MENANTI ANAK DARO

13 views
Skip to first unread message

Hanifah Damanhuri

unread,
Feb 22, 2013, 10:38:31 AM2/22/13
to rantaunet

MENANTI ANAK DARO

 

Barangkali karena dulu

Jodoh salingka Nagari

Adatpun dirancang sedemikian rupa

Ada pesta di rumah anak Daro

Ada pesta di rumah Marapulai

Intinya saling berbagi bahagia

Saling mengenal anggota keluarga sepesukuan

Dari masing-masing pihak yang berbesan

 

Sepekan menjelang pernikahan

Di rumahku berkumpul mamak-mamak dan ibu-ibu sepesukuanku

Ramai juga dunsanakku ternyata

Sudah lama sekali aku tak pernah berkumpul begini

Bahkan diantara mamak-mamak ada yang baru kukenal namanya

Seperti rapat panitia kalau di kota

Mamak-mamak dan ibu-ibu berkumpul untuk berbagi tugas

Sekaligus menentukan kapan mulai bekerja

Kapan melepas Marapulai

Kapan  menanti anak Daro

 

Persiapan menanti anak Daro

Telah membikin sibuk dunsanakku

Semua kegiatan dimusyawarahkan dulu

Ketika terjadi sesuatu diluar perkiraan

Keputusan tetap dilakukan oleh beberapa orang

Sehingga tak ada yang menanggung resiko sendiri

Ketidaksempurnaan penyambutan

Akan menjadi malu sepesukuan

 

Pada saat berkumpul bersama inilah

Terasa manfaat raso dan pareso

Ditengah dunsanak sepesukuan

Benar-benar berlaku

Duduk sama rendah

Tegak sama tinggi

Saling dengar mendengarkan

Saling melupakan sejenak

Kalau ada silang sengketa dalam dada

Semua saling seia sekata

Membela nama pesukuan

Indahnya kebersamaan

 

Ketika persiapan menanti anak Daro sudah rapi

Ada utusan dari suku kami yang datang kerumah anak Daro

Datanglah anak Daro jo Marapulai

Diiringi rombongan ibu-ibu berbaju  serupa pengantin

Tetapi tidak memakai sunting

Dari jauh orang bisa melihat

Itu adalah rombongan pengantin

Indah dan mewah tampaknya

 

Sesampai di rumahku

Anak Daro dan Marapulai duduk bersanding

Di pelaminan yang sudah disiapkan

Rombongan ibu-ibu pengiring pengantin

Disambut dan dilayani dengan makan bajamba

Masing-masing jamba

Ditemani tuan rumah

 

Usai menyambut rombongan pengantin

Pengantin di tinggal atas permintaan kami

Rombongan pengiring pengantin turun

Mulailah para tamu berdatangan

Alahmdulillah

Semua berjalan dengan sukses

 

Terimakasih dunsanakku semuanya

Yang telah rela berpayah-payah jadi sapangka

Bahagia rasanya berada di tengah dunsanak

Namun panggilan tugas yang terbengkalai

Belum selesai penat

Masih terpasang tenda

Rumah terpaksa kami tutup kembali

Berharap mohon dimaafkan kekhilafan kami

Berharap semoga kita berkumpul lagi dilain kesempatan

Berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua

Aamiin ya Rabbal Alamin

 

 

Padang, 22 Februari 2013

 

 

 

Hanifah Damanhuri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages