August 12, 2014
BANGUN MUSEUM KERETA API — PARIAMAN – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman bekerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumbar sepakat mengembangkan akses transportasi kereta api. Bahkan, di Pariaman telah direncanakan pembangunan sebuah museum kereta api.
Untuk kebutuhan pembangunan museum dibutuhkan sebuah lokomotif uap untuk dijadikan monumen. Wakil Walikota (Wawako) Pariaman, Genius Umar dan sejumlah jajaran dinas terkait serta Vice Presiden PT. KAI Divre II Sumbar, Zulkarnaen beserta jajaran, Sabtu dan Minggu (9-10/8) melakukan kunjungan ke Desa Lipek Kain, Kampar, Riau melihat lokomotif uap sisa penjajahan yang ada di daerah tersebut.
Wawako Genius mengatakan, lokomotif uap aset PT. KAI tersebut rencananya akan diupayakan bisa diangkut ke Pariaman guna mendukung rencana pembangunan museum kereta api. Namun, karena kondisi loko yang telah hancur dan tak memungkinkan direhabilitasi, pihaknya membatalkan rencana memakai loko tersebut.
“Informasi keberadaan lokomotif uap di Lipek Kain didapat dari pihak PT. KAI Sumbar. Setelah kita lihat langsung, ternyata kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Sebagian besar besi bagian loko hilang dicuri orang tak bertanggung jawab dan dijual kiloan,” kata Genius Umar.
Selanjutnya akan mengupayakan bisa mendapatkan loko uap yang ada di daerah lain. Museum kereta api rencananya akan dibangun di lokasi Stasiun Kereta Api Pariaman. Museum tersebut selain upaya pelestarian sejarah perkeretaapian, sekaligus sebagai bagian dari pengembangan pariwisata, khususnya potensi wisata sejarah.
Ditambahkan, pengembangan akses layanan kereta api dengan mengaktifkan kembali jalur rel sampai ke Stasiun Nareh serta rencana pembangunan museum, telah dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau MoU antara Pemko Pariaman dan PT. KAI Divre II Sumbar.
Sebagai tindak lanjut, PT. KAi dalam beberapa pekan terakhir telah mulai melakukan pembenahan dan pembersihan jalur rel kereta api sepanjang 7 kilometer dari Stasiun Pariaman menuju Stasiun Nareh. Tahap awal jalur rel tersebut diupayakan bisa ditempuh dengan lori biasa.
Masa kejayaan
Sementara, Vice President PT. KAI Divre II Sumbar, Zulkarnaen mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana Pemko Pariaman dalam mengembangkan akses layanan kereta api kemudian merencanakan membangun museum kereta api di Pariaman. Selaku operator, pihaknya akan memfasilitasi rencana tersebut.
“Kita apresiasi rencana Pemko Pariaman mengembangkan akses layanan kereta api dan rencana pembangunan museum. Kunjungan ke Lipek Kain melihat keberadaan lokomotif uap salah satu bentuk kerja sama kita. PT. KAI akan fasilitasi rencana Pemko tersebut,” ujar Zulkarnaen.
Nantinya tiga stasiun yang ada di Pariaman yakni Stasiun Kurai Taji, Stasiun Pariaman dan Stasiun Nareh akan dijadikan kawasan heritage. Lahan yang ada akan dibenahi dan dibebaskan dari bangunan liar. Pembenahan jalur rel Pariaman akan dilaksanakan 2015.
Zulkarnaen berharap, kebijakan mengaktifkan kembali jalur rel kereta api yang digagas Pemko Pariaman hendaknya jadi motivasi dan ditiru pemerintah daerah lain, termasuk Pemprov Sumbar. Dengan demikian, jalur kereta api yang selama ini ‘mati suri’ di Sumbar bisa diaktifkan kembali.
Pihaknya di PT. KAI berharap, semua jalur rel kereta api di Sumbar bisa ‘dihidupkan’ kembali. Mulai dari Padang sampai ke Limapuluh Kota, Padang sampai ke Sijunjung. Sehingga, ke depan jasa kereta api bisa jadi alternatif moda transportasi massal guna mengurangi beban angkutan jalan raya. (301)
--
Wassalam
Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola