Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

317 views
Skip to first unread message

Andiko

unread,
Oct 2, 2011, 5:52:22 AM10/2/11
to RantauNet
Kalau soal yang "begituan" nagari awak alah kanai wabah pulo, ko
beritanyo

Salam

andiko


Home » Regional » Sumatera
Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar
Tribunnews.com - Minggu, 25 September 2011 11:47 WIB

Laporan Fernando, Kontributor Tribunnews.com di Sumatera Barat
TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Video panas pelajar beredar dan menghebohkan
Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Video tersebut diperankan
sepasang kekasih yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Video yang direkam oleh pasangan muda itu, memperlihatkan mereka
melakukan hubungan suami istri dengan durasi kurang lebih 8 menit 47
detik. Adegan itu mereka rekam di sebuah pondok di kawasan Ketaping,
Padang Pariaman. Dalam video itu DR sedang mengenakan seragam olahraga
SMAN 8 Padang.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMAN 8 Padang, Djanawir, mengatakan, DR
(18), pemeran video panas tersebut memang siswi sekolah itu. Siswi
kelas XII IPA 2 itu telah diberhentikan oleh pihak sekolah, karena
tindakan asusila yang diperbuatnya.

"Ia memang siswi kami, tapi sudah kami keluarkan dari sekolah," jelas
Djanawir.

Sedangkan pemeran pria di video itu, siswa salah satu SMK di Kabupaten
Padang Pariaman berinisial R. (*)

Editor: Harismanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat
m.tribunnews.com

Ambiar Lani

unread,
Oct 2, 2011, 9:30:19 AM10/2/11
to rant...@googlegroups.com, saaf...@yahoo.com, farhan muin, mocht...@yahoo.com, taufiq rasjid, andi ko, refrizal, ambo...@gmail.com, asril tanjung, zulhendri chaniago
Aduh.......! ndak dapek dek awak mangecek lai ~ baa bana kadisabuik. Hari ini pak Andiko memposting berita tentang video porno seorang pelajar sma, kurang lebih seminggu yang lalu sanak Syaf.AL memposting berita tentang tarian stritis, kaduo-duonyo tajadi di nagari yang masyhur dengan pandangan hidup masyarakatnya; "Adat basandi syarak ~ Syarak basandi kitabullah ~ Syarak mangato adat mamakai"

Fenomena apa sebenarnya yang sedang dihadapi dan melanda kehidupan sosial urang awak? Banyak aspek dan segi sebenarnya yang sedang mengalami degradasi, dan proses degradasi itu telah berlangsung sejak lama, pelan tapi pasti. Dan inilah klimaknya yang kita saksikan hari ini. (Dan maaf jangan-jangan yang mecuat ini hanyalah puncak dari sebuah gunung es nan sadang malando kampuang kito).

Wahai Pemda Propinsi Sumbar, wahai Pemda Kabupaten-Kota se-Sumbar, Wahai LKAM Sumbar, Wahai MUI Sumbar, Wahai kaum terpelajar-terdidik propinsi Sumbar......dll, apakah yng demikian akan dibiarkan saja atau akan dicarikan terobosan dan solusinya..?

Wassalam
Ambiar Lani,
59/L/Jakarta-Bekasi


From: Andiko <andi....@gmail.com>
To: RantauNet <rant...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, October 2, 2011 8:52 PM
Subject: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Video tersebut diperankan
sepasang kekasih yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Video yang direkam oleh pasangan muda itu, memperlihatkan mereka
melakukan hubungan suami istri dengan durasi kurang lebih 8 menit 47
detik. Adegan itu mereka rekam di sebuah pondok di kawasan Ketaping,
Padang Pariaman. Dalam video itu DR sedang mengenakan seragam olahraga
SMAN 8 Padang.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMAN 8 Padang, Djanawir, mengatakan, DR
(18), pemeran video panas tersebut memang siswi sekolah itu. Siswi
kelas XII IPA 2 itu telah diberhentikan oleh pihak sekolah, karena
tindakan asusila yang diperbuatnya.

"Ia memang siswi kami, tapi sudah kami keluarkan dari sekolah," jelas
Djanawir.

Sedangkan pemeran pria di video itu, siswa salah satu SMK di Kabupaten
Padang Pariaman berinisial R. (*)

Editor: Harismanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat
m.tribunnews.com

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/


sjamsir_sjarif

unread,
Oct 2, 2011, 10:26:32 AM10/2/11
to rant...@googlegroups.com
Wabah saroman ko kito bukan disebarkan oleh anak-anak awak tu, tapi oleh pembejat-pembejat nan memproduksi dan menyebarkan tontonan itu. Anak-anak tu pasti dibujuak dibari pitih dek tukang-tukang tangkulak bejat tu.

Sacaro retrospeksi, Jan ditarget salahkan anak sikola jo guru-gurunyo, mereka innocence, indak badoso. Anak-anak tu pasti dibujuak pitih. Nan paralu diungkik dicabuik akarnyo adolah para pembawa musibah bejat ko, bukan anak-anak kito nan paralu samo-samo kito paliharo pandidikannyo ...

-- Nyiak Sunguik

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Oct 2, 2011, 12:46:00 PM10/2/11
to Ambiar Lani, rant...@googlegroups.com, farhan muin, mocht...@yahoo.com, taufiq rasjid, andi ko, refrizal, ambo...@gmail.com, asril tanjung, zulhendri chaniago
Pak Ambiar, kalau diperhatikan berbagai tanggapan terhadap kasus-kasus ini ada dua persamaan yang menyolok, yaitu 1) bahwa sesungguhnya hal ini bukan hal yang baru, dan 2) sikap masyarakat kita terhadap kasus-kasus ini bagaikan 'angek-angek cirik ayam'. 
Jika kita renungkan baik-baik, sesungguhnya akar penyebabnya adalah pada kenyataan bahwa Minangkabau itu sudah banyak mengalami perubahan, termasuk pergantian generasi. Kita -- generasi senior - ingin agar hal-hal yang baik dari Minangkabau lama tetap kita pertahankan, dengan cara memberikan pembekalan kepada seluruh unsur terkait.
Tidak mudah dan tidak bisa cepat memang. Hambatannya lumayan banyak. Namun seperti dikatakan pepatah Cina: " Perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama". Mungkin bukan kita yang menyelesaikan 'perjalanan' ini, namun walau dengan tertatih-tatih, dengan mengucapkan 'bismillah' kita bersama dengan rekan-rekan sefaham sudah mengambil langkah pertama.
Wassalam,
SB.

Sent from my iPad


sjamsir_sjarif

unread,
Oct 3, 2011, 3:13:06 AM10/3/11
to rant...@googlegroups.com
Aaa baitu! Para penjahat bejat ko nan harus disosoh, disigi sampai ke semua jaringan dan akar-akarnyo. Terang pihak-pihak sarupo iko nan anti dan mengotori budaya awak ...

Sabtu, 01 Oktober 2011
Perekam Video Mesum Jadi Tersangka
Padang - RK, 17, perekam video mesum yang menghebohkan Kota Padang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Ia diganjar dengan Undang-Undang Pornografi oleh penyidik pelayanan perempuan dan anak (PPA) Polresta Padang.
Dalam minggu ini, berkas pemeriksaan tersangka diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

.. dst. caliak:
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=8655

-- Nyiak Sunguik

--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Wabah saroman ko kito bukan disebarkan oleh anak-anak awak tu, tapi oleh pembejat-pembejat nan memproduksi dan menyebarkan tontonan itu. Anak-anak tu pasti dibujuak dibari pitih dek tukang-tukang tangkulak bejat tu.
>
> Sacaro retrospeksi, Jan ditarget salahkan anak sikola jo guru-gurunyo, mereka innocence, indak badoso. Anak-anak tu pasti dibujuak pitih. Nan paralu diungkik dicabuik akarnyo adolah para pembawa musibah bejat ko, bukan anak-anak kito nan paralu samo-samo kito paliharo pandidikannyo ...
>
> -- Nyiak Sunguik
>

satria satriadi

unread,
Oct 3, 2011, 2:57:43 AM10/3/11
to rant...@googlegroups.com, Ambiar Lani, farhan muin, mocht...@yahoo.com, taufiq rasjid, andi ko, refrizal, ambo...@gmail.com, asril tanjung, zulhendri chaniago
aslkm wr wb
ko nagari kito makin hari makin buruk sen mah oi mamak .uda 2 uni 2 kasado alahe 
marilah kito basamo 2 managak an balik  ranah minang ko nan bapanduan adat basandi
saraq sarak basandi kitabbullah . kalau ado yang manantang sipak an ajo dari ranah minang
kalau paralu baka ajo hiduik 2

P
SATRIADI.JAMBAK
    BATAM.67
 LACIANO. GROUP
**BUKITTINGG**

Anzori

unread,
Oct 3, 2011, 4:04:56 AM10/3/11
to rant...@googlegroups.com
Peranan orang tua dalam mengawasi anaknya sudah lemah, mungkin terlalu sibuk mencari uang dan mengabaikan nilai nilai perlindungan yang agamis. Sumatra Barat sudah tidak beda dengan provinsi lain dan sudah menganut adat barat. Mau bicara apalagi tentang ABS SBK? Deteriorating culture of Minangkabau? Lebih banyaklah berdoa ......
 

From: Andiko <andi....@gmail.com>
To: RantauNet <rant...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, October 2, 2011 4:52 PM
Subject: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Video tersebut diperankan
sepasang kekasih yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Video yang direkam oleh pasangan muda itu, memperlihatkan mereka
melakukan hubungan suami istri dengan durasi kurang lebih 8 menit 47
detik. Adegan itu mereka rekam di sebuah pondok di kawasan Ketaping,
Padang Pariaman. Dalam video itu DR sedang mengenakan seragam olahraga
SMAN 8 Padang.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMAN 8 Padang, Djanawir, mengatakan, DR
(18), pemeran video panas tersebut memang siswi sekolah itu. Siswi
kelas XII IPA 2 itu telah diberhentikan oleh pihak sekolah, karena
tindakan asusila yang diperbuatnya.

"Ia memang siswi kami, tapi sudah kami keluarkan dari sekolah," jelas
Djanawir.

Sedangkan pemeran pria di video itu, siswa salah satu SMK di Kabupaten
Padang Pariaman berinisial R. (*)

Editor: Harismanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat
m.tribunnews.com

Arman Bahar

unread,
Oct 3, 2011, 5:14:21 AM10/3/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Yoooo maariii....!
Tapi baa caronyo..nan efektif?


Dari: satria satriadi <satria....@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Cc: Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>; farhan muin <farha...@ymail.com>; "mocht...@yahoo.com" <mocht...@yahoo.com>; taufiq rasjid <taufiq...@rantaunet.org>; andi ko <andi....@gmail.com>; refrizal <refriz...@yahoo.co.id>; "ambo...@gmail.com" <ambo...@gmail.com>; asril tanjung <menara...@yahoo.com>; zulhendri chaniago <zulhend...@yahoo.com>
Dikirim: Senin, 3 Oktober 2011 13:57
Judul: Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

Sutan Sinaro

unread,
Oct 4, 2011, 11:45:34 AM10/4/11
to rant...@googlegroups.com
Pak Ambiar,... panek bana mamakiak-makiak ...
terobosannyo ciek se tu nyo pak...
Berlakukan syariat Islam,.... salasai masalah.
Kalau indak,... aaa tunggu se lah bala,... mungkin labiah gadang dari itu...
 
Wassalam
 
St. Sinaro


--- On Sun, 2/10/11, Ambiar Lani <rang...@yahoo.com> wrote:

Ambiar Lani

unread,
Oct 4, 2011, 11:35:49 PM10/4/11
to rant...@googlegroups.com, stsi...@yahoo.com, ambiar lani
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Engku Guru Sutan Sinaro yth,

Memberlakukan Syariat Islam (ambo lebih suka menulisnya dengan spesifik; "Hukum Pidana Islam"), mungkin salah satu alternatif yang dapat ditawarkan, karena menurut hemat kami "Hukum Pidana Islam" tersebut memiliki beberapa kelebihan dan keunggulan ataupun keistimewaan yang sama sekali tidak dimiliki oleh Hukum Pidana Biasa atau boleh juga kita sebut sebagai Hukum Pidana Barat (karena hukum tersebut dari sanalah referensinya yang paling banyak).

Beberapa kelebihan dan keunggulan ataupun keistimewaan dari Hukum Pidana Islam tersebut antara lain adalah bahwa Hukum Pidana Islam itu berlandaskan atas azas kejujuran, kebenaran dan keadilan. Apakah Hukum Pidana Biasa/Barat itu demikian juga?

Yang kedua Hukum Pidana Islam itu mengandung muatan azas kependidikan yang bersifat luas dan menyeluruh (holistic, meminjam istilah pak Mochtar Naim) Sebagai contoh misalnya dalam kasus tindak pidana pencurian ada kemungkinan siterdakwa dibebaskan dari hukuman (misalnya hukum potong tangan tsb) ~ tentu dengan melihat kepada kasusnya secara cermat dan konfrehensif oleh hakim yang ahli dalam perkara yang ia tangani. Sementara bagi para pencuri yang memang harus dijatuhi hukuman potong tangan, pelaksanaan hukuman tersebut juga bersifat sangat mendidik tidak saja bagi terpidana tapi juga untuk masyarakat luas.

Namun masalahnya sekarang kan terletak pada opini yang cenderung telah dibentuk menjadi image oleh "pihak lain" bahwa kalau mencuri tersebut hukumnya potong tangan, menghilangkan nyawa orang lain dihukum dengan hukuman mati. Kan tidak sesederhana begitu menyimpulkannya.

Kelebihan yang ke tiga dari Hukum Pidana Islam itu adalah dari segi biaya yang justeru sangat murah sekali dalam pelaksanaannya yang tidak mungkin ditemukan dalam Hukum Pidana Biasa/Barat. Prakiraan kami seandainya Hukum Pidana Islam itu diterima sebagai hukum positif nasional sangat bisa anggaran belanja Kementerian Hukum dan HAM akan menurun dengan sangat drastis.

Tetapi karena kita hadir di tengah masyarakat luas atau dengan perkataan lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tentu ada baiknya kita tawarkan dan kita undang kepada seluruh para ahli hukum dan para ahli disiplin ilmu yang berhubungan dengan hal tersebut (terutama dari kalangan Islam sendiri terlebih dahulu) untuk melakukan kajian dan pendalaman terhadap Hukum Pidana Islam itu dengan jujur dan objektif sejauh mana Hukum Pidana Islam itu dapat diterapkan dalam hukum pidana nasional.

Atau dengan perkataan lain menurut terminologi masyarakat Minangkabau ~ lakukanlah terlebih dahulu marauak sahabih ghaung - manyigi sahabih lakuang ~ sehingga sampai kepada kebenaran yang hakiki (objektif) terhadap kebenaran dan keunggulan Hukum Pidana Islam tersebut, dan dengan terlebih dahulu  menanggalkan kepentingan sektorial dalam berbagai bentuk dan dimensinya.

Akan halnya ".......... bala, mungkin nan labiah gadang dari itu...", menurut hemat kami adalah sesuatu yang tidak boleh dianggap remeh dan sapele, karena berkaca kepada sejarah peradaban umat manusia itu sendiri, bala (bencana) yang paling dahsyat adalah banjir di masa nabi Nuh dan gempa bumi di negeri Sodom (di masa nabi Luth). Betapa dahsyatnya banjir di masa nabi Nuh tersebut dapat dibayangkan ~ tidak ada lagi bukit dan gunung yang tinggi yang tidak tenggelam, semuanya ada di bawah permukaan air. Anak nabi Nuh sendiri adalah seorang yang tidak terselamatkan karena memilih lari ke atas sebuah puncak bukit, ketimbang masuk ke dalam perahu nabi Nuh.

Demikian juga dengan bencana gempa bumi di negeri Sodom (di masa Nabi Nuh). Begitu dahsyatnya gempa tersebut permukaan bumi terangkat ke atas kemudian terbalik dan mengubur seluruh penduduk negeri tersebut ke dalam perut bumi. Barangkali tidak berlebihan bila dikatakan bahwa berbagai gempa bumi yang pernah meluluh-lantakkan negeri ini masih dapat di kategorikan kecil bila dibandingkan dengan gempa di negeri sodom tersebut. Atau dengan perkataan lain, Tuhan baru saja mengetarkan sedikit saja bumi yang kita pijak kita sudah merasakan sendiri beratnya beban penderitaan. Apalagi kalau IA guncangkan...., masyaallah........... ~ naudzubillah!

Ke dua bencana besar tersebut sama sekali tidak terlepas dari pengingkaran yang dilakukan oleh umat nabi Nuh dan nabi Luth pada masa tersebut. Dan patut menjadi catatan kita bersama bahwa sunnatullah tersebut tidak akan pernah bergeser sedikitpun.

Barangkali sebagai seorang awam, demikian yang dapat kami sampaikan berkenaan dengan topik yang sedang diperbincangkan di halaman kita ini. Terlebih dan terkurang; tasingguang dek naiak ~ talando dek lalu, mohon dibukakan banyak pintu maaf. Billahitaufiq walhidayah.

Wassalam,

Ambiar Lani
(59/L/Jkt-Bekasi)


Catatan: Bagi dunsanak yang ingin menelusuri cerita gempa negeri Sodom tersebut dipersilakan membuka QS Surat Al-Ankabut (29) : 31 - 34, Surat Al-Hijr (15) ; 73 -75. Terima Kasih. 


From: Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, October 5, 2011 2:45 AM

Syafrinal Syarien

unread,
Oct 5, 2011, 12:14:16 AM10/5/11
to rant...@googlegroups.com
Pak Ambiar;

Harus diakui secara objektif bahwa "Hukum Pidana Islam" tersebut juga mengandung kelemahan, yakni: tidak bisa dibalikkan (irreversible).
Contohnya: jika terpidana sudah dijatuhi hukuman mati atau potong tangan, ternyata di kemudian hari ditemukan bukti baru bahwa dia tidak bersalah. Apakah bisa dikembalikan nyawanya? Atau disambung lagi tangannya yang sudah kudung itu?

Memang hukum syariah diturunkan Allah SWT, tapi proses peradilannya dijalankan oleh manusia juga. Dan selagi manusia yang menjalankan proses peradilan itu, jangan harap bisa dihasilkan sesuatu yang ideal. Proses peradilan thd TKI kita di Saudi bisa jadi contoh untuk masalah ini.

Arab News melaporkan betapa "blood money" menjadi bisnis menggiurkan bagi keluarga korban pembunuhan. Walau Nabi SAW menganjurkan untuk memaafkan, tapi orang lebih tergiur dengan duit ketimbang ganjaran di akhirat nanti.

Jadi prinsip hukum yang berlandaskan kejujuran, kebenaran, dan keadilan, saya rasa tak akan kita dapati di dunia ini selagi proses peradilan itu masih dijalankan oleh manusia juga. Tak peduli apakah acuannya hukum barat, hukum adat, eropa kontinental, anglo-saxon, bahkan hukum syariah sekali pun.

Untuk hukum yang berdasarkan kejujuran, kebenaran, dan keadilan yang hakiki, saya rasa kita hanya bisa berharap di peradilan Allah SWT di akhirat nanti...

Wassalam;
Syafrinal 41/Sorowako


From: Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "stsi...@yahoo.com" <stsi...@yahoo.com>; ambiar lani <rang...@yahoo.com>
Sent: Wednesday, October 5, 2011 11:35 AM

Subject: Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

Sutan Sinaro

unread,
Oct 5, 2011, 4:59:16 AM10/5/11
to rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum. w.w.
 
Mohon maaf  ambo indak bisa manulih panjang-panjang dek karano sadang basitungkin
pulo ko mah. Tapi tanggapan tulisan ambo nan pendek dari pak Ambiar mambuek ambo
"surprise" jo kemampuan dunsanak kito ko. Jadi indak salah pulo dulu usulan duduak
sameja ka urang-urang tuo kito sarupo pak Mochtar jo pak Saaf tu untuak dipaiyokan.
Alah tapek tu mah, sabab ambo paham bana nan dimukasuik baliau ko.
    Ka sanak Syafrinal (Inal), ambo katokan, kelemahan nan sarupo itu nan indak pernah
tajadi dalam hukum Islam. Aaa sabab ?, dek karano dalam hukum Islam si pendakwa
musti datang jo "burhan" atau bahaso awaknyo, bukti. Kalau bukti indak kukuh, indak
dengan mudahnyo mangarek tangan urang doh sanak.
Takah manuduah urang bazina,... aiii jan main-main,... ampek saksi jo mato nan tarang
mancaliak. Mato "lamur" atau mato rang gaek indak bisa ditarimo doh. Dan indak sekedar
mancaliak sajo tu do, tapi yakin bana bahaso tanampak bak kecek Umar ra., "sarupo
jarum masuk ke dalam sipat" (nampak bana jarum mancucuak kain tu). Kalau sekedar
duduak-duduak se, alun lai tu do. Batigo tanampak, nan ciek ragu-ragu, eh ndak jadi doh.
Malah nan kanai beko urang nan manuduah.
aaa... baitu. Jadi indak sumbarang hukum dijatuahkan doh. 
Nan paralu bana disadari bahaso, hukum ko datang dari Sang Pencipta manusia, nan tau
sipaik-sipaik kulikaik manusia, tau jo kurenah manusia, sahinggo dima sajo lubang kelemahan tu alah tatutuik dengan kehendak-Nyo. Tingga di awak yakin atau indak.
Dan tentang keyakinan ko indak main-main. Indak yakin jo satu huruf sajo dalam
al-Qur-an ... baa hukumnyo ?. Ambo maleh manyabuik, tanyo se lah ka guru-guru.
Singan iko dulu... maaf ambo sadang takaja pulo, beko kito sambuang.
 
Wassalam
 
St. Sinaro


--- On Tue, 4/10/11, Syafrinal Syarien <ssya...@yahoo.com> wrote:

Ambiar Lani

unread,
Oct 5, 2011, 12:43:49 PM10/5/11
to rant...@googlegroups.com, stsi...@yahoo.com, ssya...@yahoo.com, ambiar lani
Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masyaallah........., terus terang ambo sangat kagum dari narasi kaduo dunsanak kito ko. Namun demikian untuk pak Syafrinal Syarien perkenankan kami memberikan sedikit catatan bahwa tidaklah mungkin Hukum Pidana Islam tersebut mempunyai kelemahan irreversible seperti yang engku kemukakan tersebut.

Kalau terjadi hal yang demikian, masalahnya tentu bukan karena kelemahan hukum Islam itu sendiri seperti yang sanak kemukakan tersebut, tetapi adalah pada proses pelaksanaannya. Hukum (dalam hal ini Hukum Pidana Islam) dengan hukum acara pidana adalah dua masalah yang berbeda. Kalau sampai terjadi kesalahan pengambilan keputusan oleh hakim misalnya ~ sudah dapat dipastikan ada sesuatu yang salah atau keliru dalam proses peradilan tersebut. Hal ini tidak boleh terjadi dalam penerapan Hukum Pidana Islam, karena hukum itu harus berlandaskan kepada azas kejujuran ~ kebenaran dan keadilan.

Siapapun yang terlibat dan ataupun berhubungan dengan sistem peradilan Islam, hakim, jaksa, ataupun saksi, haruslah datang dengan semangat kejujuran untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan yang hakiki bagi semua pihak. Saksi haruslah dapat menerangkan dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya apa yang ia ketahui tentang si terdakwa. Tidak boleh sedikitpun kebenaran yang ia ketahui ia sembunyikan, walaupun ia bersaksi untuk keluarga terdekat sendiri. Demikian juga dengan jaksa, ia dituntut untuk membuktikan dengan prinsip-prinsip kejujuran berkenaan dengan dakwaan yang ia sampaikan. Demikian juga hakim dituntut memiliki kemampuan menggali dengan sejelas-jelasnya dengan prinsip-prinsip kejujuran berkenaan dengan perkara yang ia tangani

Sent: Wednesday, October 5, 2011 7:59 PM
Subject: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

--

Sutan Sinaro

unread,
Oct 5, 2011, 2:12:41 PM10/5/11
to rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum. w.w.
 
Sanak ambo pak Ambiar Lani jo dunsanak kasadonyo nan adang adok di Palanta ko.
 
Sungguh suatu pemikiran "nan boneh" yang bapak keluarkan walau hanya dari sentilan
kata yang sedikit dari saya hingga membuat saya "surprise" dan menyebabkan
perasaan tidak enak bila tidak membahasnya. Sebuah tinjauan yang sebetulnya meminta
buah pikiran dari "urang-urang gadang" yang ada di Palanta ini dan kaum cerdik pandai,
bijak cendekia dari seluruh seantero dunia yang ikut di Palanta ini, baik yang ber plat hitam
atau yang ber plat merah.
   Dari saya mungkin tidak pula terlalu banyak, dan bisa pula diketepikan bila ada
pemikiran yang jernih yang lebih maju yang patut di ketengahkan diantara saudara-saudara
kita. Alhamdulillah wa syukurilah, karena masih ada dan mungkin banyak tapi ragu-ragu
dan malu-malu, orang-orang yang berpikiran seperti pak Ambiar.
  Pak Ambiar jo dunsanak kasadonyo.
Tinjauan Syari'ah dengan menyebutnya sebagai Hukum Pidana Islam mungkin ada
benarnya bila kita menyorot pada satu sisi kriminalitas saja. Akan tetapi hukum syar'i
(syari'ah) tidak hanya menyangkut urusan kriminalitas semata. Kenapa demikian ?, karena
hukum ini saling kait berkait antara satu dengan lainnya. Istilah keren pak Mochtar adalah
Integral dan Holistik. Hukum yang mengatur dari hal yang sekecil-kecilnya sampai kepada
hal yang sebesar-besarnya. Istilah di kita, dari urusan masuk wc sampai kepada kepala
negara.
   Istilah Sir Bernard Shaw, "a complete civilization", maknanya "sebuah peri
kehidupan yang lengkap dalam berbangsa dan bernegara" ("dalam berbangsa dan
bernegara" istilah P4). Kenapa demikian (kenapa sekali lagi) ?. Karena hukum ini
diturunkan dari sang Penguasa jagad raya yang telah menciptakan alam raya dan mengerti
serta paham betul bagaimana fitrah (kelakuan, behavior, kulikaik, perangai) alam ciptaan-
Nya. Sebuah scenario yang memang sudah diatur dari Lauhul Mahfudz sana, akan
tetapi ...
"kaliilun mimma tasykuruun", sedikit sekali diantara kamu yang berterima kasih.
Buktinya, ternyata masih ada yang ragu-ragu, bahkan tidak percaya bahwa hukum ini akan
mampu mengatasi segalanya, mengatasi segala persoalan diantara ummat manusia
maupun alam semesta. As-Syaikh Ahmad deedat pernah mengatakan "This is the solution
for all the problem you face in all countries, wether in United State, Canada, United
Kingdom, Germany, France etc. etc." (Ini adalah penyelesaian untuk semua persoalan
yang kamu hadapi, baik di negara Amerika Serikat, Kanada, Inggeris, Jerman, Perancis
dan sebagainya dan sebagainya). Apalagi di kita yang memang mayoritas penduduk
beragama Islam.
  Persoalannya sekarang adalah, seberapa jauh hukum ini, maupun perangkatnya pernah
dikaji dan diulang kaji untuk diguna pakai (istilah Malaysia) dalam sebuah negara yang
bernama Indonesia. Apakah kita akan tetap berada dalam "kerangkeng" dengan istilah
"Konstitusi" (Konstitusional dan Inkonstitusional) dimana perangkat hukum yang kita punya
setelah puluhan tahun merdeka tidak mampu mengatasi berbagai persoalan ?. Padahal
Konstitusi itu sendiri memberi ruang gerak untuk dapat memperbaiki, menyempurnakan
bahkan mengubah semua perangkat hukum untuk menjadi lebih baik (baca aturan
peralihan dan aturan tambahan UUD 45). Sementara di belahan  bumi barat sana,
demonstrasi menegakkan hukum syari'ah sudah demikian maraknya (lihat di youtube
tentang "sharia law", Inggeris, Jerman, Perancis, Amerika, Belanda, Denmark, Norwegia dll).
  Jika skop diperkecil lagi, sebutlah Minangkabau atau lebih tepatnya Sumatera Barat yang
kononnya mempunyai adaik basandi sarak, sarak basandi kitabullah, yang memastikan
bahwa bukan orang Minang jika tidak Islam, apakah juga tidak mampu menerima dan
mengguna pakai hukum ini ?. Sudah sebegitu jauhkan kita dari apa yang disebut "iman",
yang salah satunya adalah percaya kepada Allah dengan semua karakter-Nya (dari sipaik
nan duo puluah sampai kepada segala ciptaan-Nya dan aturan-aturan-Nya). Sudah
sebegitu jauhkan kita dari yang namanya "Syahadah", yakni sebuah penyaksian bahwa
tiada yang patut mendominasi kita kecuali Allah ?. Sudah sebegitu jauhkan kita sehingga
kita mau didominasi oleh anasir-anasir yang lain, padahal anasir lain itu adalah ciptaan-Nya
jua ?. Apakah kita tidak menyembah anasir lain itu namanya, padahal hukum menyembah
makhluk adalah syirik ?.
(Istilah perkataan "Tuhan" dari ilmu Theologi-nya pak Hendrawan (dosen agama ITB 1979) :
Tuhan adalah ex bagi seseorang dimana ex sangat penting dan dipentingkan dan ia mau
didominasi oleh ex, limit delta te menuju tak terhingga, ex adalah satu. (hihi sesuai dengan
hukum limitnya pak Zultan)).
  Ini lah persoalan kita pak Ambiar jo dunsanak kasadonyo. Sudah semestinya semua
orang Minang memikirkannya, dari nan ba plat hitam sampai ka plat merah (kok indak
buliah disabuik dari tukang sabik rumpuik sampai ka kepala daerah). Tiada lain yang dapat
menyelesaikan persoalan kita  kecuali kembali kepada hukum-hukum-Nya.
Dan ingatlah kita semua nanti akan ditanya seorang demi seorang mengenai hal ini (dari
tukang sabik rumpuik tadi sampai ka Gubernur bahkan Presiden).
 
"Wa innaHu ladzikrul laka wa  liqaumika, fasaufatus aluun".
 
"Dan sunguh (Qur-an) ini adalah sebuah kemulian bagimu dan bagi kaummu, dan kelak
kamu semua akan dimintai pertanggung jawaban." (QS:43:44)
 
Lai takao isuak di padang mahsyar ?....
 
Billahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 
 
 
.

alang palabah

unread,
Oct 5, 2011, 7:08:51 PM10/5/11
to rant...@googlegroups.com
sato ciek sanak di palanta.
hukum memang paralu adoh, hukum pidana islam/syariat islam atau hukum
pidana lainnyo.
tapi manuruik ambo, salain ado hukum nan paralu bana diparatian adalah
pola pendidikan/tarbiyat dalam keluarga dimulai sajak anak dalam
kandungan bahkan dimulai sajak sabalun manikah.
sabalun manikah islam lah maajaan awak untuak badoa mandapekkan anak2
nan shaleh. katiko ka campua jo istri, harus dimulai pulo jo doa.
katiko lah jadi anak dalam paruk ibu, disarankan pulo banyak-banyak
badoa. lah layia anak tu harus didik jo contoh nan rancak dan
senantiasa mandokan anak. dalam Al-Quran disuruah "yaa ayyuhallaziina
aamanu kuu anfusakum wahlikum naara" hai orang orang nan bariman,
jagolah diri kamu jo anak-anak kamu dari api narako.
jadi sabalum maaja an ka anak2 awak, perbaiki dulu diri awak
surang-surang. jago akhlak awak. jalankan parentah Allah Taala,
tinggakan laranganNyo. karajoan apo nan nyo contohkan dek Nabi kito
Nabi Muhammad SAW, tinggakan nan indak Liau contohkan.
cuma sayang proses nan baitu kadang-kadang banyak nan lupo atau banyak
nan indak tau.
mulailah sesuatu jo caro nan elok, jalani jo caro nan elok, pasti
hasilnyo elok pulo.
baitu pulo dalam barumah tanggo.

salam,
Yos, L, 33, Tanjuang, asa Solok, tingga di Bengkayang-Kalbar


Pada tanggal 05/10/11, Ambiar Lani <rang...@yahoo.com> menulis:

Mochtar Naim

unread,
Oct 5, 2011, 8:55:10 PM10/5/11
to rant...@googlegroups.com, stsi...@yahoo.com, ssya...@yahoo.com, ambiar lani

Sdr StSinaro, Ambiar Lani, Syarien, dkk,
 
     Sudah waktunya kita memang memikirkan sisi pelaksanaan dari hukum syariah Islam itu bagi orang Islam sendiri di Indonesia ini secara kaffah, holistik dan integral itu. Apalagi mayoritas terbesar dari penduduk Indonesia adalah orang Islam sendiri. Tidak masalah kalau sesuai dengan tata aturan demokrasi ala Barat yang kita pakai itu Islam diberlakukan secara kaffah, holistik dan integral itu untuk orang Islam sendiri manakala orang Islam menginginkan. Itu yang kita saksikan di negara tetangga kita sendiri, Malaysia, kendati orang Islamnya hanya lebih sedikit dari separuhnya, tetapi syariat Islam berjalan secara kaffah dan bahkan negaranya sendiri adalah Negara Islam.
     Namun di Indonesia tercinta ini sayangnya selama ini kita tidak hanya berhadapan dengan kelompok minoritas non-muslim yang logis kalau  tidak menginginkan syariah Islam berjalan secara kaffah, holistik dan integral itu walau hanya bagi ummat Islam saja. Kendati sila pertama P adalah Ketuhanan YME, yang jika konsekuen hanya Islam yang diakui di NKRI ini, tetapi yang muslim sekalipun termasuk yang tidak setuju jika Islam dan syariah Islam itu dilaksanakan secara kaffah etc di bumi Nusantara ini. 
     Sejauh ini hanya ada dua partai Islam di MPR RI yang menginginkan terlaksananya syariat Islam bagi ummat Islam secara bernegara, yaitu PPP dan PBB. Sementara yang lain2nya menolak atau bermencak. Aneh, yang menolak itu termasuk yang dari kelompok pendukung Muhammadiyah dan NU sendiri melalui partai2 mereka: PKB, PAN dan PKS.
     Di balik semua itu memang pangkal balanya adalah karena adanya dua cara berfikir yang tidak bisa dikompromikan di antara sesama ummat Islam sendiri, yaitu yang satu: yang sinkretis yang berpola J,  dan yang satu lagi yang sintetis, yang berpola M, seperti yang selama ini saya konstatasikan.
     Kelompok sinkretik yang berpola J memperlakukan semua agama sebagai sama (sedaya agami sami kemawon), karenanya Indonesia tidak mungkin dan bahkan tidak boleh menjadi Negara Islam, kendati mayaoritas terbesar penduduk beragama Islam sekalipun. Kita ini, orang Minang, dan orang Melayu umumnya, termasuk yang berorientasi sintetis yang berpola M. Kendati wilayahnya luas tetapi penduduknya sedikit, sementara yang berpola J wilayahnya sedikit tetapi penduduknya terbanyak.
     Orang Minang sekalipun karena menempatkan diri sebagai kelompok minoritas di persada politik Indonesia ini juga bermuka dua. Di satu sisi berpola sintetik tetapi di sisi lain, demi survival juga ikut arus, berpola sinkretik. Apalagi partai politik yang mereka dukung selama ini adalah Golkar yang berorientasi sinkretik dan bahkan sekuler.
     Lalu ada lagi kelompok blasteran dari kaum intelektual muslim yang menamakan diri sebagai kelompok liberal. Pada hal kebanyakan mereka keluaran sekolah2 agama sebelumnya. Tapi karena melanjutkan studinya ke negerinya Uncle Sam lalu melacurkan diri menjadi kelompok liberal. [Saya sendiri, kendati belajar Islam di McGill Univ, Montreal, Kanada, dan PhD candidate di NYU, New York, dan pernah juga di Univ of Michigan di Ann Arbor, insya Allah tidak terpengaruh].
     Nah, kawan2, siapkah kita mengusahakan agar syariat Islam berlaku untuk ummat Islam sendiri secara kaffah, holistik, integral, di bumi tercinta ini? Ini tugas pokok kita dalam rangka persalinan generasi ini. 
     Salam, MN.  
 
 
From: Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "stsi...@yahoo.com" <stsi...@yahoo.com>; "ssya...@yahoo.com" <ssya...@yahoo.com>; ambiar lani <rang...@yahoo.com>
Sent: Wednesday, October 5, 2011 11:43 PM
Subject: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar
Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masyaallah........., terus terang ambo sangat kagum dari narasi kaduo dunsanak kito ko. Namun demikian untuk pak Syafrinal Syarien perkenankan kami memberikan sedikit catatan bahwa tidaklah mungkin Hukum Pidana Islam tersebut mempunyai kelemahan irreversible seperti yang engku kemukakan tersebut.

Kalau terjadi hal yang demikian, masalahnya tentu bukan karena kelemahan hukum Islam itu sendiri seperti yang sanak kemukakan tersebut, tetapi adalah pada proses pelaksanaannya. Hukum (dalam hal ini Hukum Pidana Islam) dengan hukum acara pidana adalah dua masalah yang berbeda. Kalau sampai terjadi kesalahan pengambilan keputusan oleh hakim misalnya ~ sudah dapat dipastikan ada sesuatu yang salah atau keliru dalam proses peradilan tersebut. Hal ini tidak boleh terjadi dalam penerapan Hukum Pidana Islam, karena hukum itu harus berlandaskan kepada azas kejujuran ~ kebenaran dan keadilan.

Siapapun yang terlibat dan ataupun berhubungan dengan sistem peradilan Islam, hakim, jaksa, ataupun saksi, haruslah datang dengan semangat kejujuran untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan yang hakiki bagi semua pihak. Saksi haruslah dapat menerangkan dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya apa yang ia ketahui tentang si terdakwa. Tidak boleh sedikitpun kebenaran yang ia ketahui ia sembunyikan, walaupun ia bersaksi untuk keluarga terdekat sendiri. Demikian juga dengan jaksa, ia dituntut untuk membuktikan dengan prinsip-prinsip kejujuran berkenaan dengan dakwaan yang ia sampaikan. Demikian juga hakim dituntut memiliki kemampuan menggali dengan sejelas-jelasnya dengan prinsip-prinsip kejujuran berkenaan dengan perkara yang ia tangani

From: Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "stsi...@yahoo.com" <stsi...@yahoo.com>; ambiar lani <rang...@yahoo.com>
Sent: Wednesday, October 5, 2011 11:35 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Engku Guru Sutan Sinaro yth,
Memberlakukan Syariat Islam (ambo lebih suka menulisnya dengan spesifik; "Hukum Pidana Islam"), mungkin salah satu alternatif yang dapat ditawarkan, karena menurut hemat kami "Hukum Pidana Islam" tersebut memiliki beberapa kelebihan dan keunggulan ataupun keistimewaan yang sama sekali tidak dimiliki oleh Hukum Pidana Biasa atau boleh juga kita sebut sebagai Hukum Pidana Barat (karena hukum tersebut dari sanalah referensinya yang paling banyak).
Beberapa kelebihan dan keunggulan ataupun keistimewaan dari Hukum Pidana Islam tersebut antara lain adalah bahwa Hukum Pidana Islam itu berlandaskan atas azas kejujuran, kebenaran dan keadilan. Apakah Hukum Pidana Biasa/Barat itu demikian juga?

Yang kedua Hukum Pidana Islam itu mengandung muatan azas kependidikan yang bersifat luas dan menyeluruh (holistic, meminjam istilah pak Mochtar Naim) Sebagai contoh misalnya dalam kasus tindak pidana pencurian ada kemungkinan siterdakwa dibebaskan dari hukuman (misalnya hukum potong tangan tsb) ~ tentu dengan melihat kepada kasusnya secara cermat dan konfrehensif oleh hakim yang ahli dalam perkara yang ia tangani. Sementara bagi para pencuri yang memang harus dijatuhi hukuman potong tangan, pelaksanaan hukuman tersebut juga bersifat sangat mendidik tidak saja bagi terpidana tapi juga untuk masyarakat luas.
 
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

joel_...@yahoo.co.id

unread,
Oct 5, 2011, 8:49:07 PM10/5/11
to RantauNet

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>
Date: Thu, 6 Oct 2011 00:43:49 +0800 (SGT)
Subject: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

Ahmad Ridha

unread,
Oct 5, 2011, 9:56:22 PM10/5/11
to rant...@googlegroups.com
2011/10/5 Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>
Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,
 
Masyaallah........., terus terang ambo sangat kagum dari narasi kaduo dunsanak kito ko. Namun demikian untuk pak Syafrinal Syarien perkenankan kami memberikan sedikit catatan bahwa tidaklah mungkin Hukum Pidana Islam tersebut mempunyai kelemahan irreversible seperti yang engku kemukakan tersebut.

Kalau terjadi hal yang demikian, masalahnya tentu bukan karena kelemahan hukum Islam itu sendiri seperti yang sanak kemukakan tersebut, tetapi adalah pada proses pelaksanaannya. Hukum (dalam hal ini Hukum Pidana Islam) dengan hukum acara pidana adalah dua masalah yang berbeda. Kalau sampai terjadi kesalahan pengambilan keputusan oleh hakim misalnya ~ sudah dapat dipastikan ada sesuatu yang salah atau keliru dalam proses peradilan tersebut. Hal ini tidak boleh terjadi dalam penerapan Hukum Pidana Islam, karena hukum itu harus berlandaskan kepada azas kejujuran ~ kebenaran dan keadilan.


Pak Ambiar, sebelumnya saya berprasangka baik bahwa kita semua, sebagai muslim, sepakat bahwa syari'at Islam adalah hukum yang wajib diterapkan oleh setiap muslim sesuai dengan posisinya masing-masing.

Kemudian, mengenai masalah pelaksanaan, perlu diingat bahwa hukum pidana Islam tidak dapat dilepaskan dari aspek Islam lainnya, sehingga saya lebih suka menyebutnya syari'at Islam. Oleh karena itu, masalah ini juga terkait dengan keimanan terhadap akhirat dan peradilan oleh Yang Maha Adil. Manusia memiliki batasan-batasan, seperti hanya dapat menilai dari yang zhahir, sehingga tidak mungkin sepenuhnya lepas dari kesalahan, termasuk dalam proses pengambilan keputusan hukum. Yang penting adalah metode pengambilan keputusan tersebut haruslah sesuai dengan tuntunan syari'at. Seorang hakim yang mengikuti tuntunan syari'at mendapat dua pahala untuk putusan yang benar dan satu pahala untuk putusan yang salah.

Sebagai contoh, bisa saja para saksi berdusta atau ada barang bukti yang dipalsukan/dihilangkan, sehingga menghasilkan keputusan yang salah. Di sini bukanlah kesalahan hukum dan bukan pula kesalahan hakim. Kita meyakini bahwa orang yang dusta tersebut akan mendapat balasan dari Allah Ta'aala di dunia atau di akhirat; begitu pula, orang yang dihukum karena dusta itu pun ada mendapat ganjaran di dunia atau di akhirat.

Allahu Ta'aala a'laam.

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

sjamsir_sjarif

unread,
Oct 6, 2011, 12:58:22 AM10/6/11
to rant...@googlegroups.com
Tadinya saya terkejut dengan pemakaian kata "ganjaran" dalam kalimat Angku Ahmad Ridha:

".... karena dusta itu pun ada mendapat ganjaran di dunia atau di akhirat."

Sayangnya, kata "ganjaran" itu sendiri punya dua makna yang berlawanan:
1. hadiah (sebagai pembalas jasa)
2. hukuman; balasan

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Oct 05, 2011
--- In Rant...@yahoogroups.com, Ahmad Ridha <ahmad.ridha@...> wrote:
>
> 2011/10/5 Ambiar Lani <rang_kito@...>

sjamsir_sjarif

unread,
Oct 6, 2011, 10:42:13 AM10/6/11
to rant...@googlegroups.com
Ganjaran. Kata Terjepit antara Hadiah dan hukuman.
http://www.suarapembaruan.com/home/dua-kali-mobil-pemadam-kebakaran-kota-la-dipakai-untuk-film-porno/12122
-- MakNgah

--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Tadinya saya terkejut dengan pemakaian kata "ganjaran" dalam kalimat Angku Ahmad Ridha:
>
> ".... karena dusta itu pun ada mendapat ganjaran di dunia atau di akhirat."
>
> Sayangnya, kata "ganjaran" itu sendiri punya dua makna yang berlawanan:
> 1. hadiah (sebagai pembalas jasa)
> 2. hukuman; balasan
>
> Salam,
> --MakNgah
> Sjamsir Sjarif
> Oct 05, 2011
> --- In Rant...@yahoogroups.com, Ahmad Ridha <ahmad.ridha@> wrote:
> >
> > 2011/10/5 Ambiar Lani <rang_kito@>

Asmardi Arbi

unread,
Oct 6, 2011, 10:48:04 AM10/6/11
to rant...@googlegroups.com, stsi...@yahoo.com, ssya...@yahoo.com, ambiar lani
Assalamu'alaiku wr.wb.
 
Walaupun indak taimbau , ambo sato manyalo saketek.
Kebetulan tadi siang  di TV-ONE  saya menyaksikan wawancara Deanova dengan Ketua PB NU KH Syaid Agil Siraj tentang  kekerasan atasnama agama. Menurut penjelasan pak Kiyai tsb. baik dalam Al Qur'an maupun al Hadist tidak ada perintah untuk membentuk Negara Islam dan tidak ada negara didunia yang betul2 100 % menjalankan Syari'at Islam.  Pada Piagam Madinah sangat ditekankan oleh Nabi adanya kesamaan hak tanpa memandang mayoritas dan minoritas. Baa pulo kiro2 komentar dunsanak kasadonyo, mohon pencerahan.
 
Wassalam  
 Asmardi Arbi  (70 /72, Tangsel )

Sent: Thursday, October 06, 2011 7:55 AM
Subject: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar


Sdr StSinaro, Ambiar Lani, Syarien, dkk,
 
     Sudah waktunya kita memang memikirkan sisi pelaksanaan dari hukum syariah Islam itu bagi orang Islam sendiri di Indonesia ini secara kaffah, holistik dan integral itu. Apalagi mayoritas terbesar dari penduduk Indonesia adalah orang Islam sendiri. Tidak masalah kalau sesuai dengan tata aturan demokrasi ala Barat yang kita pakai itu Islam diberlakukan secara kaffah, holistik dan integral itu untuk orang Islam sendiri manakala orang Islam menginginkan. Itu yang kita saksikan di negara tetangga kita sendiri, Malaysia, kendati orang Islamnya hanya lebih sedikit dari separuhnya, tetapi syariat Islam berjalan secara kaffah dan bahkan negaranya sendiri adalah Negara Islam.
     Namun di Indonesia tercinta ini sayangnya selama ini kita tidak hanya berhadapan dengan kelompok minoritas non-muslim yang logis kalau  tidak menginginkan syariah Islam berjalan secara kaffah, holistik dan integral itu walau hanya bagi ummat Islam saja. Kendati sila pertama P adalah Ketuhanan YME, yang jika konsekuen hanya Islam yang diakui di NKRI ini, tetapi yang muslim sekalipun termasuk yang tidak setuju jika Islam dan syariah Islam itu dilaksanakan secara kaffah etc di bumi Nusantara ini. 
     Sejauh ini hanya ada dua partai Islam di MPR RI yang menginginkan terlaksananya syariat Islam bagi ummat Islam secara bernegara, yaitu PPP dan PBB. Sementara yang lain2nya menolak atau bermencak. Aneh, yang menolak itu termasuk yang dari kelompok pendukung Muhammadiyah dan NU sendiri melalui partai2 mereka: PKB, PAN dan PKS.
     Di balik semua itu memang pangkal balanya adalah karena adanya dua cara berfikir yang tidak bisa dikompromikan di antara sesama ummat Islam sendiri, yaitu yang satu: yang sinkretis yang berpola J,  dan yang satu lagi yang sintetis, yang berpola M, seperti yang selama ini saya konstatasikan.
     Kelompok sinkretik yang berpola J memperlakukan semua agama sebagai sama (sedaya agami sami kemawon), karenanya Indonesia tidak mungkin dan bahkan tidak boleh menjadi Negara Islam, kendati mayaoritas terbesar penduduk beragama Islam sekalipun. Kita ini, orang Minang, dan orang Melayu umumnya, termasuk yang berorientasi sintetis yang berpola M. Kendati wilayahnya luas tetapi penduduknya sedikit, sementara yang berpola J wilayahnya sedikit tetapi penduduknya terbanyak.
     Orang Minang sekalipun karena menempatkan diri sebagai kelompok minoritas di persada politik Indonesia ini juga bermuka dua. Di satu sisi berpola sintetik tetapi di sisi lain, demi survival juga ikut arus, berpola sinkretik. Apalagi partai politik yang mereka dukung selama ini adalah Golkar yang berorientasi sinkretik dan bahkan sekuler.
     Lalu ada lagi kelompok blasteran dari kaum intelektual muslim yang menamakan diri sebagai kelompok liberal. Pada hal kebanyakan mereka keluaran sekolah2 agama sebelumnya. Tapi karena melanjutkan studinya ke negerinya Uncle Sam lalu melacurkan diri menjadi kelompok liberal. [Saya sendiri, kendati belajar Islam di McGill Univ, Montreal, Kanada, dan PhD candidate di NYU, New York, dan pernah juga di Univ of Michigan di Ann Arbor, insya Allah tidak terpengaruh].
     Nah, kawan2, siapkah kita mengusahakan agar syariat Islam berlaku untuk ummat Islam sendiri secara kaffah, holistik, integral, di bumi tercinta ini? Ini tugas pokok kita dalam rangka persalinan generasi ini. 
     Salam, MN.  
 
 
From: Ambiar Lani rang...@yahoo.com

 
From: Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, October 5, 2011 7:59 PM
Subject: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar
Assalaamu'alaikum. w.w.
 
 
aaa...
 
 
:

 
 
 
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

sjamsir_sjarif

unread,
Oct 6, 2011, 11:14:01 AM10/6/11
to rant...@googlegroups.com
Sabalun ado nan malapehi tanyo Angku Asmadrdi Arbi, Kok dapek ambo manjapuik kato nan taicia saketek:


"Nah, kawan2, siapkah kita mengusahakan agar syariat Islam berlaku untuk ummat Islam sendiri secara kaffah, holistik, integral, di bumi tercinta ini? Ini tugas pokok kita dalam rangka persalinan generasi ini.
> Salam, MN."

Ambo raso Angku Mochtar Naim mamakai kato nan agak tinggi (fancy) nan mungkin kurang dapek dipahami dek pambaco umum, Kito nan Basamo, nan jaleh tamasuak ambo. Kok buliah Pak Mochtar tolong carahkan saketek untuak Kami nan Basamo apo sabananyo arati atau nan dimukasuik jo ungkapan kata-kata:
"kaffah, holistik, integral"
dalam kalimat nan ambo kutip di ateh tu?

Tarimo kasih,
Salam
-- Nyiak Sunguik
Sjamsir Sjarif
Oct 06, 2011

--- In Rant...@yahoogroups.com, "Asmardi Arbi" <asmardi.arbi@...> wrote:
>
> Assalamu'alaiku wr.wb.
>
> Walaupun indak taimbau , ambo sato manyalo saketek.
> Kebetulan tadi siang di TV-ONE saya menyaksikan wawancara Deanova dengan Ketua PB NU KH Syaid Agil Siraj tentang kekerasan atasnama agama. Menurut penjelasan pak Kiyai tsb. baik dalam Al Qur'an maupun al Hadist tidak ada perintah untuk membentuk Negara Islam dan tidak ada negara didunia yang betul2 100 % menjalankan Syari'at Islam. Pada Piagam Madinah sangat ditekankan oleh Nabi adanya kesamaan hak tanpa memandang mayoritas dan minoritas. Baa pulo kiro2 komentar dunsanak kasadonyo, mohon pencerahan.
>
> Wassalam
> Asmardi Arbi (70 /72, Tangsel )
>
>
> From: Mochtar Naim
> Sent: Thursday, October 06, 2011 7:55 AM
> To: rant...@googlegroups.com
> Cc: stsinaro@... ; ssyarien@... ; ambiar lani
> Subject: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar
>
>
>
>
> Sdr StSinaro, Ambiar Lani, Syarien, dkk,
>
> Sudah waktunya kita memang memikirkan sisi pelaksanaan dari hukum syariah Islam itu bagi orang Islam sendiri di Indonesia ini secara kaffah, holistik dan integral itu. Apalagi mayoritas terbesar dari penduduk Indonesia adalah orang Islam sendiri. Tidak masalah kalau sesuai dengan tata aturan demokrasi ala Barat yang kita pakai itu Islam diberlakukan secara kaffah, holistik dan integral itu untuk orang Islam sendiri manakala orang Islam menginginkan. Itu yang kita saksikan di negara tetangga kita sendiri, Malaysia, kendati orang Islamnya hanya lebih sedikit dari separuhnya, tetapi syariat Islam berjalan secara kaffah dan bahkan negaranya sendiri adalah Negara Islam.
> Namun di Indonesia tercinta ini sayangnya selama ini kita tidak hanya berhadapan dengan kelompok minoritas non-muslim yang logis kalau tidak menginginkan syariah Islam berjalan secara kaffah, holistik dan integral itu walau hanya bagi ummat Islam saja. Kendati sila pertama P adalah Ketuhanan YME, yang jika konsekuen hanya Islam yang diakui di NKRI ini, tetapi yang muslim sekalipun termasuk yang tidak setuju jika Islam dan syariah Islam itu dilaksanakan secara kaffah etc di bumi Nusantara ini.
> Sejauh ini hanya ada dua partai Islam di MPR RI yang menginginkan terlaksananya syariat Islam bagi ummat Islam secara bernegara, yaitu PPP dan PBB. Sementara yang lain2nya menolak atau bermencak. Aneh, yang menolak itu termasuk yang dari kelompok pendukung Muhammadiyah dan NU sendiri melalui partai2 mereka: PKB, PAN dan PKS.
> Di balik semua itu memang pangkal balanya adalah karena adanya dua cara berfikir yang tidak bisa dikompromikan di antara sesama ummat Islam sendiri, yaitu yang satu: yang sinkretis yang berpola J, dan yang satu lagi yang sintetis, yang berpola M, seperti yang selama ini saya konstatasikan.
> Kelompok sinkretik yang berpola J memperlakukan semua agama sebagai sama (sedaya agami sami kemawon), karenanya Indonesia tidak mungkin dan bahkan tidak boleh menjadi Negara Islam, kendati mayaoritas terbesar penduduk beragama Islam sekalipun. Kita ini, orang Minang, dan orang Melayu umumnya, termasuk yang berorientasi sintetis yang berpola M. Kendati wilayahnya luas tetapi penduduknya sedikit, sementara yang berpola J wilayahnya sedikit tetapi penduduknya terbanyak.
> Orang Minang sekalipun karena menempatkan diri sebagai kelompok minoritas di persada politik Indonesia ini juga bermuka dua. Di satu sisi berpola sintetik tetapi di sisi lain, demi survival juga ikut arus, berpola sinkretik. Apalagi partai politik yang mereka dukung selama ini adalah Golkar yang berorientasi sinkretik dan bahkan sekuler.
> Lalu ada lagi kelompok blasteran dari kaum intelektual muslim yang menamakan diri sebagai kelompok liberal. Pada hal kebanyakan mereka keluaran sekolah2 agama sebelumnya. Tapi karena melanjutkan studinya ke negerinya Uncle Sam lalu melacurkan diri menjadi kelompok liberal. [Saya sendiri, kendati belajar Islam di McGill Univ, Montreal, Kanada, dan PhD candidate di NYU, New York, dan pernah juga di Univ of Michigan di Ann Arbor, insya Allah tidak terpengaruh].
> Nah, kawan2, siapkah kita mengusahakan agar syariat Islam berlaku untuk ummat Islam sendiri secara kaffah, holistik, integral, di bumi tercinta ini? Ini tugas pokok kita dalam rangka persalinan generasi ini.
> Salam, MN.
>

> From: Ambiar Lani rang_kito@...

Andre Suchitra

unread,
Oct 7, 2011, 5:23:08 AM10/7/11
to rant...@googlegroups.com
Wa'alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh,

Sanak Arbi,

Lalu pas Rasulullah sallallaahu a'alyhi wa sallam hidup jo komunitas Madinah dan Makkah sarato yang lainnyo, apo indak mamakai syariat Islam? Memang perintah literal 'negara islam' setau andre indak ado, tp utk level sumber hukum dan peraturan, Rasulullah memakai Quran dan Sunnah beliau. Jadi, prakteknyo adolah 'negara' Islam.

Lalu, jikok ndak ado negara di dunia ko yang manjalankan syariat Islam 100%, apokah syariat Islam itu tidak bisa (atau tidak perlu) utk dijalankan?

Argumen dan logika Pak Said Agil ko mirip jo urang Liberal, dalam pandangan ambo.

Andre



2011/10/6 Asmardi Arbi <asmard...@rantaunet.org>

Ahmad Ridha

unread,
Oct 7, 2011, 5:28:21 AM10/7/11
to rant...@googlegroups.com
2011/10/6 sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com>

Tadinya saya terkejut dengan pemakaian kata "ganjaran" dalam kalimat Angku Ahmad Ridha:

".... karena dusta itu pun ada  mendapat ganjaran di dunia atau di akhirat."

Sayangnya, kata "ganjaran" itu sendiri punya dua makna yang berlawanan:
1. hadiah (sebagai pembalas jasa)
2. hukuman; balasan

Mak Ngah, yang dimaksudkan dalam konteks itu adalah ganjaran yang baik.

Wassalaam,

Fitrianto

unread,
Oct 7, 2011, 5:31:39 AM10/7/11
to rant...@googlegroups.com
AslmWrWb
 
Pak Arbi,
 
kato pak Sadi Agil ko, manonton video porno indak badoso doh (makruh se nyo), sadang mancaliak internet tentang jihad badoso (haram).
Baa pulo manuruik pandapek Apak?
 
Wassalam
fitr
lk/36/kumamoto

2011/10/6 Asmardi Arbi <asmard...@rantaunet.org>

hyv...@yahoo.com

unread,
Oct 7, 2011, 5:39:54 AM10/7/11
to milis rang minang
Sanak Andre...atau kamanakan Andre... Sebaiknya sanak indak maimbau " SanakArbi " sajo ka urang tuo kito di palanta ko nan umua baliau sangat jauh diateh kmnk Andre..
Mungkin bisa panggil Pak Arbi saja kali..ya

Maaf yo... ibu sekedar mengingatkan.

Wassalam,

Evy Nizhamul


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Andre Suchitra

unread,
Oct 7, 2011, 5:44:18 AM10/7/11
to rant...@googlegroups.com
Terima kasih Buk Evy. Mohon maaf sblmnyo.

Maaf juo kpd Pak Arbi dan dunsanak sapalanta.

Andre meralat "Sanak" menjadi 'Pak'.

Andre

2011/10/7 <hyv...@yahoo.com>

sjamsir_sjarif

unread,
Oct 8, 2011, 7:32:55 AM10/8/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu,
Angku Ahmad Ridha dan para ahli dan peminat artikata.

Yah, sayangnya Penggunaan Kata Duamakna -- apalagi berlawanan arti -- untuk satu maksud tertentu mungkin mengelirukan, bahkan mungkin berbahaya dan menyesatkan.

Selain dari kata "ganjaran" yang dibicarakan sebelumnya,
begitu juga misalnya kata Arab HARAM yang duamakna:
1. Terlarang (seperti makan babi)
2. Suci (seperti Mesjid Haram, dan Tanah Suci).

[Pemakaian huruf besar dalam posting ini dari saya, SS, sekedar untuk melebih jelaskan bedanya]

Mari kita perhatikan dan bandingkan terjemahan Al Quran ke dalam Bahasa Indonesia, antara lain-lain, dalam beberapa Tafsir berikut:

Al Baqarah ayat 194, QS 2:194:

1. Bacaan Mulia, H.B. Jassin, Penerbit Djambatan, 1978:
BULAN HARAM (dihadapi) dengan BULAN HARAM
Dan pada segala yang patut dihormati,
berlaku hukum qisas ...

2. Al Quran Terjemahan Indonesia, Tim Disbintalad, 1987:
BULAN HARAM (dihadapi) dengan BULAN HARAM, dan pada satu yang patut dihormati, berlaku hukum qishash ...

3. Tafsir Quran, H. Zainuddin Hamidy dan Fachruddin Hs.,Penerbit Wudjaya Jakarta, Cetakan ke-7, 1979:
BULAN SUCI dengan BULAN SUCI dan barang-barang suci mempunyai pembalasan.

4. Tafsir Al Azhar, Prof. Dr. Hamka, Pustaka Panjimas Jakarta, 1983, Cetgakan ke-III, 1 Oktober 1994:
BULAN YANG MULIA dengan BULAN YANG MULIA. Dan segala yang mulia itu ada padanya qishash.

5. Al Furqan, A. Hassan Guru Persatuan Islam, Cetakan ke-10:
BULAN YANG TERHORMAT itu (diganti) dengan BULAN YANG TERHORMAT ini;dan apa-apa yang terhormat itu (ada padanya hukum) qishash.

Tambahan untuk perbandingan dalam Bahasa Inggeris:
6. The Noble Quran, English Translation of the meanings and commentary. King Fuda Compex For the Printing of the Holy Quran, Madibnah, K.S.A.:
The SACRED MONTH is for the SACRED MONTH, and for the PROHIBITED things, there is the Law of Equality (Qisas).

Juga, bandingkan, perhatikan tafsiran kata HURUMAATU dalam QS 2:194 itu.

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Di Tapi riak nan Badabua
Santa Cruz, California
Catatan menjelang Subuh, Oct. 08, 2011
--- In Rant...@yahoogroups.com, Ahmad Ridha <ahmad.ridha@...> wrote:
>
> 2011/10/6 sjamsir_sjarif <hambociek@...>

Asmardi Arbi

unread,
Oct 8, 2011, 10:31:01 AM10/8/11
to rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumussalam wr.wb.
 
And Fitrianto, Ambo alun pernah mandanga atau mambaco kato KH Said Agil Siraj soal manonton video porno indak badoso. Dima, bilo dan dalam konteks apo baliau manyampaikan? Kalau dalam rangka dakwah dimuko publik iyo ambo indak sapandapek itu samo jo manganjurkan urang manonton.  
Wassalam,
 
Asmardi Arbi ( lk,70/72,Tangsel )

From: Fitrianto
Sent: Friday, October 07, 2011 4:31 PM
Subject: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

--

Asmardi Arbi

unread,
Oct 8, 2011, 10:45:32 AM10/8/11
to milis rang minang
Tarimokasi bu Evy, sacaro tidak lansuang ibu Evy telah mansosialisasikan
ABS-SBK nan banyak alah diabaikan anak-anak zaman kini.
Itulah paralunyo manulihkan identitas pribadi nan bakali-kali diingekan
Urang Dapua, minimal jenis kelamin, umua dan tampek tingga.

Kalau ndak salah ibu tingga atau batugeh di Puspitek, Serpong. Lai kenal jo
sepupu ambo Rozyan Yazid?

Wassalam,

Asmardi Arbi (lk, 70/72,Tangsel )

--------------------------------------------------
From: <hyv...@yahoo.com>
Sent: Friday, October 07, 2011 4:39 PM
To: "milis rang minang" <rant...@googlegroups.com>


Subject: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar
Sumbar Beredar

> Sanak Andre...atau kamanakan Andre... Sebaiknya sanak indak maimbau "

hyv...@yahoo.com

unread,
Oct 8, 2011, 11:08:40 AM10/8/11
to milis rang minang
Assalamualaikum, wrwb,

Pak Asmardi nan ambo hormati...

Kamanakan kito Andre ini hanya kepleset nulis sajo pak.. Mungkin belum sempat mengamati siapa sajo awak sadonyo.. Andre sudah meralatnya.

Ambo sangat kenal dg Pak Rozyan pak.. Satu lembaga dan satu komplek dg ambo rumainya . Tadi malam beliau datang kerumah dalam rangka pembukaan pengajian bulanan keluarga minang Serpong. Tapi dek namo serpong lah diambiak urang berduit.. Sekarang jadinyo minang puspiptek.

Dek awak samo awak ternyata diantara kita saling bertautan. Bahkan urang dapua kita Dinda Miko - adalah kamanakan pak rozyan karena datuaknya..

Begitu kan ya...pak

Wassalam,

E. N






Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerryŽ smartphone

Asmardi Arbi

unread,
Oct 9, 2011, 11:15:57 AM10/9/11
to milis rang minang
Wa'alaikumussalam,

Iyolah bu E.N. Ambo sapandapek jo ibu, alhamdulillah masih ado urang na
namuah maingekkan, labiah rancak dari mampadiakan sajo.

Ambo pernah juo sakali ikuik pengajian Minang Serpong itu diajak dek pak
Djoharli Chaniago,sambia tuka manuka pengalaman.

Miko kemenakan kanduang ambo, nakan Mikolah lah nan maajak ambo ikuik
RantauNet. Sabananyo ambo iyo lai maajak add. Rozyan ikuik baminang-minang
di RN, Tapi inyo lah sibuak jo profesi sampingannyo.

Sakali lai tarimokasi bu EN.

A.A.

--------------------------------------------------
From: <hyv...@yahoo.com>
Sent: Saturday, October 08, 2011 10:08 PM

satria satriadi

unread,
Oct 10, 2011, 12:39:55 AM10/10/11
to rant...@googlegroups.com
aslkm wr wb rancak bana hukum islam di tagak an di indonesia bulih jerah urang. koroupsi.pornografi dll kalau ndak amuh  tando banyak nan korupsi hehe takuik nyo tabao mah

Dewis Natra

unread,
Oct 10, 2011, 1:58:40 AM10/10/11
to rant...@googlegroups.com
Mamak Asmardi Arbi,
Cukuik banyak beritako di internet mak, dalam situs http://www.voa-islam.com

Kontennyo maminta situs radikal di blokir cuma mambandiangkan jo situs porno nan kurang tapek.


2011/10/8 Asmardi Arbi <asmard...@rantaunet.org>

Wa'alaikumussalam wr.wb.
 
And Fitrianto, Ambo alun pernah mandanga atau mambaco kato KH Said Agil Siraj soal manonton video porno indak badoso. Dima, bilo dan dalam konteks apo baliau manyampaikan? Kalau dalam rangka dakwah dimuko publik iyo ambo indak sapandapek itu samo jo manganjurkan urang manonton.  
Wassalam,
 

-- Salam
Is St. Marajo, 42an, Sikumbang, Sungai Pua, Tangerang
www.cimbuak.net / www.cimbuak.com/www.cimbuak.net
#KAMPUANG JAUAH DIMATO DAKEK DIJARI#

Blog :
http://urangminang.wordpress.com
http://palantaminang.wordpress.com

Ambiar Lani

unread,
Oct 10, 2011, 3:54:48 AM10/10/11
to rant...@googlegroups.com, satria....@gmail.com, ambiar lani
Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ambo setuju jo komen pak Satria; "....rancak bana hukum islam di tagak an di indonesia........dst". Bagaimana tidak baru pada tingkat dipertukar-pikirkan saja topik tersebut dalam milis ini, Allah SWT telah menurunkan rahmat-Nya, apalagi kalau sampai diimplementasikan.

Lihatlah...., bagaimana ibu Evy mengingatkan sanak Andre dengan amat bijak tanpa merasa sebagai seorang yang paling mengetahui (sehingga sama sekali tdk terkesan menggurui) dan demikian pula penerimaan sanak Andre yang penuh kearifan tanpa merasa diperingatkan ~ sungguh kedua dialog etek jo keponakan ini sangat sejuk hati kita melihatnya. Dan mungkin banyak iktibar yang dapat dipetik di dalamnya.

Wassalam,

Ambiar Lani
(59/L/Jkt-Bekasi)


From: satria satriadi <satria....@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Monday, October 10, 2011 3:39 PM

hyv...@yahoo.com

unread,
Oct 10, 2011, 8:26:47 AM10/10/11
to milis rang minang
Assalamualaikum, wr wb.

Pak Ambiar Lani nan ambo hormati serta dusanak kasadonyo,

Terimasih apresiasi bapak pada saya. Padahal yang saya lakukah itu biasa biasa saja kok pak..

Terkait dengan judul email ini, jujur ambo sedikit berkerut serta terkejut atas isi materinya.
1. Sejauh itukah kita membahas topik awal tentang video porno hingga keinginan pemberlakuan hukum pidana islam ? DiNegara sekuler Indonesia?

2. Jika sekedar pengetahuan saja tentu tidak jadi masalah, tapi jika menggiring opini tentu milist ini telah berubah misi. Sungguh saya tidak bermaksud mengecilkan syariah Islam karena bersumber pada AlQuran. Dan ini pulah yang menjadi landasan adat kita ABS SBK.

3. Nah dalam kerangka mengajak masyarakat agar berjalan dalam alur itu, saya mengamati bahwa sering kita kurang "elok " dalam penyampaian pendapat. Terkesan ekstrim - merasa diri paling benar bahkan sedikit memprovokasi sehingga banyak yang hanya berdiam diri. Akhirnya ada anggota milist kita yang senior - bundo kanduang kita, menyesali bahwa situasi palanta ini sudah berubah. Ini yang di keluhkan di group lain. Mari kita jadikan milist ini sebagai ajang silaturahmi antar anak negeri dari 8 penjuru angin.

4. Yang jadi perenungan saya, sering ketika mengklik email diantara puluhan yang masuk saya menemukan sesuatu yang perlu saya luruskan.kebetulan Itu yang terjadi dg kmnk kita Andre. Jadi kadang saya - lupai - juga kalo ada yang sempat menyapa tp saya tak bersuara,

5. Jika ada sanak kita punya pandangan dan pemikiran seperti yang disampaikan St Sinaro - pak MM, buatlah suatu tulisan dalam web blog pribadi, seperti yang dibuat Pak Dafiq. Akan lebih bermanfaat buat masyarakat luas. Nanti tinggal post kan alamatnya di milist ini. Gampang kan ? Atau model pak MN dalam bentuk attachement.

Akhir kata saya menyampaikan permohonan maaf sebesarnya jika ada kesalahan cara pandang dalam menyampaikan hal ini. Sungguh saya tidak bermaksud merendahkan perbincangan seputar topik ini.

Terima kasih

Wassalam,

E.N

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>
Date: Mon, 10 Oct 2011 15:54:48 +0800 (SGT)

Asmardi Arbi

unread,
Oct 10, 2011, 7:45:45 AM10/10/11
to rant...@googlegroups.com
And. Andre yang budiman.
 
Kalau ndak salah danga KH.Said Agil Siraj mangatokan dalam wawancara di TV-ONE tu,  syari'at Islam diberlakukan hanyo buek umat Islam, sadang komunitas Yahudi jo Nasrani diberi perlindungan nan samo untuak malaksanakan agamo mereka. Salanjuiknyo KH Said Agil Siraj manjalehkan  bahaso Syari'at Islam wajib diperjuangkan. Di DPR RI  hanyo 2 partai Islam nan terang-terangan mamperjuangkan Syari'at Islam yaitu PKB jo PPP.
 
Mamperjuangkan Syari'at Islam kata beliau bilhikmah,dengan penuh kebijaksanaan, lemah lembut,santun, tidak menakutkan, sehingga orang tergugah dan tertarik untuk menerima dan melaksanakan syari'at dengan tulus ikhlas..
 
Ikolah nan  dapek ambo infokan , sadangkan pencerahanyo ambo serahkan ka nan ahli di Palantako. Semoga ditemukan kasamoan pandapek tantang memperjuangkan Syari'at Islam atau  memperjuangkan Negara Islam.
 
Wassalam,
 
Asmardi Arbi .

Sent: Friday, October 07, 2011 4:23 PM
Subject: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

Wa'alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh,

Sanak Arbi,

Lalu pas Rasulullah sallallaahu a'alyhi wa sallam hidup jo komunitas Madinah dan Makkah sarato yang lainnyo, apo indak mamakai syariat Islam? Memang perintah literal 'negara islam' setau andre indak ado, tp utk level sumber hukum dan peraturan, Rasulullah memakai Quran dan Sunnah beliau. Jadi, prakteknyo adolah 'negara' Islam.

Lalu, jikok ndak ado negara di dunia ko yang manjalankan syariat Islam 100%, apokah syariat Islam itu tidak bisa (atau tidak perlu) utk dijalankan?

Argumen dan logika Pak Said Agil ko mirip jo urang Liberal, dalam pandangan ambo.

Andre



2011/10/6 Asmardi Arbi <asmard...@rantaunet.org>
Assalamu'alaiku wr.wb.
 
Walaupun indak taimbau , ambo sato manyalo saketek.
Kebetulan tadi siang  di TV-ONE  saya menyaksikan wawancara Deanova dengan Ketua PB NU KH Syaid Agil Siraj tentang  kekerasan atasnama agama. Menurut penjelasan pak Kiyai tsb. baik dalam Al Qur'an maupun al Hadist tidak ada perintah untuk membentuk Negara Islam dan tidak ada negara didunia yang betul2 100 % menjalankan Syari'at Islam.  Pada Piagam Madinah sangat ditekankan oleh Nabi adanya kesamaan hak tanpa memandang mayoritas dan minoritas. Baa pulo kiro2 komentar dunsanak kasadonyo, mohon pencerahan.
 
Wassalam  
 Asmardi Arbi  (70 /72, Tangsel )

 
 
 
 
From: Ambiar Lani rang...@yahoo.com

 

Asmardi Arbi

unread,
Oct 10, 2011, 11:02:19 AM10/10/11
to rant...@googlegroups.com
Kemenakanda Dewis Natra nan budiman,
 
Tarimokasi banyak ateh kiriman info situs nan mamuek permyataan KH Said Agil Siraj tantang manonton video porno indak badoso hanyo marusak akhlak, sadang manonton video jihad radikal marusak iman.  Kalau marusak akhlak apo ndak marusak iman juo?
 
Wassalam,
 
Asmardi Arbi.
 
 

Sent: Monday, October 10, 2011 12:58 PM
Subject: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

parap...@gmail.com

unread,
Oct 12, 2011, 7:34:03 PM10/12/11
to rant...@googlegroups.com

Buk Evy dan sanak Sapalanta

Dari dulu mbo mandukuanhg dan pernah sato managakan supayo milist RN ko dipetahan kespesifikannyo sbg milist nan membisarakan keminangkabauan. Kalau telah menjadi umum akan hilang kespesifikannya, akan jadi milist umum seperti banyak milist lain.

Dulu sempat sampai ribut, dek nan mangaji disarankan ke surau, sampai2 kemenakan Rahima pergi dari RN.

Mudahan tidak menyinggung siapapun.

Salam
Patiah

Sent from my powered by Sinyal Kuat INDOSAT.BlackBerry®
“rang awak bisano samo bakarajo, indak bisa bakarajo samo”
==bersama menebar rahmat, TDA==


Date: Mon, 10 Oct 2011 12:26:47 +0000
To: milis rang minang<rant...@googlegroups.com>

Bunda Nismah

unread,
Oct 12, 2011, 8:17:10 PM10/12/11
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Sutan Parapatiah, Evy, Mak Ngah, Pak Saaf, Add. Zubir Dt. rajo Jambi, add. dutamardin ananda Jepe, Rina, Reny, Nur, Dokter Hilman, Datuak Rajo Sati, Miko, Nofen, serta Rang Dapua dan yang tak disebutkan namonyo satu persatu nan bundo hormati,
Mohon maaf dipabanyak - memang dulu ado alm. Bandaro nan dengan gigih mempertahankan visi dan misi keberadaan RantauNet ini. Kini beliau telah tiada dan tak ada yang menggantikannya. Sayang sekali diumur2nya yang hampir 20 tahun (1993) mailing list ini akan berpulang kerahmatullah. Mungkin juga tidak qoid tapi penggemarnya pada pergi dan tinggallah dikarubungi langau. Mailing kebanggaan bundo ini bertahan karena selama ini kita sama2 saling menghormati. Disinilah perantau Minang dan orang Minang yang di Ranah bersinergy (kecek urang kini) membangun Minang Ranah Tacinto. Bundo banyak merasakan manfaatnya teristimewa dalam bersilaturrahmi.
Topik akhir2 ini sudah melenceng - kadang2 tagak bulu kuduak awak dek topiknyo. Ado nan nio mandirikan negara, ado nan mamuji2 urang Batak. Ado pulo nan narsis inyo nan santiang dan inyo nan pandai. 
Mudah2an keinginan babuek elok untuak Ranah tacinto indak dilupokan sarupo baju seragam anak sikola atau mambantu pesantren tabaka.
Kok ado nan buruak dinagari awak jan talalu digadang2kan sarupo video porno awak cari solusinyo dan kalau hanyo 2 urang nan bakomunikasi jan dibuang 2 pakai jalur pribadi sajo.
Suko bana awak mancacek ayam dikapik atau manokok aia didulang.
Sakian uneg2 bundo mohon maaf kalau tak berkenan apuih. Kalau setuju tolong ditambah untuak meluruskan kembali.

@Hayatun Nismah Rumzy#
(hampia73)

Ambiar Lani

unread,
Oct 12, 2011, 11:11:45 PM10/12/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu Evy nan kami hormati, beserta para dunsanak yang mulia!

Jujur ~ terus terang, bagaimanapun kami merasa tersanjung dengan sapaan ibu. Karenanya menjadi kewajiban pula bagi kami untuk menjawabnya dengan salam dan senyum, sebagaimana telah di tausiahkan oleh baginda nabi Muhammad SAW.

Tentang hal yang membuat ibu berkerut dan terkejut, dalam hal video porno dan hubungannya dengan keinginan pemberlakuan (?) hukum pidana Islam, menurut hemat kami hal yang demikian masih hanya merupakan wacana diskusis intelektual. Kami setuju dengan ibu, milist ini sebagai ajang silaturrahmi ~ namun tentu bukan hanya silaturrahmi dalam pengertian hanya sebagai bertegur sapa, tapi lebih dari itu tentu akan lebih bermakna kalau juga sekalian kita saling bertukar fikiran dan ataupun berdiskusi dalam berbagai topik/tema dengan berbagai aspek dan segi, tanpa harus merasa paling benar seperti yang ibu kemukakan itu.

Dalam pemahaman kami, bila berbicara tentang suku bangsa Minangkabau atau tentang urang awak, filosofi mereka adalah "adat basandi syarak ~ syarak basandi kitabullah" atau dengan perkataan lain adat dan syarak tersebut seperti dua sisi yang bersebelahan dari satu mata uang yang sama dengan segala cabang dan rantingnya, yang kesemuanya akan sangat baik kalau kita mencoba mendalaminya dengan maksimal. Salah satu caranya ya dengan diskursis inteletual itu

Dan masih seperti dalam pemahaman kami urang awak itu adalah manusia (insan) multi dimensional ~ dan karakter atau ciri multi dimensional inilah menurut hemat kami yang membuat orang-orang yang terdahulu dari kita, seperti H. Agus Salim, Drs. Mohammad Hatta, Tan Malaka, Mr. Moh. Yamin, Natsir, Hamka dan lain-lain menjadi generasi emas kaum Minangkabau yang nama-nama mereka tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa.

Selanjutnya seperti sebagaimana ibu tulis; "DiNegara sekuler Indonesia?", seingat kami istilah negara sekuler ini tahun 70-an pernah dilontarkan oleh Mh. Isnaeni tokoh PNI (pada waktu itu PNI, Partai Murba, Parkindo dan Partai Katolik berfusi ke dalam PDI) dan menjadi polemik dalam koran-koran ibu kota. Ketika itu Mh. Isnaeni menggunakan istilah secular state. Pak Harto ikut angkat bicara dan mengatakan bahwa Indonesia bukanlah negara sekular. Mungkin karena kewibawaan beliau yang cukup tinggi sampai sekarang kami tidak pernah lagi mendengar istilah negara sekular atau secular state itu.

Dengan semangat silaturrahmi kami ucapkan terima kasih dan mohon maaf kalau ada segala sesuatu yang kurang terletak pada tempatnya.


Wassalam,

Ambiar Lani,
59/L/Jkt-Bekasi.



To: milis rang minang <rant...@googlegroups.com>
Sent: Monday, October 10, 2011 11:26 PM

Arman Bahar

unread,
Oct 12, 2011, 11:32:57 PM10/12/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww
Salam hormat sanak Ambiar Lani
Maaf ambo sekedar menyela terutama dari kutipan sanak "Dalam pemahaman kami, bila berbicara tentang suku bangsa Minangkabau atau tentang urang awak, filosofi mereka adalah "adat basandi syarak ~ syarak basandi kitabullah" atau dengan perkataan lain adat dan syarak tersebut seperti dua sisi yang bersebelahan dari satu mata uang yang sama dengan segala cabang dan rantingnya ......

Maaf kaya nya saya agak meragukan klu Adat dan Syara' itu bersebelahan gitu lho...karena dlm pemahaman saya Syara' yg buatan Allah itu jauh lebih tinggi posisinya dari Adat yg hanya buatan Manusia itu...antah kok indak....?

wasalam
abp59



Dari: Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Kamis, 13 Oktober 2011 10:11
Judul: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

Evy Nizhamul

unread,
Oct 13, 2011, 1:34:35 AM10/13/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum, wr. wb

Dusanak sakampuan, saparantauan dan saparatian nan ambo hormati,

Sambil menyambung soal perbincangan pengukuhan Pengurus Gebu Minang 2011 - 2016 dengan segala komentar dan dinamika Palanta ini serta menutup topik " Hukum Pidanan Islam " yo  "Heboh Pelajar Video Porno Pelajar  Sumbar , perkenankan saya dengan segala kerendahan hati menyampaikan , bahwa :       
                     
1. Saya diajak untuk turut serta sebagai - bagian terkecil dari Pengurus Gebu Minang 2011 - 2016 itu. Saya orang baru dan saya terharu karena dipenghujung masa kedinasan saya nanti - saya akan punya tempat untuk berbakti sebagai anak bangsa dan padusi Minangkabau demi kecintaannya pada Ranah Minang yang sudah saya tinggalkan semenjak usia 10 tahun. 

2. Dalam hati yang berbaik sangka, saya melihat bahwa personal yang ditunjuk adalah atas datar rekomendasi yang diberikan kepada dirinya (personil tersebut) - mungkin karena kiprahnya - pemikirannya - kemampuan keuangan, dan lain pertimbangan yang diupayakan diakomodasi oleh Tim Formatur. Karena itu tidak dipungkiri, bahwa segala target untuk kemaslahatan Minangkabau  dibebankan kepada organisasi ini.

3. Sehubungan dengan butir 1, 2, - karena nama saya dan Bunda Nisma ditunjuk sebagai anggota dari Unit terkecil organisasi ini yaitu Bidang Kearifan Bundokanduang,  - Bundokanduang & Pemberdayaan Perempuan di di Dewan Eksekutif , maka tentunya kami berdua mohon dukungan kepada Sanak sanak Sapalanta kasadonyo.

Hanya saja, ada beberapa masukan yang kami perlukan ialah
Apa sebenarnya kearifan Bundo kanduang itu ?
Kapankah kearifan Bundokanduang itu diperlukan
Apa yang bisa dilakukan sebagai hasil kearifan bundokanduang untuk masyarakat ?.
Bagaimana cara mewujudkannya ?
Apa yang menjadi tantangan kami ketika melaksanakan tugas ini ?.

Nah sehubungan pertanyaan butir 3 ini, saya sebelumnya mengucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya - apabila dusanak sapalanta bersedia berbagi masukan buat kami.

Demikianlah dan terima kasih atas saran sarannya.

Wassalam,
 
~ 3vy Nizhamul ~
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)



Dari: Bunda Nismah <hayatu...@yahoo.com>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Kamis, 13 Oktober 2011 7:17
Judul: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

Evy Nizhamul

unread,
Oct 13, 2011, 1:39:43 AM10/13/11
to rant...@googlegroups.com

Assalamualaikum, wr. wb

raina...@rantaunet.org

unread,
Oct 13, 2011, 2:20:21 AM10/13/11
to rant...@googlegroups.com
Selamat utk ibu Evy dan bunda Nizmah...semoga sukses menjalankan amanah...wass Rainal Rais

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


From: Evy Nizhamul <hyv...@yahoo.com>
Date: Wed, 12 Oct 2011 22:34:35 -0700 (PDT)
Subject: [R@ntau-Net] Mohon sarana tentang kearifan Bundokanduang

Mochtar Naim

unread,
Oct 13, 2011, 2:37:11 AM10/13/11
to rant...@googlegroups.com, MOCHTAR NAIM

Bu Evy Nizhamul,
 
     Ambo caliak caro urang Japang mamaliharo kaum wanitanyo kok rancak bana, nan barangkali bisa awak tiru. Wanita Japang mandapekkan peluang nan samo dengan kaum pria untuk basikola dan mandapekkan pekerjaan. Silahkan basikola dan bakarajo sampai ka tingkat nan satingginyo. Tapi katiko tibo ukatunyo untuak berkeluarga, kawin, lalu muloi taliek tando2 kahamilan, baranti bakarajo dulu. Berikan perhatian spanuahnyo ka anak nan ka lahia. Dan berikan parhatian sapanuahnya pulo ka buah hati belaian dan belahan jantuang ka suami nan satu2nyo tu nan bakarajo mancari nafkah saharian panuah di lua rumah. Bikinnyo lupo jo padusi2 lain. Manjokan nyo.
     Katiko anak lah laia, dan laia duo-tigo nan barikuiknyo, jan bakarajo baliak kecualui kalau anak-anak lah bisa ditingga-tinggakan, nan taketek lah masuak SD ataupun TK. Baru kalau paralu masuak karajo baliak. Samantaro tu buek karajo nan sifatnya di rumah. Apopun. Kalau paralu. Kan banyak nan bisa dilakukan di dalam rumah nan bisa jadi pitih. Di Japang sebagian besar usaho rumah tanggo alias home industries dikarajokan dek padusi ibu2. Hasil home made industries nan dijua di supermarket dan department stores di Japang rato2 dibuek di rumah tanggo oleh ibu-ibu nan sadang mangasuah anak di rumah.
     Jadi anak ndak tasio-siokan. Anak mandapekkan paratian panuah dari ibunyo. Makonyo urang Japang generasi barunyo rancak-rancak, elok-elok laku, dsb, karano lansuang diasuah dan digubalokan dek ibu kanduangnya. Ndak manga2 jo pambantu doh. Dan di Japang ndak ado pambantu rumah tanggo cando di awak. Awak kan maniru urang Jao priyayi feodal nan punyo pambantu. Sahinggo anak jadinyo manjadi anak pambantu dengan sagalo macam tingkah dan kuliakiknya nan ndak cocok dengan pertumbuhan generasi baru nan semestinyo.
     Di awak, dek karano kaum padusi nan basikola ataupun tak basikola disuruah pulo bakarajo di lua rumah, saharian panuah, caliaklah baa jadinyo anak-anak, suami dan kehidupan keluarga sendiri. Bagalentongan.
     Co lah Ibu pakatokan ko di kelompok Bundo Kanduang di GeMin tu. Nan pokok jan tiru nan buruak2 dari ma pun. Tiru nan baiak2 dan nan rancak2 dari ma pun pulo.
     Salam dan selamat ka Ibu2 kelompok BuKan GeMin.
Mochtar Naim
From: Evy Nizhamul <hyv...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Thursday, October 13, 2011 12:39 PM
Subject: [R@ntau-Net] Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang


Assalamualaikum, wr. wb

Dusanak sakampuan, saparantauan dan saparatian nan ambo hormati,

Sambil menyambung soal perbincangan pengukuhan Pengurus Gebu Minang 2011 - 2016 dengan segala komentar dan dinamika Palanta ini serta menutup topik " Hukum Pidanan Islam " yo  "Heboh Pelajar Video Porno Pelajar  Sumbar , perkenankan saya dengan segala kerendahan hati menyampaikan , bahwa :       
                     
1. Saya diajak untuk turut serta sebagai - bagian terkecil dari Pengurus Gebu Minang 2011 - 2016 itu. Saya orang baru dan saya terharu karena dipenghujung masa kedinasan saya nanti - saya akan punya tempat untuk berbakti sebagai anak bangsa dan padusi Minangkabau demi kecintaannya pada Ranah Minang yang sudah saya tinggalkan semenjak usia 10 tahun. 

2. Dalam hati yang berbaik sangka, saya melihat bahwa personal yang ditunjuk adalah atas datar rekomendasi yang diberikan kepada dirinya (personil tersebut) - mungkin karena kiprahnya - pemikirannya - kemampuan keuangan, dan lain pertimbangan yang diupayakan diakomodasi oleh Tim Formatur. Karena itu tidak dipungkiri, bahwa segala target untuk kemaslahatan Minangkabau  dibebankan kepada organisasi ini.

3. Sehubungan dengan butir 1, 2, - karena nama saya dan Bunda Nisma ditunjuk sebagai anggota dari Unit terkecil organisasi ini yaitu Bidang Kearifan Bundokanduang,  - Bundokanduang & Pemberdayaan Perempuan di di Dewan Eksekutif , maka tentunya kami berdua mohon dukungan kepada Sanak sanak Sapalanta kasadonyo.

Hanya saja, ada beberapa masukan yang kami perlukan ialah
Apa sebenarnya kearifan Bundo kanduang itu ?
Kapankah kearifan Bundokanduang itu diperlukan
Apa yang bisa dilakukan sebagai hasil kearifan bundokanduang untuk masyarakat ?.
Bagaimana cara mewujudkannya ?
Apa yang menjadi tantangan kami ketika melaksanakan tugas ini ?.

Nah sehubungan pertanyaan butir 3 ini, saya sebelumnya mengucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya - apabila dusanak sapalanta bersedia berbagi masukan buat kami.

Demikianlah dan terima kasih atas saran sarannya.

Wassalam,
 
~ 3vy Nizhamul ~
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)


Dari: Bunda Nismah <hayatu...@yahoo.com>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Kamis, 13 Oktober 2011 7:17
Judul: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

Assalamu Alaikum W. W.
Sutan Parapatiah, Evy, Mak Ngah, Pak Saaf, Add. Zubir Dt. rajo Jambi, add. dutamardin ananda Jepe, Rina, Reny, Nur, Dokter Hilman, Datuak Rajo Sati, Miko, Nofen, serta Rang Dapua dan yang tak disebutkan namonyo satu persatu nan bundo hormati,
Mohon maaf dipabanyak - memang dulu ado alm. Bandaro nan dengan gigih mempertahankan visi dan misi keberadaan RantauNet ini. Kini beliau telah tiada dan tak ada yang menggantikannya. Sayang sekali diumur2nya yang hampir 20 tahun (1993) mailing list ini akan berpulang kerahmatullah. Mungkin juga tidak qoid tapi penggemarnya pada pergi dan tinggallah dikarubungi langau. Mailing kebanggaan bundo ini bertahan karena selama ini kita sama2 saling menghormati. Disinilah perantau Minang dan orang Minang yang di Ranah bersinergy (kecek urang kini) membangun Minang Ranah Tacinto. Bundo banyak merasakan manfaatnya teristimewa dalam bersilaturrahmi.
Topik akhir2 ini sudah melenceng - kadang2 tagak bulu kuduak awak dek topiknyo. Ado nan nio mandirikan negara, ado nan mamuji2 urang Batak. Ado pulo nan narsis inyo nan santiang dan inyo nan pandai. 
Mudah2an keinginan babuek elok untuak Ranah tacinto indak dilupokan sarupo baju seragam anak sikola atau mambantu pesantren tabaka.
Kok ado nan buruak dinagari awak jan talalu digadang2kan sarupo video porno awak cari solusinyo dan kalau hanyo 2 urang nan bakomunikasi jan dibuang 2 pakai jalur pribadi sajo.
Suko bana awak mancacek ayam dikapik atau manokok aia didulang.
Sakian uneg2 bundo mohon maaf kalau tak berkenan apuih. Kalau setuju tolong ditambah untuak meluruskan kembali.

@Hayatun Nismah Rumzy#
(hampia73)



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E

Mochtar Naim

unread,
Oct 13, 2011, 5:50:25 AM10/13/11
to rant...@googlegroups.com, Meuthia Suyudi, ameli...@yahoo.com, Elvira Naim, Emil Pk, su...@yahoogroups.com, ba...@yahoogroups.com, MOCHTAR NAIM

Bu Evy Nizhamul,
 
     Nak duo pantun sairiang, ambo juo punyo contoh ciek lai nan barangkali patuik dipertimbangkan pulo. Contoh ko ndak lain dari urang rumah ambo sandiri. Kami dapek anak duo katiko lagi di New York di tahun 1960-an. Surang batino surang jantan. Nan ka tigo, batino, di Padang dan nan ka ampek, batino juo, di Singapur. Tapi mungkin kami dek ndak ingin jadi pagawai nagari, kami cari karajo di ma nan ado. Nan bakarajo iyo ambo sajo. Nan induak bareh iyo di rumah maasuah anak nan lagi ketek2. Kini satalah anak2 lah gadang2, kami marasokan bana baa sanangnyo punyo anak ampek urang dan punyo cucu lah salusin pulo, nan sadonyo diasuah dan digubalokan sendiri.
     Katiko di New York, wakatu alun punyo anak, nan induak bareh bakarajo di perusahaan dagang Indonesia, Yuda Niaga Inc, di dakek Wall Street, dan ambo maambiak S3 sambia maaja di New York University. Tapi katiko lah terjadi kahamilan, isteri ambo baranti bakarajo. Lalu sapanuahnyo maasuah anak sampai duo. Kami pulang kampuang, langsuang ka Padang. Dapek lo ciek. Dan nan ka ampek di Singapura. Isteri ambo baru muloi bakarajo sacaro panuah sebagai Pengacara LBH (tamat SH dari UII Yogya sabalun kawin) dan sebagai pekerja sosial, sebagai Ketua Umum Wanita Islam Sumbar, tanpa gaji, dengan puluhan sekolah yang dibangun bersama-sama setelah anak2 muloi bisa pai sikola sendiri.  
     Anak2 ka ampek2annyo masuak ITB dalam berbagai jurusan, dan kasadoannyo lulus sarjana S1 dan bahkan 3 urang malanjutkan ke S2, satu di Amerika lo baliak, satu di Singapura dan satu di Leeds, Inggeris. Nan ka4, nan bunsu, nan S2nyo di UK tu, kini maambiak S3nyo jo anaknyo satu2nyo laia di Leeds, dibao di nagari Kang Guru, Austaralia, di Brisbane. 
     Jadi nan kami rasokan, betapapun beratnyo tanggung jawab sebagai Ibu, dan tantu juo sebagai bapak, tapi nikmat beranak dan berkeluarga nan mandiri tak ada duanya. Saraso di sarugo bana rasonyo. Bayangkan, katiko kami kini lah bakapalo 7 -- nan ambo kurang aso 80, dan ibunyo kurang 3-- bukan main peranan anak2 nan dipacaliakkan dengan kasiah sayang dan hubungan emosional dan afektif nan sangaek dakek ka rang gaek, bundo-ayahnyo. Apo lai katiko tulang2 lah taraso muloi keropos, jangek jo kulik lah mangandua, dan lah banyak bapikia nak barangkek marantau abih ka Lahat ataupun Baliak Papan. Anak kedua nan laki2 satu2nyo kabatulan marantau ke Baliak Papan bana, dengan 4 anak nan sadang nyanyang dan gilobaso pulo, tapi manis-manis dan ganteng2 pulo.
     Bu Evy, ambo satalah ka Sydney katiko awak basuo dulu jo Konjen awak tu lah baliak lo baliak bulan April th 2010 nan lalu. Ambo juo ka Brisbane mancaliak anak jo cucu nan sadang basikola. Dan kapatang awal puaso katang caliak cucu nan tatuo di Tilburg, Holland, nagari Ulando, nan sadang manyalasaikan studi S1nyo. Ambo juo sempat ka Belgia dan Inggeris caliak2 apo nan lah barubah salamo ko di nagari nan serba teratur tu .  
     Bu Evy, banyak nan awak bisa pakatokan kalau awak memang serius mau memperbaiki keadaan awak nan lah tabao hanyuik jo gelombang perubahan ko. Ibu ansua2 lah maangkek-angkekkan permasalahan2 mendasar dari aspek kehidupan bundo kanduang nan banyak nan memang harus diperhatikan.
     Salam, MN

AnwarDjambak

unread,
Oct 13, 2011, 5:59:44 AM10/13/11
to Rant...@googlegroups.com
Ruaaaaarrr Biasa .....Mak MN..!!!

Konsep keluarga Bahagia nan Mandiri dan Tawakal...

Ambo salute...

Moga bisa ditiru.....atau lah kalua Otobiografi Mak MN tu...??? Untuak tatapan kamu nan Mudo2

Sangenek...


Wassalam,
AnwarDjambak43+, L Pyk, Kualalumpur,
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Ambiar Lani

unread,
Oct 13, 2011, 9:23:37 AM10/13/11
to rant...@googlegroups.com, arman...@ymail.com, ambiar lani
Pak Arman Bahar, Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Subhannallah ~ very glad to see you...., eh maaf maksudnyo sanang bana hati bata'aruuf jo apak (he...he...), batambah karib di palanta ko.

Pak Arman yang terhormat!
Nan apak kamukokan saratuih persen batua alias bana. Dari awal memang alah taraso ~ ada semacam kesulitan yang kami rasakan dalam melakukan pilihan kata untuk membanguan satu struktur kalimat yang konfrehensif dan kompleksitas sehingga tidak mengandung kelemahan lughawi dan kelemahan makna. Namun setelah mengingat dan menimbang bahwa perspektif (sudut pandang) yang sangat majemuk dan beragam dalam komunitas yang hadir di forum ini akhirnya kami juga memperhatikan kaidah yang dipergunakan oleh orang-orang pendidikan bahwa teknik  penyampaian (didakdik dan metodik) adalah sesuatu yang tidak dapat diabaikan dalam berinteraksi dan berkomunikasi, dimana saja dan kapan saja.

Berangkat dari pertimbangan seperti maka akhirnya kami menggunakan kalimat seperti itu, tapi tentu bukan dalam pengertian syarak itu sejajar dengan adat. Pengertian bersebelahan itu kan bisa juga yang satu berada di sebelah atas dan yang lainnya di belahan bawah. Sementara filosofi ABS~SBK itu, lengkapnya kan berbunyi; "Adat Basyandi Syarak ~ Syarak Basandi Kitabullah ~ Syarak mangato Abat mamakai". Artinya dengan jujur dapat kita katakan bahwa apabila urang awak konsekwen dengan filosofi dan pandangan hidupnya tersebut, maka semua yang terkandung dalam syarak tersebut dengan ikhlas akan mereka amalkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Terima kasih, billahitaufiq walhidayah,

Wassalam,

Ambiar Lani,
(59/L/Jkt-Bekasi)


From: Arman Bahar <arman...@ymail.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Thursday, October 13, 2011 2:32 PM
Subject: Bls: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar

hyv...@yahoo.com

unread,
Oct 13, 2011, 9:58:25 AM10/13/11
to milis rang minang
Subhanallah...

Indah nian pengalaman pak Mochtar bersama keluarga. Mudah mudahan saya masih punya kesempatan untuk mengantarkan anak anak saya menjadikan anak anak yang bernilai seperth yang dilakukan pak Mochtar dan ibu. Meski sekarang belum terlihat hasilnya seperti kita membalikkan tangan.. Siapa tau kedepan saya bisa menikmatinya dipenghujung usia nanti.
Kesimpulan yang ambil dari kisah pak Mochtar yang panjang ini ialah :
A. Kembalikan kedudukan ibu pada tugas mengasuh dan mendidik anak baik agama dan pengetahuan umum.
B. Tetapkan ayah sebagai penanggung jawab keluarga. Dengan segala aktivitas gunanya guna menghidupi keluarga.
C. Memang bukan perkara mudah bagi kaum perempuan yang sudah berpendidikan tinggi - bekerja - kemudian meninggalkan pekerjaannya.
Jujur sayapun pernah melakukan itu, ketika saya mengundurkan diri dari jabatan di PNS, hanya karena ingin menyusui bayi sampai usia 2 tahun.
D. Kearifan yang dilakukan seorang ibu itu ialah ternyata ketika memilih jalan yang terbaik diantara yang baik yang menciptakan sorga dibawah telapak kaki ibunya. Saya pernah mengalami dilema itu. antara ambisi dan karir. Yang membuat saya stress berat ketika iman belum menyentuh dada.
Namun rasa bangga, baru saya raih saat ini adalah ketika saya mengajarkan dan mengkhatamkan sendiri bacaan AlQuran 4 orang anak saya. Rasa bahagia itu melebihi rasa bangga ketika saya menghadiri wisuda 2 orang anak termasuk 1 diantara menikahkan mereka. Waktu itu saya menangis. Ya Tuhan..memang butuh kesabaran jika semua dipegang sendiri.

Berdasarkan point point diatas itulah saya bertanya apa sesungguhnya kearifan itu bagi seorang ibu ?
*Apakah karena mengalah karena kodratnya,
* Apakah harus bersikap represif atau prefentif didalam keluarga, sementara tuntutan zaman menghendaki pula agar berkiprah di pentas nasional.
Bahkan ada yang membandingkan bandingkan dengan kiprah etnis perempuan lain yang sudah jadi KADA.atau Kapolda..

Terima kasih pak Mochtar atas responnya serta contoh kearifan yang dilakukan Bapak/ibu. Selanjutnya mungkin saya akan meneruskan pertanyaan ini pada kelompok bundokanduang yang jumlahnya 28 orang.
Sungguh kearifan bundokanduang ini sangat menarik diangkat sehubungan adanya pornografi di Sumbar.

Jika ada yang terlebih dan terkurang saya minta maaf.

Wassalam,

Evy Nizhamul

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com>
Date: Thu, 13 Oct 2011 17:50:25 +0800 (SGT)
Cc: MOCHTAR NAIM<mocht...@yahoo.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Oct 13, 2011, 1:16:24 PM10/13/11
to rant...@googlegroups.com
Bu Evy,

Saya rasa seorang Bundo Kandung yang arif itu bukan hanya terfocus pada keluarga inti/batihnya saja

Tapi juga kepeduliannya pada keluarga besar nan saparuik dan sa suku

Justru disinilah tampak peran yang lebih besar dari Bundo Kanduang karano merupakan ka pai tempat batanyo , kok lah pulang katampek ba barito

Walau dia jarang ikut duduk di Balairung Rumah Gadang, tapi untuk hal2 strategis inyo diimbau untuk katangah mengutarakan pendapatnya dalam penyelesaian suatu permasaalahan

Walau ada sejumlah wanita dalam suatu suku, biasanya Bundo Kanduang yang paling senior baik usia maupun pengalaman merupakan seorang advisor bagi kaum sepersukuannya


---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

sjamsir_sjarif

unread,
Oct 13, 2011, 2:10:08 PM10/13/11
to rant...@googlegroups.com
> "Walau ada sejumlah wanita dalam suatu suku, biasanya Bundo Kanduang yang paling senior baik usia maupun pengalaman merupakan seorang advisor bagi kaum sepersukuannya"

Bana Angku Taufiq, di sinanlah Lataknyo Keunikan dan Pentingnya Bundo Kanduang [Wanita Tertua dalam Lineagenya]. Leader Firgure ini tidak sama dengan Bundo Kanduang - Bundo Kanduang [wanita-wanita] yang lain di Alam Minangkabau, apalagi tidak dapat diparalelkan dengan peranan wanita-wanita di luar Lingkungan Adat Alam Minangkabau.

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

Di Tapi Riak nan Badabua
Oct. 13, 2011

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Oct 13, 2011, 2:30:06 PM10/13/11
to rant...@googlegroups.com

MakNgah...
Kini banyak ambo liek pendangkalan bobot Bundo Kanduang itu, terutama di Perantauan

Lah bantuak Dharma Wanita pulo.

Dek karano suaminyo memegang jabatan disuatu Organisasi Kampuang, sang istri tampak lah otomatis jadi Bundo Kanduang pulo.

Pado hal buah pandapek/pemikirannyo untuak organisasi indak ado ciek juo salain mangamek jo manggosip sajo

Bahkan disuatu acara resmi, para Bundo Kanduang itu alah memproklamirkan diri mereka menjadi berbagai Puti.

Ado nan diproklamirkan sebagai Puti Manohara bagai

Kok MakNgah alun tau Manohara adolah padusi peranakan Perancis-Makasar nan jadi peragawati/foto medel
Kemudian diperistri oleh salah satu Pangeran di Malaysia.
Karano acok mandapek penyiksaan dari suaminyo itu.

Manohara melarikan diri dari Keluarga Kerajaan, pulang ka Indonesia.
Kini jadi selebrity

Kabaanyo awak co itulah kondisinyo, dunia sadang ditangan mereka.
Walau awak tapaso manggauik nan indak gata. He...he..

Zulkarnain Kahar

unread,
Oct 13, 2011, 3:24:33 PM10/13/11
to rant...@googlegroups.com
Waouw Amazing..
 
Cuma saya punya pandangan yang berbeda. Mungkin sejak saya tahu ibu saya adalah PNS. pai pagi pulang patang.  Saya malah ingin melihat anak anak perempuan saya kalau bisa berkarir setinggi langit. Jangan pernah berhenti bekerja bila menikah dan punya anak nanti, itulah pesan saya pada putri sulung saya sedang melangkah kearah itu.
 
Mungkin agak radikal saya pernah pula berkata pada anak anak perempuan saya " dengan keringat sampai ke ujung kaki ayah  berusaha mengirim kalian ke universitas bukan untuk duduk diam dirumah" .
 
Wassalam 
Zulkarnain Kahar

From: Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>; Meuthia Suyudi <meuthia...@yahoo.com>; "ameli...@yahoo.com" <ameli...@yahoo.com>; Elvira Naim <elvir...@yahoo.com>; Emil Pk <emi...@yahoo.com>; "su...@yahoogroups.com" <su...@yahoogroups.com>; "ba...@yahoogroups.com" <ba...@yahoogroups.com>
Cc: MOCHTAR NAIM <mocht...@yahoo.com>
Sent: Thursday, October 13, 2011 4:50 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang


Bu Evy Nizhamul,
 

Bunda Nismah

unread,
Oct 13, 2011, 6:10:52 PM10/13/11
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Pak Mochtar, ananda Evy, Zulkarnain Kahar serta majelis RantauNet yang berbahagia.
Lebih dahulu saya mohon maaf karena kearifan dari bundo kanduang itu tergantung dari situasi, kondisi, dan lokasi.
Sebagai keluarga muda yang baru membentuk rumah tangga, dimana ekonomi kurang mendukung, double gardan banyak memberikan saham untuk keluarga. Saya bekerja dari umur 17 tahun sampai umur 56 tahun. Saya masih merasakan manfaatnya sampai saat2 dihari senja ini, walaupun telah ditinggal oleh soul mate kita.
Manfaatnya peran ganda tsb:
* Menambah kesejahteraan keluarga dari segi ekonomi
* Memberikan contoh untuk anak perempuannya
* Memberikan kebanggaan untuk anak2nya dan suaminya
* Menambah kepercayaan diri 
* Membantu saudara2 dan keluarganya.
Saya melihat anak2 yang ibunya guru banyak yang berhasil. Sebagai contoh kakak perempuan saya yang guru SD dapat menyekolahkan 7 anak2nya ke Perguruan Tinggi S1, S2, dan S3 dan semua anak perempuannya mempunyai profesi selain Ibu Rumah Tangga saja. 
Yang tidak boleh dilupakan:
(1) Manfaatkan waktu luang sebanyak2nya dengan keluarga, usahakan sebanyak2nya libur bersama, makan bersama. Usahakan berdialog diwaktu makan karena disitu tempat yang dapat kumpul bersama. Yakinkan anak2 bahwa kerja ibunya bermanfaat.
(2) Jangan sampai sombong menyepelekan suami. Jangan sekali2 siapapun tahu penghasilan kita. Jadikan penghasilan tsb. penghasilan bersama (ini tentu tak mungkin dalam rumah tangga yang berpolygami).
(3) Jangan sekali-kali main api atau berselingkuh yang akan membawa malapetaka besar.

Pak Mochtar, Kalau kita melihat ke Jepang atau negara lainnya setelah absen mereka sesudah melahirkan dengan mudah dapat bekerja kembali tidak seperti dinegeri kita banyak yang akan menggantikan. Saya ingin bertanya juga apakah anak2 pak Mochtar  yang peremouan bekerja juga?

Berbeda pula dengan di Jakarta berat sekali tugas seorang karyawati. Harus bijaksana dalam segala2nya.
(1) Jangan diserahkan anak 100% kepada pembantu nanti dia jadi anak pembantu.
(2) Jangan beri kesempatan suami kehilangan keberadaan kita. Untuk tugas2 tertentu tetapdikerjakan sendiri.
Untuk anak2ku semuanya.
Yang membuat kita dihargai kita sendiri. Tidak usah bekerja tapi punya kelebihan apakah itu pandai memasak atau menjahit atau apa hobby yang lain.  Buat diri kita berguna dan orang kehilangan tanpa kita. Sekarang ada working from home tapi hati2 banyak penipuan.

Sekianlah pandangan bundo mohon maaf kok talabiah dan takurang. tolong koreksi dan minta tambahan.

@Hayatun Nismah Rumzy#

--

AnwarDjambak

unread,
Oct 13, 2011, 7:21:18 PM10/13/11
to Rant...@googlegroups.com
Adidunsanak jo Bundo nan disayangi..

Baa dek Bundokanduang kito 'dikarajoan' urang?

Dek norma kehidupan kito lah ba kiblat ka pitih(kapitalisma).

Cubolah kito babaliak ka norma gotong royong nan saisuak alun ka mahangok kalua badan bagai dow..

Bukankah rezeki itu dari Allah Swt???

Sangenek..

Bunda Nismah

unread,
Oct 13, 2011, 7:48:14 PM10/13/11
to rant...@googlegroups.com, Rant...@googlegroups.com
Bakarajo dan dikarajoan ado 2 kato nan partamo subject dan nan kaduo Object. Jan sakali-kali awak padusi jan namuah manjadi object tapi jadilah mitra dalam keluarga.
Iko ado carito dilingkungan awak juo.
Ado surang gadih Minang nan basikola ka UGM dan satalah salasai nyo manikah jo urang nan indak graduate alias tamat SMA. Si laki ko tantu kalah gengsi dan indak buliah dek nyo bininyo bakarajo. Kabatulan nyo PNS dan dapek disekolahkan pamarintah. Alah barangin saketek nyo lansuang babini ciek lai. Kiniko bibi nan partamo nan graduate dari UGM Computer Science ko lah kuruih, ka bakarajo indak mungkin sabab teknik komputer ko lah kadaluarsa. Jadi ananda Anwar Djambak bakarajo indak salalu dek rakus dek pitih sajo. Bueklah karajo tu hobby tanpa meninggalkan kiprah keibuan. Sekali lagi tentu ada yang pro dan kontra dan keduanya kita itu tentu mempertahankan pendirian masing2. Kalau awak baliak jo Bundo Kanduang bana nyo indak balaki inyo mamimpin nagari. Nyo ado anak Dang Tuangku yang indak tahu siapo bapaknyo.
@Hayatun Nismah Rumzy#

Muhammad Dafiq Saib

unread,
Oct 13, 2011, 8:07:16 PM10/13/11
to rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Dek ilimu indak banyak, dek pangana indak (acok) sakali tibo, walau dulu panah ambo mambuek carito-carito sarupo judulko, sampai panah lo Reni batanyo, Baa mangko "Pangajian Di Musajik Gurun' judulno, apo di nagari Gurun kampuang Reni. Padohal namo itu basalang baitu sajo, kini alah lamo sangaik, alun lo taulang mangarang carito sambuanganno. Padohal niaik lai juo, ka untuak 'dakwah' caro ketek-ketek. Iko ambo tayangan ulang sajo nan tampak-tampakno masih relevan juo isino.

PANGAJIAN DI MUSAJIK GURUN (5)
 
TANGGUANG JAWAB KA KALUARGA

'Awak sambuanglah kaji awak pakan nan lapeh,' kecek buya Abidin mamuloi kaji
patang Satu tu. 'Pakan nan lapeh alah awak kaji nan bahaso sabagian dari
istri-istri jo anak-anak ado nan bisa manjadi musuah ka awak. Alah pulo awak
kaji nan bahaso manjago anak binyitu dikarajoan sasudah awak talabiah daulu
manjago diri awak sandiri dari masuak ka dalam api narako. Iko adolah
marupokan kawajiban awak. Awak alah diparingekkan Allah tantang itu. Ambo
sambuanglah baliak saubuangan jo tangguang jawab awak taradok anak-anak
nan diamanahkan Allah kapado awak untuak dipaliaro. Pamaliaroanno ko sajak
dari jolongno lahia sampai no gadang.

Urang jaman kini maraso nan tangguang jawab urang tuotu cukuik jo manyakola
anno tinggi-tinggi. Sabab kalauno lah basikola tinggi, alah jadi sarjanano,
sudah itu alah bakarajono ditampaik nan manjadianno capek kayo, mako maraso
barasia gadang urang tuo. Kalau untuak ka ongkoih sikola anakko amuah urang
gaek bahabih-habih. Indak kayu janjang dikapiang, indak ameh bungka diasah.
Mako sangaiklah sanang hati urang gaek jaman kini, katiko awakno baranak
barampek, sarjana kaampekanno, mamacik kaampekanno, ado nan jadi anggota
DPR bagai, indak dapek nan kadisabuik lai. Baa tantangan parsiapan akhiraikno?
Kok itu nan awak tanyoan bakarunyuik kanyiangno. Apo paralu bana itu, jano.
Atau, paliang amuah, dulu katiko paja-paja tu ketek-ketek lai masuak sakola
mangaji, lai sampai bakatam kaji, jano. Tapi kini baa? Lai panah juo
dikana-kanaan pakaro sumbayangno? Pakaro lai mambayia zakat atau indakno?
Pakaro puasono? Lah jarang urang tuo nan maraso alah mangarajoan sarupo itu,
manganaan ka anak-anak mareka untuak urusan kamashlahatan agamo.

Padohal, tuntunan nabi SAW, anak-anaktu kalau alah baumua tujuah tahunno
musti diajaanno sumbayang. Kalau umua sapuluah tahun alun juono mangarajoan
sumbayang sacaro batua, lacuik! Itu tuntunan nabi. Itu paringatan baliau
ka awak dalam mampasiapkan anak-anak awak supayo isuak ano tainda dari api
narako. Aja anak-anak awaktu untuak basungguah-sungguah mangenal Allah sabagai
Nan Maha Pancipta. Nan Maha Mangatur sagalo urusan. Nan Maha Kuaso. Caro maajaan
pangenalan kapado Allahtu adolah jo shalat, jo sumbayang.

Kalau awak indak manyiapkanno sarupo itu, mako hati-hati. Sarupo jo
bahati-hatilah awak  kalau awak indak mamaliaro razaki nan diagiahan Tuhan
Allah ka awak sacaro nan dikatujui dek Tuhan Allah. Diagiah awak arato
banyak, diagiah awak anak-anak banyak, santiang-santiang, abih sarjana
kasadoanno. Tapi awak indak mampatangguangjawabkan aratotu, anak-anaktu
dihadok-an Allah, kiniko, di ateh duniako. Kok arato awak sibuak
mangumpua-an sajo sudahtu maetong-etongno. Disinan alah adolo tanah den,
disinan alah adolo rumah den, disinan alah adolo toko den. Anak den alah
tasubarang kasadoanno, alah santiang-santiang. Alah mamacik posisi nan
ebaik-ebaik. Minantu den urang santiang-santiang ka sadono.
Mako tunggu. Ambek cah. 'Sasungguahno arato angkau, anak-anak angkau itu
adolah fitnah, samantaro disisi Allah ado pahalo nan gadang,'
dalam surek At
Taghabun ayat 15. Arato banyaktu hanyolah fitnah bagi angkau. Indak saketek
juo kamanyalamaik-an angkau doh kalau angkau pakai untuak babangga-bangga
sajo di ateh dunia ko. Anak-anak angkau itu hanyolah fitnah kalau angkau
indak mampasiapkan mareka untuak manjadi hamba-hamba Allah nan mangarati jo
kakuasoan Allah.

Mako adolah suatu carito tantangan saurang apak-apak baranak baranam,
laki-laki kaanamanno. Sarjana kaanamanno. Alah bakarajo ditampek nan
santiang kaanamanno. Samo-samo rajin dinas kalua nagari. Ado nan ka Amerika
dinas anakno tu. Ado ka Jaruman, ado nan ka Japang. Indak dapek nan
kadisabuik sanang hati sarato banggano urang tuoko. Kok basuo sakali-sakali
kaanaman anak-anaknoko di rumahno misalno di ari rayo sabana nampak bahaso
marekako iyo urang santiang-santiang. Sasamo dunsanaktu kadang-kadang
mangecekno sin alah jo bahaso inggirih. Sabana hebaik. Sabana santiang.
Bangga sangaik apak marekako mancaliak.

Tuhan Allah bakahandak, dek alah baransua tuo juo, jatuah sakik  urang
gaekko. Mulo-mulo lai baganti-ganti anak-anak maunyian di rumah sakiktu.
Namun sakik urang gaektu agak lamo rupono. Baransua-ansua bakurang sajo
kasampatan anak-anakno mangawani, sabab mareka sibuak. Dek Allah Nan Maha
Kuaso, rupono alah samakin dakek tibono aja. Katiko manjalang sakratul
mauik, maimbau-imbaulah urang tuoko ka anak-anakno nan baranam tu
baganti-ganti. Baduo lai sato hadir manjalang mauik tibo manjapuik tapi nan
barampek indak bisa, dek sadang sibuak bana jo karajono masiang-masiang.
Katiko alah malapeh baliauko baru abih datang anak-anak tu kaanamno.
Barundianglah mareka baa caro mauruih jasad ayah mareka nan alah kakutu.
Kecek nan tuo, kito imbaukan sajo ka Yayasan Bungo Sarugo. Sudahtu awak
imbau ustad surang, kan alah ka salasai urusan tu, kecekno.

Dimbaulah yayasan cakotu sarato ustad nan badakekan tampek tingga jo urang
gaek marekako surang. Batanyolah ustad tadi, indak ka sato angku-angku
mamandian ayah angku-angku, Aa jawek mareka, tolong se lah dek ustad. Alah
sudah dimadikan janazah, alah dikafani, ka disumbayangkan  mangecek pulo
ustad ka anak-anak nan baranam ko. Nan paliang afdal manjadi imam
manyalatkan urang tuoko adolah salah surang dari angku-angkuko. Aa jawek
mareka, tolong se lah dek ustad. Sudah itu biko, ado nan indak sato
sumbayang dari nan anam urangtu.

Ikolah conto anak-anak nan manjadi fitnah taradok urang tuono. Indak saketek
juo bamanfaat ka ano anak-anak nan alah disakolaanno tinggi-tinggi, nan
salamoko jadi kabanggaanno, nan salamoko kajadi palamak-an ota dino kalau
bacarito ka urang lain. Basuolah paringatan Tuhan Allah tu, 'Innamaa
amwaalukum wa aulaadukum fitnattun, wallahu 'indahuu ajrun 'azhiim.'
Sasungguahno arato angkau dan anak-anak angkau adalah cobaan (fitnah).
Sadangkan di sisi Allah ado pahalo nan gadang.'

Cubo kalau daulu anak diaja agamo sacaro patuik. Diaja mangenal Allah sacaro
sungguah-sungguah, diajak caro-caro baibadaik kapado Allah. Cubo kalau daulu
banyak-banyak badoa kapado Allah untuak mintak pitunjuak. Untuak diri
sandiri sudahtu untuak anak-anak awak. Mamintak kapado Allah supayo istri,
anak-anak awak dijadikan Allah untuak panyajuak mato awak, supayo awak
dijadikan urang-urang nan takamuko di antaro urang-urang nan bataqwa kapado
Allah. Cubo daulu acok-acok mandoa, Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa
tzurriyatinaa qurrata a'yun, waja'alnaa lil muttaqiina imaama
. Atau bahkan
mandoa kapado Allah agar diagiah dek Tuhan Allah anak katurunan nan shaliah.
Sarupo doa nabi Ibrahim a.s., Rabii hablii mishshaalihiin. Tuhanku,
anugerahilah aku dengan anak-anak yang shalih.

Kalau pakaro arato nan manjadi fitnah kan alah kasamo tampak juo di awak.
Arato nan hanyo sakadar dikumpua-kumpuan sajo, nan sakadar dietong-etong
sajo. Samo tampak di awak indak saketek juo katolonganno doh. A nan tajadi
sasudah itu, biapun alah urang-urang santiang bana anak-anak, tatap juo
basarigia mampasarabuik-an arato. Indak jarang baketek-ketek-an ati antaro
nan surang jo nan lain. Aliah-aliah kamanjadi pahalo untuak urang gaek nan
alah indak ado, antah kok manjadi tambah doso nan lai. Sabab arato nan
tinggaanno tu hanyo manjadi bahan patangkaran di anak-anakno. Arato itu
hanyolah fitnah, hanyolah cobaan sajo.

Cubo kok dulu banyak basidakah. Banyak bainfak. Cubo kok dulu sabalun mati
alah dijalehan caro mambagi-bagi arato warihtu ka anak-anak. Barulah ado
manfaatno. Tapi dek indak ado mako nan tajadi hanyolah kasusahan sajo
sasudah itu. Fitnah sajo sasudah itu. Pacakak-an di antaro anak-anak
mampasarabuik-an arato.

Jadi intino bana pandai-pandailah awak mamaliaro arato jo caro nan disukoi
Tuhan Allah. Buliah awak kayo, kalau iyo santiang bana awak mancari pitih,
tapi ingek bahaso didalam aratoko ado bagian-bagian nan musti dikaluaan.
Pandai-pandailah awak baranak. Pandai-pandai mandidik anak. Buliah kok ka
disakolaan no tinggi-tinggi tapi bakali pulo anak-anaktu jo pangatahuan
agamo. Ajai pulo anak-anaktu faham jo agamoko. Supayo isuak tauno mauruih
awak  paliang indak katiko awak alah tabujua jadi mayik. Supayo isuak
pandaino manjadi imam manyalatkan awak.  Sabab kecek nabi SAW, 'apobilo mati
anak Adam mako putuihlah sagalo amalanno, kacuali tigo pakaro. Sadakah
jariah, ilimu nan bamanfaaik, anak nan shaliah nan mandoakan kaduo urang
tuono.' Jadi paralu adono anak nan shaliahko. Anak nan awak bana manyiapkan supayo
awakno manjadi urang shaliah cako. Sabab co caro sarupo itulah ka taraso dino ikatan bathin
no jo awak sabagai urang gaekno.

Singgo iko pulolah dulu kaji awak. Insya Allah bisuak-bisuak disambuang pulo
kalau lai juo umua.'

Sampai disinanlah kaji buya Abidin nan sakaliko.
 
 
                                                                        *****

Wassalamu'alaikum

Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H,
Jatibening - Bekasi

hyv...@yahoo.com

unread,
Oct 13, 2011, 8:17:42 PM10/13/11
to milis rang minang
Pak Zul nan ambo hormati,
Bunda Nisma yang evy sayangi,

Menjawab tanggapan pak Zul, Ada baiknya saya klarifikasi dari kisah pak Mochtar ini.
Sebagai perempuan yang sudah berpendidikan tinggi, bekerjalah dan berkarirlah ketika peluang itu ada. Akan tetapi ketika lahir anak yang lagi membutuhkan perhatian lengserlah dulu sampai si anak mampu mandiri.
Hal seperti itulah yang saya saksikan di Australia. Kaum ibunya menghentikan aktivitas diluar rumah dulu menjelang akhil balig. Setelah urusan ini selesai barulah sang ibu berkiprah hingga nenek2 dibidang pekerjaan apa saja mungkin jadi pelayan publik.
Amatilah pramugari Qantas tidak ada perempuan muda. Atau ketika anda berada di daerah publik. Beda dengan kita kan...? Justru kalo sudah tua ndak ada lagi kesempatan kerja.

Kemudian jika ingin terus berkarir (pun seperti saya), maka resikonya adalah menjalani tugas ganda.
Dari pengalaman saya sebagai ibu, kebutuhan kita melakukan pendidikan dasar buat anak adalah sampai mereka duduk di SMP. Disinilah sosialisasi pada anak tentang agama, etika, moralitas, silaturahim keluarga, pengembangan minat dan bakat. Lebih lebih lagi agama.
Saya sangat menikmati perkembangan mereka dalam 2 kali 7 siklus tahunan itu. Insya Allah akan saya bukukan kisah2 mereka - "Busur dan anak2 panah " yang kebetulan sudah ditulis dalam diari mereka sejak dulu.
Jadi kesimpulannya, kearifan perempuan sebagai ibu terletak pada memilih yang terbaik diantara yang baik.
Dalam situasi negara kita sekarang ini, bagaimana kearifan yang diharapkan dalam kaitan pemberdayaan perempuan yang juga bagian dari tuntutan masyarakat luas.

Akhirul kalam apa yang disampaikan bunda Nisma dan Pak Mochtar,adalah sisi baik dari pengalaman senior kita.
Perjuangan para ibu dan ayah demi anak2nya pasti ada tangan Tuhan Yang Maha Bijaksana dalam menuntun hambanya, yaitu namanya rezeki buat anak kita.
Kitapun semua adalah produk dari didikan orang tua yang bisa terbaca dari cara pandang dan pemikiran yang jernih yang akan bermanfaat bagi orang lain. Belajar dari ibu yang sukses dalam membesarkan anaknya tentu lebih baik sekalipun ibu itu bermodal doa dan tidak bependidikan tinggi pula.

Adi dusanak nan ambo hormati. Demikianlah kita akhiri perbincangan ini. Saya sudah menangkap isi dari perbincangan ini.

Lebih atau kurangnya saya minta maaf.

Wassalam,

Evy Nizhamul
Kawasan Puspiptek, Tangsel


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: Zulkarnain Kahar <zxk...@maninjau.net>
Date: Thu, 13 Oct 2011 12:24:33 -0700 (PDT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang

Waouw Amazing..
 
Cuma saya punya pandangan yang berbeda. Mungkin sejak saya tahu ibu saya adalah PNS. pai pagi pulang patang.  Saya malah ingin melihat anak anak perempuan saya kalau bisa berkarir setinggi langit. Jangan pernah berhenti bekerja bila menikah dan punya anak nanti, itulah pesan saya pada putri sulung saya sedang melangkah kearah itu.
 
Mungkin agak radikal saya pernah pula berkata pada anak anak perempuan saya " dengan keringat sampai ke ujung kaki ayah  berusaha mengirim kalian ke universitas bukan untuk duduk diam dirumah" .
 
Wassalam 
Zulkarnain Kahar

From: Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>; Meuthia Suyudi <meuthia...@yahoo.com>; "ameli...@yahoo.com" <ameli...@yahoo.com>; Elvira Naim <elvir...@yahoo.com>; Emil Pk <emi...@yahoo.com>; "su...@yahoogroups.com" <su...@yahoogroups.com>; "ba...@yahoogroups.com" <ba...@yahoogroups.com>
Cc: MOCHTAR NAIM <mocht...@yahoo.com>
Sent: Thursday, October 13, 2011 4:50 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang


Bu Evy Nizhamul,
 
     Nak duo pantun sairiang, ambo juo punyo contoh ciek lai nan barangkali patuik dipertimbangkan pulo. Contoh ko ndak lain dari urang rumah ambo sandiri. Kami dapek anak duo katiko lagi di New York di tahun 1960-an. Surang batino surang jantan. Nan ka tigo, batino, di Padang dan nan ka ampek, batino juo, di Singapur. Tapi mungkin kami dek ndak ingin jadi pagawai nagari, kami cari karajo di ma nan ado. Nan bakarajo iyo ambo sajo. Nan induak bareh iyo di rumah maasuah anak nan lagi ketek2. Kini satalah anak2 lah gadang2, kami marasokan bana baa sanangnyo punyo anak ampek urang dan punyo cucu lah salusin pulo, nan sadonyo diasuah dan digubalokan sendiri.
     Katiko di New York, wakatu alun punyo anak, nan induak bareh bakarajo di perusahaan dagang Indonesia, Yuda Niaga Inc, di dakek Wall Street, dan ambo maambiak S3 sambia maaja

--

Muhammad Dafiq Saib

unread,
Oct 13, 2011, 8:44:04 PM10/13/11
to rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Rupono tasabuik nan cakotu nomor 5, sambuangan dari no 4. Dek no 4 jo no 5 ko kaik-bakaik rancaklolah ambo tayang ulanglo no 4 no bagai

PANGAJIAN DI MUSAJIK GURUN (4)
 
KAWAJIBAN MAMALIHARO KALUARGA DARI NARAKO

Lah patang Satu lo ari. Lah ado pulo wirid buya Abidin baliak di musajik
Gurun. Lah batambah banyak juo jamaah nan tibo. Alhamdulillah, banyak bana
pangaruahno ka masyarakaik dalam nagari dari sapakan ka sapakan. Kalau
saisuak, katiko mulo-mulo baliau ka badakwah kamari indak barapo incek urang
nan amuah mandangaan kaji baliau doh. Tapi jo kasabaran dan kasungguahan
baliau, alah samakin taraso di masyarakaik di kampuangtu isi pangajian
buyako.

Buya Abidin sangaik panyaba, tapi sangaik kareh sarato jaleh kaji baliau.
Nan indakko sabana indak dek baliau, kalau nan iyo harus sabana iyo dan
baitu pulo baliau maagiah contoh dalam kasahari-harian baliau.

Malamko kaji baliau satantangan tangguang jawab satiok urang nan bariman
untuak manjago diri sarato anggota kaluargano dari api narako. Baliau
jalehan makna dari ayat ka salapan dari surek At Tahrimtu sacaro rinci.
"Wahai urang-urang nan bariman, jago diri kalian sarato anak jo  binyi
kalian dari ancaman api narako..(sampai akhir ayat)"
kecek baliau. Urang nan
mandanga abih tabukak mato mareka.

Nan manjadian kaji buya awakko sangaik manariak, sasudah baliau bacaramah
agak sabanta sudah itu biko diadoan tanyo jawab. Buliah batanyo kok aa nan
kaditanyoan. Baliau jawab sajaleh-jalehno, sabab pangatahuan baliau rupono
iyo sabana mancukuik-i untuak itu.

Malam hariko tajadi pulo tanyo jawab. Katik Marajo nan mulo-mulo batanyo
sarupo iko.

"Batanyo ambo ciek buya. Nan disaru dek Tuhan Allah adolah urang-urang nan
bariman, untuak manjago diri sarato anggota kaluargano mainda dari ancaman
api narako. Nan dimukasuik disiko apokoh kaum laki-lakino sajo atau tamasuak
jo kaum padusi no bagai? Itu sajo tanyo ambo buya."

"Saruan Allahko umum sifaikno, balaku ka satiok urang baiak laki-laki maupun
padusi. Jadi aratino satiok awak, baiak nan apak-apak maupun nan amai-amai,
wajib hukumno mamaliaro diri sarato mainda dari ancaman api narako cako.
Muloi jo diri awak masiang-masiang. Barusaho bana manjago diri. Ingek-ingek
parintah Allah. Capek karajoan. Apo sajo nan diparintah Allah. Capek
karajoan. Baitu pulo sabaliakno satiok larangan Allah, capek tinggaan. Alah
tainda awak rasono, jagoi pulo pasangan awak. Kok nan apak-apak jagoi istri
awak sarato anak-anak awak. Kok nan istri jagoi suami awak sarato anak-anak
awak. Bisa istri manjagoi laki dalam hal iko? Baa kiro-kiro dek amai-amai
go? Bisa awak manjagoi, jaan sampai laki awak masuak narako? Bisa sangaik.
Carono, jadi binyi jaan talampau banyak kandak. Talampau banyak nan dimintak,
talampau banyak henjong, dek laki sayang sangaik ka awak, apo dimintak apo
dapek, padohal kamampuan sabanano indak mancukuik-i, kasudahanno baa? Tapaso
manciluik no lai. Tapaso korupsino lai. Tapaso mangicuahno lai. Barang urang
dianggapno barangno sandiri. Untuak mamanuahi pintak binyi. Aa binyi nan
sarupo iko indak manolong namono. Indak manolong untuak manjago laki jaan
sampai masuak narako tapi manungok-an nan lai. Atau lai indak pahenjong no
doh, lai indak banyak kandakno doh. Tapi  nan  laki indak tanang tingga di
rumah sabab di rumah ado-ado sajo nan kurang manyanangkan dihatino.
Hari-harino habih di lapau, main damini. Maota kasuok ka kida. Si istri tau
bahaso suami indak tahan duduak di rumah mako harusno si istri barusao
mampaelok-i suasana di rumah. Baitu carono manjago suami-suami awak dari
babuek doso. Dari ancaman api narako.
 
Baa carono awak manjago pasangan awak ataupun anak-anak awak taditu?
Dakwahi mareka. Kana manganaan jo mareka dalam managak-an nan batua,
maningaan nan indak batua.  Jadi aaratino bana sakali lai satiok awak batangguang
jawab untuak saliang manjago. Baitulah carono. Kecek nabi SAW, 'Satiok kalianko
pamimpin dan kalian ka dimintak tangguang jawabno ateh kapamimpinan itu isuak di
akhiraik'. Baliau uraikan ciek-ciek,  Satiok laki-laki pamimpin ateh kaluargano, mako awakno
ka dimintak partangguangan jawab ateh kapamimpinanno taradok kaluarganotu.
Istri pamimpin ateh arato suami jo anak-anak, mako ka dimintak tangguang
jawab pulo isuak. Alah ka jaleh di Malin du kiro-kiro?'

'Lai buya,' jawek Mali Basa.

'Ambo lo manyambuang batanyo lai buya,' kecek Kari Sutan.

'A tu Kari. A nan ka Kari tanyoan?' kecek buya Abidin.

'Kalau sakirono awak alah bausao manjago diri awak surang, alah pulo
manganaan ka anak binyi awak, tapi nan anak binyi indak patuah, indak
maraso paralu manjago dirino doh, kanai juo awakdu buya? Sakitu sajo tanyo
ambo.'

'Nan partamu dakwah awak ka anak binyi cako indak buliah putuih-putuih.
Musti taruih manaruih, indak buliah awak capek malapehan tangan. Harus jo
kasabaran, jo siasaik, jo katarangan nan jaleh, jo santun. Sarupo itu
andakno usaotu. Jadi jaan baru dikanaan sakali duo kali sudahtu alah pasai
sin awak. Kalau alah samparono usaho cako, alah bakataruihan awak manganaan,
indak juo kunjuang badanga, insya Allah lapehlah tangguang jawab awak. Sabab
kalau urang nan ka indak dapek pitunjuaktu iyo indak ka dapek pitunjuak doh.
Alah kajadi istri nabi-nabi. Di dalam surek Tahrim cako juo lai baru,
diagiah conto dek Tuhan Allah tantangan binyi dari nabi Nuah sarato istri
dari nabi Luth. Istri nabi nan ka masuak narako Allah dek kadurakoan mareka
kapado Allah walaupun mareka istri nabi.

Tapi kalau indak samparono dakwah tadi. Amuah jadi musuahno anak binyi tu ka
awak biko baiak di duniako juo atau labiah cilako lai sampai ka akhiraik
isuak.  Baiak musuah sacaro nyato-nyato. Anak  palawan, binyi parongrong,
masiang-masiang mambuek pakaro jo bala sajo. Ataupun sacaro
sambunyi-sambunyi. Rumah tanggo nampak santiang juo. Rumah gaduang
batingkek-tingkek, parabotan mewah, garasi oto gadang, ampek jo limo oto
sedan rancak-rancak di dalam. Nan apak  antah pabilo pai antah pabilo pulang
dek sibuak. Nan amak antah pabilo pai antah pabilo pulang dek sibuak. Nan
anak-anak alah baitu pulo. Ndak lamo sasudah itu alah rarak sajo ciek-ciek.
Nan apak alah sibuak basalingkuah, nan amak alah pai pulo jo laki urang. Nan
anak-anak alah manjadi pacandu narkoba.  Mako indak ado nan tingga salain
daripado kabinasoan.  Allah ingek-an bana, 'Wahai urang-urang nan bariman,
sasungguahno di antaro istri-istri kalian sarato anak-anak kalian ado nan
bisa manjadi musuah kapado kalian, mako ba ati-atilah kalian taradok
mareka…..’
sampai akhir ayat (Surek At Taghabun ayat 14). Ba ati-ati kalian
taradok mareka. Mamimpin mareka, manasihati mareka, maajai mareka. Ba
ati-ati kalian mambimbiang mareka mangawasi mareka. Sabab kalau indak mareka
bisa jadi musuah kapado kalian. Jadi intino dakwah kapado anak istriko
sangaik bana paraluno. Sacaro saba, sacaro bakataruihan, sacaro elok jo
maagiah conto. Baa jano awak ka badakwah kalau awak sandiri sajo alah indak
batua? Itu mangko dimuloi jo diri awak sandiri talabiah daulu. Itu pangka
kaji awak cako. Baa kiro-kiro  manuruik pandapek Kari du?'

'Sasuai buya. Jadi iyo indak murah sabanano iduik barumah tanggoko do yo
buya. Ado tangguang jawab gadang nan musti dipikua. Jadi indak untuak
basanang-sanang sin iduik barumah tanggoko rupono. Tarimo kasih buya.'

'Batua nan Kari sabuik. Indak murah tu dek awak lai mangarati. Dek awak tau
iko tangguang jawab nan ka dipatangguangjawabkan dimuko pangadilan Allah
isuak. Tapi sabanano  indak pulo sarik bana doh. Pitunjuak alah ado. Conto
alah ado. Tingga diawak mampalajari. Mangaji nan pitunjuak cako. Pitunjuak
Tuhan Allah adono dalam al Quran. Nan dijamin dek Allah nan bahaso isino
indak manganduang karagu-raguan saketek juo doh. Lai awak bariman? Kalau lai
ikuti pitunjuak tu. Indak jaleh kataranganno dalam al Quran awak ikuik-i
sunnah nabi. Jo caro sarupo itulah awak baagamoko. Jadi paralu bana awak
mangajiko. Kalau diurang nan alah mangaji, nan alah tau, indak ado pilihan
dino sudah itu salain dari bausaho kareh maamakan nan alah dikaji. Maamakan
dengan ikhlas sarato panuah ka hati-hatian. Ikhlas karano Allah samato.
Sudah itu jo raso tangguang jawab nan gadang, jo caro-caro nan batua, sasuai
jo nan dicontohkan nabi Allah SAW. Sakitu pulolah daulu kaji awak.
Disambuang pulo insya Allah nan katibo kok lai samo dipanjangkan Allah umua
awak.'

Baitu kaji samalam tu.

Mochtar Naim

unread,
Oct 14, 2011, 5:15:42 AM10/14/11
to Rant...@googlegroups.com, Sylvia Tajuddin Jaelani, su...@yahoogroups.com, Budiarman Bahar, MOCHTAR NAIM, Meuthia Suyudi, mina...@gmail.com, ameli...@yahoo.com, Elvira Naim, Emil Pk

Bu Evy Nizhamul,
 
     Nak duo pantun sairiang, ambo juo punyo contoh ciek lai nan barangkali patuik dipertimbangkan pulo. Contoh ko ndak lain dari urang rumah ambo sandiri. Kami dapek anak duo katiko lagi di New York di tahun 1960-an. Surang batino surang jantan. Nan ka tigo, batino, di Padang dan nan ka ampek, batino juo, di Singapur. Tapi mungkin kami dek ndak ingin jadi pagawai nagari, kami cari karajo di ma nan ado. Nan bakarajo iyo ambo sajo. Nan induak bareh iyo di rumah maasuah anak nan lagi ketek2. Kini satalah anak2 lah gadang2, kami marasokan bana baa sanangnyo punyo anak ampek urang dan punyo cucu lah salusin pulo, nan sadonyo diasuah dan digubalokan sendiri.
     Katiko di New York, wakatu alun punyo anak, nan induak bareh bakarajo di perusahaan dagang Indonesia, Yuda Niaga Inc, di dakek Wall Street, dan ambo maambiak S3 sambia maaja di New York University. Tapi katiko lah terjadi kahamilan, isteri ambo baranti bakarajo. Lalu sapanuahnyo maasuah anak sampai duo. Kami pulang kampuang, langsuang ka Padang. Dapek lo ciek. Dan nan ka ampek di Singapura. Isteri ambo baru muloi bakarajo sacaro panuah sebagai Pengacara LBH (tamat SH dari UII Yogya sabalun kawin) dan sebagai pekerja sosial, sebagai Ketua Umum Wanita Islam Sumbar, tanpa gaji, dengan puluhan sekolah yang dibangun bersama-sama setelah anak2 muloi bisa pai sikola sendiri.  
     Anak2 ka ampek2annyo masuak ITB dalam berbagai jurusan, dan kasadoannyo lulus sarjana S1 dan bahkan 3 urang malanjutkan ke S2, satu di Amerika lo baliak, satu di Singapura dan satu di Leeds, Inggeris. Nan ka4, nan bunsu, nan S2nyo di UK tu, kini maambiak S3nyo jo anaknyo satu2nyo laia di Leeds, dibao di nagari Kang Guru, Austaralia, di Brisbane. 
     Jadi nan kami rasokan, betapapun beratnyo tanggung jawab sebagai Ibu, dan tantu juo sebagai bapak, tapi nikmat beranak dan berkeluarga nan mandiri tak ada duanya. Saraso di sarugo bana rasonyo. Bayangkan, katiko kami kini lah bakapalo 7 -- nan ambo kurang aso 80, dan ibunyo kurang 3-- bukan main peranan anak2 nan dipacaliakkan dengan kasiah sayang dan hubungan emosional dan afektif nan sangaek dakek ka rang gaek, bundo-ayahnyo. Apo lai katiko tulang2 lah taraso muloi keropos, jangek jo kulik lah mangandua, dan lah banyak bapikia nak barangkek marantau abih ka Lahat ataupun Baliak Papan. Anak kedua nan laki2 satu2nyo kabatulan marantau ke Baliak Papan bana, dengan 4 anak nan sadang nyanyang dan gilobaso pulo, tapi manis-manis dan ganteng2 pulo.
     Bu Evy, ambo satalah ka Sydney katiko awak basuo dulu jo Konjen awak tu lah baliak lo baliak bulan April th 2010 nan lalu. Ambo juo ka Brisbane mancaliak anak jo cucu nan sadang basikola. Dan kapatang awal puaso katang caliak cucu nan tatuo di Tilburg, Holland, nagari Ulando, nan sadang manyalasaikan studi S1nyo. Ambo juo sempat ka Belgia dan Inggeris caliak2 apo nan lah barubah salamo ko di nagari nan serba teratur tu .  
     Bu Evy, banyak nan awak bisa pakatokan kalau awak memang serius mau memperbaiki keadaan awak nan lah tabao hanyuik jo gelombang perubahan ko. Ibu ansua2 lah maangkek-angkekkan permasalahan2 mendasar dari aspek kehidupan bundo kanduang nan banyak nan memang harus diperhatikan.
     Salam, MN
   
 

----- Forwarded Message -----
From: "hyv...@yahoo.com" <hyv...@yahoo.com>
To: milis rang minang <rant...@googlegroups.com>
Sent: Thursday, October 13, 2011 8:58 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang
Subhanallah...

Indah nian pengalaman pak Mochtar bersama keluarga. Mudah mudahan saya masih punya kesempatan untuk mengantarkan anak anak saya menjadikan anak anak yang bernilai seperth yang dilakukan pak Mochtar dan ibu. Meski sekarang belum terlihat hasilnya seperti kita membalikkan tangan.. Siapa tau kedepan saya bisa menikmatinya dipenghujung usia nanti.
Kesimpulan yang ambil dari kisah pak Mochtar yang panjang ini ialah :
A. Kembalikan kedudukan ibu pada tugas mengasuh dan mendidik anak baik agama dan pengetahuan umum.
B. Tetapkan ayah sebagai penanggung jawab keluarga. Dengan segala aktivitas gunanya guna menghidupi keluarga.
C. Memang bukan perkara mudah bagi kaum perempuan yang sudah berpendidikan tinggi - bekerja - kemudian meninggalkan pekerjaannya.
Jujur sayapun pernah melakukan itu, ketika saya mengundurkan diri dari jabatan di PNS, hanya karena ingin menyusui bayi sampai usia 2 tahun.
D. Kearifan yang dilakukan seorang ibu itu ialah ternyata ketika memilih jalan yang terbaik diantara yang baik yang menciptakan sorga dibawah telapak kaki ibunya. Saya pernah mengalami dilema itu. antara ambisi dan karir. Yang membuat saya stress berat ketika iman belum menyentuh dada.
Namun rasa bangga, baru saya raih saat ini adalah ketika saya mengajarkan dan mengkhatamkan sendiri bacaan AlQuran 4 orang anak saya. Rasa bahagia itu melebihi rasa bangga ketika saya menghadiri wisuda 2 orang anak termasuk 1 diantara menikahkan mereka. Waktu itu saya menangis. Ya Tuhan..memang butuh kesabaran jika semua dipegang sendiri.

Berdasarkan point point diatas itulah saya bertanya apa sesungguhnya kearifan itu bagi seorang ibu ?
*Apakah karena mengalah karena kodratnya,
* Apakah harus bersikap represif atau prefentif didalam keluarga, sementara tuntutan zaman menghendaki pula agar berkiprah di pentas nasional.
Bahkan ada yang membandingkan bandingkan dengan kiprah etnis perempuan lain yang sudah jadi KADA.atau Kapolda..

Terima kasih pak Mochtar atas responnya serta contoh kearifan yang dilakukan Bapak/ibu. Selanjutnya mungkin saya akan meneruskan pertanyaan ini pada kelompok bundokanduang yang jumlahnya 28 orang.
Sungguh kearifan bundokanduang ini sangat menarik diangkat sehubungan adanya pornografi di Sumbar.

Jika ada yang terlebih dan terkurang saya minta maaf.

Wassalam,

Evy Nizhamul
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Mochtar Naim

unread,
Oct 14, 2011, 5:06:52 AM10/14/11
to rant...@googlegroups.com, taufiq rasjid, MOCHTAR NAIM

Sdr TR,
 
Perihal BK alias Bundo Kanduang. Perlu memang ado kesepakatan pengertian: sia bana nan kito mukasuik dan anggap serta perlakukan sebagai BK tu. Lain urang lain pulo definisinyo. Co lah dipajaleh. Apokoh seluruh wanita nan lah baranak, BK. Apokoh nan tatuo dalam rumah tanggo, dalam rumah gadang, dalam suku, dalam kampuang, dsb. Apokoh nan punyo sifat2 kepemimpinan, nan arif-bjaksano, dsb. Atau apokoh seperti kecenderungan kini, isteri pejabat, nan basikola tinggi, nan batitel hebat2, dsb.
Co lah Sdr TR nn mamuloi. Dan ajak ibu2 nan lain2, baik nan maraso BK atau cuma maraso wanita biaso sajo.
MN
From: "taufiq...@rantaunet.org" <taufiq...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Friday, October 14, 2011 12:16 AM

Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang

Reni Sisri Yanti

unread,
Oct 14, 2011, 11:37:42 AM10/14/11
to rant...@googlegroups.com
good bundo, tarimo kasih.....I luv you........

Setidaknyo wanita yang bakarajo bukan karano kiblat ka pitih.........bakarajo sbg ibadah dan  bagian dari harakah dan jihad




Renny,Thamrin


From: Bunda Nismah <nisma...@gmail.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "Rant...@googlegroups.com" <Rant...@googlegroups.com>
Sent: Friday, October 14, 2011 6:48 AM

Asmardi Arbi

unread,
Oct 14, 2011, 11:55:23 AM10/14/11
to milis rang minang
Bu Evy nan bijak jo sanak sapalanta nan ambo hormati,
 
Sabalun pabincanganko diakhiri ambo saketek ado uneg-uneg ( apo yo caro Minangnyo ).
 
Ambo lai rajin mangikuti tanggapan -tanggapan  tantang Bidang Kearifan Bundokanduang ko, mulai dari pak MN, Bundo Nismah jo sanak-sanak lainnyo nan banyak bisa dicontoh jo diambiak sabagai pelajaran. Hanyo ambo agak heran kok ndak ado nan manyingguang saketek juo tantang baa kaarifan dalam hal keMinangan.
 
Ambo pernah batugeh didaerah-daerah dan sering diminta jadi pelindung jo penasehat organisasi Keluarga Minang. Pado umumnyo  ambo mambari nasehat tautamo ka anak-anak mudo bahaso ciri khas urang Minang bisa diliek dari Adaik jo Agamo ( ABS-SBK ). Kalau indak tacamin nan duo tu dalam tingkah laku sahari-hari awak , labiah rancak indak mangaku sabagai urang Minangkabau. Ambo marasokan disikolah nan paliang barek mananamkan ka anak-anak mudo tamasuak anak awak sendiri. Jangankan mananamkan masalah agamo jo adaik, soal maajak ba bahaso Minang sajo alah payah awak.    Mohon maaf bilo ndak berkenan jo uneg-uneg amboko.
 
Semoga Bundo Nismah jo bu Evy sukses manyumbangkan pemikiran-pemikiran dalam bidangnyo di organisasi Gebu Minang .
 
Wassalam,
 
Asmardi Arbi (nan sangek ingin maliek implementasi ABS-SBK  dipanghujuang hayaik ko )

sjamsir_sjarif

unread,
Oct 14, 2011, 12:21:22 PM10/14/11
to rant...@googlegroups.com
Bana Reni,

Kato "alladziina" di dalam Al Quran bukan ditujukan ka Laki-laki sajo doh, tapi ka Laki-laki jo Padusi.

Kato "alladziina" kito tamui partamu kali dalam Surat Alfaatihah nan kito baco tiok sumbayang (QS 1:7) dan kito dapati kaduo kalinyo dijalehkan Allah Subhanahuata'ala dalam Surah Al Baqarah, ayat 2 (QS 2:2)
"Alladziina yu'minuuna bil ghaibi wa yuqiimuunash shalaata wa mimma razaqnaahum yunfiquun."

Salam,
--MakNgah


Sjamsir Sjarif
Di Tapi Riak nan Badabua

Oct. 14, 2011


--- In Rant...@yahoogroups.com, Reni Sisri Yanti <resy_2000@...> wrote:
>
> good bundo, tarimo kasih.....I luv you........
>
> Setidaknyo wanita yang bakarajo bukan karano kiblat ka pitih.........bakarajo sbg ibadah dan  bagian dari harakah dan jihad
>
> Renny,Thamrin
>
> ________________________________

> From: Bunda Nismah <nismahrumzy@...>

sjamsir_sjarif

unread,
Oct 14, 2011, 3:32:01 PM10/14/11
to rant...@googlegroups.com
Permaisuri nan berpendidikan tinggi, walaupun indak Muslimah atau Minang, pun ka bakarajo samo-samo jo Rajo:

"While she is young, she is warm and kind in heart and character. These qualities together with the wisdom that will come with age and experience will make her a great servant to the nation," and announced that it is through this union that he shall have a Queen who will support, and work with him as he serve the People and Country.

http://www.littlebhutan.com/blogs/future-queen-of-bhutan-ashi-jetsun-pema.html

http://www.youtube.com/watch?v=PN5mNMUNVcQ

Jadi rancak mari kito hindakan istilah nan malagakkan Urang Awak santiang jo "Industri Otak". Nan satahu ambo nan santiang mambuek Otak-Otak nan lamak kalau indak salah rasonyo adolah Urang Bangka.... :)

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Bana Reni,
>
> Kato "alladziina" di dalam Al Quran bukan ditujukan ka Laki-laki sajo doh, tapi ka Laki-laki jo Padusi.
>
> Kato "alladziina" kito tamui partamu kali dalam Surat Alfaatihah nan kito baco tiok sumbayang (QS 1:7) dan kito dapati kaduo kalinyo dijalehkan Allah Subhanahuata'ala dalam Surah Al Baqarah, ayat 2 (QS 2:2)
> "Alladziina yu'minuuna bil ghaibi wa yuqiimuunash shalaata wa mimma razaqnaahum yunfiquun."
>
> Salam,
> --MakNgah
> Sjamsir Sjarif
> Di Tapi Riak nan Badabua
> Oct. 14, 2011

> --- In Rant...@yahoogroups.com, Reni Sisri Yanti <resy_2000@> wrote:
> >
> > good bundo, tarimo kasih.....I luv you........
> >
> > Setidaknyo wanita yang bakarajo bukan karano kiblat ka pitih.........bakarajo sbg ibadah dan  bagian dari harakah dan jihad
> >
> > Renny,Thamrin
> >
> > ________________________________
> > From: Bunda Nismah <nismahrumzy@>

hyv...@yahoo.com

unread,
Oct 14, 2011, 7:56:24 PM10/14/11
to milis rang minang
Assalamualaikum, wr.wb

Pak Arbi nan ambo hormati...,

He..he. Iyo tagalak ambo soal disabuik "bijak". Ini rahasia maso lalu ambo mah pak. Sebagai anak ketek dulu ambo iyo marabo diimbau si bijak, karena itu gala ambo waktu ketek. Panggilan kakak2 ka adiak bungsunya...si bijak.. Maaf ini hanya selingan yo pak...

Nah..kalau yang dimaksud ke arifan minangkabau, tentu bukan posisi ambo yang mengupas. Banyak dusanak kita baik yang senior maupun yunior yang mampu mendiskusikan. Meskipun ambo bisa mengatakan bahwa kearifan Minangkabau itu ada di ABSSBK ... Pedomannya sudah ada. Ambopun sudah memberi saran koreksinya sebanyak 16 butir, yaitu bagaimana menselaraskan Hukum Keluarga menurut Islam didalam adat Minangkabau. Lantas kala itu orang bertanya, apa sih kompetensi penyusun draft yaitu Pak Saaf dkk, termasuk saya yang memberi masukan membuat pedoman ABS SBK. Yang dianggap tidak pantas karena dinilai menggurui warga Minangkabau. Harusnya para cendekiawan diRANAH MINANG dong... Itulah yang terjadi. Dengan adanya penolakan berapa juta KKM 2010 yang berubah jadi SKM..

Inilah realita minangkabau pak... Kala itu, Saya hanya warga biasa tidak ada sangkut paut dengan Gebu Minang. Saya bukan siapa siapa dan tidak menjadi apa apa...
Tapi Alhamdulillah gagasan itu sudah di gulirkan dan sudah bisa di pedomani. Harapan kita kedepan, pedoman ABS SBK dapat berlaku secara efektif. Tinggal masyarakat mau pakai atau tidak. Karena itu semua bukan produk perundang undangan.

Karena PADUSI adalan central dari budaya Minang - Limpapeh, maka kearifan itu harusnya datang dari kaum perempuannya.. MEMILIH YANG TERBAIK DIANTARA YANG BAIK..
Ini idealis memang..yang mungkin tidak mudah dilaksanakan, namun perlu dukungan oleh anggota keluarganya.. Bagaimana anak dan suami ditangan kanan dan pekerjaan ditangan kiri.
Semua itu berkat dukungan junjungan saya yang meminta agar saya tetap berada dalam posisi sebagai rumah tangga..
Alhamdulillah saya sudah melewati semua, kapan saya berkarir kemudian lengser kemudian berkarir kemudian akan lengser lagi.
Kalau perlu saatnya sekarang saya berambisi jadi KADA atau jabatan yang mampu pula diemban perempuan .
Jika ada dukunga. Kenapa tidak.. Ternyata Tidak sekedar dukungan tetapi PITIes....pandorong ini nan barek ...ini kenyataannya.

Demikianlah. Inilah perbincangan kita pagi ini ya pak...

Moho maaf jika ada kalimat yang kurang berkenan..ya

Wassalam,

Evy Nizhamul


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: "Asmardi Arbi" <asmard...@rantaunet.org>
Date: Fri, 14 Oct 2011 22:55:23 +0700
To: milis rang minang<rant...@googlegroups.com>

--

Mochtar Naim

unread,
Oct 14, 2011, 8:04:27 PM10/14/11
to rant...@googlegroups.com, MOCHTAR NAIM

Reni, dan ibu-ibu sadonyo,
 
     Masalah wanita atau kaum perempuan awak tidaklah sesederhana itu. Bukan mamiliah antaro bakarajo jo indak bakarajo. Wanita seperti juo laki-laki, tugasnyo dilahiakan ka dunia ko adolah untuak bakarajo. "Hiduik adolah untuak bakarajo. Bukan bakarajo untuak hiduik." Itu harus dijadikan prinsip hiduik kito.
     Masalahnyo, nan bisa hamil, malahiakan anak dan maasuah anak sampai gadang, Allah mentaqdirkan, adolah wanita. Samantaro nan laki2, si suami, mancari nafkah hidup untuak manjago kahidupan keluarga. Katiko alun kawin, dan katiko anak2 lah gadang2, lah muloi bisa di-tingga2kan, bakarajolah baliak jiko memang di lua rumah.  Tapi katiko paruiklah lah gadang, malahiakan anak sampai nyo bisa di-tingga2kan, iyo ndak lucu kalau ibu2 sampai tega maninggakan anak dan anak2 saharian panuah, di rumah, nan pulangnyo lah barabuik jo sanjo pulo. Pado hal nan didapekkan ndak pulo sapadan dari nan ditinggakan. Bukan hanyo dari segi duitnyo, tapi terutamo dari segi tanggung-jawab rumah tanggonyo tu, khususnyo terhadap anak2.
     Mangkonyo generasi anak2 awak kini nan dibesarkan dengan ibu2 juo bakarajo di lua rumah, ndak samo lai jo generasi sabalunnyo di mano anak2 mandapekkan paratian dan belaian panuah dari ibu2 mereka. Banyaknyo urang2 besar tanah air di maso lalu nan dihasilkan oleh Sumatera Barat/Minangkabau, antaro lain adolah juo itu. Mereka nan jadi urang tu adolah hasil bersih dari belaian kasih sayang dan pelecut dari urang tuonyo, khususnyo ibunyo. 
     Soal cari nafkah? Kan ndak harus cuma dengan jadi pegawai negeri atau pekerja di berbagai perusahaan. Urang Cino ndak ado nan jadi pagawai nagari, dan ndak surang juo nan jadi buruh, kuli, pekerja kasar, pembantu rumah tangga, dsb. Kok bisa? Mereka malah menguasai seluruh jejeran jentera ekonomi Indonesia ko dari hulu sampai ka muaro. Pado hal jumlah mereka ndak sampai 5 % dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia ko.
     Jadi Reni dan ibu2 nan lain sadonyo, masalah awak adolah masalah paradigma, sikap hidup, mind set. Aa co lah reframe caro bapikia awak nan mungkin lah malenceng jauah salamo ko. Kito lah labiah mangutamokan keuntungan material dengan mengorbankan kewajiban hakiki dari kehidupan. Ndak sio2 Tuhan Allah mangecekkan: Sirugo barado di bawah tapak kaki ibu2. Kalau ibu2 tidak manyio-nyiokan tugas suci ibu2  sebagai perempuan yang dimuliakan oleh Allah swt.
     Salam, MN 
 
 
 
 
From: Bunda Nismah <nisma...@gmail.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "Rant...@googlegroups.com" <Rant...@googlegroups.com>
Sent: Friday, October 14, 2011 6:48 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang


hyv...@yahoo.com

unread,
Oct 14, 2011, 8:34:11 PM10/14/11
to milis rang minang
Assalamualaikum, wr.wb

Sanak2 sadonyo pemerhati perbincangan topik ini.

Tampaknya kita kurang cermat deh membaca kisah pak Mochtar saat beliau dan isteri dalam membesarkan anak-anaknya..
1. Kisah ini adalah kebanggaan beliau yang saat ini tengah dipanennya dari buah tanaman membesarkan anak anaknya.
2. Pak Mochtar menceritakan bagaimana ibu Mochtar berhenti bekerja ketika anaknya butuh perhatian. Maklum di LN tidak ada pengasuh anak. Kemudian bekerja lagi saat peluang itu ada.
3. Pak Mochtar sama sekali tidak menyatakan bahwa perempuan harus berhenti berkarya.
Oleh karena itu saya mengambil kesimpulan bahwa kembalikan kedudukan ibu sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam mengasuh anak. Bapak sebagai pencari nafkah utama..

Nah bagi perempuan perempuan yang sudah berpendidikan tinggi atau tidak, silahkan bekerja dan berkarya. Mau jadi apa saja silahkan. Ingat jangan ambil posisi melawan kodrati. Tetapi,..tatkala lahir anak jangan lengahkan dari hal ini. Tatkala membesarkan mereka dalam bimbingan hingga SMP (ini pengalaman lho....) inilah yang dimaksud dengan jihad itu. Jihad melawan ambisi berkarir dan jihad untuk tetap menjadi ibu/isteri sejati.
Istilahnya " berdarah darah" kita melakukan itu semua.
Hal ini yang dilakukan para karyawati pada umumnya. Bangun sebelum shubuh pulang sore sudah menunggu pekerjaan r.t.
Hasilnya adalah Kepuasan lahir karena ada uncang dan bathin dalam rangka ekpresi diri.
Mungkin para ibu yang berperan ganda akan merasakan itu semua.

Wassalam,

Evy Nizhamul,



Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com>
Sender: rant...@googlegroups.com

Ambiar Lani

unread,
Oct 14, 2011, 10:01:18 PM10/14/11
to rant...@googlegroups.com, mocht...@yahoo.com
Assalamualaikum warahamtullahi wabarakatuh.

Pak Mochtar Naim yang terhormat,

".................... Urang Cino ndak ado nan jadi pagawai nagari, dan ndak surang juo nan jadi buruh, kuli, pekerja kasar, pembantu rumah tangga, dsb. Kok bisa? Mereka malah menguasai seluruh jejeran jentera ekonomi Indonesia ko dari hulu sampai ka muaro. Pado hal jumlah mereka ndak sampai 5 % dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia ko.".

Menarik bagi ambo penggalan narasi (statement) pak Mochtar nan dikutipkan sarupo di ateh nun. Ada sesuatu nan taraso dalam pikiran dan tabayang di kiro-kiro di ambo bahwa tadapek suatu pandangan sosial di kampuang awak (tapi sebenarnya juga di daerah lain) bahwa manjadi pagawai negeri tu adalah sebuah status dan atau profesi yang bersifat prestisius.

Manjadi pegawai negeri dalam pandangan urang awak artinyo manjadi urang nan takamuko, nan terhormat, gengsi nyo tinggi, bisa mangecek jo camaik dan bupati bagai. Pokoknyo agak berdecaklah hati calon mintuo bilo status awak tu pegawai negeri, antah kok indak (?). Dan bahkan sapanjang nan ambo ketahui pada sementara kalangan, ada pandangan bahwa seseorang itu belum dianggap sebagai "orang" kalau alun manjadi pegawai negeri. Saya mempunyai beberapa kenalan yang sudah sukses dalam bidang wirausaha, namun cita-cita menjadi menjadi pegawai negeri indah panah pupus, bahkan di antaranya ada yang bersedia mulai dari pangkat golongan 2A. Selidik punya selidik ternyata kalau maota di lapau atau dalam arisan keluarga, ota urang ota kantua sadoalahe................. ( ha...ha...ha.....) Dan memang agak berbeda dengan di Malaysia. Di Malaysia calon mertua tidak terlalu bangga dengan calon mantu yang berstatus pegawai negeri.

Konon menurut carito sorang kawan, sampai hari kinin kurang labih 84 persen anak sikola di kampuang awak yo bakainginan ntuak jadi pegawai negeri, sementara kebutuhan pegawai negeri tu di Indonesia diperkirakan ndah labiah dari 10 juta urang do (kok data yang akurat tantu yo ado di instansi resmi), sementara penduduk Indonesia tu kan labiah 340 juta jiwa. Ka baa lo caronyo koa.... (?).

Menurut hemat kami...., animo nan talalu tinggi manjadi pegawai negeri tu merupakan pencerminan budaya feodal yang terlalu kuat dan mengakar di negeri ini. Dalam pandangan feodalist berdagang, berwiraswasta dan lain sejenisnya itu tidaklah dianggap sebagai sebagai status yang terhormat dan bergensi. Maka berbondong-bondonglah orang untuk mengejar status pegawai negeri, kalau perlu dengan menghonor telebih dahulu sampai 10 sampai 15 tahun.

Untuk menjadi feodalist atau egalitarist, menurut hemat kami peran dan peranan institusi pendidikan cukup penting dan strategis. Tapi maaf kesan kami institusi pendidikan kita hari ini miskin dari pendidikan karakter yang mampu untuk membentuk anak didik menjadi egalitarist. Mungkin yang berlangsung sekarang hanya proses pengajaran tapi tidak pendidikan (?). Wallahualam. Terima Kasih. Billahitaufiq walhidayah>


Wassalam,

Ambiar Lani
(59/L/Jkt-Bekasi)


Sent: Saturday, October 15, 2011 11:04 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang

Reni Sisri Yanti

unread,
Oct 14, 2011, 10:56:40 PM10/14/11
to rant...@googlegroups.com
Waálaikumsalam,
Bundo Evy n Pak MN, sarannya akan reni pertimbangkan jikalau....sudah sampai ke level kehidupan spt itu.....insyaallah.....

Tapi kebanyakan diawak ko....kalau ndak duo mato aie,ndak panuah tampek aia tu do...kecuali mato aie ciek tu gadang aienyo hhehhehehe.........tantu akan menjadi nyonya rumah yg cuma bergoyang2 kaki.....sambil mengasuh si buah hati......Amin....semoga semua wanita bisa seperti itu.....




Renny,Bintara


To: milis rang minang <rant...@googlegroups.com>
Sent: Saturday, October 15, 2011 7:34 AM

Mochtar Naim

unread,
Oct 14, 2011, 11:37:30 PM10/14/11
to rant...@googlegroups.com, MOCHTAR NAIM

Reni, Evy, dan ibu2 semua,
 
     Perhitungan itu semua ada di rumah tangga. Mau kerja di luaran kek atau tidak selagi anak masih memerlukan belaian kasih ibu. Tapi sayang kalau anak dikorbankan demi pekerjaaan di luar rumah. Yg mengerjakan ini tidak kurangnya adalah juga mereka yang berkecukupan demi prestige dan status dan berpendidikan tinggi. Makanya di Jepang seperti yang saya lihat, ibu2 yang sedang sarat dengan pekerjaan mengasuh anak menciptakan usaha rumah tangga macam apapun, yang sering secara kolektif dan korporatif, sehingga secara makro nasional merupakan sektor kegiatan ekonomi yang diperhitungkan.
     Seperti yang saya katakan, ini masalah paradigma, mindset dan sikap hidup. Ekonomi kita yang dikuasai oleh kelompok MNC dan konglomerat Cina maunya memang mempekerjakan wanita Indonesia pribumi yang bersedia meninggalkan  anak di rumah dengan gaji murah, jam kerja yang panjang, dan dapat dikendalikan dengan mudah. Makanya mereka suka2 juga mengekspor fabriknya itu sekali ke Indonesia ini. Karena tenaga kerja wanita Indonesia yang bisa dipekerjakan di fabrik2 melimpah.
     Coba Reni pikirkan alternatif jalan keluar yang agreeable dan cocok untuk perempuan Indonesia yang bagian terbesar adalah juga muslimah. Think big!
     Salam, MN
 
   
From: Reni Sisri Yanti <resy...@yahoo.com>
From: "hyv...@yahoo.com" <hyv...@yahoo.com>
To: milis rang minang <rant...@googlegroups.com>
Sent: Saturday, October 15, 2011 7:34 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang


Mochtar Naim

unread,
Oct 15, 2011, 12:17:09 AM10/15/11
to rant...@googlegroups.com, MOCHTAR NAIM
Sdr Ambiar, dkk,
 
     Nan awak paralukan di masyarakat awak sabananyo adolah: "paradigm shift," aratinyo perubahan caro bapikia. Persis seperti nan Sdr Ambiar katokan tu; awak ko lah baliak ka jaman panjajahan. Dulu panjajahan Bulando, kini panjajahan oleh bangso sendiri. Mereka maunyo baliak ka nilai2 lamo nan mestinyo lah ditinggakan. Mereka baliak ka feodalisme, ka paternalisme, ka birokratisme, ka etatisme, jaman niniak muyang nan di sinan dahulu tu, walau dibungkuih dengan istilah2 keren dan moderen saparati demokrasi, human rights, equality before the law, dsb.
    Dan urang awak ko lah tabao rendong pulo. Dek mati katakuikan. Dek awak kelompok minoritas nan lah dikalahkan dek garudo. Dek awak mandahulukan tuntutan material daripado moral dan spiritual.
    Co lah baco tulisan ambo nan baru ambo masuakkan: "Perspektif Indonesia ke Masa Depan," nan ambo sampaikan di Univ of Queensland, Brisbane, tahun lalu.
     Salam ambo, MN

AnwarDjambak

unread,
Oct 15, 2011, 1:45:57 AM10/15/11
to Rant...@googlegroups.com
Sembari istirahat siang, ini ada kisah inspiratif... baca sampai habis ya? O:) http://www.pks-diy.com/2011/10/aku-terpaksa-menikahinya.html?m=1

Asmardi Arbi

unread,
Oct 15, 2011, 11:48:13 AM10/15/11
to milis rang minang
Alhamdulillah , feeling ambo cocok jo kakak-kakak sibungsu nan bagala sibijak ko. Pambarian namo atau gala samo jo doa kecek ustadz. Tanyato doa kakak2 lai takabua.
 
Sabananyo soal kaarifan Bundo Kanduang ambo arok muncul dari pengalaman pak MN nan berhasil mendidik anak-anak sebagai urang Minang.. Namun baa kearifan keluarga baliau maMinangkan anak2 ndak muncul. Baitu pulo dari komentator lainnyo. Sabab ambo manyaksikan dan marasokan sendiri betapa sulitnya mendidik anak2 supayo mengamalkan ABS-SBK,apolagi bilo hiduik dirantau dan campuran pulo sakarek minang sakarek nan lain. Tapiliahnyo ibu2 di pengurus GM tantu atas usul urang2 nan tau track record mereka. Itu sajo nyo mukasuik ambo. Salamaik berkarya dan sukses kajanjang karir salanjuiknyo..
 
 Wassalam, 
 
Asmardi Arbi. 

Ambiar Lani

unread,
Oct 15, 2011, 9:45:09 PM10/15/11
to rant...@googlegroups.com, mocht...@yahoo.com, taufiq rasjid, hyv...@yahoo.com, ambo...@gmail.com, ambiar lani
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pak Mochtar Naim dan Pak TR yang terhormat sarato dunsanak kasadonyo.

Menarik juga nampaknya kalau kita memperbincangkan pengertian bundo kanduang perdefinisi atau perinterpretasi, karena berangkat dari perdifinisi atau perinterpretasi yang sama akan mendatang perspektif (sudut pandang) yang sama pula tentang bundo kanduang. Dengan demikian memungkinan kita terbebas dari kultur feodalisme dalam pengertian tertentu; mantang-mantang wae bini rang bapangkek lah disapo lo dengan sapaan bundo kanduang, padahal wae indak mangarati.

Menurut hemat kami pemaknaan bundo kanduang perdefenisi atau perinterpretasi dapat dilakukan dengan dua pendekatan yakni pengertian bundo kanduang secara harfiah dan pengertian bundo kanduang secara filosofis.

Pengertian bundo kanduang secara harfiah, adalah ibu (amak, mandeh, amay) yang melahirkan anak kandungnya. Seorang ibu (amak, mandeh, amay) yang melahirkan anak kandungnya secara naluriyah-alamiah dalam qalbu yang paling dalam serta dalam jiwa dan semangatnya secara alamiah pula lahir perasaan, sikap, prilaku dan sebagainya dengan memandang anak tersebut sebagai belahan jiwanya yang selanjutnya menimbulkan perasaan dan kemauan menyayangi, mengasuh dan mendidik, mengajar dan mencerdaskan, menumbuhkan dan mengembangkan, menguatkan dan memberdayakan........dst.......dst.......

Sedangkan pengertian bundo kanduang secara filosofis adalah para perempuan terkemuka Minang yang mampu mengadosi dan mengapresiasi sifat, perasaan, prilaku, tindakan dan lain-lainnya lagi seperti yang dilakukan seorang ibu kandung kepada anak kandungnya, terhadap kaumnya sesama perempuan, terutama terhadap perempuan Minang.

Dalam pemahaman kami yang terbatas perempuan terkemuka dan telah menunjukkan sikap dan jati dirinya seperti Rohana Kudus, Rasuna Said, Rahmah El-Yunusiah, Syamsiar Tahaib dan lain-lain, patutlah disapo sebagai bundo kanduang. Oh......., ibu-ibu nan didalam Gebu Minang bagaimano kiro-kiro.........????


Wassalam,


Ambiar Lani
Ketua Umum Gerakan Orang Tua Asuh Simpati (GOTA SIMPATI)
(59/L/Jkt-Bekasi)


*Catatan:
Maaf, sambil memperkenalkan: Gerakan Orang Tua Asuh Simpati (GOTA SIMPATI)


From: Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>; taufiq rasjid <taufiq...@rantaunet.org>
Cc: MOCHTAR NAIM <mocht...@yahoo.com>
Sent: Friday, October 14, 2011 8:06 PM

AnwarDjambak

unread,
Oct 15, 2011, 10:09:00 PM10/15/11
to Rant...@googlegroups.com
Mamak jo Bundo sarato Dunsanak nan salingka Bumi nan disayangi....

Sabananyo kalau kito lah paham tantang Islam sacaro Syumul dan Kaaffah....lah tarang bak nyo hari thd sagalo persoalan di Dunia nanko bahkan sampai ka Akhiraik, bayiak nan tasurek maupun nan tasirek.

Cuma yo ba ansua2 sasuai jo ketaqwaan awak, sbb Allah Swt lah bajanji di dlm Al Quraan "Bertaqwalah kamu maka Allah akan mengajarimu(segalo ilmu)..."

Sangenek..

Mochtar Naim

unread,
Oct 15, 2011, 7:06:24 PM10/15/11
to rant...@googlegroups.com, Asmardi Arbi, su...@yahoogroups.com, ba...@yahoogroups.com, MOCHTAR NAIM

Sdr Asmardi Arbi dan ibu2 Bundo Kanduang di dunia maya,
 
     Pengalaman pribadi dari kami sekeluarga dari me"minang"kan anak2 dan cucu2, baik nan lahia di kampuang maupun nan di rantau, sabananyo relatif sederhana. Sabok sadonyo bisa dimuloi dari keinginan hati. Babeda sekali antaro hati nan ingin dan nan tak ingin. Duo anak kami lahia di New York, satu di Padang dan satu di Singapura. Dari salusin cucu, dari 4 anak dan 4 minantu tu, 2 lahia di Boulder, Colorado, 1 lahia di Leeds, Inggeris, dan salabiahnyo di Jakarta dan Baliak Papan.
     Sadonyo anak kami pandai dan bahkan pacak babaso Minang.  Dan mereka sadonyo pandai babaso Inggeris. Malah nan tatuo pandai lo bahaso Parancih. Kami di rumah selalu babahaso Minang, nan kadang2 juo campua2 jo bahaso Indonesia dan Inggerih. Nan penting ado keinginan nan kuat untuk selalu suko bakomunikasi, baik sacaro baadok-adokan maupun lewat hp jo email. 
     Nan diciptakan tu mereka manyadari bahaso mereka berlatar-belakangkan budayo Minang, lalu Indonesia lalu global dunia. Dan mereka urang Islam nan taat. Sado anak nan padusi dan sado cucu nan padusi sadonyo bajilbab. Bayangkan, mereka berjilbab, taat baagamo, pandai mambaco Al Quran, dan fasih pulo babaso Inggeris. Dan merekapun warga dunia. Karano tiok kali nglencer ka berbagai suduik dunia. Ado nan dibao naiak haji, ado nan nglencer keliling  Eropah, keliling Cino dan Asia Tenggara lainnyo, lalu ka Australia, Amerika, ka Afrika bagai, dsb. Ka Singapura dan Malaysia jan ditanyo lai. Pokoknyo ado suasana global tu dalam kaluarga nan sangenek tu.
    Nah, kelihatannyo seperti malagakkan dan manjua diri, kan. Tapi itu sabananyo. Menciptakan suasana global dalam rumah tanggo, nan dimuloi dari suasana Minang dan Indonesia. Dari ma sumbernyo ko? Ndak lain dari ajaran agamo nan berorientasi global. Siru fil ardh. Bajalanlah kamu di permukaan bumi. Caliak apo2 dan kamapun ciptaan Tuhan tu. Dan manfaatkan ilmu Allah itu.
    Satu hal nan agaknyo juo mungkin menarik. Kami jo cucu2 suko batanyo-tanyo dan diciptakan suasana batanyo-tanyo tu. Sendirinya raso keinginan-tahuan tu maningkek taruih. Biasonyo anak2 dan cucu2 dalam basikola kamampuan dan kapandaian mereka 2 tingkek di ateh kamampuan rato2 kawan2nyo di sikola. Sabok di rumah ditambah selalu melalui suasana batanyo-tanyo tu. Kalau lah gak lamo kakek-neneknyo ndak batanyo-tanyo, mereka nan maingekkan. Dan suasana batanyo-tanyo tu bisa dima sajo. Di rumah, di jalan, di ma sajo. 
    Jadi, everything starts in the family. Makonyo aneh bana jadinyo kalau ibu jo anak cuma basuo di wakatu malam sajo di hari karajo, katiko ibu lah takapai kalelahan baliak dari karajo di lua rumah, samantaro anak2 masih sangat mendambakan belaian kasih dari ibu2nyo.  
    Nan aneh juo, urang2 moderen di Amerika, Eropah, Australia, Japang, lah baliak dari sinan, eh awak maniru pulo kabiasaan nan lah mereka tinggalkan tu. Nan pokok, ciptakan suasana rumah tanggo nan hangat dan bergairah selalu.
    Sdr Asmardi dan ibu2 Bundo Kanduang, iko sadonyo cuma ilustrasi. Kalau di tangah pakai, kalau di tapi, buang.
    Teriring Salam, MN
 
 
From: "Asmardi Arbi" <asmard...@rantaunet.org>
Date: Fri, 14 Oct 2011 22:55:23 +0700
To: milis rang minang<rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang

Bu Evy nan bijak jo sanak sapalanta nan ambo hormati,
 
Sabalun pabincanganko diakhiri ambo saketek ado uneg-uneg ( apo yo caro Minangnyo ).
 
Ambo lai rajin mangikuti tanggapan -tanggapan  tantang Bidang Kearifan Bundokanduang ko, mulai dari pak MN, Bundo Nismah jo sanak-sanak lainnyo nan banyak bisa dicontoh jo diambiak sabagai pelajaran. Hanyo ambo agak heran kok ndak ado nan manyingguang saketek juo tantang baa kaarifan dalam hal keMinangan.
 
Ambo pernah batugeh didaerah-daerah dan sering diminta jadi pelindung jo penasehat organisasi Keluarga Minang. Pado umumnyo  ambo mambari nasehat tautamo ka anak-anak mudo bahaso ciri khas urang Minang bisa diliek dari Adaik jo Agamo ( ABS-SBK ). Kalau indak tacamin nan duo tu dalam tingkah laku sahari-hari awak , labiah rancak indak mangaku sabagai urang Minangkabau. Ambo marasokan disikolah nan paliang barek mananamkan ka anak-anak mudo tamasuak anak awak sendiri. Jangankan mananamkan masalah agamo jo adaik, soal maajak ba bahaso Minang sajo alah payah awak.    Mohon maaf bilo ndak berkenan jo uneg-uneg amboko.
 
Semoga Bundo Nismah jo bu Evy sukses manyumbangkan pemikiran-pemikiran dalam bidangnyo di organisasi Gebu Minang .
 
Wassalam,
 
Asmardi Arbi (nan sangek ingin maliek implementasi ABS-SBK  dipanghujuang hayaik ko )
 

 
 
 
 
 

marwan_...@yahoo.com

unread,
Oct 15, 2011, 11:21:19 PM10/15/11
to rant...@googlegroups.com
Sanak sapalanta,khususnyo pak MN yth. Alhamdulillah,pak MN lah babagi pangalaman jo kito di RN ko. Yoo sabana manggalitik caro jo metoda nan pak MN terapkan dlm klg. Jadi kuncinyo "memang tagantuang jo Nachoda nan mambaonyo" atau "Kateladanan" dari Bapak jo Ibuk nyo. Smg sukses pak/ibuk MN bisa manjadi conto bagi kito sadonyo. Taririang doa dari kami se klg smg klg besar pak MINUTE senantiasa di RIDHAI Allah YMK,Aamiin,Wass. (Marwan Paris,Lk manjalang 68th,rang Salayo Slk tingga di Jaktim).

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com>
Date: Sun, 16 Oct 2011 07:06:24 +0800 (SGT)
Cc: MOCHTAR NAIM<mocht...@yahoo.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. PANGALAMAN PRIBADI. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang

marwan_...@yahoo.com

unread,
Oct 15, 2011, 11:32:13 PM10/15/11
to rant...@googlegroups.com
Maaf kok ado tatulih MINUTE,mestinyo MINUTE,Wass. (Marwan Paris,Lk manjalang 68th,rang Salayo Slk,tingga di Jaktim)

Powered by Telkomsel BlackBerry®


Date: Sun, 16 Oct 2011 03:21:19 +0000

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Oct 15, 2011, 11:41:29 PM10/15/11
to rant...@googlegroups.com
He..MINUTE mukasuiknyo MN kan pak ??


--TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


Date: Sun, 16 Oct 2011 03:32:13 +0000

ZulTan

unread,
Oct 15, 2011, 11:47:11 PM10/15/11
to RN



Hahaha....
MINUTE is MINUTE.
Kabaa lai?

Salam,
ZulTan, L, 51, Bogor

If you don't know where you are going, any road will take you nowhere - Henry Kissinger

Date: Sun, 16 Oct 2011 03:32:13 +0000

marwan_...@yahoo.com

unread,
Oct 16, 2011, 12:36:21 AM10/16/11
to rant...@googlegroups.com
Aduhhh dunsanak sapalanta,khususnyo pak MN yth. maaf salah juo ralat nyo,ambo ulang baliek ralatnyo,nan tatulih "MINUTE" mestinyo "MN" ,Wass. (Marwan Paris,Lk manjalang 68th,rang Salayo Slk tingga di Jaktim).

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: "ZulTan" <zul...@yahoo.com>
Date: Sun, 16 Oct 2011 03:47:11 +0000

Asmardi Arbi

unread,
Oct 16, 2011, 9:27:23 AM10/16/11
to Mochtar Naim, rant...@googlegroups.com, su...@yahoogroups.com, ba...@yahoogroups.com, MOCHTAR NAIM
Pak MN sakaluarga nan kami banggakan, jo sanak sapalanta.
 
Pangalaman pak MN iyo sabana rancak jadi contoh, tautamo bagi keluarga nan mudo2. Kalau nan kaluarga gaek2 alah talojok. 
Ambo raso pak MN indak malagak do. Apo nan ambo rasokan salamoko alah tajawek dek pak MN nan sangek baruntuang punyo urang rumah nan sajalan.   Disiko ambo maliek kearifan Bundo Kanduang jo kearifan pak MN sendiri sebagai kepala keluarga tamasuak mananamkan ABS-SBK dikeluarga baliau.      Kito patuik ba Tarimokasi ka pak MN, mudah2an kami bisa mambaok katangah keluarga kami  pangalaman KB pak MN ko.
 
Wassalam,
Asmardi Arbi lk, 70, Tangsel
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages