RE :Perdukunan dan Ramalan di Masyarakat Minang

28 views
Skip to first unread message

PC Structure - Ivan

unread,
Feb 25, 2008, 3:15:40 AM2/25/08
to Rant...@googlegroups.com

Alhamdulillah,.. Pak Bot S Piliang

 

Kami sekeluarga baik yang ado dipadang atau pun yang ado dirantau telah bersumpah didepan kakek kami Almarhum sebelum beliau wafat bahwa kami tidak akan memakai adat minang yang terkait dengan 4 hal tadi;

  1. Sako dan Pusako
  2. Gala dan atribut kebesaran
  3. Nasab dan garis keturunan
  4. Bid’ah dan khurafat,.

 

Tetapi tentang pernyataan bahwa adat ini mubah; saya tidak setuju yang hak tidak boleh dicampurkan dengan yang batil.

Hukum jahiliyah dari sipencipta adat datuak perpatiah nan sebatang dengan datuak ketumanggungan (yang tidak kita ketahui makhluknya) yang terkait dengan hal diatas menyangkut masalah dunia dan akhirat.

 

Apalah lagi mengibadahkan yang bukan ibadah adalah haram hukumnya; astagfirullah manakah lagi yang bukan sesat selain prilaku2 yang menyimpang yang telah banyak dipaparkan;

 

Ambo mecintai ranah minang,. Dengan setiap denyut kehidupannya,. Kok kalua nagari alhamdulillah alah sampai ka Bombay, Sarjah (UAE) dan keliling asia tenggara,..tapi iyo dek cinto juo makonyo ambo berani untuk berkomentar dengan berharap mendapat pencerahan yang seolah2 dari uni Rahima sajo yang benar2 telah lugas memaparkan.

 

Tolong2 dusanak kasadonyo agar benar2 ditelaah dan dikaji bersama tanpa ada pretensi menyudutkan  pribadi dan perseorangan.

 

Ya Allah lindungi kami dari godaan setan yang terkutuk.

 

Barakallahu fikum,.

 

Wassalam

 

Ivan

-------------------------------------------------------------

Tanggal: Ming 24 Feb 2008 21:14

 Dari: Bot S Piliang 

 

 

Maaf manyolo stek ...

Kok di ambo nan mudo matah ko gampang se nyoh, kok Uda Angku Mudo indak katuju jo caro o adaik di Minangkabau, indak usah dituruti...Ikuiklah adaik jo caro nan manuruik angku sasuai jo Islam nan kecek angku.

Tapi dek ambo pribadi,kok kito silau di Indonesia, semenanjung malaya, mungkin di Minangkabaulah alam nan masih tajago. Anak kamanakn masih tatampuang elok karano ado harato ulayat tadi. Puaso tingi tampek anak kamankannan indak baruntuang dek pancarianinduaknyo ka manumpang.

Ambo raso iko adolah kearifan lokal.

Dan manuruik Ambo, apo nan kito buek, adaik nan kito pakai bukanlah bid'ah atau haram, tapi adalah adat yang hukumnyo mubah. Tingga pilihan dek angku.

 

NAn kunci dek ambo pribadi, asa mulonyo hukum itu jadi HARAM adalah boleh kecuali yang diharamkan...

Asa mulonyo ibadah adalah HARAM kecuali nan dibolehkan/disunnahkan.

 

JAdi maaf sajo angku Mudo, bia pun ambo jauh di rantau, duo kali naiak pesawat mangko tibo ka BIM, tetap ambo mamacik taguah adaik nan lah diturunkan nan ko. Karano memang indak ado kalusul dalam adaik Minang yang batentangan jo TAUHID yang jadi inti ajaran Islam itu sendiri.

 

Mohon maaf dek sagalo ka kurangan ambo di tulisan nan ko.

 

 

Wasalam

Bot S Piliang

 

 

Muhammad Ivan

 

Nippon Steel Batam Offshore Services

 

 

Batam-Indonesia

 

 

Mobile.   +6281364294894

 

 

image001.gif

Zulidamel

unread,
Feb 25, 2008, 5:26:19 AM2/25/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalammualaikum w.w.
Kalaupun angku bersumpah tidak mengaku sebagai orang minang juga tidak apa-apa!
namun dalam hal berfikir "Kita manusia diciptakan bersuku-suku, berbangsa ada dalam al-qur'an. segala sesuatu anda tanda nya.
Kita kenal kata nabi  dan rusullullah bersama'an dengan nama seorang anak manusia adalah sebagai tanda bahwa beliau adalah manusia yang diberikan kemuliaan dan utusan Allah. Rasullah memberikan panggilan yang indah kepada istrinya, umat muhammad juga memberikan sebutan berupa pujian-pujian terhadap rasullulah, tidak pernah dipermasalahkan.
 
Dalam kehidupan kita sehari-hari juga tidak terlepas dari gelar jabatan, gelar akademik itu juga membedakan harkat manusia  apakah ada suruhan atau larangan dalam Islam. Apakah ini juga tidak diperbolehkan. Dari mana angku mengambil kesimpulan bahwa gelar tidak dibolehkan dalam Islam.
 
Orang Minang memilih garis keturunan ibu tanpa melepas nasab kepada bapak yang dibuktikan bahwa hak untuk menikahkan anak perempuan hanya pada bapak atau saudara sebapak. tidak pernah jatuh ke tangan mamak, ibu atau saudara seibu.
 
Bid'ah dan khurafat bukanlah bagian dari adat Minang karena dimanapun di dunia ini ada. Hal ini terkait dengan pribadi jadi jangan anda hubungkan dengan adat. Hal inilah yang harus diperangi oleh orang minang karena menyusup ke dalam Budaya Minang. Angku harus tahu Budaya tidak sama dengan adat. Saya juga mengatakan bahwa Budaya Minang, banyak yang tidak sejalan dengan adat Minang intu yang harus diperbaiki. Jadi jangan angku menumpahi datuk perpatih jo datuk ketamanggungan atau menyebut rezim datuk-datuk.
 
Tidak ada datuk-datuk yang menguasai harta keponakannya, yang ada datu hanya diberikan hak pakai sebidang tanah (sawah) untuk menjalankan fungsinya. Dalam faktanya datuk banyak yang kaya itu karena memang mereka adalah orang yang telah pulang dari rantau tidak sama dengan datuk-datuk yang angku lihat sekarang.
 
Saya juga mengatakan, bahwa datuk sekarang banyak yang pantas dibeli gelar datuak kalera itu karena datuk zaman sekarang tidak menjalankan fungsinya. Saya juga tidak mau menggunakan gelar kebangsawanan namun dengan alasan yang berbeda dengan angku. Tapi saya tidak perlu bersumpah untuk itu!
 
wassalam,
Zulidamel.
 
----- Original Message -----
NOD32 2898 (20080223) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages