Fakta temuan sejarah Pagaruyung

264 views
Skip to first unread message

Randi Indra

unread,
Nov 14, 2010, 2:16:23 PM11/14/10
to rant...@googlegroups.com

Dh,Bapak/Ibu

Assalammualaikum Wr. Wb.

Perlu kita teliti ulang bahwa, telah ditemukan data autentik mengenai sejarah asal usul Pagaruyung yang dibawa oleh Aditiya Warman, tempat dia berasal Desa Pageruyung Kecamatan Gedeg  Kabupaten Mojokerto, notabene dekat dengan Pusat Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto.

Menurut sejarah Majapahit, Aditiya Warman adalah putra dari Maha Mentri yang diutus ke Minangkabau ( Aditiya Warman bukan raja ) disatu sisi Aditiya Warman mengumumkan diri sebagai raja alam Minangkabau, padahal Aditiya Warman mengawinkan putri raja Dara Jingga (sebagai menantu dalam adat Minangkabau).

Tentu dalam hal ini perlu besama-sama kita masyarakat Minang meneliti sejarah kita. Sepakatkah kita menerima :  "Aditiya Warman sebagai Raja Alam Melayu Minangkabau?" 

Dimana didalam sejarah Majapahit, Aditiya Warman dibunuh oleh pengawalnya yang bernama Tanca yang berasal dari Minangkabau.

Didalam sejarah Minangkabau berdasarkan penelitian Kepala Badan Sejarah Tradisional Daerah menyatakan terjadi kekosongan sejarah di Minangkabau (Drs Nurmatias). Tentu dalam hal ini saya menghimbau generasi muda dan tokoh masyarakat dan ahli sejarah untuk meluruskan/ menggali sejarah yang hilang ini. Terimakasih.

Wasalam Wr. Wb.

Rindra  Indra  (Randri...@gmail.com /0817793712)

note: Bersama ini kami lampirkan data.

Menurut Penelitian page_1.pdf
Menurut Penelitian page_2.pdf
Menurut Penelitian page_3.pdf

Hambo

unread,
Nov 14, 2010, 6:15:00 PM11/14/10
to RantauNet
Hm, sinis juga. Dengan memampangkan gambar kontemporer "Kantor Kepala
Desa Pagerluyung", enak-enak saja dilabel dengan tanda pentung, gada,
atau panggado, "Ini buktinya bahwa kerajaan Pagaruyung itu brasal dri
Majapahit!".

"....padahal Aditiya
> Warman mengawinkan putri raja Dara Jingga (sebagai menantu dalam adat
> Minangkabau)."

MENGAWINKAN putri raja
atau
MENGAWINI putri raja... ?

Salam,
-- Nyit Sungut
Sjamsir Sjarif

On Nov 14, 11:16 am, Randi Indra <randri.in...@gmail.com> wrote:
> Dh,Bapak/Ibu
>
> Assalammualaikum Wr. Wb.
>
> Perlu kita teliti ulang bahwa, telah ditemukan data autentik mengenai
> sejarah asal usul Pagaruyung yang dibawa oleh Aditiya Warman, tempat dia
> berasal Desa Pageruyung Kecamatan Gedeg  Kabupaten Mojokerto, notabene dekat
> dengan Pusat Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto.
>
> Menurut sejarah Majapahit, Aditiya Warman adalah putra dari Maha Mentri yang
> diutus ke Minangkabau ( Aditiya Warman bukan raja ) disatu sisi Aditiya
> Warman mengumumkan diri sebagai raja alam Minangkabau, padahal Aditiya
> Warman mengawinkan putri raja Dara Jingga (sebagai menantu dalam adat
> Minangkabau).
>
> Tentu dalam hal ini perlu besama-sama kita masyarakat Minang meneliti
> sejarah kita. Sepakatkah kita menerima :  *"Aditiya Warman sebagai Raja Alam
> Melayu Minangkabau?"*
>
> Dimana didalam sejarah Majapahit, Aditiya Warman dibunuh oleh pengawalnya
> yang bernama Tanca yang berasal dari Minangkabau.
>
> Didalam sejarah Minangkabau berdasarkan penelitian Kepala Badan Sejarah
> Tradisional Daerah menyatakan terjadi kekosongan sejarah di Minangkabau (Drs
> Nurmatias). Tentu dalam hal ini saya menghimbau generasi muda dan tokoh
> masyarakat dan ahli sejarah untuk meluruskan/ menggali sejarah yang hilang
> ini. Terimakasih.
>
> Wasalam Wr. Wb.
>
> Rindra  Indra  (*Randri.in...@gmail.com* <Randri.in...@gmail.com>*/0817793712)
> *
>
> note: Bersama ini kami lampirkan data.
>
>  Menurut Penelitian page_1.pdf
> 189KViewDownload
>
>  Menurut Penelitian page_2.pdf
> 485KViewDownload
>
>  Menurut Penelitian page_3.pdf
> 653KViewDownload

Riri Mairizal Chaidir

unread,
Nov 14, 2010, 6:27:41 PM11/14/10
to rant...@googlegroups.com, Dapua R@ntauNet

Randi dan Dunsanak Sadonyo

Maaf, Saya bukan ahli sejarah jadi mohon pencerahan

Apakah yang disebut dengan “data autentik” dalam disiplin ilmu sejarah? Sanak menyebutkan “note: Bersama ini kami lampirkan data”. Setelah saya buka, isinyoa tiga foto yang menyebukan “Desa Pagerluyung” (;pakai huruf L) bukan Pageruyung seperti yang Anda sebutkan di body text posting Sanak-

Tapi. Kalaupun tidak ada “slip” dalam penulisan itu, apakah dengan 3 foto itu sudah berarti ditemukan suatu “data autentik”?

Kalau boleh tau juga, “Badan Sejarah Tradisional Daerahitu nama institusi? Saya googling tapi ga ketemu

Riri

48/L/Bekasi

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

catra prathama

unread,
Nov 15, 2010, 9:24:03 PM11/15/10
to rant...@googlegroups.com, Dapua R@ntauNet
Assalamualaikum pak randi dan pak riri
seperti nyo topik iko cukup menarik, karena ternyata adityawarman pun status raja nya dipertanyakan. kalau menurut ambo, dari beberapa literatur yang awak baco, dulu waktu zaman singosari (majapahit belum lahir), singosari mengadakan ekspedisi pamalayu (ekspedisi menaklukkan wilayah di sekitaran sumatera). Ekspedisi iko akhirnyo memboyong 2 putri sumatera, dara petak dan dara jingga (awak alun tahu, apakah ini bentuk upeti atau cuma sekedar pengikat perkawinan biasa mengingat ekspedisi pamalayu adalah ekspedisi militer nusantara terbesar di zamannyo)

Nah, pak adityawarman yang lahia dari dara jingga diangkat jadi raja pagaruyung yang mengabdi di bawah payung panji2 majapahit. apakah pak adit bisa awak sabuik sebagai raja independen?  :)

@pak riri, mungkin maksudnyo dirjen Sejarah dan Kepurbakalaan, kebetulan awak dulu pernah berhubungan samo mereka, di tiap provinsi ado badan daerah nyo. tarimo kasih 
 
hormat, 
Catra Prathama




From: Riri Mairizal Chaidir <riri.c...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Cc: "Dapua R@ntauNet" <rang-...@rantaunet.org>
Sent: Mon, November 15, 2010 6:27:41 AM
Subject: RE: [R@ntau-Net] Fakta temuan sejarah Pagaruyung

Riri Mairizal Chaidir

unread,
Nov 16, 2010, 12:17:28 AM11/16/10
to rant...@googlegroups.com

Waalikumsalam wr.wb.

Catra dan Dunsnak Sadonyo.

Tarimokasi penjelesannya.

Point ambo kapatang tu adalah, apakah biasa – dalam konteks penelitian sejarah- adanya kantor kelurahan seperti yang di foto itu otomatis menjadi “bukti otentik”.

 

Riri

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages