Galodo Hantam Pasaman Ratusan Rumah Hanyut

48 views
Skip to first unread message

Nofend St. Mudo

unread,
Feb 22, 2012, 9:23:45 PM2/22/12
to Rant...@googlegroups.com
Tanggal 23 February 2012

Pasaman, Singgalang
Bencana banjir bandang atau galodo melanda Kecamatan Simpati, Pasaman.
Sedikitnya lima jorong luluh lantak dibuatnya. Diperkirakan ratusan
rumah warga rubuh dan sebagian lainnya hanyut, termasuk satu unit
mobil milik PT Pos.
Suasana di daerah bencana itu mencekam. Gemuruh galodo tengah malam
masih terdengar. Pandangan mata amat terbatas, sebab malam benar-benar
gelap. Hujan terus turun, sementara listrik padam total.
Di tengah kegelapan pada Rabu malam (22/2) kemarin, sekitar pukul
21.45 WIB, pekik histeris dan isak tangis terdengar pilu. Terlihat
warga mondar-mandir mencari anggota keluarganya.

Bencana banjir yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, selain
meluluhlantakkan lima jorong juga menghanyutkan sejumlah kendaraan
roda dua dan roda empat serta ternak dan merubuhkan satu jembatan.
Namun hingga berita ini dikirim belum diketahui adanya korban jiwa.
Menurut salah seorang warga Simpati, Afrizal (30) kepada Singgalang,
bencana itu terjadi akibat longsornya Bukit Macang, yang berada persis
di ulu
Batang Buluah. Sebelumnya daerah itu diguyur hujan lebat selama dua jam lebih.
Akibat longsoran perbukitan tersebut, selain membawa air bah juga
sekaligus membawa material tanah dan pasir serta kayu bekas tebangan
ke aliran sungai, sehingga Batang Buluah meluap menjadi-jadi, warga
menyebutnya galodo.
Galodo tersebut muncul secara tiba-tiba, setelah beberapa saat warga
mendengar adanya suara gemuruh dan dentuman yang diperkirakan
bersumber dari longsoran
Bukik Macang tersebut.

Perkampungan yang disapu bencana itu antara lain Kampung Sianok,
Melayu, Sawah Laweh, Pasa Simpang, Kampuang Anau, Jorong Marambuang
dan Simpang Tigo. Yang terparah Pasa Simpang. Di sini nyaris semua
rumah penduduk dan los pasar selain hanyut tak sedikit pula yang
rubuh.
Sampai tadi malam sejumlah warga masih terlihat berbondong-bondong
mengungsi untuk menyelamatkan diri dengan mencari tempat ketinggian.
Salah satu jorong yang menjadi sasaran pengungsian warga yakni Jorong
Kampuang Padang.
Bupati Pasaman H. Benny Utama, serta pihak terkait lainnya begitu
mendapat informasi langsung turun ke lokasi. Hingga tadi malam Benny,
terlihat larut dengan warga korban bencana banjir di lokasi
pengungsian.
Humas Pemkab Pasaman, Budi Hermawan melaporkan, jumlah korban belum
diketahui. Masyarakat mengungsi ke bukit-bukit di tengah guyuran
hujan. Sementara gemuruh galodo terdengar menakutkan.

Hujan turun sejak pukul dua siang dan galodo mulai menggila sejak
pukul 18.00 WIB.
Galodo sebesar sekarang pernah terjadi pada 1980-an. Bupati Benny
telah menelepon gubernur untuk minta bantuan. Di lokasi juga terlihat
Kapolres, Joko Purnomo. (216)

http://hariansinggalang.co.id/galodo-hantam-pasaman-ratusan-rumah-hanyut/

--
Wassalam
Nofend | L-35 | CKRG

Nofend St. Mudo

unread,
Feb 22, 2012, 9:53:35 PM2/22/12
to RantauNet
PASAMAN BERDUKA : Banjir Bandang Hondoh 3 Nagari
Kamis, 23 Februari 2012 03:53

Banjir bandang mahondoh tiga nagari di Pasaman. Puluhan rumah hanyut.
Tiga nagari terisolasi dan belum diketahui jumlah korban jiwa.
Pembabatan hutan bisa jadi penyebab banjir besar ini.

PASAMAN, HALUAN—Su­matera Barat tak usai dirun­dung musibah. Belum
selesai kebakaran hebat yang melan­da Koppas Plaza Pasar Raya Padang
tiga hari lalu, kini  musibah bencana alam banjir bandang dan longsor
men­ghantam pemukiman pen­duduk di tiga nagari di Kabu­paten Pasaman,
Rabu (22/2) sekitar pukul 18.15 WIB. Pasaman pun berduka.

Ketiga nagari itu adalah Nagari Simpang, Nagari Alahan Mati, dan
Nagari Kaciak yang ketiganya berada di Kecamatan Simpati. Ban­jir
bandang dan longsor di be­berapa titik, antara lain Jorong Simpang
Utara, Sim­pang Selatan, Pasar Sim­pang, Kampung Aur, dan Kampung
Siri. Alahan Mati dan Nagari Simpang parah digulung galodo.

Laporan wartawan Ha­luan di lokasi kejadian, sepanjang 1 km lebih,
Bukik Macang di sisi kiri jalan raya arah Kinali terban dan me­nimbun
pemukiman warga di kaki bukit itu. Puluhan rum­ah kupak-kupak, sebuah
bangunan SD, musala dan rumah makan tertimbun, tiga mobil yang sedang
melintas juga ikut terseret banjir, dan beberapa buah kendaraan motor
roda dua. Tampak kekayuan dan bebatuan di­sert­ai lumpur bergulung-
gulung menerjang dari atas bukit sekitar dan mem­belintang bersama
lumpur me­nutup jalan. Tiga lokasi itu sampai pukul 00.00 WIB tadi
malam masih terisolir, belum diketahui jumlah korban jiwa dan
kerugian. Namun dari informasi warga, ada dua warga yang meman­cing di
sungai yang hingga tadi malam belum dite­mukan.

Menurut salah seorang warga setempat, sepanjang 50 tahun terakhir,
inilah musibah paling parah yang pernah melanda tiga nagari itu.
“Meluapnya Batang Sina­bung penyebab banjir ban­dang ini. Saya kira
hutan di hulu sungai sudah dijarah. Selain Batang Sinabung, ada juga
Sungai Ulu Tambuluah Bukit Ambacang yang saya perkirakan hulunya juga
sudah gundul,” katanya sem­bari memperkirakan penye­babanya.

Yozawardi, Kepala Dinas Kehutanan Pasaman, men­duga ada tiga penyebab
banjir bandang itu. “Pertama penebangan liar, kedua ba­nyak­nya
penanaman coklat di sekitar bukit, dan ketiga sungai yang tak mampu
menampung debet air yang demikian besar,” katanya.

Sementara itu, Wali Na­gari Simpang Adek Jumailis, menyebutkan di
Bukit Ma­lampah dikabarkan, 30 orang terkurung empat mobil rusak
belasan motor terserat air. Untuk sementara 200 KK di Pasa Simpang
mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui berapa jum­lah korban jiwa
yang ditelan galodo tersebut, namun sejum­lah aparat kepolisian,
Satpol PP dan alat berat sudah tiba di lokasi, namun belum bisa
melakukan evakuasi, karena arus masih cukup besar sehingga menyulitkan
tim bantuan menembus lokasi.

Yazid Fadli, Kepala BP­BD Sumbar mengatakan, setelah mendapat kabar
banjir bandang itu, tim langsung diturunkan ke lo­kasi kejadian.
“Alat-alat berat sudah dibe­rangkatkan,” katanya.

Bupati Pasaman, Benny Utama bersama rombongannya hanya bisa berada
paling jauh 15 Km dari jalan Lintas Sumatera. “Kita tidak bisa masuk
sampai ke lokasi, jalanan tertutup timbunan dan kayu-kayu besar,
jempatan pun ambruk, hujan sangat lebat,” kata Benny Utama.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang ditelepon Bupati Pasaman Beny
Utama menyatakan rasa dukanya yang mendalam.
“Malam tadi langsung meme­rintahkan Kepala BPBD Sumbar untuk turun ke
Pasaman membawa alat berat dan bantuan yang diperlukan guna melakukan
eva­kuasi. Karena sulitnya medan dan hujan lebat, alat itu belum
sampai hingga tadi malam,” tambah Beny

Menurut Yazid, ada dua ke­mungkinan yang bisa ditempuh untuk melakukan
evakuasi. Pertama masuk lewat Lintas Tengah via Bukittinggi, dan yang
kedua lewat Pariaman menyusuri jalan Lintas Barat ke Pasaman Barat.
Dari situ ke Malampah. Karena kawasan itu berada di perbatasan dua
Kabu­paten (Pasaman dan Pasaman Ba­rat) maka evakuasi harus dilakukan
dari dua pintu masuk itu agar bisa mempercepat pembukaan isolasi dan
bantuan makanan ataupun pencarian korban bisa dilakukan segera.

Salah seorang korban galodo Jon Hendri, warga Simpang Utara, kepada
Haluan, mengatakan, rumah tempat tinggalnya dan sebuah kedai PMD
tempat usahanya sudah ludes disapu galodo. “Anak istrinya saya
berhasil melarikan diri ke arah perbukitan,” kata Jon Hendri terbata-
bata.

Korban lainya, Eni kepada Haluan mengatakan, rumah yang dia tempati
berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, tetapi tidak terkena
hantaman galodo, namun suaminya belum juga kun­jung pulang dari
Bukittinggi.
“Saya cemaskan suami saya, hingga malam ini belum juga pulang. Apakah
dia masih berada di Bukittinggi atau dalam perja­lanan atau terjadi
apa-apanya di tengah jalan,” kata Eni sambil menangis.

Camat Palupuh yang dihubungi Haluan, M Arsyid mengatakan jalan raya
Palupuh-Pasaman tadi malam macet total sehingga tidak satupun
kendaraan roda empat yang bisa melintas.

Bukitinggi Banjir

Sementara itu, dari Bukittinggi dilaporkan, dua keluarga di RT 2 RW 2,
Kelurahan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Sala­yan,
Bukittinggi terpaksa me­ngungsi, karena rumah mereka direndam banjir
dengan ketinggian sekitar 1,5 meter tadi malam.

Ironisnya genangan air itu ditengarai akibat urukan tanah pembangunan
Kampus Stikes For de Kok di kawasan tersebut.

Kedua rumah yang terendam itu masing-masing milik Zulfirman, Ketua RT
setempat dan Fitri Susilawarni. “Saya sudah sering menyampaikannya
kepada pihak Stikes untuk men-dam tanah timbunan kampus itu, tetapi
tidak diindahkan. Ya, beginilah jadinya kami jadi korban akibat hujan
deras dari sore,” kata Zulfirman tadi malam.

Zulfirman yang terpaksa me­ngungsi ke rumah familinya ber­harap Pemko
Bukittinggi menegur pihak Stikes karena dinilai tak peduli dengan
masyarakat sekitar. “Faktanya begini, dan tentunya kita berharap ada
teguran dan perhatian dari pihak Pemko, agar tak terjadi lagi,”
lanjutnya. (h/jon/tos/vie)

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=12923:banjir-bandang-hondoh-3-nagari-&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71

Wassalam
Nofend | L-35 | CKRG

On 23 Feb, 09:23, "Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org> wrote:
> Tanggal 23 February 2012
>
> Pasaman, Singgalang
> Bencana banjir bandang atau galodo melanda Kecamatan Simpati, Pasaman.
> Sedikitnya lima jorong luluh lantak dibuatnya. Diperkirakan ratusan
> rumah warga rubuh dan sebagian lainnya hanyut, termasuk satu unit
> mobil milik PT Pos.
>
> --

Nofend St. Mudo

unread,
Feb 22, 2012, 9:57:33 PM2/22/12
to RantauNet
Update Banjir & Longsor Pasaman, 22 Rumah Hancur
Rus Akbar - Okezone
Kamis, 23 Februari 2012 08:12 wib

PADANG - Dua kecamatan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, diterjang
banjir bandang dan longsor.

Berdasarkan data sementara dari Pusat Pengendali Operasi
Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Sumbar, Kamis (23/2/2012),
kecamatan yang diterjang banjir bandang adalah Simpang Alahan Mati
(Simpati) dan Tigo Nagari.

Di Simpati, tercatat empat rumah hanyut diterjang banjir, satu rumah
ibadah rusak berat, empat mobil rusak, delapan kendaraan roda dua
hanyut. Selain itu 200 kepala keluarga mengungsi ke SDN 03.

Sedangkan di Kecamatan Tigo Nagari 18 rumah rusak tertimbun longsor,
satu rumah ibadah rusak, dan 39 kepala keluarga mengungsi.

Belum ada data korban meninggal atau hilang sampai pagi ini.

Tim sudah diturunkan ke beberapa titik bencana yakni dari BPBD
Kabupaten Pasaman, BPBD Kabupaten Pasaman Barat, BPBD Kabupaten Solok,
BPBD Kabupaten Tanah Datar, BPBD Provinsi Sumatera Barat, Dinas PU
Kabupaten Pasaman, Dinas Sosial Kabupaten Pasaman, Dinas Kesehatan,
TNI, Polri, dibantu PMI dan Badan SAR Nasional (Basarnas).

(ton)
http://news.okezone.com/read/2012/02/23/340/580856/update-banjir-longsor-pasaman-22-rumah-hancur

Wassalam
Nofend | L-35 | CKRG

Armen Zulkarnain

unread,
Feb 24, 2012, 2:52:03 PM2/24/12
to rant...@googlegroups.com, Masdar TGM Simpang Alahan Mati, Ambiar Lani

Assalamualaikum wr wb

Angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo hormati,
Nagari Simpang & Nagari Alahan Mati di kec. Simpati nan ko adolah kampuang dari pak Dt Masdar nan bamukim di Bengkulu sarato pak Ambiar Lani di Jakarta. Ambo turut berbelasungkawa mandaga kaba buruak nan ko. Kok mungkin ado nan bisa dipabuek oleh RN atau YPRN, dek ambo baru sajo pulang dari Pariaman sajam nan lalu, insya Allah jo tanago sarato wakatu ambo siap untuak turun ka nagari mantun, baa gak ati? 

wasalam 

AZ/lk/33th/caniago
asa nagari Kubang, 50 Koto
babako ka Canduang Koto Laweh, Agam    



Dari: Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org>
Kepada: Rant...@googlegroups.com
Dikirim: Kamis, 23 Februari 2012 9:23
Judul: [R@ntau-Net] Galodo Hantam Pasaman Ratusan Rumah Hanyut
--
.

ajo duta

unread,
Feb 24, 2012, 4:00:52 PM2/24/12
to rant...@googlegroups.com
Sanak dermawan RN,

Kalau ado tagarak hati ka mambantu musibah di Pasaman ko melalui YPRN,
silahkan. Iko noreknyo Yayasan Palanta RantauNet; Rek No. 0221919932
Bank BNI '46.

Semoga Allah mambaleh sebagai amal ibadah. Amin.

> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

--
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

Ambiar Lani

unread,
Feb 25, 2012, 7:15:49 AM2/25/12
to rant...@googlegroups.com, ajo...@gmail.com, emenes...@yahoo.co.id, ambiar lani
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Bung Armen, Ajo Duta dan seluruh dunsanak nan elok hati yang kami hormati.

Terlebih dahulu kami mengaturkan terima kasih atas segala perhatian yang diberikan berkenaan dengan bencana banjir bandang / banjir galodo yang menimpa kenagarian Simpang dan Alahanmati.

Sebagai informasi untuk para Rantau-Netter catatan sementara bencana tersebut menimpa:

1. Rumah penduduk                174 buah (>100 rusak berat)
2. Los Pasar                                 4 unit rusak berat
3. Rumah ibadah                          6 (1 unit ludes/habis disapu banjir)
4. Jembatan                                13
5. Sawah dan kebun                221 HA
6. Irigasi                                       18
7. Puskesmas                               1
8. SD                                              1
9. Jalan Kabupaten                  500 m
10. Jalan Negara                      250 m
11. Mesin Penggilingan padi       1 unit (habis disapu banjir)

Angka-angka tersebut dikutip dari akun Riza Syafni Eriza pegawai Dinas Kependudukan Pemda Kab. Pasaman yang mengutip dari data sementara Posko Pemda Kab. Pasaman

Sementara itu padi (gabah) milik warga yang dititipkan di healer (mesin penggilingan padi) tersebut di atas sebanyak kurang lebih 50 ton juga habis ludes disapu oleh banjir galodo tersebut bersamaan dengan mesin penggilingan padi yang sudah tinggal tanah bekasnya itu.

Yang amat disayangkan adalah bahwa gabah atau padi milik penduduk tersebut seyogiya sebagai persedian menjelang datangnya musim panen yang diperkirakan antara 60 - 80 hari yang akan datang.

Akan halnya maksud Bung Armen untuk turun langsung ke nagari tersebut kami mengaturkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Namun kami juga menyarankan agar maksud baik tersebut sebaiknya diurungkan saja, karena dalam beberapa hari ini sebagian dari para perantau Simpang yang tinggal di Sumbar dan sekitarnya sudah banyak yang mengambil cuti dan terjun langsung membantu ke lapangan. Demikian juga beberapa mahasiswa kami juga sudah ada yang turun ke lapangan memberikan bantuan kepada para pihak terkait yang menanggulangi masalah bencana ini.

Kepada para dunsanak kami Rantau-Netter yang terpanggil untuk meringankan penderitaan para korban bencana baik moril dan materil terlebih dahulu kami mengucapkan terima kasih dan bila nanti bantuan yang terhimpun itu sudah mau disalurkan nanti dapat menghubungi kami dan akan kami beritahukan ke nomor rekening mana dan atau nomor rekening siapa yang dapat dipakai sementara untuk memfasilitasi bantuan itu untuk dapat disampaikan kepada yang berhak dan patut menerimanya. Dan insyaallah dalam hitungan detik bantuan tersebut akan sampai ditangan admin jaringan kami di lapangan dengan ongkos yang juga sangat rendah.

Sementara kami sendiri akan tetap berada di Jakarta mengatur dan mengontrol komunikasi dengan para perantau kami yang berada diberbagai penjuru, karena hal yang demikian tidak mungkin dilakukan dari daerah (maksudnya dari lokasi bencana) karena berbagai hambatan.

Akhirul kalam kepada seluruh dunsanak yang peduli sekali lagi kami mengaturkan banyak terima kasih.

Wassalam,

Ambiar Lani
Jakarta - Bekasi,
HP: 081382996295,  08158312054,  Telepon: 02188987840.-

From: ajo duta <ajo...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Saturday, February 25, 2012 4:00 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Galodo Hantam Pasaman Ratusan Rumah Hanyut

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Feb 26, 2012, 12:45:27 PM2/26/12
to Rantau Net Rantau Net, ajo...@gmail.com, emenes...@yahoo.co.id, ambiar lani
Pak Ambiar, sambil ikut prihatin terhadap terjadinya musibah itu, saya memperhatikan dengan lega tidak adanya korban manusia dan cepatnya reaksi dari para perantau Pasaman, termasuk yang pak Ambiar koordinasikan.
Selain itu saya juga ikut senang dengan telah berfungsinya BPBD dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bencana. Kampuang halaman kita - menurut para geolog - memang terletak di Patahan Semangka di sepanjang Bukit Barisan, sehingga kewaspadaan dan kesiagaan utk bergerak cepat adalah suatu keniscayaan.
Wassalam,
SB.
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

From: Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>
Date: Sat, 25 Feb 2012 20:15:49 +0800 (SGT)
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages