--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Nakan HM Dt.Marah Bangso (HMDMB) dan Sanak dipalanta n.a.h
Perjalanan nakan HMDMB berguna bagi pribadi dan sangat informatif bagi rakyat Indonesia.
Sasudah mambaco: “Kalau dibanding dengan Sumatera, Kalbar…”
Itulah gambaran pambangunan di daerah, abih bajet stop karajo,
Kalau tak salah, babarapo proyek jembatan ko multiyears, antah kini ko indak.
Ikolah nan salalu mamacetkan pambanguan didaerah.
Makonyo timbul macam-macam ide sarupo ditariakan pak LAODE, tokoh DPD Indonesia Bagian Timur baru-baruko, menggagas Federal untuk Indonesia Timur.
Terlambatnya pengembangan jalan didaerah mungkin karena perisip pembangunan yang berbeda..
Daerah ingin tarsportasi ko dibuka.
Pusat prinsipnyo masih zaman Balando dulu, jalan baru bisa dibangun kalau ado daerah nan kadihubungkan dan bernilai ekonomis (Joko Kirmanto Menteri…/ PU, waancara TV Swasta beberapa tahun lalu).
Makonyo transportasi:
1. Marauke – Jayapura,
2. Merauke – Sorong,
3. Sorong- Nabire-Jayapura,
4. Wamena –Matabor dan
5. Wamena –Merauke
Tak terbangun sampai sekarang.
Kalau selama selama 40 tahun yang berlalu ini jalur transportasi diatas ternbangun, mungkin situasi di Papua tidak akan seperti sekarang.
Jalan Pekanbaru –Dumai sekitar 200 km , untung ada Caltex membuka jalan, kemudian ikut pemerintah meng-aspal.
Antara tahun 1960- 1980 masih sepi, mulai tahun 1985 keatas/ kedepan sampai sekarang Pekanbaru – Dumai yang 200 km itu, boleh dikatakan menyatu, orang datang dari segala penjuru.
Karena prinsipnya fungsi ekonomis, maka Jakarta dan kiri - kanannya itu penuh dengan jalan, tak bisa diatas tanah dinaikan diatas tanah.
Mudah-mudahan jadi pelajaran bagi Presiden dan DPR 2014.
Wass,
Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau.
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Dari info HM Dt.Marah Bangso (HMDMB) “Kini di desa Piasak Tayan sadang akan beroperasi pabirik Alumina nan mengolah biji bauksit manjadi alumina… “
Batanyo saketek, apo ko pabrik Alumuna di Piasak tu produksinyo alah barupo Aluminium batangan atau plat sarupo plat Aluminium ukuran triplek atau ukuran plat seng dan aluminium batangan / siku ukuran 1”, 2”dsb.
Tarimo kasih infonyo HMDMB.
Wass,
Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
Dari info HM Dt.Marah Bangso (HMDMB) “Kini di desa Piasak Tayan sadang akan beroperasi pabirik Alumina nan mengolah biji bauksit manjadi alumina… “
Batanyo saketek, apo ko pabrik Alumuna di Piasak tu produksinyo alah barupo Aluminium batangan atau plat sarupo plat Aluminium ukuran triplek atau ukuran plat seng dan aluminium batangan / siku ukuran 1”, 2”dsb.
Tarimo kasih infonyo HMDMB.
Wass,
Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau