SIAPAKAH SERATUS TOKOH YANG PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH MINANGKABAU ?

123 views
Skip to first unread message

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Sep 21, 2009, 11:12:28 PM9/21/09
to rantaunet rantaunet rantaunet, BiroKerjasama Rantau PemdaSumbar, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Warni DARWIS
Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Secara berkebetulan, sewaktu saya ‘kluyuran’ dengan keluarga di toko buku Gramedia di Pondok Indah Mall, Jakarta,hari Senin tanggal 21 September, saya menemukan – dan kemudian membeli – buku ‘100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Sepanjang Sejarah’, karangan Michael H.Hart, terjemahan Ken Ndaru dan M.Nrul Islam, Penerbit PT Hikmah, Jakarta. Buku ini edisi revisi 1992 dari buku yang diterbitkan pertama kalinya dalam tahun 1978. Uniknya, pengarang menempatkan Nabi Muhammad s.a.w sebagai orang paling berpengaruh sepanjang sejarah, oleh karena beliau bukan saja menjadi Rasul dari suatu agama, tetapi juga berpengaruh dalam mengisi dan mengembangkan ajarannya, serta menjadi kepala pemerintahan yang berhasil melaksanakan ajarannya itu.

Segera terbetik dalam fikiran saya, apakah sudah ada buku tentang seratus orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah Indonesia, atau lebih kecil lagi, seratus orang yang paling berpengaruh dalam sejarah Minangkabau ? Jika sudah ada, siapa pengarangnya dan dimana terbitnya, dan jika belum ada, mengapa tidak atau belum ditulis dan diterbitkan, sebagai sumbangan untuk ‘collective memory’ masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Minangkabau pada khususnya ?

Pertanyaan ini timbul secara otomatis dalam fikiran saya, baik oleh karena disertasi saya di UGM (1996) bertema peranan elite sipil dan elite militer dalam dinamika proses integrasi nasional di Indonesia, dengan kasus etnik Minangkabau di Sumatera Barat (1945-1984), maupun oleh karena kepedulian saya secara pribadi terhadap urgensi menjernihkan rumusan ABS-SBK sejak tahun 2004, dengan mengingat peranan besar dari Tuanku Imam Bonjol dan Syech Achmad Chatib al Minangkabauwi sebagai tokoh-tokoh protagonisnya.

Sekembali ke rumah, secara cepat-cepat dari ingatan saja saya mencoba menginventarisir nama-nama yang dalam pandangan saya sangat berpengaruh dalam sejarah Minangkabau, dengan hasil sebagai berikut.

Adat dan Budaya Minangkabau serta Agama Islam

1. Syech Burhanuddin dari Ulakan, pembawa agama Islam ke Minangkabau.
2. Tuanku Imam Bonjol, memberi fatwa ‘adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah’.
3. Syech Achmad Chatib al Minangkabauwi, pemrotes hukum waris adat Minangkabau.
4. Prof Dr Hamka, ulama Islam dan pengeritik adat Minangkabau.
5. Rangkayo Rahmah el Yunusiyah, pendiri Diniyah Putri.
6. Zainuddin Labay el Yunusi, pendiri Sumatera Thawalib (?).
7. Haji Datuk Batuah, guru Sumatera Thawalib dan aktivis komunisme di Sumatera Barat.
8. Sjech Sulaiman Arrasuli, pendiri Tarbiyah Islamiyah dan penulis sejarah ABS SBK.
9. Sjech Mohammad Djamil Djambek, ulama.
10. Datuk Simaradjo, ketua MTKAAM.
11. Chaidir Nien Latief SH, ketua umum pertama dari LKAAM, pemrakarsa seminar ‘Minangkabau di Tepi Jurang” (2003) dan penggerak kereta api wisata di Sumatera Barat.
12. Idrus Hakimy Dt Radjo Penghulu, penulis buku-buku adat yang sangat produktif.
13. Amir M.S., penulis dan pembela adat Minangkabau.
14. Ir Mangaraja Onggang Parlindungan, pendorong penulisan sejarah Minangkabau modern.
15. H. Mas’oed Abidin, ulama.
16. Prof Dr K. Suheimi, penulis masalah-masalah kemanusiaan Minangkabau yang bernafaskan Islam.

Kerajaan Pagaruyung

17. Adityawarman, pendiri kerajaan Pagaruyung.
18. Sultan Alam Bagagar Syah, keturunan raja-raja Pagaruyung, yang memimpin penyerahan Minangkabau kepada pemerintahan Belanda

Sejarah dan Sastra Minangkabau

19. Ali Akbar Navis, pengeritik dan penulis budaya Minangkabau.
20. Wisran Hadi, pengeritik dan penulis budaya Minangkabau.
21. Prof Dr Taufik Abdullah, sejarawan senior dan pakar Minangkabau.
22. DR Taufiq Ismail, penyair dan pendiri Rumah Puisi.

Militer

23. Ibrahim Datuk Tan Malaka,peletak dasar strategi perang gerilya menghadapi pasukan Belanda.
24. Chatib Sulaiman, pimpinan BPNK.
25. Kolonel Ismael Lengah, pendiri TNI dan panglima Divisi Banteng.
26. Letnan Kolonel Achmad Husein, Panglima KDMST dan proklamator PRRI.
27. Kolonel Pranoto Reksosamodra, panglima kedua Komando Operasi ’17 Agustus’ yang mengganti Kolonel Ahmad Yani, yang terkenal kejam terhadap penduduk.
28. Mayor Inf Ali Moertopo, ahli strategi yang menyarankan dimanfaatkannya PKI untuk menghadapi PRRI di Sumatera Barat.
29. Kapten Budjang Kirai, komandan pasukan OPR Kodam III/17 Agustus.
30. Peltu Jayusman alias Mamak, Wakil Ketua Biro Khusus PKI Sumatera Barat, mempengaruhi jajaran Kodam III/17 Agustus.
31. Mayor CKH Iman Soeparto, SH, yang bersimpati terhadap nasib penduduk Sumatera Barat dan memimpin gerakan melawan G30S/PKI.
32. Kapten Inf Wardjono, perwira penerangan Kodam III/17 Agustus yang bersikap adil terhadap masyarakat Minangkabau selama
33. Mayor Inf Achmad Syahdin, pendiri LKAAM dan bupati kabupaten Lima Puluh Kota.
34. Brigjen TNI Poniman, melindungi rehabilitasi adat Minangkabau dan agama Islam serta pembentukan LKAAM Sumbar pasca G30S/PKI.
35. Mayjen TNI Widodo, pelindung Seminar Islam di Minangkabau, dan Sentratari Tuanku Imam Bonjol.
36. Jenderal Soeharto, penggagas Gebu Minang.

Pemerintahan

37. Bagindo Azizchan, walikota Padang yang menentang pendudukan Sekutu dan Belanda.
38. Presiden Soekarno, yang mencap penumpasan PRRI sebagai ‘Pancasila Crusade’.
39. Mantan Wakil Presiden Drs Mohammad Hatta, yang menentang pemberontakan PRRI.
40. MR Syafruddin Prawiranegara, Ketua PDRI dan tokoh utama PRRI.
41. Kaharuddin Datuk Rangkayo Basa, beroposisi terhadap PRRI dan menjadi gubernur pertama pasca pemberontakan PRRI.
42. Drs Harun al Rasyid Zein, gubernur pertama pasca G30S/PKI dan pencetus Strategi Harga Diri.
43. Ir Azwar Anas, penyelamat PT Semen Padang, gubernur kedua pasca G30S/PKI, dan penerima Parasamya Purnakarya Nugraha.
44. Drs Hasan Basri Durin, gubernur ketiga pasca G30S/PKI dan pelopor pembangunan nagari.
45. H. Basril Djabbar, pelopor dan tokoh gerakan ‘spin off’ PR Semen Padang dari PT Semen Gresik.

Sudah barang tentu daftar tersebut belum lengkap, dan masih terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut. Sebagian biografi tokoh-tokoh tersebut sudah ada dalam perpusatakaan pribadi saya.

Jika umur panjang dan badan masih sehat, saya ingin menulis dan menerbitkan buku sejenis yang ditulis oleh Michael H Hart tersebut.
Dengan ini saya undang para sanak sa palanta untuk melengkapi daftar tersebut di atas, dan jika memiliki bahannhya, mengirimkannya kepada saya melalui jalur pribadi: saaf...@yahoo.com. Saya akan mencoba menulisnya secara berangsur-angsur.

Atau ada di antara para sanak yang berminat untuk menulisnya ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)


Abraham Ilyas

unread,
Sep 22, 2009, 6:46:06 PM9/22/09
to rant...@googlegroups.com, BiroKerjasama Rantau PemdaSumbar, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Warni DARWIS
Pak Saaf yth.

Sesuai dengan rencana penyusunan syair: "PRRI menang dalam perjuangan, kalah dalam pertempuran" ambo ingin sekali mendapatkan data-data tokoh-tokoh OPR yang selama ini jarang didengar seperti Kapten Bujang Kirai dan Peltu Jayusman. Di buku apo nan mencaritokan peranan tokoh-tokoh OPR tsb.
Apakah Pusat sejarah militer bersedia memberikan copy peristiwa operasi militer di SB yang berlangsung 50 tahun yl. untuk penulisan semacam itu.
Terutama nama-nama pelaku serta data-data tanggal kejadian !

Salam

Abraham Ilyas 64th
www.nagari.org

2009/9/21 Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages