Mengapa Orang Minangkabau Sulit Bersatu ?

75 views
Skip to first unread message

Saafroedin Bahar

unread,
Mar 27, 2014, 6:39:01 PM3/27/14
to Rantau Net Rantau Net
Assalamualaikum w.w. para sanak sekalian. Di bawah iko ambo posting baliak surek ambo ka pakguruonline tahun 2006 nan lalu. Sasudah ambo baco-baco rasonyo maisih relevan untuak maso kini, karano sampai kini kito kan alun juo bisa bersatu lai. Samantaro tu nan dii urang lalu juo.
Sekedar untuak dikunyah-kunyah, Kok bamanfaat silakan ditindaklanjtui, kok diraso indak, anggap indak ado sajo.

--
Dr.Saafroedin Bahar
Male, 77 yrs, Jakarta

Pakgururuonline, 22 Oktober 2006.

 

Waalaikumsalam w.w. Dunsanak Zulifikri dan para netters,

 

Sambil mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1427, saya menyampaikan terima kasih atas pendapat Dunsanak, bahwa 'penyakit' tak mau bersatu itu bukan hanya terdapat pada urang Minang, tetapi juga pada bangsa Indonesia secara menyeluruh, dan faktor peyebabnya adalah metode mengajar yang mendorong anak-anak untuk bersifat nafsi-nafsi, saling 'ma-ikik-i'. Saya setuju dengan saran dunsanak agar anak-anak kita didik dengan metoda yang lebih mendorong kebersamaan.

 

Namun ada masalah yang belum terjawab, yaitu bagaimana kita menerangkan demikian kuatnya solidaritas etnik di antara dunsanak kita urang Aceh, urang Batak, urang Sunda, urang Dayak, urang Madura, atau urang Papua ? Solidaritas mereka ini bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam perbuatan ! Mereka kan juga dididik dengan didaktik dan metodik yang sama dengan orang Minang ? Jadi mungkin ada 'faktor x' pada urang Minang, yang menyebabkan ketidakmampuan untuk hidup bersama itu demikian menonjol, dan kebersamaan itu demikian musykil untuk terwujud sebelum 'faktor x' itu dirapikan terlebih dahulu. Saya telah mencoba membolak balik masalah ini, ujung-ujungnya kembali juga ke sistem nilai dan struktur sosial yang selain bukan saja memang tidak dirancang untuk bersatu tetapi juga demikian resisten untuk bersatu. Saya sedang memikir-memikir faktor apa yang menyebabkan hal itu. Sudah ada sih sekedar hipotesa, tapi biar saya simpan saja dulu. Sekedar sebagai perbandingan, saya menemukan hal yang sama pada suku Kerala di India (tentang mereka ini silakan lihat keterangannya di internet; saya mengutipnya dalam buku yang saya tulis bersama dengan Ir Mohammad Zulfan Tadjoeddin MA).

 

Apa mungkin 'faktor x' ini diatasi ? Jelas mungkin, dan sudah mulai dirintis sejak tahun 1945, yaitu dalam format negara kesatuan Republik Indonesia, dengan dasar negara Pancasila. Kita sukar bersatu sebagai urang Minang, karena kita lebih merasa sebagai urang Solok, urang Sulik Aia, urang Pariaman, atau urang Payakumbuh, namun mau tidak mau kita harus merasa menjadi orang Indonesia yang diikat dan terikat oleh hukum hukum positif nasional. Kita malah baru merasa menjadi urang Minangkabau di antara demikian banyak -- 1,072 pada Sensus tahun 2000 -- etnik-etnik lainnya di Indonesia. Ringkasnya, kita harus menepuh 'jalan berbelok' ('detour')  untuk menjadi urang Minangkabau, yaitu dengan melalui jalan menjadi urang Indonesia terlebih dahulu. Ini yang belum banyak di-'explore' oleh tokoh-tokoh Minang, dan yang saya coba untuk mendayagunakannya, kalau mungkin. Sekedar catatan, itu juga yang mungkin menyebabkan kita menjadi pendukung negara kesatuan yang gigih.

 

Sekian dahulu.

 

Wassalam,

Saafroedin Bahar.

 

Zulharbi Salim

unread,
Mar 27, 2014, 7:07:11 PM3/27/14
to RantauNet
Wassalamu'alaikum.

Pak Saaf NAH

Ambo kutipkan ucapan Buya HAMKA mengapa orang Minang sulit bersatu dan dipersatukan: “Urang Minang namuah bersatu untuk TIDAK bersatu”. Beliau tambahkan pepatah Minang: “Takuruang nak dilua, taimpik nah diateh“.

Sampai pabilo kito basatunyo Mak Datuak?

HZS+70



Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Saafroedin Bahar <drsaafroe...@gmail.com>
Date: Fri, 28 Mar 2014 05:39:01 +0700
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Mengapa Orang Minangkabau Sulit Bersatu ?
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

anwardjambak(alhaqirwalfaqir)

unread,
Mar 27, 2014, 7:32:38 PM3/27/14
to Rant...@googlegroups.com

Pak Saaf , Buya Zul dan sanak sapalanta nan dimuliakan

Mungkin dek banyak nan alun duduak masalah Adat jo Agamo dalam kehidupan urg Minangkabau.

Akibaiknyo Niniak Mamak jo Alim Ulama macam anjiang jo kuciang sajo, cadiak pandai lah kabinguangan, Bundo kanduang baibo hati, anak mudo mambaok diri, anak daro diasak urang lalu. Rumah Gadang lah tirih2.




Sangenek





Wassalam,

alhaqirwalfaqir,
anwardjambak L45+,
mudiak Pyk-Pku,
Kualalumpur,
kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),

"Maminteh Sabalun Hanyuik.!"

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

Zorion Anas

unread,
Mar 27, 2014, 7:37:11 PM3/27/14
to rant...@googlegroups.com

Pak Saaf dan sanak palanta nah.
Kenapa orang minang sulit bersatu? Karena orang minang adalah lebih bangga sbg single fighter, dibanding team fighter. Jadi sikap ego lebih menguasai diri dibanding common goal. Kebanggan orang minang bila pribadi sukses, walau orang kampuangnyo susah. Mungkin disitu leadership orang minang lemah. Tokoh2 lama spt hatta, syahrir, agus salim, m natsir lebih memikirkan public welfare dibanding kepentingan pribadi. Tapi kini nilai2 moral sdh berubah , "ambo dulu sampai kanyang, baru urang lain". Tks, salam.

rahyu...@rantaunet.org

unread,
Mar 27, 2014, 7:37:26 PM3/27/14
to rant...@googlegroups.com
tuo tuo RN nan ambo hormati,

Ambo maraso iko terlalu berlebihan....to say urang minangkabau sulit bersatu‎...

Kalau kito bisa manggunakan bahaso dari suduik pandang lain katoan lah dengan bahaso....kemandirian pribadi urang minangkabau...mungkin akan lebih positif.

Walaupun pado diskusinyo mengarah pado ketidakbersatuan individu, atau ketidakberaatuan kelompok region dsb.

Kalau kito bisa memandang itu sebagai energo positif kenapa tidak.

banyak maaf..

rahyussalim

Sent from my BlackBerry 10 smartphone.
  Original Message  
From: anwardjambak(alhaqirwalfaqir)
Sent: Friday, March 28, 2014 06:32
To: Rant...@googlegroups.com
Reply To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Mengapa Orang Minangkabau Sulit Bersatu ?
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Maturidi Donsan

unread,
Mar 27, 2014, 7:47:46 PM3/27/14
to rant...@googlegroups.com

Kd Saaf. Dd ZSA, nakan A DJ, ZSA pak Doto  dan sanak-sanak dipalanta

 

Tulisan Kd Saaf ko menarik untuk diurai atau diusai, dikaruak saabih-abih bangka, dikallia sampai kaurek, dijuluak sampai kapucuak ibarat manengok pohon bisa dicaliak, nan maa nan urek, batang, dahan dan rantiang.

 

Mungkin beko abih pamilu kd Saaf, tapi mano tahu alah ado juo nan punyo wakatu kiniko, mudah-han nanti  sato sadonyo tarutamo ilmuwan UNAND dan ahli adat satiok nagari, nan dakek dan selalu mainjakkan kaki di ranag Minangkabau.

 

Diarokkan sadonyo mambarikan pandapek/konstribusi mengenai nan di kamukokan kd itu.

 

Masalah nan kd kamukokanko kito usai sampai 100 kali atau labia  batimbang pauak kato di RN ko indak masalah do.

 

Saakitu dulu, minggu ko mungkin pikiran kito tatumpah untuak 9 April dimuko.

 

Wass,

 

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau



Pada 28 Maret 2014 06.37, <rahyu...@rantaunet.org> menulis:
tuo tuo RN nan ambo hormati,

Ambo maraso iko terlalu berlebihan....to say urang minangkabau sulit bersatu...

anwardjambak(alhaqirwalfaqir)

unread,
Mar 27, 2014, 7:49:16 PM3/27/14
to Rant...@googlegroups.com


Atau lah tamakan karma Sumpah!

Sumpah Satie Puncak Marapalam

"Ka ateh indak bapucuak, kabawah indak baurek tunggang, ditangah-tangah digiriak kumbang...!"



Sangenek lai

Andrinof A Chaniago

unread,
Mar 27, 2014, 8:19:18 PM3/27/14
to rant...@googlegroups.com
Asslmlkm, Pak Saaf.
Semoga bertambah para dunsanak yang merenungkan tulisan pendek tapi padat dari Pak Saat di bawah.
Salam hormat,

Andrinof A Chaniago (L/52-)



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.

Evy Nizhamul

unread,
Mar 27, 2014, 8:59:55 PM3/27/14
to rant...@googlegroups.com
Salam dokter Rahyus, 
pak Saaf nan ambo hormati dan sanak sapalanta nan di rahmati Allah. 

Ambo setuju jo pandapek dokter.. terlalu berlebihan untuk menilai urang minang untuk bersatu. Salamoko  di Palanta ko..., kalau lah bertujuan untuk " wa tawa shaubil haq watawa shaubil shabr " lai tampak kebersamaannyo. 

Tapi jiko mambahas " KUCIANG BALANG " .. iyo indak akan samo doh... Kok ado nan batanyo : 
" apo itu kuciang balang ? 
" manga jo jadi kuciang balang, 
" dima kuciang balang tuh ado ?.  
" kuciang balang kan kuciang juo ! Walaah..
Co kiek dosen batanyo ka Mahasiswanyo  jelang  1/2 jam lebih pintar dari mahasiswa. iyo awak nan jadi mahasiswa mangalah sajo dulu. Ka baa juo lai...

Kita orang Minang bisa bersatu !, tapi kendalanyo, sumber daya nan tasadio di awak nan selalu jadi masalah. Entah itu uang -- sdm -- kiek karajo -- dll. Dek awak ko sadonyo sadang mangakeh.. Labiah labiah nan mudo mudo atau usia produktif. 

Jadi manuruik ambo .. masih ado harapan. 

Baitulah pandapek ambo.

Salam,
 
3vy Nizhamul
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)


Ephi Lintau

unread,
Mar 28, 2014, 3:05:11 AM3/28/14
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf, salah satu organisasi masyarakat minang andalan kito seharusnya GEBU MINANG. baa kabanyo kini pak ?
kito baharok banyak ka GEBU MINANG, krno cakupannya minangkabau secara keseluruhan. tapi klu gebu minang lah diarak ka arah politik praktis..yo hilang harapan kito.

namun, persatuan masyarakat minang sangat kuat di level2 suku, atau daerah asal, tapi kalau sudah lintas suku, lintas daerah dan lintas kepentingan, baru sulit menyatukannya.

dalam organisasi sosial sarupo itu, peran ketua sangat penting, jiko ketua tidak banyak inisiatif, hanya manunggu sajo, ya bisa jalan di tampek, apalagi kly tidak didukung oleh orang2 yg berkompeten. baitu juo jo YPRN, harus ado pedoman kerjanya. sahinggo kita di palanta ko tahu apo sajo aktifitas YPRN, apo nan alah dilakukan, apo nan akan dilakukan, atau apo target nan ka dicapai, dll.

salam
ephi

Haswin Darwis

unread,
Mar 28, 2014, 4:23:11 AM3/28/14
to rant...@googlegroups.com
salam Pak Syaf sarato apak apak dan dunsanak dipalanta

salam satu minangkabau setelah saya membaca isi surat yg Pak Syaf tulis itu memang ada kebenaran nya ,kenapa orang minang tidak dapat bersatu dalam berapa perkara termasuk dalam ormas karena urang minang lebih suka bersaing sesama sendiri di dalam ormas oleh karena kita masih lagi ber puak2 bakampung kampung dan badaerah daerah.

saya adalah salah satu pendiri (pengasas) ormas di luar Indonesia sudah 15 tahun ormas ini didirikan bahkan ketum juga sudah silih berganti namun untuk menyatukan orang minang sampai saat ini belum tercapai juga berbagai cara dan formula yg sudah dilakasanakan untuk agar orang minang bersatu ....yah mungkin juga dalam palanta ini dapat memberikan kecerahan apa langkah dan ramuan untuk manjadikan orang minang bersatu  ye kalau bisa urang minang  bersatu pasti kita ada satu kekuatan untuk mencapai minang yang lebih sukses

 saya salah satu pendiri pengasas saya tidak punya cita cita untukn jadi KETUM ,tapi saya lebih suka mencari peminpin yg boleh menyatukan orang minang,namun sudah ada 5 orang ketum silih berganti tidak dapat juga bersatu bahkan  perpecahan terus berlaku diantara kita masyarakat minang ini, mula mula dia bergabung bersama dalam satu ormas hanya untuk mencari permula selepas dapat permula dia akan buat pula persatuan akhir nya persatuan yg sama punya konsep lahir macam cendawan tumbuh.
  • maka terjadilah perlumbaan anatara ormas minang  satu sama lain se olah satu perlumbaan mana (NAN PALIANG SANTIANG) mulai sang raja mengumpat sana mengumpat sini saliang tuding menuding akhir nya masyarakat luar bertepuk tangan tengok urang minang sesama sendiri bercakaran (maksud raja adolah rajo cimieh)
maaf saya sekarang ini sudah 15 tahun ormas ini saya dan rakan didrikan dulu hanya dapat dipertahankan supaya ormas ini tidak berkubur satu pengharapan kami agar generasi seterusnya dapat melastarian ormas ini kepada untuk menyatukan orang minang yang dilahirkan dibumi seberang ini.ormas ini didaftar dibawah (R.O.S) register Off society sebagai NGO bukan pamerintah(Kerajaan) ini adalah sebuah hadiah dan pusaka yg akan kami wariskan kepada anak anak kami yg lahir dibumi bertuah ini amin YRA

saiyo sakato kito basamo
hd st barbanso(piliang)
baso agam (kuala lumpur0



Zulharbi Salim

unread,
Mar 28, 2014, 8:54:42 AM3/28/14
to RantauNet
Sanak Nan di Rantau NAH.
Kok dicaliak di ranah kini lah banyak Rumah Gadang nan tirih. Bukannyo tirih lai lah runtuah. Di Nagari Limo Kaum, tampek bakumpuanyo saisuak Niniak Mamak rang Koto Piliang jo Bodi Chaniago, kini lah banyak nan runtuah.Tonggak Rumah Gadang 9 ruang masih tagak dg kokoh nan umuanyo antaro 100 - 200 thn, sayang atok ijuakny la takulapai, balumuik malah la habih di makan anai-anai kapuyuak. Kok naik kateh rumah ko lantainyo la lapuak, luluih ka bawah. Anehnyo, di kandangnyo la bagulimang cik jawi, baselamak peak jo baunyo indak tabedo.

Sanak, ko contoh Rumah Gadang di kampuang kini. Nan hebat nyo di laman atau disampiangnyo tagak Rumah Gedung nan dibangun dek sanak di rantau, tapi kosong..

Sakitu dulu, bisuak kito sambuang pulo..

HZS 70+
Laporan pandangan mato langsuang dari Ranah nan tacinto.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Haswin Darwis <haswind...@gmail.com>
Date: Fri, 28 Mar 2014 16:23:11 +0800
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: Mengapa Orang Minangkabau Sulit Bersatu ?

asmun sjueib

unread,
Mar 29, 2014, 8:56:21 AM3/29/14
to rant...@googlegroups.com
Aww. Palanta n.a.h.,
Topik dan judul tsb. cukuik menarik karano nan dimakasuik barangkali adolah keberhasilan individu dalam menapak professionalisme masing2 dapaeik berhasil dengan baik. Mungkin pemahaman bersatu adolah dalam caro membangun baliek Minangkabau baa kito dapeik bersatu padu menelurkan program2 yang implemented untuk Nagori misalnya dengan pembahagian tugas secara professional dst. Memang paralu wak perbincangkan di Palanta manakala ado hal2 nan memang dipersamokan dan ego personal/individu harus kalah atau mengalah untuk kepentingan Minangkabau, maybe.
Wass.
Haasma (Lk/69/Depok)

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsub...@googlegroups.com.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages