RUMAH KAYU TAHAN GEMPA

348 views
Skip to first unread message

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 3, 2009, 7:06:34 AM10/3/09
to rantaunet rantaunet rantaunet, BiroKerjasama Rantau PemdaSumbar, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Yulnofrins Napilus
Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Mengiringi kegiatan tanggap darurat yang telah dilaksanakan oleh para sanak sekalian, saya telah menghubungi Dr. Imam B Prasodjo yang berpengalaman dalam menangani kegiatan bencana dan pasca bencana di Aceh. Secara khusus saya meminta keikutsertaan beliau dalam menggerakkan pembangunan rumah kayu tahan gempa dengan bahan-bahan lokal.

Alhamdulillah beliau setuju, dan sedang mencari pendanaan. Jika ada di antara para sanak yang mempunyai akses ke pendanaan ini, mohon hubungi beliau.

Semoga Allah swt memberkahi amal jariah kita ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)


Nofrins Napilus

unread,
Oct 3, 2009, 7:25:45 AM10/3/09
to Dr.Saafroedin BAHAR, rantaunet rantaunet rantaunet, BiroKerjasama Rantau PemdaSumbar, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Yulnofrins Napilus
Alaikumsalam ww

Pak Saaf,

Sebetulnya surat utk permintaan kerjasama Rumah Ramah Gempa ini sdh saya kirim ke Pak Imam Prasojo 2 minggu lalu stlh kita bicarakan sblmnya. Saat ini sebetulnya sdg dlm tahap persiapan survey ke Sumbar. Eeh taunya musibah dtg duluan...

Subhanallah...

Wass,
Nofrins
Br hbs ngecek bbrp rumah sakit di pdg
Sent from my BlackBerry®, supported by THOUSANDS of Tourism Pictures @ http://www.nofrins.west-sumatra.com

jupar...@yahoo.com

unread,
Oct 3, 2009, 8:34:43 AM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf dan dunsanak palanta RN

Saya sekarang lagi menuju Padang tertahan sekarang di Payakumbuh BBM mobil saya pas2an jika diteruskan ke Padang saya telah hubungi Pak Emi SPBU nya juga lagi kosong menunggu pasokan

Saya akan stenbey dulu nanti di SPBU pak Emi sambil menunggu pasokan

Masalah rumah tahan gempa saya punya pengalaman dulu dengan sebuah NGO Jerman namanya German Agro Action ketika itu saya sebagai Timber Specialist yang menyediakan kayu kelapa sebagai bahan bangunan dengan kontruksi tahan gempa coba baca lagi postingan email saya di RN dengan judul SEKILAS TENTANG KAYU KELAPA

Nanti akan coba hubungi GAA yang masih ada kegiatan di Simeulue peralatan mereka sangat lengkap. Dan menurut kawan saya yang masih di GAA segala peralatannya masih tersimoan di Simeulue

Tolong sarankan pada Pak Dr Imam untuk mengontak NGO GAA ini ang cukup kuat baik dari segi dana dan jaringan di dunia

Silahkan Bapak masuk ke web GAA tentang apa dan bagaimana mereka ini linkna

www.germanagroaction.org dalam bahasa jerman

Welt Hunger Hilfe searching aja Pak

Demikian sekilas info

Wass Jepe
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

ksuh...@yahoo.com

unread,
Oct 3, 2009, 9:20:38 AM10/3/09
to Rantau
Jepe
Ditunggu di SPBU by pass oleh si ON dg sejeerigen BBM
Memang lagi anterian yg panjang
Powered by Telkomsel BlackBerry®

jupar...@yahoo.com

unread,
Oct 3, 2009, 9:32:09 AM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Pak Emi

Alhamdulillahhirabilamin. Terima kasih. Saya lagi menuju ke SPBU. Sekarang di aua kuning

Kalau begitu malam ini saya lanjut ke padang

Sekali lagi terima kasih atas kebaikan Pak Emi

Wass jepe

ksuh...@yahoo.com

unread,
Oct 3, 2009, 9:42:01 AM10/3/09
to Rantau
Samo2 tarimo kasih Andi
Kami do-akan semoga selamat dalam perjalanan
Semua alumni SMA 1 yg sedang halal bihalal menanyakan kok Jepe janji datang tapi ndak nampak
Salam

jamaludin mohyiddin

unread,
Oct 3, 2009, 9:51:05 AM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Wa' alaikum salam,
 
Saya berkeyakinan telah wujud pemikiran di Sumbar bahwa sudah sampai masanya rumah/bangunan ramah gempa/earthquake resistance buildings di bina di wilayah gempabumi. Maknanya, di seluruh bumi Indonesia. Gerakan rumah ramah gempa ini perlu dipergiatkan mulai sekarang. Ini awalan yang tidak patut ditunda lagi. Dari melihat kerosakan dan cara tersungkurnya bangunan bertingkat dan rumah perorangan sudah jelas menandakan bahwa belum terwujud lagi teknologi membina rumah/bangunan ramah gempa di Sumbar. Atau pun, telah ada bangunan atau rumah yang telah di bina dengan menggunakan bahan tahan gempa.
Saya belum tahu samada kursus architecture dan sehubung dengannya yang sedang di ajar di universitas iniversitas Indonesia telah mengambil langkah mengajar kursus earthquake resistence architecture or design, atau telah menwisudakan graduan senibina yang mempunyai latarbelakang lulusan senibina ini. Saya mengetahui perkara ini dari maklumbalas dari saorang putri Minang warga Amerika yang mulai belajar senibina di sini. Dalam kajian mencari sekolah belajar senibina inilah putri tersebut ketemu beberapa subdiscipline ilmu architectureyang juga mengajar undergrad. and grad. earthquake resistance architectural programs.  Kalau sudah ada students dan manpowers yang mahir dengan bekalan ilmu earthquake resistance architecture ini banyak membantu Sumbar mengarah kepada pembinaan perumahan dan physical infrastruture saperti di California, Jepun, contohnya.
 
Di Acheh dahulu isu membina semula kawasan tsunami dimulai, diantaranya, dengan menggunakan bahan setempat dan appropriate technology. Maka diusahakan dengan menggunakan kaku kayan/balak Acheh. Tetapi, khabarnya supply balak Acheh todak akan dapat memenuhi objektif pemulihan semula perumahan tersebut. Saya tidak tahu lagi apakah bentuk appropriate technology dalam pembina kawasan perumahan di Acheh. Selepas itu saya tidak dapat mengikut perkembangan selanjutnya. Saya yakin maklumbalas dari Dr. Imam Prasojo lebeh bermakna tentang apa telah berlaku di Acheh maupun dalam hal rumah ramah gempa ini. 
 
Saya ingin membuat tambahan sedikit. Ini berkenaan apa yang telah berlaku di New Orleans, Louisiana. pasca Katrina. Maka berdebatlah pakar pakar community development Amerika, dari pehak pemerintah maupun dari sektor Nirlaba, jalan terbaik memulih dan membangun semula kota New Orleans. Yang terpenting sekali ialah bagaimana memulih kembali the low-income community and their neighborhoods yang berselerakkan mengililingi kota New Orleans. Banyak pendekatan dan teori yang diajukan.  Diantara yang banyak itu saya cukup berminat apa yang diketengahkan oleh Ralph Nader, calun presiden 2008. Dia mengusulkan supaya pemulihan dan pembangunan semula ini, terutama dalam usaha pembelaan dan pemulihan penghidupan low-and moderate-income neighborhoods,  makna lainnya ialah means of modernization of mean and lower income neighborhoods, ialah menggunakan kaedah cooperativization. Saya sedang mencari artikel asli dari Ralph Nader yang menyuarakan hal cooperativization ini.
 
Adakah pendekatan cooperativization ini bersesuaian dengan apa yang saya terlihat di Sumbar, saya belum pasti. Sekiranya ada penyesuaian, adakah perlu di kembangkan ke tahap perniagaan dan mungkin juga ke beberapa kegiatan perdagangan termasuk yang tradisional. Mungkin para ekonomis di Universitas Bung Hatta yang saya difahamkan mempunyai kelayakan dalam bidang cooperative economics bisa menjawab perkara ini. 
 


From: Nofrins Napilus <ynap...@yahoo.com>
To: Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>; rantaunet rantaunet rantaunet <Rant...@googlegroups.com>

Cc: BiroKerjasama Rantau PemdaSumbar <rantau...@ymail.com>; Ir. Raja Ermansyah YAMIN <hanni...@gmail.com>; Yulnofrins Napilus <ynap...@west-sumatra.com>
Sent: Sat, October 3, 2009 7:25:45 AM

Subject: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA

Alaikumsalam ww

Pak Saaf,

Sebetulnya surat utk permintaan kerjasama Rumah Ramah Gempa ini sdh saya kirim ke Pak Imam Prasojo 2 minggu lalu stlh kita bicarakan sblmnya. Saat ini sebetulnya sdg dlm tahap persiapan survey ke Sumbar. Eeh taunya musibah dtg duluan...

Subhanallah...

Wass,
Nofrins
Br hbs ngecek bbrp rumah sakit di pdg
------Original Message------
From: Dr.Saafroedin BAHAR
To: rantaunet rantaunet rantaunet
Cc: BiroKerjasama Rantau PemdaSumbar
Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN
Cc: Yulnofrins Napilus
Subject: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
Sent: Oct 3, 2009 6:06 PM

Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Mengiringi kegiatan tanggap darurat yang telah dilaksanakan oleh para sanak sekalian, saya telah menghubungi Dr. Imam B Prasodjo yang berpengalaman dalam menangani kegiatan bencana dan pasca bencana di Aceh. Secara khusus saya meminta keikutsertaan beliau dalam menggerakkan pembangunan rumah kayu tahan gempa dengan bahan-bahan lokal.

Alhamdulillah beliau setuju, dan sedang mencari pendanaan. Jika ada di antara para sanak yang mempunyai akses ke pendanaan ini, mohon hubungi beliau.

Semoga Allah swt memberkahi amal jariah kita ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)




Sent from my BlackBerry®, supported by THOUSANDS of Tourism Pictures @ http://www.nofrins.west-sumatra.com/

jupar...@yahoo.com

unread,
Oct 3, 2009, 10:06:07 AM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Pak Emi

BBM balum masuk tapi di SPBU sudah antrian panjang biarlah saya tunggu dulu

Dimana 2 SPBU Bukit Tinggi lagi kosong jika ada antrian sudah panjang seperti SPBU di Garegek memacet total jalan karena antri yang panjang

Saya istirahat sejenak di Kapas Panji mungkin subuh saja berangkat ke Padang tapi saya sudah temui karyawan SPBU Bapak untuk 1 Jirigen bensin jika sudah masuk pasokan jam berapapun sebelum subuh saya kesana

Sebagai info dunsanak RN ang lagi di Bukit Tinggi tadi saya tanya orang yang dari Padang semua SPBU jalur Pdg Panjang sampai Padang Stock BBM telah habis dan menunggu pasokan datang

He he iya Pak Emi bilang sama saya ada halal bi halal SMA 1. Yang di Pekanbaru saya lupa karena fokus ke padang

Dan saya yakin tentu acara ini juga mengumpulkan sumbangan buat gempa di ranah kita

Insya Allah sehabis pulang dari Padang ke Pekanbaru saya akan balik lagi ke Padang kali ini tugas dari PErusahaan saya koordinator penyerahan bantuan tentunya saya ke Padang ini sambil sedikit membawa Sembako dan 2 unit Genset kecil juga sekalian survey mudah2an bantuan dari unit Bisnis perusahaan saya ini nanti akan saya arahkan atau kerja sama dengan sanak2 rantau net yang telah membuat Posko bantuan sehingga bantuan yang kelak saya bawa ini tepat sasaran sesuai data2 yang dunsanak RN sekarang lagi bertugas secara sukarelawan dalam kerja kemanusian buat sanak2 kita ang tertimpa bencana gempa ang teramat berat

Terima kasih atas dukungan BBM dari pak Emi

Wass_Jepe
Lagi beli martabak bandung di Kota Bkt Tinggi

Nofend St. Mudo

unread,
Oct 3, 2009, 10:17:54 AM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Saya tidak tahu, apakah NGO Muslim Aid yang berbasis di Inggris akan
membantu sanak kita di ranah dalam musibah ini, sama seperti halnya di
Jogja, apalagi NAD pasca Tsunami dulu. Muslim Aid adalah satu Lembaga Asing
yang melakukan Pembangunan Rumah (Bantuan) kepada rakyat Aceh yang kena
bencana dengan berbasis bahan Kayu, tepatnya mereka menggunakan pohon kelapa
seperti apa yang di bahas da JP dulu untuak bahan utama dalam pembangunan
rumah ini, dan mereka membangun rumah-rumah dengan type "rumoh aceh" atau
rumah panggung/adat aceh.

Sayang saya lihat waktu itu, masyarakat kurang sreg dengan rumah seperti
ini, entahlah... masyarakat lebih senang rumah beton yang dibangun
pemerintah atau NGO lain yang berlomba2 memperlihatkan rumah/mutu dan design
rumah mereka dalam type yang sama. Sehingga sekian banyak rumah yang
dibangun, namum kosong. Apalagi bagi masyarakat perkotaan seperti banda
Aceh, rumah seperti ini tentu kurang menarik bagi mereka, dikarenakan selama
ini rumah mereka beton/gedong.

Entahlah, bagai mana ceritanya kalau rumah seperti ini bagi sanak kita,
terutama yang berada tidak di pusat kota.


Salam.

Walau tidak ada Lembaga RR yang ditangani pemerintah pusat seperti di aceh
dulu, dinas2 di pemprov setelah ada (mulai) kegiatan perkantoran, sudah
semestinya menyusun cetak biru dari sumber data kerusakan yang kongkrit dan
akurat dalam menyusun perencanaan pembangunan/penganggaran setelah
selesainya tanggap darurat ini, sayang anggaran yang sudah dianggarkan nanti
tidak terserap dikarenakan penyusunan anggarannya tidak dari data-data yang
kongkrit.


On Behalf Of jamaludin mohyiddin
Sent: Saturday, October 03, 2009 8:51 PM

Message has been deleted

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 3, 2009, 3:25:20 PM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Sanak Jamaludin yang baik dan para sanak sa palanta,

Terima kasih atas tambahan info dan saran mengenai rumah kayu tahan gempa ini. Saya percaya langkah ini dapat ditindaklanjuti, karena merupakan salah satu langkah yang praktis dan rasanya dapat menjawab kebutuhan akan perumahan dengan jumlah yang besar untuk masyarakat.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Sat, 10/3/09, jamaludin mohyiddin <jmohy...@yahoo.com> wrote:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 3, 2009, 3:37:02 PM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Bung Jepe dan para sanak sa palanta,

Menurut Dr Imam Prasodjo, kayu yang akan digunakan untuk rumah tahan gempa ini memang dari batang kelapa, yang selain banyak tersedia juga amat kuat.

Info mengenai NGO Jerman ini sangat berguna sekali, akan saya tersuakn kepada Dr Imam Parasodjo, untuk beliau kontak langsung.

Yang mungkin akan merupakan masalah adalah selera penduduk, khususnya yang {masih} suka dengan rumah batu.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Sat, 10/3/09, jupar...@yahoo.com <jupar...@yahoo.com> wrote:

> From: jupar...@yahoo.com <jupar...@yahoo.com>
> Subject: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
> To: rant...@googlegroups.com

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 3, 2009, 3:46:13 PM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Bung Jepe dan para sanak sa palanta,

Info mengenai GAA ini sudah saya teruskan kepada dr Imam Prasodjo.Mudah-mudahan segera beliau tinfdak lanjuti.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Sat, 10/3/09, jupar...@yahoo.com <jupar...@yahoo.com> wrote:

> From: jupar...@yahoo.com <jupar...@yahoo.com>
> Subject: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
> To: rant...@googlegroups.com
> Date: Saturday, October 3, 2009, 7:34 PM

M. Ichlas El Qudsi (Michel)

unread,
Oct 3, 2009, 8:25:00 PM10/3/09
to Rantau
Sato ambo saketek pak syaf dan dunsanak sapalanta.

..Pengalaman rumah tahan gempa ko sabananyo alah ado di sumbar.. Ado 3 tampek yg jadi lokasinyo..di gunuang rajo, di sumani, dan di pasisie..

Katigo tampek tu kerjasama LSM yg ambo dirikan, Kabisat Indonesia dg IOM, LSM Muslim kalo ndak salah dr eropa...bangunan rumah tu intinyo adalah bambu atau buluah caro awaknyo...

Kalau ado diantaro kito yg tertarik ttg metode ko bisa ambo kenalkan jo adiak nan jd direktur Kabisat ko kini..

Trimo kasih..


Dengan rendah hati & penuh persaudaraan
Mohammad Ichlas El Qudsi (Michel)
http://www.michel-elqudsi.com
http://www.michelleadershipcentre.com

*Bertindak sesuai ucapan, berucap dengan komitmen*
Sent from my BlackBerry®Isat
Handheld

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 3, 2009, 9:34:32 PM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Rancak bana tumah, Sanak Ichlas. Jadi ado duo model nan bisa dipiliah dek para sanak kito di Ranah.

Tolong Sanak agiah alamat adiak Sanak di Kabisat Indonesia tu. Bia dihubungi dek para sanak kito nan baminat sato dalam kagiatan ko.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Sun, 10/4/09, M. Ichlas El Qudsi (Michel) <miche...@gmail.com> wrote:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 3, 2009, 10:00:50 PM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Setuju, Riri. Kalau 'apak-apak' sudah mulai membangun rumah kayu, masyarakat biasanya menyusul.

Mungkin ini bisa memicu industri rumah pre-fab, seperti yang sudah dimulai di Menado.

Btw. bagaimana mengorganisir kegiatan ini ? Pemda ? swasta ? LSM ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Sat, 10/3/09, Riri Mairizal Chaidir <riri.c...@rantaunet.org> wrote:

> From: Riri Mairizal Chaidir <riri.c...@rantaunet.org>
> Subject: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
> To: rant...@googlegroups.com
> Date: Saturday, October 3, 2009, 10:25 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Sekedar
> pengalaman, rumah kami di padangpanjang vs gempa, jelas
> rumah kayu lebih unggul
>
>
>  
>
> ·        
> Rumah
> induk aslinya kayu, beratap seng. Dibangun mungkin tahun
> 1927, menggunakan kayu
> rumah sebelumnya yang roboh waktu gempa besar tahun 1926.
> Selama puluhan tahun pergantian
> rutin hanyalah atap (seng), itupun waktu jamannya masih ada
> kereta – asap
> kereta di stasiun di belakang rumah tampaknya berpengaruh.
> Hanya lantai ruang
> tamu yang kemudian diganti semen. Sampai sekarang, rumah
> induk “tenang2
> saja”, kecuali sedikit ada pergeseran di dinding
> sedikit waktu gempa 2
> tahun yll
>
> ·        
> Kamarmandi,
> Dapur, unsur semennya lebih banyak.. Roboh waktu heri Rabu
> kemaren
>
> ·        
> Ruang
> makan plus 2 kamar (2 lantai) dibangun tahun 1970an, sudah
> roboh waktu gempa 2
> tahun yll.
>
>
>  
>
> Tentang
> minat masyarakat, ini tentunya ada unsur trend juga.
> Mungkin kalau rumah2
> pejabat atau rumah lain yang besar2 menggunakan kayu, yang
> lain akan ikut. Jadi
> gimana kalau para “orang berada” dulu dihimbau
> membangun rumah
> kayu?
>
>
>  
>
> riri
>
>
>  
>
>
>  
>
>  
>
> -----Original Message-----
>
> From: rant...@googlegroups.com
> [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf
> Of Nofend St. Mudo
>
> Sent: Saturday, October 03, 2009 9:18 PM
>
> To: rant...@googlegroups.com
>
> Subject: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
>
>  
>
>  
>

dar...@gmail.com

unread,
Oct 3, 2009, 10:08:14 PM10/3/09
to Dr.Saafroedin BAHAR, rant...@googlegroups.com
Pak Saaf dan Riri serta rang palanta.

Harus ado LSM nan manggili, kalau indak biasono lah lupo sajo.

LSM sejenis MPKAS mungkin bisa untuak tahap awal.

Untuak masyarakat nan dihidup di lempeng tektonikko saharusnya punyo pengertian dan persiapan untuak itu.

Sia nan berani iko sebagai tema kampanye di pilgub dan 15 pemda kab/kot.

Salam
Darul 56
Smg

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com>

jupar...@yahoo.com

unread,
Oct 3, 2009, 11:41:41 PM10/3/09
to rant...@googlegroups.com
Pak Sa'af dan Dunsanak Palanta RN

Seperti yang disampaikan Nofend dan juga pengalaman berbicara ketika NGO GAA tempat saya ikut bergabung rekoveri dan rekontruksi rumah penduduk Pulau Simeulue paska gempa dan Tsunami

Kami membangun 150 Unit rumah tahan gempa dengan konstruksi kayu kelapa serta partisi dari papan semen gipsum atau asbes sebagian (kombinasi) jadi kesannya memang tidak "rumah kayu" betul masyarakat memang suka rumah beton sederhana

Tapi sebelumnya setelah kami melakukan assessment rumah siapa yang betul2 dibantu skala prioritas dan tidak overlap dengan NGO lain kami sosialisasi dulu kepada 150 KK yang terpilih mulai. Masalah gempa. Apa yang dimaksud. Rumah tahan gempa dari segi teknis serta kelebihan rumah dari kayu dan lain sebagainya sehingga mereka paham

Dan mereka melihat bukti dilapangan ketika rumah selesai terjadi gempa yang cukup kuat di Simeulue kalau nggak salah 6 SR lebih dan gempa2 sedang lainnya yang dalam satu bulan saat itu pasti ada rumah yang kami buat aman2 saja dalam arti bergoyang lentur/flexibel tanpa kerusakan striktur atau kontruksi

Jadi menurut saya memang perlu rumah2 sederhana dari kayu kombinasi dengan partisi dari Gipsum atau Asbes yang dicat tembok kelihatannya manis sederhana dan nyaman serta sejuk di huni karena lantainya papan

NGO GAA memang "mengharamkan" kayu konvesional dari hutan tropis yang ditebang dengan alasan apapun walau itu legal tapi lebih mereka lihat kepada lingkungan dan kelestarian hutan makanya saat itu mereka menggunakan atau memanfaatkan pohon2 kelapa masyarakat yang sdah tua dan rtidak produktif lagi berbuah bagimana teknisnya sweperti yang pernah saya tulis dan ceritakan di RN dan juga foto2nya ada di Blog saya (multiply) mereka lansung membeli 6 Unit saw mill portable dari Australia merek Lucas Mill dan punya alat2 workshop dan perbengkelan yang dibangun di simeulue jadi kami buat sistim knock down begitu dari bengkel kuda2 plafon rangka dibuat sesuai ukuran teknis lal dibawa ke tapak rumah dan di rakit

Nah daerah Pariaman punya potensi kayu kelapa Tua yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku utama bangunan rumah sedrhana tahan gempa

Apapun material konstruksi bangunan ada kelebihan dan kekurangannya

Kayu memang kelemahannya serangan Biologis Rayap mikroorganisme yang membuat lapuk tapi bisa diperpanjang masa pakainya "life time" dengan treatmen pengawaten semisal kayu kelapa itu dilabur dulu dengan Ter yang banyak dijual

Oh ya biaya satu unit rumah sederhana tipe 36 plus dapur dan MCK dulunya sekitar 40 jutaan saat itu sebenatnya sampao 60 Jutaan termasuk dapur MCK septik tank dan tangki air dan instalasinya


Itu sekedar berbagi semoga nanti ada NGO asing yang berminat mudah2an GAA yang berkantor pusat di Bonn ini sudah tahu dan mengambil langkah2 mumpung alatnya masih lenglkap tertinggal di Sinabang Simeulue. Tinggal dibawa dengan kapal ke Pelabuah Kapal di Pariaman dari Sinabang

Oh ya orang Pariaman banyak di Sinabang berdagang dan buka kedai makanan saya telah kontak semalam salah seorang orang pariaman di Sinabang yang jadi sopir mobil Uni Mog GAA agar menemui orang GAA yang masih ada di Sinabang dan memohon untuk hal yang saya cweritakan diatas

Kita tunggu apa GAA ini akan turun memberikan bantuan karena Presiden sidah memberikan pernyataan silahkan masuk bantuan asing untuk korban gempa di ranah kita

Wass_JP

Lagi di Padang dan akan mendistribusikan bahan makanan sembako ke daerah Pariaman Padang saya kira sudah cukup dan aktivitas ekonomi sudah mulai berjalan dan pasar2 pagi telah mulai julan kebutuhan sehari hari

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 4, 2009, 2:17:30 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com, Yulnofrins Napilus, Dr.Imam B. Prasodjo, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, BiroKerjasama Rantau PemdaSumbar
Terima kasih bung Jepe. Saya rasa sudah semakin konkrit data tentang rumah kayu tahan gempa ini.

Tinggal membentuk lembaga yang akan menindaklanjutinya nanti di Sumatera Barat. Mungkin kita perlu koordinasi dengan Bappeda.

Tolong difasilitasi oleh Biro Kerjasama Rantau-Pemda Sumbar.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

unread,
Oct 4, 2009, 3:48:22 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf nan paralu di ingek harus diprakekan adolah kearifan lokal. Tent unya kearifan lokal iko indah hanyo bicara masalah bahan sajo tetapi tentunyo bentuk dan hitungan struktur dari bangunan (penting) juga perlu dipertimbangkan.
sekarang pun bahan bangunan penganti dari bahan alami (kayu, bambu, kelapa dll) juga ada. Seperti baja ringan (Zinc dicampur baja), Baja (mempunyai kelenturan tinggi juga) dan beton pun kalo pemakaiannya bener juga tidak bermasalah (biasanya yg menjadi masalah adalah kesalahan dalam pelaksanaan)
nan kaduo adolah peran pemerintah adalah hal pencegahan, seperti pengeluaran IMB bagi bangunan.
Di  Jakarta ado namonyo TPAK ,sekumpulan para ahli yg mempunyai  kopetensi. Beliau2 ko nan ma agiah  rekomendasikepado badan nan maangaluakan IMB.
Dahulu ambo jo ketua IAI Nasional (waktu itu Budi Sukada ) dan IAI darah Sumbar (waktu itu Eko alvares) lah pernah mengajukan konsep atau perlunya badan iko ka Pak Gumawan. Wakatu itu responnyo bagus dan beliau akan segera mengirim surat ke para Bupati dan Walikota. Sampai saat iko yo ambo ndak tau apo alasannyo sampai alun tabantuak badan iko. Ambo agak malenceng sagetek dari judul pak, tapi iko penting karena kejadian diPadang ko lebiah banyak kesalahan dari Manusianyo. Kenapo ambo sampai mangecekan hal seperti iko. Karsten (arsitek Belanda maaf ko namonyo salah eja) nan mendesain perkotaan waktu itu (kawasan kota tua muaro kalo ndak salah) lah mempelajari dampak dan akibat dari sebuah bencana. Selain pola kota dia juga mengatur alur evakuasi dan juga sudah memprediksi akan adanya ombak besar. Begitu juga dg  bangunan tua tersebut tidak banyak mengalami kehancuran. Sedangkan ruko2 baru dan perobahan bangunan tua mengalami kehancuran. Yang jadi pertanyaan, kenapa bangunan yg lama tidak hancur dan bangunan baru bisa rubuh????.

Cieklai pak, dari penelusuran ambo wakatu gampu nan manguncang pesisir selatan sampai muko2, semuanya adaloh kesalahan dari manusia. Semuanya bermasalah dari struktur bangunan. Hal iko terulang lagi dipadang. Kalo dikmapuang2 awak nan manjadi pameo adalah bahwa rumah beton ko simbol keberhasilan di rantau. Pameo ko nan salah dan iko nan harus diluruihkan. Liek lah gampo di Solok tempo hari. Rumah gadang berdiri dg anggunnya, kenapa, karena bangunan tersebut yg merupakan bangunan ideal disana. Kalo pun bangunan beton, libatkanlah ahlinya.

Pak Saaf, banyak desain sekarang itu lah lari dari pakem arsitektur nusantara, dimana ada kepala, badan dan kaki. Itu diterjemahkan samo rumah gadang. Kepala itu atap, badan itu kumpulan ruang2 dari bangunan dan kaki itu adolah penyangga badan (kaki dari rumah panggung). desain arsitektur nusantara ko lah nan dapek merespon geteran gempa karano mereka memiliki kaya fleksibilitas yang baik. selain itu nan manjadi hal yg paliang penting adolah penyambungan. Kalo diliek rumah2 dahlu tu ndak do nan dipaku. bangunan banyak mempergunakan pasak.

Sakali lai, serahkanlah ke ahlinya, jan karano napsu semuanya akan menjadi sebuah kesalahan baliak. 


Nanang


Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Ming, 4 Oktober, 2009 09:34:32
Judul: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA

jamaludin mohyiddin

unread,
Oct 4, 2009, 6:33:57 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com

Assalamu alaikum warahmatulLahi wabarokatuh,
 
Cukup terima kasih kepada Sdr. ku Nanang dengan pernglihatan tajam yang cukup bererti dan berdasarkan fakta sejarah. Sekarang saya baru mengerti bahwa telah ada usaha usaha di lapisan masyarakat/bawah meneliti bagaimana mendesain senibina bangunan traditional/lama yang di ilhamkan oleh orang Minang sendiri. Maklumlah, sudah suratan taqdir Ilahi yang alam Minang itu berada di wilayah gempabumi. 
Kehadiran taqdirulLah ini jua yang meminta keutamaan diberikan dalam mendesainkan rural and urban planning masyarakat Minang tradisional. Cara berfikir mendesain yang sudah sedia ada ini patut di beri nafas baru di samping menerima penemuan kaedah kaedah baru. Saya yakin bahwa kearifan lokal inilah yang patut ditemui semula.
Sekali lagi terima kasih kepada Sdr. Nanang.

From: "asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang" <asfari...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Sun, October 4, 2009 3:48:22 AM
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA

Fitr Tanjuang

unread,
Oct 4, 2009, 7:20:46 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
AslmWrWb

Manuruik ambo, lah mulai adoh kesadaran akan paralunyo rumah tahan
gampo ko sajak gampo Aceh.

Tapi kito tau, indak gampang marenovasi rumah untuak rakyat badarai tu doh.
Sederhana sajo, dari maa pitihnyo?
Lai adoh insentif dari bank atau pemerintah untuak nan marenovasi
rumah tahan gampo misalnyo?
Kalau ka untuak maliang elit macam Bank Century, iyo capek kaki ringan
tangan pemerintah tu mah.

Ciek lai, gampo ko lah baturuik2 kejadiannyo.
Sahinggo kerusakan bangunan rumah rakyat ko alah takumpua dari gampo sebelumnyo.

Rumah rang gaek ambo misalnyo, sebelum iko lai indak baa doh.
Tapi kini runtuah bagian balakangnyo sarato ratak2 bagian muko2.
Tapi intu tambahan dari rumah induak.
Rumah induak lai indak baa2 doh, karano walapun beton dan indak pakai
ahli, lai dirancang dek rang gaek kami sakuek2nyo.

Kok adoh informasi lengkap sarato bahan bacaan (buku, presentasi)
tentang rumah kayu tahan gampo ko, kami tertarik bana untuak
mancubonyo.

Bisa ndak untuak rumah lantai 2?
Bisa pulo ndak untuak nan pakai basement?
Apo antisipasinyo terhadap fire hazard (kebakaran)?

Mudah2an kalau lah salasai pemulihan dari bencana ko, adoh nan bisa
babagi info lengkapnyo.

Wassalam
fitr tanjuang
lk/34/Albany NY

2009/10/4 asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang,
nanang, nanang <asfari...@yahoo.com>:

Fitr Tanjuang

unread,
Oct 4, 2009, 7:25:56 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
AslmWrWb

Sanak JP,
kalau lah agak tanang dan puliah beko keadaan, tolong info lengkap
rumah tahan gampo ko dibagi ciek ka ambo.
Kalau bisa nan sampai detil teknisnyo, sahinggo bisa dimangarati dek
tukang2 biaso.

Lai indak tahalang dek paten lo doh kan, mamakainyo?

Tanyo ambo, sajauah maa antisipasi rumah ko terhadap kebakaran.
Ingek kito, istano Pagaruyuang habihnyo dek api, karano bahannyo kayu.

Wassalam
fitr tanjuang
lk/34/Albany NY

2009/10/3 <jupar...@yahoo.com>:

asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

unread,
Oct 4, 2009, 8:12:40 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
 ambo raso kato2 rumah tahan gampo ko terlalu tendesius bahkan mangarah manjadi takabua, awak tuka sajolah rumah tahan gampo ko manjadi rumah ramah lingkungan atau rumah responsif atau ko a lah namo nan lainnyo.
Bicara mengenai pembuatan rumah bagi para dunsanak awak nantinyo, salah satu pendekataan yg harus dilakukan adalah pelibatan mereka dalam membangun kembali tempat tinggal mereka. seperti halnya di Jogjakarta, setelah masa pencarian dan pemulihan, masyarakat bergotongroyong bersama membangun kembali tempat tinggal mereka. Iko sekalian mengobati trauma. dengan adonyo kesibukan tentunyo trauma segetek banyak bisa dihilangkan. Yg lebih penting adolah membangun jiwa persaudaraan dan menjadikan gotongroyong sebagai pemersatu umat.

Selanjutnyo, material yg ado disekitar bisa dimanfaatkan, seperti pengunaan pohon kelapa sebagai struktur utama atau balok2 bekas. Sedang kan dinding bisa dipakai dari anyaman bambu atau daun rumbio. Tantunyo kalo masalah teknis harus ado pendampingan oleh para ahlinyo, minimal tukang nan lah bapangalaman. dg adonyo pendampingan akan didapek bangunan yg baik dan biaya yg pas.
Terlepas dari tulisan diatas, hal yg mendesak adolah shelter2 atau bangunan sementara yg bersih, sehingga mereka terjauhkan dari gejala2 penyakit pasca bencana.


Nanang, jkt


Dari: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Ming, 4 Oktober, 2009 19:20:46
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA

jupar...@yahoo.com

unread,
Oct 4, 2009, 8:30:42 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
Sanak Fitri Tanjuan di Albany

Sadang santai2 ambo jo klga di Padang habih makan malam jo Menu ala Disaster > Talua abuih toping lado goreng sarden kaleng sayua uok lobak< ambo cubo manjawek tanyo sanak

1. Sacaro detail dan teknis jujur sajo ambo indak tahu baa konstruksi tahan gempa dalam arati baa mode dan kekuatan pondasi kerangka dan plafon kudo2 dan rangka atok karano ado kawan ambo jo insinyur jerman tu nan merancang kayu karambia ko dalam bentuk terurai knock down di bengke dan tingga di rakik di tapak rumah

2. Ambo seorang Forester lebih spesifik di Bidang Teknologi Hasil Hutan nan manyiapkan ukuran kayu karambia nan di rancang insinyur tu mulai dari balok papan kusen dll sasuai dengan kuran nan diminta

3 Jadi ambo di saw mill portable tu mangarahkan anak buah ambo mambuek ukuran dan manjago kualitas kayu ko agar indak salah potong jo balah anak buah ambo sebagai operator maklum kayu karambia nan berkualitas untuak bangunan rendemennyo randah sajo sekitar 25 sampai 30 persen salabiahnyo tabuang karano kayu gubal atau istilah awak ampulu kayu nan kekuatannyo indak ado untuak kontruksi tapi untuak sekedar buek perabot meja ketek2 bisa lah

4. Savaro umum nan ambo caliak di rancang dek kawan ambo ko pondasinyo dibuek limas sedemikian rupa atau bahaso awak Ompak Yo nan lah ado basi plat cukuik kuek untuak mangapik tiang utamo jo baut baitu juo gelagar atau kerangka lantai saliang manyatu dan seimbang antaro satu samo lainnyo dikunci jo baut mudah2an sanak bisa mambayangkan

5. Sasudah tu naik kaateh jo kerangka2 nan lah dirakik dan terpasang sedemikian rupa dengan keseimbangan yang sama intinya rumah ini betul2 dirakit dengan keseimbangan yang sama setiap sisi dan jika ada tekanan beban dari atas dan samping bisa disalurkan atau dibagi bebanno jadi kok ado gampo inyo lamak barayun lentur tanpa merusak konstruksi sesuai sifat kayu yang fleksibel bukan seperti beton kongrit yang kaku dan rijit

Lalu dindiang partisi dan loteng dari papan asbes dan papan semen gypsun iko memang ndak tahan gampo nan kuek bisa pacah pertimbangan kami wakat tu untuak dindiang dan loteng kayu karambia ko ndak memadai dan juo dikejar waktu tapi kok lai gampo ndak talal gadan ndak baa dan oertimbangan lain kok pacah ratak jatuah indak talalu membahayakan manusia tapi sarancaknyo yo serba kayu hanya bagian tertentu jo papan semen gypsum tu

Masalah kebakaran tentunya kayu sebagai bahan yang mudah terbakar dan ini perlu hati2 penduduk sebab kebakaran rumah ko labiah banyak human error atau manusianyo nan lalai sarupo mamanggang ubek rangik atau maiduik lilin pas angin disemba kain gorden atau seprai katiko lalok lamak atau kompor maledak artinyo nan rumah beton maupun kayu kok lah lalai manusianyo ko dalam memanfaat api nan ketek jadi kawan kalau lah gadang jadi lawan dan malapetaka

Samantaro itu dulu penjelasan ambo sakali lai secara teknis dan detail baa kekuatan konstruksi rumah tahan gampo ko ambo indak tahu hanyo secara umum walau ambo baraja ju dulu wakatu kuliah Kayu Sebagai Bahan Bangunan nan ituang maituang sacaro ilmu matematik dan mekanika kayu tentang kekuatan kelemahan kelelehan kayu ko nan babeda beda satiok jenis kayu mulai kayu lunak sampai kayu kareh di Hutan atau rimbo tropis kito tamasuak kayu karambia ko dulu ambo pelajari

Semoga sanak Fitri Tanjuang cukuik pueh jo penjelasan ambo nan sederhana ko

Wass_Jepe (44 Chaniago)
Ndeee talua abuih masih mambilalak juo diateh piriang ado tigo lai ha ha ha

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 4, 2009, 9:15:21 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
Nanang dan Sanak Fitr sarato para sanak sa palanta,

Saluruah gagasan tantang rumah kayu tahan gampo ko jaleh baguno dan paralu kito patimbangkan. Ambo panah mancaliak foto rumah nan dbangun di Aceh, ditunjuakkan dek Dr Imam Prasodjo. Untuak nagari kito tantu paralu ado modifikasi. Masalah biaya tantu paralu juo kito pahetongkan.

Iko nan ambo mukasuik jo lembaga nan ka manindaklanjuti program ko: pemerintah daerah, swasta, atau LSM ?

Nan jaleh, rumah nan runtuah jo nan rusak tu paralu dipeloki. Di Yogya, tempohari Pemerintah maagiah bantuan sekitar Rp 15-30 juta. Sisanyo mungkin ditukuak jo KPR.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Sun, 10/4/09, Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com> wrote:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 4, 2009, 9:22:55 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
Bung Jepe, tarimo kasih ateh penjelasan Bung iko. Alah batambah juo pangatahuan ambo tantang baa caro mambuek rumah jinih tu.

Ado ciek tanyo ambo. Lai bisa dibuek rumah kayu tahan gampo tu nan sasuai jo salero urang awak ? Atau paralu ditanyo atau disurvai dulu apo nan katuju dek urang awak, supayo jan mubazir beko.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



> Subject: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
> To: rant...@googlegroups.com

jupar...@yahoo.com

unread,
Oct 4, 2009, 9:46:09 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
Pak Sa'af iko lah masalah salero rumah bukan masalah tampek balinduang memang rumah nan idel disampiang kuek dan tagok juo masalah estetika lah bagabuang jo barundiang ahli sipil jo arsitektur

Manuruik ambo tapaso di bongka arsip2 foto2 lamo atau kok ado rumah tuo full kayu. Sanak2 kito di ranah piaman ditiru sajo

Pada umumnyo rumah kayu yo rumah pangguang sebak indak bisa kontak lansuang ko tanah dek itu tadi kayu sangat rentan serangan biologis seperti rayap

Jangan main2 jo rayap sangat "membunuh dan mematikan" bahan2 nan manganduang selulosa sarupo kayu karate makan lamak bana rayap ko ibaraiknyo jo samba gulai kapalo ikan ala urang piaman bana masuak lo parabuang katan sarikayo co itu bana lah rayap jo kayu ko he he

Jadi yo terlibat urang nan ahli2 kok masalah salero urang nan ahli2 dan punyo pengalaman merancang. Rumah2 tradisional

Sarupo di sulawesi kok ndak salah ambo rumah knock down bongka pasang dari kayu nan pernah ambo tonton di tipi modelnyo disesuaikan dengan mode rumah tradisional walau dimodif saketek jadi ado unsur kontemporer jo tradisonal

Dan harus diingek juo bukan murah juo rumah dari kayu ko

Ambo ingek dosen ambo ahli kayu inyo katokan di Japang rang kayo nan barumah kayu dan juo samakin banyak unsur kayu rmah urang japang samakin naik gengsinyo

Pernah Pak Sa'af pernah danga tentang hal iko

Wass JP

Menu ala Disaster ala disimpan dalam lamari samba he he he

jupar...@yahoo.com

unread,
Oct 4, 2009, 11:12:40 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
Pak Sa'af bia saketek agak tuntas rumah dari kayu karambia bagalok galok remang2 ambo di rumah ortu baretong awak

Bara paralu kayu karambia untuak mambek tipe rss 45 M2

1. Ambo masih ingek full kayu karambia dibutuhkan 8 Kubik kayu karambia
2. Untuak menghasilkan 8 Kubik kayu ambo mamarulan sekitar 8 batang pohon karambia uzur nan indak produktof lai dengam diameter pangka antaro 40 sampai 50 cm ambo hanyo maambiak panjang 8 meter dari Pangka sajo iko nankuek buek konstruksi baa kecek rang tuo awak lah baruyuang padek ruyuangko di kayu karambia kekuatannyo kalau di kayu tropis di serat selulosa yang panjang dan tidak terputus szadang bagian ujuang indak di pakai kecuali ntuak partisi atau penyekat kamar

3. Dari poin 2 dapek dihituang ciek rumah ambo mamaralukan 64 atau kito tarok sajo 65 batang karambia tuo tadi

Kok ado 500 rumah misalnyo paralu 32 500 batang karambia tuo mudah2an ado potensi kayu karambia tuo ko dipesisir pantai pariaman karambia jenis lokal ya bukan Hybrida nan tinggi2 dipanjek BRG alias Baruak Gadang he he nan umuanya abiah 50 tahun

4Am Biaya produksi 1 M3 dulu ambo ituang sakitar 1 Juta lah tamasuak biaya operasinal tabang manabang mairik ka saw mil gaji karyawan atau buruih di saw mill tamasuak tantunyo gaji ambo dulunyo he he he

Lalu kayu karambia tuo ko ambo bali hasil kesepakatan dan musyawarah jo masyarakat dek indak komersial kayu kemanusian babali Rp 2+ ribu sabatang dan ambo ado mambek kebijakan tabang ciek tanam 2 batang atau replanting kami nan manyadiokan bibit karambia atau masyaraka juo sabanyo diagiah lo uang bibit jo mananam 2 bibit ko 20 ribu lai

Jadi untuak kayu karambia Rp 8 juta ciek rumah itu baru raw material dibaok ka workshop dikatam finishing sampai siap di rakit dilapangan alah diagiah lubang2 tampek nan dinginkan untuak dipasang plat basi jo bauik

Nah itu angko2nyo Pak Sa'af. Memang dananyo gadang namonyo sajo rumah sederhana tapi iko yo padek dan mantap sederhanyo bukan RSS devoloper yo nan baliang2. Kunsennyo.

Demikian Pak berbagi pengalaman sajo mudah2an bisa jadi pertimbangan nanti kok ka mambuek rumah jo kayu karambia

Wass JP

Bagalok2 ingek wakatu ketek dikampuang ateh rumah gadang lalok jo kawan2 basamo2 aleh lapiak pandan dibawahnyo padi/gabah kariang giliang guliang kiri guliang kanan badariak dariak he he he

Fitr Tanjuang

unread,
Oct 4, 2009, 2:06:54 PM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih banyak infonyo, Pak Jepe.

Dek iko bukan bidang ambo, iyo masiah banyak nan kabua.
Tapi dek rang tukang pun mungkin lah dapek gambaran umumnyo.

Soal kebakaran, selain mengandalkan manusia, tantu bisa didekati jo
teknologi pulo.
Mungkin lah adoh cat kayu nan bisa menahan rayap sekaligus labiah
tahan api daripado cat konvensional.
Kok alun, tugas kitolah menemukannyo...

Wassalam
fitr tanjuang
lk/34/Albany NY

2009/10/4 <jupar...@yahoo.com>:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 4, 2009, 5:52:37 PM10/4/09
to rant...@googlegroups.com, Yulnofrins Napilus
Tarimo kasih, bung Jepe. Alah batambah ciek lai masukan untuak melaksanakan rumah kayu tahan gampo ko. Ambo taruihkan info ko ka pak Nofrins nan sadang ado di Padang dan bakarajosamo jo pak Indra Catri, Kapalo Bappeda Kota Padang, nan sadang mampasiapkan rumah contohnyo. Pemda Kota Padang alah manyadiokan tanah salaweh 2.000 m2 untuak jadi bengke ('workshop') mambuek rumah kayu tahan gampo tu.

Kito doakanlah basamo sumago program iko bisa jalan,sahinggo dapek maisi sabagian kabutuhan para sanak kito akan parumahan, paliang tidak sacaro darurat.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Sun, 10/4/09, jupar...@yahoo.com <jupar...@yahoo.com> wrote:

> From: jupar...@yahoo.com <jupar...@yahoo.com>
> Subject: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
> To: rant...@googlegroups.com

Riri Mairizal Chaidir

unread,
Oct 4, 2009, 7:54:23 PM10/4/09
to rant...@googlegroups.com

Jepe,

 

Setuju ambo, masalah rumah tantu sangat banyak pengaruh selera, dan selera ini banyak sedikitnya tergantung trend.

 

Sekarang masalahnya, siapa yang mau menjadi trend setter? Pemerintah? Atau celebrities Sumbar? Pemerintah tentunya tidak punya dana untuk membangun – katakanlah, untuk bisa menjadi trendsetter – satu kampung rumah kayu tahan gempa yang juga secara estetika menarik …

 

 

riri

 

 

 

 

-----Original Message-----
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of jupar...@yahoo.com
Sent: Sunday, October 04, 2009 8:46 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA

 

Pak Sa'af iko lah masalah salero rumah bukan masalah tampek balinduang memang rumah nan idel disampiang kuek dan tagok juo masalah estetika lah bagabuang jo barundiang ahli sipil jo arsitektur

Nochfrie Emir

unread,
Oct 4, 2009, 10:59:53 AM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
Mohon maaf sabalumnyo uda/uni, mamak dan etek sarato seluruh dunsanak ambo...

ambo tanggapi saketek, manuruik ambo indak seta merta rumah dari kayu
bakal tahan gempa, memang banyak rumah kayu dan rumah adat yang ada
di Nias yang dekat dengan pusat gempa terbukti selamat terhadap Gampo
kemaren, tapi manuruik ambo faktor utamanyo bukan bahan kayu dan pada
dasarnyo rumah kayu mamiliki kekurangan tersendiri, antaro lain rawan
terbakar terutamo yang memiliki instalansi listrik...

manuruik pandapek ambo, rumah kayu tu tahan gampo lantaran tiangnyo
perdiri diatas batu, artinyo sambungan antaro fondasi dan badan rumah
tidak kaku sehingga rumah bisa bergeser mengikuti gerakan gempa saat
gempa tu terjadi, sehingga gaya yang diterima dari gempa tasabuik
sebahagian tereduksi, walhasil rumah kayu ini lebih aman dari gempa
ketimbang rumah permanen...
cara seperti ini sebenarnya sudah banyak di terapkan di jepang, tetapi
bukan berarti harus dengan kayu atau buluah... yang masalah kalau
diterapkan untuak rumah permanen dan gedung bertingkat yang memang
harus permanen...

dalam dunia profesi kami, cara kerja fondasi seperti itu mirip dengan
equipment yang kami sebut "SlidingPlate" walawpun fungsinya bukan
untuk menahan gempa, ambo raso bagi dunsanak dunsanak nan berprofesi
di dunia Engineering Oil & Gas dan Heavy Industry cukup mengenal
equipment seperti itu dan bisa membayangkan gambaran rumah didesign
dengan fondasi seperti itu, walaupun ambo tidak menafikkan tingkat
kesulitanyo yang sangat tinggi kalau untuak gedung permanen... untuak
saat iko ambo masih gagal untuak mensimulasikan fondasi seperti itu
kalau diterapkan pada rumah permanen, tapi kalau untuak rumah kayu
memang sangat mungkin, dan ambo raso indak paralu dr. eropa bana
untuak marancang nyo tu doh... dek nenek moyang kito lah dari dulu
menerapkan itu untuak rumah kayu, yang jadi masalah adolah kalau
diterapkan dirumah atau gedung permanen....

wassalam

NFA

jupar...@yahoo.com

unread,
Oct 4, 2009, 9:42:00 PM10/4/09
to rant...@googlegroups.com
Sanak Nochfrie

Tarimo kasih babaginyo terhadap rumah kayu nan kito saliang melengkapi nan paralu ambo garis bawahi postingan sanak ko

Yaitu "sliding plate" nah mngkin itu nan ambo maksud dibuek atau dirancang dek insinyur jerman tu pondasi rumah kayu sederhana tu

Wass Jepe
Sadang babalonjo di pusek sayua mayua lemersing. Lado karitiang sadang maha sanak 45 000 sakilo
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----

Nofiardi

unread,
Oct 4, 2009, 10:13:18 PM10/4/09
to rant...@googlegroups.com

Mau Tahan Gempa? Pakai Struktur Bambu!

Tabloid Rumah

Rumah Bambu - tampak luar

/

 

Senin, 5 Oktober 2009 | 08:10 WIB

KOMPAS.com — Keberadaan bambu di Indonesia seperti buah simalakama. Rendahnya permintaan konsumen menyebabkan kalangan arsitek/industri tidak mengembangkannya. Akibat tidak ada pengembangan, maka bambu jadi tidak menarik sehingga masyarakat tidak menyukainya. 

Akhirnya bambu sebagai material lokal posisinya semakin terpinggirkan. Hal ini tentu menyedihkan, mengingat persediaan bambu di Indonesia sangat berlimpah, namun kita masih belum optimal memanfaatkannya.
 
Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban (baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Fakultas Kehutanan IPB mengungkapkan fakta bahwa kuat tekan bambu (yang berkualitas) sama dengan kayu, bahkan kuat tariknya lebih baik daripada kayu. Bahkan, dengan kekuatan seperti ini, jenis bambu tertentu bisa menggantikan baja sebagai tulangan beton.
 
Ringan dan Tahan Gempa
Eko Prawoto—salah satu arsitek yang mengembangkan konstruksi bambu—menyatakan bahwa kita tak perlu ragu untuk memakai material bambu sebagai struktur bangunan. Proyek bermaterial bambu yang baru selesai dikerjakan Eko Prawoto adalah bangunan Community Learning Center, sebuah pusat studi di Cilacap, Jawa Tengah. 

Struktur bangunan ini seluruhnya terbuat dari 3 jenis bambu, yakni bambu petung/betung, bambu legi, dan bambu tali/apus. Ketiga jenis ini digunakan untuk keperluan berbeda. Untuk kolom utama, misalnya, ia menggunakan jenis betung berdiameter 16 cm. Proyek bambu lain yang ia rancang adalah bangunan—juga berkonstruksi bambu—di Timor Leste.
 
Pada konstruksi bambu rancangannya, Eko Prawoto menggunakan baut 12 mm dan ijuk untuk menyambung antarbambu. Sambungan dengan baut ini terlihat rapi dan bersih sehingga konstruksi bambu terlihat lebih bagus (Eko memang membiarkannya terekspos). Untuk memasang bautnya, bambu dibor terlebih dahulu, kemudian baut dimasukkan ke bambu dan diberi mur. Ia lalu memberi tip, “Pasang murnya jangan terlalu keras supaya bambu tidak pecah.” Berbeda dengan kayu, adanya rongga pada bambu membuatnya harus diperlakukan khusus agar tidak mudah pecah.
 
Sambungan dengan baut menciptakan konstruksi yang tidak kaku sehingga tahan terhadap gempa (karena konstruksi akan bergerak mengikuti arah getar gempa). Ini masih ditambah lagi dengan bobotnya yang ringan sehingga berat keseluruhan struktur tidaklah besar. Ini merupakan kelebihan lain dari konstruksi bambu.
 
Hal serupa juga dilakukan Jatnika, seorang perajin bambu (produsen rumah bambu Jawa Barat). Dalam membangun rumah bambu, ia menerapkan sambungan yang tidak kaku, yakni memakai kombinasi paku/pasak bambu yang diikat ijuk. Dengan teknik pengikatan tertentu, ijuk sangat baik untuk mengikat sambungan struktur bambu. 

Eko Prawoto juga memakai ijuk pada beberapa bagian sambungan. Ia mengatakan, ikatan ijuk bagus dalam menahan beban ke samping. Selain ijuk, Jatnika juga menggunakan rotan sebagai pengikat sambungan. Namun, karena tidak sekuat ijuk, maka ikatan rotan hanya dipakai di interior.
 
Permukaan Lantai Harus Ditinggikan
Karena ringan, konstruksi bambu cukup menggunakan pondasi setempat/umpak (tanpa sloof) dari batu bata atau beton. Untuk menghindari pelapukan, bagian bawah struktur bambu tidak boleh bersentuhan langsung dengan tanah. 

Oleh karena itu, bagian bawah struktur bambu perlu diberi landasan, seperti beton. Bila ingin menggunakan lantai dari bambu, maka permukaan lantainya harus ditinggikan (minimal 40-50 cm dari tanah) oleh sebab itu biasanya bangunan seperti ini berupa konstruksi panggung. (Tabloid Rumah/mya)
 
Tabel Jenis Bambu untuk Bangunan

Peruntukan

Jenis Bambu

Diameter

Kolom struktur

Betung/petung

14-15 cm

Kuda-kuda

Gombong/andong

12 cm

Gording

Legi

10 cm

Kasau

Tali/apus

6 cm

Reng

Tali/apus

6 cm (dibelah 2)

Dinding (utuh atau anyaman)

Tali/apus, bambu hitam

6 cm

 

 

http://properti.kompas.com/read/xml/2009/10/05/08102563/Mau.Tahan.Gempa.Pakai.Struktur.Bambu.

 

-----Original Message-----
From: Nochfrie Emir
Sent: Sunday, October 04, 2009 10:00 PM
To: rant...@googlegroups.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~

The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.
image001.jpg

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 5, 2009, 12:13:07 AM10/5/09
to rant...@googlegroups.com
Bagus sekali, Sanak Nofiardi. Tambah lagi alternatif rumah tahan gempa. Tinggal menunjuk lembaga apa yang akan diberi amanah untuk memulai gerakan ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Mon, 10/5/09, Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com> wrote:

From: Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com>
Subject: RE: Bls: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
To: rant...@googlegroups.com
Date: Monday, October 5, 2009, 9:13 AM

Mau Tahan Gempa? Pakai Struktur Bambu!

Tabloid Rumah

Rumah Bambu - tampak luar

/

 

Senin, 5 Oktober 2009 | 08:10 WIB

KOMPAS.com — Keberadaan bambu di Indonesia seperti buah simalakama. Rendahnya permintaan konsumen menyebabkan kalangan arsitek/industri tidak mengembangkannya. Akibat tidak ada pengembangan, maka bambu jadi tidak menarik sehingga masyarakat tidak menyukainya. 

Akhirnya bambu sebagai material lokal posisinya semakin terpinggirkan. Hal ini tentu menyedihkan, mengingat persediaan bambu di Indonesia sangat berlimpah, namun kita masih belum optimal memanfaatkannya.
 
Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban (baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Fakultas Kehutanan IPB mengungkapkan fakta bahwa kuat tekan bambu (yang berkualitas) sama dengan kayu, bahkan kuat tariknya lebih baik daripada kayu. Bahkan, dengan kekuatan seperti ini, jenis bambu tertentu bisa menggantikan baja sebagai tulangan beton.
 
Ringan dan Tahan Gempa

Eko Prawoto—salah satu arsitek yang mengembangkan konstruksi bambu—menyatakan bahwa kita tak perlu ragu untuk memakai material bambu sebagai struktur bangunan. Proyek bermaterial bambu yang baru selesai dikerjakan Eko Prawoto adalah bangunan Community Learning Center , sebuah pusat studi di Cilacap, Jawa Tengah. 

 

 

http://properti.kompas.com/read/xml/2009/10/05/08102563/Mau.Tahan.Gempa.Pakai.Struktur.Bambu.

 

ketimbang rumah permanen...

harus permanen...

 

 

wassalam

 

NFA

 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: rantaunet-...@googlegroups.com
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Muljadi Ali Basjah

unread,
Oct 5, 2009, 9:46:40 AM10/5/09
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum Wr.Wb. Bapak Fitr Tanjuang, Bapak Asfarinal, Bapak Dr.Saafroedin BAHAR, Bapak JePe serta seluruh ummat RN di Palanta.

Saya hanya mau menambahi sedikit yang menurut hemat saya mungkin ada kekurangnya, mudah2an bisa dipergunakan/ diterapkan disana.

Pertanyaan Pak Fitr Tanjuang,
rumah tingkat didaerah gempa itu umumnya SANGAT tidak ekonomis sekali.
Basement itu, umumnya tidak ekonomis, apa lagi didaerah gempa dan tropis.
Sedangkan didaerah Subtropispun mahal, krn musti digali, ditransportasikan dll. Basement ini berguna krn zaman dulunya untuk gudang/lumbung makanan/minuman dll.
Bangunan yng lentur yg baik/ekonomis untuk daerah gempa.
Misalnya Kayu, Bambu, atau Baja ramping atau kombinasi yang rational serta konstruksi dan pelaksanaan/penerapan yang baik.
Umumnya, dinegara maju, rumah kayu itu sangat berharga sekali nilainya.
Karena kayu itu umumnya mahal harga, juga pengawetannya, Disamping itu umurnyapun sangat sensitip sekali, jikalau tidak diawetkan atau dipelihara dalam siklus waktu2 tertentu dengan baik dan seksama.

Pak JePe, mohon Asbest jangan dipakai, karena partikel dari Asbest itu sangat berbahaya untuk kesehatan paru2 dan broncha (cancer).
Juga untuk pengawetan bahan2 bangunan Kayu ruyung, kayu kelapa, bambu dll. Pemakaian zat2 kimia yang seperti bensol, terpentin dan sebangsanya (cairan /larutan) mohon diruangan terbuka serta memakai masker, sarung tangan, perangkat pakaian sehat dll. dsb.

Seperti berita/tulisan dari Bapak Asfarinal memang sangat benar sekali.
Banyak bangunan2 yang komposisi beton konkritnya, baik dari segi %tual semen begitu juga %tual baja, serta variasi ramuan diameter penampang2 pasir/kerikil. Ditambah lagi dengan, mungkin2 saja, technik2 sambungan diantara bahan2 bangunan tsb itu tidak/kurang sempurna.
Jadi matarantai faktor2 negatip dalam ilmu struktural menjadi kumulatip yang sangat negatip sekali jadinya.
Resumee....., jikalau terjadi gempa yang berskala mangkin tinggi...bisa sangat fatal sekali jadinya.

Mohon maaf seandainya, tulisan saya ini kurang sopan ataupun salah.

Wassalam,
Muljadi

-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sun, 4 Oct 2009 07:20:46 -0400
> Von: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
> An: rant...@googlegroups.com
> Betreff: Re: Bls: [R@ntau-Net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA

--
Jetzt kostenlos herunterladen: Internet Explorer 8 und Mozilla Firefox 3.5 -
sicherer, schneller und einfacher! http://portal.gmx.net/de/go/atbrowser

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages