Diskusi Erotisme Orgen Tunggal

47 views
Skip to first unread message

Indra J Piliang

unread,
Jan 18, 2010, 6:01:17 PM1/18/10
to RantauNet, Forahmi
 DiskusiBUDAYA POP DAN PERGESERAN IDENTITAS/Pembicara: Bre Redana dan Nisaul AuliaRabu, 20 Januari 2010, 19:00 WIBSerambi SaliharaMeskipun sering dipandang sebelah mata, budaya pop berpengaruh besar terhadap perubahan masyarakat. Salah satu contohnya adalah fenomena ”organ tunggal” di ranah Minangkabau yang tak hanya membawa perubahan pada musik tradisi, namun juga menerobos ke sendi masyarakat yang sebelumnya jarang bersentuhan dengan modernisasi. Masyarakat Minang, yang dikenal religius, ternyata dapat berkompromi dengan pertunjukan organ tunggal yang dipentaskan dengan anasir erotis.Pertujukan ini dapat ditemukan dalam berbagai acara di kantor-kantor pemerintahan, masyarakat, bahkan telah memasuki pula wilayah upacara-upacara adat, seperti sunnah rasul, baralek kawin, tabuik, dan lain sebagainya. Terkadang, ia tidak lagi dipandang semata-mata sebagai musik hiburan, melainkan sudah menjadi “kewajiban”. Artinya, tanpa organ tunggal suatu pesta tidaklah lengkap. Lebih jauh lagi, budaya pop malah dipandang sebagai ”pencipta” suatu generasi dalam masyarakat yang memisahkan dari generasi pendahulunya.Suatu kecenderungan yang paling populer—entah musik atau mode busana—menjadi ciri khas generasi itu. Di sinilah letak pentingnya mengkaji budaya populer dalam konteks studi budaya yang membawa perubahan terhadap tatanan nilai, sosial, identitas, dan norma dalam masyarakat.Di mana rahasia kekuatan budaya populer? Ikuti diskusinya dengan Bre Redana (wartawan budaya Kompas dan pengamat budaya populer) dan Nisaul Aulia (mahasiswa pascasarjana Kajian Budaya dan Media, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta).

Lies Suryadi

unread,
Jan 18, 2010, 3:40:26 AM1/18/10
to rant...@googlegroups.com, pi_l...@yahoo.com

Ini diskusi menarik. Tapi sayang saya tidak bisa ikut mendengarkan karena jauh begini. Apakah Dinda IJP punya info alamat email Nisaul Aulia? Kalau ada, mohon infonya. Saya ingin berkontak dengan beliau.
 
Wassalam,
Suryadi

--- Pada Sel, 19/1/10, Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com> menulis:
--
.


Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Indra J Piliang

unread,
Jan 18, 2010, 6:46:34 PM1/18/10
to Lies Suryadi, RantauNet
Ambo ndak punyo, da. Kebetulan ndak bisa ikuik juo ka acara iko.

Wassalam


-----Original Message-----
From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Mon, 18 Jan 2010 16:40:26
To: <rant...@googlegroups.com>
Cc: <pi_l...@yahoo.com>
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal

--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

taufiq...@gmail.com

unread,
Jan 18, 2010, 3:59:58 AM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
Soal organ tunggal ko nagari awak tampak lai agak dibatasi

Dikampuang ambo untuang lah ado aturan dari KAN mengenai hal iko

Kalau di Pantura Jawa diantaro nan parah adolah. Mery n Lina Geboy co tanyo ka utube
Selain goyang , sawerannyo sabana aduhai
Selain di Jawa , dipelosok Kalimantan ikopun semakin mlm diacara resepsi perkawinan nan out door. Lebih setengah lusin penyanyi dan penari latar mulai melucuti pakaiannya. Nan tingga sekadar nan sabana paralu sajo lai

Minuman keras kemasan kecilpun keluar dari saku

Salah pandang jo gerak. Cakak nan tibo
Itu tajadi dilingkungan urang bugih nan islamnyo lumayan juo

Wass
TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Reni Sisri Yanti

unread,
Jan 18, 2010, 5:38:44 AM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
reni suko organ dr sawah lunto ( lupo namonyo) wakatu sepupu baralek, penyanyinyo berpakaian sopan dan sedikit goyangan, apo lai yg punyo ( wajahnyo mirip nia daniati) ikui nyumbang lagu pakai baju kuruang ko songket ( padahal keturunan jawa ), duo jempol untul organ tunggal yg itu....
 
renny,ancol


From: "taufiq...@gmail.com" <taufiq...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, January 18, 2010 3:59:58 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
powered by Sinyal Kuat INDOSAT--

Sutan Sinaro

unread,
Jan 18, 2010, 4:31:42 AM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum. w.w.
 
ma si In,.....
co itulah masyarakat awak.
organ tunggal ko maundang gampo,... bala Allah,... malapetaka.
Iko caro-caro gazwul fikir dan perang budaya nan dikaluakan dek musuah-musuah Islam.
a kecek mereka pulo.
"Artis dan anggur adalah lebih ampuh untuk menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam".
Kaji ko lah sajak 5 tahun yang lalu ambo kaji. Lah banyak di file rantau net ko,
cubo cek salah satunyo ... "di surau Ulugadut".
Cuma acok-acok bana ambo ulang, kecek urang ambo rang gaek nyinyia.
Kadipangakan...
Ka Tuhan Allah swt. ambo basarah diri.
 
Wassalam
 
St. Sinaro

--- On Mon, 1/18/10, Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com> wrote:

Ramadhanil pitopang

unread,
Jan 18, 2010, 6:31:06 AM1/18/10
to rant...@googlegroups.com

Ass.ww.
Organ tunggal yang menampilkan penyanyi wanita dengan penampilan EROTIS /seksi, bukan hanya tdp di kampuang awak sajo, Tetapi juga terdapat pada masyarakat Bugis, di Sidrap Sulawesi Selatan, dalam penampilannya konon  kadang hanya pakai ("kutang" maaf ) dan Celdal saja. Mereka menyebutnya dengan CANDOLENG-CANDOLENG. Mereka sering tampil pada acara pesta,, makin malam makin gila........
Oi yayaiiiiiii. Dunia Wale,,,,Dunia bateasae.... (spt lagu alm. Syamsi Hasan).

wasalam,
Ramadhanil
Palu-45 tahun
 
 
--- Pada Sen, 18/1/10, Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id> menulis:
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 18, 2010, 10:25:18 AM1/18/10
to rant...@googlegroups.com, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr Mochtar NAIM, Fatmariza FATMARIZA, gebuminang pusat

Menarik sekali info ini bung IJP. Dimana lokasinya Serambi Salihara itu ? Di Jakarta, di Yogyakarta,  atau di tempat lain ? Saya ada waktu untuk tanggal 20 malam itu dan ingin hadir.

Saya termenung-menung membayangkan ABS SBK -- yang lagi asyik-asyiknya saya acarakan bersama teman-teman di Gebu Minang untuk KKMP bulan Juli mendatang -- kalau-kalau ternyata malah telah lenyap 'digoyang erotis' oleh 'organ tunggal'


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Tue, 1/19/10, Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com> wrote:

From: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>

Indra J Piliang

unread,
Jan 19, 2010, 1:47:58 AM1/19/10
to Dr.Saafroedin BAHAR, RantauNet, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr Mochtar NAIM, Fatmariza FATMARIZA, gebuminang pusat
Jakarta, Pak. Pejaten, kalau ndak salah.

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 18, 2010, 10:49:31 AM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
Oke, bung IJP. Ambo cubo mancari di peta, mudah-mudahan indak sasek. Trims.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Tue, 1/19/10, Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com> wrote:

From: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>

Indra J Piliang

unread,
Jan 19, 2010, 1:53:18 AM1/19/10
to RantauNet
Iko alamatnyo, Pak:

KONTAK KAMI - SALIHARA - [ Translate this page ]

Alamat, : Jl.Salihara No.16. Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Indonesia. Telepon, : (62) 21 789 1202. Faksimili, : (62) 21 780 5180 ...
www.salihara.org/main.php?type=detail...menu... -

asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

unread,
Jan 18, 2010, 11:59:45 AM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
Kabatulan ambo tadi dari sinan untuak persiapan pameran foto ambo jo kawan2 minggu muko pak tentang pestival cap go meh di Singkawang, jadi alamat nan paliang lama yo  awak masuak sabalum pasa minggu bbelok kanan kalo awak dari jl. gatot subroto, sudah itu ikuik sajo penunjuk arah manuju Universitas Nasional (UNAS) na tambuih di Pasa Minggu. Kolo lah masuak jalan itu ikuiksajo jalan manuju Pasa Minggunyo pak, liek sisi sabalah kiri, nantik ado tulisan galery Salihara.


Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sen, 18 Januari, 2010 22:49:31
Judul: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

eva y. nukman

unread,
Jan 18, 2010, 1:07:15 PM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
salam,

Pak Saaf,
untuak ka Salihara bisa lewat Pejaten Raya, bisa pulo lewat jalan Ragunan.

kalau lewat Ragunan, posisi jalan Salihara persis di sabalah Balai Rakyat (dikenal juo dg Gelanggang Remaja), yaitu setelah SMA 28, sebelum terminal Pasar Minggu. 
di sabalah Balai Rakyat tu ado jalan ketek, ado plangnyo jl. Salihara. masuak ka sinan kiro2 100 m, Galery Salihara di sabalah suok.
(sabalun Unas)

kalau lewat Pejaten, setelah plang Pengadilan Agama di sabalah kida (kantuanyo sendiri masuak lo ka dalam) nampak plang Unas ka suok, masuak ka jalan itu, dan ikuti taruih jalan bakelok2 tu, lewati Unas, sampai kiro2 200-300 m. Galery Salihara ado di sabalah kida.  
tetapi awas, pas masuak dari Pejaten Raya tu, namo jalannyo: jl. Sawo Manila! padohal jalannyo itu juo nyo, antah baa pulo lah balain namo di ujuangnyo.

yg menarik, mushala mungil di Salihara ko diagiah namo: SURAU salihara. 
info ciek lai, tampek parkir terbatas. kalau lah panuah di sinan, bisa numpang parkir di markas pemadam kebakaran di dakek sinan.


wassalam,
va, 40.5 :)
cimahi coret



2010/1/18 Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>

Oke, bung IJP. Ambo cubo mancari di peta, mudah-mudahan indak sasek. Trims.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)

Muljadi Ali Basjah

unread,
Jan 18, 2010, 2:40:05 PM1/18/10
to rant...@googlegroups.com, saaf...@yahoo.com
Assalamualaikum Wr.Wb. bapak Dr.Saafroedin BAHAR.

Bersana dengan ini saya kirimkan PrtSc. serta link, untuk peta Map Jakarta,
semoga bisa sedikit menolong Bapak Doktor tiba tepat ke tujuannya.

Wassalam,
Muljadi.


-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Tue, 19 Jan 2010 01:07:15 +0700
> Von: "eva y. nukman" <vava...@gmail.com>
> An: rant...@googlegroups.com
> Betreff: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal

--
GRATIS f�r alle GMX-Mitglieder: Die maxdome Movie-FLAT!
Jetzt freischalten unter http://portal.gmx.net/de/go/maxdome01

map jkt 4 Dr.Saafroedin BAHAR.doc

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 18, 2010, 2:55:01 PM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih, bung IJP.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Tue, 1/19/10, Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com> wrote:

From: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 18, 2010, 3:00:15 PM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
Waduh, hebat. Petanya jelas sekali, sudah saya download dan print. Nanti saya tunjukkan anak saya yang akan mengantar. Terima kasih Sanak Muljadi.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Tue, 1/19/10, Muljadi Ali Basjah <mul...@gmx.de> wrote:
GRATIS für alle GMX-Mitglieder: Die maxdome Movie-FLAT!

Jetzt freischalten unter http://portal.gmx.net/de/go/maxdome01

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 18, 2010, 3:05:03 PM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
Salam juo Eva. Tarimo kasih banyak. Rasonyo indak ka salah lai. Ambo sabana ingin tahu dan  mandanga langsuang katarangan para budayawan ko tantang 'organ tunggal' nan nampaknyo iyo alah mawabah di kampuang awak tu.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Tue, 1/19/10, eva y. nukman <vava...@gmail.com> wrote:

From: eva y. nukman <vava...@gmail.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 18, 2010, 3:06:26 PM1/18/10
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih Nanang. Jaleh bana.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Mon, 1/18/10, asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang <asfari...@yahoo.com> wrote:

azmi abu kasim azmi abu kasim

unread,
Jan 20, 2010, 2:28:07 AM1/20/10
to rant...@googlegroups.com

Assalamualikum w.w.

Pak Saafroedin B.St.Majolelo, sarat dunsanak dipalanta  Nan ambo hormati

Ambo setuju masalah Orgen Tunggal ko menjadi pemikiran kito basamo baik dunsanak nan di ranah dan nan di rantau. Karano dalam pelaksanaannyo di samping dalam acara-acara baralek perkawinan atau kegiatan di kampung, sering juga dilakukan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri, ini yang sangat memprihatinkan kita.
Seperti Nan pernah ambo saksikan, setelah melaksanakan Ibadah Puasa sebulan lamanya, kemudian  membayar zakat Fitrah sebagai wujut dari kesemuprnaan puasa, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan seperti Katam Al Quran, Kithan Masal, Tablik Akbar, dan pada akhirnya di tutup dengan Orgen Tunggal semalam suntuk sambil meneguk minuman karas, yang tiada batas antara sakaum nan sa kampung. Berarti habilah semua amal yang di perbuat termasuk amal selam Bulan Puasa. Sedangan kita dilarang mempercampurkan yang sah dengan yang batil,  padi kalau sudah sama tinggi dengan hilalang susah kita membedakannya
Yang paling kita takutkan adoalh kelanjuttannya, karano lah abih miang dek bagisia, hilang raso jo pareso. Malah ado disuatu nagari yang sampai ada korban jiwa.
Sakitu sajo dari ambo mohon maaf bilo ado nan kurang pado tampeknyo, dan terima kasih ateh perhatian.

 Wassalm,
Azmi Dt.Bagindo




--- Pada Sel, 19/1/10, Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com> menulis:


Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 20, 2010, 3:56:06 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Dr Mochtar NAIM, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr. Herwandi WENDY, Mas'oed ABIDIN, gebuminang pusat

Waalaikumsalam w.w. pak Datuak dan para sanak sa palanta,

Walau sempat baputa-puta karano anak ambo nan maantakan ambo -- tingga di Bekasi -- indak baitu manguasoi jalan ka lokasi diskusi, akhirnyo ambo sampai juo di lokasi tu dan ambo hadiri sampai jam 21.30 WIB. Pemakalahnyo Nisaul Aulia, perempuan urang awak, lulusan S1 STSI Padang Panjang, kini malanjuikkan studi di S2 UGM.

Karano ambo bukan seniman, ambo tapana mandangakan baliau manjalehkan bahaso disadari atau indak, 'organ tunggal' alah mulai maubah jati diri Minangkabau ABS SBK tu. Acara organ tunggal itu ada duo macam, nan siang jo nan malam. Nan siang hari, biaso-biaso salo, malagukan lagu-lagu mirip dangdut. Nan malam iko nan labiah 'hot' , panyanyinyo nan padusi sangajo bapakaian minim, sampai --  maaf-- nampak celana dalamnyo, disaratoi jo goyangan nan mirip jo goyangan Inul, dan makin malam makin sero, sampai baguliang-guliang di lantai bagai. Kasadonyo diikuti jo minum minuman kareh.

Ambo agak takajuik mandangakan bahaso gejala nan seronok ko dimuloi dari Padang Panjang, dan nampaknyo memang disukoi dek seluruh, ulangi, seluruh Minangkabau !

Pemakalah ko, Lia, taksiran ambo baumua sekitar 24-25 th, mancubo mangaikkan gejala tu jo ABS SBK nan manjadi jati-diri Minangkabau. Sabagai ilmuwan -- iko penting -- baliau manyatokan agak pesimis adat Minangkabau jo agamo Islam bisa bana-bana disatukan, karano kaduonyo paralel, basisian, indak manyatu. Wakatu ambo sampaikan pandapek Dt Bachtiar Abna bahaso di Sumatra Barat agamo Islam adolah 'urang sumando', tamu dalam suku tapi bukan merupakan bagian dari suku, eh baliau malah setuju ! Waduh, padohal mawujudkan kasatuan ABS`SBK iko bana nan ingin kito perjuangkan.

Ringkasnyo, masyarakat Minangkabau memang alah banyak barubah, nan paralu disalidiki faktor panyabab dan akibatnyo.

Sacaro pribadi ambo bapandapek, kalau alah baitu duduaknyo pakaro, hiburan 'organ tunggal' ko memang bisa ditafsirkan sabagai ancaman taradok nilai-nilai ABS SBK. Mungkin gejala itu sarangkek jo baitu banyak gejala sosial lain, saparati mulai kurangnyo urang nan amuah bakiprah untuak managakkan ABS SBK tu, tamasuak manjadi imam, khatib, bahkan untuk mamandikan maik sajo alah mulai sulik mancari.

Baa mako indak dilarang sajo ? Alah dicubo, tanyato indak dipadulikan urang, saroman larangan marokok: urang parokok indak paduli samo sakali.

Jadi paralu kito pikia elok-elok: baa mako banyak bana urang awak nan 'kesengsem' jo 'aogan tunggal' dan baa mako makin kurang bagairah taradok ABS SBK ? Baa caro mambaliakkan kecenderungannyo: makin bagairah ba-ABS SBK, dan makin jijok jo 'organ tunggal" ?


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Wed, 1/20/10, azmi abu kasim azmi abu kasim <azmi_libr...@yahoo.co.id> wrote:

Riri Chaidir

unread,
Jan 20, 2010, 6:32:09 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf,

Ambo surprise juo mambaco nan pak Saaf sampaikan bahwa gejala ko dimulai dari Padangpanjang. Kota Serambi Mekah, Dulu ambo selalu "mengiklankan" nuansa Islami di kota ko ka urang rumah ambo. Kudian urang rumah ambo agak surprise pulo sekitar 5 tahun yang lalu kami pulang pas bulan puaso, bajalan ka pasa malam2, maliek sepasang remaja duduak di cafe, nan gadih manyandang mukena di bahu nyo, dan itu pas jam2 urang sadang tarawiah ...

Tapi itu fakta, dan ambo indak tau ba'a caro mengatasinyo.

Nah, apakah di diskusi kapatang tu lai ado dihasilkan suatu usulan sebagai jalan kalua untuk mengatasi orgen tunggal sarupo itu? Pak Saaf manyabuik an alah dilarang, bagaimanakah bentuk larangannya sehingga tidak efektif. 

Mudah2an ado jalan keluarnya, jadi bukan hanya "memaparkan fakta".

Riri
Bekasi, l, 47





2010/1/21 Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>

dar...@gmail.com

unread,
Jan 20, 2010, 6:41:46 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Dr Mochtar NAIM, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr. Herwandi WENDY, Mas'oed ABIDIN, gebuminang pusat
Pak Saaf manulih:
"Baa caro mambaliakkan kecenderungannyo: makin bagairah ba-ABS SBK, dan makin jijok jo 'organ tunggal" ?"

Pak Saaf.
Ambo, Darul St.P nan indak ahli mancubo manjawab:
#1. Laikoh awakko namuah dan ingin mauabahno? (Political will). Awako: pemuka masyarakat (kaum adat, ulama & cendikia, birokrat).
#2. Kalau namuah cari rumusan basamo. Indak jalan surang2. Kaum adat nan tatap juo jo prinsip adat lamo harus namuah barubah jo mancaliak a bana nan ado kini, indak nan saisuak juo. Kann nan adaik sabanano apo nan ado dimasyarakat, bukan pepatah petitih indah zaman dulu. Rang kini alah terlena jo orgen tunggal, baa sarancakno?

Ulama harus bersikap dan maambiak posisi jo keadaan kini.

Nampakno KKM harus diadokan sacaro reguler.

Salam
Darul St.P

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 20, 2010, 6:58:01 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com
Riri, Sanak kito Lia nan manjadi pamakalah tu hanyo manyampaikan hasil penelitiannyo sawakatu manyalasaikan studi S1 di STSI Padang Panjang. Wakatu ambo tanyo baa proyeksinyo taradok maso datang ABS SBK, baliau manyatokan pesimis.
Nampaknyo Minangkabau alah, sadang, dan akan taruih mangalami perubahan sistem nilai, nan sabananyo marupokan. 'silent revolution'.
Hutang dek kito untuk mamantau, mambahas dan manganalisa, dan kalau bisa manyusun saran kabijakan. Lamo kalamoan, Minangkabau tu nampaknyo akan kehilangan jati dirinyo nan kito bangga-banggakan salamo ko. Bukan karano sabab dari lua, tapi karano sabab dari dalam, yaitu karano pagantian generasi. Wibawa nan tuo-tuo samakin kurang ka nan mudo-mudo.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Thu, 1/21/10, Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org> wrote:

From: Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 20, 2010, 7:05:24 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Dr Mochtar NAIM, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr. Herwandi WENDY, Mas'oed ABIDIN, gebuminang pusat
Pak Darul dan para sanak sa palanta,
Paliang kurang di dalam SC KKMP alah ado kasadiaan tu. Kami nan baasa dari macam-macam latar belakang alah muloi mambangun wawasan basamo tantang maso datang Minangkabau tu. Sumbernyo adolah dari baitu banyak dan baitu gairah wacana nan paranah balangsuang di dalam RN ko.
Untuak di Ranah iyo paralu banyak tokoh diajak barundiang dulu, baiyo batido,karano nampaknyo kito-kito nan di Rantau alun cukuik kredibel di mato para sanak kito di kampuang. Tapi ado raso hal itu wajar-wajar sajo.  Tantu dalam soal Ranah baliau-baliau labiah tahu dari kito-kito nan mancari nafkah di Rantau ko.
Dalam ToR, KKM ko memang diadokan sakali limo tahun. [Sarupo Sidang Umum MPR urang Minang, he he.]
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Thu, 1/21/10, dar...@gmail.com <dar...@gmail.com> wrote:

From: dar...@gmail.com <dar...@gmail.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com

Riri Chaidir

unread,
Jan 20, 2010, 7:26:32 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf,

Kalau "orgen tunggal" itu memang "lahir" di Padangpanjang (yang notabene kota Serambi Mekah, dan kota tempat STSI itu berada)     memang banyak disukai, tidak bisa dilarang, dan tidak bisa "dikalahkan" oleh kesenian yang asli, kenapa tidak "diadopsi" saja sekalian?

Maaf, kalau pendapat saya terdengar sinis.

Tapi maksud saya begini, kalau hanya diwacanakan tanpa jalan keluar, yang terjadi adalah ini justru bisa menarik perhatian orang yang tadinya tidak tahu. Terus terang, saya yang tadinya menganggap kampuang awak itu "baik2 saja" jadi tertarik ingin menyaksikan "orgen tunggal" versi awak tu

Riri
Bekasi, l, 47



 

2010/1/21 Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>
Riri, Sanak kito Lia nan manjadi pamakalah tu hanyo manyampaikan hasil penelitiannyo sawakatu manyalasaikan studi S1 di STSI Padang Panjang. Wakatu ambo tanyo baa proyeksinyo taradok maso datang ABS SBK, baliau manyatokan pesimis.

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 20, 2010, 7:36:30 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com
Ha, itu ide hebat, Riri. Dahulu pernah dipraktekkan dek Walisongo di Jawa saisuak sawakatu manghadoki masalah wayang [dan klenik?]. Jadi sakalian diadopsi manjadi 'organ tunggal ABS SBK'.
Iko manyangkuik 'strategi kebudayaan'. Tapi jo sia kito akan barundiang tantang soak ko ?

 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Thu, 1/21/10, Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org> wrote:

From: Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com

Abraham Ilyas

unread,
Jan 20, 2010, 7:42:35 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf,

Sato ambo ciek Pak.
Satantangan organ tunggal nan berdampak pado perilaku masyarakat nan permisif untuk menggumbar nafsu randahnyo (pornoaksi) mungkin indak bisa kito larang secara massal jo perda kab./prov misalnya (sulitnyo implementasi di lapangan).

Mungkin itulah konsekwensinyo kito manjadi orang/warga Indonesia nan diatur oleh hukum nan seragam.
Gerakan nan manuruik kito mengumbar syahwat, bagi daerah lain biaso-biaso sajo.

Ambo lupo-lupo inget, bahwa presiden Soekarno kutiko bakuaso, pernah melarang seni tayub dan jaipongan dulu. Wakatu itu rakyat patuah.

Mungkin nan bisa kito lakukan kini di tingkat kelompok masyarakat terendah di dalam budaya Minang Kabau yaitu di nagari (setelah disepakati oleh seluruh masyarakat dan dituangkan dalam Peraturan nagari/adat nan diadatkan pada tiap nagari).

Mari kito dukuang sistem pemerintahan: babaliak ka nagari, kambali ka surau
Di sikolah kito urang rantau mungkin bisa ikuik berpartisipasi.

Salam

Abraham Ilyas 64th
www.nagari.org


taufiq...@gmail.com

unread,
Jan 20, 2010, 7:54:18 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf

Sabananyo itu bamulo dari kepedulian masyarakat sekitar terutamo pemuka masyarakatnyo

Untuak masyarakat yang masih agak homogen. Misalnyo di Kabupaten. Kalau perangkat nagari seperti Kerapatan Adat Nagari lai aktif dan menjalankan fungsinya dengan baik. insyaallah pengawasan dapat terlaksana dengan baik. Apo lai disitu selain para datuk/penghulu ado pulo bundo kanduang. Sedang task force pengamanannyo ado nan banamo parik paga nagari

Dilingkungan kaum/persukuan ado pangatuo jo anak mudo. Yang merupakan pengawas serta pimpinan kaumnya

Kalau semua perangkat tsb menjalankan fungsinya dengan baik insyaallah semua ereng dengan gendeng dapat diawasi dan dimonitor dengan baik

Apalagi para datuk/ penghulu dan pangatuo itu pasti akan menjaga marwah kaumnya dengan baik.

Karena kalau gagal dia sudah dianggap "Kumuah- Bagalimang"

Indak akan dianggap setara lagi, indak akan diajak berunding ba-iyo ba-tido oleh jajaran penghulu didaerah tsb

Selain KAN untuak level nagari yang melakukan musyawarah/ rapat bulanan untuk membahas issue terkini pada anak kemenakannya.

Untuak level kecamatan minimum sekali duo tahun ado MUBES

Di MUBES Ampek Angkek nan ambo pernah ikuti issue pelarangan orgen tunggal itu pernah diangkek. Sarato himbauan dlm tata cara baralek

Walau tetap diakui adonyo "Adat Salingka Nagari"
Tapi penggunaan tenda sarato makan caro "Parancih" hanyo untuak kawan-kawan mempelai atau para pemuda

Sedang untuak ipa-bisan.Bako jo anak pisang.
Serta nan lain nan disiriah-i sacaro adat, tetap makan bajamba ditangah rumah

Nan mungkin agak payah didaerah nan lah manjadi Kota Madya sarato daerah pinggirannyo
Masyarakat mulai heterogen. Bahkan Non Minang sampai Non Muslim mulai ado

Apo lai disetiap komplek perumahan KPR BTN. Indak bisa Non Muslim itu diambek lai
Kok lah mulai pulo mereka mangaji/malagu jo misanyo.
Bisa manggauik nan indak gata awak dibueknyo

Tapi kok masyarakat perkotaan itu lai masih ado "alertness "nyo. Mungkin karajo buruak itu lai indak katajadi doh

Dilain pihak peran perantau membawa segala yang baru memang tidak sedikit
Begitu juga dalam membawa/mengenalkan minuman keras, narkoba,judi serta pergaulan yang dianggap modern

Kalau perangkat adat masih berfungsi dan dihargai anak-kemenakan. Insyaallah masih akan ada adat Minang itu

Tapi kalau mamak lah bak kato mamak. Indak paduli dan dihargai lai dek kamanakan

Kok mamak lah minum saboto jo kamanakan. Lah samo mamasang nomor jo kamanakan

Ka baa lai pulo....kebesaran ada Minang hanya tinggal kenangan

Wass
St RA

Arman Bahar

unread,
Jan 20, 2010, 8:08:08 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Iyo suai ambo tu

Itu banalah nan diprediksi buya HAMKA dalam bukunyo "Islam dan Adat Minangkabau" saisuak bahwa lamo atawa lambek, mawu atawa tidak mawu saketek demi saketek adat Minang ko akan tergerus dan akan ditinggakan oleh penganut2nya dan kudian ba-angsua2 pulo finished aratinyo bakalan terjadi perubahan nilai2 yang di-anut

Memang sih alun abih bana lai minimum kito2 nan dirantau ko kutiko karnaval 17 Aguih masih rindu juo malakek-kan pakaian adat atawa yang berciri khas Minang ka anak2 kito ka sato karnaval tu

Mungkin nan bisa kito lakukan adolah mengawal agar perubahan tersebut tidak terlalu cepat minimum salagi kito2 nan masih setia sebagai pengaggum ko masih hiduik juo lai

salaam
abp57

Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Kam, 21 Januari, 2010 06:58:01
Judul: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal

Riri, Sanak kito Lia nan manjadi pamakalah tu hanyo manyampaikan hasil penelitiannyo sawakatu manyalasaikan studi S1 di STSI Padang Panjang. Wakatu ambo tanyo baa proyeksinyo taradok maso datang ABS SBK, baliau manyatokan pesimis.
Nampaknyo Minangkabau alah, sadang, dan akan taruih mangalami perubahan sistem nilai, nan sabananyo marupokan. 'silent revolution'.
Hutang dek kito untuk mamantau, mambahas dan manganalisa, dan kalau bisa manyusun saran kabijakan. Lamo kalamoan, Minangkabau tu nampaknyo akan kehilangan jati dirinyo nan kito bangga-banggakan salamo ko. Bukan karano sabab dari lua, tapi karano sabab dari dalam, yaitu karano pagantian generasi. Wibawa nan tuo-tuo samakin kurang ka nan mudo-mudo.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Thu, 1/21/10, Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org> wrote:

From: Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com
Date: Thursday, January 21, 2010, 6:32 AM

Pak Saaf,

Ambo surprise juo mambaco nan pak Saaf sampaikan bahwa gejala ko dimulai dari Padangpanjang. Kota Serambi Mekah, Dulu ambo selalu "mengiklankan" nuansa Islami di kota ko ka urang rumah ambo. Kudian urang rumah ambo agak surprise pulo sekitar 5 tahun yang lalu kami pulang pas bulan puaso, bajalan ka pasa malam2, maliek sepasang remaja duduak di cafe, nan gadih manyandang mukena di bahu nyo, dan itu pas jam2 urang sadang tarawiah ...

Tapi itu fakta, dan ambo indak tau ba'a caro mengatasinyo.

Nah, apakah di diskusi kapatang tu lai ado dihasilkan suatu usulan sebagai jalan kalua untuk mengatasi orgen tunggal sarupo itu? Pak Saaf manyabuik an alah dilarang, bagaimanakah bentuk larangannya sehingga tidak efektif. 

Mudah2an ado jalan keluarnya, jadi bukan hanya "memaparkan fakta".

Riri
Bekasi, l, 47









Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
Message has been deleted

Ahmad Ridha

unread,
Jan 20, 2010, 8:48:45 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com
2010/1/21 Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>

>
> 'organ tunggal ABS SBK'.
>

Maaf, Pak Saaf, istilah itu bisa dibilang "oxymoron" karena saling
kontradiktif. Itu hanya semakin memperlemah ABS SBK.

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

andikoGmail

unread,
Jan 20, 2010, 9:53:47 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Dr Mochtar NAIM, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr. Herwandi WENDY, Mas'oed ABIDIN, gebuminang pusat
Pak Syaf, maaf ambo sato manyolo saketek

Disatu sisi, panalitian kawan ko subananyo mendokumentasikan sesuatu
yang sudah lamo sekali terjadi, tapi supayo kalangan terdidik picayo,
mako harus ado unsur akademiknyo. Satu yang ambo caliak, dalam situasi
sosial yang alah berubah itulah ABS-SBK akan diperkuat, tantu memerlukan
penggalian strategi yang lebih jitu. Jangan-jangan secara diam-diam,
rakyaik badarai sadang menggugat ABS-SBK itu. Tapi untuak masuak karanah
perdebatan intelektual, indak tajangkau dek tangannyo doh. Samantaro
itu, debat moral kaum intelektual, juga sungguh jauh dari alam berpikir
rakyat badarai. Sahinggo katiko bicara ABS-SBK disaat kini, mode
mancucuakkan kayu bacupang ka tanah, sungguah sarik, kalau indak tanago
nan abih, yo kayu itu nan rangkah.

Tapi ambo optimis masalah orgen iko akan beres karena setahu ambo, tidak
semua urang juo suko dgn orgen nan mode iko. Nan rami yo nan mudo-mudo
tangguang se nan suko. Cuma masalahnyo, tokoh informal jo formal yang
indak saayun sampai ka basis dalam mensikapi iko. Pengalaman sukses di
satu nagari, KAN sapakaik malarang orgen erotis ko, didukung dek
muspika, mako larangan berhasil. Tapi di banyak kasus, kito terlalu
basanda jo apo Perda Pekad, tampa ado keseriusan manjalankannyo.

Salam

andiko sutan mancayo

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 20, 2010, 9:55:32 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com

Sanak Ahmad Ridha, usul ambo nantun tantu bukan baarti mansahkan baitu sajo 'organ tunggal' saroman nan ado kini ko, tapi -- bak usul Riri -- dikooptasi daya tariknyo untuak mambangkikkan sumangaik ba ABS SBK. Manimbo milham dari strategi Walisongo. Ambo kan mangatokan bahaso 'organ tunggal' tu mambahayokan ABS SBK sabagai jati diri Minangkabau.

Baa caronyo paralu dipikiakan labiah lanjuik.

Ambo ingin mambaco baa bana gagasan langkok Sanak taradok masalah-masalah Minangkabau nan sacaro padek alah  Sanak komentari salamo ko di RN ko. 

Kan sayang kalau gagasan Sanak itu basampaikan sakuduang-sakuduang sajo. [Apolagi kito dilarang Urang Dapua RN manjadi 'one liner'].



Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)

 

--- On Thu, 1/21/10, Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com> wrote:

From: Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com

Ahmad Ridha

unread,
Jan 20, 2010, 10:12:22 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com
2010/1/21 Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>

>
> Ambo ingin mambaco baa bana gagasan langkok Sanak taradok masalah-masalah Minangkabau nan sacaro padek alah
> Sanak komentari salamo ko di RN ko.
>

Berat sekali, Pak, kalau gagasan lengkap yang siap pakai. ABS SBK itu
kan hanya slogan kalau kita melihat kenyataan di lapangan. Faktor
syara' dan Kitabullah tidak dipandang utama lagi.

Walau topik ini diawali dengan organ tunggal, namun izinkan saya
melenceng sedikit ke contoh pembahasan yang sedang hangat juga di
Palanta yakni tentang tuntutan hukuman mati kepada Wiliardi Wizar.
Saya setuju jika ada pernyataan dukungan untuk peradilan yang bersih,
namun tidak setuju jika didomplengi dengan penolakan hukuman mati
secara umum.

Hukuman mati adalah sesuatu yang ada dalam syara' dan Kitabullah.
Jadi mestinya orang Minang menerimanya. Sedangkan kalau menolaknya
berarti menolak sesuatu yang tetap dalam Kitabullah. Konsekuensinya
bisa ekstrim yakni kufur akbar yang mestinya juga berarti tidak diakui
lagi sebagai orang Minang? Namun apakah itu dianggap penting oleh
orang Minang?

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 20, 2010, 10:12:53 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Dr Mochtar NAIM, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr. Herwandi WENDY, Mas'oed ABIDIN, gebuminang pusat

Bung Andiko, batua sakali panglihatan Bung itu. Salah satu motif ambo sato mandorong wacana ABS SBK ko memang karano ingin tahu iyokoh baiyo bana kito malatakkan ABS SBK tu sabagai jati diri Minangkabau, atau indak. Dan kalau baiyo bana, baa caro manindaklanjutinyo sacaro labiah malimbago, konsisten, dan koheren, dalam hiduik kito ko.  Soal 'organ tunggal' kan hanyo salah satu aspek sajo, kabatulan diangkek dek Pak Abraham Ilyas dan kito tanggapi basamo-samo.

Mancaliak dingin sajo paratian taradok wacana ABS SBK ko, baiak di Ranah maupun di RN ko, ado tabatiak dalam hati ambo tantang apo nan bung Andiko tengarai ko : "Jangan-jangan secara diam-diam, rakyaik badarai sadang menggugat ABS-SBK itu" . 

Kamungkinan tu tantu ado, apolagi kalau kito kana apo nan disampaikan pak Dt Bachtiar Abna dari Unand bahaso:  Islam di Minangkabau adolah 'urang sumando'.Kalimat itu diiyokan dek Sanak kito Lia, pemakalah tu. 

Nampaknyo memang alun ado kasapakatan tokoh-tokoh masyarakat Minang tantang baa caro  nan paliang tapek untuak malaksanakan ABS SBK tu. Tapi, kalau dipikia-pikia, mungkin justru karano itu paralu diangkek masalah tu ke dalam KKMP, sabagai forum nan tapek untuak mancari kasapakatan tu.

Wallahualam bissawab.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Thu, 1/21/10, andikoGmail <andi....@gmail.com> wrote:

From: andikoGmail <andi....@gmail.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com
Cc: "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <hanni...@gmail.com>, "Dr Mochtar NAIM" <mocht...@yahoo.com>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <farha...@ymail.com>, "azmi datuk bagindo" <azmi_libr...@yahoo.co.id>, "Dr. Herwandi WENDY" <wendy.fsa...@yahoo.com>, "Mas'oed ABIDIN" <buyamaso...@gmail.com>, "gebuminang pusat" <gebumin...@gmail.com>
Date: Thursday, January 21, 2010, 9:53 AM

Pak Syaf, maaf ambo sato manyolo saketek

Disatu sisi, panalitian kawan ko subananyo mendokumentasikan sesuatu yang sudah lamo sekali terjadi, tapi supayo kalangan terdidik picayo, mako harus ado unsur akademiknyo. Satu yang ambo caliak, dalam situasi sosial yang alah berubah itulah ABS-SBK akan diperkuat, tantu memerlukan penggalian strategi yang lebih jitu. Jangan-jangan secara diam-diam, rakyaik badarai sadang menggugat ABS-SBK itu. Tapi untuak masuak karanah perdebatan intelektual, indak tajangkau dek tangannyo doh. Samantaro itu, debat moral kaum intelektual, juga sungguh jauh dari alam berpikir rakyat badarai. Sahinggo katiko bicara ABS-SBK disaat kini, mode mancucuakkan kayu bacupang ka tanah, sungguah sarik, kalau indak tanago nan abih, yo kayu itu nan rangkah.

Tapi ambo optimis masalah orgen iko akan beres karena setahu ambo, tidak semua urang juo suko dgn orgen nan mode iko. Nan rami yo nan mudo-mudo tangguang se nan suko. Cuma masalahnyo, tokoh informal jo formal yang indak saayun sampai ka basis dalam mensikapi iko. Pengalaman sukses di satu nagari, KAN sapakaik malarang orgen erotis ko, didukung dek muspika, mako larangan berhasil. Tapi di banyak kasus, kito terlalu basanda jo apo Perda Pekad, tampa ado keseriusan manjalankannyo.

Salam

andiko sutan mancayo

Dr.Saafroedin BAHAR wrote:
>
> Waalaikumsalam w.w. pak Datuak dan para sanak sa palanta,
>
> Walau sempat baputa-puta karano anak ambo nan maantakan ambo -- tingga di Bekasi -- indak baitu manguasoi jalan ka lokasi diskusi, akhirnyo ambo sampai juo di lokasi tu dan ambo hadiri sampai jam 21.30 WIB. Pemakalahnyo Nisaul Aulia, perempuan urang awak, lulusan S1 STSI Padang Panjang, kini malanjuikkan studi di S2 UGM.
>
> Karano ambo bukan seniman, ambo tapana mandangakan baliau manjalehkan bahaso disadari atau indak, 'organ tunggal' alah mulai maubah jati diri Minangkabau ABS SBK tu. Acara organ tunggal itu ada duo macam, nan siang jo nan malam. Nan siang hari, biaso-biaso salo, malagukan lagu-lagu mirip dangdut. Nan malam iko nan labiah 'hot' , panyanyinyo nan padusi sangajo bapakaian minim, sampai --  maaf-- nampak celana dalamnyo, disaratoi jo goyangan nan mirip jo goyangan Inul, dan makin malam makin sero, sampai baguliang-guliang di lantai bagai. Kasadonyo diikuti jo minum minuman kareh.
***

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 20, 2010, 10:24:49 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com

Sanak Ahmad Ridha dan para sanak sa palanta,

Saya tidak mengharapkan gagasan yang siap pakai, karena mungkin tidak akan pernah ada gagasan seperti itu. Yang penting adalah adanya elaborasi secara bersungguh-sungguh terhadap masalah bersama yang demikian abstrak dan demikian kompleks, yang hanya mungkin kita telusuri setapak demi setapak. Kadang-kadang kita benar, kadang-kadang kita salah.Yang benar kita konsolidasikan  sebagai pijakan untuk langkah lebih lanjut, yang salah kita koreksi untuk tidak kita ulangi. 

Bagaimanapun, mulailah menulis secara lebih 'bulat', dan sampaikanlah di RN ini, sebagai bahan renungan. Tidak usah sempurna, karena kita kan hanya makhluk. Dalam soal agama, jelas Sanak Ridha lebih menguasai dari saya.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Thu, 1/21/10, Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com> wrote:

From: Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com
Message has been deleted

Munir, Irwan (irwanm)

unread,
Jan 20, 2010, 11:26:09 PM1/20/10
to rant...@googlegroups.com, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Dr Mochtar NAIM, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr. Herwandi WENDY, Mas'oed ABIDIN, gebuminang pusat
Mohon maaf ambo ado pulo kisah menarik tantang orgen tunggal iko, nan
sacaro kepatutan rasonyo kurang patuik dan sangaik jangga, ...
Hari Rabu gampo malando ranah Minang kasado kito maraso takajuik dan
bersimpati, dan sacaro spontan bakumpualah kito jo babarapo kawan nan
ikuik prihatin sasudah syolat Jum'at, digalanglah dana dan apo sajo nan
patuik dibao untuk mambantu dunsanak nan sadang dilando musibah, pendek
carito barangkeklah kami dari Duri Pk Baru dengan rombongan mambao bahan
makanan, tenda dsbgnyo, ...
Sampai di Pariaman kito langsung katampek titik-titik mushibah dengan
bantuan anggota dari Kabupaten dan ORARI sebagai panunjuak jalan, .....
Ondeeh mande apo nan Nampak dunsanak iyo sabana sadiiiiah kito
diperjalanan sacaro indak sangajo mailia sajo aia matoko dan marindiang
sagalo bulu manyaksikan kajadian keruntuhan dimano-mano.......
Tapi ado juo nan ganjia sampiang kiri kanan muko jo balakang alah
runtuah, ondeeeeh mandeeeeee nan tenda baralek tagak juo baru (hari
katigo pasca gampo), nan labiah lai paaak !!! orgen tunggal maheboh juo
baru sarato bajoget ria dengan artis mohon maaf pakai rok pendeeeek
bana.
Malam tu juo jam satu malam kami tinggakan Pariaman manuju Bukittinggi,
karano sopir kami tingga di Kayu Tanam dan rumahnyo kanai pulo baliau
pai mancaliak rumah urang gaeknyo, .... ondeeh Pak indak bisa pulo
masuak karano ado urang baralek juo baru dan jalan tasumbek dek orgen
tunggal dan speaker nan labiah gadang dari tabuah disusun dijalan ,
wakatu itu hari alah jam 2 malam, kami manunggu dilua (tapi jalan
Padang-Bukittinggi) dan urang bajoget pulo disiko antah kasampai jam
barakolah, ...... jam tigo malam kami lanjuikkan perjalanan dan
tinggakan tampek urang nan sadang bersuka Ria walaupun aia mato nan lain
masih mengalir dan darah masih berceceran dimana-mana.

Siako nan sadiaaah, siako nan baduka ??? agak sulik kito mambedaannyo.

Salam
IMRB 50 th

-----Original Message-----
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of andikoGmail
Sent: Thursday, January 21, 2010 9:54 AM
To: rant...@googlegroups.com

Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN; Dr Mochtar NAIM; Farhan Muin DATUK
BAGINDO; azmi datuk bagindo; Dr. Herwandi WENDY; Mas'oed ABIDIN;
gebuminang pusat
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 21, 2010, 1:51:06 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Dr Mochtar NAIM, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr. Herwandi WENDY, Mas'oed ABIDIN, gebuminang pusat

Sanak Irwan Munir jo para sanak sa palanta,

Lah batambah pulo ciek lai testimoni tantang wabah  'organ/orgen tunggal' ko, sahinggo bahkan dalam suasana musibah kanai gampo pun nan 'organ tunggal jo bajoget' tu indak tingga doh. Jo lain kato, 'organ tunggal jo bajoget' alah jadi 'adat' baru di nagari kito tu.

Nan manjadi masalah: apo koh nan manyababkan timbuanyo 'adat' baru ko ? Baa pulo caro mangatasi 'adat' baru nan alah mawabah tu ?

Baa kok kito danga pulo baa pandapek sarato saran dari para cadiak pandai, seniman, dan budayawan di nagari kito tu. Insya Allah sasudah tanggal 6 Februari nan ka datang tim SC Mubes jo SC KKMP akan datang ka Ranah, maminta  masukan untuk manyusun rencana keputusan/mufakat dalam KKMP nan ka  datang. Baa juo, kan sabarek-barek mato mamandang barek juo bahu nan mamikua.

[Syukur Alhamdulillah, jarang bana ambo mandanga kito di Rantau ko  nan tagilo-gilo ka 'organ tunggal' ko. Apo kito nan di Rantau sajo nan tagilo-gilo mka ABS SBK ko ?]


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--- On Thu, 1/21/10, Munir, Irwan (irwanm) <irw...@chevron.com> wrote:

From: Munir, Irwan (irwanm) <irw...@chevron.com>
Subject: RE: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com
Cc: "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <hanni...@gmail.com>, "Dr Mochtar NAIM" <mocht...@yahoo.com>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <farha...@ymail.com>, "azmi datuk bagindo" <azmi_libr...@yahoo.co.id>, "Dr. Herwandi WENDY" <wendy.fsa...@yahoo.com>, "Mas'oed ABIDIN" <buyamaso...@gmail.com>, "gebuminang pusat" <gebumin...@gmail.com>
***

Mochtar Naim

unread,
Jan 21, 2010, 2:26:25 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com, Irwan (irwanm)Munir, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Farhan Muin DATUK BAGINDO, azmi datuk bagindo, Dr. Herwandi WENDY, Mas'oed ABIDIN, gebuminang pusat
Bung Irwan,
 
Contoh kasus yang Bung tampilkan itu tepat betul menggambarkan gonjang-ganjing kehidupan sosial kita di ranah Minang sejak lama ini. Contoh spt ini bisa diperpanjang lagi yang semua memperlihatkan gejala rusaknya norma2 sosial masyarakat kita. Sudah sejak lama masyarakat Minang di Sumbar sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang alur, mana yang patut, mana yang suruh mana yang tegah. Kalau ditanya, siapa yang bertanggung-jawab, tiada seorang pun yang tahu persis, dan tidak pun ada yang mau bertanggung jawab. Baik pemimpin formal di pemerintahan, maupun non-formal dalam masyarakat, semua pada tak acuh. Nah, mungkin yang dimaksud oleh Pak Saf, dengan Kongres Kebudayaan Minang Pertama ke depan ini, perlu sekali diperjelas fungsi dan tugas serta peranan Wali Nagari, KAN, Tungku nan Tigo Sajarangan, Bundo Kanduang, Pemuda, dsb itu.
Merekalah sesungguhnya yang bertanggung jawab dengan apapun yang terjadi dalam masyarakat di Sumbar di ranah Minang. A co lah taruihkan Bung. MN 


--- On Wed, 1/20/10, Munir, Irwan (irwanm) <irw...@chevron.com> wrote:

From: Munir, Irwan (irwanm) <irw...@chevron.com>
Subject: RE: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
To: rant...@googlegroups.com
Cc: "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <hanni...@gmail.com>, "Dr Mochtar NAIM" <mocht...@yahoo.com>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <farha...@ymail.com>, "azmi datuk bagindo" <azmi_libr...@yahoo.co.id>, "Dr. Herwandi WENDY" <wendy.fsa...@yahoo.com>, "Mas'oed ABIDIN" <buyamaso...@gmail.com>, "gebuminang pusat" <gebumin...@gmail.com>

Dasriel Noeha

unread,
Jan 21, 2010, 2:56:39 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Pak Mochtar dan Bung Irwan,

Ambo pernah pulang kampuang 3 thn silam, OrTung iko malahan di miliki oleh Wali nagari, atau Ketua Pemuda malah nan punyo orgen tunggal, anak gadihnyo nan bajoget co karo di pantak samuik gata, tonggeng kiri, songgeng kanan, alah tabudue paho seksi tuh...
Ondeh mandeh...baalah kolah nagari bundo, alah tarang bak matohari bala nan datang, tobaiklah lai jo....

wass,


--- Pada Kam, 21/1/10, Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com> menulis:

> barakolah, ....... jam tigo malam kami lanjuikkan perjalanan

> --
>
> .
>
> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika
> dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya:
> ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>
> ===========================================================
>
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>
> - DILARANG:
>
> 1. Email besar dari 200KB;
>
> 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui
> jalur pribadi;
>
> 3. One Liner.
>
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata!
> Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
>
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam
> melakukan reply
>
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan
> mereply email lama
>
> ===========================================================
>
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah
> konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
>
>


Akses email lebih cepat.. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Lies Suryadi

unread,
Jan 21, 2010, 3:49:49 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
 
Sanak di lapau,
Saya melihat fenomena sosial di Minang ini hanya contoh mikro dari Indonesia seluruhnya. Beberapa kawan di lapau ini sudah mengatakan bahwa fenomena orgen (ada yang menulis "organ") tunggal juga ditemukan di banyak tempat lain di Indonesia. Kita lihat saja bagaimana fenomena pop culture yang sudah kebablasan di negara ini. Dapat disimpulkan bahwa budaya ini berkembang semaunya, tanpa ada kemauan pemerintah untuk mengontrolnya, mengarahkannya.
 
Salam,
Suryadi


--- Pada Kam, 21/1/10, Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com> menulis:

Dari: Mochtar Naim <mocht...@yahoo.com>
Judul: RE: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal
Kepada: rant...@googlegroups.com, " Irwan (irwanm)Munir" <irw...@chevron.com>
Cc: "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <hanni...@gmail.com>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <farha...@ymail.com>, "azmi datuk bagindo" <azmi_libr...@yahoo.co.id>, "Dr. Herwandi WENDY" <wendy.fsa...@yahoo.com>, "Mas'oed ABIDIN" <buyamaso...@gmail.com>, "gebuminang pusat" <gebumin...@gmail.com>
Tanggal: Kamis, 21 Januari, 2010, 2:26 PM

Bung Irwan,
 
Contoh kasus yang Bung tampilkan itu tepat betul menggambarkan gonjang-ganjing kehidupan sosial kita di ranah Minang sejak lama ini. Contoh spt ini bisa diperpanjang lagi yang semua memperlihatkan gejala rusaknya norma2 sosial masyarakat kita. Sudah sejak lama masyarakat Minang di Sumbar sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang alur, mana yang patut, mana yang suruh mana yang tegah. Kalau ditanya, siapa yang bertanggung-jawab, tiada seorang pun yang tahu persis, dan tidak pun ada yang mau bertanggung jawab. Baik pemimpin formal di pemerintahan, maupun non-formal dalam masyarakat, semua pada tak acuh. Nah, mungkin yang dimaksud oleh Pak Saf, dengan Kongres Kebudayaan Minang Pertama ke depan ini, perlu sekali diperjelas fungsi dan tugas serta peranan Wali Nagari, KAN, Tungku nan Tigo Sajarangan, Bundo Kanduang, Pemuda, dsb itu.
Merekalah sesungguhnya yang bertanggung jawab dengan apapun yang terjadi dalam masyarakat di Sumbar di ranah Minang. A co lah taruihkan Bung. MN 



--
.
:


Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download Yahoo! Toolbar sekarang .

andikoGmail

unread,
Jan 21, 2010, 6:27:15 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Pak, bantuaknyo kini zaman "tungkek nan mambao rabah, paga nan mamakan
tanaman", baa bana rancaknyo bunyi undang-undang, tatap juo mode
managakkan banang basah.

Salam

andiko

andikoGmail

unread,
Jan 21, 2010, 6:31:08 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Ajo, bantuaknyo siaran TV nan indak takontrol pangkabalanyo, baa kiro2
jo, baliak carito kito jadinyo ka generasi MTV jo Kentut ki Pried Ciken
(maaf jo, ndak tahu ambo tulisan istilah ajo tentag KFC ko)

Salam

andiko

Lies Suryadi wrote:
>
> Sanak di lapau,
> Saya melihat fenomena sosial di Minang ini hanya contoh mikro dari
> Indonesia seluruhnya. Beberapa kawan di lapau ini sudah mengatakan
> bahwa fenomena orgen (ada yang menulis "organ") tunggal juga ditemukan
> di banyak tempat lain di Indonesia. Kita lihat saja bagaimana fenomena

> /pop culture/ yang sudah kebablasan di negara ini. Dapat disimpulkan

> bahwa budaya ini berkembang semaunya, tanpa ada kemauan pemerintah
> untuk mengontrolnya, mengarahkannya.
>
> Salam,
> Suryadi
>

> --- Pada *Kam, 21/1/10, Mochtar Naim /<mocht...@yahoo.com>/* menulis:
>
>
>
>
> --
> .
> :
>
>
> ------------------------------------------------------------------------


> Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
> Download Yahoo! Toolbar sekarang .

> <http://sg.rd.yahoo.com/id/search/toolbar/mail/signature/*http://id.toolbar.yahoo.com/>

jupar...@yahoo.com

unread,
Jan 21, 2010, 6:50:42 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Andiko nan sabendi jo ambo..

Masalah organ tunggal sudah dibahas banyak oleh dunsanak palanta RN

Tapi postingan Andiko yang menarik bagi saya adalah sebuah ungkapan (saya copas)

"mode mancucuakkan kayu bacupang katanah,


sungguah sarik,
kalau indak tanago
nan abih, yo kayu itu nan rangkah"

Entah kenapa saya kok saya sangat merasakan atau seolah saya berimajinasi begitu dalam
Dengan ungkapan Andiko ko, disikolah tingginyo gaya batutur niniak kito, dan didapek atau mancaliak apo nan tajadi dialam atau kehidupan (alam takambang jadi guru)

Imajinasi ambo tadi mambaco postingan ko di tangah hutan (dilapangan) kebetulan cuaca angek, tanah kareh dicaliak kiri kanan ndak lo basuo kayu bacupang duo diujuangno (bantuak katapelkan andiko tampek karek sarawa kotok nabi dikabekan di cupang duo ko)

Imajinasi ambo mamacik kayu ko, nan bacupang duo tu ambo antakan ka tanah kareh ado duo kemungkinan sarupo nan dikecekan Andiko

Nan partamo

Kok sadang ndak batanago ambo, yo amuah sasak angok ambo manakan kayu bacupang katanah ko bia tagak tali dan kuek

Nan kaduo

Jampang batanogo kuek ambo dibantu lo jo kawan ambo agak duo urang..yo bananyo, jaankan cupang tu masuak kadalam tanah rangkah bin tabalah duo cupang ko, paliang indak patah dek tekanan super kuek, cupang ko mangangkang..ndak do lai..balipek rato tanah sajo

Mantap..mantap..ungkapan ko "taraso bana ambo bakarajo sia-sia tadi sore jo imajinasi atau seolah-olah ambo lakukan dengan sepenuh hati :)

Tapi Andiko, ndak ingin juo awak kayu bacupang ko dibanamkan ka tanah kuek dan tagak tali, bia ndak sio2 karajo awak solusinyo manuruik ambo

Digali lubang agak dalam saukura/saleba kayu cubang duo , lalu tagakan impik jo batu agak padek antak stek lalu timbun jo tanah galian tadi,mmm dibae lo olah raga onjak2 ditanan nan batimbun tadi, ambo yakin tagak kayu bacupang ko labiah kuek dari pado kayu nan luruh sajo..baa gak ati Sutan

Terakhir
Iyolah andiko, ambo indak ka bakayal atau bisuak mancubo maantakan kayu bacupang ka tanah kareh, lah sasak kudian sajo angok ambo sabalun malakukan :)

Ungkapan ko ka ambo buek distatus fb ambo, kok ado pren ambo nan indak urang minang ba komen kiro2 bahaso minangnyo komen pren ko

"Aaa arati eee tu yuaaanggg"

Ambo jawek se singkek

"Sesak napas Bro (Minang ; Sasal angok sanak)

Wass-Jepe
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


-----Original Message-----
From: andikoGmail <andi....@gmail.com>
Date: Thu, 21 Jan 2010 09:53:47
To: <rant...@googlegroups.com>
Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN<hanni...@gmail.com>; Dr Mochtar NAIM<mocht...@yahoo.com>; Farhan Muin DATUK BAGINDO<farha...@ymail.com>; azmi datuk bagindo<azmi_libr...@yahoo.co.id>; Dr. Herwandi WENDY<wendy.fsa...@yahoo.com>; Mas'oed ABIDIN<buyamaso...@gmail.com>; gebuminang pusat<gebumin...@gmail.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Diskusi Erotisme Orgen Tunggal

andikoGmail

unread,
Jan 21, 2010, 8:31:18 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Itulah hebatnyo, ditangah rimbo bisa juo ba email, kalau dulu sambia
batarak urang mangirim pasan jo telepati, kini ko yo jo blackberry....
Tagalak sengeang ambo mambaco posting uda ko, baa bana tabuso sumangaik
mancugamkan kayu bacupang ko, raso tabayang dek ambo paluah nan
mancucua, mode kawan kito nan di taluak bayua, balari turun janjang
kapa, mambaokan barang pasisia nan turun.

Kalau katapel ko, yo ado pulo kenangan romantis ambo ko da, ambo
agiahlah pantun sa juak dulu

Ajo Buyuang manuruik Batang Gasan
Panjang kironyo si Jambatan
Cewang di langik manyilaukan
Jo katapel kasiah basampaikan
Basimpang malahnyo jalan
Sayang dek adiak balengahkan

Apolah ka tenggang urang dagang.....wa yoiiiiiiiiik. Baitu kenangan jo
katapel ko, batang Gasan jadi sasi..he..he...Oh yo, apo pulo arati
istilah uda tu "tampek karek sarawa kotok nabi", apo pulo aratinyo tu da.

Kalau ide uda managakkan kayu bacupang itu, mungkin kalau tigo cupang
sabangun, mungkin lai ka tagak, mangkonyo di adaik kito dikenal "Tungku
tigo sajarangan, tali tigo sapilin". Kalau duo se nan bakaokan tagak da,
ndak hanyo duo resiko nan ambo tulih dibawah sajo nan mungkin tajadi,
tapi kalau badan kurang sehaik, bakalan "Cido" kajadinyo. Lai takana juo
dek uda arati kato Cido ko ? (Galak takakah-kakah ambo kini ko da).
Kalau uda mambuek lubang duluan, itu namonyo bukan mancucuakkan kayu
bacupang, tapi mananam kayu bacupang, kiro-kiro kalau itu ditanam,
manuruik ilimu kehutanan, lai ka tumbuah kayu tu, karano mananamnyo
tabaliak, pucuaknyo kabawah. Tapi kok lai ka tumbuah juo, baa bantuak
daunnyo, yo sabana aneh ambo kiro, maraok ka bumi, mambulakangi matoari,
malawan ka adat nan subana adat, hukum alam nan balawan...ha...ha...ha...

Cubo uda suruah anak buah uda sakali-sakali mananam akasia, tapi pucuak
nan bacupang tu nan batanam, ambo yakin rapek direksi mandadak jadinyo,
mandiskusikan posisi uda di perusahaan....ha...ha...ha...

Jan masuak ati yo da, ambo becanda ajo, raso ka rangkah kapalo dek rapek
tadi, indak baransua ansua panyakik kehutanan kito.

Salam

Andiko Sutan Mancayo

jupar...@yahoo.com

unread,
Jan 21, 2010, 9:30:20 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Ha ha lai ado sinyal sagarih Andiko

Nan ambo jawek duo sajo lah..nan lain tanam mananam akasia jo ulemu hutan tu bilo2 sajo

Maksud ambo karet sarawa kotok nabi..iko lah pernah dibahas di balai20kampuang awak saisuak dilapak panggaleh samek, kapua barus, paniti, pinjaik, banang dll nah ado karet kolor kan dijua...aha itu buek karet katapel kito dikampaung kalau indak karet benen sapeda, tantu karet nan lah putuih sarawa kotok ko ndak dipakai lai...lah tonggok lamak dikandang jawi ha ha ha,

Cido..baa lo ndak ka obeh dek ambo

Kecek kawan awak nan badan e rangkik2 ditaluak bayua abih maangkek barang pasisia

Malam bauruik..op pam pam..tukang uruik salido bana

Jaan ka lapeh rangkik2 bauruik

Iuruik salido bana , samakin diuruik e samakin cido,

muhammad afdal

unread,
Jan 21, 2010, 7:13:07 PM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum wr.wb
 
Satantang orgen tunggal iko, memang paralu mandapek perhatian bakeh kito sadonyo, manuruik niniak mamak di kampuang itu harus berfungsi untuk mengantur jalan adat di antaro anak buah masing - masing suku, contohnyo ambo dapek kabah dari adiak ambo di kampuang ambo Kenegarian tigo balai kec. matur - agam bahwa KAN adat satampek menetapkan baraso ORGEN TUNGGAL DILARANG dalam acara baralek dan nan buliah adolah anak mudo ( Randai dan saluang) samantaro di Nagari lawang kecematan Matur sabalah nagair tigo balai masih buliah Orgen tunggal atau band pada siang hari sajo sampai pukua 5 pm setelah dilarang kecuali randai dan saluang. Ikolah kesepakan dari niniak mamak dari duo Nagari di kampuang ambo itu, keputusan iko alah bajalan setahun. dendanyo bagi yang melanggar adolah niniak mamak dari suku nan  maadokan acara itu dikucilkan di kalangan niniak mamak nan 40 dan 100 mamak di daerah tersebut dan juga denda secara adat dengan potong kerbau baru niniak mamak tersebut dapek masuak kelingkuan niniak mamak ( Penggulu Adat)
 
 
Sakitu sajo info dari ambo, sikap nan alah diambiak dek Nagari ambo di kenegarian Tigo Balai dan Lawang - KEC. Matur Agam.
sebagai info buek kito sadonyo.
 
Wassalam
 
Afdal 44 th
Arlington, VA -USA
2010/1/21 <jupar...@yahoo.com>

zulhendri ismed zul

unread,
Jan 21, 2010, 9:10:41 AM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Asslm.wr.Wb
Ambo sato mangomentari ciek (anggota Pasif),di tampek ambo ,kuranji padang juo masalah Datuk /Salah seorang penghulu (didarek pngulu pucuak mah)bana punyo orgen tunggal..baa aka lai..
Wassalam
Zul rj.bungsu, 33 th pdg


Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

nisaul aulia

unread,
Jan 21, 2010, 12:01:47 PM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum,
Maaf manyalo perbincangan mamak-mamak nan di siko. Ambo Lia (Nisaul Aulia), kamanakan nan sangaik paralu dibimbiang, Kebetulan ambo yang menjadi pemakalah di Salihara tanggal 20 kapatangko. Mambaco keseluruhan komentar dari mamak-mamak di siko, sanang hati ko dek mandapek pencerahan dan bayangan pemikiran baru dalam permasalahan organ tunggal. 

Ambo sangaik batarimokasih untuk komentarnyo, tapi mungkin supayo labiah tarangnyo tantang apo nan ingin ambo kembangkan dalam tulisan ko, lah ambo kirimkan tulisan nan ambo baok kan di Salihara tu.

Sakian dulu
Semoga mamak-mamak bisa memberikan bimbingan nan labiah
2010/1/21 andikoGmail <andi....@gmail.com>
Nisaul Aulia.docx

Abraham Ilyas

unread,
Jan 21, 2010, 8:57:12 PM1/21/10
to rant...@googlegroups.com
Orgen tunggal ....!

Seperti juga barang barang hasil produksi industri (negara maju !), kalau orgen ini dimiliki pribadi dan dipakai dalam keluarga sendiri tidak manjadi masalah (seperti halnya piano !).

Masalah akan muncul,  bila orgen tunggal itu digunakan di tengah-tengah masyarakat sebagai lahan usaha ekonomi, apabila pemakaiaannya menimbulkan dampak pornoaksi oleh para penyanyinya.

Di rantau misalnya, orang tak akan mempermasalahkan membuat garasi mobil nan langsung berhubungan dengan kamar hotel (apa maksudnya !).
Ketika orang membuat cottage nan disewakan jam jaman, urang awak mestinyo bapikia alun takilek alah takalam, alun diliek alah paham mukasuik innovasi semacam itu.

Mungkin kini alah terjadi pergeseran nilai budaya di kampuang awak. Urang kampuang kini indak lagi mamiliah-miliah jenis lapangan kerja nan ka dikarajokannyo, nan penting pitih banyak masuak secara instan, iko akan disokong oleh pabrik-pabrik orgen tsb. supaya rakyat Indonesia sepanjang hari bagoyang-bagoyang ria.

Salam
A.I

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages