Aneh JK ini, kok istilah arab yg disalahkan?
Negara lain (spt Malaysia) maju pesat kok syariahnya, padahal mereka tidak mengganti istilah arabnya.
Kalau dia mau jujur, permasalahan ekonomi syariah di negara ini sudah banyak sekali pemaparannya oleh para pakar, dan tak ada yg menyebutkan disebutkan karena istilah arabnya.
Lama-lama benar-benar sekuler negara ini. Alhamdulillah saya tak memilihnya dulu.
Wassalam
Ronald
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Uda Akmal
1. Saya kira yg dimaksud bukan istilah Bank Syariah atau Islamic Economic nya, tapi nama-nama produk yg dikeluarkan oleh bank-bank syariah tsb. Dan itu akan sama di semua negara krn terkait dengan akad yg ada.
2. Soal pernyataan JK ttg org-org yg lebih suka ke bank konvensional, seharusnya, sbg pemerintah saat ini, dia juga bertanya seberapa jauh peran pmth dlm membesarkan aset syariah? Kemana disimpan dan diinvestasikan dana puluhan triliyun milik Jamsostek misalnya (skrg BPJS Ketenagakerjaan)? Atau apa SOP yg diterapkan pmth kepada BUMN yg mau menerbitkan obligasi? Adakah aturan bhw sekian persen dari nilai issuance itu hrs dlm akad syariah? Tidak ada. Aneh kalau hanya menyalahkan istilah arab dan masyarakat.
Wassalaam
Ronald
Coba intip dompet masing-masing (terutama yang kaya dan banyak pakai kartu debit dan kredit). Dari setumpuk rekening yang dimiliki, berapa rekening bank syariah yang dimiliki?Ada yang mau menjawab dengan sukarela, sekadar sebagai ilustrasi bersama?
Menyambut sanak Ahmad Ridha :-)
Saya punya dua rekening aktif di dua bank syariah, satu kartu kredit syariah, satu di bank konvensional krn utk keperluan payroll.
Wassalam
Ronald
--
--
Batua Da Akmal, yg di ambo Hasanah Card..
Wassalam
Ronad
Laba bank syariah sekitar 3000-400 milyar setahun. Bandingkan dengan laba bank konvensional 2000 triliun. Andaikata seluruh unit syariah bank konvensional dimerger, mungkin hanya bisa membuat sebuah bank syariah sebesar BTN. Jadi bank syariah cukup sebagai pelengkap pelaku keuangan dengan segmen tertentu khususnya warga muslim dan non muslim yg mau dgn sistem bagi hasil.
Saya sendiri dulu punya 2 rekening tabungan bank syariah. Akhirnya saya tutup karena biaya bulanan yang signifikan. Sekarang hanya punya 1 rekening bank konvensional. Ternyata kenaikan biaya rekening bank mempengaruhi unsur inflasi yang cukup berwujud. Salam
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Assalamualaikum Uda ANB,
Mokasih banyak penjelsannyo sangaik komprehensif...sangat mencerahkan bagi ambo yg awam.
Btw, sagalo yg berbau syariah tantangannyo memang sangaik banyak di Indonesia, sagalo yg berbau syariah, juo terkait perekonomian syariah, PDIP yg rajin manulaknyo di parlemen.
Jadi berharap banyak dari rezim kini ko untuak kemajuan segalo yg berhubungan dg syariah, tipis harapan nampaknyo.
Ntah kok salah pemahaman ambo. CMIIW.
Salam hangat,
Afda Rizki
Lk, 37, Piliang
Anda menerima pesan ini karena berlangganan topik dalam grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan topik ini, kunjungi https://groups.google.com/d/topic/rantaunet/aFgRcpChEEg/unsubscribe.
Untuk berhenti berlangganan grup ini dan semua topiknya, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
… Islamic finance is now a growth industry and its recent performance contrasts sharply with that of its conventional counterpart.
Prior to the financial crisis, according to a report by McKinsey in 2013, Financial Globalization: Retreat or Reset?, global financial assets had grown at about 8 percent per annum during the period 1990 to 2007. Since 2007, this growth rate has slumped to just under 2 percent per annum. In contrast to overall growth of the global financial sector, according to the Islamic Financial Services Board (IFSB)’s Islamic Financial Services Industry Stability Report of 2014, Islamic finance has grown at over 20 percent per annum since 2007; and Sukūk issuances have grown at a rate of about 24 percent per annum in this period.
Lengkapnya sila cermati tautan berjudul "Islamic Finance: A Trend Too Significant to Ignore" yang dirilis Desember 2014 ini:
http://www.ifac.org/global-knowledge-gateway/viewpoints/islamic-finance-trend-too-significant-ignore
Sementara "Islamic Finance Outlook 2015" yang dikeluarkan Standar & Poor's Rating Services (McGraw Hill Financial), menulis di bagian pengantarnya: … Standard & Poor’s Ratings Services believes that assets held by Islamic financial institutions worldwide--which we estimate at about $1.8 trillion--are likely to sustain double-digit growth over the coming few years to reach about $3 trillion."
http://www.islamicfinance.com/wp-content/uploads/2014/12/islamicfinanceoutlook2015.pdf
Jadi ambo sepakat dengan Fitr, bahwa siapa rezim yang sedang berkuasa di tanah air, sebetulnya tak berpengaruh banyak bagi perkembangan BS, melainkan lebih pada trend keuangan syariah dunia yang gelombangnya juga akan berdampak di sini.
Untuk indikator-indikator lain dari Global Islamic Economy (GIE) Indicator yang lebih real time, silakan intip Zawya.com (Thomson Reuters), misalnya untuk posisi Top 10 Countries yang per hari ini peringkat 1 diduduki oleh Malaysia dan No. 10 oleh Indonesia:
GIE merupakan agregat dari 6 indikator yang diukur konsisten (Islamic Finance, Halal Food, Halal Travel, Modest Fashion, Halal Media & Recreation, dan Halal Pharmaceuticals & Cosmetics).
Sebetulnya dalam konteks Sumatra Barat, jika ada ketajaman melihat peluang ekonomi Islam ini dan menautkannya dengan programm-program terkait yang bisa dibangun/diperkuat di Sumatra Barat sesuai dengan 6 indikator itu, tingkat pertumbuhan industri dan kemakmuran masyarakat Sumbar pasti akan lebih signifikan dan lebih cepat.
Tapi itulah, karena sifat masyarakat kita (Minang) yang lebih suka -- meminjam istilah Bung Hatta -- untuk menampilkan "Islam gincu" karena lebih jelas TERLIHAT, ketimbang "Islam garam" meski lebih berperan dalam PERUBAHAN, maka tak sedikit yang lebih suka bersibuk-sibuk mengurusi "gincu" dalam bentuk kontemporernya sekarang, yakni kesibukan mempersiapkan DIM itu ketimbang mengoptimalkan ikhtiar untuk memanfaatkan dan ambil bagian dalam keuangan syariah global berdasarkan perkembangan indikator-indikator yang bisa dibaca setiap saat -- dan hanya berjarak satu ketukan keyboard komputer saja jauhnya dari jemari.
Wassalam,
ANB
Nakan ANB dan sanak diplanta n.a.h
Masalah nan dibicarokan adolah Bank Syari'ah (Finance) tapi balendo juo DIM:
Tapi itulah...,yakni kesibukan mempersiapkan DIM itu ketimbang...
Beko pandukuang DIM adolo nan manyolang, basaut-sautan dilapauko .
Ambo kawatir ado nan tak suko DIM ko, dibicarokan di lapauko sasuai jo warning ANB nan lalau:
|
22 Apr (13 hari yang lalu)
|
|||
|
Terjemahkan pesan
Nonaktifkan untuk: Bahasa Indonesia
Sekadar mengingatkan saja, bahwa sejak Desember 2014, Bundo Nismah sudah menyarankan solusi elegan untuk para pendukung DIM. Silakan dibaca ulang dengan hati tenang, terutama yang ambo beri stabilo kuning.
Tapi kalau saran dari salah seorang pendiri RN dan bundo kito tacinto ini saja sudah tak didengar apalagi diikuti, apa mau dikata?
Pada 22 Desember 2014 06.27, Bunda Nismah <nisma...@gmail.com> menulis:
Sakali lai taruihlah sumangaik nan babusa busa tu sayang indak jadi. Supayo indak taganggu dan berbeda visi dan misinyo iyo bueklah milis sendiri. Kan lai banyak tu buliah sanang mangumpuakan pitih.Pak ANB,
Ambo penasaran, soalnya seperti Pak MM, katokan, bank syariah masih dibawah BI atau OJK spt yg Pak ANB katokan.
Ambo nio bata nyo, apokah OJK membolehkan bank syariah menjual beli barang utk kredit konsumsi?
Kalau dari kajian Ustadz2 ambo masih dpt info klo Bank syariah masih terikat jo UU bahwa bank hanya sbg lembaga simpan pinjam. Bukan jual beli barang.
Nah klo memang iyo boleh membeli barang utk bank jual secara kredit,, ambo lah Batanyo ka salah satu bank syariah bahwa ketika akad, barang yg diinginkan alun di punyoi dek bank nantun.
Se pendek pengetahuan ambo, dilarang jual beli barang yg blm ditangan/kepemilikan.
Baa menurut Pak ANB ?
Tarimo kasih banyak sabalunnyo.
Andre
26
--