Cara Menyimpan Madu
by Ahmad Turamsili • 22/06/2012 • Artikel • 5 Comments
Madu murni pada dasarnya tidak mudah rusak. Madu bisa tahan
bertahun-tahun, bahkan hingga ratusan tahun. Tetapi, untuk menjaga
kualitasnya madu harus disimpan dengan baik dan benar.
Madu harus disimpan di tempat yang kering, tidak lembap dan tertutup
agar tidak bereaksi dengan lingkungan sekitarnya. Madu bersifat
higroskopis atau dapat menarik air. Madu yang keluar dari sel sarang
apabila disimpan di tempat terbuka akan segera menarik air, sehingga
kadar airnya akan bertambah. Zat gula (alami) yang terkandung di dalam
madu lah yang menyebabkan timbulnya sifat higroskopis ini.Fruktosa lebih
larut di dalam air dibandingkan dengan glukosa.
Madu yang memiliki kadar air yang tinggi akan mengalami fermentasi,
sehingga keawetannya berkurang dan akan menghasilkan alkohol. Madu yang
mengalami fermentasi cirinya meletup atau meledak, baik saat diguncang
atau dalam keadaan diam. Suhu ideal untuk penyimpanan madu adalah
sekitar 20 derajat Celcius dengan kelembapan kurang dari 65%.
Penyimpanan madu di atas suhu 25 derajat Celcius akan menurunkan
kualitas madu yang disebabkan oleh perubahan enzim dan kimiawi madu.
Penyimpanan madu tidak boleh menggunakan wadah yang terbuat dari besi
dan logam lainnya. Penyimpanan madu dalam wadah yang terbuat dari besi
akan menyebabkan reaksi kimia antara wadah dan asam-asam organik di
dalam madu yang dapat menghasilkan senyawa yang bersifat racun. Wadah
yang berbau juga mempengaruhi citarasa madu karena madu dapat menyerap
bau. Bila diletakkan di tempat yang terbuka, madu dapat kehilangan air
dan zat aromatiknya atau sebaliknya, akan terjadi penyerapan aroma dan
air dari udara.
Wadah penyimpanan yang paling baik adalah botol yang terbuat dari
kaca lebih dipilih yang berwarna gelap. Tutup wadah sebaiknya cukup
besar supaya madu bisa dikeluarkan apalagi bila madu mengkristal. Wadah
harus kedap udara dan diletakkan jauh dari sumber panas can cahaya.
Radiasi sinar ultraviolet dapat merusak enzim glukosa oksidase
(diastase) sehingga mempengaruhi aktivitas antibakterinya. Madu murni
yang disimpan (dengan baik) relatif tahan terhadap bakteri dan jamur.
Proses penyimpanan yang baik pun lama-kelamaan tidak akan mampu menahan
perubahan madu. Madu akan tetap berubah, baik warna, rasa dan aroma juga
zat-zat aktif seperti enzim dan aktivitas antimikrobanya.
Komposisi gula madu akan berubah dengan meningkatnya disakarida dan
gula kompleks yang disertai penurunan gula sederhana (fruktosa dan
glukosa). Perubahan awal ditandai dengan rasa madu yang makin asam dan
hal ini terjadi pada semua jenis madu, hanya waktunya berbeda-beda
tergantung dari kondisi awalnya.
