Bagaimana dengan Bahasa Minangkabau eeey?
-- MakNgah
BANDUNG, (PRLM).- Pengakuan United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terhadap bahasa Sunda menunjukkan masyarakat Sunda masih memelihara dan menjaga budaya yang menjadi ciri dan jati diri suku bangsa. Di antara 6.912 bahasa daerah di dunia bahasa Sunda masih menempati posisi ke-32, meski sebelumnya menempati posisi ke=30.
“Sebagai pemilik dan pengguna, pengakuan badan dunia (UNESCO), sudah barang tentu membuat kita bangga. Namun bila melihat kondisi pengguna bahasa daerah di seluruh dunia tiap hari semakin berkurang karena mengalami kepunahan. Kita harus berupaya untuk tetap menjaga dan melestarikannya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Drs. Nunung Sobari M.M., dalam keterangannya kepada “PRLM”, Senin (18/2/13).
Diungkapkan Nunung, pasca penetapan bahasa Sunda sebagai bahasa indung internasional oleh UNESCO 21 Februari 2012 lalu, Disparbud Jabar bersama sejumlah institusi terus melakukan upaya-upaya pemeliharaan. Bahkan saat bahasa Sunda dihilangkan dari kurikulum Pemprov Jabar sudah melayangkan surat ke Kemendikbud, agar bahasa Sunda tetap diajarkan di sekolah mulai tingkat dasar (SD) hingga tingkat atas (SMA).
Upaya lain agar esksistensi penggunaan bahasa Sunda tetap terpelihara, Pemprov Jabar melalui Disparbud dan Disdik melaksanakan sejumlah program kegiatan guna merangsang penggunaan bahasa Sunda di masyarakat tetap terjaga. “Di antaranya melalui lomba atau pasanggiri, workshop dan diskusi, serta pembuatan buku, selain itu juga menjadikan bahasa Sunda sebagai pengantar dalam permainan, lagu serta cerita,” ujar Nunung. (A-87/A-88)***