Namaku ‘Sadis Siksaan Paman’

233 views
Skip to first unread message

Nofend St. Mudo

unread,
May 28, 2013, 8:56:50 PM5/28/13
to RantauNet2 Milis

(DEDE AMRI, Wartawan Muda) – Apalah arti sebuah nama? Ini penggalan kalimat dari pujangga pesohor, William Shakespeare. Namun kata bijak di atas ini tidak berlaku bagi salah satu pasangan suami-istri ini, Hadyun Chan (53) dan Zurmanita (43). Bagi pasangan yang berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga ini memberikan nama putra keempatnya yang lahir 17 Januari 1996, sangat bermakna. “Punya sejarah yang harus dikenang sepanjang masa,” tutur Zurmanita.

SADIS SIKSAAN PAMAN

Mereka memberi nama anaknya, Sadis Siksaan Paman. Kini Sadis -sapaan- telah duduk di kelas XI SMA Negeri 1 Pancung Soal, Indra Pura, Pesisir Selatan.
Hebatnya, saudara dari Yuneseta, Wina Panduwinata, Sram Perjuangan dan Ratu Valendia, kini menekuni cabang olahraga atletik. Dirinya terpilih masuk dalam Kontingen Pesisir Selatan di cabang atletik pada Pekan Olahraga Daerah (Popda) Sumatra Barat 2013. Lima bersaudara itu berdomisili di Nagari Teluk Ampalu, Indra Pura, Kecamatan Pancung Soal, Pessel.
“Saya sudah bertanya kepada mama, kenapa nama saya diberi Sadis Siksaan Paman. Tiap sebentar orang bertanya kepada saya. Apa betul itu,” tuturnya polos saat Singgalang bertanya, di sela-sela menyaksikan perlombaan atletik di Lintasan Atletik Stadion H. Agus Salim Padang, Selasa (28/5).

Sadis hanya mendapat gambaran ringkas saja soal pemberian namanya itu. Tetapi ia tidak merasa aneh. Maklum sudah terbiasa dari kecil. “Saya hanya mendapat cerita ringkas. Saat saya masih dalam kandungan, ayahandanya ada masalah hukum. Itu saja yang saya tahu,” ungkapnya.
Sebuah kenangan
Kurang puas dengan keterangan Sadis, Singgalang pun mengontak sang bunda bernama Zurmanita ke handhpone-nya. “Nama anak keempat kami itu memang benar adanya Sadis Siksaan Paman. Latar belakang pemberian nama itu panjang juga kisahnya. Sedih dan cukup berkesan juga,” tutur Zurmanita membuka ceritanya.
Diceritakan ibu lima anak itu, saat kandungannya berusia empat bulan memang suaminya ada masalah. Berbagai upaya pun dilakukannya agar sang suami bisa kembali berkumpul dengan keluarga.
Upaya pun berhasil. Setelah kembali berkumpul, maka Hadyun Chan dan Zurmanita telah berikhtiar bila bayi yang lahir diberi nama Sadis Siksaan Paman.
Memasuki usia 40 hari keluarga Hadyun Chan menggelar doa terhadap Sadis. “Istilah di kampuang ambo ko, bapujuang putiah, bapujuang kuniang atau istilah lainnya banasi kuniang-kan. Doa selamatan bagi putra kami ini,” kata Zurmanita yang memperbolehkan Singgalang membuat cerita pemberian nama putranya itu.
Memang pernah saat Sadis masuk di Sekolah Dasar ada pesan yang diberikan beberapa orang untuk mengganti nama anaknya itu. Tetapi itu sudah menjadi niatan bagi kedua pasangan tersebut. “Nama yang kami beri itu untuk mengenang sejarah bagi kami dan tidak akan diubah lagi nama Sadis itu,” tekadnya.
Kini Sadis telah tumbuh dewasa. Nama yang disandangnya itu seolah tidak membuatnya risih dan malu. “Nama saya ini pemberian orang tua tercinta. Soal kisah pemberiannya saya tidak akan mempersoalkan, yang terpenting saya tidak sadis dan tetap senyum dan berbakti bagi kedua orangtua dan saudara serta banyak orang. Bagi saya bagaimana bisa menjadi atlet atletik handal dan mengharumkan nama Sumbar dan Indonesia nantinya,” tekadnya.
Sekretaris Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Arfan Rusyda juga terkejut dengan nama atlet yunior itu. “Memang benar itu nama kamu,” tanya Arfan kepada Sadis. Sadis pun menganggukkannya.
Setelah dilihat hasil perlombaan Sadis yang turun di nomor lompat jauh Popda kemarin membukukan medali perunggu dengan jauh lompatan 5,89 meter hanya terpaut tiga sentimeter saja. Maka Arfan sudah berencana memboyong Sadis bila ada kejurnas yunior nantinya. “Terus kamu berlatih dengan sungguh-sungguh. Nanti kalau ada kejuraan nasional yunior, maka saya akan bawa kamu,” janji Arfan kepada Sadis.
Niat Arfan berjanji itu karena memang selain Sadis berpotensi menjadi atlet bagus juga faktor namanya yang menurutnya aneh. “Kalau kita bawa ke level nasional ketika namanya dipanggil pasti banyak orang tercengang dan Sadis pun akan terkenal,” ungkap PNS di Dispora Kota Padang itu. (*)


Harian Singgalang | Tanggal 29 May 2013
http://hariansinggalang.co.id/namaku-sadis-siksaan-paman/
-- 

Wassalam

Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola 

sjamsir_sjarif

unread,
May 28, 2013, 9:15:16 PM5/28/13
to rant...@googlegroups.com
Bukan nama anak saja yang Sadis. Kenapa negerinya juga bernama Pancung Soal?
-- MakNgah
--- In Rant...@yahoogroups.com, "Nofend St. Mudo" <nofend@...> wrote:
>
> (DEDE AMRI, Wartawan Muda) – Apalah arti sebuah nama?
>
> Harian Singgalang | Tanggal 29 May 2013
> http://hariansinggalang.co.id/namaku-sadis-siksaan-paman/
> --
> *
> *Wassalam
> *
> *Nofend St. Mudo
> 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
> Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
> *


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages