ado.
Buku ko tabanyo: xviii + 131 halaman. Cukuik leba: 18 x 24 cm.


Salam,
ZulTan, L, 53, Bogor

Date: Sun, 27 Oct 2013 15:08:50 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Ahmad Sahroni

tasri...@banuacitra.com

unread,
Oct 27, 2013, 4:35:55 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com
"Lain saat Roni menyemir sepatu karyawan karyawan Pertamina Tongkang di jalan Yos Sudarso" 
Jan jan sipatu Da MM pernah di semir si Roni ko

Wassalam
Tan Ameh

elth...@gmail.com

unread,
Oct 27, 2013, 4:36:32 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Zulban,

Sabana jaleh dan jilah info pak ZulTan,

Nio lo ambo danga maatematika pak ZulTan tantang buku ko;
Kalau laweh bukunyo kini tu
18 CM x 24 CM x (18+131), he hee


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "ZulTan" <zul...@yahoo.com>
Date: Sun, 27 Oct 2013 08:21:41 +0000

ZulTan

unread,
Oct 27, 2013, 4:46:40 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com

Batua Tan Ameh.
Ambo pun bapikia saroman itu.

Tadinyo, namo amak si Roni ndak ambo tampilkan. Akhirnyo ambo tambahkan namo Hernawaty tu. Jan-jan kenal jo Da mm*** dek panah makan di kadai "Semangat Minang", soalnya urang ko saumua nampaknyo.


Salam,
ZulTan, L, 53, Bogor

Date: Sun, 27 Oct 2013 08:35:55

ZulTan

unread,
Oct 27, 2013, 5:18:28 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com


Hehe... Sanak Elthaf apo pulo nan ka dimatematikakan?

Sekadar info tambahan, ambo akses komunitasbambu.com malah manjua buku si Roni ko dengan hanyo Rp 44.000 (diskot 20%) tapi ambo ndak punyo pengalaman dengan komunitas iko.


Salam,
ZulTan, L, 53, Bogor

Date: Sun, 27 Oct 2013 08:36:32 +0000

Darwin Chalidi

unread,
Oct 27, 2013, 5:31:12 AM10/27/13
to Rantau Net

Ambo minta ijin copas yo supayo jadi motivasi anak2

Darwin Chalidi

ZulTan

unread,
Oct 27, 2013, 5:46:12 AM10/27/13
to rant...@googlegroups.com

Silakan Pak Darwin. Untuang-untuang bamanpaat.
Ambo pun sabananyo indak lo mintak izin ka Bu Fenty Effendy.



Salam,
ZulTan, L, 53, Bogor

From: Darwin Chalidi <dcha...@gmail.com>
Date: Sun, 27 Oct 2013 16:31:12 +0700
To: Rantau Net<rant...@googlegroups.com>

Aryandi Ilyas

unread,
Oct 28, 2013, 2:44:53 AM10/28/13
to rantaunet, alumnifmipaunand, alumnikimiaunand, Alumni_...@yahoogroups.com
Luar biasa, sangat inspiratif...
 
Izin ambo tuk meneruskan ka biliak subalah juo pak Zultan. Mudah2an muncul Ahmad Sahroni nan lainnyo........... :)
Wassalammu'alaikum wr. wb
Aryandi, 40th+, ciledug, tangerang
Tingkatkan Integritas Diri, Jalin Silahturrahim, Mari Bersinergi, Ayo Jemput Rezeki, Bantu Anak Negeri 


---------- Pesan terusan ----------
Dari: ZulTan <zul...@yahoo.com>
Tanggal: 27 Oktober 2013 11.06
Subjek: [R@ntau-Net] Ahmad Sahroni
Kepada: rant...@googlegroups.com

ZulTan

unread,
Oct 28, 2013, 3:04:47 AM10/28/13
to rant...@googlegroups.com


Jadih Yan. Untuang-untuang 10-15 tahun lai, katiko RN ulang tahun nan ka-30 atau 35 makin banyak anak-anak Minang nan "manjadi" sasuai jo doa Aryandi.

ZulTan

unread,
Oct 28, 2013, 3:23:21 AM10/28/13
to rant...@googlegroups.com

 Maaf Pak Saaf baru dibaleh.  Ruponyo tasakang di spam Pak Saaf.
Silakan Pak Saaf.  Semoga anak-anak Pak Saaf tambah maju.


Salam
ZulTan, L, 53, Bogor


Dari: Dr. Saafroedin Bahar. <saafroed...@rantaunet.org>
Kepada: Rantau Net Rantau Net <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Minggu, 27 Oktober 2013 13:55
Judul: Re: [R@ntau-Net] Ahmad Sahroni

Sri Yansen Tanjung

unread,
Oct 28, 2013, 3:31:43 AM10/28/13
to rant...@googlegroups.com, zul...@yahoo.com
mohon izin..untuk copas Pak

salam
Yansen

ZulTan

unread,
Oct 28, 2013, 3:40:24 AM10/28/13
to Sri Yansen Tanjung, rant...@googlegroups.com

Silakan Yansen.
Untuang-untuang baguno.


Salam,
ZulTan, L, 53, Bogor

From: Sri Yansen Tanjung <sri.y...@gmail.com>
Date: Mon, 28 Oct 2013 00:31:43 -0700 (PDT)
Subject: Re: Fwd: [R@ntau-Net] Ahmad Sahroni

ajo duta

unread,
Oct 28, 2013, 4:47:03 PM10/28/13
to rant...@googlegroups.com
Mokasih dinda ZulTan alah mambuek ringkasan kisa sukses si Roni.
Tantu banyak kisah sukses candoko, seperti Basko nan kabanyo cuma
tamek SD, Dahlan Iskan nan acok mangabek paruiknyo manahan litak
dan banyak lai.



-----------------------------------------------------------------------------------------------
"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini" (Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/10/28 ZulTan <zul...@yahoo.com>

ZulTan

unread,
Oct 28, 2013, 7:23:20 PM10/28/13
to rant...@googlegroups.com

Samo-samo, Ajo Duta.
Apo lah ado kisah sukses Basko, Jo? Ambo SMA, baliau ko masih jadi tukang jaik di Bombaru, Pakanbaru.



Salam,
ZulTan, L, 53, Bogor

From: ajo duta <ajo...@gmail.com>
Date: Tue, 29 Oct 2013 03:47:03 +0700

ajo duta

unread,
Oct 28, 2013, 8:00:16 PM10/28/13
to rant...@googlegroups.com
Zul, iko tentang Basko di Wikipedia


-----------------------------------------------------------------------------------------------
"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini" (Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/10/29 ZulTan <zul...@yahoo.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages