Perkembangan Rencana Bandara PAYAKUMBUH

617 views
Skip to first unread message

Y. Napilus

unread,
Jul 4, 2013, 4:52:01 AM7/4/13
to Milis SMA1Bkt, RantauNet2 Milis, solok-...@yahoogroups.com
Ini perkembangan terakhir setelah kita dg Wako Payakumbuh menghadap Kepala Otorita Bandara Kemenhub minggu lalu. Krn isunya sudah masuk ke media publik, rasanya sudah layak juga utk infonya dibagi scr terbuka. Walaupun perjalanannya masih panjang. Mari kita dukung bersama sekiranya ini bakal positif utk Sumbar. Gak ada salahnya kita usahakan terus scr bersama. Perlu dukungan berbagai pihak. 

Rasanya kita cukup optimis. Sama ketika 2006 dulu kita mulai utk revitalisasi KA Wisata Sumbar. Tidak menyangka bisa mendapatkan 10 gerbong baru utk KA Wisata, Loko Uap Mak Itam akhirnya bisa pulang kampung dan Railbus akhirnya masuk juga ke Sumbar. Scr nilai, setidaknya lebih dr Rp.50 milyar akhirnya tergiring juga ke Sumbar. Kalau isu Bandara ini, yg terlibat sudah lebih kelas berat semua. Sebagian besar minta namanya utk mendukung dr belakang layar saja. Semoga bisa bergulir lebih cepat dan lebih besar lagi hasilnya. Insya allah. Tks

Salam,
Nofrins



Kota Payakumbuh
Bandara Final di Kubangbalambak
Dapat Tanah 300 Hektare, Riza-Alis Temui Gubernur
 Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Rabu, 03/07/2013 12:43 WIB • Redaksi • 736 klik
Padang, Padek—Setelah berputar-putar di tataran wa­ca­na dan menimbulkan pro-kontra di kalangan elit, niat pasangan kepala daerah Paya­kumbuh Riza Falepi-Suwandel Muchtar dan pasangan kepala daerah Limapuluh Kota Alis Marajo-Asyirwan Yunus mem­bangun Bandara Luak Limo­puluah, mulai menemui titik terang.
 
Kemarin, Selasa (2/7), Wa­li Kota Payakumbuh Riza Fale­pi dan Limapuluh Kota Bupati Alis Marajo , menemui Guber­nur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, guna membicarakan perkembangan terbaru, terkait rencana Pemko Payakumbuh dan Pemkab Limapuluh Kota, bersinergi membangun ban­dara.
 
Dalam pertemuan itu, se­ba­gaimana disampaikan Riza Falepi kepada Padang Ekspres, Pemko Payakumbuh dan Pem­kab Limapuluh Kota menyam­paikan komitmen, untuk tetap bersinergi dalam membangun Bandara Luak Limopuluah. Komitmen ini didukung ber­ba­gai elemen masyarakat, ter­ma­suk tokoh-tokoh perantau.
 
"Untuk membangun Ban­dara Luak Limopuluah, saat ini, Pemko Payakumbuh dan Pemkab Limapuluh Kota, telah memperoleh hibah tanah se­luas 300 hektare dari tokoh pe­rantau Luak Limopuluah yang juga pengusaha nasional Emil Abbas. Tanah itu berada di Kubangbalambak, Nagari Sim­pangkapuak, Kecamatan Mu­ng­ka, Kabupaten Limapuluh Kota," kata Riza.
 
Selain memperoleh hibah tanah seluas 300 hektare dari Emil Abbas untuk mem­ba­ngun bandara di Kubang­ba­lam­bak, Riza juga mengaku, terus berupaya mewujudkan mimpi masyarakat Luak Limo­puluah membangun Bandara, dengan menemui Kepala Oto­ri­tas Bandara Internasional Soekarno-Hatta Adi Kanrio Dayanun dan pejabat Kemen­terian Perhubungan di Jakar­ta, pekan lalu.
 
"Kepala Otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta sangat antusias, bahkan tidak sa­bar menunggu realisasi pem­­bangunan Bandara Luak Limo­puluah di Kubang­balam­bak tersebut. Karenanya, kami berharap Pemprov Sumbar dapat mendukung sinergitas yang sudah kami lakukan ini, dengan memperbaiki dan mem­perlebar jalan ke Ku­bangbalambak, seluas 30 me­ter," kata Riza.
 
Sementara, Bupati Alis Marajo dalam pertemuan de­ngan gubernur, menyebut, pembangunan Bandara Luak Limopuluah, merupakan ke­inginan warga Limapuluh Kota yang layak diwujudkan. De­ngan adanya Bandara tersebut, nagari-nagari di kawasan calon lokasi bandara yang masih terkebelakang, akan cepat terbuka.
 
Bupati minta dukungan pemprov dalam mensupport rencaa besar ini, sesuai dengan aturan perundangan berlaku.  Bandara yang akan dibangun, dikatakan bupati, bukan hanya berfungsi sebagai bandara umum atau komersil.Tapi me­ru­pakan bandara alternatif, terutama untuk mitigasi ben­cana. Apabila terjadi bencana tsunami di daerah pantai barat wilayah Sumbar.
 
"Bandara ini akan banyak manfaatnya untuk pening­katan dan pengembangan wi­sa­ta di Payakumbuh, Limapu­luh Kota, Agam, Tanah Datar, Bukittinggi, Pasaman dan Pa­dangpanjang," ujar Bupati Alis Marajo kepada Gubernur Sum­bar Irwan Prayitno.
 
Mendengar pemaparan yang disampaikan Bupati Alis dan Wali Kota Riza Falepi, Gubernur Irwan mengaku sa­ngat mendukung kegiatan strategis yang muncul dari bawah ini. Sebagai langkah awal, gubernur meminta  ke­dua daerah, benar-benar me­matangkan rencana lahan un­tuk lokasi pembangunan ban­dara tersebut. 
 
"Saya minta kedua kepala daerah bersinergi dan selalu berkoordinasi membuat pe­ren­canaan pembangunan ban­dara. Setiap langkah yang dilewati harus berdasarkan regulasi atau aturan main yang berlaku," tegas Irwan Prayitno, dalam pertemuan tersebut.
 
Pertemuan itu juga dihari Asisten II Setdaprov Sumbar Syafrial yang pernah menjadi Plt Bupati Limapuluh Kota, Kabiro Tata Pemerintaan Sya­frizal, Kadishubkominfo Mu­dri­ka, Kepala Bappeda Rah­mad Sani, Kepala Badan Koor­dinasi Penanaman Modal Sum­bar Musrizal Zein,  Kepala Angkasa Pura diwakili Manager Teknik Deddy Setyono, Kepala Bapedalda Adrizal Ad­nan, dan Kepala Dinas Prasjal­tarkim Suprapto.
 
Sedangkan dari Pemko Payakumbuh, hadir Plt Sekko Benni Warlis, Kepala Bappeda Rida Ananda, Kepala Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Zurmalinda, Kadishub dan Komunikasi Adrian, Staf Ahli Wali Kota Marta Minanda, dan Kabag Humas Jhon Kennedy. Adapun dari Pemkab Lima­pu­luh Kota, ikut dalam perte­muan tersebut, Kadis PU Ed­war dan Asisten III Setdakab Amran.
 
Dalam pertemuan yang dimoderatori Asisten II Set­daprov Syafrial itu, Gubernur Irwan meminta seluruh SKPD terkait di Pemprov Sumbar, mensupport pembangunan Bandara Luak Limopuluah. Mulai dari aspek pendanaan, hubungan kerjasama pem­bangunan daerah, status ta­nah, serta aspek teknis lainnya. Seperti RTRW Sumbar, RTRS Limapuluh Kota, dan rencana induk bandara  yang disetujui Kementerian Perhubungan.
 
Kecuali itu, Gubernur Ir­wan juga membentuk tim yang akan berkoordinasi dengan Pemkab Limapuluh Kota atau­pun Pemko Payakumbuh, da­lam pembangunan Bandara Luak Limopuluah. Tim terse­but, seperti disampaikan Riza Falepi kepada Padang Ekspres, dipimpin langsung oleh Sek­da­prov Sumbar Ali Asmar.(frv)


http://dodisyahputra.wordpress.com/2013/06/27/bandara-payakumbuh-temukan-titik-terang/

BANDARA PAYAKUMBUH TEMUKAN TITIK TERANG

Tinggalkan Sebuah KomentarPosted by Dodi Syahputra pada 27 Juni 2013
BANDARA PAYAKUMBUH- WAKO PAYAKUMBUH RIZA FALEPI BERSAMA KEPALA KANTOR
 OTORITAS BANDARA DAN NOFRINS NAFILUS, PERANTAU MINANG DI JAKARTA DAN DESLISON SUTAN MANGKUDUN, PERANTAU YANG ASLI LABUAH SILANG PAYAKUMBUH. SEMANGAT MEMPERTEMUKAN WALIKOTA UNTUK BERPRESENTASI DAN MENDAPAT DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT.
BANDARA PAYAKUMBUH- WAKO PAYAKUMBUH RIZA FALEPI BERSAMA KEPALA KANTOR OTORITAS BANDARA DAN NOFRINS NAFILUS, PERANTAU MINANG DI JAKARTA DAN DESLISON SUTAN MANGKUDUN, PERANTAU YANG ASLI LABUAH SILANG PAYAKUMBUH. SEMANGAT MEMPERTEMUKAN WALIKOTA UNTUK BERPRESENTASI DAN MENDAPAT DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT.
Meski gagal di RPJMD, pembangunan Bandara Payakumbuh kini memasuki era baru. Walikota Payakumbuh, Riza Falepi Datuak Kaampek Suku yang lulusan ITB itu beberapa kemarin bertemu langsung dengan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah I dari Ditjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan RI, Adi Kanrio Dayanun di Jakarta bahkan menyatakan bahwa jika Payakumbuh hari ini, sudah punya kesempatan untuk diprioritaskan. Sebab Sumbar harus memiliki Bandara pendukung bagi Bandara Internasional Minangkabau. Untuk itu, Otoritas akan membawakan proposal Bandara Payakumbuh ke Dirjen Perhubungan Udara, lalu diusulkan ke Menhub RI.
Bersama tokoh rantau visioner yang sejak lama memperjuangkan kereta api kembali berjalan di tanah Sumbar, Nofrin Nafilus yang seniornya di ITB dan disokong anak asli Labuah Silang, Deslison Sutan Mangkudun yang piawai, Riza Falepi bercerita panjang lebar, memaparkan kondisi daerah di Payakumbuh serta kelengkapan data dipresentasikan seluruhnya.
”Pak Walikota sejak pagi tadi, berdiskusi dan memaparkan tentang kondisi daerah Payakumbuh dan Sumatera Barat. Pak Adi Kanrio pun segera memahami. Bahwa ada keinginan Payakumbuh untuk membangun Bandara penyokong di Sumatera Barat jika terjadi bencana luar biasa yang menyebabkan tidak bisa digunakannya BIM sebagai Bandara utama,” ujar Nofrins Nafilus menjelaskan.
Rakyat Sumbar, yang langsung mengkonfirmasi hal ini kepada Walikota Payakumbuh, ia membenarkan telah bertemu dengan Kepala Otorita Bandara kemarin. Bahwa, pemerintah pusat, sudah melihat langsung antusias Payakumbuh untuk membangunkan Bandara di Payakumbuh.
”Sudahlah, jika daerah kita belum mampu membiayai, pemerintah pusat mau, kenapa kita tolak. Ini, bentuk kemajuan yang tidak memberatkan keuangan daerah kita,” ujar Riza Falepi kepada Rakyat Sumbar.
Sebagaimana dikatakannya kembali, bahwa ia telah juga mempresentasikan kepada Kepala Kantor Otorita Bandara Wilayah I yang membawahi 34 Bandara, bahwa Sumatera Barat termasuk prioritas. Soal tanah dan lahan, sudah ada pengusaha Payakumbuh yang menyediakan lahan, untuk runway minimal 1.600 meter di Payakumbuh dan Limapuluh Kota.
Disebutkan kembali oleh Riza Falepi, soal kepemilikan dan penatausahaan, bisa jadi nanti digabung antara BUMD Payakumbuh dan BUMD Limapuluh Kota. Setidaknya, pembangunan bandara ini akan dipercepat dengan seluruhnya dibiayai oleh pemerintah pusat.
RPJMD TANPA BANDARA
Meski akhirnya di Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Payakumbuh 2013-2018 tidak termasuk penganggaran pembangunan Bandara Payakumbuh, namun dengan sinyal positif dari pemerintah pusat ini, maka pembangunan tidak lagi akan memberatkan anggaran daerah, seperti mana yang difikirkan beberapa kalangan.
Pembangunan Bandara Payakumbuh, selain berdampak secara ekonomi, banyak keuntungan yang akan diperoleh dalam memajukan kota dan meningkatkan kesejahteraan warga kota Payakumbuh. Kota yang telah punya Bandara akan cepat dilirik para pemilik modal atau inverstor.
Sementara itu, pembangunan Bandara juga harus dipandang dari segi kemanusiaan. Pasalnya, kota/kabupaten yang berada di pantai barat Sumatera, merupakan daerah rawan gempa dan tsunami. Jika daerah di pantai barat itu ditimpa musibah bencana tsunami, Bandara Internasional Minangkabau dan Bandara Pasaman tentu tak bisa dipakai. Alternatif untuk mengrim bantuan, tentu Bandara Payakumbuh, ungkap walikota beberapa waktu lalu.(dsp)

Sjamsir Sjarif

unread,
Jul 4, 2013, 5:00:17 AM7/4/13
to rant...@googlegroups.com, Milis SMA1Bkt, solok-...@yahoogroups.com, Y. Napilus

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Jul 4, 2013, 5:05:25 AM7/4/13
to rant...@googlegroups.com

Mantap kalau Dwi Tunggal , Bupati- Walikota lai sapaham

Nan bedo awak kok baliau baduo ko bantuak anjiang jo kuciang

Akibatnyo warga masyarakat di Luhak itu nan jadi serba susah

---TR
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Y. Napilus" <ynap...@yahoo.com>
Date: Thu, 4 Jul 2013 01:52:01 -0700 (PDT)
Subject: [R@ntau-Net] Perkembangan Rencana Bandara PAYAKUMBUH

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

Muchwardi Muchtar

unread,
Jul 4, 2013, 5:06:58 AM7/4/13
to rant...@googlegroups.com
"Semoga bisa bergulir lebih cepat dan lebih besar lagi hasilnya. Insya Allah"

......
Amin Ya Rabbal Alamiiiinnnnnnnnnnnnn.

Salam...................,
mm***


--

Sjamsir Sjarif

unread,
Jul 4, 2013, 5:07:39 AM7/4/13
to rant...@googlegroups.com, Milis SMA1Bkt, solok-...@yahoogroups.com, Y. Napilus
Indak di Piobang yo? Baa nan Piobang, apokoh daerah tu agak sampik?
Kok iyo kjta dibukak di Kubangbalambak, lah sanang Bundo Nismah tu sakali maloncek dari Jakarta lah sampai ka Mungka. Semoga tacaliak juo bandara Kubangbalambak tu bagi kito-kito nan lah baransua gaek ko yo Bundo sahinggo rancana MakNgah ka marancah daerah tu jo kudobaban batigo jo Ayah Rumzy (alm), Arnoli Dt. katumanggungan lah rabun) dapek diganti jo naiak kapatabang sajo.

Salam,
-- MakNgah



On Thursday, July 4, 2013 1:52:01 AM UTC-7, Y. Napilus wrote:

andi...@gmail.com

unread,
Jul 4, 2013, 5:08:16 AM7/4/13
to rantaunet rantaunet
Terima kasih infonya Da Nof buat publik Rantaunet

Semoga ya berjalan sukses dan lancar,

Mudah2an wako dan jajarannya pro aktif dari sekarang menjajaki investor dibidang pelayanan jasa transportasi udara pesawat kecil kapasitas 12-18 penumpang (propper Jet) yg membutuhkan landasan pacu sekitar 1000- 1.200 meter

Secara itungan komersil ongkosnya memang sedikit mahal diantara 800-900 ribuan, mungkinkah ongkos dari MIA ke bandara PYK itu di harga 500 rb ?

Jika pulang pergi pesawat tsb kalau tidak full paling tidak 75 persen dari kapasitas dibawah itu akan rugi, jalan keluarnya jika bertahan maka perlu subsidi

Tapi kok subsidi lah abih pulo jatah tiket tu dek pejabat-pejabat hehehehe

Ambo barani mangecek sarupo tu..karano ambo mengalaminyo..dan iko fakta serta kondisi Rill nan tajadi.

Baiklah sama-sama kita lihat perkembangannya kedepan hal ini

Salam-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Y. Napilus" <ynap...@yahoo.com>
Date: Thu, 4 Jul 2013 01:52:01 -0700 (PDT)
Subject: [R@ntau-Net] Perkembangan Rencana Bandara PAYAKUMBUH

--

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Jul 4, 2013, 5:08:45 AM7/4/13
to rant...@googlegroups.com

Kalau bandara sudah ada, tinggal selangkah lagi menuju pemindahan ibu kota Sumbar dari Pdg ke Pyk

--TR
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Muchwardi Muchtar <much...@rantaunet.org>
Date: Thu, 4 Jul 2013 16:06:58 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Perkembangan Rencana Bandara PAYAKUMBUH

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Jul 4, 2013, 5:13:59 AM7/4/13
to rant...@googlegroups.com

Jepe
Kok itungannyo sebagai Bandara Perintis mungkin barek juo

Bandara Pinang Kampai Dumai dan Japura Rengat payah mempertahankan supaya tetap dapat disinggahi Sky Aviation

Tapi kok statusnyo utk mitigasi bencana, karano BIM dikawatirkan kanai Tsunami, rancak bana
Kito alah basiap diri menunggu kemungkinan terburuk yang bakal terjadi

---TR
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Thu, 4 Jul 2013 09:08:16 +0000
To: rantaunet rantaunet<rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Perkembangan Rencana Bandara PAYAKUMBUH

Nofrins Napilus

unread,
Jul 4, 2013, 5:18:29 AM7/4/13
to Sjamsir Sjarif, RantauNet2 Milis
Sato mendoakan utk kesehatan Mak Ngah dan Bundo. Tantu baharok basamo-samo juo kito bisa mancaliak hasil nan alah kito muloi basamo-samo pulo. Amiinnn...

Wass,
Nofrins
"A Portrait is a Landscape of Emotion" - Powered by http://nofrins.west-sumatra.com

From: Sjamsir Sjarif <sjamsi...@gmail.com>
Date: Thu, 4 Jul 2013 02:07:39 -0700 (PDT)
Subject: Re: Perkembangan Rencana Bandara PAYAKUMBUH

andi...@gmail.com

unread,
Jul 4, 2013, 5:25:04 AM7/4/13
to rantaunet rantaunet
Pak TR

Yo ambo sapaham selain komersil tujuannyo untuak mitigasi bencana

Sifatnyo carteran kali yo..tidak reguler seperti penerbangan komersil satu kali p/p setiap hari

Ambo hanyo mengamati disiko memang tahap awal disubsidi pemerintah sahinggo tiketnyo Balikpapan-Melak Rp 200 rb, lah berjalan lancar dan memang tinggi serta mendesak dibutuhkan lah harga komersil kini lai, subsidi di cabut

Nah waktu Subsidi tu yo sabana susah masy dapeknyo lah di kop sakali dek para pejabat dan birokrat,

Salamo maso subsidi tu ambo hanyo sakali luruih dapek hehehehe

PYK lai dek strategis pulo dari Kep Riau, poekanbaru dan Medan cukuik potensi nampaknyo..terutama dari Pku..semoga

Wass-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Thu, 4 Jul 2013 09:13:59 +0000

Imran Al

unread,
Jul 4, 2013, 5:27:03 AM7/4/13
to rant...@googlegroups.com
setelah banyak membangun terminal yang ditinggalkan penumpang berikut armadanya seperti, terminal bareh solok (kota solok), terminal bingkuang (kota padang), terminal jati (kota pariaman), terminal bukit surungan (padangpanjang), maka sejumlah kepala daerah di Sumbar, membangun terminal kapa tabang yang juga berpotensi ditinggalkan penumpang berikut maskapainya.  

Bandara perintis Rokot di Mentawai, sudah lama tak didarati pesawat komersil yang ada. Begitu juga Bandara Laban yang dibangun Pemkab Pasaman Barat. Cukup di darati satu kali oleh Susi Air lalu tak kembali lagi... Kini di Payakumbuh juga akan dibangun bandara..... Nasib nya? kita tunggu saja cerita ini kemana bergulirnya... 

imran, 
37+, tingga di padang


Dari: Muchwardi Muchtar <much...@rantaunet.org>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Kamis, 4 Juli 2013 16:06
Judul: Re: [R@ntau-Net] Perkembangan Rencana Bandara PAYAKUMBUH

Muchwardi Muchtar

unread,
Jul 4, 2013, 5:55:07 AM7/4/13
to rant...@googlegroups.com

Bandara Domestik di Sumatera

(Basarato ampek puterek di BIM tabaru. Maaf RD RN kalau agak malewati kuota >200KB)

NB : Sinkek-an LLP dari ambo sorang.

Salam.....
mm***

x-Bus Murah Meriah di BIM.jpg
x-seo taksi dari BIM.jpg
x-sewo Damri dari BIM.jpg
z-Manjalang Barangkek Baliak ka Batawi.jpg

Lies Suryadi

unread,
Jul 4, 2013, 5:55:44 AM7/4/13
to rant...@googlegroups.com
Ikolah refleksi pembangunan yang tidak berkeruncingan, tak tantu juntrungan e, kecek urang Sirukam, sakadar dapek kepeng dari siso2 bali aspal jo simin sae. Kepeng rakyaik.
 
Salam,
Suryadi

andi...@gmail.com

unread,
Jul 4, 2013, 6:13:16 AM7/4/13
to rantaunet rantaunet
Sanak Imran

Jadi bandara Rokot di Sipora lah ndak bafungsi lai..kini..lah jadi samak sajo tampek kambiang jo jawi bakeliaran ?

Ambo tahun 2002-2003 sadang disinan bana pas ℓągȋ̊ pembangunan

Apo kiro2 penyebabnyo ndak bafungsi kini tu

Masalah Susi Air nan ambo lai kenal jo personel manajemen Susi Air..disiko sekedar bacarito2, mereka memang betul2 murni bisnis dalam arti penuh perhitungan untung rugi dan potensi pasar, karano properjetnyo rancak2 dan baru, lalu pilot2nyo masih tenaga kerja asing kebanyak bule Itali.

Sarupo di Sinabang -Simeulue bandara Lasikin (ambo satahun disinan) sabalun gampo dan tsunami penerbangan perintis nan disubsidi SMAC sajo) tapi setelah gempa dan tsunami..banyaknya NGO asing..sabananyo tangkok peluang ko..tiketpun dari Polonia (Medan) ka Lasikin hargo komersil, yo dek bule2 NGO sajo panuah dan hilia mudiak masy jarang..

Kini antah baa masih lanjuik Susi Air beroperasi ka Simeulu tu dari Polonia (Medan) iko jarak tempuh paliang dakek dibandiang dari Banda Aceh.

Mungkin dek faktor itu sepi penumpang ka rokot, penerbangan komersil indak namuah lai..kecuali mode2 SMAC tu nan disubsidi tapi pesawat lah lamo2 pulo..badampuang lo naik

SMAC---»Siap Mati Atau Cacat..pameo/garah2 masyarakat :-)

Mudah2an Bandara PYK indak sarupo tu..paling tidak bisa juo lah digunokan, samati-mati angin sebagai pangkalan TNI AU..dan untuk mitigasi bencana, misi kemanusian , tanggap darurat


Wass-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Imran Al <palit...@yahoo.co.id>
Date: Thu, 4 Jul 2013 17:27:03 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Perkembangan Rencana Bandara PAYAKUMBUH

Sjamsir Sjarif

unread,
Jul 4, 2013, 1:04:40 PM7/4/13
to ynap...@yahoo.com, RantauNet2 Milis

Tarimo kasih banyak jo doanyo Angku Nofrin Napilus; naiak kudobaban ko ruponyo pangana MakNgah malayang saketek ka maso lamo 55 tahun nan lalu. Waktu itu MakNgah 23 tahun, kini lah 78 tahun jauah di rantau. Dalam salah satu kisah-kisah perjalanan panjang awal pergolakan 1958 MakNgah pernah mengalami sekelelumit kesempatan naiak kudobaban jadi "Koboi Tapuih" sabanta dalam Rombongan Kafilah Pak M. Natsir dari Malampah ka Bonjol.

Pada akhir Agustus 1958 Tentera Pusat mengadakan"Operasi Semut" ke arah Barat Bukittinggi menuju Matur dan Maninjau. Pertempuran pertahanan heroik yang kebanyakan terdiri dari dari Kompi Mahasiswa di Balingka dan daerah sekitar Simpang Malalak banyak dikenang dari masa itu.  Malam itu MakNgah dari Talu (dalam perjalanan kembali dari Natal Mandailing) seharusnya menuju Maninjau untuk memberi laporan perjalanan kepada Pak M. Natsir.  Namun tengah malam sampai di Tantaman Palembaian kami diberi tahu bahwa Matur sudah diduduki Tentera Pusat. Rombongan Pak Natsir di Maninjau waktu itu harus "ijok" ke Batu Kambing, Koto Alam, Malampah.

Di Tantaman rombongan kami bertiga (Pak Buchari Tamam, Ridwan Asky, dan Sjamsir Sjarif) terpaksa pecah dua; Jeep ditinggalkan di Tantaman. Pak Buchari manuju ke Balingka, MakNgah dan Ridwan memancang hutan menuju ke Maninjau. Namun sesudah main kucing-kucingan, kami berdua dapat mencium jejak Rombongan Pak Natsir melintas Koto Alam menuju ke Malampah. Sesudah berpacu jalan malam-malam dan istirahat tidur sebentar di Kotoalam, esoknya kami menyeberang Batang Masang di Muaro Tontang (Gudang).  Kami sampai di Malampah berjumpa Kafilah (terdiri dari Pak M.Natsir, Inyiak Pi'i (Pak M. Sjafei Kayutanam) Buya Uki (Buya Duski Samad) dan keluarga dan staf) yang sudah sampai semalam sebelumnya. Di sanalah kami merasa lega bertemu kembali (rendezvou) bertukar cerita perjalanan sejak kami berpisah di Talu seminggu sebelumnya.

Kami menginap di Malampah dua malam dan perjalanan Kafilah diteruskan ka Bonjol dengan bantuan kudabeban. Para rombongan berjalan kaki. Dalam perjalanan Malampah - Bonjol itulah MakNgah berkesempatan  jadi "Koboi Tapuih". Yah, Sekedar sekelumit kenangan melintas ke Masa lalu.

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Di Tapi Riak nan Badabua
Santa Cruz, California, 4th of July 2013, 10:05AM PDT.


2013/7/4 Nofrins Napilus <ynap...@yahoo.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages