Blok Mentawai Segera Dieksplorasi

97 views
Skip to first unread message

Nofendri T. Lare

unread,
Oct 7, 2013, 9:22:11 PM10/7/13
to rant...@googlegroups.com

Tanggal 08 October 2013

PADANG — Perusahaan migas asal Prancis, Total E&P Indonesie bersiap-siap melakukan eksplorasi Blok Mentawai tahun depan. Gubernur Irwan Prayitno yang dihubungi Singgalang tadi malam menyebutkan, eksplorasi tersebut akan menambah pendapatan bagi Sumatera Barat. “Pengaturan perimbangan keuangan diatur pemerintah pusat,” katanya.

Dijelaskan Irwan, Sumbar dan Bengkulu sama-sama diuntungkan oleh eksplorasi minyak itu.
Eksplorasi
Perusahaan penghasil gas terbesar di Indonesia itu, menurut Kepala Departemen Hubungan Media Total Kristanto Hartadi, sedang menghitung nilai investasinya yang diperkirakan besar.
“Eksplorasi di laut dalam lebih mahal daripada di darat,” kata dia yang dilansir republikaonline, Senin (7/10).
Total E&P Indonesia Mentawai B.V menargetkan pengeboran untuk eksplorasi di lepas pantai Blok Bengkulu I Mentawai dapat dilakukan pada Oktober 2014.
District Manager Total E&P Indonesia Mentawai B.V Avep Disasmita mengatakan pengeboran itu guna melihat kandungan yang ada di perut bumi Bengkulu.
Jika terbukti mengandung minyak dan gas (migas) maka akan dilakukan pemetaan yang lebih dalam.
“Pengeboran di lepas pantai itu akan dilakukan di kedalaman kurang lebih 950 meter. Operasinya sekitar 60-90 hari,” katanya.
Tahapan eksplorasi yang direncanakan perusahaan akan memakan waktu selama tiga tahun mulai dari environmental baseline assessment (EBA), survei geofisika, pengeboran sampai survey seismik 3 dimensi di lepas pantai Bengkulu itu.
Dari beberapa tahapan itu, menurut  Avep, investasi yang paling mahal ada pada tahap pengeboran. Pengeboran ini sendiri nantinya dapat dilakukan dengan dua jenis anjungan, drillship dan semi submersible rig.

“Investasi yang paling mahal di situ [pengeboran] karena butuh sewa anjungan. Nilai total investasi untuk eksplorasi selama tiga tahun ke depan sebesar US$40 juta atau sekitar Rp400 miliar,” katanya.
Menurut Avep Blok Bengkulu I, Mentawai ini merupakan tantangan bagi Total E&P Indonesia karena belum ada perusahaan migas yang beroperasi di pesisir Bengkulu.
“Kami ingin membuktikan dari segi geologi, berdasarkan umur batuan, apakah ada oil and gas yang terjebak di sana,” ujarnya.
Total optimistis eksplorasi ini dapat berhasil karena pihaknya sudah memiliki pengalaman kegiatan migas di laut dalam Afrika, yaitu di Nigeria dan Angola.
Menurutnya, kali ini adalah kesempatan Total untuk membawa teknologi yang diterapkan di laut dalam Afrika ke Indonesia.
Blok Bengkulu I Mentawai sendiri merupakan blok yang dipegang Total sejak ditandatanganinya kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) antara perusahaan dengan pemerintah lewat SKK Migas pada Oktober 2012.
Total sendiri menjadi pemegang 100 persen participating interest dari PSC ini.
Blok eksplorasi ini terletak di kawasan lepas pantai Selat Bengkulu yang meliputi wilayah seluas 8.034 kilometer persegi dengan kedalaman laut berkisar 400-1.000 meter.
GM Total E&P Indonesia Mentawai B.V mengatakan pihaknya bangga Total mendapatkan blok eksplorasi yang merupakan blok pertama perusahaan untuk wilayah lepas pantai Sumatra Barat.
“Hal ini menunjukkan kompetensi kami yang kuat untuk menghadapi tantangan yang unik yang ada di kawasan ini,” katanya.
Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan Setia Budi mengatakan Bengkulu memang baru memulai kegiatan operasi migas pada 2012.
Dia mengatakan wilayah kerja KKKS Migas dan CBM banyak tersebar di Sumsel dan Jambi. Sedangkan sebaran di Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung yang dibawah pengawasan SKK Migas Sumbagsel relatif sedikit.
“Jumlah KKKS Migas dan CBM serta mitra Pertamina di wilayah kami terdapat 79 perusahaan. 43 sudah berproduksi dan sisanya masih status eksplorasi,” katanya.
Di bawah kuota
Pemerintah memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi sampai akhir 2013 berada di bawah kuota APBN Perubahan yang ditetapkan 48 juta kiloliter.
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, sampai akhir 2013, pihaknya memprediksi konsumsi BBM subsidi mencapai 47,4 juta-47,5 juta kiloliter. “Masih di bawah kuota APBN sebesar 48 juta kiloliter,” katanya.
Menurut dia, per jenis BBM, konsumsi solar memang kemungkinan di atas kuota yang ditetapkan. Namun, untuk premium dan minyak tanah diperkirakan di bawah kuota sehingga secara keseluruhan juga lebih rendah dari 48 juta kiloliter.
Susilo mengatakan, penyebab konsumsi BBM subsidi di bawah target, antara lain kenaikan harga dan konversi ke biodiesel, selain juga penegakan hukum.
Vice President Fuel Retail Marketing PT Pertamina (Persero) Muchamad Iskandar mengatakan realisasi konsumsi BBM subsidi sampai September 2013 adalah 34,3 juta kiloliter.
Realisasi itu naik satu juta kiloliter dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 33,3 juta kiloliter. “Sekitar tiga persen naiknya,” katanya.
Kenaikan terbesar terjadi pada jenis premium yakni 4,4 persen dengan konsumsi sampai September 2013 sebesar 21,82 juta kiloliter, dibandingkan 2012 sebanyak 20,9 juta kiloliter. Disusul solar naik 1,4 persen dengan konsumsi 11,68 juta kiloliter, sementara pada tahun 2012 sebesar 11,52 juta kiloliter. Konsumsi minyak tanah turun 0,06 persen dari 0,88 juta menjadi 0,83 juta kiloliter. (006)

http://hariansinggalang.co.id/blok-mentawai-segera-dieksplorasi/

Febriyendi Salim

unread,
Oct 7, 2013, 9:36:12 PM10/7/13
to rant...@googlegroups.com
Semoga ada manfaatnya untuk urang awak, jangan hanya sampahnya saja yg tinggal, untuk Pemda Sumbar semoga berfikir lebih tajam untuk kepentingan umat di Miangkabau ini, jangan hanya berfikir untuk diri sendiri, karena kami sudah muak dengan celoteh Birokrat yang tak ada juntrungannya dan menguntungan pihak lain ....... maaf kalau agak pesimis.
 
salam,
 

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Zaid Dunil

unread,
Oct 7, 2013, 10:30:57 PM10/7/13
to Rantaunet
Ass ww
Sanak sapalanta RN n a h

Kalau eksplorasi ini berhasil dan diteruskan menjadsi eksploitasi, maka pengusaha Sumbar sudah boleh bersiap siap. Karena usaha minyak atau gas itu adalah usaha besar yang banyak kebutuhan dan memerlukan supplier dan kontraktor yang menunjang usaha mereka. Apalagi dalam periode eksploitasi dan  pengembangan , sukses mereka sangat tergantung pada para suplier dan kontraktor rekanan mereka. Mudah mudah an peluang ini bisa ditangkap dan dimanfaatkan semaksimalnya oleh  pengusaha warga Sumbar,  Kalau pengusaha Sumbar tidak siap, maka jangan kecewa kalau nanti yang akan menikmati banyak pengusaha dari luar daerah .
Wassalam
Dunil Zaid, 70 + 8/12. Kpg Ujuang Pandan Parak karambia, Pdg. Tinggal di Jkt.



2013/10/8 Febriyendi Salim <ajo_...@yahoo.co.id>

Bot Sosani Piliang

unread,
Oct 7, 2013, 10:40:51 PM10/7/13
to rant...@googlegroups.com
Berarti kawasan2 reservasi bahari diperairan SumBar harus diperkuat dengan aturan2, sebelum kapal2 tangker berdatangan dan merusak. Segera jadikan kawasan carocok mandeh sebagai kawasan reservasi bahari, kalau tidak ... satu2nya kawasan ekosistem bahari terlengkap di SumBar akan hilang selamanya!!!

BSP

Syafruddin Syaiyar

unread,
Oct 8, 2013, 1:22:36 AM10/8/13
to rant...@googlegroups.com
Batua Pak,
Ijan kan sampai Exploitasi untuk tahapan Eksplorasi pun sabananyo alah
banyak mambutuhkan supplyer dan services.. Biasonyo kalo kito masuak
ka daerah ekplorasi baru indak kurang dari 30 sampai 50 kontrak yang
dibuek..

Di bawahko ado contoh list 37 kontrak yang dibuek wakatu kito masuak
daerah eksplorasi baru Di Amerika Selatan April kapatang-ko..Walaupun
sebagaian besar supplyer dan servicesko hanyo sanggup dan di-dominasi
atau di-monopoli oleh bara buah perusahaan services migas raksasa
kelas dunia, bantuak Schulemberger, Haliburton, Dowel, dll.. Tapi
masih ado babarapo items bantuak logistic services dan HSE yang
sanggup dan di prioritaskan untuak pamain lokal..

Dan biasonyo untuak effienciency dan manghemat waktu dan maleh
ba-urusan jo birokrasi, perusahaan Minyak sering punyo kontract
strategy.. “one stop shop” untuak bara macam "logistics services" (eg
materials management personnel, skilled port manpower, HSE training,
customs, visas, medical services, agency services, rental CCU’s ,
baskets, lifting equipment)..

Dan biasonyo perusahaan Minyak cendrung maagiahkannyo ka perusahaan
"logistics management companies" lokal yang alah biaso ma-urus urusan
bantuak ko.. Rasonyo ambo ragu perusahaan bantuak-ko ado di
Padang,andaikan Padang yang dipiliah Total jadi Supply Basenyo
nantinya..
Kalo indak ado di Padang, tantunyo yang akan dapek nantinya urang
Jakarta, Singapore and KL.. juo..(harap harap punyo urang awak)..

Itu sajo saketek informasi dari ambo yang kabatulan sadang basitungkin
bana mangarajokan daerah eksplorasi baru di ujuang dunia bagian
selatan..
Mana tau informasiko baguno, dan mana tau ado urang awak yang punyo
usaha dalam dunia per-logistik-an dan services operasi Migas-ko..Kalo
ado ancak siap siap, kalo indak kasado alahe dapek, sub kontraktor
untuak salah satu services atau Supplyer rancak juo..


"Scope of Supply/Services for Offshore Exploration Drilling"

1. Jack Up / Semi-Submersible/Drilling Ship Rig
2. Directional Drilling / MWD / LWD
3. Cementing Services and Auxiliary Cementing
4. Mud Logging and Pore Pressure Engineer
5. Electric Logging & Perforation Services
6. Drilling Fluids & Mud Engineering
7. Rig Positioning
8. Weather Forecasting Service
9. Remote Operating Vehicles (ROV)
10. Straight Supply Vessels (AHVs & PSVs)
11. Helicopter Services
12. Oil Spill Response Services (Tier 1,2 & 3)
13. Wellhead and Services
14. Onshore Support Services
15. Freight Forwarding
16. Waste Management
17. Bunkering (Fuel)
18. OCTG (Tubulars/Casings)
19. Logistics Support Services
20. Well Control Services
21. Professional Manpower
22. QA QC Inspection Services
23. PDC & Rock bits
24. Solids Control
25. Tubular Handling Services
26. Metocean Study and Current Survey
27. Site Survey Study
28. EIA (Environmental Impact Assessment)
29. Safety Report and Disaster Studies
30. VSAT and Communications Services
31. Fishing and Equipment Rental Services
32. Liner hanger
33.Medevac and Medical Services
34. Biostatigraphy Services
35. Riser Analysis
36. Rig Inspection
37.Well Insurance

Wass,
Sfd, Kl, Malaysia


On 10/8/13, Zaid Dunil <zdu...@gmail.com> wrote:
> Ass ww
> Sanak sapalanta RN n a h
>
> Kalau eksplorasi ini berhasil dan diteruskan menjadsi eksploitasi, maka
> pengusaha Sumbar sudah boleh bersiap siap. Karena usaha minyak atau gas itu
> adalah usaha besar yang banyak kebutuhan dan memerlukan supplier dan
> kontraktor yang menunjang usaha mereka. Apalagi dalam periode eksploitasi
> dan pengembangan , sukses mereka sangat tergantung pada para suplier dan
> kontraktor rekanan mereka. Mudah mudah an peluang ini bisa ditangkap dan
> dimanfaatkan semaksimalnya oleh pengusaha warga Sumbar, Kalau pengusaha
> Sumbar tidak siap, maka jangan kecewa kalau nanti yang akan menikmati
> banyak pengusaha dari luar daerah .
> Wassalam
> Dunil Zaid, 70 + 8/12. Kpg Ujuang Pandan Parak karambia, Pdg. Tinggal di
> Jkt.
>
>
>
> 2013/10/8 Febriyendi Salim <ajo_...@yahoo.co.id>
>
>> Semoga ada manfaatnya untuk urang awak, jangan hanya sampahnya saja yg
>> tinggal, untuk Pemda Sumbar semoga berfikir lebih tajam untuk kepentingan
>> umat di Miangkabau ini, jangan hanya berfikir untuk diri sendiri, karena
>> kami sudah muak dengan celoteh Birokrat yang tak ada juntrungannya dan
>> menguntungan pihak lain ....... maaf kalau agak pesimis.
>>
>> salam,
>>
>> Jo Febri
>> www.instaprofx.com
>>
>> *Dari:* Nofendri T. Lare <nof...@gmail.com>
>> *Kepada:* rant...@googlegroups.com
>> *Dikirim:* Selasa, 8 Oktober 2013 8:22
>> *Judul:* [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi

Zaid Dunil

unread,
Oct 8, 2013, 3:24:02 AM10/8/13
to Rantaunet
Sanak Syafruddin Syaiyar  dan sanak sapalanta RN  n a h. 

Maliek daftar nan sanak sampaikan tu, tampaknyo iyo banyak dilua kompetensi pengusaha awak.Mudah2an ado pengusaha Minang nan bergerak dib idang bidang nan diparalukan investor tu.  Tapi walau baitu kok indak jadi kontraktor /suplier utama, manjadi sub kon kan bisa diusahokan. Mudah2an Pamda manangkok kesempatan ko. Kalau jadi sampai ekploitasi, mereka perlu base camp. Kalau mun gkin base camp mereka di buek di Padang akan sangat bagus untuk pengembangan ekonom  di Padang.  Kalau terlalu jauh ka Padang , barangkali iko kesempatan untuk mengembangkan daerah Mentawai  ,tentunya yang dekat lokasinya ke proyek  bahkan kemungkinan bisa mengembangkan desa menjadi kota.. Bapeda Sumbar harusnya sudah perlu mengambil ancang ancang, wilayah mana yang akan dikembangkan dan perlu melakukan pendekatan kepada Perusahaan minyak E & P Total Indonesie  tsb. Tantu nan labiah paralu pulo kiniko informasi tantang bara kiro kiro potensi minyak jo gas nan sadang di ekplorasi tu

Wassalam
Dunil Zaid, 70 + 8/12 . Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg... 


2013/10/8 Syafruddin Syaiyar <syaf...@gmail.com>

Syafruddin Syaiyar

unread,
Oct 8, 2013, 6:09:46 AM10/8/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Zaid,

Diliek dari keadaan geologi dan potensi migasnyo, daerah pantai Barat
Sumatera memang tamasuk yang high risk (resiko tinggi). Dari sejarah
kegiatan eksplorasi di lepas pantai Barat Sumatera salamoko, alun ado
lai yang berhasil sampai kini..
Tapi indak tahulah mungkin para explorationist di Total maliek konsep
baru yang mungkin punyo potensi dan dapat di aplikasikan dilepas
pantai Mentawai..

Penandatangan kontract PSC adolah tahap awal dari process eksplorasi
yang biasonyo dibagi atas babarapo phase/periode.. Satiok phase
eksplorasiko (biasonyo 3 tahunan), kontractor punyo commitment
investasi yang harus nyo jalankan kalo indak kanai pinalti alias
mambia ganti rugi ka pamarentah.. Commitment ko biasonyo dalam bentuk
pemboran sumur eksplorasi, pengambilan data seismik dan juo alokasi
dana untuak pengembangan masyarakat.. Indak taulah di Indonesia, dari
pengalaman di beberapa negara afrika dan amerika latin, dana
pengembangan masyarakatko ado satiok tahun..

Dari Pers Release yang disadur Sanak Nofend, Total alah mananda
tangani PSC contract-ko october 2012.. dan kiniko alah october
2013,..dan target pemboran october 2014 (satun lai diri kini)...Dari
rencana ko seharusnyo Total alah satangah jalan karajonyo dan sadang
giat giatnyo mempersiapkan pemboran yang tingga satahun lai...Dari
pangalaman mamparsiapkan pemboran laut dalam (deepwater
drilling)..satidak tidaknyo Total alah salasai dalam environmental
baseline assessment (EBA), survei geofisika, dan seismik 3 dimensi..
Baru realisasi pengoboran di Oct 2014 masuak aka ... Kalau indak mulai
juo karajo rencana pemboran oct 2014 bisa tatunda jadi Oct 2015.. atau
bisa sampai oct 2016... atau indak jadi samo sakali karano kurang
potensinyo dan kontraktor mamiliah mambaia pinalti sajo dari pado
mambor sumur eksplorasi laut dalam yang ongkoihnyo kini indak kurang
dari 100 Juta dollar (1 trillun rupiah) .. Tagantuang dari rig yang
di pakai..semi submersible atau drillship rig yang harago seo-nyo
kiniko berkisar antaro 300 ribu USD sampai 600 ribu USD perhari...

Mudah mudahan Total iyo lai sabanao ingin menksplor daerah yang high
risk ko atau sakadar permainan politik, dengan sasaran akhir
perpanjangan kontrak Mahakam Blok yang alah terbukti jadi tambang
dollar Total di Indonesia...mudah mudahan indak baitu tujuannyo..

Wass,
Sfd, KL

Arman Bahar

unread,
Oct 7, 2013, 9:47:55 PM10/7/13
to rant...@googlegroups.com
Dari awal proses explorasi hingga positif (atau negatif) utk di-produksikan akan butuh waktu 5 sampai 10 tahun, apalagi utk offshore yg sangat high risk
wasalaam 
abp
Dari: Nofendri T. Lare <nof...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Selasa, 8 Oktober 2013 9:24
Judul: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Oct 8, 2013, 6:23:52 AM10/8/13
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Buliah manyalo ? Apo ado urang Pemda Sumbar nan aktif di RantauNet iko ? Kabanyo dulu ado Bagian Perantau. Apo masih ado ?

Wassalam ,
SB.

Sent from my iPad

Zaid Dunil

unread,
Oct 8, 2013, 6:55:40 AM10/8/13
to Rantaunet
Iyo pak Saaf. Kok awak se nan badiskusi , urang Pemda Sumbar indak ado nan sato,  padahal awak membicarakan hal hal nan penting untuk diketahui oleh Pmda, taraso percuma diskusi ko. 
Supayo indak sio sio , barangkali elok juo kalau diskusi nan takaik atau paralu diketahui dek Pemda Sumbar, dibuekkan resumenya dan dikirimkan melalui email ke pejabat yang bersangkutan (Gubernur , Walikota, DPRD dan pihak terkait lainnya). Materinya diseleksi dan diarahkan  oleh Pak Saaf.
Wassalam
Dunil Zaid , 70 + 8/12. Kpg Ujuang Pandan Parak Kareambia, Pdg. 


2013/10/8 Dr. Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>

Zaid Dunil

unread,
Oct 8, 2013, 7:00:58 AM10/8/13
to Rantaunet
Sanak Syafruddin Syaiyar  dan sanak sapalanta RN n a h 

Terima kasih atas tambahan infromasinya. 
Sabana gadang proyek minyak/.gas nan sadang di karajokan Total ko. 
Mudah2an lah terwujud. Ada harapan ,akan berubah drastis kondisi daerah ini setidaknya setelah sepuluh tahun kedepan... 

Wassalam
Dunil Zaid.


2013/10/8 Zaid Dunil <zdu...@gmail.com>

Asmardi Arbi

unread,
Oct 8, 2013, 10:20:57 AM10/8/13
to rant...@googlegroups.com
Sanak Dunil n.a.h,

Kalau base camp di Pesisir Selatan bagian Selatan ,ala dakek/berbatasan
jo Muko-Muko Bengkulu Utara baa kiro-kiro?. Daerahko paliang dakek jo
Kep. Mentawai. Bia nak bakambang pulo daerah nan masih berstatus
Kab.Daerah Tertinggal, di propinsi Sumbar. Daerahko juo sadang bajuang
untuak jadi Kab.Pemekaran dari Pesisir Selatan.

Note:
Raso-rasonyo sanak ba Ulang Tahun hariko yo. Kalau iyo , salamaik
baulang tahun , semoga tatap sehat, murah rasaki dan berkarya untuak
urang banyak. Amin YRA.

Wassalam,

Asmardi Arbi ,72 +9hari

syaf...@gmail.com

unread,
Oct 8, 2013, 11:18:00 AM10/8/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf, Yth:

Dari dulu, kalau bicara tentang Sumbar dalam berbagai aspek nan paralu dilakukan oleh pemerintah daerah, awak di RN ko cuma batapuak sabalah tangan. Ndak ado urang Pemda nan mangikuti atau mandanga.

Sasakali nan mancogok hanyo Pak Bupati Agam Indra Catri. Kalau masalah Agam, mungkin beliau monitor, tapi kalau tingkat Sumbar, tantu indak.

Itulah sebabnyo ambo pernah mengusulkan satio thread yang berhubungan soal kebijakan dan sbgnyo dibuekkan resumenyo dan diserahkan ka Gubernur melalui pejabat terkait, sahinggo kontribusi pemikiran RN ko jaleh. Kalau indak, yo, sarupo basorak dibalik bukik sajo. Hanyo diskusi antaro awak samo awak sajo.

Dengan adonyo website rantaunet, semoga pejabat2 di Sumbar bisa mengikuti diskusi di RN ko.

Salam

Syaf AL/50, Bogor
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Zaid Dunil <zdu...@gmail.com>
Date: Tue, 8 Oct 2013 18:00:58 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi

Dr. Saafroedin Bahar.

unread,
Oct 8, 2013, 11:26:08 AM10/8/13
to Rantau Net Rantau Net
Iyo Al. Baa kok kito undang Kapalo Perwakilan Sumbar di Jakarta ko jadi anggota aktif RN?
Wassalam,
SB.

syaf...@gmail.com

unread,
Oct 9, 2013, 12:20:33 AM10/9/13
to rant...@googlegroups.com
Sarancaknyo memang baitu, tapi ambo alu tahu beliau aktif atau indak berinternetria. Tapi, Uda Aslim Sutan Sati merupakan partner beliau. Mungkin disarankan agar beliau maajak Kepala Kantor Penghubung itu, atau setidaknyo ado anak buah beliau nan bisa ikut di RN.

Salam

AL/50, Bogor

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar." <saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com

Tasrilmoeis

unread,
Oct 9, 2013, 2:06:23 AM10/9/13
to rant...@googlegroups.com

Nan ambo tau ado duo perusahaan urang awak nan bidang no di drilling ko. PT Bukit Apit Persada nan pemilik no Da Aidil dan PT Varcoindo Bina Jaya pemilikno Da Abdi Gustino.

 

Wassalam

Tan Ameh

rn.ami...@gmail.com

unread,
Oct 9, 2013, 2:11:29 AM10/9/13
to R@ntau-net Email Group Rantaunet
Ado ciek lai urang awak joint jo Australia
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Tasrilmoeis" <tasri...@banuacitra.com>
Date: Wed, 9 Oct 2013 13:06:23 +0700
Subject: RE: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi

Tasrilmoeis

unread,
Oct 9, 2013, 2:49:12 AM10/9/13
to rant...@googlegroups.com

Da Amir,

Iyo lupo wak, ado senior gadang ambo di Banduang dulu Da Sofwandi Tarmizi, BMP Drill,

 

Tan Ameh

Lies Suryadi

unread,
Oct 9, 2013, 3:26:10 AM10/9/13
to rant...@googlegroups.com
Mudah2an dan baleak2 miyak ko dalam lauik. Mati lauak tandeman jo majo ajo. Makin marasai nelayan awak. Ndak dapek awak mandi maambau2 lai di Pasie Sunua. Baa go eh? Kok jadi dicukia minyak di kawasan Mentawai ko dek perusahaan Parancih tu, lai ka turun harago minyak di Padang ji Jarkata tu? Kok dihosong e je sado e belek2 minyak tu ka Paris ndak?
 
Ko akitifis2 Greenpeace sadang ditangkok di Moscow.  Wee protrs Rusia mancukia2 minyak dakek ka Kutub.
 
salam,
Suryadi

Dari: Syafruddin Syaiyar <syaf...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Selasa, 8 Oktober 2013 12:09
Judul: Re: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi

ET Hadi Saputra Katik Sati

unread,
Oct 9, 2013, 3:28:45 AM10/9/13
to rant...@googlegroups.com
Ado ndak ado minyak, nan nelayan ko indak ado pernah ka lauik jeh.
Nan kajo kami bagurau di lapau tiok aghi.
Nan lauak ko kalua dimuncuang, ndak do nan daghi lauik.
ET Hadi Saputra
MAPPAS Masyarakat Peduli Pariwisata Indonesia
+6281218283841 Whatsapp/Line
+62817174942 XL MAPPAS
ha...@serba.info
wechat: ethadisaputra
twitter: @ethadisaputra
www.serba.info
Powered by Official XL-MAPPAS® Free Call & SMS Network.

From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Wed, 9 Oct 2013 15:26:10 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi

--

Chalik, Kurnia(JKT-SSD)

unread,
Oct 9, 2013, 4:32:42 AM10/9/13
to rant...@googlegroups.com

Da Al sarato adi dunsanak kasadonyo,

 

Mungkin ada baiknya juga bagi kita semua untuk mengetahui kira2 dimana posisi dari Block Mentawai ini,berdasarkan peta terlampir dibawah ini.

(block no.6 ~ Bengkulu I - Mentawai).Letaknya sepertinya lebih ke Provinsi Bengkulu daripada Sumatera Barat,kalau berdasarkan peta dibawah ini.

 

Demikian saja,sebagai tambahan informasi buat kita semua.

 

Wasalam,

Kurnia Chalik

 

Lies Suryadi

unread,
Oct 9, 2013, 2:54:16 PM10/9/13
to rant...@googlegroups.com
Kok jadi dicukia blok Mentawai ko, lai ndak ka maharam kaki kida pulau Sumatra ko ko? Kok teleng beko ko ndak?
 
Salam,
Suryadi

Dari: "Chalik, Kurnia(JKT-SSD)" <kurnia...@inpex.co.jp>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Rabu, 9 Oktober 2013 10:32
Judul: RE: Re: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi
Da Al sarato adi dunsanak kasadonyo,
 
Mungkin ada baiknya juga bagi kita semua untuk mengetahui kira2 dimana posisi dari Block Mentawai ini,berdasarkan peta terlampir dibawah ini.
(block no.6 ~ Bengkulu I - Mentawai).Letaknya sepertinya lebih ke Provinsi Bengkulu daripada Sumatera Barat,kalau berdasarkan peta dibawah ini.
 
Demikian saja,sebagai tambahan informasi buat kita semua.
 
Wasalam,
Kurnia Chalik
 
 
 
 
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of syaf...@gmail.com
Sent: Tuesday, October 08, 2013 10:18 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Bls: Re: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi
 
Pak Saaf, Yth:

Dari dulu, kalau bicara tentang Sumbar dalam berbagai aspek nan paralu dilakukan oleh pemerintah daerah, awak di RN ko cuma batapuak sabalah tangan. Ndak ado urang Pemda nan mangikuti atau mandanga.

Sasakali nan mancogok hanyo Pak Bupati Agam Indra Catri. Kalau masalah Agam, mungkin beliau monitor, tapi kalau tingkat Sumbar, tantu indak.

Itulah sebabnyo ambo pernah mengusulkan satio thread yang berhubungan soal kebijakan dan sbgnyo dibuekkan resumenyo dan diserahkan ka Gubernur melalui pejabat terkait, sahinggo kontribusi pemikiran RN ko jaleh. Kalau indak, yo, sarupo basorak dibalik bukik sajo. Hanyo diskusi antaro awak samo awak sajo.

Dengan adonyo website rantaunet, semoga pejabat2 di Sumbar bisa mengikuti diskusi di RN ko.

Salam

Syaf AL/50, Bogor
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>>>>> kirim email ke rantaunet+berhenti mailto:berlan...@googlegroups.com .
>>>>> kirim email ke rantaunet+berhenti mailto:berlan...@googlegroups.com .
>>>> email ke rantaunet+berhenti mailto:berlan...@googlegroups.com .
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti mailto:berlan...@googlegroups.com .
>> email ke rantaunet+berhenti mailto:berlan...@googlegroups.com .

Lies Suryadi

unread,
Oct 11, 2013, 7:07:42 PM10/11/13
to rant...@googlegroups.com
Sampah...pencemaran air laut, kerusakan lingkungan. Lah punah rarah Indonesia ko: tambang jo pembabatan hutan lah mamunahkan bamacam2 spesies ikan dan binatang di darat.
 
Marasai anak cucu awak.
 
Suryadi
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages