PADANG - SINGGALANG Tawuran antar pelajar di Padang kian mengkhawatirkan.
Tak lagi pakai batu, tapi pakai senjata tajam. Lawan ditikam secara
beringas. Bahkan, Fadilah Aifat, 19, tewas setelah tabrakan hebat di
Seberang Padang. Ia mencoba lari dengan motor karena terus dikejar pelajar
dari sekolah lain. Menurut teman-temannya, ia takut dianiaya.
Sementara itu, tiga pelajar lainnya dilarikan ke rumah sakit karena ditusuk
saat tawuran.
Tawuran antar pelajar di Padang, menunjukan, pengelola pendidikan, aparat
pemerintah, polisi, masyarakat luas, tidak peduli dengan anak-anaknya.
Sedikit lagi, Padang akan seperti Makassar, bacakak tiok ari.
Fadilah adalah contoh nestapanya anak sekolah berbaju seragam. Dibunuh, atau
terbunuh karena lari.
Pelajar SMK Kartika I-1 Padang ini, sebelumnya terlibat tawuran di kawasan
Imam Bonjol, sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (26/1).
Diduga Fadilah dikejar pelajar lain yang ingin menganiayanya, karena dari
penuturan saksi mata, sebelum terjadi kecelakaan, korban terlihat dikejar
beberapa pelajar dengan motor yang melaju dalam kecepatan tinggi.
Selain Fadilah, tiga pelajar lain juga ikut menjadi korban, yaitu Riko, Joni
dan Fuad. Mereka diserang pelajar lain dengan pisau. Sehingga tangan dan
dada mereka mengeluarkan darah.
Riko ditikam di halte depan gedung Bagindo Aziz Chan, sedangkan Joni ditikam
di Jalan Dobi. Sementara Fuad ditusuk di depan Matahari. Ketiganya kini
masih di rumah sakit.
Menurut penuturan korban, mereka tidak tahu apa-apa mengenai tawuran.
Tiba-tiba datang beberapa orang tak dikenal menanyakan asal sekolah. Begitu
mereka menyebutkan asal sekolah, pisau langsung menancap di tubuh korban.
Menurut keterangan pelajar SMK 1 yang tidak mau disebutkan namanya, sebelum
korban tewas, ia sempat melihat tawuran di Imam Bonjol. Selain pelajar, ia
juga melihat ada preman yang ikut menyerang.
"Mendengar polisi datang tawuran terhenti, beberapa pelajar yang menggunakan
sepeda motor terlihat kejar-kejaran, tapi kemana arah mereka saya tidak
tahu, saya tahu ada korban, setelah ada teman yang mengatakan pelajar SMK
Kartika tewas di rumah sakit Reksowidiryo," ujarnya.
Selain ketiga korban, masih ada pelajar yang menjadi korban, namanya Edo,
17. Ia tergeletak kritis karena terjatuh saat berboncengan saat kecelakaan
terjadi. Sementara Fadilah yang tewas langsung dibawa keluarganya ke rumah
duka, di kawasan Ampalu, Kecamatan Lubeg.
Akibat ulah pelajar itu, Tedi, 45, warga Padang Selatan juga ikut menjadi
korban. Tedi tewas karena tertabrak saat menyeberang jalan di depan
rumahnya. Ia tertabrak oleh Fadilah.
Tedi meninggal dunia di RS M Djamil Padang, saat akan ditolong oleh petugas
medis.
Ka Spk A Polresta Ipda Hendri mengatakan, kejadian itu sedang diselidiki
jajaran kepolisian. Diakui Hendri, saat ini polisi masih menunggu laporan
dari kelurga korban.
"Kami telah mencatat keterangan dari korban di RS Resowidiryo. Kemungkinan,
selanjutnya kasus itu akan diserahkan ke bagian Reskrim, untuk
ditindaklanjuti," ujar Hendri kemarin (26/1).
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Kartika 1-2 Zulhan Rangkuti,
mengatakan, sorotan miring mengenai adanya pelajar SMA Kartika yang ikut
tawuran tidak benar.
"Kami sudah cek nama-nama yang katanya berasal dari SMA Kartika, tapi tidak
ada yang sesuai dengan nama pelajar yang tertangkap polisi," ungkapnya.
Zul menjamin jika ada pelajar dari SMA Kartika yang terlibat, pihak sekolah
akan mengembalikannya kepada orangtua.
Sering
Tawuran di RTH Imam Bonjol sudah sering terjadi. Untuk diketahui RTH itu
letaknya diapit oleh Balaikota, Polresta Padang, kantor Satpol PP bahkan
Balaikota. Tapi di tempat hebat itulah sering pelajar tawuran.
Dinas Pendidikan Padang diminta lebih keras dalam memberikan sanksi terhadap
pelajar yang terlibat tawuran. Karena selama ini, sanksi yang diberikan
belum memberikan efek jera, sehingga tawuran terus terjadi malahan makin
beringas.
"Dinas Pendidikan seharusnya mampu mendidik dan memberikan sanksi tegas,
agar pelajar takut untuk tawuran," ungkap Erianto, salah seorang pedagang di
Ruang Taman Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang kepada Singgalang, usai pelajar
tawuran 14 Januari lalu. Belum lagi, Dinas Pendidikan bergerak, kini sudah
terjadi lagi.
Dinas pendidikan pernah mengatakan akan memberikan sanksi kepada kepala
sekolah yang tidak mampu membina pelajar.
Selama ini, pelajar yang berhasil ditangkap telah didata polisi dan diberi
pembinaan. Namun tetap terlibat tawuran.
Menurut sejumlah pengamat, tawuran antar pelajar dipicu oleh kurangnya
interaksi antara pelajar satu sekolah ke sekolah lain.
Energi positif mereka tidak disalurkan sebagaimana mestinya, misalnya dalam
ekstrakurikuler. Yang terjadi saat ini banyak yang terlibat hura-hura.
Penyebab lain, akibat dari krisis kepemimpinan, anak-anak muda itu
kehilangan panutan dan kebangaan kolektif. Tidak ada lagi yang bisa
dicontoh.
Sistem pendidikan di Indonesia hanya berorientasi kepada nilai dan tidak
pada pedagogik.
(*)
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=3491
Guswandi
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=3491
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Kalau pakai istilah Adnan Buyung Nasution, negara ini sudah sampai
ketitik nadir kedalam berbagai krisis.
Selamo shalat cuma rutinitas tunggiang baliak nan indak meninggalkan
bekas kepada akhlak, mako jan diharap hidayah Allah akan datang untuak
perbaikan kehidupan awak.
On 1/27/11, Nofendri T. Lare <nof...@rantaunet.org> wrote:
> Ado pak saaf, ado banyak berita di gugel tentang tawuran anak sekolah di
> daerah2 nan pak saaf tanyokan dibawah...
>
> Nampaknyo iko alah marato di daerah2, bisa jadi iko dari pengaruah berita
> nasional berupa tv nan acok memberitakan tentang tawuran alias cakak banyak
> antar sekolah ko.
>
> Kalau soal lain, hehehe... Adalah kewajiaban ortu dan guru untauk agar iko
> indak tajadi dengan banyak kegiatan lain atau apalah.
>
> Tapi memang ikolah nan tajadi kini di hampir seluruh kota2 di NKRI ko.
>
>
> -------Original Email-------
> Subject :FW :RE: [R@ntau-Net]
> From :mailto:saafroed...@rantaunet.org
>
> Sebuah pertanyaan: mengapa di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu,
> Palembang, dan Lampung tak ada berita tawuran pelajar ini? Memang tidak ada,
> atau hanya karena tak diberitakan ? Apa yg salah di Padang kok terjadi
> tawuran, bahkan berulang ?
> Wassalam,
> Wassalam
> Nofend/34+ CKRS
>
> Sent from Bus AKAP®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
--
Sent from my mobile device
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta,
sekarang Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada
menjadi sebatang lidi"
Wa’alaikum salam ww,
Dunsanak Armen, sarancak nyo ijan acok-acok bana maangek an saluang du biko baibo-ibo bunyinyo laruik pulo urang nan mandanga ratoknyo.
Iko kaji nan alah usai jadi rancak indak diulang-ulang juo karano inyo memang lah tacewang ka langik baso kaji ko alah usai. Mungkin pasan ko sakalian sajolah
ka pak Saaf untuak indak maulang-ulang manyabuik an urang atau kalompok atau sia sajo lah nan basubarangan jo panitia KKM supayo indak timbua gisia manggisia dikudian ari.
Saindaknyo kito mangurangi dampak atau gunjiangan bagi anggota baru Palanta awak ko karano dunsanak tu tantu indak tau duduak pakaronyo, nan nyo tau adolah ado urang atau kalompok atau sia sajolah nan disabuik sabagai urang nan basubaranga jo panitia untuak mamajuan Ranah Minang.
Mungkin sakitu sajo untuak sakiro pandinginan saluang dunsanak Armen tarutamo karano awak manjawek dari surek dunsanak.
Tarimo kasi, sarato jo disusun jari nan sapuluah ditakua kapalo nan satu mamintak lah awak ka bakeh dunsanak atau nan lain supayo indak lai manyabuik namo atau kalompok nan basubarangan jo panitia KKM 2010.
Wassalam
Batuduang Ameh (44)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Dunsanak Armen,
Mungkin Aikyu awak nan talalu randah atau Aikyu dunsanak nan talalu tinggi sabagai anak mudo nan basikola tinggi( a… kolah aratinyo Aikyu ko go, karano awak acok mandanga sajo kalo urang mangecek baduo jo batigo acok tadanga diawak kawan-kawan du manyabuik Aikyu go kalo kato nan ciek jo nan lain kurang manyambuang).
Saroman nan awak sabuik dibawah sarancaknyo ndak diulang manyabuik namo atau kalompok atau sia sajolah nan basubarangan jo panitia KKM ko karano bagi anggota baru kamuko bisa manjadi tando tanyo pulo, kalo nyo aktif untuak mancari tau mungkin dapek kato bajaweh tapi kok nyo batanyo ka nan barek sabalah tantu ka batambah pulo fitnah jadinyo atau nyo takok-takok sajo dek ndak namuah mancari tau, antahlah……. a nan ka timbua dipangananyo.
Sakitu sajo panukuaknyo, untuak masalah dusanak jo pak Saaf, jo pak Mochtar atau jo panitia nan lain bialah awak indak sato karano memang awak indak sato jadi bialah awak indak sato bapandapek tantang iko.
Wassalam
Batuduang Ameh (44)
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Armen Zulkarnain
Sent: Friday, January 28, 2011 10:59 PM
To: rant...@googlegroups.com
--